Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 7240

Waduh! Pasar Tradisional Tidak Layak, Dirut PD Pasar Diminta Mundur

Bogordaily.net – Pembangunan pasar tradisional Parung Panjang yang menelan angka anggaran RP150 Milyar dianggap lamban. Karenanya, pasar tradisional tidak akan mampu bersaing dengan pasar modern.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bogor, Imam Shodiqul Wakdi. Menurutnya, peran pemerintah dibutuhkan untuk menciptakan daya saing pasar tradisional yang tangguh.

“Mau bersaing dengan pasar moderen? Tentu masih sangat jauh kalau pengelolaan maupun managerial Perusahaan Daerah yang fokus pada pasar masih konserfatif dan terlihat lamban,” kata Imam.

Imam berharap adanya percepatan pembangunan pasar tradisional. Agar bisa bersaing dengan pasar modern. Seperti keberadaan pasar modern Sentraland yang dekat dengan Pasar Parung Panjang.

“Kondisi pasar tadisional masih buruk. Dirut PD Pasar harus memecahkan persoalan ini. Jika tidak mampu silahkan mundur! Jangan hanya makan gaji buta,” tegasnya.

Saat dikomfirmasi, Kepala Unit Pasar Parung Panjang Erik Ibnu Afwan membenarkan kondisi pasar Parung Panjang yang memprihatinkan.

Ia mengatakan, adanya pertumbuhan pasar modern Sentraland menjadi pesaing yang harus disikapi dengan cepat dan cerdas.

“Meski tidak ada dampak yang signifikan namun revitalisasi atau pembangunan pasar harus seimbang dengan pasar yang baru tumbuh,” kata Erik, Selasa 22 Juni 2021.

Erick bercerita, kondisi bangunan pasar tradisional Parung Panjang berada di Desa Parung Panjang Kecamatan Parung Panjang Kabupaten Bogor, sangat memprihatinkan.

Hal itu membuatnya yakin, persaingan tak seimbang antara pasar tradisional dengan modern.

“Melihat kondisi sekarang, jika bersaing dengan pasar modern sentraland, kita pasti kalah,” pungkasnya.*** 

Asrama Haji Kembali Siap Digunakan Sebagai Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Bogordaily.net – Kasus harian Covid-19 meningkat dalam sebulan terakhir sehingga sejumlah rumah sakit dipenuhi pasien yang melakukan perawatan dan isolasi.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Khoirizi mengatakan, asrama haji siap digunakan kembali sebagai ruang isolasi pasien Covid-19.

“Tahun 2020, asrama haji pernah digunakan sebagai ruang isolasi Covid-19. Tahun ini, Menag Yaqut Cholil Qoumas sudah memberikan izin dan asrama haji siap kembali digunakan sebagai ruang isolasi Covid-19,” tegas Khoirizi, di Jakarta, Senin (21 Juni 2021).

Menurut Khoirizi, koordinasi Kementerian Agama dengan Satgas Covid-19 terkait penggunaan asrama haji sebagai ruang isolasi sudah dilakukan sejak lama.

Bahkan untuk pemanfaatan asrama haji sebagai ruang isolasi juga sudah dilakukan pada tahun 2020.

Pada tahun 2020, lanjut Khoirizi, Kementerian Agama telah memberikan persetujuan penggunaan asrama haji sebagai pilihan karantina sejak 1 April 2020.

Sejak saat itu, sudah ribuan pasien terpapar Covid-19 yang menjalani proses karantina di asrama haji.

Dijelaskan Khoirizi, setidaknya ada 27 dari 31 asrama haji di seluruh Indonesia yang siap digunakan untuk penanganan pasien Covid-19.

Ada empat asrama yang setelah dilakukan kajian belum bisa digunakan karena berbagai alasan, yakni : Pontianak, Mamuju, Jayapura, dan Sorong.

Para Kepala Asrama Haji, kata Khoirizi, selama ini berkoordinasi dengan Satuan Tugas Covid-19 di wilayah masing-masing terkait dengan urgensi dan juga teknis penggunaannya.

Asrama Haji Pondok Gede Jakarta misalnya, penyiapannya sudah dilakukan bersama dengan Satgas Covid DKI Jakarta. Bahkan, kesiapannya juga sudah ditinjau oleh Sekda DKI dan Pangdam Jaya.

“Ada dua gedung di Asrama Haji Pondok Gede yang akan disiapkan sebagai ruang isolasi,” terangnya.

Lanjut dia, demikian juga dengan Asrama Haji Gorontalo. Kepala asramanya sudah menggelar rapat dengan Satgas setempat.

“Asrama Haji Gorontalo akan menjadi alternatif ketiga bila ruang isolasi pasien Covid-19 di tingkat provinsi sudah tidak memadai,” ujarnya.

“Penyiapan asrama haji sebagai ruang isolasi ini menjadi wujud peran aktif Kemenag dalam penangangan Covid-19,” tegasnya.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak RS Haji Jakarta.

Ini dilakukan untuk memastikan ruang isolasi yang disiapkan sudah sesuai standar Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kementerian Kesehatan, bahkan WHO.

“Setiap pasien menempati satu kamar, satu tempat tidur. Tidak boleh digabung. Ada juga standar pelayanan kasus di bawah pengawasan tenaga kesehatan,” tandasnya.***

Sumber : Kemenag.

Kelola Samisade, Pemkab Kolaborasi dengan Aparatur Kecamatan Bimtek

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMD) Pemkab Bogor, mengajak kolaborasi aparatur kecamatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Bantuan Satu Milyar Satu Desa (Samisade).

Mengingat hal tersebut berkaitan dengan implementasi kegiatan Samisade yang harus menerapkan pola padat karya, artinya melibatkan masyarakat miskin atau masyarakat yang terkena dampak Covid-19.

Masyarakat ini tidak termasuk penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan lainnya.

Dengan mengajak aparatur kecamatan Bimbingan Teknis (Bimtek), dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan dan penyelenggaraan pelaksanaan bantuan Samisade di Kabupaten Bogor.

“Bimtek dilakukan dalam rangka pemberian bantuan khusus bagi desa yakni program Samisade, agar pelaksanaan dan pengelolaannya terlaksana dengan baik dan sesuai harapan,” ujar Kepala DPMD Kabupaten Bogor, Renaldi Yushab Fiansyah di Ruang Serbaguna I Kabupaten Bogor, Senin 21 Juni 2021.

Kemudian, Renaldi mengharapkan dengan melalui Bimtek ini menjadi wujud bekal sebelum pada proses eksekusinya.

Mulai dari cara menginput sampai pengelolaannya, karena menggunakan aplikasi Bimtek ini sangat penting untuk dilakukan, sehingga bisa berjalan dengan baik.

“Saya berharap seluruh lapisan bekerja secara kolaborasi dan sinergi dengan semua pihak. Mulai dari aparat desa, kecamatan dan Pemkab Bogor agar program bantuan Samisade bisa terlaksana dengan baik, transparan dan dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” ucapnya.

Sebelumnya, Ade Yasin pun meminta agar pengelolaan kegiatan Samisade harus dilakukan secara cermat dan hati-hati.

“Harus berhati-hati dalam pengelolaan kegiatan Samisade. Karena pelaksanaan kegiatan Samisade ini disoroti langsung oleh masyarakat, media massa, LSM, dan aparat penegak hukum” pungkas Ade Yasin.***

DPS : Pemkot Harus Segera Tambah Bed Pasien Covid-19

Bogorday.net – Situasi Kota Bogor meningkat tajam pasien Covid-19, zona hijau, kuning maupun merah. Dimana kapasitas bed di Rumah Sakit di Kota Bogor nyaris terisi penuh.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Devie Prihartini Sultani meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sigap menyiapkan tempat untuk menampung pasien Covid-19.

“Pemkot dan jajarannya harus segera melakukan terobosan-terobosan buka tempat untuk bisa menampung pasien terpapar Covid-19,” ujar anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Devie Prihartini Sultani, Senin 21 Juni 2021.

Lanjut Politisi Nasdem, Terutama pasien zona hijau agar rumah sakit bisa fokus menampung pasien zona kuning dan merah, yang memang memerlukan penanganan lebih intensif.

“Tindakan-tindakan yang lebih mendalam lagi. Gerak cepat jangan tunggu sampai warga kita menjadi korban karena ketidak tersediaan bed,” katanya.

Bed

Sebagai informasi, sampai 19 Juni 2021, Bed Occupancy Ratio (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur data dari Dinkes Kota Bogor di 21 rumah sakit rujukan pasien Covid-19 mencapai 643 tempat tidur atau 77,6 persen dari total 829 tempat tidur yang tersedia.

Sementara, ruang ICU mencapai 39 ruangan atau 83 persen dari total 47 ruangan.

Sebaran pasien asal Kota Bogor 309 orang (47,6 persen), pasien asal Kabupaten Bogor 182 orang (28,3 persen), dan pasien dari kota lainnya 155 orang (24,1 persen).

Adapun keterisian di pusat isolasi Pusdiklat Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Ciawi mencapai 78 tempat tidur (78 persen) dari 100 tempat tidur yang tersedia.***

Angkot Oleng Tabrak Warung Kelontong

Bogordaily.net – Sebuah Angkutan umum (Angkot) 05 Jurusan Jasinga – Bogor, terbalik hingga mengenai warung kelontong di Jalan Raya Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Senin petang (21 Juni 2021).

Mobil Angkutan umum 05 bernomor polisi F 1916 MF tersebut diduga oleng  setelah sebelumnya diduga tertabrak iring-iringan rombongan pasukan Pelopor dari arah yang sama.

Hal itu dibenarkan warga dan pemilik warung bahwa Angkutan umum yang kemudikan Imam itu terbalik setelah sebelumnya diduga  tertabrak iring-iringan mobil satuan pasukan Pelopor (Brimob).

Warga sekitar Fazar mengatakan, awalnya mobil angkot sedang berjalan pelan dari arah Cigudeg menuju Leuwiliang. Namun, selang beberapa menit tertabrak oleh kendaraan  iringan mobil Brimob

“Akibatnya mobil angkot oleng ke kiri dan menabrak pembatas jalan dan warung,” katanya.

Terpisah, adik dari pemilik warung Ihsan Fahmi (30) mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar sore pukul 17.10 WIB, Angkot oleng kemudian terbalik hingga mengenai warung milik keluarganya.

“Warung kakak saya rusak ditabrak angkot yang sempat oleng diseruduk sama kendaraan lain,” cetusnya.

Sementara itu, Anggota Unit Laka Dramaga Bripka Dadang mengaku, dalam kejadian tak ada korban jiwa hanya luka ringan saja.

“Saat ini mobil dibawa ke unit laka Dramaga untuk kebutuhan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.***

Kelurahan Babakan Siap Jadi Percontohan CitiGov

0

Bogordaily.net – Kelurahan Babakan Kecamatan Bogor Tengah berkomitmen akan menerapkan layanan digital berbasis online “CitiGov”, yakni memberikan pelayanan kepada masyarakat cukup menggunakan handphone.

“Kita sudah koordinasi dengan Diskominfo Kota Bogor bahwa, layanan online di Kelurahan Babakan harus berlanjut. Walaupun nanti ada pergantian Lurah termasuk pejabat struktural lainnya,” kata Lurah Babakan Mohammad Arifin, saat Breafing Staf jajaran, Senin 21 Juni 2021.

Arifin menyebutkan, jika inovasi ini berlanjut Kelurahan Babakan bisa menjadi percontohan kelurahan lainnya di Kota Bogor.

“Karena aplikasi ini pertama kalinya diperkenalkan oleh Diskominfo ke Kelurahan Babakan, maka InsyaAllah kita siap jadi percontohan,” kata lurah yang akrab disapa broai.

Menurutnya, agar inovasi ini berkesinambungan dan dikuti oleh seluruh kelurahan bahkan ke kecamatan, harus diperkuat dengan SK atau Perwali (Peraturan Walikota) yang mengharuskan semua kelurahan dan kecamatan yang menerapkan layanan online

Sebelumnya, layanan digital berbasis online ini telah di ekspose dalam lomba Evaluasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan (Epdeskel) tingkat Jawa Barat, di Hotel Salak Heritage 8 Juni lalu.

Meski gagal melaju ke 5 besar dan hanya meraih posisi 6 besar se-Jabar setidaknya, telah mewakili Kota Bogor untuk memacu jajaran Kelurahan, untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.***

Langgar Aturan, Disdik Kota Bogor Panggil Kepala Sekolah SD Pakuan

0

Bogordaily.net – Melanggar aturan pemerintah dengan mengadakan perpisahan SD saat naiknya angka kasus positif Covid-19 di Kota Bogor, Dinas Pendidikan Kota Bogor memanggil Kepala Sekolah SD Pakuan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Hanafi mengatakan, pihaknya sudah memberikan surat himbauan kepada sekolah-sekolah untuk tidak melakukan hal-hal yang menimbulkan kerumuman.

“Itu melangga aturan, apalagi sekarang tingkat kasus Covid-19 di Kota Bogor lagi tinggi-tingginya, harusnya sudah mengerti,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Hanafi saat ditemui Bogordaily.net, Senin 21 Juni 2021.

Ia menambahkan bahwa, Disdik telah membuat surat untuk SD, Negeri dan Swasta di Kota Bogor.

“Kita sudah membuat surat. Cuma kadang Kepala sekolah itu terundang, karena inisiatif dari orang tua siswa,” katanya.

Hanafi menegaskan, intinya sekolah di Kota Bogor tidak boleh mengadakan perpisahan secara offline, dan hanya dipebolehkan secara virtual.

“Kita kan tidak mengawasi sampai hal terinci, secara tertuliskan sudah ada tim Covid-19 Kelurahan, Kecamatan dan lain-lain,” sambungnya.

Kemudian Hanafi menyebutkan, Dinas Pendidikan Kota Bogor tidak mengeluarkan ijin terkait perpisahan seperti. Makanya pihaknya meminta Kepala Sekolah SDN Pakuan untuk menghadap.

“Belum tahu keterangan apa dan belum ada laporan juga kepada saya, misal Kabidnya dari SD Pakuan,” ucapnya.

Hanafi memaparkan, untuk sanksinya nanti diliat dulu seperti apa, bisa saja dia (Kepala sekolah) terundang oleh orang tua, kan bisa saja gitu.

“Kalo pihak sekolah yang mengadakan tidak mungkin, karena saya sudah memberikan surat ke mereka,” pungkasnya

Sebelumnya, SDN Pakuan telah mengadakan kegiatan perpisahan, padahal status Kota Bogor sedang mengalami kenaikan angka kasus positif Covid-19, dan hal ini dikhawatirkan memicu klaster baru sekolah.

Terlihat di dalam video berdurasi 29 detik, nampak siswa SDN Pakuan dan para guru seolah mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

Menurut informasi, acara tersebut dilakukan Jalan Veteran lll, Jambu Luwuk, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.***

Aksi Tidak Terima Pernyataan Wartawan ‘Bodrek’ Berujung Ricuh, Satu Orang Diamankan

0

Bogordaily.net – Puluhan orang yang mengatasnamakan sebagai wartawan atau yang biasa disebut wartawan bodong atau Bodrek (Bodong Redaksi), melakukan aksi tidak terima yang berujung ricuh di halaman depan Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor pada Senin, 21 Juni 2021.

Sebutan wartawan ‘bodrek’ yang kerap kali tingkahnya mengganggu kinerja kepala desa dan keberadaannya meresahkan sempat diungkapkan oleh Bupati Bogor.

Ditambah dengan Bupati Bogor Ade Yasin yang menyebut wartawan bodrek seharusnya dilaporkan kepolisian.

“Memang keberadaan oknum-oknum ini mengganggu kinerja kita. Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolres Bogor dan akan ditangkap oknum-oknum tersebut,” ucap Ade Yasin.

Merasa tidak terima dengan pernyataan Ade Yasin, puluhan orang mengatasnamakan wartawan tersebut berdatangan melakukan aksi di wilayah Pemerintah Kabupaten Bogor yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB.

Aksi tersebut dimulai dari orasi salah satu puluhan orang yang mengatasnamakan sebagai wartawan, yang menyampaikan rasa tidak terima lantaran pernyataan Bupati terkait wartawan ‘bodrek’.

Orasi yang dikemukakan ternyata memulai percikan kericuhan. Orasi yang disampaikan mengarah pada hal yang provokatif dan tidak sopan dengan menjelek-jelekan Bupati Bogor, sehingga orang yang sedang berorasi tersebut diamankan petugas.

Aksi tersebut makin memanas saat puluhan orang yang mengatasnamakan wartawan memaksa masuk lewat pintu lain hingga akhirnya berorasi kembali ke depan Gedung Tegar Beriman. Padahal seharusnya aksi dilakukan di luar area pemerintahan.

Kemudian, tak lama setelah para petugas mengamankan satu orang yang berorasi, puluhan orang yang mengatasnamakan sebagai wartawan membubarkan diri dan meninggalkan area Gedung Tegar Beriman.

Pada dasarnya, pernyataan dari Bupati Bogor lebih mengarah dan ditujukan bagi oknum yang mengaku wartawan dan tidak memiliki status media yang jelas. Namun, diduga banyak yang merasa tidak terima hingga melakukan aksi yang berujung ricuh.***

Perpisahan SD saat Pandemi, Rifki Alaydrus: Disdik Kota Bogor Kecolongan

0

Bogordaily.net – Anggota DPRD Kota Bogor, Achmad Rifki Alaydrus angkat bicara terkait SDN Pakuan mengadakan perpisahan saat kenaikan kasus Covid-19, menurutnya Disdik kecolongan.

Hal ini disampaikan Achmad Rifki Alaydrus saat dihubungi Bogordaily.net. Dirinya mengatakan, hal tersebut sangat disayangkan dan dikhawatirkan memicu klaster baru sekolah.

“Pada saat kondisi kasus positif Covid-19 sedang tinggi di Kota Bogor, tetapi salah satu sekolah dasar telah mengabaikan himbauan dari pak Wali Kota Bogor, Bima Arya,” ujar Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Achmad Rifki Alaydrus.

Rifki mengatakan, dirinya prihatin dan hal seperti itu sebaiknya dihindari, terlebih kegiatan perpisahan sekolah tersebut dapat menimbulkan kerumunan.

“Saya prihatin melihat ada Sekolah Dasar (SD) di Kota Bogor yang menggelar kegiatan perpisahan. Pasalnya angka kasus positif Covid-19 di Kota Bogor sedang tinggi,” katanya.

Pasalnya, pada saat kegiatan perpisahan tersebut tidak ada jaga jarak sama sekali, masing-masing siswa bersebelahan dan terlihat penuh.

“Sangat disayangkan mereka mengabaikan protokol kesehatan,” ucapnya.

Dirinya menambahkan, jika ada kasus salah satu siswa yang kedapatan positif. Harus segera di lakukan tracing.

“Kalo ada yang positif harus langsung tracing. Menurut saya Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor kecolongan dalam hal ini, karena tidak adanya kordinasi,” jelasnya.

Kata Rifki, dirinya akan bertanya kepada Dinas Pendidikan, khususnyya Kepala Dinas terkait kegiatan perpisahan SDN Pakuan.

“Fungsi pengawasan dari Dinas Pendidikan tidak ada dalam hal ini. Sampai bisa kecolongan,” paparnya.

Sebagai penutup Rifki Alaydrus mengatakan, disaat pandemi seperti ini pihak sekolah bukannya meminimalisir biaya yang tidak penting. Tetapi malah dilakukan kegiatan perpisahan.

“Saya sebagai Anggota Dewan dari Komisi lV, akan menindaklanjutinya. Secepatnya saya akan menanyakan hal ini ke Dinas Pendidikan,” pungkasnya. Adv

Gelar Perpisahan, SDN Pakuan Tutup Telinga Himbauan dari Wali Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pakuan menggelar kegiatan perpisahan, padahal status Kota Bogor sedang mengalami kenaikan angka kasus positif Covid-19.

Tutup telinga himbauan dari Wali Kota Bogor, hal ini dikhawatirkan memicu klaster baru di lingkungan sekolah.

Terlihat di dalam video berdurasi 29 detik, nampak siswa SDN Pakuan dan para guru seolah-olah mengabaikan protokol kesehatan.

Menurut informasi acara tersebut dilakukan di Jalan Veteran lll, Jambu Luwuk, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Diketahui sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan himbauan kepada selurah warga Kota Bogor, untuk menghindari betul-betul kerumunan. Tidak melakukan aktifitas yang melibatkan lebih dari 10 orang.

“Apabila itu terjadi, maka akan ditindak tegas,” tegasnya.

Bima Arya menuturkan, bagi warga yang sudah merencanakan kegiatan lebih dari 10 orang, silahkan berkoordinasi dengan satgas Covid-19 Kota Bogor.***