Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 7239

Patuhi Protokol Kesehatan Untuk Pengguna KRL

Bogordaily.net – Pada masa pandemic ini hampir seluruh aktivitas kita di batasi baik pekerjaan maupun pendidikan dan masih banyak aktivitas lain nya. Seiring berjalannya waktu Covid-19 tak kunjung usai juga.

Pemerintah pun akhirnya membuat keputusan “ New Normal “ agar kita dapat beraktivitas kembali. Tentunya tetap dengan mematuhi protocol kesehatan yang telah dibuat agar tetap bisa beraktivitas dengan nyaman dana aman.

Pemerintah pun tetap membuka Commuter Line atau yang biasa kita sebut “ KRL “ untuk memudahkan masyarakat tetap bisa beraktivitas, terutama untuk KRL Jabodetabek yang menjadi salah satu transportasi banyak warga sekitar untuk berakitivtas antar kota dengan cepat dan mudah.

PT Kereta Commuter Indonesia telah melaksanakan berbagai protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 di transportasi publik. Protokol tersebut dijalankan sesuai aturan yang dirumuskan dalam Keputusan Menteri Kesehatan, Peraturan Menteri Perhubungan, Peraturan Gubernur DKI Jakarta, hingga Surat Edaran dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dan berbagai aturan turunannya.

Protokol kesehatan tersebut telah mulai disosialisasikan sejak Februari 2020 dan berjalan sejak Maret 2020 kemudian dilengkapi dan disempurnakan secara bertahap mengikuti perkembangan aturan yang berlaku.

Pemerintah pun telah membuat protocol kesehatan untuk para pengguna KRL. Seluruh pengguna KRL wajib menggunakan masker selama berada di area stasiun dan di dalam KRL. Selain masker PT KCI juga sangat menyarankan pengguna memakai pelindung wajah (face shield), jaket atau baju lengan panjang,  dan  sarung  tangan.

Saat masuk stasiun, pengguna juga wajib mengikuti pengukuran suhu tubuh. Untuk memperlancar pemeriksaan suhu tubuh, PT KCI terus menambah jumlah alat pemeriksa suhu berupa thermo gun dan di sepuluh stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi, KCI telah memasang thermal scanner yang dapat memeriksa suhu tubuh puluhan orang dalam satu waktu.

Di 80 stasiun yang melayani KRL Commuter Line telah tersedia wastafel tambahan selain yang telah ada di toilet. Jumlah wastafel tambahan ini juga akan terus ditingkatkan oleh KCI agar pengguna lebih mudah untuk mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum maupun sesudah naik KRL. Selanjutnya setiap pengguna wajib  menjaga jarak aman dengan sesama.

Untuk melaksanakan jaga jarak ini, saat masuk stasiun dan di setiap gerbong KRL pun sudah banyak petugas untuk  menjaga  dan  mengingatkan pengguna KRL untuk tetap menjaga jarak aman. Di dalam gerbong pun pengguna KRL dilarang untuk berbicara ataupun mengangkat telfon.

Selain aturan yang sudah ditetapkan pemerintah, PT KCI juga mengeluarkan kebijakan untuk memperkuat protokol kesehatan dan mendukung aktivitas kembali dengan produktif, aman dan sehat. PT KCI untuk sementara melarang balita menggunakan KRL, mengatur lansia hanya dapat naik KRL di luar jam-jam sibuk, begitu pula dengan barang bawaan pengguna yang dapat mengganggu physical distancing.

Dalam memberikan layanan dan operasional, PT KCI senantiasa mengikuti aturan yang digariskan oleh pemerintah daerah setempat. Ketika PSBB berlaku di wilayah DKI Jakarta, PT KCI hanya mengoperasikan KRL pada pukul 05:00 – 18:00.

Setelah PSBB transisi berlaku dan jam operasional angkutan umum dapat diperpanjang serta kapasitas diizinkan hingga 50%, PT KCI menyesuaikan jam operasional menjadi pukul 04:00 – 21:00 dengan jumlah pengguna tetap sesuai aturan dari kemenhub yaitu 35% dari kapsitas atau 74 orang per kereta hingga hari ini.

PT KCI sadar sebagai transportasi publik dengan jumlah pengguna terbesar di wilayah Jabodetabek, KRL Commuter Line memiliki fungsi yang sangat penting dalam mendukung aktivitas warga untuk kembali produktif dengan disiplin dan aman. Karena itu berbagai protokol kesehatan tetap dilaksanakan oleh KCI tanpa kompromi. Dengan jumlah pengguna saat ini yang rata- rata 350 ribu hingga 370 ribu pengguna per hari dan terus bertambah.

PT KCI sangat berterima kasih atas kerja sama berbagai pihak selama empat bulan terakhir ini, utamanya para pengguna KRL dalam mengikuti protokol kesehatan yang ada. Dan KCI sangat terbuka bila selanjutnya ada bentuk-bentuk dukungan tambahan dari berbagai pihak untuk menyempurnakan lagi pelaksanaan berbagai protokol ini.

Namun masih banyak pengguna yang belum bisa mematuhi protocol kesehatan  yang ada. Seperti masih banyak pengguna KRL yang berbicara di dalam gerbong dengan pengguna lain, dan masih banyak juga yang sering mengangkat telfon di dalam gerbong  KRL karena dengan berbicara di dalam gerbong KRL bisa menjadi salah satu penyebaran virus Covid-19.

Tidak hanya itu saja, masih banyak pengguna yang belum bisa memakai masker sesuai dengan ketentuan kesehatan yang baik dan benar. Masih sering ditemukan pengguna KRL yang menggunakan masker setengah saja. Melainkan hanya sampai mulut yang artinya belum sesuai dengan ketentuan menggunakan masker yang baik dan benar.

Walaupun sudah ada petugas yang berjaga di setiap gerbongnya, tetap saja  ada kesempatan untuk para pengguna melanggar protocol yang sudah ditetapkan. Tidak hanya petugas yang mengingatkan, di setiap pemberhentian stasiun ke stasiun lain di dalam  KRL  di setiap gerbongnya pun ada pengingat di audio (TTS) yang tersebar di setiap sudut  gerbong KRL yang menginfokan untuk menjaga jarak, memakai  masker,  dan  tidak berbicara di dalam gerbong KRL.

Sebaiknya pengguna KRL lebih bisa untuk mematuhi protocol kesehatan yang sudah di tetapkan agar kita bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman kemnali. Untuk petugas KRL dimohon untuk lebih di tegaskan dan di ketatkan lagi agar pengguna yang masih melanggar protocol bisa lebih baik untuk bisa mematuhi protocol kesehatan yang sudah ditetapkan.***

Rifa Radela Rusdi
[email protected]

PD Pasar Pakuan Jaya Ikut Andil Pencegahan Covid-19 di Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Kasus Covid-19 di Indonesia semakin meningkat, tidak terkecuali di Kota Bogor. Perumda Pasar Pakuan Jaya ikut andil mencari solusi agar pergerakan perekonomian terus berjalan di masa pandemi ini.

Setelah menghadiri rapat koordinasi dengan Wali Kota Bogor, Bima Arya. Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya Muzakkir, langsung membuat pemberlakuan terkait penyesuaian jam buka pasar di Kota Bogor, yang berlaku mulai 18 Juni 2021.

Seperti Penyesuaian jam buka di Pasar Baru Bogor, pagi 08.00-17.00 WIB dan malam 22.00-06.00 WIB, Pasar Sukasari pagi 07.00-16.00 WIB dan malam 22.00-06.00 WIB, pasar Jambu Dua 11.00-20.00 WIB, Pasar Gunung Batu 07.00-16.30 WIB.

Kemudian, pasar Kebon Kembang 08.00-16.00 WIB, pasar Merdeka Pagi 09.00-16.00 WIB dan malam 23.00-06.00 WIB, Plaza Bogor 09.00-17.00 WIB, Yogya 09.00-18.00 WIB, pasar Tanah Baru 17.00-22.00 WIB, pasar Padasuka 06.00-12.00 WIB, dan pasar Devris 10.00-18.00 WIB.

Muzakkir mengatakan, penyesuaian jam buka pasar di Kota Bogor harus dipatuhi oleh para pedagang. Masyarakat jyga harus mengetahui terkait jam buka pasar.

“Hal demikian dilakukan dalam rangka ikut andil kami dan membantu pemerintah dalam pencegahan Covid-19,” katanya.

Pasar merupakan sektor usaha yang melayani kebutuhan sehari-hari, akan tetap buka. Namun tetap siaga dalam pencegahan Covid-19, yang sesuai dengan aturan pemerintah.

“Selain itu kami Perumda Pasar Pakuan Jaya memiliki standard operasional dalam pencegahan Covid-19 di pasar rakyat Kota Bogor seperti, tetap melakukan pembatasan jumlah pengunjung maksimal 50 Protokol kesehatan bagi pedagang dan pengunjung pasar, seperti mencuci tangan, menggunakan masker, pengecekan suhu dan menjaga jarak,” ucapnya.

Bisa melakukan pembayaran secara non tunai melalui aplikasi e-Kujang, untuk menghindari memegang uang cash.

Perumda Pasar Pakuan Jaya memfasilitasi belanja secara online melalui Kujang Fresh tidak perlu datang langsung ke pasar, cukup menghubungi nomor admin.

“Pembatasan waktu operasional dan petugas keamanan selalu mengingatkan pedagang dan pengunjung untuk menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.Adv

Iwan Suryawan Ingatkan Ridwan Kamil Terkait Konsistensi Kebijakan

0

Bogordaily.net – Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Iwan Suryawan mengingatkan Ridwan Kamil dengan konsistensi kebijakan yang mengatakan status siaga 1 di Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung Barat.

Iwan Suryawan menegaskan bahwa Emil harus konsisten terhadap kebijakan yang sudah diumumkannya.

“Langkah yang memang harus dilakukan oleh Gubernur adalah me-lock down dengan konsisten, artinya semua perhitungan dilaksanakan dengan analisa yang matang sehingga lockdownnya full,” kata Iwan.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Bogor ini menyarankan Ridwan Kamil agar pembatasan sosial berskala mikronya harus sampai tingkat keluarga dengan berbasiskan RT dan RW.

“Karena ini sudah berat posisinya, artinya kami memberikan apresiasi dengan langkah itu dengan diperkuat oleh seluruh elemen penguatnya, serta kontrolnya,” tukas Iwan.

Penguatan yang diminta Iwan adalah dari sisi medis, SDM, mitigasi sosial dan ekonominya yang harus betul-betul disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Agar ketika lockdown itu posisi masyarakatnya juga harus siap semua untuk menekan angka kasus itu yang pada hariini semakin melonjak,” tukas Iwan.

Politisi PKS ini pun dengan lugas meminta Ridwan Kamil agar jangan ada dualism kebijakan lagi, dimana ketika satu tempat ditutup tetapi tempat wisata dibuka.

“Kalau ini dilakukan dengan konsisten maka hal ini akan menjadi contoh bagi daerah daerah lain dalam mengatasi Covid-19,” imbuh Iwan.

Dengan dinamis penanganan Covid-19, Iwan meyakini saat ini Ridwan Kamil telah menghitung kesiapan Jabar menghadapi status siaga 1 kali ini.

“Komisi V DPRD Jabarpun kemarin sudah rapat dengan komite penanganan Covid-19 yaitu pak Sekda dan kawan-kawan, mereka sudah menyiapkan Analisa serta perangkatnya sehingga sekarang gubernur mengeluarkan kebijakan yang sudah diumumkan, kebijakan ini kita dukung supporting elemen kebijakan untuk lockdown tersebut karena Bandung Raya ini sudah cukup parah,” tutup Iwan

Sebelumnya, Bed Occupany Rate (BOR) wilayah Bandung Raya yang mencapai 84,19 persen membuat Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan status siaga 1 bagi wilayah Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung Barat.

“Seluruh Bandung Raya diinstruksikan untuk WFH 75 persen sisanya 25 persen hadir secara fisik, sekolah tatap muka juga ditunda dulu, ini sesuai instruksi dari Mendagri,” ujar Emil, Selasa 15 Juni 2021.

Selain itu, dengan status siaga 1 di Bandung Raya maka Emil menghimbau tidak ada wisatawan yang ke Bandung Raya, khususnya lokasi wisata Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung yang selalu ramai dikunjungi wisatawan dari Jabodetabek, dan objek wisata di dua wilayah tersebut akan ditutup. Adv

In House Training Fajar Hidayah : Guru Berpikir Cepat dan Cerdas

Bogordaily.net – Yayasan Fajar Hidayah rutin mengadakan pelatihan untuk para pendidik. Pelatihan yang dinamakan ‘In House Training’ wajib diikuti semua pendidik dari setiap jenjang.

Pelatihan ini harus dilaksanakan penuh 120 jam dalam tenggang waktu 17 bulan. Dalam satu kali pelatihan, berlangsung sekitar delapan jam.

Pelatihan ini dilaksanakan dengan dua sesi 08.00-11.00 WIB dan 13.00-16.00 WIB dengan langsung dan Virtual.

Dalam pelatihan ini, setiap Guru membuat satu kelompok untuk menyampaikan tema, memaparkannya dan akan dibahas dan akan dijadikan bahan diskusi.

“Kita membuat grup dengan tema berbeda dan kita akan menyampaikan seperti Micro Teaching. Mereka akan saling mengomentari dan bertanya,” ujar Draga Rangkuti sebagai Pembina Yayasan.

Mereka secara spontan menyampaikan tema dan membahasnya dihadapan yang lainnya serta menjawab pertanyaan terkait tema tersebut secara langsung.

“Guru Fajar Hidayah harus cepat tanggap, sehingga menyampaikan tema dan penjabarannya secara dadakan. Kita melatih Guru ini berpikir cepat dengan ide dan jawaban yang tepat dan cerdas,” ungkap Draga

Menurut seorang pendidik, Dadan Ahmad Husaini mengatakan bahwa pelatihan ini sangat bagus untuk saling bertukar gagasan.

“Pelatihan dapat menggali ide Guru dan dapat diaplikasikan langsung dalam pembelajaran,” ucapnya.

Pelatihan yang rutin diadakan satu minggu atau dua minggu sekali ini sangat membantu saling mengkoreksi dalam belajar dan pembelajaran.

“Mereka bisa saling memberikan koreksi dan memberikan masukan untuk semua Guru,” pungkas Dadan.***

Ini Ciri Khas Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

0

Bogordaily.net – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Hidayah Bogor memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dari kampus lainnya yang ada di Bogor.

Dosen Al-Ahwal Asy-Syaksiyah Hukum Keluarga Islam, Dr. Arijulmanan, S.S., M.H.I menceritakan ciri khas STAI Al Hidayah Bogor yang membuat kampus ini berbeda.

“STAI Al Hidayah sebagai kampus bersyariah berbeda dengan kampus lainnya, memiliki ciri khas sebagai kampus Islam. Misalnya setiap jam waktu sholat semua perkuliahan dihentikan dan dilakukanya sholat berjamaah di masjid,” ucapnya kepada Bogordaily.net.

Selain itu, lanjutnya, pembelajaran kuliah di kelas dipisah antara ikhwan (mahasiswa) dan akhwat (mahasiswi).

Hal itu pun membuat dosen Arijulmanan yang sudah mengajar dari ahun 2008 ini senang, karena dapat bergabung di keluarga besar STAI Al Hidayah Bogor.

“Saat ini sedang mengajar semester 2 dan semester 4. Alhamdulillah saya sangat senang dan bahagia bisa sharing ilmu dengan para mahasiswa disini. Sikap dosen-dosen disini juga sangat baik dan kekeluargaan,” ucapnya.

Selama ini Arijulmanan tidak memiliki kesulitan saat mengajari mahasiswa dan mahasiswi di kelas.

“Alhamdulillah, sementara ini belum ada kesulitan yang berarti, karena fungsi dosen adalah memfasilitasi mahasiswa dalam belajar mengajar,” ujarnya.

Selain itu, fasilitas yang dimiliki STAI Al Hidayah Bogor sudah lengkap dan memadai proses belajar mengajar.

“Fasilitas sudah lengkap walaupun masih kampus kecil, tetapi sudah ada kelas, masjid, perpustakaan, micro teaching,” kata Arijulmanan.

Dirinya berharap, STAI Al Hidayah Bogor dapat memberikan manfaat kepada masyarakat yang ada di Bogor, dan bisa menerapkan tri dharma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Adv

Nah Kan, Satu Penumpang KRL Positif Covid-19 Setelah Tes Antigen Acak

Bogordaily.net – PT KAI Commuter Line melakukan tes rapid antigen secara acak kepada 50 orang sebelum masuk ke area stasiun pada Senin, 21 Juni 2021. Dari tes antigen acak tersebut dinyatakan satu orang terkonfirmasi Covid-19.

VP Corporate Secretary PT KCI Anne Purba mengatakan bahwa penumpang tersebut segera dibawa ke Puskesmas setempat untuk dilakukan tes PCR.

“Kemarin ada satu yang positif, lalu kita langsung koordinasi dengan Dinkes untuk lanjutan melakukan swab PCR. Karena antigen harus dipastikan lagi dengan PCR,” kata Anne.

Diketahui satu orang yang terkonfirmasi tersebut ialah seorang pekerja yang akan melakukan perjalanan ke Jakarta.

“Satu positif di Stasiun Bogor itu dia pekerja yang melakukan aktivitas ke Jakarta,” tutup Anne.

Tes antigen secara acak ini dilakukan kepada penumpang sebagai upaya meminimalisir penularan Covid-19 pada jasa angkutan kereta.

Rapid tes antigen secara acak yang perdana dilakukan Senin, 21 Juni 202 itu dimulai sekitar pukul 07.50 WIB dan para penumpang KRL Commuter Line sudah banyak yang mengantre di pos dekat area loket bersedia mengikuti rapid antigen.

“Rapid antigen dilakukan pada pagi hari di stasiun keberangkatan yakni Bogor, Tangerang, Cikarang dan Bekasi. Sedangkan sore hari dilakukan di stasiun transit Tanah Abang dan Manggarai,” jelas Anne.

Anne mengungkapkan, di Stasiun Bogor satu hari itu kita menyiapkan 100-150 orang yang akan kami lakukan tes antigen. Namun, sepertinya hari ini akan lebih banyak karena volumenya lebih tinggi dan ketersediaan alat-alatnya.

Sementara itu, PT KAI Commuter menggelar rapid test antigen secara acak kepada penumpang KRL Commuter Line di 6 stasiun tetap berlangsung hingga Minggu, 27 Juni 2021 dengan target sebanyak 100-150 penumpang yang dites secara acak setiap harinya.***

Minggu Penuh Manfaat, Achmad Rifki Alaydrus Gelar GTP

Bogordaily.net – Cintai dan rawat Kota Bogor agar terus asri, hal tersebut yang mendorong Anggota DPRD Kota Bogor Achmad Rifki Alaydrus melakukan giat Gerakan Tanam Pohon atau GTP di wilayah Kecamatan Bogor Barat. Minggu (20 Juni 21).

Rifki, panggilan akrab pria 36 tahun tersebut menjelaskan, bahwa sejak sekitar tahun 2015 dirinya bersama-sama dengan Heri Cahyono yang juga Anggota DPRD Kota menginisiasi acara Gerakan Tanam Pohon atau GTP.

“Tujuan dari kegiatan GTP ini adalah menjaga Kota Bogor agar terus asri, sejuk dan indah. Kita menanam berbagai jenis pohon untuk penghijauan di wilayah.” Jelas Rifki.

Achmad

Lanjut Rifki berujar, untuk kegiatan hari Minggu (20/06/21) kemarin berjalan mulai dari pukul 8 pagi, giat GTP dilakukan di area Taman Pemakaman Umum (TPU) yang berada di Cemplang Baru RW 11, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Hal menarik yang didapati pada lokasi kegiatan, bahwa adanya semangat gotong royong yang diperlihatkan oleh warga, bahwa mereka semua membeli tanah khusus untuk area TPU secara kolektif, sehingga warga dari beberapa RW di Kelurahan Cilendek Barat tersebut saat ini sudah memiliki area TPU sendiri.

Achmad

Dalam pantauan, tampak hadir juga Lurah Cilendek Barat bersama jajaran, para Tokoh Masyarakat, RT dan RW setempat.

“Alhamdulillah, kita menanam langsung bibit berukuran 2 meter pohon kamboja dan pohon mahoni sebanyak 25 pohon.” Ungkap Rifki.

Achmad

Dalam waktu kedepan, bersama kita akan mengawal juga usul atau aspirasi dari warga setempat, untuk mengusulkan jalan akses masuk ke lokasi TPU agar dapat dilalui oleh kendaraan roda 4 dan roda 2. Tentu ini menambah manfaat untuk warga.

“Sinergitas, peduli kepada alam, menjadikan kita semua insan yang bersyukur atas keindahan alam. Jaga alam dan lingkungan agar tetap asri. In Syaa Allah bisa.” Pungkas Achmad Rifki Alaydrus.***

Minyak Kopling Bocor, Mobil Pertamina Mogok Sukasari Macet

Bogordaily.net – Arus lalu lintas kendaraan di Jalan Siliwangi di pertigaan lippo Sukasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, mengalami kemacetan.

Kemacetan terjadi dikarenakan mobil pertamina berplat nomer B 9573 UFU mengalami kerusakan pada bagian minyak kopling (kebocoran).

Pantauan Bogordaily.net pada pukul 11:00  WIB, Selasa 22 Juni 2021, laju kendaraan dari arah Sukasari ke arah Tajur mengalami kemacetan panjang.

Pengendara roda empat dan roda dua melaju kecepatan hingga 15-20 km per jam. Meski begitu, pengendara diimbau berhati-hati dan jaga jarak aman antar kendaraan.

Kemudian selalu patuhi rambu lalu lintas dan jangan lupa memakai masker saat berkendara.

Ditempat kejadian, petugas Dishub Pengawas Keselamatan Jalan dan Darat, Faizal Rachman mengatakan, mobil Pertamina mogok sudah 30 menit lalu dikarena ada kerusakan di bagian kopling

“Ya paling kita hanya membantu Arus lalin dimana arus lalu lintas di sini cukup padat dan ruas jalan nya kecil,” ujar petugas Dishub Pengawas Keselamatan Jalan dan Darat, Faizal Rachman kepada Bogordaily.net.

Dirinya menambahkan, pihak supir pengemudi mobil Pertamina akan menghubungi mekanik dari pihak sendiri.***

Bree Coffee and Kitchen Unggulkan Konsep Unik dan Produk Berkualitas

Bogordaily.net – Konsep yang unik tentu menjadi tren yang tidak terpisahkan bagi kafe masa kini. Seperti daya tarik Bree Coffee and Kitchen Cijeruk yang menyuguhkan suasana desain interior Industrialis Rustic lengkap dengan produk yang berkualitas.

Dunia per-kafe-an saat ini bukan hanya perihal siapa yang bisa menyajikan makanan dan minuman ternikmat, tapi juga interior dan konsep yang membuat tamunya betah. Salah satu konsep yang diminati oleh para tamu yakni yang dipilih Bree Coffee Cijeruk.

Konsep unik dari Bree Cofee Cijeruk mengusung Industrialis yang digabungkan dengan Rustic dan menghasilkan bangunan interior yang terkesan belum rampung tapi terlihat mewah.

Konsep
Reza Rahman, Operational Manager Bree Coffee and Kitchen.(Istimewa/Bogordaily.net)

Operational Manager Bree Coffee and Kitchen, Reza Rahman mengatakan, gaya rustic merupakan konsep desain yang sedang tren akhir-akhir ini.

“Gaya ini adalah konsep desain yang berusaha untuk menampilkan kesan alami. Interior rustic memiliki tekstur yang kasar dan tidak di-finishing dengan baik atau seperti bangunan tidak jadi namun kesan kemewahan tetap ada,” ujar Reza.

Konsep

Bree Coffe and Kitchen yang terletak di Jalan Raya Cihideung No.36, Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor memiliki sirkulasi udara yang lebih luas, bebas, sejuk. Sehingga para pengunjung akan dimanjakan dengan suasananya.

Dengan desain yang unik dan suasana di Bree Coffee and Kitchen yang juga sejuk karena masih asri dengan nuansa alamnya, para pengunjung bukan hanya dari kalangan anak muda. Bree Coffee and Kitchen juga sangat cocok menjadi tempat kumpul bagi keluarga.

Konsep

Tak ketinggalan, Jembatan merah yang menjadi tempat ikonik di Bree Coffee and Kitchen. Setiap pengunjung yang datang, rasanya pasti ada yang kurang jika tidak mengabadikan momen di tengah Jembatan Merah.

“Jembatan merah merupakan iconic place di Bree Coffe and Kitchen. Sehingga, pasti ada yang kurang jika pengunjung tidak foto. Dan memang setiap pengunjung yang datang selalu mengabadikan momen di Jembatan merah,” ungkap Reza, Operational Manager Bree Coffee and Kitchen.

Selain desain unik dan tempat ikonik yang disuguhkan Bree Cofee and Kitchen, kuliner yang disediakan juga tak kalah menggoda. Buat kamu pecinta kopi, kamu wajib mencicipi Es Koi Gula Aren, Es Kopi Susu, dan Es Kopi Panda yang jadi menu unggulan Bree Coffee.

Aneka minuman segar lainnya seperti jus dan olahan teh, juga tak kalah recomendednya teruntuk yang kurang suka kopi. Seperti Mix Berry Yoghurt atau Bree Lechy Dragon.

Selain minuman, beragam jenis makanan di sini juga bukan kaleng-kaleng bahkan tetap mengangkat makanan tradisional yang sangat cocok menjadi pelengkap di suasana dingin dan sejuk.

Konsep

Tersedia menu Sop Buntut, Iga Bakar Madu, Ayam Bakar Kalasan, Rice Bowl atau cemilan seperti Pisang goreng, Singkong Goreng, sampai pasta ala-ala Western. Tak lupa makanan penutup seperti Cake pun juga ada dengan varian Red Velvet ataupun Tiramissu.

Selain produk makanan dan minumannya yang berkualitas, Coffee Bree bukan kafe biasa. Tempat ini juga merangkap sebagai restoran, hingga tempat rekreasi, yang bisa dijadikan lokasi melepas penat keluarga. Seperti memberi makan merpati, angsa, kelinci, dan kolam ikan.

Bagi yang ingin rehat dengan bermain air, Bree Coffee and Kitchen pun menyediakan kolam alami lengkap dengan air terjun kecil. Seakan membawa pengunjung dalam suasana seperti di curug yang dipenuhi air terjun dingin.

Pengunjung yang datang di Bree Coffe and Kitchen pada Sabtu dan Minggu juga akan ditemani bersama live music yang dimulai pukul 15.00 – 22.00 WIB.

Di masa pandemi seperti sekarang ini, tak perlu khawatir, karena Bree Coffe tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan para pengunjung kafe pun selalu diperkenankan memakai masker, menjaga jarak, dan protokol kesehatan lainnya yang baik dan benar.

Informasi tambahan, Bree Coffee pun menyediakan paket lengkap untuk uang ingin mengadakan event outdoor wedding party dengan sangat harga terjangkau!

Untuk pemesanan, bisa hubungi Call Center Bree Coffee dengan nomor 0812-8047-3591.***

Cara Akses Vaksin Massal Untuk Pendatang

Bogordaily.net – Tidak memiliki KTP sesuai tempat tinggal saat ini mejadi dilema bagi para pendatang yang ingin mengakses program vaksinasi massal yang diadakan oleh pemerintah.

Kini ada solusi untuk bisa mengakses program vaksinasi Covid-19 yang dibuka oleh pemerintah secara gratis.

Pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyampaikan bahwa pendatang yang belum dapat akses pada program vaksinasi bisa mendapat jatah dengan syarat tertentu dan dilakukan di domisili tempat pekerja itu bekerja.

Syarat utama untuk mendapatkan vaksinasi adalah pendatang sudah berusia di atas 18 tahun atau lansia.

Pendatang termasuk dalam kategori prioritas yaitu masuk golongan prioritas seperti pegawai BUMN, PNS, TNI, Polri, guru, pelayan publik, dan pelaku usaha atau karyawan.

Setelah itu, pendaftar untuk program vaksinasi juga harus memiliki surat tanda anggota atau surat pengantar dari instansi tempat bekerja.

Terakhir, karena tidak memiliki KTP sesuai domisili, maka harus melengkapi berkas dengan surat keterangan domisili dari tempat di mana pekerja tersebut akan mendapatkan vaksin.

Beberapa syarat tambahan mungkin akan diminta oleh tempat pemberian vaksinasi, sehingga pendatang harus cek kembali syarat yang diminta sebelum mendaftar.

Selain itu, pendaftar juga perlu memperhatikan jumlah kuota harian dan cara mendapatkan antrian dari tempat vaksinasi yang dituju.***