Bogordaily.net – Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama mendapatkan kunjungan kerja dari Kedutaan Besar Prancis. Rabu, 2 Juni 2021.
Pemerintah Perancis melakukan upaya penjajakan kerja sama Jaminan Produk Halal (JPH) dengan pemerintah Indonesia. Hal ini diungkapkan Plt Kepala BPJPH, Mastuki.
“Hari ini kami menerima kunjungan Kedutaan Besar Perancis di Jakarta guna membicarakan kerja sama Jaminan produk Halal di antara Perancis dan Indonesia,” ujarnya.
Wakil Kepala Departemen Ekonomi Kedutaan Besar Perancis di Jakarta, Arnaud Tripet, mengungkapkan bahwa pemerintahnya berniat meningkatkan hubungan kerja sama dengan Indonesia yang sudah sejak lama terjalin dengan baik.
Kerja sama ini khususnya melalui sektor perdagangan produk halal. Audiensi dengan BPJPH Kemenag dimaksudkan untuk secara khusus membahas kerja sama Jaminan Produk Halal kedua negara.
” Perancis dan Indonesia sudah sejak lama menjalin hubungan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Kami berharap sinergi ini dapat terus ditingkatkan, khususnya pada perdagangan produk halal. Untuk itu kami merasa perlu mendapatkan penjelasan secara mendalam dari BPJPH terkait kerja sama Jaminan Produk Halal dengan pemerintah Indonesia,” ucap Arnaud Tripet.
Sementara itu, Plt Kepala BPJPH Mastuki menanggapi terkait hal tersebut bahwa pihaknya sangat mengapresiasi inisiasi pertemuan tersebut. Mastuki menyampaikan bahwa BPJPH sangat terbuka untuk melakukan kerja sama internasional di bidang JPH sesuai amanat Undang-undang.
“Dalam pandangan kami, inisiasi untuk melakukan kerja sama Jaminan Produk Halal di antara pemerintah Perancis dan pemerintah Indonesia adalah langkah yang tepat mengingat regulasi mengamanatkan agar kerja sama internasional JPH dilaksanakan atas adanya perjanjian di antara kedua negara.” kata Mastuki pada pertemuan tersebut.
Mastuki menjelaskan juga bahwa sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2021, kerja sama internasional JPH tersebut dapat dilakukan di antara kedua negara dalam bentuk pengembangan JPH, penilaian kesesuaian, dan/atau pengakuan sertifikat halal.
“Sebagaimana diatur di dalam Pasal 119 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Bidang JPH, kerja sama internasional di bidang Jaminan Produk Halal tersebut dilaksanakan oleh BPJPH untuk melaksanakan hasil koordinasi dan konsultasi antara Menteri dan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang luar negeri,” jelas Mastuki.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat mendiskusikan apa saja yang perlu dipersiapkan untuk MoU kerja sama kedua negara.***
Bogordaily.net– Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Bogor kini telah mendeklarasikan 36 kelurahan lengkap, Rabu 2 Juni 2021.
Dari total 68 kelurahan, terdapat 36 kelurahan yang telah memenuhi syarat dan dideklarasi kelurahan lengkap.
36 kelurahan tersebut yaitu, Kelurahan Balumbang Jaya, Kelurahan Ciluar, Kelurahan Semplak, Kelurahan Margajaya, serta Kelurahan Curug Mekar.
Lalu Kelurahan Sindangsari, Kelurahan Tanah Sareal, Kelurahan Tegallega, Kelurahan Cikaret, Kelurahan Pabaton, dan Kelurahan Kebon Pedes.
Selanjutnya ada Kelurahan Cibadak, Kelurahan Babakan Pasar, Kelurahan Cibuluh, Kelurahan Lawanggintung, Kelurahan Pasir Kuda, Kelurahan Cilendek Timur, Kelurahan Pledang dan Kelurahan Kedunghalang.
Lalu, Kelurahan Kencana, Kelurahan Sindangrasa, Kelurahan Pakuan, Bondongan, Kelurahan Kedung Waringin, Kelurahan Sindang Barang, Kelurahan Sindang Barang, Kelurahan Cilendek Barat, Kelurahan Sukadamai.
Adapun Kelurahan Babakan, Kelurahan Ranggamekar, kelurahan Baranangsiang, Kelurahan Kayumanis, Kelurahan Pamoyanan, Kelurahan Kebon Kelapa, Kelurahan Pasir Mulya, dan Kelurahan Tajur.
Kepala Kantor Pertanahan Kota Bogor Erry Juliani Pasoreh, SH, M. Si, M. Kn menyatakan terdapat 6 syarat untuk kelurahan lengkap.
“Jumlah bidang tanah yang telah dipetakan berdasarkan penetapan batas dan pengukuran (NIB), harus tervalidasi diatas 95 persen, serta jumlah buku tervalidasi diatas 98 persen,” katanya.
Erry mengambahkan, tidak ada GAP dan overlap antar bidang, luas wilayah desa yang terisi penuh di bidang tanah dan fitur geografis.
“Fitur Geografis (fasum, fasos, sungai, kawasan, danau, embung rawa, situ dan lainnya) harus dipetakan secara lengkap dan diberikan NIS,” ungkapnya.
Menurutnya, bidang tanah hasil deliniasi (NIS) yang diperbolehkan untuk desa atau kelurahan lengkap adalah, maksimum 10 persen dari total NIB, dan NIS non Fitur Geografis.
Selain itu, adapun persyaratan Potensi Kota Lengkap yang harus dipenuhi seperti, jumlah bidang tanah harus terdaftar lebih dari 80 persen.
Kemudian, validasi buku tanah, surat ukur, persil diatas 80 persen, jumlah KW4, KW5, KW6 sama dengan 0.
Dan juga, kerapihan peta secara online harus diperhatikan, dan seluruh areal dalam satu wilayah administrasi, harus tertutup semua baik persil, fasum, fasos dan unsur Geografis.Adv
Bogordaily.net – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, usai menggelar rapat tertutup bersama Komisi VIII DPR, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta menyampaikan bahwa pemerintah akan mengumumkan keputusan penyelenggaraan ibadah haji 1442 H / 2021 M pada Kamis, 3 Juni 2021.
“Tadi bersama seluruh anggota komisi VIII, sudah bicara, mendiskusikan pelaksanaan ibadah, mulai dari A sampai Z. Kita akhirnya berkesimpulan, karena harus ada yang kita tata terlebih dahulu, insya Allah besok siang kami akan umumkan secara resmi di Kantor Kemenag, di Thamrin,” kata Menag, Rabu (2 Juni 2021).
“Nanti undangan kita sampaikan ke kawan-kawan media. Jadi mohon dipahami, sabar sebentar. Sabar itu baik,” ucap Menag di hadapan media.
Menag mengatakan, Kemenag dan Komisi VIII DPR RI sepakat bahwa pengumuman resmi terkait penyelenggaraan ibadah haji ini akan disusun dengan komprehensif agar masyarakat dapat memahami keputusan pemerintah secara utuh.
“Besok akan disampaikan ke publik. Harus ditata agar jangan sampai salah yang disampaikan ke publik, harus benar dan transparan,” tutur Menag.
Hal tersebut juga disampaikan Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto.
“Tadi saya memimpin rapat secara tertutup. Berbicara dari hati ke hati. Besok kami dengan Menag akan mengumumkan tentang pelaksanaan haji tahun ini. Sama, semua sudah kami bahas dari A sampai Z,” ujar Yandri.***
Bogordaily.net – Pc Bhayangkari Polres Bogor mendapat Juara 1 pada Lomba Olahan Kuliner Khas Kabupaten yang diadakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bogor, dalam Rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke-539 Bogor Rabu, 2 Juni 2021.
Adapun perwakilan dari Bhayangkari Polres Bogor yaitu Ny. Ayu Harun Ketua Bhayangkari Cabang Bogor, Ketua Seksi Kebudayaan PC Bhayangkari Bogor, Ny. Elsa Dicky.
Lalu Seksi Kebudayaan PC Bhayangkari Bogor, Ny. Leny Asep dan Ny. Nining Yudi, serta perwakilan anggota Bhayangkari Ranting Jasinga, Ny. Laras Jabal.
Stand Bhayangkari Polres Bogor pada Lomba Olahan Kuliner Khas Kabupaten Bogor diadakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bogor pada Rabu, 2 Juni 2021.(Istimewa/Bogordaily.net)
Ny. Ayu Harun Ketua Bhayangkari Cabang Bogor mengatakan bahwa, mengikuti Lomba Olahan Kuliner Khas Kabupaten Bogor yang diselenggarakan oleh GOW Kabupaten Bogor, merupakan rangka memperingati Hari Jadi Bogor ke-539.
Dalam lomba tersebut, Bhayangkari Polres Bogor membuat olahan kuliner khas Kabupaten Bogor berupa Tumpeng Puding Talas dan Soto Mie Khas Bogor.
Tumpeng Puding Talas dan Soto Mie Khas Bogor pada Lomba Olahan Kuliner Khas Kabupaten Bogor diadakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bogor pada Rabu, 2 Juni 2021.(Istimewa/Bogordaily.net)
Dengan kuliner tersebut, Bhayangkari Polres Bogor meraih gelar juara 1 ditingkat Kabupaten Bogor, dengan total perolehan nilai sebanyak 2080 poin.
Hadir juga pada kegiatan tersebut, Bupati Bogor, Ny. HJ. Ade Munawaroh Yasin, S.H.,M.H. dan Ketua GOW Kabupaten Bogor, Ny. Lilis Hayatun Nafsiah.
Bupati Bogor Ade Yasin saat menilai kuliner pada Lomba Olahan Kuliner Khas Kabupaten Bogor diadakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bogor pada Rabu, 2 Juni 2021.(Istimewa/Bogordaily.net)
Kegiatan ini dilaksanakan di Halaman Pemda Kabupaten Bogor dengan tetap menjaga jarak dan dengan menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19, sesuai petunjuk dari pemerintah.***
Bogordaily.net – Menghentikan beberapa kebiasaan dapat menurunkan resiko terkena serangan jantung. kebiasaan sehari-hari yang terkesan biasa saja tapi sebenarnya dapat membuat perbedaan besar jika bisa dihindari.
Penyakit jantung telah menjadi pembunuh nomor satu di Amerika Serikat dan ini telah terjadi puluhan tahun. Dikutip dari laman Eat This, sebenarnya itu bisa dicegah dengan menghindari hal berikut ini;
Terkadang kita mengabaikan untuk mengecek tekanan darah. Tidak semua orang memiliki inisiatif untuk mengecek tekanan darah secara berkala.
Mengetahui informasi tekanan darah sangat penting. Hipertensi atau tekanan darah yang terlalu tinggi bisa melemahkan dinding pembuluh darah dan juga meningkatkan kemungkinan serangan jantung.
Pengabaian serupa juga kerap terjadi untuk kadar kolesterol. Banyak sekali yang t<span;>idak mengetahui kadar kolesterol dalam tubuhnya.
Seiring dengan bertambahnya usia, tubuh memproduksi lebih banyak kolesterol yang dapat menumpuk di arteri lantas membuat risiko penyakit jantung dan stroke melonjak.
Menurut Asosiasi Jantung Amerika (AHA), mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh meningkatkan kolesterol LDL dalam darah. Sebaiknya menghindarinya dan tidak menyantap jenis makanan seperti daging merah, ayam dengan kulit, mentega, dan keju dalam porsi berlebihan.
Kurangnya olahraga salah satu juga diantara penyebabnya. Singkirkan kemalasan bergerak untuk kondisi tubuh lebih baik.
Pedoman dari AHA, frekuensi olahraga ideal untuk kesehatan jantung adalah 150 menit latihan intensitas sedang selama sepekan atau 75 menit olahraga berat sepekan, ditambah latihan penguatan otot dua kali sepekan.
Berbegai iklan soda dan minuman kemasan yang sangat menarik membuat banyak orang tanpa ragu mengonsumsi minuman yang penuh dengan pemanis.
Terkadang lupa dengan fakta bahwa meminumnya dalam jumlah berlebihan buruk untuk jantung dan rentan menambah berat badan.
Tidak cuma minuman dengan banyak pemanis, makanan yang kaya gula juga perlu dihindari. Saran AHA adalah membatasi gula tambahan hanya sebanyak 150 kalori (sekitar sembilan sendok teh atau 36 gram) setiap hari.
Efek minum alkohol berlebihan tidak cuma di dalam kesadaran, tetapi mengimbas banyak hal. Dampak buruknya bisa memengaruhi liver dan usus.
Terlalu banyak minum alkohol pun meningkatkan tekanan darah dan trigliserida sehingga menaikkan risiko penyakit jantung.
Studi menunjukkan bahwa orang yang minum soda diet berisiko lebih tinggi mengalami sindrom metabolik. Kondisi itu membuat tubuh kesulitan memproses insulin, yang merupakan pendahulu diabetes tipe dua, salah satu faktor risiko terjadinya serangan jantung.
Sebagian besar orang lebih suka mendatangi dokter ketika sudah jatuh sakit atau memiliki gejala tertentu. Mereka malas datang ke dokter hanya untuk berkonsultasi.
Sebenarnya akan lebih efektif jika sejak awal berkonsultasi dengan dokter tentang riwayat kesehatan pribadi dan keluarga untuk mengetahui kesehatan jantung.
Tidur terlalu lama atau berlebihan sama bahayanya dengan kurang tidur. Tinjauan penelitian yang terbit di Journal of American Heart Association mengungkap, tidur lebih dari delapan jam sehari dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Tidur nyenyak selama sembilan jam memberikan risiko dalam jumlah sedang, sementara tidur 11 jam dikaitkan dengan peningkatan hampir 44 persen risiko serangan jantung.
Belum lagi dengan adanya resiko demensia pada mereka yang punya kebiasaan terlelap terlalu lama atau berlebihan.***
Bogordaily.net – Bupati Bogor, Ade Yasin berharap melalui kegiatan Lomba Kuliner Khas Bogor, untuk memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-539 dapat melahirkan kuliner khas Kabupaten Bogor yang dapat dikenal dan menjadi duta dan mewakili Kabupaten Bogor hingga tingkat Nasional.
Itu ditegaskan Bupati Bogor saat membuka kegiatan Lomba Kuliner Khas Bogor dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-539 tahun 2021, di Sekretariat Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Rabu 2 Juni 2021.
Bupati Bogor, Ade Yasin menyatakan, kegiatan Lomba Kuliner Khas Bogor diharapkan dapat menjadi momen untuk melahirkan kuliner khas Kabupaten Bogor, yang dapat mewakili Kabupaten Bogor baik di tingkat daerah bahkan tingkat nasional.
Terlebih Kabupaten Bogor memiliki kekayaan alam dan hasil pertanian yang beraneka ragam seperti talas, singkong, pala dan lainnya.
“Penghasil pala dari Kecamatan Dramaga, ada talas dan singkong juga dari Kabupaten Bogor. Saya ingin melalui kegiatan ini, ke depan Kabupaten Bogor bisa punya kuliner khas dan bisa dikenal di seluruh Indonesia, salah satunya toge goreng, soto Bogor dan es pala, combro dan lainnya,” ujar Bupati Bogor, Ade Yasin.
Menurutnya, untuk mengenalkan kuliner khas Bogor sebaiknya disajikan sebagai jamuan istimewa, dalam berbagai kegiatan sehingga kuliner khas Bogor bisa menjadi duta Kabupaten Bogor.
Lanjut Ade Yasin, beberapa daerah di Indonesia saja punya duta makanan khas seperti, gudeg dari Jogyakarta, pempek dari Palembang, soto Lamongan dari Lamongan dan lainnya.
Bupati Bogor Ade Yasin bersama peserta Lomba Kuliner Khas Bogor dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-539 tahun 2021, di Sekretariat Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Rabu 2 Juni 2021.(Istimewa/Bogordaily.net)
“Kita belum punya oleh-oleh atau makanan khas Kabupaten Bogor. Jadikan momen ini ajang mencari makanan khas Kabupaten Bogor sebagai duta Kabupaten Bogor, agar para pelaku usaha terutama pelaku olahan bisa bersaing dengan daerah lain,” katanya.
“Manfaatkan digitalisasi untuk mengembangkan kuliner agar bisa menjadi makanan kebanggaan Kabupaten Bogor,” tambahnya.
Selanjutnya, Ketua GOW Kabupaten Bogor, Lilis Hayatun Nafsiah mengatakan, kegiatan Lomba Kuliner Khas Bogor selain untuk memperingati HJB ke-539.
Ini sebagai upaya melestarikan kuliner khas Bogor dalam rangka meningkatkan kunjungan wisata di Kabupaten Bogor melalui sajian-sajian kuliner khas Bogor.
“Terimakasih juga kami ucapkan kepada Bupati Bogor, Ade Yasin yang telah mensupport suksesnya kegiatan ini. Kegiatan ini juga kami berharap bisa mendorong terwujudnya Kabupaten Bogor sebagai sport and tourism, melalui makanan khas kebanggaan Kabupaten Bogor,” pungkasnya.***
Bogordaily.net – Rumah Sakit (RS) Azra Kembali melaksanakan Health Talk di Instagram live bertema Pentingnya Deteksi Dini Hipotiroid Pada Bayi Baru Lahir pada Rabu, 2 Juni 2021.
Dengan narasumber Dokter Spesialis Anak di RS Azra dr. Agus Darajat Sp.A, M.Kes dan dipandu oleh Kepala Humas dan Marketing RS Azra dr. Yunesti Nugraheni Tyaswati.
Acara ini berlangsung dari Pukul 13.00 sampai 14.00 WIB membahas mengenai New Born Skrining, yaitu deteksi dini pada bayi baru lahir, terutama bayi bayi yang berisiko.
Menurut dr. Agus Darajat Sp.A, M.Kes pemeriksaan ini bisa mengetahui secara cepat penyakit yang diderita oleh si kecil.
“Pentingnya Pemeriksaan New Born Skrining pada bayi baru lahir karena dengan pemeriksaan ini, kita bisa mengintervensi secepat mungkin penyakit penyakit yg diderita pada bayi baru lahir, sehingga dapat tertangani lebih awal dan outcome terakhirnya adalah bayi akan memiliki kualitas yang baik,” ucapnya.
Lanjutnya, New Born Skrining sendiri pemeriksaannya sangat banyak, untuk saat ini yang sudah dijadikan patokan oleh pemerintah adalah pemeriksaan hipotiroid, yang dilakukan untuk mendeteksi penyakit hipotiroid kongenital.
Pemeriksaan yang lain adalah pemeriksaan enzim G6PD, asam amino, gangguan metabolisme dan lain lain, tapi pada kesempatan kali ini khusus dibahas mengenai pemeriksaan hipotiroid kongenital.
Dokter Spesialis Anak di RS Azra dr. Agus Darajat Sp.A, M.Kes pada Health Talk di Instagram Live bertema Pentingnya Deteksi Dini Hipotiroid Pada Bayi Baru Lahir pada Rabu, 2 Juni 2021.(Istimewa/Bogordaily.net)
Hipotiroid kongenital adalah kelainan bawaan, dimana seorang bayi memiliki kadar tiroid yang rendah (hipotiroid) dan merupakan bawaan dari lahir (kongenital), dan pemeriksaan yang paling disarankan adalah TSH dan G6PD.
Dokter Agus juga menjelaskan kenapa harus mendeteksi dini hipotiroid pada bayi baru lahir.
“Karena bila ada kadar tiroid atau tiroksin yang rendah pada seorang bayi, maka bayi itu akan mengalami gangguan perkembangan mental (retardasi mental), hormon tiroid juga mempengaruhi susunan syaraf pusat dan juga metabolisme yg lain (karbohidrat, lemak, protein dan lainnya), itulah kenapa skrining hipotiroid ini sangat penting,” ungkapnya.
Sejak tahun 2014 dalam Permenkes disebutkan bahwa, tenaga kesehatan diharapkan melakukan skrinning untuk tiroid pada bayi baru lahir.
“Kenapa pemeriksaan ini harus dilakukan secepat mungkin? Pemeriksaan skrining hipotiroid (TSH) ini memiliki golden periode, yang terbaik yaitu 2-3 hari pertama, karena jika dilakukan di hari pertama masih terpengaruh dari hormon ibu,” kata dr Agus.
Bila kurang yakin maka pemeriksaan ini bisa diulang sebelum usia bayi 28 hari dan intervensinya dilakukan sebelum usia bayi 8 minggu, karena bila dilakukan intervensi diatas 8 minggu maka kerusakannnya akan sangat hebat.
Dan jangah khawatir, pemeriksaan ini sudah dapat dilakukan di RS Azra Bogor.
Untuk kasus hipotiroid kongenital biasanya terjadi di daerah daerah tertentu dan pada ibu yang kurang mengkonsumsi iodium, atau bisa juga terjadi pada bayi yang memiliki kelainan kongenital tidak memiliki kelenjar tiroid sehingga tidak bisa memproduksi hormon tiroid.
Kali ini ada sekitar 150 viewers yang terlihat antusias dalam mengajukan pertanyaan ketika sesi tanya jawab dibuka oleh moderator, banyak sekali viewers yang mengajukan pertanyaan.
Pertanyaan yang diajukan oleh penonton seperti, asupan makanan apa saja yang dapat mencegah kekurangan hormon tiroid?
Kata dr Agus, secara umum ibu hamil harus terpenuhi kebutuhan gizi seimbangnya, dan khususnya asupan garam iodium yang cukup.
Kemudian pertanyaan lainnya adalah, apakah yang terjadi bila skrining hipotiroid ini melewati masa golden periode?
dr. Agus Darajat Sp.A, M.Kes menjelaskan terapi dapat tetap dilakukan tapi outcome tidak akan sebagus bila dilakukan lebih awal, beberapa literatur mengatakan bila terapi dilakukan sebelum 8 mgg maka IQ masih bisa diatas 100.
Tetapi, bila terlambat mungkin IQ bisa dibawah itu, artinya makin cepat deteksi dini dan terapi dilakukan maka hasilnya akan lebih bagus.
Dokter juga menambahkan pada bayi-bayi yang lahir dengan hipotiroid kongenital memiliki gejala gejala yg khas, antara lain gerak tidak aktif, susah menetek, kuning cepat, keluhan hernia umbilikalis dan sering terjadi pada bayi dengan down syndrome.
dr. Agus Darajat Sp.A, M.Kes berpraktik di Ra AZRA pada Hari Senin sampai Jumat, Pagi pukul 07.00-11.00 WIB, kemudian dilanjutkan pelayanan vaksin sampai pukul 12.00, dan sore pukul 17.30-20.00 WIB, dan juga membuka poli online pada hari senin sampai Jumat pukul 10.00-12.00 WIB
Health Talk IG Live merupakan adalah salah satu program reguler dari Humas Marketing Rs AZRA bersama PKRS Azra, untuk menginformasikan pentingnya berbudaya sehat hidup sehat di media sosial.Adv
Bogordaily.net – Banyak orang yang semangat belajar agama tetapi mereka kemudian menggunakan penafsirannya sendiri dalam mengambil kesimpulan hukum. Problematika yang dihadapi saat ini dan terkadang justru bertentangan dengan kaidah agama.
Generasi muda di negeri ini cenderung belajar agama Islam secara otodidak akan tetapi tidak memperhatikan metodologi dalam beragama.
Hal tersebut dibahas oleh Dr. Muhammad Sofin Sugito, MA., dalam acara Islam dan Kebangsaan yang ditayangkan di akun youtube BKNP PDI Perjuangan.
Dosen UIN Sultan Hasanudin Serang Banten yang juga merupakan pendakwah tersebut menuturkan bahwa di dalam Islam, agama Islam atau keberagamaan itu haruslah didasarkan dengan ilmu.
Allah SWT sangat menekankan hal tersebut dalam firmannya ” jangan sekali-kali engkau berpendapat dan memberi keputusan tanpa dasar ilmu.”
“Berpendapat atau melakukan tafsir itu memiliki resiko karena nantinya hal tersebut akan diminta pertanggung jawaban oleh3 Allah SWT. Hal tersebut tidak dapat dilakukan tanpa dasar ilmu pengetahuan dengan menjadikan Rasullullah SAW, sebagai mercusuar atau cahaya dalam mendapatkan ilmu pengetahuan. Rasullullah SAW, memiliki murid, ia mewariskan ilmunya kepada muridnya tersebut, kemudian turun hingga ke para ulama,” imbuhnya dalam keterangan persnya yang dikutip dari Republika.CO.
Pengajar Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences menyampaikan bahwa dari ulama, seringkali muncul kaidah-kaidah yang disebut sebagai metodologi agar lebih mudah dipahami dan dapat dipertanggung jawabkan kepada Allah SWT dengan baik.
“Dalam hadis Nabi dinyatakan bahwa Allah yang menghendaki seseorang hamba dengan kebaikan maka ia akan dipintarkan dalam majelis ilmu. Ilmu itu tidak bisa diperoleh kecuali harus belajar dengan guru untuk memperoleh pemahaman tentang. Karena manusia tentu tidak mungkin mempelajari sesuatu dari hal yang kosong, akan tetapi harus dari sumber informasi yakni guru,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pentingnya bersanad atau berguru salah satunya adalah untuk memverifikasi informasi. Sehingga tidak ada kesalahan dalam penafsiran.
Bahkan seorang Presiden Soekarno pun kala itu juga memiliki sanad keilmuan Islam yang jelas dari H.O.S. Cokroaminoto yang pernah berguru dengan Ki Ageng Muhammad Besari dan jika dirunut ke atas merupakan murid Ki Ageng Donopuro yang juga merupakan murid Panembahan Senopati dan seterusnya.
Bahkan dulu Bung Karno setiap ingin mengambil keputusan penting negara juga memohon saran Kyai Hasyim Asy’ari. Sanad keilmuan ini nampak kurang familiar pada generasi muda saat ini.
“Untuk mendalami makna filosofis dan hikmah dalam beribadah dan beragama, wajib hukumnya memiliki guru. Orang yang memiliki transfer misi keguruan itu adalah bagian dari mengokohkan ilmu agama. Kalau tidak ada transfer ilmu pengatahuan maka orang akan semaunya dalam berbicara agama,” tuturnya.
“Seperti belajar agama melalui Youtube, itu sangat dimungkinkan hanya mengetahui dasarnya saja karena terbatas dengan waktu, tema dan lain sebagainya. Keterbatasan ini sangat memungkinkan bagi yang mendengarkan akan salah paham atau paham sedikit kemudian langsung diamalkan, itu sangat berbahaya, karena sejatinya pendalaman perlu dilakukan dengan mulazamah atau bertatap muka dengan guru,” sambungnya.
“Mencari guru yang benar rekam jejaknya dan alur bergurunya jelas hingga dahulu belajar di pondok mana, hukumnya sah dalam Islam. Kalau belajar ilmu agama secara instan maka dipastikan seseorang akan tergelincir dan tidak mendapatkan apa-apa. Oleh karena itu maka harus bersabar untuk mengikuti prosesi yang lama dalam belajar ilmu agama dengan baik dan pada akhirnya seseorang akan dapatkan semuanya,” jelasnya.
“Boleh sebenarnya belajar agama melalui Youtube akan tetapi hal tersebut hanya belajar dasarnya saja, bukan inti, sehingga ketika ingin mendalami ilmu agama tetap harus bertemu gurumu dan pegang metodologinya, karena sesungguhnya apa yang kemudian engkau pelajari ini adalah agama, maka lihat dari siapakah engkau belajar agamamu itu,” pungkasnya.***
Bogordaily.net – Lebih dari setahun, pandemi covid-19 memukul berbagai sendi kehidupan, namun kehidupan harus terus berjalan, sehingga harus terus ada perjuangan untuk keluar dari situasi buruk akibat pandemi.
Roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat harus tetap berjalan, karena itulah di momen Hari Jadi Bogor (HJB) ke-539, 3 Juni 2021, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengajak seluruh warga bangkit dan lebih keras melawan pandemi covid-19.
Tetap terus membangun serta menata Kota Hujan, dengan penerapan ketat protokol kesehatan, berbagai langkah penanganan pandemi Covid-19 digeber.
Peran perangkat daerah dioptimalisasi. Salah satunya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor.
Dalam Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Bogor, BPBD mengambil alih banyak percepatan. Termasuk membangun Rumah Sakit Lapangan Covid-19 Kota Bogor dalam waktu dua pekan.
“Ini untuk mengantisipasi ketersediaan tempat tidur yang sudah melampaui standar yang ditentukan,” ungkap Bima Arya.
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto. (Istimewa/Bogordaily.net)
Lanjutnya, waktu itu penularan Covid-19 sudah sangat darurat. Buktinya, baru beberapa jam operasional, RS lapangan sudah penuh oleh pasien covid.
Rumah Sakit Lapangan bukan langkah akhir penanganan covid. Pemkot juga menyiapkan tempat lain untuk isolasi Orang Tanpa Gejala (OTG) dan persiapan untuk menghadapi situasi terburuk.
Di sisi lain, kampanye protokol kesehatan dilakukan secara masif. Tetapi kampanye saja tidak cukup dan diperlukan langkah yang lebih tegas.
Seperti larangan kerumunan massa, membatasi jam operasional tempat-tempat publik, menjatuhkan sangsi kepada para pelanggar prokes dan memberlakukan kebijakan ganjil genap, untuk mengendalikan mobilitas warga.
“Ganjil Genap diindikasikan berhasil menurunkan potensi kerumunan yang dihasilkan dari pertemuan warga dari luar Kota Bogor menuju Kota Bogor,” ujar Dedie A. Rachim.
Terakhir, muncul ledakan Griya Melati Gerak cepat dan intensitas penanganan kluster perumahan tersebut, membuahkan hasil.
“Alhamdulillah menjelang HJB, dari 95 warga yang terpapar, 54 warga dinyatakan sudah sembuh.
Upaya penanganan pandemi tidak cukup sampai disitu, karena perlu pendekatan multidimensi dan ketahanan keluarga, kami anggap penting,” jelas Bima Arya.
Kemudian Jaring Pengaman Sosial (JPS) hingga vaksinasi terus dikebut. Sejauh ini, Kota Bogor sudah memberi vaksin kepada 150 ribuan sasaran atau setara 18-20 persen.
Pelaksanaan Vaksinasi di Gedung Puri Begawan Kota Bogor. (Istimewa/Bogordaily.net)
Selain itu, Kota Bogor juga terus berikhtiar memberikan bantuan bagi UMKM, insentif pajak dan menciptakan sumber pemasukan baru melalui pembentukan destinasi wisata alam.
Di tengah deraan kasus pandemi covid-19, Pemerintah Kota Bogor tetap menjalankan fungsi pelayanan publik dan pembangunan.
Dalam setahun terakhir tercatat berbagai usaha dinamis yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor, untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.
Berikut beberapa hasil dari dinamika yang terjadi :
Satgas Covid-19 Kota Bogor melakukan langkah-langkah penangan intensif, mencegah penyebaran Corona di perumahan Griya Melati, Kecamatan Bogor Barat.
“Ini masuk sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Waktu itu pernah juga ada hal serupa di wilayah Semplak, hampir mirip seperti ini,” kata Ketua Saatgas Covid – 19 Kota Bogor, Dedie A Rachim.
Atensi khusus dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona tak meluas lagi ke wilayah lain.
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim. (Istimewa/Bogordaily.net)
Penanganan dibantu beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), personel Polresta Bogor Kota dan juga Kodim 0606 untuk memastikan warga tetap terlayani dengan baik.
Mulai dari suplai makanan hingga obat-obatan dan vitamin. Bahkan hingga teknis pembuangan limbah medis disana.
Satpol PP menyiagakan personil, Dinkes menyediakan ambulans, Disperdagin menyediakan mobil kebutuhan sehari-hari.
Dinas Dalduk KB menyediakan personil administrasi, Dinsos menyediakan Mobil Dapur Umum, DLH menyediakan angkutan khusus infeksius, BPBD penyemprotan desinfektan dan penyediaan APD, Diskominfo menyediakan Call Center, dan Dishub menyediakan bus untuk pengangkutan atau evakuasi.
Selain itu, warga tetap bisa mendapatkan asupan kebutuhan sehari-hari tanpa ada mobilitas dari para warga yang terkonfirmasi positif.
Juga sterilisasi di rumah-rumah warga yang terkonfirmasi. Dipisah keluarga yang terkonfirmasi dengan keluarga lain yang tidak.
Dibentuk pula tim khusus untuk menangani tracing kontak erat lanjutan dari awal kasus pandemi covid-19 di perumahan itu.
Sementara, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menambahkan, ada empat personel kepolisian setiap harinya yang melakukan penjagaan di Griya Melati.
Hal itu untuk memperketat pemberlakuan karantina wilayah secara mikro disana.
“Kita jaga 24 jam, mengawasi area ini terutama keluar masuk warga disini. Kita juga akan perketat warga yang belanja online, kita catat semua barang yang masuk, juga warga yang keluar masuk ke wilayah perumahan,” tegas Susatyo.
Di pihak lain, Dandim 0606 Kota Bogor, Kolonel Inf Roby Bulan menyatakan, saat ini ada 15 orang personel TNI yang ikut bergantian menjaga kawasan tersebut.
Selain itu, ada satu unit kendaraan milik Koramil yang disiagakan untuk perbantuan evakuasi.
“Kami juga melakukan penyemprotan desinfektan disana. Tidak hanya di dalam perumahan, tapi juga di luar di sekitar perumahan. Kami ingin memastikan semuanya aman di wilayah itu,” kata Roby.
Ia juga menegaskan, ada beberapa tim yang dibagi untuk siaga 24 jam di Griya Melati. Seperti tim pengawasan, pencegahan, tim dukungan dari dinas terkait, terutama tim kesehatan.
“Ada Koramil, polsek, Pol PP, dan sekuriti serta satgas internal di perumahan tersebut. Saya dalam rapat tadi menyampaikan kita akan evaluasi, jika memang ada warga yang rentan atau bergejala langsung kita evakuasi saja. Jangan sampai dibiarkan di rumah,” tambah Roby.
Pemkot dan juga TNI Polri bekerjasama dengan Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya menyiapkan pasar keliling, yang akan melayani kebutuhan warga Griya Melati yang sedang melakukan isolasi.
Direktur Utama (Dirut) Perumda PPJ, Muzakkir menjelaskan, konsep pasar berjalan ini adalah menyediakan sebagian besar barang-barang yang ada di pasar, dibawa ke perumahan Griya Melati untuk memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhannya.
Pasar Pakuan Jaya siapkan pasar keliling, yang akan melayani kebutuhan warga Griya Melati yang sedang melakukan isolasi mandiri. (Istimewa/Bogordaily.net)
“Jadi sistemnya,masyarakat bisa hubungi kami, mau apa saja. Nanti tinggal kami siapkan pesanannya. Harga secara umum sama dengan yang di pasar, karena ini barang dari pasar dan kami sifatnya hanya membantu membawa ke dalam kompleks ini,” jelas Muzakkir.
2.WTP Ke-5 Diraih Kota Bogor
Pemerintah Kota Bogor kembali meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Barat.
Prestasi tersebut diserahkan Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat Agus Khotib, di Bandung melalui hasil Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2020.
Hasil pemeriksaan diterima langsung Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto.
Dengan hasil ini, berarti untuk kelima kalinya secara berturut-turut sejak tahun 2016, Kota Bogor meraih prestasi yang sama.
“Opini WTP ini merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran laporan keuangan,” kata Bima.
3. Smart City Naik Level
Pemkot Bogor terus berusaha mewujudkan model Smart City yang ideal. Targetnya, indeks penilaian dari sejumlah indikator tahun ini mengalami peningkatan signifikan.
Sejauh ini, Kota Bogor menjadi salah satu 100 Smart City, yang akan mendapatkan penilaian dari seluruh Indonesia.
“Smart City itu memiliki enam dimensi, yaitu smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society, hingga smart environment. Setiap dimensi itu yang akan dinilai dan memang harus ada program-program strategis yang diwujudkan di dalamnya,” papar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Rahmat Hidayat.
Beberapa program startegis menjadi unggulan untuk dinilai pada tahun ini. Perwujudan smart governance telah muncul melalui Mal Pelayanan Publik (MPP), yang memudahkan layanan pemerintah terhadap masyarakat luas.
Sementara itu, smart environment diwujudkan melalui program Botak atau Bogor Tanpa Plastik, yang menyentuh ke sisi lingkungan. Smart branding yang mengusung Kampung Tematik Mulyaharja.
Smart society, diwujudkan dengan aplikasi Sibadra, Smart living, ada pedestrian Kebun Raya Bogor, termasuk panataan Suryakencana dan Pajajaran, yang masih dalam pengerjaan.
Sejauh ini Kota Bogor telah mengantongi indeks penilaian di kisaran 2,97, angka itu lebih tinggi dibanding rata-rata indeks nasional yang hanya 1,98 maupun Jawa Barat di angka 2,6.
4. Kampung Perca, ”Peluru” Bangkit dari Pandemi
Ketua Dekranasda Kota Bogor, Yane Ardian terus berupaya mewujudkan Kampung Perca di tengah pandemi Covid-19.
Ini adalah perjuangan menciptakan sentra industri rumahan, dengan tetap menjaga protokol kesehatan yang ketat di Kelurahan Sindang Sari.
Pandemi Covid-19 telah berakibat meningkatkan jumlah pengangguran di kelurahan itu, sebelumnya tercatat 182 orang pengangguran dan kini menjadi 278 orang.
Kampung Perca di Kelurahan Sindang Sari.(istimewa/Bogordaily.net)
Tak hanya itu, keluarga miskin juga bertambah dari 581 KK menjadi 1.190. Yane meyakini, jika dikerjakan dengan baik, Kampung Perca bisa menjadi ”peluru” atau solusi membantu warga Kota Hujan bangkit dari tekanan ekonomi pandemi Covid-19.
“Ini yang kita siapkan sama-sama,” jelasnya.
Pembangunan Kampung Perca ditujukan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat berdasarkan potensi lokal, mewujudkan kelurahan Sindangsari.
Sebagai pusat produk perca dan destinasi wisata belanja produk perca, serta menjadi salah satu daya ungkit recovery ekonomi Kota Bogor dikala pandemi Covid-19.
5. 16 Jam Ekspedisi Ciliwung Bogor-Jakarta
Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama Komunitas Peduli Ciliwung berhasil menuntaskan ekspedisinya dalam waktu 16 jam dalam pengarungan sungai Ciliwung sepanjang 70 kilometer.
Ekpedisi tersebut menggunakan perahu karet tepat di Hari Pahlawan 10 November 2020 dan Hari Ciliwung 11 November 2020.
Ini bukan sekedar pengarungan, karena ada misi yang ingin disampaikan dalam kegiatan tersebut.
“Kami banyak mencatat, sepanjang perjalanan ada banyak titik pembuangan sampah, pembuangan limbah. Jadi, titik warga yang buang sampah di sungai kami catat,” ujar Bima.
Dari Bogor sampai Depok ada 34 titik pembuangan sampah, jumlahnya kian banyak ketika dari Depok sampai Manggarai, bahkan ratusan.
Kemudian ada limbah yang dibuang langsung ke sungai, kebanyakan pabrik tahu, mayoritas opini selama ini selalu bilang banjir kiriman dari Bogor.
Ini yang perlu diluruskan, seberapa besar kiriman banjir dari Bogor. Seberapa besar penyumbang banjir di Jakarta.
Jika merujuk data, sebagian besar sampah dan limbah lokasinya dari Depok ke Jakarta.
“Kalau dari Bogor sampai Depok vegetasinya masih hijau,” tambahnya.
Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama Komunitas Peduli Ciliwung berhasil menuntaskan ekspedisinya dalam waktu 16 jam dalam pengarungan sungai Ciliwung sepanjang 70 kilometer.(Istimewa/Bogordaily.net)
Menurut Bima, Ciliwung adalah urusan bersama, pekerjaan rumah yang harus dikerjakan dari hulu ke hilir.
Jika tidak serius, atau tidak ada kerjasama antar daerah yang dilintasi Ciliwung, maka yang terjadi adalah masalah yang berulang.
Pengarungan tersebut, diikuti 12 perahu karet berisikan para penggiat lingkungan, seperti Komunitas Peduli Ciliwung dan Satgas Ciliwung serta didukung oleh Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI), dan unit rescue dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
6. Blok F Segera Rampung
Blok F Pasar Kebon Kembang bakal segera bisa dihuni para pedagang, pembangunannya sudah hampir 100 persen.
Persentase itu sudah meliputi berbagai infrastruktur dan sarana disediakan, untuk menampung para pedagang kaki lima (PKL).
Proses transaksi jual beli juga dipastikan sudah bisa dimulai, meskipun masih terbatas di lantai dasar blok tersebut.
Menurut Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, pasar tersebut rencananya akan dibuka pelan-pelan.
Soft launching itu setelah memindahkan para pedagang yang sebelumnya berlokasi di Dewi Sartika yang dan Jalan Nyi Raja Permas.
Dengan pemindahan itu, sekaligus pemkot Bogor mengukuhkan penataan menyeluruh Alun Alun Kota Bogor dan juga Masjid Agung.
7. Mawar-Merdeka Steril PKL
Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Jalan Merdeka hingga Jalan Mawar, Bogor Tengah bakal disterilkan.
Sebanyak 330 PKL bakal dipindahkan ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) Semeru, jalanan di sekitar lokasi itu akan disterilkan dari keberadaan PKL.
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim sudah terjun langsung memantau proses pemindahan para PKL itu.
Targetnya, semua PKL sudah bisa menempati TPS Semeru paling lambat 15 Juni mendatang, sudah sekitar 180 PKL yang mendaftar menempati TPS tersebut, dan sisanya masih akan menyusul sesuai dengan pendataan Perumda PPJ.
8. BORR Urai Macet Sholeh Iskandar
Kelanjutan pembangunan Tol BORR Seksi III A, yang menghubungkan Simpang Yasmin–Simpang Semplak atau Salabenda telah selesai.
Dengan demikian terdapat penambahan jalan tol operasi sepanjang 3,8 Km, yang sebelumnya 7,5 Km menjadi 11,3.
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menjelaskan, kehadiran Tol BORR bermanfaat mengurai kepadatan lalu lintas di Kota Bogor, terutama di Jalan Sholeh Iskandar.
Tol BORR Seksi III A, yang menghubungkan Simpang Yasmin–Simpang Semplak atau Salabenda. (Istimewa/Bogordaily.net)
Memperlancar mobilisasi masyarakat dan ekonomi Bogor sebagai kota penyangga Jakarta.
Ia meminta masyarakat memahami kenaikan tarif tol Borr sebagai konsekuensi atas besarnya investasi, yang digelontorkan untuk pembangunan tol layang di Kota Bogor tersebut.
9. BTS, 75 Bus Siap Mengaspal
Kota Bogor terus menggodok program Buy The Service (BTS) bantuan dari Kementerian Perhubungan.
Sebanyak 75 bus siap mengaspal pada Juli mendatang. Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto memastikan, bus-bus yang akan melalui enam koridor itu sedang disiapkan pemerintah.
Saat ini, pengadaannya sudah masuk dalam tahapan lelang. Jika tak ada kendala, launching transportasi baru itu bisa diagendakan pada pertengahan bulan Juli.
Dia berharap adanya kesadaran warga mau pindah memanfaatkan bus.
“Bukan saja pindah dari angkot, tapi pindah dari mobil pribadi,” jelasnya.
Bima menilai pengadaan bus dengan sistem BTS itu tidak semata-mata pengadaan fisik. Sasarannya juga mengubah kebiasaan masyarakat.
“Jadi ini bukan sekadar pengadaan fisik, tapi membangun kebudayaan baru atau kultur baru. Makanya kita serius sekali. Ini program prioritas ya,” jelasnya.
Program BTS yang akan diaplikasikan di Kota Bogor itu sekaligis akan mengkonversi penggunaan angkot ke bus sebagai transportasi massal. Targetnya, 3 angkot bakal dikonversi menjadi satu bus.
10. Merawat Keberagaman dan Kebersamaan
Kata kunci dari penanganan pandemi menurut Wali Kota Bogor adalah, kekompakan dan kebersamaan diantara seluruh warga masyarakat.
Untuk itu kehidupan bersama diantara berbagai komponen masyarakat harus tetap terjaga secara kondusif.
Dalam hal ini semua pihak perlu memahami dan menyadari, tentang pemberlakuan berbagai kebijakan tanpa menimbulkan kekecewaan.
Dalam kaitan itulah berbagai kegiatan keagamaan, terutama perayaan keagamaan dilakukan secara virtual, dan menerapkan berbagai ketentuan prokes.
Shalat Idul Fitri baru lalu diizinkan dilaksanakan di berbagai masjid dengan penerapan protokol kesehatan, sebagaimana yang sudah berlangsung selam satu tahun terakhir.
Begitupun perayaan Natal tahun 2020 dan Paskah, berlangsung secara virtual, pun demikian dengan perayaan Waisak beberapa waktu lalu.
Bahkan Perayaan Cap Go Meh, yang biasanya sangat meriah, kali ini berlangsung secara virtual.
Kemeriahan lain seperti Festival Merah Putih yang berlangsung untuk memperingati Hari Proklamasi RI, juga tertunda karena agenda kegiatan ini dilaksanakan secara virtual.
Sama seperti agenda kegiatan lain dalam rangka peringatan HUT RI.
Demikian pula dengan peringatan Hari Jadi Bogor ke 539 tahun ini, seluruh agenda dlakukan secara virtual dan secara teratas dengan menerapkan prokes yang sudah ditetapkan.
Kebijakan pembatasan seluruh aktivitas keagamaan, kebudayaan dan politik serta olahraga, memang perlu dimaklumi bersama.
Permakluman dan sikap penrimaan inilah sejatinya adalah semangat kebersamaan yang terpelihara di tengah kebegaragaman.
Semoga ini bisa menjadi modal kuat untuk bersama-sama keluar dari tekanan pandemi covid-19.***
Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto dan Wakil Wali Kota Dedie A Rachim mendampingi Ketua umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama kader Partai Demokrat mengunjungi Kampung Labirin, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu 2 Juni 2021.
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan, dirinya bersama istrinya Annisa Pohan sangat senang bisa berkunjung ke Kampung Labirin, yang berada di Tengah Kota Bogor.
“Saya apresiasi. Ini bentuk leadership keinginan kuat dari Wali Kota, dukungan warga yang ingin kampung yang punya daya tarik wisata dan jadi percontohan. Saya sampaikan ke kader Demokrat, ini harus jadi model kampung di tempat lain,” kata AHY saat mengunjungi Kampung Labirin.
AHY menambahkan, ini menarik, walaupun padat, antar RT dekat tetapi tertata baik. Warganya juga ramah, menyapa rombongan dengan senyum.
Ketua umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyapa warga Kampung Labirin, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu 2 Juni 2021.(Istimewa/Bogordaily.net)
“Kami juga apreasiasi kreatifitas warganya. Disana kami disuhukan performa budaya, bahkan anak-anak mainkan angklung dan tari-tarian,” ucapnya.
“Kita juga perlu kembangkan UMKMnya. Ada emping jengkol, kopi hingga laksa. Saya harap makin berkembang dan maju. Masyarakatnya juga sejahtera,” tambahnya.
Selain itu, AHY mengucapkan, selamat Hari Jadi Bogor (HJB) yang ke 539, usia yang panjang.
“Saya berharap Bogor dari waktu ke waktu semakin menjadi Kota yang sejahtera masyarakatnya, bahagia, rukun, aman, toleran, harmonis dan maju,” harapnya.
Sambung AHY, pembangunan dilakukan tentu dengan tujuan mensejahterakan manusianya, dibawah kepemimpinan Wali Kota Bogor Bima Arya dan semua elemen, yang memiliki otoritas dan kewenangan untuk memimpin dan mengelola Kota Bogor
“Ini mudah-mudahan sukses semuanya dan menjadi Kota kebanggaan kita semua,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengungkapkan, dulu bersama AHY modelnya diskusi, atau ranahnya diskusi, sekarang masing masing praktek.
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto dan Wakil Wali Kota Dedie A Rachim mendampingi Ketua umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama istrinya Annisa Pohan, dan kader Partai Demokrat foto bersama anak-anak pemain angklung di Kampung Labirin, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu 2 Juni 2021.(Istimewa/Bogordaily.net)
“Jadi saya tau mas AHY ini sangat konsen sama inovasi anak muda, UMKM, kebudayaan, nah inilah yang dulu kita diskusikan selalu, ya sekarang sudah kita lakukan bersama sama,” ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya.
Bima Arya berharap, AHY kedepannya bisa terus membumikan gagasan-gagasan yang sering didiskusikan dulu, baik partainya maupun diposisi apapun nantinya.
“Dan saya berharap mas AHY ini mengemban tanggungjawab besar lagi untuk bangsa dan negara. Secara pribadi saya mensupport mas AHU, pion politik, walaupun apa yang terjadi saya pribadi akan mensupport,” tandasnya.***