Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 7244

Nekat, 1.946 Kendaraan Diputarbalikan Petugas

0

Bogordaily.net – Susatyo mengatakan, hari ini jajarannya memulai pembatasan mobilitas dengan memberlakukan ganjil-genap di dalam Kota Bogor. Sejauh ini ada 1.946 kendaraan diputarbalikan oleh petugas.

“Sebanyak 1.946 kendaraan diputarbalikan dan disuruh balik arah, terdiri dari 898 kendaraan roda dua dan 1.048 kendaraan roda empat,” ujar Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, Sabtu 19 Juni 2021.

Susatyo menuturkan bahwa, kepadatan kerumunan berada pada pukul 10:00 WIB sampai pukul 16.00 WIB, dimana warga dari luar Kota Bogor mulai berdatangan untuk berwisata kuliner, termasuk juga di Kebun Raya Bogor.

Susatyo menyampaikan, sejak pukul 07.00 pagi jalur perdestrian SSA sudah dilakukan penutupan. Sehingga yang berolahraga ataupun menikmati kebun raya Bogor tentunya sudah harus mematuhi protokol kesehatan.

Kendari demikian, untuk sanksi ganjil-genap kata Susatyo, masih putar balik untuk kendaraan-kendaraan yang tidak sesuai dengan ketentuan.

“Sehingga mungkin Minggu depan, kita akan memperhitungkan apakah kita mulai sanksi protokol kesehatan,” terangnya.

Kendaraan diputarbalikan
Suasana titik ganjil-genap Kota Bogor, Sabtu 19 Juni 2021.(Istimewa/Bogordaily.net)

Susatyo menjelaskan, ada pergeseran titik yang sebelumnya ada di Tugu Kujang. Karena disana cukup sulit untuk memutar balik kendaraan.

“Sehingga kita majukan di pertigaan baranangsiang dan untuk pemilahan kendaraan selain dari petugas, kami juga menggunakan publik address untuk mengingatkan,” katanya.

“Kendaraan yang boleh masuk ke Kota akan mengambil jalur ke kiri dan ke kanan akan di putar balikan,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya menuturkan, kebijakan ganjil-genap dan penyekatan penutupan ini. Targetnya bukan saja mengurangi mobilitas warga Kota Bogor.

Tetapi juga menyampaikan pesan kepada warga Jakarta dan sekitarnya, untuk berhitung dan memikirkan kembali untuk berkunjung ke Kota Bogor.

“Karena yang kebanyakan yang datang ke Kota Bogor pada waktu pagi dan siang. Makanya dari itu aturan ganjil genap di mulai dari pukul 10:00 sampai 16:00 WIB,” ucapnya.

“Dan kita lihat di lapangan, harusnya berkurang. Kemungkinan warga Bogor sudah mulai sadar kondisinya seperti apa,” ungkapnya.***

Sebut Wartawan ‘Bodrek’, Bupati Ade Yasin Diingatkan Oleh Budayawan Ini

0

Bogordaily.net – Sebutan wartawan ‘bodrek’ yang kerap kali tingkahnya mengganggu kinerja kepala desa sempat diungkapkan oleh Bupati Bogor. Namun, hal tersebut justru membuat budayawan Rd Ace Sumanta berkomentar.

Mwnanggapi hal itu, budayawan dan sastrawan, Rd Ace Sumanta memaparkan bahwa hal tersebut berkaitan dalam penggunaan kata istilah, yang bersifat sindiran maupun yang bersifat sanjungan.

“Penggunaan kata istilah yang bersifat sindiran sebaiknya tidak dilekatkan dengan kata profesi atau kelembagaan supaya tidak menimbulkan kegaduhan di kalangan masyarakat,” ujar Rd Ace Sumanta pada Jumat, 18 Juni 2021 dikutip dari Situs Bogor.

Rd Ace Sumanta juga mengatakan bahwa, konteks perilaku itu termasuk ke ranah pekerjaan dan sikap.

Sedangkan wartawan adalah profesi yang mulia dan tidak semua orang bisa melakukan pekerjaan, yang membutuhkan banyak disiplin ilmu tidak hanya ilmu jurnalistik

“Sah-sah saja investigasi dalam mengungkap kebenaran. Begitu juga kenapa harus takut Kepala Desa jika memang benar dan sesuai prosedur dan transparan,” ucap Rd Ace Sumanta.

Kemudian ia menambahkan, tentunya analisis wartawan maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sudah mengetahui tidak sedikit oknum di desa yang memainkan anggaran, dan pekerjaan tidak sesuai dengan aturan dan prosedur.

“Kurang tepat jika Ade Yasin selaku Bupati Bogor menuding dengan mengatakan istilah ‘Bodrek atau Bodong’. Sebaiknya harus bersama-sama saling evaluasi. Ini tugas Dinas Kominfo atau Humas supaya sinergitas dapat terbangun tanpa membedakan profesi atau media massa,” ungkapnya.

Rd Ace Sumanta yang pernah mengenyam pendidikan Jurnalistik tersebut mengungkapkan hal terkait wartawan ‘bodrek’ dengan maksud untuk meredam polemik agar tidak berkepanjangan, pasca Ade Yasin selalu Bupati Bogor melontarkan pernyataan “wartawan bodrek” dihadapan publik saat kegiatan Rebo Keliling pada Rabu, 16 Juni 2021.***

Singkat dan Padat, Fajar Hidayah Champions Graduation 

Bogordaily.net- Graduation atau perpisahan dilaksanakan Fajar Hidayah secara singkat dan padat tapi tetap tidak mengurangi kesakralan acara wisuda tersebut, Sabtu 19 Juni 2021.

Perpisahan yang diikuti oleh siswa siswi tingkat TQ, SD, SMP dan SMA dari Fajar Hidayah Kota Wisata, Sentul City dan Delta Mas.

Pelaksanaan wisuda dibagi menjadi tiga sesi yakni,  jam 08.30 – 09.30 untuk SD Kelas Enam Kuwait Kota Wisata dan Sentul city.

Singkat

Dilanjutkan jam 10.00 – 11.00 untuk SD Kelas Enam Palestine Kota Wisata dan Delta Mas. Kemudian jam 13.30 – 14.30 untuk SMP dan SMA Fajar Hidayah Kota Wisata.

Wisuda yang dilaksanakan secara offline (langsung) juga dilaksanakan secara virtual (online) bagi yang tidak bisa hadir.

Ustadz Mirdas Ekayora Lc, MSi selaku Presiden Direktur Yayasan Fajar Hidayah mengatakan bahwa di masa yang akan dibutuhkan generasi yang pandai dalam akademik dan memiliki akhlak agama yang kuat.

“Untuk menghadapi era di masa yang akan datang, generasi yang diperlukan tidak hanya yang pandai dalam akademik tetapi juga harus memiliki akhlak dalam agama yang kuat serta bisa memanfaat peluang yang ada serta bisa mengimplementasikan 5 C yakni, Critical thinking, Creativity, Communication, Collaboration dan Character,” ujar Ustadz Mirdas dalam sambutannya.

Setiap peserta wisuda memperoleh kesempatan untuk foto bersama dengan Ustadz Mirdas dan Ibu Draga Rangkuti sebagai Pembina Yayasan Fajar Hidayah.

Singkat

Mereka juga dapat berfoto bersama Bapak Mansur sebagai Wakil Direktur dan masing-masing Kepala Sekolah di setiap tingkatan.

Ningsih, SE sebagai Kepala Cabang Fajar Hidayah Sentul City mengucap syukur atas berjalannya acara wisuda tersebut.

“Alhamdulillah wisuda dapat dilaksanakan dengan lancar dan tetap menjalankan protokol covid (5M). Walaupun dilaksanakan dengan singkat, padat dan hanya acara intinya saja tetapi kesakralan wisuda tetap bisa dirasakan bagi seluruh siswa, guru dan orang tua murid,” ucapnya.

Pelaksanaan wisuda tetap memperhatikan protokol kesehatan. Setiap peserta wajib memakai masker, menjaga jarak dan pada saat kedatangan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh serta harus mencuci tangan terlebih dahulu.***

Alhamdulillah, Klaster Pondok Pesantren Sembuh Naik Drastis

0

Bogordaily.net – Penambahan pasien sembuh Covid-19 klaster Pondok Pesantren (Ponpes) Bina Madani, Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor meningkat drastis menurut data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bogor per Kamis 17 Juni 2021.

Mencatat sudah ada 40 orang berstatus pasien dinyatakan sembuh, sementara 53 orang masih menjalani perawatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno menuturkan, telah menonfirmasi sekitar 53 orang masih sakit atau 40 orang yang telah sembuh.

“Hingga Kamis malam tidak ada penambahan kasus,” kata Retno sapaan kadinkes, Jumat 18 Juni 2021.

Di hari yang sama dilakukan penjemputan 3 orang santri putra dan 13 orang santri putri, dari pesantren ke Pusat Isolasi BKPP.

“Mereka sebelumnya isolasi di pesantren,” ujarnya.

Sementara, ada 8 orang santri putra dan 8 orang santri putri yang dilakukan penjemputan, dari Pusat Isolasi BPKP yang sudah dinyatakan sembuh.

Kemudian mereka menjalani isolasi mandiri selama 5 hari. Dari 93 kasus positif Retno merinci, ada 53 orang konfirmasi masih sakit, 6 isolasi di rumah dan 47 dirawat.

“Dari 47 orang yang dirawat, 45 orang di BPKP Ciawi dan 2 orang di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP),” pungkasnya.***

Covid-19 Menggila, Pemkot Bogor Berlakukan Ganjil Genap Hari Ini

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali berlakukan ganjil-genap untuk kendaraan roda empat dan roda dua di akhir pekan ini. Untuk menekan tingginya angka kasus Covid-19, Sabtu 19 Juni 2021.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, hari ini jajarannya memulai pembatasan mobilitas dengan memberlakukan ganjil-genap di dalam Kota Bogor.

“Sebanyak lima check point telah berlangsung sejak pukul 10:00 WIB tadi dan terpantau saat ini dengan sosialisasi yang cukup baik,” ujar Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.

Selain itu, Susatyo menjelaskan, untuk ruas Tol menuju Tol Bogor maupun dari Ciawi ke arah Bogor, itu juga sudah dilakukan penutupan. Sehingga yang dari Jakarta ke Bogor silahkan melalui pintu Bogor Selatan.

Ia menambahkan, untuk dari Ciawi menuju Kota Bogor silahkan menggunakan pintu Tol Bor.

“Sehingga saat ini sudah tergelar sebanyak 300 personil gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP dan juga Dishub untuk mengatur jalannya ganjil-genap pada hari ini,” katanya.

Susatyo mengungkapkan, untuk aturan masih sama. Kendaraan akan dipilah ganjil atau genap dengan sesuai tanggal.

Kemudian kendaraan-kendaraan darurat ambulance, kendaraan petugas termasuk kendaraan online.

Lanjutnya, untuk bekerja masih di perbolehkan, termasuk alasan-alasan khusus lainnya. Misalnya untuk kerumah sakit dan sebagainya.

“Sehingga kita berharap bahwa, mobilitas dan kerumunan di tengah Kota Bogor ini bisa terkendali,” ucapnya.

Selain itu, terdapat tim yang akan secara mobile berputar di dalam Kota di pusat-pusat perbelanjaan, dipusat pertokoan, kuliner dan sebagainya.

“Untuk menghimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan,” terangnya.

Selanjutnya, Susatyo menegaskan, pemberlakuan kebijakan ganjil-genap pada Sabtu dan Minggu saja. Lalu pada hari Senin akan dievaluasi.

“Apakah minggu depan perlu kita perpanjang untuk durasi waktu, karena hari Minggu ini hanya selama 6 jam, kita akan evaluasi apakah melalukan lebih panjang ataukah waktu kita tingkatkan,” tegasnya.

Lanjut Susatyo, penerapan ganjil-genap ini hanyalah salah satu dari berbagai point, yang di putuskan oleh satuan Covid-19 Kota Bogor.

“Untuk menekan angka Covid-19 yang saat ini sedang meningkat. Kota Bogor saat ini berada pada garis bawah zona orange, kita berharap tidak sampai ke zona merah,” ungkapnya.***

Galian C Membuat Rumpin Penuh Dengan Polusi

Bogordaily.net – Rumpin selain dikenal tentang cerita sejarahnya, namun Rumpin juga dari dulu hingga saat ini masih tidak bisa dihilangkan dengan cap area pertambangan dan galian C.

Di sejumlah titik masih ada beberapa galian yang dapat dijumpai, utamanya galian C yang membuat wilayah Rumpin penuh dengan polusi.

Belum lama ini Polisi Pamong Praja (Pol  PP) Kecamatan Rumpin menegur pemilik galian C, di Kampung Wates, Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin.

Galian C tersebut banyak dikeluhkan masyarakan, karena menyebabkan jalan licin dan banyak sepeda motor terjatuh.

Danton satpol PP Kecamatan Rumpin Sopian menyampaikan, sudah banyak masyarakat yang mengeluh karena licin hingga banyak tanah merah tercecer dijalanan.

Ia juga mengatakan, waktu pertama surat teguran satu, tidak ditanggapi tetap buka galian, dan diteguran kedua ini akan kita berikan kembali karena tindakan dia SR selaku penanggung jawab di lokasi galian.

“Kami satpol pp, datang kelokasi untuk menegur kegiatan galian tanah merah, teguran ini merupakan yang kedua, dan yang pertama sudah kita berikan,” katanya.

Lanjut Sopian menambahkan, dalam upaya kami satpol PP Kecamatan Rumpin, dalam tindakan surat teguran ke tiga, nantinya penanganannya oleh satpol PP Kabupaten Bogor.

Galian tanah merah di Kampung Wates Desa Sukasari ini, meresahkan warga karena tercecernya tanah di jalanan sehingga banyak warga yang terjayuh dan tidak ada izin,” pungkasnya.***

Tindakan Ketat Covid-19 Pemkab Bogor, Belajar Tatap Muka Dibatalkan?

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten Bogor menghentikan belajar tatap muka. Hal tersebut dikarenakan angka penularan Covid-19 yang melonjak.

Angka penularan Covid-19 di wilayah Kabupaten Bogor kembali melonjak sejak 10 Juni 2021, yakni sebanyak 95 kasus positif.

Lonjakan terjadi setelah angkanya mulai landai sekitar 50 kasus hingga 60 kasus per hari. Seperti data terakhir pada 5 Juni 2021 yang tercatat masih 65 kasus konfirmasi positif.

Pada Jumat, 18 Juni 2021 kasus penularan harian di Kabupaten Bogor tercatat masih terbilang tinggi, yakni sebanyak 97 kasus konfirmasi positif.

Dalam data rilis resmi SATGAS Covid-19 Kabupaten Bogor, selama pandemi terdapat 19.315 kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor dengan rincian, 688 kasus berstatus aktif, 110 kasus meninggal dunia, dan 18.511 kasus sembuh.

Maka dari itu, mengenai kabar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan digelar pada Juli 2021, Pemkab Bogor sementara masih belum memastikan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bogor Ade Yasin pun masih belum bisa memutuskan kapan PTM di Kabupaten Bogor akan digelar sepenuhnya.

“Saya ga bisa sembarangan memutuskan. Masih nunggu SKB (surat keputusan bersama) dari empat menteri,” ujar Ade Yasin pada Jumat, 18 Juni 2021.

Ade Yasin menambahkan, saat ini tengah menunggu keputusan pusat untuk nantinya keputusan PTM di daerah menyesuaikan sesuai kebutuhan di daerah.

Meskipun begitu, menurut Ade Yasin pelaksanaan uji coba PTM yang kini berlangsung di beberapa sekolah Kabupaten Bogor tetap berlangsung.

Hal itu karena minim ditemukan kasus penularan Covid-19 di klaster sekolah walaupun beberapa sekolah, masih kedapatan belum menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Ade Yasin mengungkapkan bahwa,buji coba PTM terbatas yang dilakukan tersebut didasari tiga landasan hukum, yaitu SKB Tiga Menteri Nomor 516 Tahun 2020, Perbup Bogor Nomor 60 Tahun 2020, dan Perbup Bogor Nomor 15 Tahun 2021.

Tercatat ada sebanyak 170 dari 232 sekolah yang mengajukan pembelajaran tatap muka yakni, 29 Sekolah Dasar Negeri (SDN),b24 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 28 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 18 Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Lalu 7 Madrasah Aliyah (MA), 32 Sekolah Menengah Atas (SMA), serta 32 Sekolah Menengah kejuruan (SMK).

Kemudian, Ade Yasin menegaskan, sambil menunggu kejelasan dari pusat, uji coba PTM tetap masih berlaku serta tidak dihentikan.

“Karena keputusan PTM serentak, kita mesti pertimbangkan dengan menunggu keputusan pusat,” pungkas Ade Yasin.

Di samping itu, persiapan guru atau tenaga pengajar menjelang PTM dengan dilakukannya vaksinasi Covid-19 pun masih terus berjalan.

Menurut progres yang tercatat dari Pemkab Bogor, dari 37 ribu tenaga pengajar, sudah 25 ribu yang divaksin.

Kemudian untuk tenaga pengajar lainnya yang belum dapat suntikan vaksin akan dilanjutkan dengan dilakukannya vaksinasi.***

Waspada Modus Tipu-Tipu Bank Syariah Indonesia dari WhatsApp

0

Bogordaily.net – Di zaman teknologi yang serba canggih, tak ayal jika banyak indak kejahatan bermodus penipuan yang meresahkan masyarakat. Tidak dengan cara SMS lagi, kini para penipu beraksi dari WhatsApp.

Motif penipuan beragam, mulai dari meminta uang, pengambilalihan akun dari WhatsApp, penawaran hadiah, menang kuis, hingga mengaku dari pihak bank.

Maka, berikut adalah tips mengatasi modus-modus penipuan dari Bank Syariah Indonesia agar para nasabah tetap waspada.

1. Mengaku Pegawai Bank BSI, Maka Wajib Tahu Data yang Sifatnya Rahasia

WhatsApp menjadi salah satu platform yang kerap digunakan pelaku kejahatan siber untuk memuluskan aksinya. Ada beberapa modus penipuan yang harus diwaspadai.

Kode OTP salah satu jenis modus penipuan WhatsApp, yang sering terjadi dengan metode pengelabuan yang bermacam-macam.

Tujuan pelaku adalah ingin mendapatkan akses pin, password, dan username yang biasa digunakan untuk bertransaksi perbankan online.

Perlu diketahui akses Kode OTP, pin, pasword, ataupun nomor CVV itu merupakan data yang sifatnya rahasia dan tidak boleh orang lain mengetahuinya, apalagi yang tidak dikenal.

Agar tidak tertipu, segera blokir dan laporkan nomor WhatsApp penipu. Jika penipu menghubungi via telepon WhatsApp matikan telepon tersebut dan tidak perlu menanggapi.

2. Waspada Undian, Lowongan Pekerjaan, dan Produk Pembiayaan Palsu

Penipu seringkali mengirim pesan dan memberitahukan bahwa ada menang undian bank atau meminta si korban melakukan pembaruan data pribadi, ataupun berkaitan dengan lowngan pekerjaan, dan produk pembiayaan yang palsu.

Terkait hal ini, para nasabah perlu berhati-hati agar tidak tertipu. Apalagi hal yang menyangkut pembayaran transfer sejumlah uang untuk menebus hadiah ‘penipuan’ tesebut, ataupun untuk biaya transportas dan akomodasi calon pegawai.

3. Hindari Mengisi Link Mencurigakan

Jika pernah mendapat pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal yang berisi pesan dan tautan tertentu, jangan pernah mencoba mengetuk tautan tersebut jika tidak ingin akun WhatsApp dibajak orang lain atau, data pribadi yang disalahgunakan.

Hindari juga mengetuk tautan yang dikirim oleh kerabat dan grup jika isi pesan tidak jelas dan mencurigakan.

Sebab tidak pernah tahu apakah akun WhatsApp tersebut milik teman sebenarnya, atau telah diambil alih seseorang.

Jika menemukan indikasi-indikasi yang mengaitkan nama Bank Syariah Indonesia, segera laporkan ke call BSI 14040. Atau bisa juga melalui akun resmi milik Bank Syariah Indonesia. Adv

257 Kendaraan Putarbalikan di Terminal Baranangsiang 

0

Bogordaily.net – Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor kembali melakukan ganjil-genap untuk pengetatan di sejumlah sektor, untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif Covid-19. Sudah 257 kendaraan yang di putarbalikan, Sabtu 19 Juni 2021.

Pantuan Bogordaily.net di Terminal Baranangsiang terlihat banyak kendaraan roda empat dan roda dua di akhir pekan ini.

Terpantau di lima titik checkpoint sangat padat, namun demikian bahwa kegiatan ini memberikan efek kejut kepada masyarakat.

Dimana aktifitas masyarakat akan meningkat menjelang weekend, dan menimbulkan kerumunan pada kawasan perbelanjaan dan kuliner yang terhubung di jalur SSA.

Di berlakukannya sistem ganjil-genap, karena di Kota Bogor ada peningkatan jumlah kasus aktif positif Covid-19.

Di lima checkpoint tersebut, sudah mensiagakan anggota gabungan dari TNI/Polri, Satpol PP dan Dishub berdasarkan dampak-dampak yang akan tejadi.***

Berikut Perubahan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021

Bogordaily.net – Pemerintah telah menyepakati dan menetapkan perubahan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2021.

Hal itu diputuskan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Peninjauan SKB Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2021 yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Rapat tersebut dihadiri oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas, Menaker Ida Fauziyah, dan Menteri PANRB Tjahjo Kumolo.

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan berkaitan dengan masalah merebaknya penularan dan penyebaran wabah Covid-19 yang sampai sekarang masih belum bisa tuntas, maka kemudian Bapak Presiden memberikan arahan agar ada peninjauan ulang terhadap masalah libur dan cuti bersama,” ujar Menko PMK Muhadjir Effendy dalam keterangan persnya, Jumat 18 Juni 2021.

Hari libur

Muhadjir Effendy menambahkan, berdasarkan arahan tersebut, pemerintah memutuskan untuk mengubah dua hari libur nasional dan meniadakan satu hari libur cuti bersama.

“Sesuai arahan Bapak Presiden dan hasil keputusan Rapat Koordinasi Tingkat Menteri, maka perlu dilakukan tindakan terukur dan efektif untuk mengendalikan penyebaran pandemi Covid-19,” katanya.

“Pengubahan hari libur diterapkan pada hari raya keagamaan yang tidak ada ritual ibadahnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya long weekend,” sambungnya.

Muhadjir Effendy menjelaskan, keputusan pemerintah ini didasarkan pada pertimbangan untuk menghindarkan kemungkinan berkumpulnya masyarakat pada waktu tertentu.

“Pemerintah perlu mengubah hari libur nasional dan menghapus Cuti Bersama Hari Natal 2021 untuk menghindari long weekend yang berpotensi mendorong penumpukan masyarakat pada waktu tertentu sehingga meningkatkan penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Adapun perubahan hari libur nasional cuti bersama tahun 2021 yang tertuang dalam SKB yang ditandatangani pada tanggal 18 Juni ini adalah sebagai berikut:

1. Hari Libur Nasional Tahun Baru Islam 1443 Hijriah yang semula jatuh pada hari Selasa tanggal 10 Agustus 2021 diubah menjadi hari Rabu tanggal 11 Agustus 2021.

2. Hari Libur Nasional Maulid Nabi Muhammad SAW. Yang semula jatuh pada hari Selasa tanggal 19 Oktober 2021 diubah menjadi hari Rabu tanggal 20 Oktober 2021 dan Cuti Bersama Hari Raya Natal tanggal 24 Desember 2021 dihapuskan.

Berikut daftar lengkap Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021 berdasarkan SKB 3 Menteri terbaru:

Libur Nasional. 

1. Jumat, 1 Januari, Tahun Baru 2021 Masehi.

2. Jumat, 12 Februari, Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili.

3. Kamis, 11 Maret, Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.

4. Minggu, 14 Maret, Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1943.

5. Jumat, 2 April, Wafat Isa Al Masih.

6. Sabtu, 1 Mei, Hari Buruh Internasional.

7. Kamis, 13 Mei, Kenaikan Isa Al Masih.

8. Kamis-Jumat, 13-14 Mei, Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.

9. Rabu, 26 Mei, Hari Raya Waisak 2565.

10. Selasa, 1 Juni, Hari Lahir Pancasila.

11. Selasa, 20 Juli, Hari Raya Iduladha 1442 Hijriah.

12. Rabu, 11 Agustus, Tahun Baru Islam 1443 Hijriah.

13. Selasa, 17 Agustus, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

14. Rabu, 20 Oktober, Maulid Nabi Muhammad SAW.

15. Sabtu, 25 Desember, Hari Raya Natal.

Cuti Bersama

Rabu, 12 Mei, Cuti Bersama untuk Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.

Kesepakatan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama (Menag), Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Nomor 712 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021, Nomor 3 Tahun 2021.

Tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menteri PANRB Nomor 642 Tahun 2020, Nomor 4 Tahun 2020, Nomor 4 Tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021.***