Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 7578

Yuk, Cek Kesehatan Sendiri Dengan Aplikasi SIPGAR dari Kemenkes

Bogordaily- Kementerian Kesehatan memperkenalkan aplikasi SIPGAR pada Jumat (15/1) di Lapangan Sujudi, Kemenkes. Dengan aplikasi ini Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi mengajak masyarakat agar tetap jaga kesehatan

Aplikasi SIPGAR merupakan aplikasi pencatatan pemeriksaan kondisi fisik seseorang yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu dengan menggunakan metode Rockport.

Aplikasi ini dapar diunduh di platform Playstore, sehingga semakin mudah digunakan untuk olahraga di mana pun dan kapan pun.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan seluruh pegawai Kemenkes dan masayarakat luas untuk lebih peduli terhadap kesehatan.

Salah satu cara mudah, yang bisa dilakukan masyarakat untuk memulai gaya hidup sehat, adalah rutin berolahraga. Dengan berbagai manfaat yang didapatkan, olahraga mampu mencetak generasi sehat dan bugar.

“Namanya Kementerian Kesehatan kegiatan kita adalah membangun orang yang sehat bukan menyembuhkan orang yang sakit,” tuturnya.

Menkes pun mengajak seluruh jajaran di Kemenkes serta masyatakat untuk rutin aktivitas fisik. Olahraga yang dianjurkan selama 30 menit perhari atau 10.000 langkah.

Aktivitas fisik termasuk kegiatan dari Program Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) yang terus digalakkan oleh pemerintah.

“Ayo kita habiskan waktu lebih banyak untuk hidup lebih sehat, sembuh dari sakit dengan cara olahraga yang kata WHO 30 menit perhari selama 5 hari dalam seminggu,” pesannya.

Dirinya berharap pengenalan aplikasi SIPGAR dapat mendorong seluruh pegawai Kemenkes dan masyarakat untuk semakin rutin berolahraga guna meningkatkan kebugaran dan imunitas tubuh.

“Mudah-mudahan ini dapat meningkatkan seluruh staf di Kemenkes untuk kembali berolahraga, sebelum kita mengajak masyarakat kita sendiri harus bugar,” imbuhnya.

Dalam pengetesan kebugaran, Menkes bersama Wamenkes, para pejabat tinggi madya dan pratama serta pegawai di Kementerian Kesehatan berlari mengelilingi kantor Kemenkes sebanyak 3 kali putaran. Hasilnya bisa langsung keluar dan dapat di cek di aplikasi SIPGAR.

Hotline Virus Corona 119 ext 9.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email [email protected] (MF)
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat
drg. Widyawati, MKM

Jokowi Lengser, Diramal Mbak You Bikin Geger

0

BOGOR DAILY – Peramal hits Mbak You diterpa isu ramal Jokowi lengser hingga membuat jagat politik tanah air heboh dan  langsung mendidih.

Peramal tokcer Mbak You diterpa isu ramalkan Jokowi akan lengser di 2021.

Ramalan Jokowi lengser tahun 2021 dihembuskan dalam potongan ramalan Mbak You di September 2020 lalu.

Mbak You pun mengklarifikasi isu ramalan lengser tahun 2021. Dia mengatakan saat September lalu, jika akan ada pergantian presiden tahun depan, tahun 2024. Bukan tahun 2021.

“Di preskon 2020, di tahun mendatang pergantian presien di 2024 itu ada pergantian presiden, bukan pergantian presiden sekarang. Bukan 2021, tapi di saat nanti di pergantian presiden 2024 akan ada ganti presiden, bukan 2021 ganti presiden,” kata Mbak You dikutip dari akun Youtubenya.

Mbak You pun mengatakan, dalam ramalan itu, dia mengakui jika di 2021, hasil penerawangannya politik RI akan memanas. Bahkan ada menteri diganti.

“Saya bilang di 2020, di 2021 ada politik memanas akan ada resuffle kabinet dan menteri diganti. Saya juga jelaskan di 2021 politik memanas,” jelasnya.

“Jangan potong pernyataan saya,” kata dia.

Pesawat jatuh

Ramalan Mbak You viral di media sosial. Ramalan itu soal ada ada kecelakaan pesawat di 2021. Kata Mbak You pesawat yang kecelakaan itu ada warga merah dan biru.

Mbak You memberikan ramalan itu akhir 2020 lalu. Penggalan ramalan Mbak You ada kecelakaan pesawat di 2021 tersebar luas di media sosial.

Ramalan itu kembali viral menyusul insiden Sriwijaya Air jatuh di kawasan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2020) kemarin.

“Insiden pesawat akan ada lambang warna merahnya. Insidennya nggak terlalu banyak yang biru, tapi ada warna merahnya. Bermasalah dan ada korban jiwa. Itu terjadi sebelum pertengahan bulan Juli. Tapi harapan saya itu jangan terjadi,” kata Mbak You dalam video tersebut.

Netizen pun menerka-nerka, ramalan yang dimaksud Mbak You adalah Sriwijaya Air jatuh.

“Aku kok jadi teringat ucapan MBAK YOU pada beberapa waktu lalu, tahun 2021 akan terjadi kecelakaan pesawat yang badan pesawatnya berwarna merah dan biru.. Sriwijaya Air kah?? Lalu dia juga bilang kalau 2021 akan terjadi pergantian presiden! Wallahualam,” kata @Anna_Masue3.

“Innaalillahi……Pas banget sama ramalannya mbak you, awal tahun ada kecelakaan yg melibatkan maskapai penerbangan,” tulis @Bheben19.

Jantung Berhenti Sebentar Saat Bersin, Benarkah???

0

BOGOR DAILY – Jantung berhenti sebentar saat bersin, benarkah? Ya, Bersin punya sejuta makna, ada yang menyebut keluarnya penyakit tapi ada juga yang menyebut tanda-tanda sakit menyerang.

Bersin adalah perilaku yang menyebabkan keluarnya udara semi otonom yang terjadi dengan keras pada bagian hidung dan mulut. Kecepatan yang dapat dihasilkan dari bersin adalah sebesar 70 m/det. Bersin juga dapat diartikan sebagai mekanisme pertahanan.

Namun, terdapat beberapa asumsi yang beredar dan dipercayai oleh masyarakat. Salah satunya adalah bersin dapat menghentikan detak jantung.

Pada dasarnya, ketika pada bagian dalam hidung teriritasi, maka anda akan secara refleks menutup mata, menarik napas dalam-dalam, dan otot pada daerah dada akan memaksa udara keluar dari paru-paru dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Hal ini dapat terjadi dikarenakan akan membersihkan apa pun yang menurut tubuh tidak seharusnya di sana. Namun, bersin dapat menyebabkan berhentinya detak jantung adalah asumsi yang bersifat mitos.

Dikarenakan, posisi dari jantung sangatlah dekat dengan paru-paru. Saat dimana seseorang ingin mengambil napas yang dalam, yang sering dilakukan tepat sebelum bersin dapat mengaktifkan saraf panjang yang disebut dengan saraf vagus atau saraf yang menjulur dari otak ke bagian usus besar.

Salah satu fungsi dari saraf vagus adalah mengirimkan sinyal ke jantung untuk memperlambat kerja. Itu sebabnya dengan mengambil napas yang dalam dapat membantu memperlambat detak jantung dan bahkan dapat menenangkan seseorang saat sedang stress.

Namun, pada beberapa orang, napas dalam yang terjadi saat bersin dapat mengaktifkan saraf vagus sedemikian rupa yang dapat menyebabkan jantung melambat sebentar atau bahkan berhenti berdetak.

Tetapi bagi kenyataan orang, jantung akan terus berdetak pada kecepatan normal selama bersin tanpa efek yang nyata.

Namun demikian, ada juga berdebatan tentang bolehkan buka mata saat bersin?

Bersin merupakan mekanisme yang dilakukan tubuh untuk mengeluarkan partikel asing di hidung. Menurut David, menutup mata tidak termasuk mekanisme dalam bersin, tapi dengan posisi kelopak mata tertutup maka akan mencegah masuknya partikel asing dari hidung ke area mata saat bersin.

Secara ilmiah, tidak ada sistem di hidung dan mata yang saling terkoneksi sehingga menyebabkan mata tertutup saat akibat tekanan udara di hidung saat bersin. Selain itu, anggapan soal bola mata bisa keluar atau bergeser jika membuka mata saat bersin dipastikan tidak benar.

Tekanan kepada otot-otot di hidung ketika bersin tidak cukup kuat untuk melontarkan bola mata keluar dari posisinya.

“Tidak ada hubungannya menutup mata dengan mencegah bola mata keluar,” kata Profesor Bedah dan Kepala Seksi Otolaringologi di University of Chicago Medicine Dr Robert Naclerio.

Kasihan, Ibu Hamil Ditandu 12 Km Karena Jalan Rusak

BOGOR DAILY – Viral di media sosial ibu hamil yang hendak melahirkan ditandu belasan kilo menuju puskesmas, karena jalanan rusak.

Wanita hamil itu diketahui bernama Nurmi (40). Terlihat pada unggahan yang viral di sosial media ditandu dari Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Polewali Mandar, Sulbar oleh warga setempat.

“Seorang ibu hamil bernama Nurmi warga desa lenggo, kecamatan bulo, kabupaten polewali mandar, sulawesi barat yang ditandu sejauh 12 km oleh warga menuju ke puskesmas akibat akses jalan yang rusak dan susah dilalui kendaraan,” tulis akun kareba_sulbar di Instagram, Rabu (13/1).

Wanita tersebut harus ditandu secara bergantian oleh warga yang membantunya, selama 5 jam lantaran akses jalan yang cukup mempruhatinkan.

Tak hanya harus melewati jalan terjal, namun juga menyeberangi sungai sebanyak dua kali.

Diketahui mereka berangkat dari Desa Lenggo pukul 4 subuh dan tiba di puskesmas kecamatan pada pukul 8 pagi. Butuh waktu kurang lebih 5 jam untuk sampai ke pukesmas.

Saat ini wanita tersebut dikabarkan telah dirawat, bahkan telah melahirkan.

Unggahan tersebut pun viral di sosial media dan mendapatkan beragam komentar dari netizen.

“Semoga ibu nya kuat dan ketika lahir si anak pun menjadi anak yang kuat dan berbakti kepada orang tuanya,” ujar akun fikrifz25.

“Mana janji politikmu. 2021 masih ada saja ketidak meratanya pembangunan,” tutur akun _inibaar.

“Tolong perhatiannya pemerintah di pelosok masih banyak yg kesusahan kasihan juga,” komentar akun rhevikasfia.

Kejadian serupa juga pernah terjadi tapi pengunggah foto itu justru diperkarakan.

Dia adalah seorang pria warga Kabupaten Lebak, Banten, bernama Badrudin terpaksa menginap 2 hari di kantor polisi lantaran memposting foto seorang ibu hamil ditandu saat hendak melahirkan akibat jalanan rusak.

Badru yang postingannya di media sosial viral, mendapat pembelaan dari sejumlah pihak, termasuk anggota DPR.

Badru diketahui diamankan karena mengunggah soal adanya ibu hamil ditandu menggunakan bambu dan sarung serta ditutup plastik di akun Facebook-nya, Badry Aldiansah. Ia menuliskan bahwa selama 75 tahun merdeka tapi belum merasakan akses infrastruktur yang layak. Akibat jalan yang buruk, seorang ibu bahkan harus ditandu pakai bambu dan dibungkus sarung.

“75 tahun merdeka kapan merasakan indahnya jalan. Yang mau melahirkan pun digotong menggunakan bambu dan sarung. Helo pemerintah setempat apa kabar. Kampung Bitung, Desa Barunai, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten. Mana sumpah untuk mengayomi rakyat,” tulis Badru dalam statusnya sebagaimana dikutip detikcom, Kamis (5/11/2020).

Raffi Ahmad Akan Disidang 27 Januari di PN Depok

0

BOGOR DAILY – Sultan Andara Raffi Ahmad benar-benar diperkarakan gara-gara berpesta usai menjalani vaksinasi bersama Presiden Jokowi.

Raffi Ahmad dijadwalkan akan menjalani sidang perdana, pada 27 Januari 2021 mendatang di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat.

Sidang tersebut terkait gugatan pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) akibat berpesta setelah disuntik vaksin Covid-19, pada Rabu (13/1/2021).

“Penetapan hari sidang pertama hari Rabu, tanggal 27 Januari 2021,” kata Humas PN Depok Nanang Herjunanto kepada wartawan, Jumat (15/1/2021).

Nanang menjelaskan, sidang tersebut akan dipimpin oleh Ketua Majelis Eko Julianto, anggota Divo Ardianto dan Nugraha Medica Prakasa.

Menurut dia, gugatan perbuatan melawan hukum oleh Raffi dilayangkan Advokat Publik, David Tobing ke PN Depok dan teregister dengan nomor perkara 13/ Pdt G/2021/PN Dpk.

David menggugat dalam kapasitasnya sebagai seorang advokat yang wajib menegakkan hukum dan sebagai warga negara yang peduli akan penanggulangan Covid-19 serta mendukung program vaksinasi yang dilakukan Pemerintah.

“Sangat disayangkan seorang tokoh publik dan influencer terkemuka yang sudah diberi kepercayaan oleh negara tapi tidak menghargainya, tidak memberi contoh yang baik untuk masyarakat yang melihat gerak geriknya. Apalagi Gubernur sudah memberlakukan pengetatan protokol kesehatan sejak 11 Januari hingga 25 Januari nanti,” tutur David.

Dia menerangkan, apa yang Raffi lakukan dapat berdampak signifikan karena punya banyak pengikut, punya banyak fans, nanti dianggap habis vaksin boleh bebas tanpa protokol seenaknya.

“Seharusnya tindakan Raffi memberikan dampak positif bukan negatif seperti ini,” tegas dia.

Gugatan yang dikenakan kepada Raffi adalah gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH), akibat dianggap melanggar aturan terkait protokol kesehatan seperti Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 3 tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Penanggulangan Corona Virus Disease 2019, Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No. 2 tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease 2019, dan Undang-Undang No. 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Selain itu, tindakan Raffi juga sudah melanggar norma kepatutan dan prinsip kehati-hatian yang membuktikan bahwa suami Nagita Slavina tidak melaksanakan kewajiban hukumnya sebagai tokoh publik dan influencer untuk menyosialisasikan program vaksinasi dan protokol kesehatan.

Perbuatan melawan hukum yang dilakukan Raffi Ahmad telah menimbulkan kerugian immateril sehingga dalam petitum gugatannya, David Tobing meminta agar Majelis Hakim menghukum Raffi Ahmad untuk tidak keluar rumah selama 30 hari sejak menerima vaksinasi kedua.

David meminta Raffi menyampaikan permohonan maaf dan komitmen untuk terus menerus menyosialisasikan serta menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi kepada masyarakat di sejumlah media tv swasta, media sosial pribadi dan koran harian nasional.

Di sisi lain, David Tobing yang juga Ketua Komunitas Konsumen Indonesia meminta pemerintah lebih selektif dalam memilih influencer dan memberikan pengarahan serta tugas-tugas yang jelas kepada pihak pihak yang ditunjuk untuk menyosialisasikan program vaksinasi dan protokol kesehatan.

“Untuk saat ini sebenarnya Raffi bisa mengundurkan diri sebagai influencer program vaksinasi atau pemerintah memberhentikannya,” tutupnya.

Penyuntikkan Perdana Vaksin Covid-19 di RS Azra Bogor

BOGORDAILY – Penyuntikkan perdana vaksin Covid-19 di RS Azra Bogor sudah dimulai.

Secara perdana tenaga paramedis di RS Azra Bogor mulai menyuntik vaksin Covid-19 kepada peserta yang sudah mendaftarkan data dirinya kepada dinas dan pemerintahan terkait.

Gelombang pertama diprioritaskan bagi Nakes (Tenaga Kesehatan) yang mendapatkan suntikan vaksin tersebut pada Jumat, (15/01/2021).

RS Azra Bogor menjadi salah satu fasilitator penyelenggaraan penyuntikkan vaksin covid-19, baik untuk pegawai RS Azra maupun umum.

Bagi mereka yang sudah terdaftar harus menunjukkan scan barcode pada saat tiba di meja pendaftaran.

Jadwal ditentukan setiap Selasa, Rabu dan Jumat, serta dibagi menjadi 3 sesi, yaitu pukul 08.00-10.00, 14.00-16.00, dan 16.15-18.00.

Alur peserta vaksin covid-19 saat tiba pertama kali di RS Azra Bogor mengambil nomor antrian, setelah dipanggil wajib menunjukkan bukti scan barcode di meja 1, lalu memasuki ruang penyuntikkan vaksin,

Di dalam ruang penyuntikkan akan dilakukan proses skrining lanjutan kesehatan oleh dokter yang bertugas. Selesai proses penyuntikkan peserta diminta untuk menunggu selama 30 menit untuk memastikan tidak ada gejala yang terasa.

Disediakan ruangan khusus untuk peserta yang menunggu setelah divaksin . Apabila tidak ada reaksi gejala yang terasa, maka peserta akan diperbolehkan pulang dengan mendapatkan sertifikat telah melakukan vaksinasi serta pin dari RS Azra.

Seperti diberitakan sebelumnya, RS Azra Bogor aktif memberikan edukasi kepada masyarakat.

Salah satunya RS Azra Bogor menggelar Health Talk Online tentang “Mengenali Perbedaan Antara Tes Rapid, Serologi, dan PCR Swab” bersama dokter spesialis Patologi Klinik RS Azra, dr. Tanty Herdiyani, Sp.PK beberapa waktu lalu.

Bertujuan agar masyarakat lebih paham apa perbedaannya dan mengetahui pemeriksaan apa yang lebih tepat sesuai dengan kebutuhannya.

“Untuk akurasi, dilihat dari perjalanan penyakitnya. Jika pemeriksaan PCR bisa dilakukan dari awal terasa gejala sampai minggu kedua atau ketiga. Untuk anti-gen rapid lebih bagus di minggu pertama,” tutur dr. Tanty dalam penyampaiannya saat itu.

Selain ketiga jenis pemeriksaan yang disebutkan, ada yang disebut pemeriksaan Anti-Gen Rapid. Dimana cara pemeriksaan dengan pengambilan sample swab.

Namun cara ini disebutkan kurang akurat , dikarenakan apabila keluar satu hasil maka belum dapat dinyatakan hasil tersebut valid. Perlu dilakukan lagi tes lanjutan yaitu PCR, yang mana PCR Swab adalah Goal Standar dari pemeriksaan Sars-Cov.

Banyak masyarakat merasa pemeriksaan uji PCR Swab biayanya cukup mahal, walaupun menurut dr. Tanty hasil yang diperoleh dari PCR Swab lebih dari 95% tingkat keakurasiannya. Untuk mensiasati hal tersebut, berbagai penyedia pemeriksaan virus Sars-Cov memberikan pilihan lain, salah satunya RS Azra yang memiliki Tes Serologi.

“Serologi merupakan pemeriksaan yang diambil darahnya, lalu di uji dengan alat otomatis yang hasilnya fokus tertuju untuk mengetahui apakah seseorang memiliki virus Sars-Cov dalam tubuhnya atau tidak.” tambahnya.

Artinya hasil dari pemeriksaan serologi dapat di katakan lebih akurat dari Anti-Gen Rapid. Dengan biaya yang jauh lebih murah dari PCR Swab.

Menurut dr. Tanty, pemeriksaan dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Apabila seseorang hanya diperlukan untuk screening cukup dengan serologi saja. (shandra)

Mapancas Kampanye Vaksinasi dan Protokol Kesehatan

BOGORDAILY – Dewan Pimpinan Daerah Mahasiswa Pancasila (Mapancas) Kota Bogor, melaksanakan kampanye sosialisasi vaksinasi dan protokol kesehatan bersama Komando Distrik Militer (Kodim) 0606/Kota Bogor, Jumat 15/01/2021.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 Wib itu digelar secara resmi oleh Komandan Kodim 0606/Kota Bogor Kolonel Inf Roby Bulan S.I.P, bersama Mapancas dengan menyerahkan secara simbolis instrumen kesehatan berupa handsanitazer, masker dan tempat cuci tangan yang nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat Luas.

Mapancas juga menyerahkan secara simbolis stiker sosialisasi Vaksinasi dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Hari ini kita mengadakan kegiatan sosialisasi terkait pentingnya protokol kesehatan, bersama adik-adik mahasiswa, sebagai upaya menyadarkan masyarakat sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Kolonel Inf Roby Bulan

“Selanjutnya kita juga meyakinkan masyarakat bahwa Vaksin Covid-19 Itu aman,” sambungnya.

Di tempat yang sama Ketua Dewan Pimpinan Daerah Mapancas Kota Bogor Fatholloh Fawait mengatakan kegiatan ini merupakan komitmen Mapancas untuk turut andil mendukung upaya pemerintah dalam memerangi pandemi Covid-19.

“Ini merupakan komitmen kami mendukung penuh pemerintah dalam hal ini Forkopimda Kota Bogor bersama kodim mensosialisasikan protokol kesehatan dan pentingnya Vaksinasi Covid-19,” katanya.

Menurut pria yang akrab dipanggil Sihol ini, pembatasan kegiatan masyarakat dan Vaksinasi Covid-19 saat ini perlu adanya sosialisasi yang menyentuh setiap lapisan masyarakat.

Melalui pendekatan antara sesama masyarakat terdampak covid dan edukasi yang lebih intens.

“Sosialisasi ini harus merata, maka dari itu mahasiswa juga harus hadir menyentuh langsung masyarakat untuk menyempurnakan kebijakan pemerintah,” ungkapnya.

“Insyaallah kita akan sentuh masyarakat lebih dekat lagi agar masyarakat siap divaksin dan mematuhi protokol kesehatan 5 M,” tambahnya.

Masih, kata Sihol, kegiatan ini juga berlanjut hingga sore hari dengan membagikan stiker Vaksinasi Covid-19 hingga nasi box kepada masyarakat yang membutuhkan dengan harapan menjadi motivasi bagi organisasi lain dan masyarakat luas untuk sama-sama berjuang melawan Covid-19.

“Kita akan bagikan goodybag berisi handasanitazer, stiker dan masker di depan Kodim, sekitar Air Mancur dan simpang lampu merah Jambu Dua, juga nanti ada nasi box untuk masyarakat yang membutuhkan, mudah-mudahan berkah,” pungkasnya.(Ibnu)

JLEB! Syekh Ali Jaber, Heran Lihat Jamaah Suka Merokok saat Jumatan

BOGOR DAILY – JLEB! Lihat Ceramah Syekh Ali Jaber, Heran Lihat Jamaah yang Suka Merokok saat Jumatan. Belum lama ini, beredar video ceramah Syekh Ali Jaber yang berisi kritikan terhadap jamaah salat Jumat di Indonesia. Ulama asal Madinah itu mempertanyakan mengapa orang Indonesia, suka duduk di belakang sambil meroko saat salat Jumat.

“Kenapa di Indonesia kalau datang (salat) Jumat suka duduk di belakang? Aku heran, ada apa di belakang? Padahal masjidnya sepi,” kata Syekh Ali Jaber.

Syekh Ali Jaber kemudian membahas soal Imam Syafii yang sangat mengagungkan hari Jumat. Saking mengagungkannya, mereka sampai tidak mau pulang selepas salat Dhuha dan memilih diam di shaf pertama.

“Sangking mereka mengagungkan hari Jumat, selepas Salat Dhuha mereka tidak mau pulang diam di shaf pertama. Dari jam tujuh (dan) jam delapan sudah siap-siap (salat) Jumat. Kita nunggu khatib naik mimbar, nah kalau khatib mati ya mati kita,” lanjut Syekh Ali Jaber.

Syekh Ali Jaber juga mengkritik kebiasaan umat Muslim di Indonesia yang suka merokok saat khatib naik ke mimbar. Dia kemudian mengatakan bahwa di kota kelahirannya, Madinah, hal tersebut tidak pernah dilakukan saat salat Jumat sedang berlangsung.

“Yang lebih membuat saya sakit kepala, khatib naik mimbar, di halaman masjid lagi merokok. Astaghfirullahaladzim, ini tak pernah saya bayangkan. Selama saya di Madinah, tak pernah saya lihat ada orang lagi merokok pas khatib naik mimbar. Pas datang ke sini (Indonesia), naudzubillah. Kalau tidak hormati khatib paling tidak hormati hari Jumat,” ungkap Syekh Ali Jaber.

Sebelum wafat, Syeh Ali Jaber sempat menghebohkan publik tanah air. Menantu Arif Rachman ini mengalami tindak kekerasan dari seorang saat berceramah ddi Bandar Lampung. Pria tak dikenal itu menyerang Syekh Ali Jaber secara tiba-tiba saat tengah berdialog dengan jemaah. Syeh Ali Jaber menjelaskan kronologi penusukan dirinya. Dia mengatakan sempat menangkis, dan pisau menancap cukup tajam dibahu kanannya.Bahkan pisau itu sampai patah dan tertinggal separuh di dalam lengannya. Dal video itu kondisi, Syeh Ali Jabber pun sudah nampak membaik.

Empat Calon Bakal Berebut Kursi Ketua DPD PAN Kab. Bogor

0

BOGORDAILY- Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bogor siap helat Musyawarah Daerah (Musda) ke V secara virtual di Kantor DPD PAN Kabupaten Bogor, Minggu (15/01/2021). Ketua DPD PAN Kabupaten Bogor, Arif Abdi menyampaikan Musda PAN V ini akan menyeleksi empat calon yang akan berebut kursi ketua DPD PAN Kab. Bogor. Rencananya Musda akan dilaksanakan secara virtual, dipimpin Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

“Perebutan kursi untuk duduk sebagai ketua ini akan dihelat secara virtual, nanti semua dikoordinir DPP, kita virtual se-Jawa Barat,” jelasnya.

Perhelatan Musda gelombang pertama PAN yang ke V ini digelar serentak, diikuti sebanyak 15 Kabupaten dan Kota, salah satunya DPD PAN Kabupaten Bogor.

Selain itu, ia meneruskan, DPD PAN Kabupaten Bogor terdaftar sebanyak 15 calon formatur yang akan mengikuti Musda PAN ke V yang nantinya akan ditentukan langsung oleh DPP PAN.

“Sebanyak 15 calon Formatur yang mendaftar di DPD PAN Kabupaten Bogor nantinya DPP PAN akan memilih langsung 4 orang menjadi formatur dan dari 4 orang formatur akan dipilih salah satu nya menjadi Ketua DPD PAN Kab. Bogor periode berikutnya,” paparnya.

Meski dalam masa pandemi dan berjalan secara virtual, Arif berharap Musda V tersebut berjalan lancar dan sukses.

Disampaikan Arif, PAN harus membuat lompatan besar di Pemilu 2024 mendatang. Untuk di Kabupaten Bogor, Arif Abdi memasang target realistis. Dirinya berharap pada Pileg nanti ada perwakilan kursi dari enam daerah pemilihan (dapil) yang ada di Kabupaten Bogor.

“Harapannya tentu target di 2024 kursi di DPRD nambah. Kemarin masih ada satu dapil yang belum ada kursi PAN. Baru lima kursi. Ke depan kita upayakan minimal satu dapil satu kursi. Kita perjuangkan itu,” tegas Arif Abdi. (egi)

Ogah Divaksin, Ribka Tjiptaning Sebut Vaksin Covid-19 Sinovac Barang Rongsokan

BOGOR DAILY – Anggota DPRI ini memang beda sendiri. Dia lantang menegaskan ogah divaksin.

Dia adalah anggota Komisi IX DPR Fraksi PDIP Ribka Tjiptaning kembali mengkritik vaksin Covid-19.

Dalam rapat kerja hari kedua Komisi Ix DPR, Ribka menyebut vaksin Covid-19 buatan Sinovac adalah barang rongsokan.

“Saya sudah bilang negara tidak boleh berbisnis dengan rakyatnya. Sinovac ini kan kalau kebetulan saya punya banyak teman di China. Sebetulnya Sinovac ini, istilahnya apa ya, barang rongsokanlah di sana itu. China sendiri sudah jarang pakai Sinovac sebenarnya,” ujar Ribka, Rabu (13/1).

Menurutnya, Indonesia seharusnya lebih mengoptimalkan vaksin Merah Putih buatan anak bangsa, bukan vaksin Sinovac buatan China.

“Kenapa Merah Putih tidak kita seriuskan lagi sehingga lebih ya sudah ambil Sinovac aja istilahnya,” kata Ribka yang juga seorang dokter ini.

Ribka juga mengaku sudah ditegur oleh partainya, PDIP, karena menolak divaksin.

Namun, dia tak mempermasalahkan hal itu. Dia justru menyindir rekannya yang mengatakan “Saya siap divaksin”, karena mereka pasti memilih vaksin mahal.

“Saya bilang: pasti milih yang Rp 2 juta toh? Iyalah anggota DPR yang mahal. Pasti yang mahal, yang murah pasti untuk rakyat miskin, biasanya juga gitu,” kata Ribka.

Ribka juga menyinggung soal Presiden Jokowi yang menjadi orang pertama disuntik Vaksin Covid-19. Jika terjadi apa-apa, maka Jokowi akan mendapatkan pelayanan kelas satu, beda dengan rakyat.

“Kalau ada apa-apa (kepada Jokowi) dokter yang mengikuti berapa, rumah sakit siap, tapi nanti (warga) yang di ujung sana, orang kena Covid saja susah cari rumah sakit,” ucapnya.

Ribka juga mendesak Menkes Budi Sadikin agar tidak hanya berkutat mengurus vaksin atau Covid-19. Dia meminta Menkes Budi memiliki terobosan karena rumah sakit mulai kekurangan SDM.

“Supaya tidak terkesan bahwa Menkesnya ini Menteri Vaksin atau Menteri COVID-19 gitu. Tapi Menteri Kesehatan seutuhnya, bisa jawab semuanya. Kan biasanya juga di belakang-belakang teman-teman Dirjen ini bisa jawab, kan gitu, bisa dibantu,” terangnya.