Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 7567

Pemerintah Kota Bogor Mengawal Masa PPKM

0

Bogordaily.net–  Pemerintah Kota Bogor memperpanjamg masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 8 Februari 2021. Keputusan memperpanjang PPKM sudah ditentukan pemerintah pusat, sehingga Pemerintah Kota Bogor mengambil langkah serupa berdasarkan Surat edaran Nomor 440/410- Huk.Ham.

Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bogor, Alma Wiranta menyatakan kebijakan tersebut merupakan amanat dari Instruksi Mendagri Nomor 2 Tahun 2021. “Kota Bogor mengeluarkan 7 poin dan secara khusus untuk kegiatan operasional di pusat perbelanjaan/mall diperkenankan sampai dengan pukul 20.00 WIB, hal tersebut tentunya tetap dengan penerapan protokol kesehatan,” jelasnya.

Untuk itu Pemerintah Kota Bogor konsisten mengawal penerapan PPKM. Tim pemburu pelanggar PPKM misalnya, tetap berkeliling kota. Sejak perpanjangan diberlakukan, mereka terus melakukan razia. Seperti yang dilakukan pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari lalu, pasukan gabungan tersebut, mendatangi sejumlah lokasi.

Sikap konsisten ditunjukan, karena seperti ucap Wali Kota Bogor, Bima Arya, “Ini perang, kita tidak boleh kalah perang, kalau warganya jenuh, Wali Kota, Kadis, Camat, Lurah, Polri, TNI tidak boleh jenuh. Kalau pemimpinnya menyerah apalagi warganya.”

Dilihatnya saat ini ada kondisi yang ironis. Di satu sisi jumlah penderita covid-19 semakin melonjak, tetapi di sisi lain kepedulian warga semakin turun. Oleh karenanya kekalahan harus dihindari dengan menekan jumlah penderita dan rumah sakit tidak sampai kolaps, serta vaksin berhasil dan dapat menurunkan angka positif dan terjadi nol kasus dengan stabil

Dari hasil salah satu razia yang dilakukan, tercatat delapan tempat usaha mendapatkan penindakan. Bahkan, dua diantaranya langsung disegel. Kepala Bidang Penegakkan Perda pada Satpol PP Kota Bogor, Asep Setia Permana mengatakan, semua usaha itu adalah cafe yang ada di kawasan Jalan Pemuda, Jalan Ahmad Yani, Semeru, Pajajaran Indah, hingga Tajur.

“Ada yang didenda karena melanggar kapasitas pengunjung senilai Rp250 ribu sampai Rp500 ribu. Ada juga yang hanya dilakukan peneguran,” kata Asep Setia Permana.

Sedangkan dua tempat usaha yang disegel, karena mereka melanggar jam operasional yang sudah ditetapkan sebelumnya. Patroli dimulai dari pukul 19.00 WIB hingga 02.00 WIB dini hari. “Selain tempat usaha, kami juga temukan pelanggar protokol kesehatan karena tidak memakai masker. Ada sembilan orang yang kami kenakan sanksi sosial,” tutup Asep.

Petugas gabungan Tim Pemburu Pelanggar PPKM itu terdiri dari Satpol PP, TNI dan Polri. “Ada 80 personel yang dikerahkan dalam operasi kali ini,” tambah Paur Humas Polresta Bogor Kota, Iptu Rachmat Gumilar.

Pelaksanaan PPKM tetap dievaluasi. Seperti evaluasi terhadap penutupan Jalan Jenderal Sudirman, yang kini diberlakukan kebijakan buka tutup secara situasional. “Hasil evaluasinya, selama dilakukan kebijakan itu, situasi kondisi di Jenderal Sudirman kondusif alias tidak ada kerumunan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Eko Prabowo.

“Jika muncul kerumunan, petugas akan bergerak dan turun untuk menutup ruas jalan. Di dalamnya pun akan turun tim pemburu pelanggaran Protokol Kesehatan menyisir kerumunan,” lanjutnya. Kebijakan ini menurutnya, tidak hanya berlaku di Jalan Sudirman saja, melainkan di jalan lainnya jika memang terdapat kerumunan akan dilakukan penutupan.

Sementara itu Polresta Bogor Kota membentuk Polisi RW satgas Covid. Sebanyak 619 personil kepolisian akan diterjunkan ke 797 RW. “Kepolisian akan turun langsung ke lapangan untuk melawan dan berjuang untuk menekan tingginya angka covid-19. Ini agar klaster-klaster keluarga di pemukiman dapat ditekan,” kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro.

Selain mengawal pemberlakuan ketentuan, di masa PPKM ini Pemerintah Kota Bogor juga terus melakukan ikhtiar lain. Rumah Sakit Lapangan telah dioperasikan di kawasan GOR Pajajaran. Pemberian vaksin tahap pertama, khususnya terhadap para tenaga kesehatan, telah dilaksanakan terhadap 2.263 orang. Sementara itu pemberian vaksin tahap kedua sudah siap setelah Pemerintah Kota Bogor menerima kembali vaksin sebanyak 9.160 dosis.

Upaya lain, mendorong rumah sakit-rumah sakit swasta menambah kapasitas ruang isolasi. Rumah sakit swata didorong untuk mengkonversi 35 persen tempat tidur rawat inap mereka menjadi tempat tidur isolasi pasien covid-19. Dengan demikian, rumah sakit swasta yang berjumlah 21, telah mengkontribusi tambahan 782 tempat tidur bagi pasien isolasi.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim membenarkan, pihaknya telah meminta rumah sakit swasta berkolaborasi. “Betul. Kami telah meminta mereka untuk memodifikasi ruang di masing-masing RS agar menjadi ruang bertekanan negatif dan menambah kapasitas untuk rawat pasien covid-19, termasuk ICU dan ICCU khusus covid-19.” Dukungan lain tentu dibutuhkan, khususnya dari seluruh warga masyarakat dengan berdisiplin menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti arahan pemerintah. Semoga dengan begitu, pandemi ini bisa teratasi. (Advertorial)

Musrembang Kecamatan Cibungbulang Dihujani Interupsi Kepala Desa!

BOGOR DAILY – Musrembang tingkat kecamatan di Kecamatan Cibungbulang, Kamis (28/1/21) dihujani interupsi para kepala desa.

Musrembang itu juga untuk mengurai persoalan-persoalan di tiap desa dan rencana pembangunan di tahun depan.

Interupsi para kepala desa itu untuk mengupas usulan-usulan yang selama ini digodok di tingkat desa.

Dengan diadakannya kegiatan Musrembang itu persoalan tingkat desa bisa didiskusikan di tingkat kecamatan.

Kepala Desa Dukuh Irpan mengatakan, dia bersama empat desa lainnya yakni, Desa Galuga, Desa Dukuh, Desa Cijujung dan Desa Ciaruteun Ilir, sudah sepakat mengusulkan Gedung Puskesmas yang layak dan dilengkapi ruang inap.

“Namun, saat usulan itu diajukan., pihak dinas beralasan kekurangan tenaga medis,” ujarnya.

Ketua Paguyuban Kepala Desa Cibungbulang pun angkat bicara terkait musrembang itu.

Dia berharap kecamatan memiliki masterplan. Intinya mengetahui titik-titik permasalahan di Kecamatan Cibungbulang jangan sampai usulan-usulan yang diajukan desa dianggap normatif.

Dia berharap usulan desa bisa terealisasi.

“Kami akan mendorong pihak kecamatan memiliki masterplan agar bisa memilah mana yang menjadi skala prioritas dan bukan prioritas,” ujarnya.***

Ini 4 Strategi Baru Ade Yasin Tangani Pandemi

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Ade Yasin menyampaikan 4 strategi baru untuk menangani pandemi Covid-19 di Kabupaten Bogor setelah refocusing anggaran di tahun 2021. Keempat strategi baru itu meliputi penyelamatan masyarakat yang terancam COVID-19, masyarakat sehat dan terkonfirmasi positif tanpa gejala (OTG), masyarakat terkonfirmasi positif bergejala, serta pasien positif yang meninggal dunia karena COVID-19 baik di rumah sakit maupun di rumah.

“Seiring dengan terus meningkatnya kasus COVID-19, maka pemerintah daerah saat ini fokus pada penanganan empat hal,” ungkap Ade Yasin usai pencanangan vaksinasi Covid-19 perdana di Puskesmas Cimandala, Sukaraja, Bogor, Kamis 28 Januari 2021.

Ade Yasin juga menyebutkan bahwa klaster penyelamatan masyarakat yang terancam Covid-19 dilakukan dengan cara pengalokasian anggaran untuk sosialisasi pencegahan dan vaksinasi.

Selanjutnya, ia meneruskan, klaster penanganan masyarakat sehat dan terkonfirmasi positif tanpa gejala, dilakukan dengan penyediaan pusat isolasi dan penyediaan fasilitas pendukung untuk masyarakat isolasi mandiri.

“Pusat isolasi sudah tersedia di Kemang dan Megamendung. Untuk isolasi mandiri Pemkab. Bogor akan mengoptimalkan krisis center 24 jam, relawan pendamping, hingga ambulans untuk pasien jika membutuhkan penanganan medis,” tuturnya.

Ia menyebutkan, pada klaster penanganan masyarakat terkonfirmasi positif bergejala terdapat tiga langkah, yaitu menambah ruang ICU dan perawatan di RSUD dan RS swasta, meningkatkan status puskesmas untuk penanganan COVID-19, serta mengoptimalkan layanan gawat darurat.

Tidak hanya itu, klaster penanganan pasien positif yang meninggal dunia di rumah yaitu pembentukan tim khusus pengurusan jenazah, serta pengangkutan jenazah dari rumah menuju pemakaman.***

Netizen Gugup, Wajah Ju Kyung Jerawatan

0

Bogordaily.net – Akhirnya drama korea True Beauty Episode 13 tayang pada Rabu 27 Januari 2021. Penayangan perdana itu, membuat banyak netizen gugup, melihat wajah asli Ju Kyung jerawatan. Hal itu terungkap dalam adegan saat dia berada di sekolah.

Drama yang diadaptasi dari serial Webtoon Populer dengan judul “The Secret of Angel (True Beauty)” karya Yaongyi (Kim Nayoung), menceritakan tentang seorang gadis SMA bernama Lim Ju Kyung yang diperankan oleh Moon Gayoung.

Lim Ju Kyung yang merupakan seorang gadis SMA menyembunyikan wajahnya yang berjerawat, ia tidak percaya diri dengan penampilannya sampai pada akhirnya dia mengenal kosmetik.

Make-up memberikan kekuatan kepada Ju Kyung yang membuatnya semakin percaya diri menjalani kehidupannya di sekolah.

Penampilan Ju Kyung berbanding terbalik antara di sekolah dan di rumahnya, hanya ada satu lelaki yang mengetahui identitas dirinya yaitu Suho yang diperakan oleh Cha Eunwoo.

Drama ini berhasil menarik perhatian netizen dikarenakan adanya kisah cinta segitiga antara Ju kyung, Suho dan juga Han Seo Joon yang diperankan oleh Hwang Inyeop.

Ramainya episode 13 yang baru tayang membuat penonton resah karena wajah asli Ju kyung saat ia dibully terungkap di sekolahnya, dan membuat teman teman disekolahnya kaget dan menjauh.

“Aduhhh #TrueBeautyep13 bikin cry abis, udah gitu dibikin gemes dong sama Suho yg usaha banget ngehibur Ju kyung, dibikin semangat biar pede Jukyungnya, eh akhirnya manis,” tulis akun @ameliadmy di twitter.

Adapun netizen yang was-was dengan endingnya, karena dipreview episode 14 Suho akan pergi ke Jepang meninggalkan Ju kyung.

“HAPPY ENDING PLIS Suho Jukyung jangan samain kek di webtoon, ku kira gaada adegan suho pergi ke jepang!Menuju episode akhir malah bikin sedih scene yang sama kayak di webtoon muncul #TrueBeautyEp13 #SUHO #TrueBeauty,” tulis akun @ExolLma.

Drama yang akan selesai dengan 3 episode ini, masih membuat netizen bingung dengan endingnya. Akankah Ju Kyung bahagia dengan Suho? Atau dengan Seo Joon yang selalu ada?

Vaksin Terbatas, Ade Yasin Minta Masyarakat Bersabar

0

Bogordaily.net – Ketersedian vaksin terbatas, Bupati Bogor Ade Yasin meminta supaya masyarakat Kabupaten Bogor bersabar menunggu bagian untuk divaksinasi Virus Corona. Saat ini pemberian vaksin masih tahap pertama untuk tenaga kesehatan (Nakes) dan tokoh di Kabupaten Bogor.

Disampaikan bupati, pada tahap pertama ini sebanyak 2.500 vaksin, akan dilakukan kepada kepada 10 influencer dan sisanya tenaga kesehatan. Selanjutnya penyuntikan tahap kedua akan dilakukan 14 hari kedepan.

“Bagi yang belum mendapatkan supaya bersabar, karena ketersediaan vaksin terbatas. Kita akan urus terlebih dahulu kepada tenaga kesehatan, baik semua Rumah Sakit swasta maupun Puskesmas-Puskesmas di Kabupaten Bogor,” kata Ade Yasin.

Ia menyampaikan, dengan jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang mencapai angka 6 Juta jiwa serta yang terpapar cukup banyak, sedangkan vaksin yang didapat pada tahap pertama ini hanya 25.600, membuat dirinya harus berfikir keras untuk dapat memenuhi kebutuhan vaksin serta berusaha terus menekan  angka kenaikan warga yang terpapar  Covid-19.

Ade Yasin menjelaskan terdapat 29 rumah sakit yang diprioritaskan untuk mendapat vaksin. Selain itu jumlah pasien yang terinfeksi cukup banyak. Menurutnya  untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit dinilai masih kurang.

“Kita berupaya untuk terus menekan selagi masyarakat belum mendapatkan vaksinasi ini yaitu dengan memberdayakan 2 rumah isolasi yakni ruang isolasi di  Kemang dan isolasi Wisma Cibogo ini untuk menampung penderita positif covid-19,” paparnya.

Ia meyakinkan bahwa penyuntikan vaksin tahap pertama ini akan selesai dalam waktu dua  bulan. Kepada masyarakat, bupati menyampaikan bahwa penyuntikan vaksin ini tidak sembarang, ini berdasarkan data yang sudah diterima selanjutnya dilaporkan kepada pemerintah provinsi.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan, Mike Katarina menyampaikan bahwa setelah selesai tahap pertama ini, akan dilanjutkan pada tahap kedua dengan sasaran TNI, Polri, dan orang-orang yang melayani pelayanan publik.

Pada tahap ke 2, vaksin diperuntukkan kepada TNI, polisi, aparat penegak hukum dan pelayanan publik lainnya. Tahap ke 3 April hingga Maret 2021 untuk masyarakat rentan dari aspek  sosial dan ekonomi.

“Selanjutnya, tahap ke 4 yakin masyarakat pelaku  perekonomian dengan pendekatan Fasilitas Kesehatan (Faskes),” ujar Mike.

Sebagai tambahan, vaksinasi tahap pertama ini,  Kabupaten Bogor telah mendata 16.808 nakes. Untuk pertama diberikan 12.800 nakes dengan jumlah 25.600 Dosis yang akan diberikan 2 dosis dengan jarak 14 hari.  ***

 

 

 

 

H-1 Lolos Medical Checkup, Wabup Iwan Setiawan Mendadak Batal Divaksin. Ada apa ya?

Bogordaily.net – Wakil Bupati Iwan Setiawan yang sebelumnya menjalani pemeriksaan kesehatan tiba tiba batal divaksin.
Iwan gagal jadi orang pertama di Kabupaten Bogor yang disuntik vaksin Sinovac.
Bupati Bogor, Ade Yasin menyampaikan bahwa Iwan Setiawan yang mestinya disuntik vaksin pertama di Kabupaten Bogor ini gagal disuntik vaksin Sinovac lantaran kesehatannya yang kurang baik.
“Pak Wabup Iwan Setiwan dan dua orang tokoh masyarakat lainnya yang harusnya disuntik vaksin Covid-19, namun kata pihak RS, mereka gagal atau tepatnya tertunda karena kalau kesehatannya sudah pulih  maka baru akan disuntik vaksinnya,” ujar Ade Yasin.
Tidak hanya itu, dua lainnya yaitu perwakilan Kodim 0621 Mayor (Cba) Ujang Rohmat dan dari MUI Kabupaten Bogor atau perwakilan tokoh agama Islam, KH Takiyudin pun ditunda penyuntikannya. Hal tersebut tentu membuat mereka sedikit kecewa.
“Mereka bertiga sudah sangat semangat untuk disuntik vaksin karena ingin tercegah dari penularan wabah Covid 19, hingga mereka menyatakan kecewa karena tertunda,” paparnya.
Ia juga menyampaikan bawah Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Munaji, Komandan Kodim 0621 Letkol (Infantri) Sukur Hermanto, serta dirinya tidak juga bisa mengikuti vaksinasi karena penyintas covid-19.
Sebelumnya, Iwan Setiawan sudah menjalani pemeriksaan kesehatan pada Rabu 27 Januari 2021. Hasilnya, kesehatan Iwan dianggap baik dan siap untuk divaksin.
Hal ini seperti yang  diungkapkan Direktur RSUD Cibinong, dr. Wahyu Eko Widiharso.

Dia menjelaskan bahwa hasil medical check up yang dilakukan oleh Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan diantaranya pemeriksaan Rapid Tes Antigen hasilnya negatif (-), pemeriksaan gula darah, paru-paru dan lainnya menunjukan hasil yang bagus dalam artian Wabup Bogor, Iwan Setiawan siap untuk divaksin besok. Wahyu menyarankan kepada Iwan Setiawan agar istirahat lebih awal atau tidak tidur larut malam. Dia juga meminta, untuk sementara waktu tidak minum kopi dahulu agar besok saat divaksin Covid-19 badan dalam kondisi yang fit. ***

Siap-siap, Pelaku Ekraf Kabupaten Bogor Dapat Fasilitas Adaptasi Teknologi, Ini Kebijakan Bupati Ade Yasin

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat tengah berupaya menyelesaikan Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) Tentang Ekonomi Kreatif (Ekraf) yang salah satunya, mendorong penyediaan fasilitas adaptasi teknologi bagi pelaku Ekraf.

Upaya itu dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor Muliadi saat Webinar Kreasi bersama Kabekraf yang diselenggarakan pada Jumat 29 Januari 2021 melalui aplikasi Zoom.

Menurut Muliadi, rancangan peraturan ini diupayakan, karena Bupati Bogor Ade Yasin menginginkan Raperbup yang tengah disusun kelak akan menjadi dasar meningkatkan kapasistas pelaku usaha ekraf. Yakni melalui pelatihan, pembimbingan teknis dan pendampingan. Dalam rancangan tersebut, juga dimuat standarisasi usaha dan sertifikasi profesi bidang ekraf. Hal ini dilakukan demi menciptakan ekosistem ekraf dan mendorong seluruh aspek agar siap memanfaatkan dan merebut peluang pasar yang semakin kompetitif.

“Membangun sinergi dan menjadikan ekraf menjadi salah satu strategi di dalam pemulihan ekonomi di Kabupaten Bogor,” kata Muliadi menyampaikan sambutan Bupati Ade Yasin yang berhalangan hadir dalam webinar itu.

Bukan tanpa alasan, sambung Muliadi, Pemerintah Kabupaten Bogor telah melihat peluang dari semangat para pelaku ekraf di daerahnya. Telah ada 55 produk ekraf yang berhasil dipamerkan dan beberapa di antaranya sudah memiliki pasar nasional hingga internasional.

“Kami bangga juga karena beberapa produk telah memiliki pasar,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas UMKM dan Koperasi Kabupaten Bogor Asep Mulyana menyampaikan bahwa peran Ekraf dalam pemulihan ekonomi sangat bermanfaat kemudian bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19. Kadis Asep menyebut bahwa saat ini ada 25.615 pelaku UMKM di Kabupaten Bogor dan didalamnya ada pelaku Ekraf.

“Akhir tahun 2020 bersama Disbudpar kami mendapat kesempatan bantuan dari Kemenparekraf untuk membantu pelaku yang ada di berbagai destinasi wisata,” katanya.***

Launching Single Terbaru ‘Tega’, Andy Lee Gouw : Seneng Banget

0
Bogordaily.net – Andy Lee Gouw akhirnya launching single terbarunya yang berjudul “Tega” bersama dengan  single Shakiena Azalea yang berjudul “Takkan pergi”.
Peluncuran lagu yang diproduksi oleh Raja Music Digital berlangsung di Kaboeka26 KTV dan Lounge Bogor serta disiarkan secara live streaming di Instagram Kiesha Alvaro pukul 16.00 wib sampai dengan jam 17.00 wib.
Tanya jawab di acara launching Single terbaru Andy Lee Gouw dan Shakiena azalea, bersama Kiesha Alvaro, Rabu (27/01/2021). Foto: Andyleegouw/bogordaily.net
“Kemaren aku sama Kiena launching singlenya bareng karena memang kita di produserin oleh orang yang sama yaitu Kiesha Alvaro dan waktu rilisnya ga terlalu jauh,” Ucap Andy Lee Gouw kepada bogordaily.net pada Kamis 28 Januari 2021.
Launching single itu didatangi sejumlah kawan serta kerabat dari  Andy dan juga Kiena, seperti Kiesha Alvaro selaku produser, Okie Agustina, Gunawan Dwi Cahyo dan keluarga, Mpok Elly Sugigi, Egha Make Up, Irma Darmawangsa, Irfan Sebastian, Ella ex. Cherrybelle, Anastasya Panggabean (host bedah rumah), dan seleb tiktok Ika Marojita & Iya Siagian dan masih banyak lagi.
Pemotongan tumpeng di acara launching Single terbaru Andy Lee Gouw dan Shakiena azalea, bersama Okie Agustina dan Kiesha Alvaro, Rabu (27/01/2021). Foto: Andyleegouw/bogordaily.net
“Acara kemarin tetap menerapkan protokol kesehatan, masker atau faceshield boleh dibuka pada saat makan dan saat foto. dan baiknya lagi, kami sudah mendapatkan surat izin mengadakan acara dari gugus covid kota Bogor yang dibantu urus oleh temen-temen dari Hasta Production, Grenada Pro dan Luck Organizer,”Jelasnya.
Andy memulai karir menyanyinya sejak menjadi salah satu pemenang ajang pencarian bakat di Popstars Indonesia Trans TV dan kemudian menbentuk grup bernama Spark.
Setelah sekian lama vakum dari dunia tarik suara, akhirnya di tahun ini ia kembali merilis single yang berjudul “Tega” yang merupakan karya dari composer Rahman hakim dan di produseri oleh Keisha di bawah label Raja Music Digital dan akhirnya dinyanyikan oleh Andy Lee.
“Jadi menurut cerita sang composer, lagu ini menceritakan tentang seorang pria yang dikhianati oleh kekasihnya, sebelumnnya udah dicoba dinyanyiin oleh beberapa penyanyi lain, ternyata cocoknya di saya,” lanjutnya.
Ia mengatakan bahwa menyanyi adalah hobinya sejak kecil, dan sudah passionnya, walaupun sudah pernah merasakan menjadi model, dan juga MC.
“Walau emang udah ganti haluan dari dunia nyanyi ke dunia modelling dan MC,  jadinya balik lagi deh ke nyanyi, mungkin memang passion aku disitu,” jelasnya.
Andy menjelaskan bahwa perasaannya sangat senang setelah launching single terbarunya, dan bisa memperkenalkan karya Andy lee lagi setelah sekian lama vakum dari belantika musik Indonesia.
“Harapan aku yang pasti semoga lagu tega ini bisa diterima oleh seluruh masyarakat dan dapat kembali bersaing di belantika musik indonesia,”harapnya.***

Di PHK Tanpa Pesangon, PSI Bogor Bantu Warga Dapatkan Haknya

0

Bogordaily.net- DPD PSI kota Bogor menerima pengaduan dua warga Kota Bogor yang bekerja sebagai satpam Kebun Raya Bogor.

Sebut saja Kang AB dan kang UT, keduanya sudah bekerja lebih dari 10 tahun.

AB sudah 13 tahun bekerja di KRB, sedangkan UT 12 tahun mencari nafkah di sana.

Mereka adalah bagian dari 143 tenaga kerja yang statusnya dialihkan menjadi tenaga kontrak outsourcing. Ini sejak Januari 2020. Kondisi diperparah lantaran keduanya diputus kerja tanpa mendapat pesangon.

Status mereka sebagai pekerja di KRB selama belasan tahun itu pun jadi tak bernilai. Sampai sampai, keduanya mengadukan persoalannya pada DPD PSI Kota Bogor.

“Di sinilah letak ketidakpahaman para tenaga kerja tersebut.  Ketika mereka dialihkan statusnya sebagai outsourcing,   mereka menerima begitu saja. Alih status tersebut tanpa memahami bahwa mereka berhak menerima pesangon sesuai masa kerja,” ungkap Ketua DPD PSI Kota Bogor.

Berdasarkan Undang undang Tenaga Kerja, saat mereka diputus kontrak oleh perusahaan yang mempekerjakan  mereka, dengan status kontrak maka  mereka tidak dapat pesangon. Lalu, bagaimana dengan status pekerja  Kebun Raya Bogor (KRB).

Dalam kasus ini, Sugeng mengatakan bahwa Badan Advokasi Hukum DPD PSI Kota Bogor siap memberikan bantuan hukum bagi para pekerja yang statusnya dialihkan menjadi kontrak dan tidak mendapat pesangon.

“Kami berikan konsultasi atas hak hak pekerja berdasarkan UU Tenaga Kerja. Intinya  143 pekerja yang dialihkan statusnya masih berhak menuntut pesangon sesuai masa kerja sesuai UU. Dan waktu untuk menuntut pesangon tersebut  belum kadaluarsa,” bebernya.

Ia juga menjamin bahwa bantuan hukum yang diberikan tidak dipungut biaya alias gratis.

“Walaupun satpam yang di PHK itu bukan anggota PSI, kami akan tetap  melayani mereka atas hak haknya sebagai tenaga kerja yang dilanggar oleh majikannya. Dalam hal ini adalah Kebun Raya Bogor”tegasnya.

Menurutnya, apa yang dialami oleh dua satpam eks Kebun Raya Bogor itu merupakan potret masyarakat yang tidak paham soal hak haknya yang dilindungi oleh undang-undang.

Sebab, dari  jumlah 143 orang,hanya 25 orang yang memperjuangkan nasibnya.

” Lainnya sudah apatis. Padahal hak tersebut bisa dan wajib diperjuangkan. ini fenomena yang sama dengan karyawan PDJT Kota Bogor,”tandasnya

Hingga tulisan ini dimuat belum ada keterangan apapun dari pihak KRB.***

Karateka Cilik asal Cileungsi Sabet Juara Dunia, Bupati Sumringah saat Bertemu

0

Bogordaily.net – Kamis 28 Januari 2021. Hari ini jadi momen istimewa bagi Bupati Bogor Ade Yasin (AY). Rasa bangganya tidak bisa disembunyikan dari wajahnya yang terlihat sumringah saat menjumpai Zahira dan Zahran. Dua karateka cilik asal Cileungsi yang berhasil menyabet gelar juara dunia dalam Championship 30-31 Desember tahun lalu.

karateka cilik

“Saya sangat senang dan bangga atas prestasi yang diraih oleh Zahira dan Zahran, karena sudah mengharumkan nama Indonesia dan Kabupaten Bogor ke kancah Internasional,” ungkap Ade Yasin.

Dari sosok dua putra putri daerah itu pula, AY makin yakin kalau Indonesia bisa semakin bersaing di kancah global.

“Prestasi ini menunjukan bahwa kita tidak kekurangan stok anak-anak berbakat yang mampu bersaing di kancah global,” ucapnya.

Tak sekadar bertemu dengan dua karateka cilik, AY pun punya mimpi besar agar ke depan Kabupaten Bogor bisa mencetak atlet juara dunia.

“Bukan hanya dari olahraga karate, tapi juga dari cabang-cabang olahraga lainnya,” harapnya dengan rasa optimis.

Untuk diketahui, Zahran Kautsar Fortius Kamarullah dan Zahira Aulyanissa Putri Kamarullah berhasil menjuarai Kejuaraan World Karate Championship kategori Kata di Brazil yang diadakan secara virtual.

Zahran (10) dan Zahira (7) sudah akrab dengan karate sejak berusia dini. Keduanya merupakan siswa SDN Nyalindung desa Mampir kec. Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

Pada World Karate Champioship ini Zahran menduduki posisi ketiga sebagai juara Kata U-11 World Karate Championship dan Zahira meduduki posisi pertama sebagai juara Kata Pra Usia Dini Putri World Karate Championship. ***