Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 7295

Inalilahi, Ustaz Tengku Zulkarnain Tutup Usia

Bogordaily.net – Ustaz Tengku Zulkarnain meninggal dunia. Dikabarkan dia meninggal setelah dinyatakan positif Corona atau COVID-19.

“Benar, ustaz sudah meninggal dunia. Baru saja 1 menit setelah selesai azan Magrib,” kata Direktur Corporate Communication RS Tabrani, Ian Machyar, Senin 10 Mei 2021.

Tengku Ustaz Tengku Zulkarnain dirawat sejak 2 Mei 2021 karena positif Corona. Dia dirawat di RS Tabrani Pekanbaru.

“Beliau masuk ke RS kita tanggal 2 Mei. Kita berkewajiban siapa saja yang masuk untuk ditangani. Itu sudah jelas perintah Gubernur, kita rumah sakit yang ditunjuk sebagai RS rujukan. Kita lakukan yang terbaik untuk dirawat,” kata Direktur Corporate Communication RS Tabrani, Ian Machyar, kepada wartawan, Senin 10 Mei 2021.

Dia mengatakan Tengku Zulkarnain dalam kondisi stabil saat pertama kali masuk di RS. Menurutnya, Tengku Zulkarnain tidak memiliki penyakit lain.

“Waktu masuk kondisinya positif saja, kesehatan stabil. Tidak ada sakit lain,” katanya.

Tengku Zulkarnain dinyatakan terpapar COVID setelah melakukan swab PCR di RS Tabrani. Saat itu, dia berencana pulang ke Medan, Sumatera Utara.

“Beliau rencana besoknya mau pulang ke Medan. Ketahuan positif karena swab mau pulang ke Medan. Jadi swab untuk perjalanan,” kata Ian.

Ian menyebut kesehatan Tengku Zulkarnain dalam kondisi stabil. Tengku Zulkarnain dirawat di ICU.

“Sekarang dalam pengawasan dokter yang berwenang. Dirawat di ruang ICU dan kami terus memantau. Tidak ada sakit penyerta, hanya positif saja,” kata Ian.

“Keluarga ada di sini dari Medan dan Pekanbaru, jadi yang positif hanya sendiri. Yang perlu digarisbawahi, masuk tanggal 2 Mei bukan tanggal 6 Mei. Bukan melanggar mudik, karena mudik tanggal 6 Mei dilarang. Ini hari ke-8 Mei dirawat,” katanya lagi.

Dukung Vaksinasi Massal Perpusnas, Sekjen Kemenkes Kantongi Piagam Penghargaan

0

Bogordaily.net – Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI drg. Oscar Primadi, menerima piagam penghargaan dari Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Drs. Muhammad Syarif Bando, di Auditorium Perpusnas, Jakarta Pusat, Senin 10 Mei 2021.

Penghargaan piagam penghargaan tersebut diberikan atas dukungannya dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi pegawai di lingkungan Perpusnas.

Target pegawai sebanyak 1.052 orang yang menerima vaksinasi. Pelaksanaan vaksinasi ini dilakukan dengan keterlibatan dari RS Kartika Pulomas, Puskesmas Kecamatan Senen, dan Kecamatan Kelurahan Kenari atas pengawasan dari Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kemenkes.

“Pemberian vaksin Covid-19 tahap kedua ini bagian dari upaya bersama berkenaan dengan instruksi bapak presiden agar semua aparat sipil negara terutama pelayan publik mendapatkan vaksinasi,” ujarnya.

Usai mendapatkan vaksinasi Covid-19, ia mengimbau kepada seluruh pegawai Perpusnas tetap disiplin menerapkan potokol kesehatan.

Kemudian Sekjen Oscar mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi tersebut karena ikut berpartisipasi dalam membentuk kekebalan seseorang agar terhindar dari virus SARS-CoV-2.

“Covid-19 ini memang harus kita kendalikan. Penyakit ini akan terjadi penularan yang cukup tinggi di saat kita harus berinteraksi dengan satu yang lain, apalagi pada saat mobilitas penduduk itu bergerak,” kata Oscar.

Untuk mencapai kekebalan kelompok terhadap Covid-19, 70 persen dari seluruh penduduk harus diberikan vaksinasi. Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 telah dilaksanakan sejak tanggal 13 Januari 2021 dengan target sasaran 181,5 juta orang.

Pelaksanaan  dilakukan secara bertahap dan direncanakan dapat selesai dalam waktu 300 hari. Pada tahap pertama, telah dilaksanakan vaksinasi Covid-19 kepada tenaga kesehatan dengan target sasaran 1,46 juta, yang sudah mencapai hampir 98 persen untuk vaksinasi dosis pertama dan sekitar 82 persen untuk dosis kedua

Dan saat ini adalah pelaksanaan vaksinasi tahap kedua yang menyasar Lansia dan Pekerja Publik.

“Memang bukan pekerjaan yang mudah untuk menuntaskan dengan cepat pelaksanaan vaksinasi tahap kedua dengan target 17,3 juta petugas publik dan 21,5 juta lansia, apalagi dengan dinamika tantangan di lapangan,” ucapnya.

“Tetapi, proses ini harus terus kita jalankan dan terus berupaya seoptimal mungkin agar pelaksanaannya selesai sesuai target waktu yang ditentukan,” sambungnya.

Hasil pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Perpustakaan Nasional yang dilaksanakan pada 10 dan 12 April 2021 lalu telah berhasil dilaksanakan.

“Jumlah sasaran keseluruhan ada 1.281 pegawai dan berhasil divaksin sebanyak 1.052 pegawai dengan vaksin multidose biofarma,” tuturnya.

Belum divaksin ada 229 pegawai. Kendala-kendala yang dilalui, dapat dicari solusinya sehingga menjadi pembelajaran agar lebih baik lagi pada pelaksanaan dosis kedua.

“Saya berharap, pada pelaksanaan untuk dosis kedua ini yang hanya dilakukan untuk pegawai yang telah mendapatkan vaksinasi tahap satu juga berjalan lancar dan berhasil sesuai dengan yang kita harapkan,” harapnya.

“Tetap patuhi protokol kesehatan selama pelaksanaan dan sesudah pelaksanaan vaksinasi massal ini, melalui 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” tambahnya.

Karena seperti yang diketahui, efek manfaat vaksinasi baru akan dirasakan beberapa waktu setelah penyuntikan dosis kedua. Jadi, jangan abai terhadap protokol kesehatan meskipun sudah dilaksanakan vaksinasi.

Untuk sasaran yang belum bisa dilaksanakan vaksinasi/mengalami tunda, semoga untuk penjadwalan berikutnya sudah siap untuk dilakukan vaksinasi.

Sehingga pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Perpustakaan benar-benar tuntas untuk semua target sasaran.***

Vaksinasi Massal di Kota Bogor Dihentikan Sementara

0
Bogordaily.net – Selama seminggu ke depan saat Lebaran, proses vaksinasi massal di Kota Bogor dihentikan sementara pada Senin 10 Mei 2021.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno.
Penghentian vaksinasi massal dilakukan dengan alasan butuh banyak orang, selain itu lokasi digelarnya vaksinasi massal juga libur.
Vaksinasi massal akan dimulai kembali usai lebaran, namun, proses vaksinasi di berbagai puskesmas dan rumah sakit tetap berlangsung saat ini.
“Untuk seminggu ke depan vaksinasi massal kita dihentikan atau off dulu. Kita mulai lagi nanti setelah Lebaran. Namun di fasilitas kesehatan, di 25 Puskesmas, 21 rumah sakit buka tiap hari dengan sasaran 100 orang per hari masih dilakukan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno.
Kemudian Retno menyatakan untuk pelaksanaan vaksinasi tahap dua dengan kategori pelayan publik, sudah mencapai 80 persen.
Sementara vaksinasi untuk kategori lanjut usia sudah mencapai 37 persen.
Meski jumlah cakupan vaksinasi lansia masih di bawah 50 persen, Retno menyebut angka itu tertinggi di kota/kabupaten se-Jawa Barat yang rata-rata masih di bawah 30 persen.
“Pencapaian 37 persen tapi itu termasuk paling tinggi di Jawa Barat, dibandingkan Kota-kota atau wilayah lain,” katanya.
Sedangkan, para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah se-Kota Bogor, hampir seluruhnya menerima vaksin Covid-19 secara lengkap.
Sri Nowo Retno menyampaikan, sekitar 3.000 guru pada pekan lalu sudah menerima vaksin, di pusat perbelanjaan di Boxies 123 Mall dan Lippo Plaza Ekalokasari.
“Jadi memang belum semuanya datang sesuai yang kita jadwalkan. Sebanyak 90 persen sudah vaksin dosis pertama. Yang 80 persen itu sudah selesai dosis pertama dosis kedua,” ungkapnya.***

Vaksinasi Massal di Kota Bogor Dihentikan Sementara

Bogordaily.net – Selama seminggu ke depan pasca Idul Fitri, proses vaksinasi massal di Kota Bogor dihentikan sementara. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno, Senin 10 Mei 2021.

Penghentian vaksinasi massal dilakukan dengan alasan butuh banyak orang. Selain itu, lokasi digelarnya vaksinasi massal juga libur.

Vaksinasi massal di Kota Bogor akan dimulai kembali usai Lebaran. Namun, proses vaksinasi di berbagai puskesmas dan rumah sakit tetap berlangsung saat ini.

“Untuk seminggu ke depan vaksinasi massal kita off dulu. Kita mulai lagi nanti setelah Lebaran. Namun di fasilitas kesehatan, di 25 Puskesmas, 21 rumah sakit buka tiap hari dengan sasaran 100 orang per hari masih dilakukan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno.

Kemudian Retno menyatakan untuk pelaksanaan vaksinasi tahap dua dengan kategori pelayan publik, sudah mencapai 80 persen. Sementara vaksinasi untuk kategori lanjut usia sudah mencapai 37 persen.

Meski jumlah cakupan vaksinasi lansia masih di bawah 50 persen, Retno menyebut angka itu tertinggi di kota/kabupaten se-Jawa Barat yang rata-rata masih di bawah 30 persen.

“Pencapaian 37 persen tapi itu termasuk paling tinggi di Jawa Barat dibandingkan Kota-kota atau wilayah lain,” katanya.

Sedangkan, para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah se Kota Bogor hampir seluruhnya menerima vaksin Covid-19 secara lengkap.

Sri Nowo Retno menyampaikan, sekitar 3.000 guru pada pekan lalu sudah menerima vaksin di pusat perbelanjaan di Boxies 123 Mall dan Lippo Plaza Ekalokasari.

“Jadi memang belum semuanya datang sesuai yang kita jadwalkan. Sebanyal 90 persen sudah vaksin dosis pertama. Yang 80 persen itu sudah selesai dosis pertama dosis kedua,” ungkapnya.***

 

 

Bupati Bogor Minta Mall dan Pasar Tradisional Terus Diawasi

Bogordaily.net – Mencegah terjadinya potensi kerumunan di pusat perbelanjaan seperti mall dan pasar tradisional, Bupati Bogor, Ade Yasin menegaskan pihaknya akan terus mengawasi. Hal tersebut dikatakannya saat melakukan wawancara dengan Kompas TV secara live di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Senin 10 Mei 2021.

“Memang mall dan pasar akhir-akhir ini semakin ramai menjelang lebaran, tetapi sebetulnya kami sudah mengeluarkan instruksi untuk pusat perbelanjaan itu, berupa pembatasan 50 persen, termasuk juga rumah-rumah makan, dan wajib bermasker,” ujar Bupati Bogor, Ade Yasin.

“Petugas di depan harus mengawasi, berapa orang dalam satu hari tempat tersebut mampu menampung pengunjung. Kalau sudah memenuhi kapasitas 50 persen harusnya pintu ditutup,” tambahnya.

Kemudian Ade Yasin menambahkan, nanti akan mengadakan sidak untuk melihat kepatuhan dari mall-mall tersebut. Tetapi memang yang paling sulit itu bukan di mall, tapi di pasar-pasar tradisional.

Ade menyebut, pasar tradisional pintu banyak, maka di pasar-pasar disediakan satgas-satgas dari pihak pengelola pasar. Meski demikian memang sulit menahan masyarakat yang ingin belanja untuk persiapan lebaran.

“Saya menghimbau sekali lagi kepada para petugas, kalau memang kondisinya sulit untuk ditahan, sebaiknya dilaksanakan juga operasi masker. Jadi solusinya yang tidak bermasker, diberikan masker oleh petugas atau tidak boleh masuk pasar, hal itu dilakukan di beberapa titik yang menjadi pintu masuk,” katanya.

Selanjutnya Ade menjelaskan, Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak mall dan pengelola pasar. Ada yang namanya satgas internal, satgas yang dibentuk oleh pemilik tenant-tenant tersebut. Satgas Covid-19 hanya mengawasi atau monitoring.

“Mereka harus siap, kita perbandingkan juga berapa pengunjung yang masuk, berapa satgas yang harus mengawal, sehingga tidak terjadi kerumunan,” ucapnya.

Lanjut Ade Yasin, Mereka keliling membawa pengeras suara dan menghimbau harus ada jaga jarak. Jadi kalau penuh harus dikeluarkan sebagian agar ada jaga jarak, ini cukup efektif.

Kebetulan, di Kabupaten Bogor ini kan sedikit mall nya, jadi tidak butuh petugas terlalu banyak.

“Kami pun berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bogor, karena kebetulan penduduk kabupaten belanja di Kota, dan penduduk Kota belanja di Kabupaten. Jadi komunikasi yang intens terus kita lakukan dengan Walikota Bogor, kita saling menjaga,” ungkapnya.**

Disnaker : Ada Enam Perusahaan Mengangsur THR

Bogordaily.net – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bogor, Zaenal Ashari mencatat ada enam perusahaan yang mengangsur pembayaran tunjangan hari raya (THR) kepada pegawainya.
Menurutnya, enam perusahaan yang bergerak di bidang industri tersebut dibolehkan membayar THR dengan cara mengangsur, lantaran sudah mengantongi restu dari para pegawai yang diwakili oleh masing-masing serikat pekerja.
“Sampai Jumat kemarin sudah ada enam perusahaan yang lapor akan mengangsur bayar THR ke pegawainya,” ujar Kepala Disnaker Kabupaten Bogor, Zaenal Ashari di Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin 10 Mei 2021.
Selanjutnya Zaenal menjelaskan, perusahaan tersebut membuat kesepakatan dengan pegawai, salah satunya yaitu memberi bonus 5 persen, karena telat membayarkan THR di waktu yang sudah ditentukan, yakni tujuh hari sebelum Idul Fitri.
“Ada perusahaan yang yang membuat kesepakatan dengan pegawainya membayar THR 60 persen dulu, kemudian nanti 45 persen setelah lebaran, dilebihkan 5 persen, itu sah-sah saja asalkan mereka sepakat,” jelasnya.
Kendati demikian, Zaenal belum menerima aduan langsung dari para pegawai di Kabupaten Bogor, terkait THR meski telah membuka layanan pengaduan di Kantor Disnaker, Cibinong, Kabupaten Bogor.
“Belum ada aduan (dari pegawai), kita buka layanan pengaduan di kantor (Disnaker) khusus soal THR, kemudian secara hotline juga 24 jam,” ungkapnya.***

Tips Memilih Hand Sanitizer yang Aman Bagi Kulit

0

Bogordaily.net – Menjaga higienitas secara ketat menjadi kebutuhan utama selama pandemi, penggunaan sanitizer menjadi kebutuhan untuk perlindungan diri, terutama jika fasilitas mencuci tangan sulit ditemukan.

Selain itu, penggunaan sanitizer juga berguna untuk menjaga kebersihan barang-barang di sekitar, agar terhindar dari berbagai virus dan bakteri.

Kendati demikian, laporan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan kelamin Indonesia (Perdoski) menunjukkan, ada efek samping yang sering muncul akibat penggunaan hand sanitizer berbasis alkohol medis secara berulang.

Sesuai rekomendasi World Health Organization (WHO), kadar alkohol dalam sanitizer minimum 60% agar efektif membasmi virus dan bakteri.

Kandungan alkohol medis tinggi ini berpotensi merusak sel kulit, dan memperlambat proses regenerasi kulit, efeknya, penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan kulit dan iritasi.

dr. Kardiana Purnama Dewi, Sp.KK yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) menambahkan, mencuci tangan selama 20 detik dengan air mengalir dan sabun menjadi cara paling efektif untuk membunuh virus Covid-19.

“Tapi ketika fasilitas air bersih sulit ditemukan, penggunaan hand sanitizer cukup efektif dan disarankan, selama mengandung bahan aktif yang terbukti mampu membunuh virus dan bakteri. Apalagi, data kepatuhan orang Indonesia mencuci tangan hanya 75%, jadi hand sanitizer bisa membantu untuk proteksi diri,” ujar dr. Kardiana.

Dr. Kardiana juga memberikan tips agar masyarakat memilih pembersih tangan, yang mengandung bahan desinfektan yang tepat.

Jika menggunakan bahan berbasis alkohol maka kandungan minimalnya 60% dan dapat menggunakan kandungan berbahan natural yang mengandung pelembab, agar kulit higienis namun tidak mudah kering.

Salah satu produk yang mengklaim bisa menjaga kebersihan sekaligus merawat kulit yakni Marina Natural Anti Bacterial Hand Sanitizer.

Produk ini menggunakan 73% natural alkohol atau alkohol alami, yang efektif membunuh virus dan bakteri tanpa menyebabkan iritasi kulit.

Produk hand sanitizer ini juga mengandung eucalyptus oil dan aloe vera, untuk menjaga kelembutan kulit, dan bersertifikat halal.

“Karena menggunakan alkohol alami, produk Marina Natural Anti Bacterial Hand Sanitizer efektif membunuh kuman & virus tanpa menyebabkan iritasi kulit. Kemampuannya membunuh virus telah terbukti dari uji laboratorium,” ujar Melani D. Astuti, GM Communication & Content Marina.

Artis ternama sekaligus Brand Ambassador Marina, Alyssa Daguise, mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk mencintai diri sendiri.

Saling mendukung dan menjaga dalam kampanye #MarinaHandsOn #NaturalLindungiCantikmu, dalam rangka merayakan World Hand Hygiene Day.

“Masa pandemi tidak menyurutkan padatnya aktivitas saya. Saya memilih untuk menggunakan Marina Natural Anti Bacterial Hand Sanitizer karena berbasis natural alkohol yang bisa merawat,” ujar Alyssa Daguise.***

Bupati Imbau Warga Luar Bogor Tahan Diri Tidak Berwisata Ke Kabupaten Bogor 

0
Bogordaily.net – Bupati Bogor, Ade Yasin menghimbau kepada masyarakat khususnya dari luar Bogor, agar menahan diri untuk tidak berwisata ke Kabupaten Bogor.
Hal tersebut dikatakannya saat melakukan wawancara dengan Kompas TV secara live, di Pendopo Bupati Bogor pada Senin 10 Mei 2021.
Menurutnya, percuma masuk Bogor untuk berwisata pada tanggal larangan mudik, pasti diputarbalikan.
Kemudian Ade Yasin menjelaskan, saat masa larangan mudik tanggal 6 sampai 17 Mei 2021, membuat pemkab mengatakan warga luar tidak berwisata ke kabupaten, walaupun tempat wisata tetap buka dengan protokol kesehatan yang ketat.
Pemudik yang datang dari luar Kota pasti kena penyekatan, karena penyekatan itu dilakukan di 8 titik batas wilayah termasuk Jakarta.
Jadi secara otomatis mereka tidak akan bisa masuk, karena dijaga selama 24 jam dan 3 shift oleh petugas supaya tidak bocor masuk ke Bogor.
“Tetapi wisata boleh dilakukan pada zona non merah itupun hanya bagi warga lokal saja, dengan protokol kesehatan yang ketat dan diawasi oleh Satgas Covid-19,” ujar Bupati Bogor, Ade Yasin.
“Untuk masuk tempat wisata harus ada surat bebas Covid hasil Rapid Antigen, yang berlaku satu hari dan swab test yang berlaku tiga hari,” tambahnya.
Kemudian, lanjut Ade, setelah masa larangan mudik pun, Pemkab tetap lakukan pengetatan, yang mau menginap di hotel itu dipersiapkan surat-suratnya.
“Bagi yang sudah ada surat vaksin, tidak perlu pakai surat rapid Antigen atau tes swab,” katanya.
Selama libur lebaran ini, Tim gabungan TNI/Polri, Satpol PP, Dishub, Dinkes termasuk Dinas Pariwisata, dan lain-lain akan terus memantau kondisi di lapangan.***

Jelang Hari Raya Idul Fitri, DPD PAN Kabupaten Bogor Santuni Anak Yatim

Bogordaily.net – Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 H, DPD PAN Kabupaten Bogor menggelar santunan anak yatim di Kantor DPD PAN Kabupaten Bogor, Jalan Tegar Beriman Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor, Jumat 7 Mei 2021.

Ketua DPD PAN Kabupaten Bogor, Arif Abdi mengatakan, pada kesempatan tersebut pihaknya memberikan santunan sebanyak 20 bingkisan berupa bingkisan lebaran dan uang kepada anak yatim.

“Kegiatan ini merupakan suatu bukti bahwa PAN Kabupaten Bogor selalu peduli terhadap sesama. Di bulan biasa saja kami sering melakukan bakti sosial, apalagi di bulan Ramadhan,” ujar Arif Abdi saat dihubungi Bogordaily.net, Minggu 9 Mei 2021.

Arif mengungkapkan, acara santunan anak yatim tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, untuk mencegah penularan Covid-19.

“Kita harus patuhi aturan pemerintah, jadi saat memberikan santunan, anak yatim-nya kita batasi,” ungkapnya.

Pria yang juga Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Bogor itu, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut menginisiasi kegiatan santunan ini.

Selain itu, ia berharap santunan bingkisan untuk anak yatim yang diberikannya dapat memotiviasi agar kader PAN lainnya senantiasa berkarya serta berguna bagi masyarakat.

“Mari kita jadikan pertemuan ini sebagai momentum memperkuat tali persaudaraan dan membudayakan sikap gotong royong dengan menunjukan rasa saling peduli serta mengasihi,” ungkapnya.***

 

PAC Bogor Barat dan Sapma Kota Bogor Bagikan 1000 Takjil

1

Bogordaily.net – Pemuda Pancasila (PP) PAC Bogor Barat dan Sapma Kota Bogor bagikan 1000 takjil, di lampu merah Yasmin pada hari Minggu 9 Mei 2021.

Pada acara tersebut, Pemuda Pancasila PAC Bogor Barat, dan Sapma Kota Bogor membagikan takjil sekitar kurang lebih 1000 takjil kepada masyarakat sekitar.

Kegiatan yang dilakukan merupakan bentuk kegiatan sosial, yang dilakukan untuk membantu serta berbagi kepada masyarakat, di bulan suci ramadhan 1422 H.

Pembagian takjil ini dibagikan kepada supir angkutan, ojol, dan masyarakat sekitar yang ada di lampu merah yasmin.

1000 takjil
Pembagian 1000 takjil oleh Pemuda Pancasila (PP) PAC Bogor Barat dan Sapma Kota Bogor, di lampu merah Yasmin pada hari Minggu 9 Mei 2021.(Istimewa/Bogordaily.net)

Ketua ranting PP Semplak Kecamatan Bogor Barat, Ilham Setiawan mengungkapkan, kegiatan berbagi takjil ini sudah dilakukan hampir 1 bulan dari awal ramadhan.

“Berbagi takjil hari ini merupakan kegiatan minggu terakhir berbagi, di bulan ramadhan ini” ujarnya.

Kegiatan Ini terlaksana dengan adanya iuran dana, yang dikumpulkan bersama dari Pemuda Pancasila Kota Bogor.

Ilham mengatakan, ke depan nya Pemuda Pancasila akan terus melakukan kegiatan kegiatan sosial yang akan membantu masyarakat sekitar.

“Sudah seharusnya kodrat kita sebagai manusia saling membantu satu sama lain” ucapnya.

Dengan adanya kegiatan ini, ia berharap ke depannya bisa terus berlanjut, dan tidak hanya di bulan ramadhan saja.Adv