Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 7584

Pastikan Program Samisade Berjalan, Camat Dramaga Verifikasi 7 Desa

BOGORDAILY – Camat Dramaga Ivan Pramudia melakukan pemeriksaan ke 7 Desa yang akan dilakukannya pembangun pada hari Selasa, (12/01/2021).

Terdapat 349 desa di wilayah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, akan mendapatkan kucuran dana Rp349 miliar. Dana tersebut akan direalisasikan melalui program Satu Miliar Satu Desa (Sami Sade) pada tahun anggaran 2021.

Camat Dramaga Ivan Pramudia Rechecking jalan yang akan di bangun, Selasa (12/01/2021). Foto: shandra/bogordaily.net

Terdapat 7 desa di Dramaga yang salah satunya mendapatkan bantuan program Satu Miliar Satu Desa (Sami Sade) yaitu, desa Sinarsari, desa Sukawening, desa Dramaga, desa Babakan, desa Cikarawang, desa Petir dan desa Purwasari.

“Karena anggarannya belum keluar, kami lakukan tahap verifikasi terlebih dahulu,” Ucap Camat Dramaga Ivan Pramudia.

Anggaran yang diajukan oleh pemerintah desa harus berupa perbaikan infrastruktur di wilayahnya masing-masing, sehingga memperkecil pekerjaan yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Camat Dramaga Ivan Pramudia memeriksa jalan di Sukawening, Selasa (12/01/2021). Foto: shandra/bogordaily.net

“Baru 3 desa yang kami datangi yaitu, desa Sukawening, desa Dramaga dan desa Sinarsari. Kami baru datang untuk verifikasi saja, dan sejauh ini pengajuannya rata – rata untuk perbaikan jalan,” lanjutnya.

Ia mengatakan pengecekan pada 4 desa lainnya, desa Babakan, desa Cikarawang, desa Petir dan desa Purwasari akan dilakukan pada hari ini.

“Untuk sisanya yang 4 desa, Insha Allah hari ini kami lakukan,” pungkasnya.

“Untuk desa mana yang akan terlebih dahulu diperbaiki, liat nanti saja pastinya harus ada arahan dari kabupaten yang akan menyesuaikan,” tutupnya.(shandra)

BPOM Terbitkan Persetujuan Penggunaan Vaksin Covid-19

BOGOR DAILY- Saat ini Indonesia telah memasuki bulan ke-10 kondisi kedaruratan pandemi COVID-19 yang ditetapkan Pemerintah pada bulan April 2020 lalu melalui Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non Alam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagai Bencana Nasional.

Berbagai upaya pemerintah telah dan akan terus dilakukan untuk percepatan penanganan pandemi COVID-19 ini. Salah satu upaya pemerintah yang saat ini akan segera digulirkan adalah program vaksinasi COVID-19. Vaksin COVID-19 diharapkan menjadi penentu dalam mengatasi pandemi COVID-19 ini, dan seluruh negara di dunia sedang melakukan upaya yang sama.

Memperhatikan kondisi kedaruratan dan merespon kebutuhan percepatan penanganan COVID-19, maka Badan POM mengambil langkah kebijakan dengan menerapkan Emergency Use Authorization (EUA) atau persetujuan penggunaan dalam kondisi darurat untuk Vaksin COVID-19. Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito menyampaikan bahwa penerapan EUA ini dilakukan oleh semua otoritas regulatori obat di seluruh dunia untuk mengatasi pandemi COVID-19 ini.

“Secara internasional, kebijakan EUA ini selaras dengan panduan WHO, yang menyebutkan bahwa EUA dapat ditetapkan dengan beberapa kriteria. Pertama, telah ditetapkan keadaan kedaruratan kesehatan masyarakat oleh Pemerintah. Kedua, terdapat cukup bukti ilmiah terkait aspek keamanan dan khasiat dari obat (termasuk vaksin) untuk mencegah, mendiagnosis, atau mengobati penyakit/keadaan yang serius dan mengancam jiwa berdasarkan data non-klinik, klinik, dan pedoman penatalaksanaan penyakit terkait,” jelas Kepala Badan POM.

“Kriteria ketiga, obat (termasuk vaksin) memiliki mutu yang memenuhi standar yang berlaku serta dan Cara Pembuatan Obat yang Baik. Keempat, memiliki kemanfaatan lebih besar dari risiko (risk-benefit analysis) didasarkan pada kajian data non-klinik dan klinik obat untuk indikasi yang diajukan, dan terakhir belum ada alternatif pengobatan/penatalaksanaan yang memadai dan disetujui untuk diagnosa, pencegahan atau pengobatan penyakit penyebab kondisi kedaruratan kesehatan masyarakat,” ungkap Kepala Badan POM lebih lanjut.

Saat ini pemerintah telah melakukan pengadaan vaksin Coronavac yang diproduksi oleh Sinovac Biotech dan didaftarkan di Indonesia oleh PT. Bio Farma. Dalam pengembangan vaksin ini, uji klinik fase 3 dilakukan di beberapa negara termasuk Indonesia, Brazil dan Turki. Berdasarkan data-data yang telah disampaikan oleh PT. Bio Farma kepada Badan POM dan hasil pembahasan yang dilakukan bersama Komite Nasional Penilai Obat dan Para Ahli pada Bulan Desember 2020 dan Januari 2021.

Kepala Badan POM mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil evaluasi data keamanan vaksin Coronavac diperoleh dari studi klinik fase 3 di Indonesia, Turki dan Brazil yang dipantau sampai periode 3 bulan setelah penyuntikan dosis yang ke 2, secara keseluruhan menunjukkan vaksin Coronavac aman. “Hasil evaluasi menunjukkan Coronavac aman dengan kejadian efek samping yang ditimbulkan bersifat ringan hingga sedang, yaitu efek samping lokal berupa nyeri, indurasi (iritasi), kemerahan dan pembengkakan. Selain itu terdapat efek samping sistemik berupa myalgia (nyeri otot), fatigue, dan demam,” tutur Kepala Badan POM. Efek samping tersebut bukan merupakan efek samping yang berbahaya dan dapat pulih kembali.

Kepala Badan POM mengungkapkan bahwa Vaksin CoronaVac, telah menunjukkan kemampuan dalam pembentukan antibodi di dalam tubuh dan juga kemampuan antibodi dalam membunuh atau menetralkan virus (imunogenisitas), yang dilihat dari mulai uji klinik fase 1 dan 2 di Tiongkok dengan periode pemantauan sampai 6 bulan. “Pada uji klinik fase 3 di Bandung, data imunogenisitas menunjukkan hasil yang baik. Sampai 3 bulan jumlah subjek yang memiliki antibody masih tinggi yaitu sebesar 99,23%,” jelasnya.

Selain itu, hasil analisis terhadap efikasi vaksin CoronaVac dari uji klinik di Bandung menunjukkan efikasi vaksin sebesar 65,3%, dan berdasarkan laporan dari efikasi vaksin di Turki adalah sebesar 91,25%, serta di Brazil sebesar 78%. Hasil tersebut telah memenuhi persyaratan WHO dengan minimal efikasi vaksin adalah 50%. “Efikasi vaksin sebesar 65,3% dari hasil uji klinik di Bandung tersebut menunjukkan harapan bahwa vaksin ini mampu untuk menurunkan kejadian penyakit COVID-19 hingga 65,3%,” ujar Kepala Badan POM.

Untuk menjamin mutu vaksin, Badan POM telah melakukan evaluasi terhadap data mutu vaksin, yang mencakup pengawasan mulai dari bahan baku, proses pembuatan hingga produk jadi vaksin sesuai dengan standar penilaian mutu vaksin yang berlaku secara internasional. Salah satunya melalui inspeksi langsung ke sarana produksi vaksin CoronaVac yaitu fasilitas Sinovac Life-Science di Beijing pada akhir Oktober 2020, untuk memastikan proses pembuatan vaksin memenuhi ketentuan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) sehingga dapat dipastikan konsistensi mutu dari vaksin tersebut

Badan POM melalui Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (P3OMN) juga melakukan pemastian mutu setiap batch yang akan digunakan dengan melakukan pengujian dalam rangka pelulusan batch atau Lot Release.

Berdasarkan data-data tersebut di atas, dan mengacu kepada panduan dari WHO dalam pemberian persetujuan EUA untuk vaksin COVID-19 (Considerations for Evaluation of COVID-19 Vaccines), yaitu memiliki minimal data hasil pemantauan keamanan dan khasiat/efikasi selama 3 bulan pada uji klinik fase 3, dengan efikasi vaksin minimal 50%, maka Vaksin CoronaVac ini memenuhi persyaratan untuk dapat diberikan persetujuan penggunaan dalam kondisi emergensi (Emergency Use Authorization).

“Oleh karena itu, pada hari ini, Senin, tanggal 11 Januari 2021, Badan POM memberikan persetujuan penggunaan dalam kondisi emergensi (Emergency Use Authorization/EUA) untuk vaksin COVID-19 yang pertama kali kepada vaksin CoronaVac, produksi Sinovac Biotech Inc. yang bekerja sama dengan PT. Bio Farma,” tegas Kepala Badan POM.

Pengambilan keputusan didasarkan pada rekomendasi yang diterima oleh Badan POM berupa hasil pembahasan yang dirumuskan dalam rapat pleno dari Anggota Komite Nasional (Komnas) Penilai Obat, Tim Ahli dalam bidang Imunologi, Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Ahli Epidemiologi pada tanggal 10 Januari 2021. Pengambilan keputusan ini dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dan diskusi yang komprehensif terhadap data dukung dan bukti ilmiah yang menunjang aspek keamanan, khasiat dan mutu dari vaksin.

Badan POM senantiasa mengedepankan kehati-hatian, integritas dan independensi, serta tranparansi dalam pengambilan keputusan pemberian EUA ini, dalam rangka perlindungan kesehatan masyarakat. Sebagai Otoritas Regulatori Obat, Badan POM secara rutin diaudit oleh WHO, dan telah mendapatkan pengakuan sebagai salah satu Otoritas Regulatori Obat yang memiliki tingkat maturitas tinggi (maturity level 3-4).

Pemberian persetujuan EUA ini, diharapkan dapat mendukung upaya Pemerintah dalam percepatan penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia. “Mari kita dukung program vaksinasi COVID-19, karena keberhasilan penanganan COVID-19 ini merupakan keberhasilan kita bersama sebagai Bangsa.” tutup Kepala Badan POM.

Siap siap! Dua Hari Lagi 7 Daerah di Jabar Ini Mulai Suntik Vaksin Covid-19

BOGOR DAILY- Dua hari lagi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal melakukan suntik vaksin. Sesuai rencana, penyuntikan tahap pertama akan dilakukan pada 14 Januari dengan target atau sasarannya tenaga medis dan 10 pejabat publik esensial.

Vaksinasi COVID-19 di Jabar rencananya pertama kali akan dimulai di tujuh daerah, yakni Kota Bandung, Bekasi, Bogor, Depok, dan Cimahi, serta Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.

Dari 1,2 juta vaksin yang disiapkan pemerintah pusat pada tahap I termin I, Provinsi Jabar mendapat alokasi 97.080 dosis vaksin. Penyaluran vaksin dilakukan oleh Biofarma ke Dinkes Jabar sebelum disalurkan ke fasilitas kesehatan di kabupaten dan kota.

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum akan menjadi orang yang pertama kali mendapatkan vaksin COVID-19. Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil tidak akan menerima suntik vaksin karena telah menjadi relawan uji klinis kandidat vaksin fase tiga di Indonesia.

Terkait jumlah vaksinator atau tenaga penyuntik vaksin, Ridwan Kamil menjelaskan, terdapat 11 ribu relawan vaksinator yang dilatih hingga akhir Januari 2021. Ia menegaskan, pihaknya akan terus menambah jumlah vaksinator untuk mewujudkan target vaksinasi selama 6 bulan.

“Kami akan mengempatkalilipatkan (jumlah vaksinator) karena target Presiden, (pelaksanaan) vaksinasi kurang dari setahun. Supaya ekonomi kita bisa segera membaik,” ucap Ridwan dalam keterangan resminya, ditulis Selasa (12/1).

“Kita menargetkan (vaksinasi) 6 bulan selesai dengan menduakalilipatkan Puskesmas atau titik penyuntikan dan mengempatkalilipatkan tenaga vaksinator yang sudah terlatih,” ujarnya.

Sebelumnya, Kang Emil juga meminta agar penyuntikan vaksin untuk masyarakat umum nantinya tak hanya dilakukan di Puskesmas atau tempat layanan masyarakat. Tetapi juga bisa dilakukan di gedung atau area yang lebih besar, baik milik pemerintah maupun milik TNI-Polri untuk mencegah kerumunan warga.

Lurah Babakan Kepincut Cupang

BOGO DAILY-Ikan cupang mendadak populer, selain disukai semua kalangan usia sebagai hobi, ikan hias itu menjadi bisnis yang menggiurkan ditengah pandemi Covid-19.

Deri Firmansyah seorang penghobi, membudidayakan ikan cupang hias berbagai jenis di rumahnya Kampung Cilibende RW 05 Kelurahan Babakan Kecamatan Bogor Tengah.

Di ruang tamu rumahnya yang sederhana, ikan ikan cupang itu dijejerkan dalam wadah berbahan kaca dan toples dengan susunan rapi di atas rak. Beberapa ekor ikan lainnya ditempatkan dibelakang rumahnya.

Budidaya Ikan cupang itu menarik perhatian Lurah Babakan Mohammad Arifin. Lurah yang akrab disapa Broai itu, mengunjungi rumah Deri bersama stafnya untuk melihat pelaku usaha ditengah pandemi covid-19.

Kunjungan Lurah yang kedua kalinya itu, selain ingin melihat pelaku usaha ditengah pandemi juga untuk memastikan sudah diterimanya bantuan hibah UMKM dari pemerintah.

 

Deri mengaku bisnis cupang ini dia rintis sejak 3 tahun lalu. Selain menerima pesanan dari dalam Kota Bogor juga dari luar Kota Bogor. “Kita memasarkan ikan-ikan cupang melalui media sosial facebook. Alhamdulillah banyak yang pesan dari luar Kota Bogor, “tutur Deri saat berbincang-bincang dengan Lurah Babakan Mohammad Arifin di kediamannya Kampung Cilibende RW 05 Kelurahan Babakan, Senin (11/1/2021)

Deri menuturkan, dari hasil penjualan cupang bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. “Bisnis cupang tidak berpengaruh dengan pandemi, justru ditengah pandemi banyak pesanan cupang, mungkin karena banyak warga yang tinggal dirumah mencari kesibukan dengan cupang, “tuturnya.

Menurut Deri, untuk harga cupang seharga Rp10 ribu dijualnya per 100 ekor. Sedangkan harga cupang Rp20 ribu di jual per 50 ekor.

Sementara itu Lurah Mohammad Arifin mengaku tertarik dengan cupang. “Kita sudah beli aquarium kecil untuk dipajang di ruangan pelayanan baru Kantor Kelurahan Babakan. “Untuk menambah daya tarik ruang pelayanan kita simpan aquarium berisi ikan cupang,”imbuhnya.

TNI-Polri Bareng Warga Pikul Jenazah Pakai Tandu Sejauh 30 Kilometer

BOGOR DAILY– Jenazah Icci Subu (65 tahun), warga Desa Ulumanda, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) dipulangkan ke rumah duka dengan cara dipikul dengan bergotong royong oleh warga serta anggota TNI-Polri. Yang mencengangkan, jenazah dipikul sejauh 30 kilometer.

“Ini adalah mayat yang dipikul oleh Pak Babinsa bersama dengan anggota Kepolisian. Ini tidak ada ambulans yang bisa mengangkut sehingga digotong anggota kepolisian dan Anggota Kodim 1401/Majene, ini anggota kepolisian dan Pak Babinsa, mayat..mayat kondisi jalan yang tidak memungkinkan sehingga tidak ada mobil yang bisa mengangkut,” kata pria dalam rekaman video tersebut, Minggu (11/1/2021) malam.

Diketahui, Icci Subu meninggal dunia di rumah kerabatnya, Desa Salutambung, Sabtu (9/01). Dia meninggal karena sakit.

Jenazahnya kemudian dipulangkan ke rumah duka. Perjalanan dari rumah kerabat ke rumah Icci Subu memakan waktu dari sore hingga tengah malam.

“Kami mewakili khususnya masyarakat Ulumanda, sangat prihatin sekali kepada khususnya utama Puskesmas Salutambung dan Puskesmas Ulumanda, sampai-sampai kejadian tadi malam yaitu salah satu warga kami meninggal dunia di Desa Salutambung, dipikul menggunakan tenaga manusia dengan jarak tempuh 30 kilometer,” jelas Kepala Desa Ulumanda, Hardi dalam rekaman video yang diterima wartawan.

Hardi menuturkan salah satu anggota keluarga Icci Subu sudah berupaya mendapatkan pinjaman ambulans. Namun, lanjut Hardi, pihak puskesmas melontarkan banyak alasan, yang pada intinya ambulans tak dapat digunakan.

“Karena salah satu keluarga almarhum datang ke puskesmas, untuk meminta daripada transport atau ambulans untuk digunakan mengangkut, tapi alasannya, banyak alasannya,” ucap Hardi.

“Pertama kuncinya tidak ada, hilang, kemudian katanya juga mobil bukan untuk mobil jenazah, katanya untuk ambulans saja, kemudian salah satu keluarga juga, datang ke Puskesmas Ulumanda meminta juga mobilnya katanya di sana sopirnya tidak ada, kemudian ada yang juga katakan lagi rusak, jadi dua-duanya mobil rusak, ” sambung Hardi.

Baik warga maupun perangkat desa berharap pemerintah daerah memperhatikan hal ini agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Dengan adanya kejadian seperti ini, kami harapkan pemerintah, baik provinsi, kabupaten dan kecamatan bisa selalu melayani, khususnya masyarakat kami, ” tutup Hardi.

sumber: detik.com

Wajar Jika SBY Khawatir Soal Utang Indonesia

0

Bogordaily.net – Kekhawatiran tingginya utang Indonesia yang disampaikan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beralasan. Rasa khawatir yang timbul dari mantan presiden RI itu dianggap wajat.

Dalam kesempatan sebelumnya, SBY menyebut bahwa utang Indonesia sudah tidak aman. Bukan hanya meningkatnya rasio utang terhadap PDB, namun utang yang tercatat hingga November 2020 sebesar Rp 5.910,64 triliun membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan membatasi ruang gerak ekonomi.

SBY pun menyebut bisa saja 40 persen belanja negara hanya dikeluarkan untuk membayar cicilan dan bunga utang.

Pernyataan Presiden keenam RI ini pun diamini analis ekonomi dari Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR), Gede Sandra. Menurutnya, rasio utang terhadap PDB memang sudah tidak relevan untuk digunakan.

“Mana bisa kita membandingkan nilai keseluruhan utang dengan keseluruhan ekonomi? Yang masuk akal adalah membandingkan kewajiban utang pertahun dengan penerimaan negara setiap tahun. Dari sanalah didapat angka 40% yang disebut Pak SBY untuk tahun 2021,” kata Gede dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/1).

Ia khawatir bila pemerintah tak segera memutar otak, maka persentase tersebut dapat terus membesar di tahun-tahun berikutnya.

Untuk mengetahui seberapa berat beban pelunasan utang dan bunganya, Gede menyebut pemerintah perlu mempertimbangkan indikator neraca keseimbangan primer.

“Dulu zaman SBY, selama 8 tahun awal pemerintahan neraca keseimbangan primer selalu surplus. Artinya negara tidak perlu berutang untuk melunasi bunga utang. Namun di era Jokowi, sudah sejak tahun pertama memetintah, neraca keseimbangan primer selalu mengalami defisit,” jelasnya.

Ia berujar, nilai defisit keseimbangan primer terus membengkak. Bila di tahun 2014 defisit keseimbangan primer di angka Rp 94 triliun, tahun 2020 defisit keseimbangan primer sudah melewati Rp 700 triliun.

“Meningkat 7 kali lipat! Artinya di bawah Jokowi, sudah 6 tahun ini negara perlu berutang untuk melunasi bunga utang. Dengan nilai defisit keseimbangan primer yang terus membengkak,” sambungnya.

Hal lain yang mendasari besarnya utang terjadi karena pemerintah terlalu bernafsu namun tidak diimbangi dengan perhitungan yang matang. Gede melihat pemerintah berlebihan melakukan pembiayaan atau menambah utang. Rasa khawatir mantan presiden RI itu dianggap wajar.

Ia mengurai, defisit anggaran tahun 2020 hanya Rp 956,3 triliun. Namun pemerintah terlalu bersemangat menarik utang baru hingga Rp 1.190,9 triliun. Artinya, terdapat kelebihan penarikan utang sebesar Rp 234,7 triliun, yang dinamakan sisa anggaran tidak terpakai.

“Bila dikalikan dengan yield hari ini (6%), dari kelebihan penarikan utang tersebut terdapat bunga minimal Rp 14 triliun. Rp 14 triliun ini adalah bunga yang mubazir. Jelas negara sangat dirugikan karena tetap harus membayar bunga yang sangat besar atas dana yang tidak terpakai,” lanjut Gede.

“Saya bukan ahli hukum, tapi seharusnya KPK atau BPK dapat masuk untuk menyelidiki potensi pelanggaran hukum. Karena jelas ada pihak yang diuntungkan pada saat negara dirugikan,” tandasnya. (RMOL)

1st Anniversary Pranatacara Nikahan Bogor

BOGORDAILY – Jelang 1 tahun Komunitas Pranatacara Nikahan Bogor mengadakan event 1st Anniversary yang akan dilaksanakan pada hari Selasa, (12/11/2020) pukul 14.00 s/d 19.00 WIB.

Susunan acara yang nantinya akan diselenggarakan di Grand Savero Hotel yaitu, Berbagi edukasi sawer penganten adat sunda bersama narasumber Kang Owon, Teh Ussi.

Lalu, Musik Bubuka Kacapi Suling bersama rekan – rekan MC Teh Nyai, Teh Iyong, Kang Wawan, Kang Yeye, Kang Arief, dan Kang Dede sebagai Pengurus Pranatacara Pernikahan Bogor.

Seminar tentang How To Be An Entertaining MC bersama Indrabekti dan Nyunyut sebaai Guest MC.

Selain merayakan Anniversary, diadakan juga Pemilihan Ketua Periode 2021 – 2022 yang sebelumnya diketuai oleh Eddie Bingky, acara ini khusus untuk anggota yang bersertifikat.

Acara ini bekerjasama oleh @grandsaverobgr @sekar.99 @jeimabridal @kresnadecoration @hjdadangcateringservice @dailycatering @lzc_wedding @sanggar_mzi @iyong_weding @kafiaeventplanner @rafaniadecorbogor @agustineweddingservice @rizki_wedding_service @grenadapro @bogordailynews @elpasfm @nyunyut_pl @d_wedding_organizer ( D’Music ) @dailycateringid

Sadis, Ibu Kandung Jual Anak Gadisnya ke Pria Hidung Belang Sekali Pake Rp350

BOGOR DAILY – Seorang ibu tega menjual anak kandungnya sendiri ke hidung belang.

Sang ibu bahkan ikut menunggu anaknya di lobi hotel. Ibu kandung itu adalah ASN alias Nona, dia tega menjual putrinya kepada pria hidung belang. Mirisnya, ia sudah “rutin” menjual anak gadisnya itu selama setahun belakangan.

Perbuatan ASN akhirnya terbongkar pada Sabtu (9/1/2021). Bermula dari seorang bernama R, datang ke rumah ASN di Jalan Bhayangkara, untuk memberitahu bahwa ada seorang pria hidung belang dari luar kota yang ingin memakai jasa seks dari anak ASN, yang diketahui berinisial CN (19 tahun).

“Kak, mana anak akak? Ada tamu datang dari luar kota,” kata R kepada ASN.
R kemudian bertanya kepada ASN, berapa tarif untuk mendapatkan jasa seks dari CN.

Belum sempat disepakati, sang tamu yang mau memakai jasa CN menghampiri rumah ASN dan memberitahu bahwa ia buru-buru karena akan kembali ke luar kota.

Tamu tersebut telah memesan hotel murahan yang dipesan melalui aplikasi yang berada di Jalan Dahlia, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.

Lalu, ASN, CN, dan si tamu kemudian berangkat menuju hotel yang identik dengan warna kasur merah putih itu.

Selagi CN melayani si pria hidung belang di kamar, ASN menunggu anaknya di lobi hotel.

ASN menerima uang Rp350 ribu dari tamu tersebut, sebagai tarif untuk menikmati bercinta dengan anaknya.

Saat itulah, polisi dari Sat Reskrim Polrestabes Medan datang ke lokasi dan langsung menangkap ASN.

Setelah menangkap ASN, polisi kemudian menggrebek kamar hotel tempat CN melayani si tamu hidung belang itu.

Saat digrebek, mereka berdua masih dalam keadaan telanjang bulat, diduga usai bercinta.

Kemudian, ASN (tersangka) dan anaknya, CN (saksi korban) dibawa ke markas Polrestabes Medan untuk dimintai keterangan.

Dari hasil pemeriksaan, ASN mengakui kalau CN adalah anak kandungnya, dan dia sudah menjual anaknya itu dalam setahun belakangan, dengan tarif Rp350 ribu.

Sementara menurut pengakuan sang anak yang malang, dia tidak pernah mendapat bagian usai melayani pria hidung belang. Semua uang dikantongi oleh ibunya yang biadab.

ASN mengaku kalau uang hasil melacurkan anaknya ia pakai untuk membeli keperluan sehari-hari dan juga untuk membeli narkoba untuk dirinya.

Namun anehnya, dalam laporan yang dirilis Polrestabes Medan, tidak dijelaskan bagaimana status si tamu hidung belang itu.

Oke Dhurrotul Jannah, Pramugari Sriwijaya Air SJ 182 yang Mengisyaratkan Kecelakaan

BOGOR DAILY – Duka mendalam dirasakan keluarga dan orang-orang yang mencintai Oke Dhurrotul Jannah, menyusul jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di laut Kepulauan Seribu hari Sabtu (9/1/2021).

Pramugari NAM Air itu diketahui ada di dalam pesawat tersebut. Namanya tertera dalam Manifest SJ 182, tepatnya di urutan 44.

Sebelum ikut dalam pesawat tersebut, Dhurrotul sempat membuat lukisan yang menggambarkan semacam harapannya di tahun 2021.

Pada lukisannya, ada gambar sebuah bus di samping tahun 2021. Kemudian di bawah, terdapat gambar papan penunjuk arah, ditulisi dengan berbagai kata, yakni paradise, work, family, love, home sweet home, life, hope.

Kemudian di samping gambar papan penunjuk arah tersebut, dia menulis, “The best time for new beginning is now”, dengan bunga-bunga di sekelilingnya. Di bawah lukisan itu, ada tulisan ‘mood tracker’.

Ini Sosok Calon Kuat Kapolri yang Paling Santer

BOGOR DAILY – Calon kuat Kapolri sudah mulai gencar dibicarakan. Salah satu nama yang disebut calon kuat Kapolri adalah Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

Anggota Komisi III DPR Jazilul Fawaid memprediksi kalau calon kuat yang akan menggantikan posisi Idham Aziz sebagai Kapolri sesuai yang sudah banyak beredar di media sosial.

“Calon kuatnya sudah ramai beredar di media massa. Nama itu yang kemungkinan terpilih,” ucap Jazilul, Senin (11/1/2021).

Ketika ditanya apakah salah satu nama dari lima calon yang paling banyak dibicarakan di media sosial adalah Kepala Bareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, ia pun tak menampiknya.

“Pak Listyo Sigit yang paling santer,” ungkap politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Kendati demikian, menurut Jazilul hingga kini DPR belum menerima surat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait calon Kapolri yang akan diserahkan ke anggota dewan.

Sekadar diketahui, selain Listyo Sigit, empat nama calon Kapolri yang telah diajukan Kompolnas ke Presiden Jokowi adalah Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafly Amar.

Kemudian, ada Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Komjen Pol, Arief Sulistyanto, serta Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Pol Agus Andrianto.