Bogordaily.net – Wali kota Bogor, Bima Arya menemui para pendukung Habib Rizieq Shihab (HRS) di depan gedung DPRD Kota Bogor, Jumat 11 Juni 2021.
Bima mengucapkan terima kasih kepada Habib Mahdi yang telah memfasilitasi dialog dengan para pendukung Habib Rizieq yang menyampaikan aspirasinya.
” Forkopinda menyampaikan terima kasih kepada semua yang telah menyampaikan aspirasinya dengan tertib, baik dan damai,” ucapnya.
Bima juga menegaskan bahwa Forkopinda dan Satgas telah membicarakan kesepakatan yang penting yaitu akan memastikan perlakuan yang adil bagi semua pelanggar protokol kesehatan.
” Kami akan menindak tegas pelanggar-pelanggar prokes,” tegasnya.
Bima mengatakan bahwa Forkopinda juga akan bersama-sama membahas dan juga mengadakan rapat agar ada solusi terbaik untuk semua.
” Kita akan tetap menjaga Kota Bogor tetap kondusif dan damai serta tidak ada tekanan kepada Satgas dalam menjalankan tugasnya. Untuk itu kami akan membahasnya bersama sama agar ada solusi terbaik,”
Bima memastikan bahwa Ia akan selalu berpegang pada aturan dan akan membuka komunikasi dengan semua pihak, sehingga tidak ada hal yang mengganggu kebersamaan.
” Kami akan terus tabayyun kepada semua pihak karena bagi kami penghormatan kepada ulama harus terus dilakukan,” pungkasnya.***
Bogordaily.net – Ekonom senior Dr. Rizal Ramli mengingatkan gejolak sebuah negara akan makin nyata jika para pejabat hidup bermewah-mewahan, sementara rakyat menderita karena dipunguti pajak yang tinggi.
Setiap pemimpin harus berhati-hati dengan pungutan pajak. Karena pajak yang tinggi dan memberatkan rakyat terbukti telah menjadi penyebab utama revolusi terjadi di sejumlah negara besar.
“Sistem pajak yang berlebihan (excessive), tidak efisien dan tidak adil yang memberatkan kehidupan rakyat jadi salah satu penyebab utama Revolusi Perancis, Amerika, India dan banyak negara lain,” ujar ekonom senior dr. Rizal Ramli dalam akun Twitter pribadinya, Selasa 16 Februari 2021.
Sebuah negara akan semakin mendekati revolusi jika pajak rakyat itu dikorupsi, untuk memenuhi gaya hidup para pejabat negara.
Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur ini mengurai bahwa di periode 1774 hingga 1792, Kaisar Perancis, Louis XVI telah keterlaluan dalam memungut pajak. Sementara peruntukan pajak tidak efisien dan tidak adil.
“Menkeunya Colbert ugal-ugalan uber pajak rakyat Itulah salah satu peyebab Revolusi Perancis. Louis XVI dan Marie Antoinette akhirnya dihukum mati dgn guillotine 1793,” tegasnya.
Selain Perancis, Rizal Ramli juga mencontohkan revolusi yang terjadi di Amerika Serikat. Di mana revolusi dimulai ketika kolonial Inggris naikkan pajak. Kemudian terjadilah “Boston Tea Party” pada Desember 1773.
“Awal dari revolusi kemerdekaan Amerika. Rakyat di Boston lemparkan teh ke pelabuhan di Boston sebagai protes terhadap pajak teh oleh Inggris. (No taxation without representation),” tambahnya.
Sementara di India, kenaikan pajak dan monopoli garam yang dilakukan Inggris membuat Mahatma Gandhi menggalang kekuatan.
Bersama jutaan rakyat India, Gandhi menggelar aksi long march yang dikenal sebagai gerakan Satyagraha.
“Gerakan protes damai itu diikuti jutaan orang, awal dari kemerdekaan India,” ungkapnya.Adv
Bogordaily.net – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengunjungi bangunan cagar budaya yang berada di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bogor di Jalan Ir.H. Juanda, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu 9 Juni 2021.
Selain diisi berbagai fasilitas pelayanan, bangunan cagar budaya yang belum lama diresmikan itu juga berisikan nilai historikal tinggi.
Baru saja masuk gedung, Dedie disuguhi oleh beberapa lukisan yang merupakan karya dari maestro pelukis Raden Saleh Sjarif Boestaman, atau yang familiar disapa Raden Saleh.
“Kita memberikan apresiasi kepada KPP Pratama Kota Bogor, yang secara khusus mengalokasikan sebuah zona yang berada di wilayah pelayanan untuk dibuat semacam galery karya dari seorang maestro pelukis Indonesia Raden Saleh,” kata Dedie disela kunjungannya.
Menurut Dedie, karya dahsyat milik Raden Saleh tersebut dirasa pas ditampilkan di KPP Pratama Kota Bogor. Secara historikal memang, KPP Pratama Kota Bogor dibangun sebagai kantor kesekretariatan negara pada zaman kolonial.
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengunjungi bangunan cagar budaya yang berada di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bogor ditemani para pejabat di KPP Pratama Kota Bogor dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) serta komunitas Bike, Rabu 9 Juni 2021.(pemkotbogor/Bogordaily.net)
Sejarah juga mencatat bahwa Raden Saleh sempat mendiami kantor tersebut bersama sang istri. Dan juga membuat karya berupa lukisan – lukisan realis yang menjadi karakternya.
“Jadi ada kaitan antara KPP Pratama, Raden Saleh dan Kota Bogor. Dengan adanya galeri ini, kita juga diingatkan bahwa karya-karya besar beliau yang sangat konsen terhadap keindahan alam atau hewan,” sahutnya.
“Dan kesenian tinggi ini diharapkan bisa memicu generasi muda tentang kiprah beliau. Dan ternyata beliau meninggal dan dimakamkan di Kota Bogor,” ujar Dedie.
Selain melihat karya-karya Raden Saleh di galeri, Dedie juga melihat bekas ruang bawah tanah yang berada persis di bawah gedung tersebut.
Dalam kunjungannya, Dedie ditemani para pejabat di KPP Pratama Kota Bogor dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) serta komunitas Bike Heritage.Adv
Bogordaily.net – Anggota DPR RI Fraksi PPP Komisi VI, Elly Rachmat Yasin mempertanyakan tentang strategi BRI agar berhasil merealisasikan kuota Kredit Usaha Rakyat ( KUR).
Menurutnya pada tahun lalu BRI tidak berhasil merealisasikan kuota KUR. Tahun ini BRI memiliki anggaran KUR lebih besar, yakni Rp. 170 triliun sedangkan tahun lalu hanya Rp 140 triliun.
“Tahun ini besarnya pembiayaan untuk pelaku usaha kecil dan ultra mikro yang mencapai Rp 253 triliun atau naik 15% dari anggaran tahun 2020 yakni Rp 220 triliun melalui bank BUMN,” jelasnya, Jumat (11 Mei 2021).
Elly meminta BRI agar memperhatikan usaha ultra mikro, sesuai amanat UU No.20 tahun 2008 tentang UMKM karena 77,6% mereka belum bisa diterima bank (unbankable).
Menurutnya BRI harus punya strategi dan lebih konsen dengan pelaku usaha mikro.
“Sebagai pelaku usaha yang berada di lapisan terbawah. Mereka sangat memerlukan bantuan modal. Usaha mereka sifatnya mencari nafkah (livehood) semata. Seperti pedagang kaki lima, pedagang sayur, pekerja kuli bangunan, pedagang di pasar tradisional dan sektor informal lainnya,” ucapnya.
Elly menjelaskan bahwa mereka inilah yang menghidupi keluarga Indonesia. Menyekolahkan anak-anak Indonesia dan membantu peningkatkan konsumsi dalam negeri karena mereka yang menggerakkan roda perekonomian rakyat di tingkat terbawah.
“Nasabah ultra mikro kini mencapai 60 juta lebih di seluruh Indonesia. Tahun depan kita harapkan bisa menampung 30 juta lagi nasabah baru sehingga 100 usaha ultra mikro akan terbantu,” kata Elly.
Kemudian mereka semua dibina dan dipersiapkan untuk ‘naik kelas’ serta menjadi usaha yang bisa dibiayai oleh perbankan (bankable). Sehingga dapat mempercepat pemulihan perekonomian nasional.
Namun, Elly juga mengapresiasi BRI yang kini memiliki skema kredit ultra mikro. Yaitu KUR “Mikro” dengan plafon kredit Rp. 10 – 50 juta dan program KUR “Super Mikro” dengan plafon lebih kecil, Rp. 1 sampai 10 juta.
Produknya sangat menarik tapi harus disosialisasikan hingga ke desa-desa karena kebanyakan masyarakat desa masih alergi sama bank.***
Bogordaily.net – Anggota Komisi IV DPR RI Renny Astuti meminta pemerintah mengkaji ulang, rencana kebijakan mengenakan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada sembako.
Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menegaskan, seharusnya pemerintah memberikan kebijakan yang pro rakyat. Dirinya menyayangkan sikap pemerintah yang tidak memihak pada rakyat di tengah pandemi Covid-19.
Renny menegaskan sembako merupakan kebutuhan dasar rakyat. Jika nantinya PPN dilekatkan kepada sembako, maka harga sembako jadi semakin melambung.
Tentu, rakyat akan semakin sulit memenuhi kebutuhan dasarnya dan semakin menurunkan daya beli masyarakat.
Hal tersebut akan membuat masyarakat semakin berhemat, sehingga perputaran ekonomi menjadi terhambat.
Oleh sebab itu, ia berharap di tengah pandemi ini, pemerintah membuat kebijakan yang tidak menyengsarakan rakyat dan mengkaji ulang.
Menurut Renny, pengenaan PPN ini bisa dialihkan ke bidang lainnya, seperti minyak dan gas.
“Saya pikir kebijakan pengenaan PPN ini masih ada bidang-bidang lainnya seperti minyak dan gas masih bisa dikenakan PPN. Janganlah sembako, itu kan kebutuhan dasar rakyat. Bagaimana membantu masyarakat agar tetap bisa memenuhi kebutuhan dasarnya bukan dengan mengeluarkan kebijakan yang semakin menyesengsarakan rakyat. Ini bukan saat yang tepat untuk mengeluarkan kebijakan tersebut,” Kata Anggota Komisi IV DPR RI Renny Astuti.
Sebagai informasi, saat ini Pemerintah sedang mengajukan untuk menerbitkan Revisi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP). Berdasarkan Pasal 4A RUU KUP tersebut, sembako akan dihapus dalam kelompok jenis barang yang tidak dikenai PPN.
Selain itu, ada 13 kategori sembako pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 116/PMK.010/2017 yang akan dilekatkan PPN, di antaranya beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam konsumsi, daging, telur, susu, buah, sayur, ubi-ubian, bumbu, dan gula konsumsi. ***
Bogordaily.net – Dalam Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja Ikatan Mahasiswa Bogor-Bandung Raya (IKMABO-BR), Wakil Bupati Iwan Setiawan menaruh harapan besar sebagai agen perubahan dari para pemuda untuk sama-sama bangkit dan melahirkan ide-ide inovasi kreatif, bagi pembangunan Kabupaten Bogor.
Hal itu dikatakan Iwan pada Pelantikan IKMABO-BR di Gedung Serbaguna I, Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Cibinong pada pada Kamis, 10 Juni 2021.
“Saat kondisi pandemi Covid-19 yang melemahkan perekonomian serta kesehatan, pemuda ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih tenaga dan pemikiran serta ide-ide kreatif untuk pembangunan Kabupaten Bogor, terutama melalui aksi-aksi kemanusiaan. Hal tersebut justru selaras dengan Tri Karsa IKMABO-BR,” ujar Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan.
Lanjut Iwan mengatakan, generasi pemuda utamanya mahasiswa yang tergabung dalam IKMABO diharapkan menjadi agen perubahan yang bermutu, sebagai pondasi dan penggerak yang akan menentukan roadmap terhadap arah tujuan saat ini.
“Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus mendukung kegiatan Ikmabo. Dengan harapan ke depannya, kinerja organisasi akan semakin baik, sehingga dapat mewujudkan ikatan mahasiswa ini sebagai wadah pemberdayaan yang sehat dan bermanfaat,” ujar Iwan.
Tak hanya memberikan harapan, Iwan pun turut mengucapkan selamat kepada ketua dan seluruh pengurus yang baru.
“Saya mengapresiasi semangat rekan-rekan mahasiswa untuk berorganisasi, mengasah jiwa kepemimpinan dan soft skill seperti kemampuan manajerial, kemampuan komunikasi, dan pengalaman lainnya yang tidak diterima di bangku kuliah,” papar Iwan.
Sementara itu, Pembina IKMABO-BR, Anwar Fauzi menyatakan bahwa, kesempatannya dapat aktif berorganisasi itu memang sudah sepatutnya dan harus dimanfaatkan dengan baik.
“Siapa saja yang bisa memanfaatkan peluang dalam berorganisasi, maka Insyaallah akan memiliki bekal yang cukup untuk terjun ke masyarakat,” ungkap Anwar.
Tak hanya itu, Anwar juga menjelaskan bahwa dengan banyaknya interaksi dalam berorganisasi juga memperluas jaringan, jadi tidak hanya dalam lingkungan kampus tapi juga antarkampus, bahkan dengan para pemangku kepentingan lainnya.
Tak lupa juga, Anwar mengingatkan pada rekan-rekan lainnya untuk senantiasa menjaga nama baik dengan terus memberikan sumbangsih positif kepada masyarakat, terutama masyarakat yang membutuhkan. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini.
“Banyak persoalan yang akan dihadapi kedepan oleh teman-teman pengurus yang baru. Semoga kepengurusan ini bisa membawa kemajuan terhadap organisasi. Menjadikan IKMABO-BR semakin bermanfaat bagi anggotanya dan masyarakat,” pungkas Anwar.***
Bogordaily.net – Hotel Savero Style kini memiliki wajah baru. Meski baru terhitung beberapa minggu, Hotel Manager terus berupaya untuk memberikan kenyamanan yang eksklusif melalui produk-produk unggulannya.
Optimisme di sektor pariwisata Bogor sepertinya masih terjaga. Pasalnya, meskipun diterpa pandemi Covid-19, hotel-hotel tampak percaya diri untuk memulai usahanya di tahun ini. Salah satunya adalah Hotel Savero Style dengan wajah baru.
Sebelumnya, Hotel Manager (HM) Savero Style, Firman Anugrah baru menempati posisinya di minggu ketiga, dan pernah juga diberi kepercayaan di Grand Savero. Sehingga ia berharap bahwa, dirinya akan terus memajukan salah satu bagian dari Savero ini.
Hotel Savero Style Bogor di Jl. Padjajaran No 38 Kota Bogor.(Istimewa/Bogordaily.net)
“Saya pernah di Grand Savero. Sebelumnya pun saya pernah di salah satu Hotel Syariah selama tiga tahun yang letaknya Surabaya. Kemudian, saat di kondisi pandemi seperti ini, saya pun harus melakukan inovasi baru untuk Savero Style yang nantinya akan memberikan rasa nyaman bagi yang menginap,” ujar Hotel Manager Savero Style, Firman Anugrah kepada Bogordaily.net pada Kamis, 10 Juni 2021.
Tak ingin melihat pandemi Covid-19 sebagai halangan. Justru Firman melihat adanya momen tersebut dapat menjadi peluang untuk meramu strategi bisnis, dengan memaksimalkan produk-produk unggulan yang akan diberikan kepada para pengunjung maupun bagi yang menginap.
“Masa pandemi ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Kalau kita tidak sigap mengubah strategi bisnis, maka akan tertinggal jauh,” ucap Firman.
Pria lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung tersebut mengatakan bahwa, dengan memilih keputusan kembali ke hotel konvensional terlebih di masa pandemi merupakan suatu tantangan tersendiri. Hal itu karena dari segi konsep pun sangat berbeda.
“Dengan kembalinya saya ke hotel konvensional, dari segi konsep yang berbeda. Namun, hal tersebut tentunya menjadi tantangan bagi saya untuk membawa perubahan bagi Savero Style,” ungkap Firman.
Ia mengatakan, akan membawa perubahan bagi Savero Style mulai dari konsep penjualan yang pada awalnya mengacu pada ruangan meeting.
“Sebenarnya ruangan meeting itu sifatnya terbatas. Padahal masih banyak dari Savero Style yang bisa dimanfaatkan bagi fasilitas kenyamanan pengunjung. Jadi tidak hanya meeting, weeding, juga gathering, saya juga berupaya akan mengembangkan banyak venue yang belum terolah. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terealisasi,” jelas Firman.
Hotel Manager (HM) Savero Style, Firman Anugrah. (Irania/Bogordaily.net)
Ia pun beroptimis tinggi membawa Savero Style menjadi lebih baik dan lebih unggul. Hal tersebut bahwa terlihat dari Savero Style yang memiliki prame location.
“Prame location juga product. Itu mengapa saya punya optimisme yang tinggi,” ucap Firman.
Kemudian, terkait berbagai promo yang disediakan, untuk saat ini, Firman mengatakan akan berkaitan dengan adanya Piala Euro 2021, dengan menyediakan akses di setiap kamar.
“Karena akan adanya Piala Euro 2021, jadi kami akan memberikan akses fasilitas gratis di setiap kamar untuk menonton Piala Euro yang di akhir pekan ini akan segera dimulai,” pungkas Firman.
Ia menambahkan bahwa, hal tersebut sebenarnya bukan termasuk promo, namun pada fasilitas kenyaman pengunjung menonton.
Sedangkan untuk promo, ada dari makanan dan minuman. Seperti menu bebek dengan bumbu hitam, dan minuman segar yang dipadukan soda, mentimun, dan potongan strawberry.Adv
Bogordaily.net – Warga di sekitar Jalan Dr. Sumeru, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, merasa heran, karena pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam rencana relokasi 195 Pedagang Kaki Lima di wilayahnya.
Sekretaris RW04, Ahmad Teguh menuturkan sejak awal tidak ada sosialisasi rencana relokasi pasar yang menampung 195 pedagang tersebut.
“Kami menyangakan pemerintah daerah serta pengelola pasar tidak melibatkan warga setempat,” kata Ahmar Teguh, Kamis 10 Juni 2021.
Rencananya Pemkot Bogor akan memindahkan lapak pedagang kaki lima atau PKL liar di kawasan Jalan Raya Merdeka, Kebon Kelapa, Bogor Tengah. Lokasinya berada di sepanjang Jalan dr. Sumeru yang berada di wilayah RW04, Kelurahan Kebon Kepala.
“Dari informasi yang kami terima, bahwa tidak semua pedagang tertampung disana,” ujar Sekretaris RW04, Ahmad Teguh.
Hingga akan diresmikan pada 15 Juni 2021, pihak Pemkot Bogor tidak ada pembicaraan yang melibatkan warga. Sehingga ada simbiosis antara kehadiran pasar dengan warga setempat.
“Kalau pengurus RT RW tidak dilibatkan, buat apa ada pengurus. Mending di bubarkan saja,” katanya.
Teguh menambahkan, nantinya masyarakat Kebon Kepala khususnya warga RW04, akan merasakan langsung dampak buruk dari kehadiran pasar tersebut.
“Kami tidak mau kalau wilayah Kebon Kepala carut marut atau berantakan. Kami tidak mau wilayah Kebon Kelapa jadi kumuh,” katanya.
Sebelum hal itu terjadi, maka dirinya bersama pengurus yang lain dan warga sepakat akan ikut berkontribusi supaya wilayahnya dapat terjaga kerapihan, kebersihan dan keamanan.
“Kami akan membuat aturan di sepanjang Jalan Dr. Sumeru. Seperti banyak warga Kebon Kepala yang berdagang pada pukul jam 06:00 WIB harus sudah selesai,” ucapnya.
Teguh mengatakan, masyarakat Kebon Kepala berpengalaman seperti Terminal Merdeka. Di terminal merdeka banyak pedagang sayur dan warga RW04 tidak pernah tau atau dilibatkan disana. Bahkan parkiran pun dipasang portal.
“Jadi dimana pemberdayaan untuk masyarakat yang berada di Kebon Kepala. Keberadaan pasar merdeka tidak tidak memberikan kontribusi positif kepada warga,” terangnya.
Bertolak dari pengalaman itu, kata Teguh, pasar yang rencananya relokasi di Dr. Sumeru dirinya ingin masyarakat Kebon Kepala khususnya warga RW04 bisa dilibatkan.
“Untuk relokasi pasar ini, dari hasil rapat bersama pengurus dan warga Kebon Kepala, kami tidak mau menjadi penonton (kecewa),” tegasnya.
Akan tetapi efek dari pasar para pedagang akan meluber ke jalan, nantinya akan berantakan. Dirinya tidak mau kondisi lingkungan di wilayah Kebon Kepala rusak.
“Adanya pasar, kami ingin di libatkan kebersihan, ketertiban dan keamanan. Supaya pedagang berjualan jangan sampai adanya pergesekan dan jual beli tempat. Karena di sepanjang Jalan itu milik umum,” pungkasnya.***
Bogordaily.net – Siang setelah Shalat Jumat tampak berkumpul anggota Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Indonesia (GM FKPPI) Kota Bogor untuk berbagi. Jumat, 11 Juni 2021.
Kegiatan Jumat berkah yang mengambil tempat di Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah ini merupakan agenda rutin yang menjadi program kerja GM FKPPI yang di ketuai, Andri Saleh Amarald.
Para Ketua Rayon (Kara) dan anggotanya terlihat semangat membagikan nasi box yang mereka dapatkan dari donasi para anggota, kepada mereka yang melintas pulang dari Shalat Jumat Mesjid Jami Ar Rahman, Kelurahan Pabaton, Bogor Tengah.
” Semua ini donasi dari teman-teman dan ini jadi agenda yang masuk dalam program kerja GM FKPPI,” ucap Bono, Kara Tengah yang kali ini menjadi Ketua Panitia.
Beberapa Pelajar yang sedang magang di sebuah Toko Busana yang ikut mendapatkan nasi box tersebut terlihat begitu senang.
” Alhamdulillah, seneng banget dapet makan siang gratis,” ucap Deni, salah satu dari Pelajar tersebut yang diangguki teman- temannya.
Sama seperti Para Pelajar tadi, beberapa bapak yang melintas dan mendapatkan nasi box tersebut juga ikut mengapresiasi kegiatan ini.
” Semoga bisa rutin dan selalu diberikan rezeki agar terus berjalan kegiatannya,” ujar Irawan, salah satu dari mereka.
Program ini diharapkan oleh semua anggota akan terus berjalan dengan rutin dan akan berpindah tempat disetiap waktunya.
” Semoga program kerja ini akan terus berjalan dengan rutin, ini satu bukti kekompakan kita dan bukti nyata berbagi, apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini,” pungkas Bono.***
Bogordaily – Jungkook memang maknae di BTS. Nanum, bukan berarti dia tidak bisa menjadi sosok yang tangguh. Justru sebaliknya, selama debut sebagai idol, Jungkook kerap memberikan kata-kata mutiara berdasarkan pengalamannya sendiri.
“Sekalipun kita memiliki masa-masa yang sulit, itu tidak akan ada apa-apanya jika ketika kita lebih banyak merasakan kebahagiaan.”
Inilah beberapa di antaranya.
1. Tetap berpikir positif ketika berada di masa yang sulit
Setiap orang pasti merasakan masa-masa yang sangat sulit, di mana mereka akan dihadapkan dengan keinginan yang tidak mudah diwujudkan. Namun, itu semua pasti bisa dilewati dengan baik, salah satu caranya yaitu dengan mengingat kenangan yang indah.
Ya, ketika kita merasa berada di titik terendah, maka kita harus melihat kembali masa-masa yang membahagiakan. Ingatlah itu secara terus-menerus, karena dengan begitu, masa yang penuh kesulitan akan mudah kita hadapi.
“Kamu harus membangun tujuan dan mimpimu sendiri. Menurut saya, sangat menyedihkan jika beberapa orang tidak mendapat kesempatan untuk membangun impian mereka karena adanya tekanan dari luar.”
2. Berani bermimpi
Sudah hal yang biasa jika manusia mendapat kritik dan saran dari lingkungan sekitar. Dan hal inilah yang kerap membuat seseorang merasa tertekan karena pola pikir yang ia miliki berbeda dengan lingkungannya tersebut. Tapi, jika merasa depresi hanya karena komentar orang lain, bukankah itu terlalu sia-sia?
Terkadang, kita perlu menulikan telinga dan bersikap egois agar pikiran kita tidak melulu terpaku pada omongan seperti itu. Kita harus bisa membangun kepercayaan diri, dan membuktikan kepada orang-orang itu bahwa kita pasti bisa mewujudkan mimpi yang sudah kita cita-citakan.
Kamu akan menyesal suatu hari nanti jika tidak melakukan yang terbaik dari sekarang. Jangan berpikir bahwa waktumu sudah telat, tapi, tetaplah berusaha. Itu mungkin akan membutuhkan waktu (cukup lama), tapi kamu pasti tidak akan menemukan sesuatu yang buruk jika sudah berusaha. Kamu mungkin bisa merasa sedih, tapi hasilnya akan membuktikan bahwa kamu sudah melakukan yang terbaik.”
3. Usaha tidak akan mengkhianati hasil
Pernah mendengar idiom late bloomer? Sepertinya idiom ini akan relevan dengan quotes Jungkook di atas. Seseorang biasanya dapat merasa ragu untuk bermimpi karena usia mereka tak lagi muda. Padahal, jika kita cermati lagi, gak semua kesuksesan itu harus didasarkan usia lho!
JK Rowling, Colonel Sanders, dan sederet tokoh ternama lainnya bahkan baru meraih ketenaran ketika usia mereka sudah tidak dapat dikatakan muda. Tidak ada kata telat untuk mereka yang mau berusaha. Jadi, jika kamu memang mempunyai niat, kenapa masih ragu?
“Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi, tapi bekerja keras akan menentukan kemana kita akan pergi.”
4. Takdir memang turut ambil bagian, tapi sukses juga harus ditentukan oleh diri sendiri
Sukses atau tidaknya karier kita sebenarnya ditentukan oleh diri kita sendiri. Mulai dari mengambil langkah, menentukan keputusan, hingga memetik hasil, itu semua tergantung dengan bagaimana cara kita berpikir.
Kita tidak tahu apa saja yang akan menjadi hambatan kita selama meniti karier, tapi apa pun yang terjadi, hanya cara kerja kita yang bisa menentukan ke mana kaki kita akan bergerak.
Tanpa kemarahan dan kesedihan, kamu tidak akan bisa merasakan kebahagiaan.”
5. Kita harus menjadi orang yang tangguh!
Dalam menjalani kehidupan, kita tentu akan mengalami masalah di berbagai bidang. Tapi, kembali lagi ke diri kita masing-masing. Sesulit apa pun masalah yang menghampiri, kita harus sebisa mungkin untuk menghadapi dan menyelesaikannya. Jika lebih sering memilih untuk menghindar, maka masalah tersebut justru bisa semakin bertambah.
Harapan saya adalah kamu bisa bangkit dari hubungan yang tidak seimbang. Kamu pantas untuk dicintai.”
6. Kebahagiaan pasti akan didahului dengan kemarahan dan kesedihan
Meraih kebahagiaan memang penting untuk setiap manusia. Dan untuk meraihnya, pasti harus melalui bermacam-macam kesulitan terlebih dahulu.
7. Jangan menjadi bucin dari orang yang tidak bisa menghargaimu
Beralih ke hubungan cinta, kali ini kamu pun harus bisa move on dari orang yang telah menyia-nyiakanmu! Jangan membencinya, tapi perlu kamu perlihatkan bahwa kamu baik-baik saja tanpa si dia. Kamu pantas dicintai, dan air matamu terlalu berharga untuk tumpah hanya karena orang yang seperti itu.
8. Berdamailah dengan masa lalu
Sebagian orang mungkin merasa sangat putus asa ketika mengalami kegagalan. Apabila melihat pengalaman orang-orang yang telah sukses, ternyata kegagalan justru merupakan hal yang biasa bagi mereka!
Intinya, setiap orang berarti telah mempunyai jatah kegagalan masing-masing. Berdamai dengan masa lalu dan mencoba untuk melapangkan hati adalah hal yang dapat dilakukan ketika mengalami masa seperti ini.
Itulah delapan quotes dari Jungkook. Jadi lebih semangat kan setelah membaca kata-kata motivasi dari si golden maknae ini?***