Thursday, 23 April 2026
Home Blog Page 7517

Dalam Sepekan 10 pasien Covid-19 di Kota Bogor Meninggal

0

Bogordaily.net – Dalam sepekan terakhir sebanyak 10 orang pasien positif Covid-19 di Kota Bogor meninggal.

Data tersebut berarti ada penurunan penurunan jumlah meninggal dunia pasien Covid-19 yang sebelumnya berjumlah 13 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, mengatakan, pasien poisitif yang meninggal umumnya dengan gejala berat dan memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbid menahun.

Kemudian penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Bogor pada Sabtu 27 Februari, ada sebanyak 101 kasus, sehingga akumulasi kasus positif seluruhnya menjadi 11.961 kasus.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor, Bima Arya, pada Rabu 17 Februari 2021, mengatakan, penularan covid-19 di Bogor saat di dominasi dari klaster keluarga dan klaster luar kota.

“Artinya, warga yang memiliki mobilitas ke luar kota atau masuk ke Bogor, dapat menulari keluarga dan membuat kasus klaster keluarga meningkat, sehingga kuncinya menekan mobilitas warga,” tegasnya.

Menurut Bima Arya, orang berusia lanjut atau lansia berusia 70 tahun ke atas, umumnya adalah orang-orang yang pergaulannya hanya di rumah dan lingkungan sekitar.

“Kalau mereka tertular covid-19, ada anggota keluarga atau pendatang yang memiliki mobilitas keluar kota atau dari luar kota yang kemungkinan besar menularkannya,” jelasnya.

Berikut rincian data pasien Meninggal dalam dua pekan ini:

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, mencatat ada dua pasien positif Covid-19 yang meninggal pada Sabtu 27 Februari 2021.

Kemudian, pada Selasa 22 Februari 2021, tercatat ada 8 pasien positif Covid-19 yang meninggal.

Lalu pada 23 Februari 2021, tercatat ada dua orang yang meninggal, di Minggu 21 Februari 2021 ada 3 orang.

Sementara pada pekan sebelumnya tercatat ada 13 pasien positif Covid-19 meninggal.

Pada Selasa, 16 Februari 2021 tercatat yang meninggal positif Covid-19 ada tiga orang.

Kemudian Rabu, 17 Februari 2021 tercatat yang meninggal positif Covid-19 ada dua orang.

Selanjutnya, Kamis, 18 Februari 2021 tercatat yang meninggal positif Covid-19 ada satu orang.

Hari Jumat 19 Februari 2021 tercatat yang meninggal positif Covid-19 ada empat orang.

Sementara, Sabtu 20 Februari 2021 tercatat yang meninggal positif Covid-19 ada tiga orang.***

Turun, Pelanggar Ganjil Genap Bogor Hari Minggu Ini 6.313 Pengendara

0

Bogordaily.net – Jumlah pelanggar aturan ganjil genap Kota Bogor menurun berjumlah 6.313 kendaraan pada Minggu, 28 Februari 2021.

Menurut data Kepolisian Resor (Polres) Bogor Kota terdapat 2.372 unit kendaraan mobil atau roda empat yang melanggar.

Sementara jumlah pelanggar menggunakan kendaraan motor atau roda dua sebanyak 3.581 unit.

Namun, jumlah kendaraan yang diberi sanksi teguran mencapai 488 kendaraan mobil dan 494 kendaraan motor.

Kapala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor (Polres) Bogor Kota Kompol Andriyanto dalam keterangan tertulisnya menyebut data operasi ganjil genap Kota Bogor kali ini memang begitu adanya.

“Demikian dilaporkan, terima kasih,” tulisnya.

Sebelumnya, Sabtu, 27 Februari 2021, Sebanyak 7.933 kendaraan motor maupun mobil diputar balik dalam operasi ganjil genpa Kota Bogor, Sabtu, 27 Februari 2021.

Terdapat 4.655 kendaraan motor dan 3.278 mobil yang terjaring.

Jumlah kendaraan pelanggar tersebut merupakan hasil operasi dari pukul 9.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Dari ribuan yang melanggar, hanya ada 60 pengendara yang dikenakan sanksi sosial dan 3 orang sanksi adminitratif.

Sementara sisanya, kendaraan motor maupun mobil yang terjaring hanya dicegat dan diputar balik sesuai arah asal datang.***

PDAM Tirta Pakuan Atasi Masalah Hilangnya Air Sebanyak 40 Persen

0

Bogordaily.net – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor atasi masalah hilangnya air , berda­sarkan hasil perhitunganya mencapai 35 hingga 40 persen di zona 1.

Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan, Ardani Yusuf, mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah memaksi­malkan pemasangan Distrik Meter Area (DMA) yang bisa memetakan titik kebocoran pipa.

”Tahun ini kita fokus mem­perbaiki kehilangan air di zona 1, kehilangannya mencapai 35 sampai 40 persen. Nah, ini sedang kita fokuskan karena ada DMA yang sudah terbangun. Ini nantinya bermanfaat ka­rena kita bisa me­metakan keboco­ran,” beber Ardani dikutip dari pojokbogor.

Selain masalah kebocoran, Ardani juga menerangkan ka­lau distribusi air ke zona 1 ma­sih jauh dari kata cukup. Sehingga perlu ada skema khu­sus agar pelayanan dan distri­busi air tetap terjaga.

Sebab, saat ini di zona 1 ada 19 ribu jaringan air yang perlu dialiri. Sedangkan kemampuan Pe­rumda Tirta Pakuan baru be­rada di 160 liter air per detik.

Sehingga terdapat kekurangan 75 liter air per detik, jika ingin memenuhi standar pelayanan.

”Kita rencana menambah 20 sampai 25 liter per detik untuk membantu zona 1 dan akan mengurangi wilayah pelayanan dari zona 1 mel­alui Katulampa, tapi itu se­dang kita evaluasi. Artinya, dengan mengurangi beban zona 1 dan ditambah beban Katulampa, maka untuk mengejar 75 L/detik bisa terpenuhi,” pungkasnya. Adv

Besok 150 Wartawan Bogor Mulai Ikut Vaksinasi Covid-19

Bogordaily.net – Sebanyak 150 wartawan akan mulai ikut vaksinasi Covid-19 oleh Pemerintah Kota Bogor, Senin, 28 Februari 2021.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan mulai melakukan Vaksinasi Covid-19 tahap kedua kepada pekerja  pelayanan publik, sampai wartawan.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno menuturkan, setelah pemkot menerima 7.730 ampul (vial) minggu lalu, vaksinasi akan mulai dilakukan pada Senin 1 Maret 2021.
Sebelum Vaksinasi disarankan para penerima vaksin tetap menjaga kondisi kesehatan supaya tidak mengalami efek samping berlebihan.
Retno mengatakan, bila dihitung jumlah vaksin yang diterima, maka sasaran vaksin tahap dua kali ini berjumlah 34.785 untuk dua kali suntik, adapun yang mendapat prioritas yakni pekerja pelayanan publik.
“Ada 12 kategori yang menerima vaksin tahap dua, di antaranya TNI-Polri, ASN dan non-ASN di Pemkot Bogor, DPRD, guru, tokoh agama, pedagang, pelaku wisata, hingga wartawan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno.
Mengenai rencananya, sekitar 150 pekerja media yang berada di lingkungan Bogor akan menerima vaksin pada Selasa 9 Maret 2021, bertempat di Puri Begawan, Kota Bogor.
ia menambahkan yang perlu diperhatikan sebelum vaksinasi yakni penerima vaksin harus menjaga kesehatan agar prima ketika menerima vaksin.
Kemudian Wartawan yang kadang abai terhadap kesehatan, Retno mengingatkan, agar sebelum vaksin wartawan bisa istirahat yang cukup, makan teratur, dan hindari stress.
“Sebaiknya menjaga kondisi fit dan sehat sebelum divaksin. Jangan begadang, jangan lupa sarapan, hindari kopi dan stress berlebihan,” tegasnya.
Efek samping ringan seperti pegal atau demam setelah vaksin, kata Retno, bisa saja terjadi, itu pertanda vaksin tengah bekerja. Hanya saja, yang perlu dihindari seperti efek samping yang berlebihan seperti kejang-kejang hingga demam tinggi.***

Pemerintah Target 5.000 Vaksinasi Covid-19 Lansia Surabaya Dalam Dua Hari

0
Bogordaily.netPemerintah Surabaya mengejar vaksinasi Covid-19 bagi Lansia pada Selasa 23 Februari 2021 dengan target 5.000 orang dalam dua hari.
Vaksinasi ribuan Lansia itu dilaksanakan di Gedung Olahraga dan Serba Guna Samator, Surabaya pada Minggu, 28 Februari 2021 hingga Senin, 1 Maret 2021.
Kegiatan ini adalah yang pertama di Surabaya dengan dibantu partisipasi swasta yaitu Samator Group.
Pelaksanaan vaksinasi tersebut dihadiri oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa.
Pemerintah Surabaya mendapatkan jatah vaksin 12.480 vial yang dikirim secara bertahap. Setiap vial dapat digunakan untuk 10 orang.
Vaksinasi Lansia di Surabaya menyasar 45.400 orang. Sampai saat ini pemerintah daerah masih melakukan pendataan Lansia yang akan menerima vaksinasi.
Menkes Budi mengatakan vaksinasi Covid-19 perlu dukungan dari berbagai kalangan. Secara nasional sebanyak 21 juta Lansia yang terdata untuk divaksinasi.
“Nah untuk bisa menyuntik Lansia yang jumlahnya sekitar 21 juta ini sampai akhir Juni kita perlu banyak dukungan di masyarakat agar program pemerintah ini berjalan lancar,” katanya.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua ini targetnya ada 38 juta orang dengan 76 juta suntikan sampai akhir Juni. Lansia menjadi salah satu kelompok yang diprioritaskan karena termasuk orang-orang yang berisiko tinggi kalau tertular virus SARS-CoV-2.
Menkes mengaharapkan vaksinasi massal di Surabaya ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain.
“Vaksinasi ini mudah-mudahan bisa jadi contoh untuk teman-teman di daerah lain yang memang memiliki resources, memiliki akses untuk mengajak teman-teman Lansia ini untuk segera divaksinasi agar mereka bisa segera terlindungi dari Covid-19,” tutur Menkes Budi.
Menkes pun mengapresiasi gerak cepat Gubernur Jawa Timur Khofifah dalam melaksanakan vaksinasi Covid-19. Kendalanya saat ini adalah suply vaksin yang masih terbatas karena vaksin tersebut dibutuhkan oleh negara lain.
Namun demikian, Indonesia sudah mendapatkan pasokan vaksin lebih dulu dan sudah memulai vaksinasi Covid-19.
“Masalahnya ada di suply vaksinnya karena rebutan di seluruh dunia. Banyak negara yang belum kebagian vaksin, negara besar seperti Australia dan Jepang baru akan mulai vaksinasi Covid-19. Kita bersyukur kita sudah dapat vaksinnya, namun karena populasi kita banyak jadi disuntiknya bertahap,” ungkap Menkes Budi.***

Turunkan 70 Persen Penyebaran Covid-19, Ganjil Genap Bogor Justru Akan Dievaluasi

Bogordaily.netWali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menyatakan akan mengevaluasi kembali pemberlakuan Kebijakan Operasi ganjil genap di daerahnya, meskipun berhasil menurunkan 70 persen penyebaran Covid-19.Bahan evaluasi adalah dampak terhadap sektor ekonomi masyarakat dan kesiapsiagaan petugas di lapangan.

“Alhamdulillah sekarang terus turun, sudah sempat di angka 70 per hari ini, tren yang tidak pernah terjadi selama pandemi Covid-19, mudah-mudahan bisa kita jaga,” ujar Wali Kota Bogor, Bima.

Bima Arya menyampaikan, rapat evaluasi akan dimulai Senin, 1 Maret 2021.

“Jadi, sektor ekonomi yang kami perhatikan. Masukan dari Pansus Penanganan Covid-19 Kota Bogor, pertama harus dipikirkan sektor ekonomi dan kedua petugas di lapangan tetap lakukan tugasnya dengan baik,” katanya.

Sebagai informasi, Pemerintah Kota Bogor mengklaim bahwa pemberlakuan ganjil genap sejak satu bulan lalu, tepatnya awal Februari 2021 telah menurunkan penyebaran Covid-19.
Hasilnya, aturan ganjil genap diperpanjang, yang semula hanya 2 minggu, kini telah berjalan 4 minggu.

Namun, untuk melanjutkan aturan tersebut, Pemerintah Kota Bogor menyatakan mesti melakukan evaluasi terhadap sektor ekonomi dan petugas di lapangan.

Capaian, pemberlakuan Kebijakan Operasi Ganjil-Genap di Kota Bogor pada Sabtu 27 Februari 2021, tercatat sebanyak 7.933 kendaraan berpelat genap masih melanggar.

Ribuan kendaraan itu diputar balik petugas dan 60 pengendara dikenai sanksi sosial, sementara 3 orang denda administrasi.

Aturan yang dimulai pukul 09:00 WIB sampai pukul 18:00 WIB itu masih dianggap efektif karena dapat mencegat ribuan kendaraan dengan tujuan kurang mendesak pada akhir pekan. Sehingga, penyebaran Covid-19 pun bisa dicegah.

Kepala Bagian Operasional Polresta Bogor Kota Kompol Prasetyo Purbo mengatakan operasi Ganjil-Genap ditujukan untuk mereduksi massa yang masuk ke Kota Bogor sekaligus pencegahan kerumunan.

Lanjut Prasetyo, sebanyak 7.933 kendaraan terjaring yang terdiri dari kendaraan roda empat sebanyak 3.278 dan 4.655 sepeda motor.

Sementara ada 60 orang dikenakan sanksi sosial dan 3 orang dikenakan sanksi administrasi.

“Penerapan ganjil genap juga menerapkan skala prioritas di mana aktivitas masyarakat dalam bekerja, transportasi publik, sembako serta elemen Satgas Covid-19, dan nakes masih dapat beraktivitas normal,” jelasnya.

Kemudian, hari Minggu, 28 Februari 2021, kendaraan berpelat nomor ganjil yang tidak diizinkan melewati atau masuk ke wilayah Kota Bogor.***

Nurdin Abdullah Bantah Korupsi, KPK Ungkap Pertemuan dan Perintahnya Kepada ER

0
Bogordaily.net Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah yang membantah korupsi proyek infrastruktur di Daerah Bulukumba. Namun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap tersangka pernah mengadakan pertemuan dan perintah kepada ER.Tersangka Nurdin Abdullah mengelak sangkaan korupsi yang dilakukannya dengan cara menyebut dirinya tidak tahu apa-apa.

“Saya ikhlas menjalani proses hukum. Karena memang kemarin itu kita nggak tau apa-apa,” kata Nurdin Abdulllah, mengelak dari sangkaan korupsi, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu, 28 Februari 2021.

Sementara, Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers, Minggu, 28 Februari dini hari mengungkap Nurdin Abdullah, ER dan penyuap Direktur PT. APB, AS sempat mengadakan pertemuan.

Di dalam pertemuan itu, Nurdin Abdullah menyetujui AS sebagai pemegang proyek infrastruktur Wisata Bira 2021.

Firli menyebut, sejak bulan Februari 2021, telah ada komunikasi aktif antara AS dengan ER sebagai representatif sekaligus orang kepercayaan NA.

Hal itu untuk memastikan agar AS mendapatkan kembali yang diinginkannya di tahun 2021.

Dalam beberapa komunikasi, diduga ada tawar menawar keuntungan atau ‘fee’ untuk penentuan masing-masing proyek yang nantinya akan dikerjaan oleh AS.

Pada sekitar awal Februari 2021, ketika Nurdin Abdullah sedang ada di Bulukumba bertemu dengan AS dan juga ER yang telah mendapatkan proyek pekerjaan Wisata Birah.

Nurdin Abdullah menyampaikan kepada ER bahwa kelanjutan proyek Wisata Birah akan kembali dikerjakan oleh AS.

Kemudian ia memberikan persetujuan dan memerintahkan IR untuk segera melakukan pembuatan dokumen detail engineering design (DED) yang akan dilelang melalui APBD tahun  2022.

Di samping itu, kata Firli, pada akhir Februari 2021 ketika IR bertemu dengan Nurdin Abdullah, disampaikan bahwa fee proyek yang dikerjakan oleh AS di Bulukumba sudah diberikan kepada pihak lain.

Dikatakan Firli, meskipun begitu, Nurdin mengatakan kepada ER agar operasionalnya tetap dibantu AS

“Yang penting kebutuhan operasional NA tetap bisa dibantu oleh AS,” ungkap Firli.

Atas rangkaian komunikasi itu, AS pada Jumat, 26 Februari 2021 diduga menyerahkan uang sebesar Rp2 miilar kepada Nurdin Abdullah melalui ER.

Kemudian, pada malam harinya, Nurdin, ER, AS dan 3 orang lainnya kena OTT KPK.

Hanya saja, kata Firli, KPK berkeyakinan menetapkan hanya 3 tersangka. Yakni Nurdin Abdullah, ER dan AS.

Setelah konferensi pers itu, Nurdin Abdulllah mebantahan melakukan tindak pidana korupsi , kemudian ditanggapi Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri yang mengatakan bantahan dari Nurdin adalah hal biasa yang dilakukan tersangka korupsi.

“Tersangka membantah hal biasa dan itu hak yang bersangkutan. Kami tegaskan, KPK telah memiliki bukti yang kuat menurut hukum terkait dugaan tindak pidana korupsi dimaksud,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

Ali Fikri berharap, semua pihak termasuk para tersangka bisa kooperatif terhadap jalannya penyelidikan kasus korupsi Nurdin Abdulllah dan kawan-kawannya itu.

“Kami harap para tersangka dan pihak-pihak lain yang nanti kami panggil dan diperiksa dalam perkara ini agar kooperatif menerangkan fakta-fakta sebenarnya yang mereka ketahui di hadapan penyidik,” ujar Ali.***

Kolaborasi Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dengan Penyuap AS Dimulai dari Ini

0

Bogordaily.net – Kolaborasi Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dengan Direktur APB berinisial AS dimuai dari proyek jalan di Bulukumba pada tahun 2019.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri saat konferesi pers kasus Penangkapan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah pada Sabtu, 27 Februari 2021.

Dikutip Bogordaily.net dari Channel Youtube KPK, Firli mengurai deretan kerja sama yang pernah dijalin Nurdin selaku Gubernur dengan AS selaku kontraktor.

AS telah mengerjakan beberapa proyek, di Sulawesi Selatan di antaranya, peningkatan ruas Jalan Palangpang Monte Monto Lempangan di Kabupaten Sinjay, Bulukumba pada tahun 2019.

Kolaborasi pertama NA dengan AS atas proyek itu melalui dana Anggaran Khusus (DAK) tahun anggaran 2019 sebesar Rp28, 9 miliar.

Berikutnya pembangunan ruas Jalan Palangpang Monte Monto Lempangan tahun 2020 senilai Rp15, 7 miliar.

Kemudian, pembangunan ruas Jalan Palangpang Monte Monto Lempangan satu paket APBD Provinsi Sulawesi Selatan dengan nilai Rp19 miliar.

Lalu pembangunan jalan pedestrian dan penerangan jalan Wisata dana bantuan keuangan Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2020 kepada Kabupaten Bulukumba dengan nilai proyek Rp20 miliar.

Ditambah ehabilitasi jalan parkiran 1 dan parkiran 2 kawasan wisata Birah Anggaran bantuan keuangan Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2020 kepada Kabupaten Bulukumba dengan nilai proyek Rp7,1 miliar.

Selanjutnya, Nurdin Abdullah dan AS apes setelah ada laporan warga ke KPK terkait rencana transaksi suap untuk proyek infrastruktur jalan pada tahun 2021.

“Berdasarkan keterangan saksi dan bukti yang cukup maka KPK berkeyakinan bahwa tersangka dalam perkara ini sebanyak 3 orang,” kata Firli.

Pertama, kata dia, sebagai penerima, yaitu Gubernur Sulawesi Selatan, NA dan IR. Kedua sebagai pemberi adalah AS

Kepada NA dan ER disangkakan melanggar pasal 12 huruf a dan pasal 12 huruf B atau pasal 11 dan pasal 12 huruf B besar Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sebagaimana telah diubah menjadi Undang-Undang tahun 2021 atas perubahan Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Junto nomor 55 ayat 11 KUHP.

Sedangkan sebagai pemberi AS disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b.

Atau pasal 13 Undang-Undang 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi.

Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang tahun 2021 Junto pasal 5 ayat 11 KUHP.

Para tersangka itu dilakukan penahanan  selama 20 hari terhitung Sabtu, 27 Februari 2021.

“NA akan ditahan di rutan Cabang Pomdam Jaya Guntur KPK. ER ditahan di rutan Cabang Kavling 1 KPK. Sementara AS ditahan di rumah Merah Putih KPK,” ujar Firli.

Sebagai Informasi, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK atas dugaan korupsi proyek infrastruktur anggaran 2021 untuk wilayah Bulukumba pada Jumat, 26 Februari 2021 bersama 5 orang lainnya.***

Modus Korupsi Rp2 Miliar Nurdin Abdullah Dibocorkan Warga

0

Bogordaily.net – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengungkapkan modus korupsi dana infrastruktur sebesar Rp2 miliar Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah pertama kali dibocorkan warga ke lembaga rasuah tersebut.

Melalui laporan wargalah, KPK berhasil membuntuti Direktur APB, bernisial AS hingga bertemu dengan kepercayaan Nurdin Abdullah, IR.

IR yang merupakan Sekretaris Dinas di Provinsi Sulawesi Selatan yang diminta Nurdin Abdullah untuk bertransaksi dengan AS.

Pada pukul 20.40 WIB, AS bersama IF sopir ER menuju ke rumah makan di Makassar. Sesampainya di rumah makan tersebut telah ada ER yang sudah menunggu.

Dengan beriringan, kata Firli IF mengemudikan mobil milik ER, sedangkan AS dan ER bersama-sama dalam satu mobil milik AS menuju ke Jalan Hassanudin Makassar.

Dalam perjalan tersebut, AS menyerahkan beberapa proposal tentang beberapa proyek pengerjaan infrastruktur yang ada di Kabupaten Sinjay Sulawesi Selatan tahun anggaran 2021 kepada ER.

Sekitar pukul 21.00 WIB, IF mengambil koper yang diduga berisi uang ada yang di mobil AS yang selanjutnya dipindahkan ke bagasi mobil milik ER di Jalan Hasssanudin.

Pada pukul 23.00 WITA, AS diamankan saat perjalanan menuju Bulukumba, sedangkan pukul 00.00 WITA, ER beserta yang dalam koper berisi sejumlah uang Rp2 miliar turut disita dari rumah dinasnya.

Pada sekitar pukul 2.00 WITA, sodara NA juga diamankan oleh KPK dari rumah jabatan dinas Gubernur Sulawesi Selatan.

Ternyata, diungkap juga Firli, AS Direktur APB telah lama kenal baik dengsn sodara NA yang berkeinginan mendapatkan beberapa proyek infrastruktur di Sulawesi Selatan tahun 2021.

AS sebelumnya telah mengerjakan beberapa proyek, di Sulawesi Selatan di antaranya, peningkatan ruas Jalan Palangpang Monte Monto Lempangan di Kabupaten Sinjay, Bulukumba.

Dana Anggaran Khusus (DAK) tahun anggaran 2019 sebesar Rp28, 9 miliar, berikutnya pembangunan ruas Jalan Palangpang Monte Monto Lempangan tahun 2020.***

Dari Pada Kena Tegur Aturan Ganjil Genap, Catat Imbauan Polresta Bogor Minggu Ini

Bogordaily.net – Kepolisian Resor (Polres) Bogor Kota mengimbau masyarakat memerhatikan aturan ganjil genap yang masih berlaku pada Minggu, 28 Februari 2021.

Dalam unggahan di akun Twitter @PolresBogorKota, pada Sabtu, 28 Februari 2021, diingatkan bahwa hari ini yang boleh melintas hanya pelat genap sesuai tanggal.

Tetapi, aturan itu berlaku pada pukul 9.00-18.00 WIB. Sebelum itu, pagi maupun setelahnya malam hari, kendaraan ganjil atau genap bebas melintas tanpa perlu was-was.

Sebab, ganjil genap Kota Bogor diberlakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas kendaraan di jam padat aktivitas masyarakat.

Polres Bogor Kota terus menyeru, bahwa pemerintah bersama Satgas Covid-19 berusaha menekan angka penyebaran virus tersebut melalui ganjil genap.

Alasannya, karena wilayah Bogor paling rentan terhadap penyebaran Covid-19 dari ibu Kota Jakarta dan sekitarnya.

“Kota Bogor kembali menerapkan Sistem Ganjil Genap, dimana pada hari Minggu (28/2) ini kendaraan yang bisa melintas adalah kendaraan dengan Plat Nomor Belakang Genap.

Bagi pemilik kendaraan dengan Plat Nomor Belakang Ganjil bila tidak ada keperluan mendesak agar tetap #dirumahaja,” tulis akun @PolresBogorKota.

Sebagai informasi, pada Sabtu, 27 Februari total kendaraan yang terjaring operasi ganjil genap Kota Bogor mencapai 7.933 kendaraan motor maupun mobil.

Kebanyakan pengendara diminta diputar balik.

Menurut data Kepolisian Resor (Polres) Bogor Kota terdapat 4.655 kendaraan motor dan 3.278 mobil yang terjaring.

Jumlah kendaraan pelanggar tersebut merupakan hasil operasi dari pukul 9.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Dari ribuan yang melanggar, hanya ada 60 pengendara yang dikenakan sanksi sosial dan 3 orang sanksi adminitratif.

Sementara sisanya, kendaraan motor maupun mobil yang terjaring hanya dicegat dan diputar balik sesuai arah asal datang.***