Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 7671

Ustaz Maaher Resmi Ditahan 20 Hari

BOGOR DAILY- Penyidik Bareskrim Polri resmi menahan tersangka kasus ujaran kebencian di media sosial, Ustadz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata. Penahanan ini berlaku selama 20 hari.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono membenarkan informasi terkait penahanan ini. Ustadz bernama asli Soni Eranata resmi mendekam di sel tahanan Rutan Salemba Cabang Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan.

“(Sudah) Di tahan,” kata Argo saat dihubungi, Jumat (4/12/2020).

Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono memastikan bahwa Ustad Maaher telah menjalani rapid tes COVID-19. Selanjutnya Ustadz Maaher akan diperiksa oleh penyidik.

“Terkait hasil swab belum dapat laporan nanti akan kami tanyakan. Tapi yang jelas protab sudah dilaksanakan oleh penyidik setiap sekali lakukan penangkapan pasti dilakukan protokol kesehatan. Mulai Dilakukan rapid kemudian protokol kesehatan ketat pakai masker, jaga jarak itu sudah dilaksanakanan,” sebut Awi.

Upaya Dinas Ketahanan Pangan Dalam Mengatasi Rawan Gizi Pada Balita di Kabupaten Bogor

Pada Anggaran Perubahan di Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor Tahun 2020, khususnya pada kegiatan Penanganan dan Analisis Kerawanan Pangan dalam Program Pengembangan Ketersediaan dan Kerawanan Pangan dialokasikan sebanyak 100 paket bantuan Pemberian Makanan Tambahan, berupa Biskuit Balita, Susu UHT, Naget dan Kacang Hijau. Paket bantuan ini hanya merupakan stimulant saja, untuk balita yang terindikasi rawan gizi. sehingga 100 bantuan tersebut ditujukan untuk 100 balita dengan rincian 40 paket bagi balita di Desa Gunung Malang Kecamatan Tenjolaya serta 60 paket bagi balita di 7 desa di Kecamatan Tajur Halang.

Penyaluran dikecamatan Tajurhalang dilaksanakan pada Hari Rabu, 25 November 2020, dimana paket bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor ke pada Camat Tajurhalang yang langsung diserahkan ke 7 Desa yang telah menjadi sasaran Penyaluran. Paket bantuan Pemberian Makanan Tambahan tersebut ditujukan bagi Balita yang mengalami Gizi Kurang sehingga terindikasi akan mengalami kerawanan pangan dan Gizi.

Sebagaimana yang disampaikan juga oleh Kepala Seksi Kerawanan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor dalam acara Penyaluran di Kecamatan Tenjolaya, yang dilaksanakan pada hari Rabu, 25 November 2020 di posyandu Kutilang RT. 01/04 Desa Gunung Malang. Jubaedah, S.Sos berpesan bahwa “Bantuan ini merupakan Stimulan bagi Balita untuk Mendapatkan pangan dan gizi yang cukup sehinggan balita yang mendapatkan bantuan tersebut tidak mengalami Gizi Buruk dapat meningkat status Gizinya.

Wapres Ma’ruf: Pemerintah Masih Melanjutkan Moratorium Pemekaran Daerah

BOGORDAILY – Pemerintah memutuskan melanjutkan penundaan atau moratorium pemekaran daerah otonom baru (DOB). Alasannya, masih banyak DOB yang dibentuk sejak 1999 hingga 2014 belum mampu mandiri secara finansial dan masih sangat bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hal itu disampaikan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, selaku Ketua Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD), saat memimpin rapat bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Istana Wapres Jakarta, Kamis (4/12).

“Porsi PAD-nya (pendapatan asli daerah) masih di bawah dana transfer pusat,” kata Ma’ruf Amin dalam keterangan yang diterima di Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (4/12).

Berdasarkan hasil evaluasi Pemerintah dan laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sebanyak 223 DOB yang dibentuk dalam kurun waktu tahun 1999 – 2014, sebagian besar kondisi finansial-nya masih bergantung pada APBN dari pusat.

Terlebih lagi, lanjut Wapres, kondisi ekonomi dan keuangan negara saat ini masih difokuskan pada penanganan pandemi Covid-19. Atas kondisi itu, menjadi pertimbangan utama bagi Pemerintah dalam menunda pemekaran DOB.

“Kondisi kebijakan fiskal nasional saat ini sedang difokuskan untuk penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN). Sehingga, Pemerintah masih melakukan analisa secara menyeluruh dampak dan kebutuhan anggaran dari daerah persiapan,” ujarnya menjelaskan.

Pemerintah juga melakukan optimalisasi kebijakan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sebagai bagian dari alternatif dan solusi atas masalah di daerah.

Solusi tersebut antara lain pemberian dana desa, yang pada APBN Tahun 2020 sebesar Rp71,2 triliun dan pada RAPBN Tahun 2021 sebesar Rp72 triliun, program jaminan sosial, serta perlindungan sosial lain, tutur Ma’ruf.

Wapres mengatakan kebijakan pembentukan DOB akan dilakukan secara terbatas dan berkaitan dengan kepentingan strategis nasional, kepentingan politik, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan negara.

“Kebijakan lanjutan terkait pembukaan moratorium akan diambil melalui Sidang DPOD sesuai dengan Perpres Nomor 91 Tahun 2015,” ujarnya.

Parah! Bank Panin Kota Bogor Tutupi 5 Karyawan yang Positif Covid-19, Bima Arya Meradang

BOGOR DAILY- Bank Panin diduga menutupi status lima karyawannya yang dinyatakan positif Covid-19. Adanya dugaan kasus yang ditutup tutupi ini terkuak setelah Walikota Bogor Bima Arya mendapat laporan warga dan mendatangi langsung kantor Bank Panin yang ada di Jalan Ciheuleut, Kota Bogor . Diduga pihak Bank Panin tak ingin bila kantornya harus ditutup.

Wali Kota Bogor sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menyayangkan pihak menajemen Bank Panin yang tidak melaporkan saat ada karyawannya yang terpapar Covid-19.

“Ada laporan dari warga ke saya, bahwa ada 5 karyawan yang positif covid-19. Saya kaget karena kabarnya baru masuk,” Kata Bima Arya kepada awak media.

Lebih parah lagi, saat tim Satgas covid-19 mendatangi  bank tersebut untuk melakukan upaya pencegahan serta menutup sementara kegiatan pada 30 November 2020, pihak bank justru mengabaikannya hingga Wali Kota Bogor turun langsung untuk Sidak ke kantornya langsung.

“Jadi saya cek langsung kesini untuk menegur keras,” tegasnya

Walaupun 2 orang telah dinyatakan sembuh, namun tidak ada langkah-langkah penelusuran dan pihak bank juga masih sempat-sempatnya merasa keberatan untuk menutup sementara aktifitas di Bank tersebut.

” walaupun 2 orang telah sembuh dan 3 lagi masih isolasi mandiri, namun mereka tidak ada langkah-langkah penelusuran juga tidak ada langkah untuk menutup, malah keberatan untuk menutup,” ia melanjutkan.

Langkah sigap yang dilakukan Pemkot Bogor pasca diketahui bahwa ada 5 pegawai Bank yang terpapar Korona di gedung tersebut ialah melakukan penyemprotan disinfektan, selanjutnya akan melakukan swab masal dan men-tracking orang-orang yang berkontak erat dengan korban.

“Kita akan segera lakukan swab dan penelusuran secepatnya, karena di tempat ini sudah 5, di tempat lain 1 saja sudah kita tutup apalagi 5,” ucapnya.

Tidak hanya itu, saat hendak dimintai data oleh pihak Pemkot Bogor, pihak Bank Panin enggan untuk memberikan.

“Saat saya minta data, pihak Bank Panin malah nanya saya ‘Pak wali kenapa minta datanya?’. Loh anda bisa kena pasal. Kita berhak untuk meminta laporan,” ungkap Bima Arya.

Atas kejadian tersebut Pemkot Bogor akan memberikan sanksi administratif hingga pidana pada pihak Bank Panin.

“Kita Tegur, selanjutnya berikan sanksi administratif sebesar 50 juta, hingga pidana,” pungkasnya.(Egi)

Green Village Student Sewakan Apartemen Kos Bergaya Vila, Harga Terjangkau

BOGORDAILY – Green Student Village yang berada di Jalan Alternatif IPB, Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Bogor menawarkan hunian kos bergaya vila.

Apartemen kost ini sudah mulai disewakan kepada sejumlah mahasiswa dengan harga terjangkau dan fasilitas komplit. Cukup membayar Rp1,5 juta per bulan, penyewa sudah bisa menempati kost dengan berbagai fasilitasnya. Di antaranya, resto, kafe, mushola dan tempat nongkrong mahasiswa yang juga nyaman untuk area belajar kelompok.

“Kami sewakan untuk hunian ini hanya 1.5 juta perbulan dengan biaya IPL 150ribu,”ungkap Project Manager Green Student Village Suminta .

Sejak dibangun Agustus 2017, aparatemen kost syariah ini sudah memiliki 4 tower, Tower A-B untuk hunian putra, dan tower C-D untuk hunian putri.

“Alhamdulillah, untuk tahap 1 GSV sudah terisi oleh mahasiswa IPB,”ujar dia.

Menurutnya, sejak muncul  aturan baru soal kewajiban mahasiswa mencari hunia di luar kampus setelah satu tahun asrama, jumlah permintaan kos meningkat tajam. “Kami lihat peluang itu, maka dibangunlah konsep apartemen kos ini,”kata dia.

Tak hanya menyewakan kost, Green Student Village juga  merima penyewaan lapangan untuk wedding ataupun acara outdoor lainnya.

“Untuk fasilitas outdoor kami punya tanah cukup luas 4350 meter kita bangun 4 tower, 1 tower 200 meter. Lebih dari 3500 itu semua ruang terbuka” ucapnya

Menurutnya, dengan mengusung konsep The Green, GSV ingin suasana outdoor yang dihadirkan bisa dinikmati semua kalangan. Tak ketinggalan, pihaknya juga memastikan keamanan dan kenyamanan penghuni dengan sistem penjagaan security 24 jam non stop.

“Untuk keamanan dan kenyamanan, security kami akan berjaga dan rutin keliling. Kami juga lengkapi dengan CCTV di area area indoor dan outdoor, ” ujarnya

Bagi masyarakat yang tertarik untuk menyewa di apartemen GSV bisa langsung datang dan menemui staffnya.

Punya DPT Pilkades Terbanyak, Camat Citeureup Getol Apel Siaga Linmas

0

BOGOR DAILY-  Pemerintah Kecamatan Citeureup rutin melakukan apel siaga untuk menghadapi pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa, 20 Desember nanti. Sejumlah linmas dikumpulkan dalam apel kesiapsiagaan bersama unsur Ketua RT/RW dan Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).

“Kami lakukan apel siaga untuk menghindari hal yang tidak dinginkan. Karena Citeureup ini salah satu wilayah yang DPT nya terbanyak,”ungkap Camat Citeureup Ridwan Said.

Lebih lanjut Ridwan mengungkapkan bahwa pihaknya juga rutin melakukan evaluasi rutin agar pelaksanaan Pilkades yang diikuti 3 desa di Kecamatan Citeureup dapat berjalan lancar.

“Kita rutin lakukan evaluasi bersama para panitia Pilkades di Kecamatan Citeureup,” ujar Ridwan.

Terakhir, ia pun meminta dukungan seluruh elemen masyarakat untuk bersama menjaga kondusitifas wilayah agar pelaksanaan bisa berjalan lancar tanpa ekses.

“Kami mengharapkan partisipasi semua pihak untuk bersama membangun keamanan, kenyamanan wilayah,”harapnya

PSSI Bilang Begini Soal Serdy dan Yudha Ketahuan Dugem,

0

BOGORDAILY – PSSI tidak ambil pusing dengan Serdy Ephy Fano dan Yudha Febrian yang kedapatan dugem. Federasi lepas tangan karena mereka sudah dicoret Timnas Indonesia U-19.

Serdy dan Yudha kedapatan dugem di sebuah klub malam yang diketahui setelah tersebarnya video mereka di media sosial baru-baru ini. Dalam video itu, kedua pemain muda nampak ditemani seorang wanita.

Yang membuat heboh adalah kedua pemain ini baru tercoret dari Timnas U-19 karena tindakan indisipliner. Rekan wanita Serdy dan Yudha kemudian melakukan klarifikasi bahwa itu merupakan video baru atau terjadi setelah mereka berdua dicoret dari Timnas U-19.

“Ada atau tidak ada video itu, tindakan tegas sudah diambil PSSI sesuai arahan Pak Ketua Umum (Mochamad Iriawan). Berarti itu sudah menjadi tanggung jawab pribadi mereka sendiri,” kata Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri kepada wartawan.

“Kami sudah mengambil keputusan dan kami nggak tahu video itu terjadinya sebelum atau sesudah dia dicoret,” ujarnya menambahkan.

Berdasarkan informasi yang didengar dari sumber terpercaya menyebut bahwa itu adalah video lama. Kegiatan itu direkam pada saat Serdy dan Yudha masih memperkuat Timnas U-19 yang kemudian membuat mereka berdua dicoret.

Sebagaimana diketahui, Serdy dan Yudha sempat pulang telat ke hotel tempat menginap Timnas U-19 pada, Senin (23/11/2020). Tak hanya itu, mereka telat datang ke latihan pagi Timnas U-19.

Indra Sjafri tak memusingkan dengan waktu kejadian itu. PSSI lepas tangan karena kedua pemain sudah tak menjadi bagian Garuda Muda.

“Kami nggak tahu apakah itu video mereka sebelum dipulangkan dengan alasan indisipliner atau mereka merasa kecewa setelah dicoret sehingga cari pelarian,” ucap Indra Sjafri mengakhiri.

Jelang Tahun Baru, Pengusaha Rumah Makan Pusing Harga Cabai Meroket

Bogordaily – Jelang natal dan tahun baru, harga cabai mengalami kenaikan hingga 100%. Kenaikan tersebut karena faktor cuaca yang mengakibatkan stok cabai langka.

Data yang dihimpun Bogordaily sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan antara lain cabai merah dari harga Rp.35 ribu mengalami kenaikan hingga Rp.60 ribu , sama halnya dengan Cabe rawit merah dari harga Rp.35 naik menjadi Rp.55 ribu.

“Banyak yang naik, tomat pun naik dari harga Rp.8000 kini menjadi Rp.13 ribu hingga Rp.15ribu,”ungkap kepala pasar Citeureup 2 Dhona trimelani

Dirinya mengatakan kenaikan yang terjadi akibat faktor cuaca. Ada sejumlah petani cabai yang mengalami kegagalan panen juga. “Untuk saat ini sembako diwilayah Citeureup masih aman, namun akan terjadi kenaikan sampai natal dan tahun baru, biasanya bakalan langka,”jelasnya

Ismyanti,salah seorang pemilik warung makan mengeluhkan naiknya harga cabai, sebelumnya harha cabai dan tomat masih stabil. “Udah tiga hari ini mengalami kenaikan, sebelumnya masih stabil harga cabai dana harga tomat,”ungkapnya

Tingginya harga sembako pun membuat sejumlah pemilik rumah makan pasrah. “Harga tinggi kalau ada stok enak, nah kalo langka, malah bingung kita juga nantinya,”keluh dia

Rief

Coffee Shop & Eatery ternyaman di Kota Bogor : Serasa Pulang ke Rumah

BOGORDAILY-Second Home Coffee & Eatery yang terletak di Jl. Raya Pajajaran No. 1 Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor bikin betah.

Seperti namanya, Second Home yang berarti rumah kedua ini mengusung konsep “Feels home at Second Home” yang akan membuat pengunjung betah dan enggan pulang.

Dominasi warna putih pada dinding sangat menyatu dengan lantai bermotif, dan lampu kaca ala maroko yang memancarkan cahaya kuning, membuat suasana semakin hangat seperti di rumah.

Suasana Second Home Coffee & Eatry, Kamis (03/12/2020). Foto: CJ/bogordaily.net

Berbeda dengan coffee shop lainnya yg hanya menjual minuman dan makanan kecil, Second Home juga menyediakan menu makanan berat.

“Dari awal konsep Second Home adalah Coffee & Eatery, jadi kami bukan hanya kedai Kopi tetapi juga Resto yang menyediakan makanan ringan dan berat yang lezat dengan harga terjangkau dari anak sekolahan sampai orang dewasa. Harapannya kebutuhan pelanggan yang sedang mampir untuk bekerja, meeting, dsb dapat terakomodir” penuturan Sari, Penanggung Jawab Second Home Coffee & Eatery.

Ingin merangkul semua kalangan, di Second Home menyediakan mini perpustakaan, permainan, dan butik UMKM Perempuan.

“Kalau pelanggan keluarga dimana orang tuanya sedang bekerja WFH di Second Home, putra putrinya bisa main game, atau baca buku. Resto kami family friendly, ” ujar Sari.

Selama pandemi Second Home coffee buka mulai jam 09.00 s/d 21.00 sesuai protokol kesehatan , para pegawai tetap menjaga jarak, memakai masker. Untuk keamanan pelanggan maka disediakan hand sanitizer di pintu masuk serta area dalam.

Nggak Bisa Kerjakan PR, Ayah Tiri Siksa Putri Angkat. Video Tangisan Anaknya Viral

0

BOGOR DAILY- Sebuah video yang menampilkan tangisan histeris anak kecil dari dalam sebuah rumah viral di media sosial. Peristiwa itu disebut-sebut terjadi di sebuah kompleks di Kota Bekasi, Jawa Barat. Kanit Reskrim Polsek Pondok Gede Iptu Santri Dirga menjelaskan video teriakan anak kecil itu di ambil kemarin (3/12) sore. Teriakan itu berasal dari salah satu penghuni rumah MRS (7).

Dirga menjelaskan MRS dipukul bapak angkatnya sendiri, Syafriadi, karena tidak bisa mengerjakan tugas sekolah sendiri.

“Bapak mukulin anak tirinya karena nggak bisa ngerjain PR-nya sendiri,” ujar Santri Dirga dilansir detik.com, Jumat (4/12/2020).

Polisi pun menindaklanjuti kabar tersebut dengan mengunjungi kediaman Syafriadi. Setelah diinterogasi, Syafriadi diketahui sering melakukan penganiayaan kepada anak tirinya sendiri. “Bapak ini sering mukulin sebelumnya karena temperamental,” sebut Dirga.

Karena seringnya dipukuli bapaknya, korban mengalami sejumlah luka lecet hingga lebam. “(Terluka) Di paha dan di pantat,” tuturnya. Meski begitu, ibunda korban, Eva Yusianti enggan melaporkan suaminya. Hal itu karena mempertimbangkan keutuhan keluarga.

“Ibunya si anak nggak mau melaporkan karena masih mempertahankan keutuhan keluarga. Kalau sekali lagi suaminya berulah, baru ibunya akan melapor secara pidana,” tutur Dirga.

“Udah damai,” kata Dirga.

Dalam video yang beredar, tampak menampilkan sebuah rumah bercat kuning. Video itu di ambil dari seberang rumah. Terdengar suara tangisan seorang anak kecil. Tangisan itu sangat nyaring.

“Sempat tinggal di sini, terus kosong rumahnya 2-3 tahun, balik lagi ya ini bareng istri baru sama anak tirinya yang sekarang. Anaknya tirinya disiksa dengerin aja dari awal video. Tuh kedengaran,” ujar perekam video.

“Dia tuh hampir tiap hari diginiin (disiksa) sampai dikunciin di luar, sampai nggak dikasih makan, tetangga tuh bingung mau dilaporin apa nggak karena urusan keluarga,” lanjutnya.