Saturday, 9 May 2026
Home Blog Page 7992

Pasien Covid-19 DKI Membludak, RK Tawarkan Rumah Sakit di Bodebek

0

BOGOR DAILY- – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengungkapkan bahwa kapasitas rumah sakit rujukan di DKI Jakarta semakin menipis. Setidaknya ada tujuh dari 67 rumah sakit rujukan COVID-19 di Ibu Kota kini telah terisi penuh 100 persen.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun menawarkan fasilitas layanan kesehatan di wilayahnya untuk menampung pasien positif virus corona dari ibu kota. Menurutnya, sejumlah rumah sakit di wilayah Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) yang menjadi penyangga ibu kota masih bisa dipakai karena tingkat keterisian cukup.

Tak Syuting 7 Bulan Hingga Toko Bangkrut, Vanessa Angel Justru Gencar Beramal ke Panti Asuhan
Disindir Murtad, Dory Harsa Jawab Santai Begini

“Kami (Pemerintah Provinsi Jawa Barat) menawarkan karena keterisian rumah sakit di Jabar masih baik di angka 35 persen,” ujar pria yang kerap dipanggil Kang Emil tersebut saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Jumat (11/9). “Maka kalau DKI kewalahan kita menawarkan rumah sakit di Bodebek untuk digunakan atas nama kemanusiaan.”

Lebih lanjut, Emil mengatakan tawaran bantuan dari Pemprov Jabar semata-mata untuk kemanusiaan. “Jadi inilah pentingnya kita memahami bahwa menangani Covid jangan dipilah-pilah lalu oleh berdasarkan administrasi atau wilayah politik, ini sesama manusia dan NKRI kita harus kompak,” katanya.

Ketua Divisi Manajemen Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Marion Siagian menuturkan daya tampung rumah sakit di Bodebek untuk menerima pasien COVID-19 masih sangat memungkinkan.

Marion menjelaskan bahwa sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Jabar, terdapat 105 rumah sakit di Jabar yang melayani pasien COVID-19. Jumlah tersebut belum ditambah dengan 322 rumah sakit rujukan di 27 kota/kabupaten.

Di antara rumah sakit tersebut, sebanyak 10 layanan kesehatan yang paling banyak melayani COVID-19 didominasi oleh RS di Bodebek dan Karawang. Ke-10 RS tersebut adalah RS Hasbullah Kota Bekasi, RSU Cibinong, RSU Kota Bogor, RSU Karawang, RS Mitra Keluarga Pratama Jatiasih, RSU Kota Depok, RS UI Depok, RS Bhayangkara Brimob, RS Hermina Bekasi, dan RSUD Ciawi. “Kita punya 4.094 tempat tidur saat ini keterisian 44,33% jadi masih di bawah standar WHO,” paparnya.

Untuk tingkat keterisian RS di wilayah Bodebek dirincikan sebagai berikut, Kota Depok sebesar 73,8%, Kota Bekasi (67%), Kabupaten Bekasi (55%), Kabupaten Bogor (52%), Kota Bogor (49%) dan Kota Bandung (31,52%). “Jadi kita sangat memungkinkan kalau nanti DKI mengirimkan pasien ke Jawa Barat,” terangnya.

Atmosfer Nyata di Open House Adreena Village 13 September 2020 Esok

0

Bogor Daily – Berjalan dengan sukses dalam pengembangan Property Syariah yang baik dan benar, Tim Manajemen Perumahan Syariah Adreena Village siap menggelar kegiatan survey langsung secara eksklusif di lokasi lahan projectnya dengan tajuk Open House Adreena Village yang akan diselenggarakan pada hari Minggu esok (13/09/20) dari pagi hari sampai dengan selesai.

Pada kesempatan yang baik tersebut, Adreena Village memberikan banyak sekali promo ciamik untuk para peserta open house yang notabene nya adalah para calon pembeli unit di Adreena Village itu sendiri. Project yang berada dibawah pengawasan dari Komunitas Besar Developer Property Syariah atau DPS itu tampaknya sudah banyak sekali mendapatkan kepercayaan dari berbagai kalangan pembeli, mulai dari para pengusaha yang ingin mempunyai unit di Adreena Village sampai kepada para pekerja swasta dan para pegawai negeri sipil atau biasa saat ini disebut dengan ASN.

“Ya pembeli sebenarnya banyak dari berbagai macam unsur, selain yang disebutkan di atas, ada juga pembeli yang trust kepada kami dalam syiar dakwah Property Syariah ini dari kalangan para Profesional seperti Insinyur dan lain sebagainya.” Jelas Vinaya Pribadi, Direktur PT. Gemilang Duabelas Prosindo, pengembang Perumahan Syariah Adreena Village.

Dalam rangkaian kegiatan Open House itu sendiri, para peserta akan disuguhkan sajian makanan lokal nan lezat yaitu Sate Maranggi selama acara berlangsung. Selain sajian makanan, tentu pihak Manajemen juga memberikan promo ciamiknya, diantaranya adalah :

√ Dapat Diskon sebesar 35 Juta Rupiah untuk pembelian Rumah, secara Cash Keras.

√ Dapat Diskon sebesar 17 Juta Rupiah untuk pembelian Rumah, secara Cash Bertahap dengan Tenor 6 bulan.

√ Dapat Diskon sebesar 15 Juta Rupiah untuk pembelian Kavling, secara Cash Keras.

√ Dapat Diskon sebesar 7 Juta Rupiah untuk pembelian Kavling, pembelian secara Cash Bertahap dengan Tenor selama 6 bulan.

√ Untuk anda yang melakukan DP secara Cash sebesar 40 persen baik pembelian Kavling atau Rumah, anda akan mendapatkqn secara Gratis biaya pembuatan AJB.

Vinaya Pribadi kembali menambahkan, kegiatan Open House pada 13 September 2020 esok, calon pembeli bisa merasakan keasrian alami di lahan project Adreena Village, bisa melihat suasana sambil ngobrol dilokasi rumah contoh yang sudah rampung, duduk dibawah pohon rindang, atau memilih untuk berada di lokasi taman samping rumah karena satu kavling full difungsikan untuk taman.

“Ayo besok acaranya, siapkan waktu anda ya. Rasakan langsung kesegaran udara, air yang bersih, suasana hijau nan asri sambil menikmati sajian makanan sate maranggi pada Open House ini. More Information click aja di www.adreenavillage.net dan telpon langsung dinomor 0812 5000 1206.” Tutup Vinaya Pribadi.

(Red-BDN).

Komite Advokasi Difabel Indonesia Perjuangkan Lahan Hibah di Megamendung

BOGOR DAILY- Komite Advokasi Difabel Indonesia (KADI) tengah memperjuangkan hak kaum difabebl terkat lahan hibah seluas 3.915 meter persegi yang ada di Desa Cipayung Kecamatan Megamendung, Kbaupaten Bogor.

Informasi yang dihimpun, pada 18 Desember 2000, pemilik lahan awal bernama Fikri Thalib menghibahkan tanahnya kepada KADI. Saat itu, proses hibah lahan garapan dilakukan antara mantan anggota MPR RI Fikri Thalib dan Koswara yang waktu itu menjabat sebagai ketua RW 04 Cipayung berupa transaksi oper alih garapan.

“Saat itu, keadaan lahan tidak dalam keadaan sengketa, batas batasnya atau penggarapannya. Belum pernah oper alih garap kepada pihak lain,”ungkap Fikri Thalib.

Tak hanya disaksikan Ketua RW4 Cipayung Koswara. Sebab, dalam proses hibah juga disaksikan Ketua RT 04 Mahmud dan Ketua RW 05 Hasbulloh, serta Kepala Desa Cipayung Mulyana Waarmerkin dan dibukukan oleh Notaris Mudrikah SH M.Kn.

Ia juga memastikan bahwa saat dihibahkan, lahan tersebut tidak pernah dijaminkan pada pihak bank pemerintah maupun swasta. Terakhir, belum pernah dijaminkan atau diborgkan kepada bank pemerintah atau swasta.

“Proses hibah lahan ditandatangani oleh kedua belah pihak Fikri Thalib dan Koswara,”ungkapnya

Satu tahun setelah transaksi itu, bertepatan dengan hari Penyandang Cacat Internasional, Komite Advokasi Penyandang Cacat Indonesia (KAPCI pada tahun 2020 berganti nama menjadi KADI) mendapat kado istimewa berupa hibah tanah itu dari Fikri Thalib kepada KAPCI.

Namun, kini lahan tersebut justru direbut oleh PT Karunia Alam Abad (KAA).

Bendahara KADI, Ali Syahbana mengatakan bahwa lahan etrsebut memang sempat terlantar pada 2019. Namun KADI berencana membuat rumah singgah untuk para difabel. “Memang setelah sekian tahun, lahan itu sempat terlantar, pada tahun 2019 lalu, KADI berencana membuat rumah singgah dan klinik bagi difabel. Rencana itu, telah terwujud meski kecil, beberapa kali terjadi aktivitas,” kata Ali Syahbana menjelaskan.

Pernyataan Ali ini diaminkan oleh pengurus KADI yang lain, Gunawan.
” Kita berupaya mempertahankan lahan itu untuk kepentingan difabel,” pungkas Gunawan.

Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada klarifikais dari PT KAA.

Satu Asa, Sama Rasa untuk Palestina Bersama RQV Indonesia di Senandung Akbar

0

Bogor Daily – Sejak tanggal 16 Juli 2020, Google Maps telah resmi menghapus Palestina dalam peta dunia. Hal ini berdampak pada situasi geopolitik Internasional mengingat Palestina menjadi salah satu barometer untuk mengukur masa depan perdamaian dan stabilitas dunia.

Agresi militer yang dilakukan Israel masih berlangsung sampai saat ini. Hal ini berimplikasi pada kondisi Palestina yang masih sangat mengkhawatirkan. Blokade Israel telah menimbulkan banyak permasalahan mulai dari kemiskinan, kelaparan, kesehatan, hingga pendidikan.

Penting bagi masyarakat dunia terutama Indonesia sebagai ‘The Large Muslim Population’ untuk membantu negeri para Anbiya tersebut. Banyak langkah nyata yang bisa dilakukan untuk memberikan konstribusi untuk Palestina. Salah satunya adalah peggalangan dana sebagai bentuk solidaritas umat beragama.

“Program Digital Event Senandung Akbar ini adalah Konser Solidaritas untuk Palestina. Bertujuan untuk mendukung kegiatan Tahfidzul Qur’an bagi hafidz cilik di Palestina dan menjaga ketahanan pangan para pencinta dan penghafal Al-Quran di Palestina yang semakin memprihatinkan terutama pada masa pandemi seperti ini.” Ungkap Fania Vivi Hikmawati, salah satu Perwakilan dari RQV Indonesia.

Menurut Fania, ada empat tujuan event ini diselenggarakan, yang pertama adalah turut serta mendukung kegiatan Tahfidzul Qur’an bagi anak-anak di Palestina, kedua adalah menjaga ketahanan pangan warga Palestina di tengah krisis yang sedang melanda, ketiga adalah mengajak masyarakat luas untuk peduli terhadap isu kemanusiaan, dan yang keempat event ini bertujuan untuk fundraising dengan konsep yang berbeda.

“Acara akan berlangsung pada hari Minggu, 20 September 2020. Start pukul delapan pagi sampai jam 12 siang dengan para pengisi acara yaitu Baraa Masoud, Muzammil Hasbalah, Hilman Fauzi dan tentu Sultan Muda Fajri Usman selaku Presiden RQV Indonesia.” Tutur Fania.

Yuk join, kalian cukup click LINK PENDAFTARAN
http://bit.ly/SenandungAkbar

Untuk REKENING DONASI
• BNI Syariah 077.258.1246
• Bank Mandiri 123.000.683.3992
• BRI Syariah 104.228.1898
• Muamalat 309.001.2610
atas nama Yayasan Wakaf Rumah Qur’an Violet.

“Ayo jangan sia-siakan waktu kalian, berguna dan bergerak atas nama kemanuasiaan. Mari bersama dekat bersama saudara-saudara kita di Palestina. In Syaa Allah akan jauh lebih barokah. Aamiin.” Pungkasnya.

(Red-BDN).

Pagi Ini, Yuk Yoga Bareng Bogor Senior Hospital, Bogor Women Club dan Sebamed

BOGOR DAILY – Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid 19, Bogor Senior Hospital dan Bogor Women Club yang diketuai Ibu Dewi Puspasari didukung oleh Sebamed mengadakan Yoga secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting sebagai cara untuk melawan Covid-19.

“Ya komitmen bersama kita semua, mematuhi segala macam protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah serta terus berupaya untuk sehat dan bugar tentu salah satunya dengan olahraga Yoga ini,” papar Titik Renggo Winarni selaku Marketing Manager Bogor Senior Hospital.

Bagi yang ingin bergabung dalam kegiatan ini bisa langsung untuk menghubungi nomor 0818 897 564. Ada giveaway untuk kalian yang ikut dalam acara ini yaitu Travel Pack dari Sebamed.

“Acara akan berlangsung pada hari ini (Sabtu, 12/09/2020). Start dari jam 10 pagi sampai dengan jam 11.30 siang,” Jelas Wanita yang akrab di sapa Titik tersebut.

Menurut Titik, olahraga Yoga bisa membangun ‘perisai pelindung’ kekebalan tubuh terhadap Covid-19.

“Yuk siapkan waktu kalian untuk mengikuti Yoga Class secara virtual ini. Kami tunggu ya,” pungkasnya.

(Red-BDN).

Perkenalkan! Hoho, Si Kades Nyentrik. Tubuh Penuh Tatto tapi Tetap Disenangi

0

BOGOR DAILY – Kades yang satu ini nyentriknya bukan main, sekujur tubuhnya penuh tatto tapi tetap disenangi warganya.

Dia adalah Welas Yuni Nugroho (36), Kepala Desa (Kades) Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara viral di media sosial dalam beberapa hari ini. Kades yang akrab disapa Hoho ini viral lantaran memiliki tato di sekujur tubuhnya.

Hoho terlihat tengah sibuk di ruang kerjanya. Ia memakai kemeja putih lengan pendek lengkap dengan topi Kades. Di bagian lengan nampak tato dengan motif oriental.

“Tato saya semuanya motifnya oriental. Ini di bagian lengan ada gambar geisha,” kata Hoho, Jumat (11/9/2020).

Tidak hanya di lengan, tato yang dimiliki bapak satu anak ini ternyata ada di sekujur tubuhnya. Mulai dari tangan, dada, punggung, paha hingga betis. Ia mengaku sudah 30 kali lebih tubuhnya ditato.

“Tato saya hampir ada di seluruh tubuh. Bisa dikatakan, 90 persen tubuh saya sudah dipenuhi tato, yang tidak ada seperti di leher atau di wajah. Kalau dihitung sudah 30 kali lebih tubuh saya ditato,” terangnya.

Hoho mengatakan pertama kali tubuhnya ditato saat masih duduk di bangku SMA. Saat itu, ia menato gambar bunga di bagian dada saat dirinya pergi ke Bali. Meski begitu badannya kini penuh tato, ternyata mulanya dia sempat ditentang oleh orang tuanya.

“Baru setelah itu bertambah terus sampai belum lama ini yang di lengan. Awalnya juga tidak boleh sama orang tua. Jadi saya sembunyiin, pas sudah tahu sempat dimarahi,” tuturnya.

Ia mengaku, keinginannya menato tubuh sudah ada sejak masih kecil. Salah satunya karena sering menonton film-film gangster. Sejak saat itu, dirinya berkeinginan untuk menato tubuhnya.

“Zaman kecil sering nonton film gangster. Dari situ mulai ingin bikin tato, dan kebetulan istri dan anak membolehkan,” ujarnya.

Hoho juga bicara soal kesan tak baik pada orang dengan tato di tubuhnya. Menurutnya, yang terpenting adalah mampu menunjukkan kinerjanya sebagai Kades.

“Sebenarnya tato atau tidak, bukan jadi masalah. Yang terpenting itu kinerjanya. Kalau bisa membawa kemajuan, pasti masyarakat tidak akan memandang tato itu suatu yang jelek,” kata Hoho.(*)

Adreena Village Buktikan Jadi Magnet Hunian Keluarga Muslim

BOGOR DAILY – Alhamdulillah, kata tersebut terucap dari salah satu pembeli Adreena Village yang memutuskan untuk membeli unit di nomor AV2-07. Ibu Ainal memutuskan untuk membeli unit di Adreena Village setelah mendapat rekomendasi oleh Hisom yang merupakan Menantunya dan sudah terlebih dahulu membeli di Adreena Village, beberapa waktu lalu.

“Beliau pada tanggal 27 Agustus 2020 lalu survey ke lokasi kami ini, dilanjut tanggal 3 September 2020 melakukan wawancara. Puji syukur kepada Allah, kemarin (Jumat, 10/09/20) Ibu Ainal melakukan transaksi pembayaran pembelian unit secara hard cash.” Tutur Vinaya Pribadi, Direktur PT. Gemilang Duabelas Prosindo yang merupakan Pengembangan dari Perumahan Syariah Adreena Village.

Vinaya kembali menjelaskan, bahwa saat ini sudah banyak masyarakat muslim yang melek terhadap proses pembelian secara Ribawi adalah dosa besar, oleh karena itu Adreena Village hadir sebagai pilihan utama hunian masyarakat muslim saat ini.

“Rata-rata selain lokasi yang strategis, para pembeli banyak juga melihat dan menelisik dari proses akad jual beli kami yang dilakukan memang seratus persen murni syariah tanpa praktek ribawi, dimana tidak ada poin dari akad jual beli ini yang dapat merugikan kedua belah pihak.” Ungkap Vinaya.

Perumahan Syariah Adreena Village sendiri berjarak hanya sekitar 5 menit dari pintu gerbang Taman Wisata Buah Mekarsari, Cileungsi, Kabupaten Bogor. Dengan suasana lokasi yang rindang, kontur tanah datar, udara yang terbilang cukup sejuk sampai fasilitas yang ditawarkan menjadi daya tarik tersendiri.

“Sudah sedikit membuka gambaran anda tentang kami, yuk siapkan waktu anda untuk datang ke event terdekat kami yaitu Open House pada hari Minggu esok (13/09/20) dan dapatkan promo diskon hingga 35 juta rupiah. Informasi bisa hubungi customer service Adreena Village di nomor 0812 5000 1206 atau click di www.adreenavillage.net.” Pungkasnya.

(Red-BDN).

Bima Arya Beberkan 90 Persen Warga Bokek Akibat Covid-19. Netizen: Betul Pak

0

BOGOR DAILY – Walikota Bogor Bima Arya membagikan hasil riset soal pergerakan Covid-19 di Kota Bogor, beserta dampak yang paling dirasakan warga Kota Bogor.

Hasil riset itu dia sampaikan dalam akun Instagramnya. Dalam postingan itu nampak sejumlah angka-angka dan pertanyaan.

“Semua kebijakan harus didasarkan pada data dan riset yang valid. @pemkotbogor bekerja sama dengan tim riset dari @laporcovid19 & Social Resilience Lab Nanyang Technological University Singapore baru saja rampungkan riset persepsi warga tentang Covid19 dengan 21.544 responden dengan sebaran merata di seluruh wilayah Kota Bogor.
Ini sebagian data yang penting:

1. Ada 65 % yang yakin bahwa mereka kecil kemungkinan terpapar covid. Sebagian besar usia 36-45 tahun.
2. Ada 86% yang yakin sembuh jika terpapar.
3. Ada 16% percaya teori konspirasi, 29% tidak percaya dan 54% tidak tahu.
4. Ada 90% mengaku terdampak ekonominya dan 40% kehilangan pekerjaan.

Artinya: Pemerintah harus lebih gencar untuk lakukan edukasi tentang covid. Tidak pas kita lakukan penindakan atau pelarangan tanpa lebih dahulu maksimalkan edukasi dengan libatkan semua.
.
Ekonomi warga pun terpapar dengan dahsyat. Artinnya upaya pemulihan ekonomi tetap harus sejalan dengan penguatan protokol kesehatan.
.
Tapi riset ini menunjukan modal utama Kota Bogor yang sangat kuat: Solidaritas sesama dan optimis! Kepedulian warga yang kuat untuk saling menolong dan meringankan beban sesama dan tetap optimis!
.
Insya Allah hari Senin Pemkot akan umumkan langkah selanjutnya dari Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) yang berlaku sampai hari Senin. Salam sehat & semangat,” tulis Bima Arya dalam postingannya itu.

Kabar soal riset itu pun dikomentari beragam netizen. Ada yang mengiyakan, berargumentasi dan sejumlah alasan lainnya.

Tapi ada juga yang membenarkan riset itu. “Betul Pak,” tulis akun @denniehippie20 dalam kolom komentar. (*)

Dikepung Tempat Sampah Liar, Pemdes Tarikolot Siapkan Penampungan

BOGOR DAILY – Pemerintah Desa (Pemdes) Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor menyiapkan penampungan pengelolaan sampah yang berada di Jalan raya Tarikolot, Kampung Zavia.

Hal tersebut sebagai bentuk Pemdes dalam menangani persoalan sampah agar tidak ada lagi tempat pembuangan sampah ilegal yang merugikan banyak pihak.

Wawan Kurniaawan, Kepala Desa Tarikolot, mengatakan permasalahan sampah hingga saat ini memang sulit ditangani, namun Pemdes setempat memberikan solusi dengan menyiapkannya pengelolaan sampah di Kampung Zavia, Desa Tarikolot.

“Persiapan sedang kita lakukan, pengelolaan sampah nantinya akan dikelola oleh pemuda dan warga di Desa Tarikolot,” ungkap dia.

Untuk tempat penampungan sampahnya, pihaknya bekerja sama dengan perusahaan yang ada di desa Tarikolot.

“Kita kerja sama dengan PT.Ricky, untuk digunakannya lahan yang tidak terpakai untuk tempat penampungan serta pengolahan sampah warga desa Tarikolot,”ujarnya.

Pria yang biasa disapa Wawan inipun mengeluhkan banyaknya tempat pembuangan sampah ilegal atau liar di Desa Tarikolot yang sangat merugikan masyarakat.

“Ada beberapa titik tempat pembuagan sampah liah di Desa Tarikolot, salah satunya di Kampung Zavia, surat edaran larangan serta razia para pembuang sampah liar sudah dilakukan,”Terang dia.

Wawan berharap, dengan adanya tempat penampungan serta pengelolaan sampah, tidak ada lagi tempat pembuangan sampah liar didesanya.

“Kita tidak nanti kalau ada yang nekat buang sampah liar lagi, teguran sudah dilakukan, penyediaan tempat sudah dilakukan, kalau masih ada lagi tempat pembuangan sampah liar, Tindak langsung,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Citeureup, Ridwan mengapresiasi pemerintah desa dalam menyiapkan lahan untuk penampungan serta pengelolaan sampah didesa Tarikolot.

“itu namanya kerja Cepat, jangan nunggu sampah liar makin banyak, kan demi kesehatan masyarakat juga,” ungkap Camat.(*)

Jakarta Rencana PSBB Total, Inul Daratista Memberi Saran Ini ke Pemerintah

0

BOGORDAILY – DKI Jakarta akan kembali lagi menjalankan PSBB total yang dimulai pada 14 September 2020. Kebijakan yang telah diumumkan Gubernur Anies Baswedan mengenai PSBB pun menuai pro dan kontra dari masyarakat.

Inul Daratista sebagai salah satu public figure pun sempat memberikan tanggapannya lantaran merasa dirugikan, jika PSBB kembali diterapkan. Hal ini diungkapkan Inul saat ditemui di Gedung Trans TV, Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2020).

“Sebenarnya PSBB yang terjadi ini bukan salahnya Presiden atau salahnya Gubernur gitu. Tapi ya sebenarnya harus kembali kepada kita,” tutur Inul.

Bagi Inul Daratista, PSBB tidak akan terjadi, jika masyarakat Jakarta menerapkan kedisiplinannya. Ia bahkan berharap PSBB kembali diaktifkan lagi, beberapa tayangan dan acara televisi diperbolehkan untuk tetap produksi dengan protokol kesehatan yang dipatuhi.

“Kalau seandainya disiplin juga saya yakin PSBB tidak akan terjadi gitu. Tapi sebenarnya ya PSBB yang terjadi saat ini kalau bisa ya mungkin kalau untuk stasiun televisi tetep tayanglah ya, karena saya tahu kalau pegawainya juga sama dengan saya, gede banget, banyak,” papar Inul.

Bagi Inul Daratista yang sempat mengalami krisis ekonomi pada masa PSBB kemarin, ia berharap pemerintah tetap menyoroti masyarakat di semua lapisannya. PSBB dianggap dapat mempersulit masyarakat untuk mencari uang.

Hal itu diungkapkan Inul sebagai tanda masukan darinya kepada Anies Baswedan dan Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi.

“Jadi kalau bisa PSBB-nya ada semacam keringanan gitu, jangan PSBB mati gitu ya. Kasihan buat kita-kitanya, baik itu (masyarakat) menengah ke bawah, ataupun menengah ke atas. Kan itu sangat membuat kita menangis,” tuturnya.

“Itu aja sih yang harus dipikirkan buat pemerintah, buat Bapak Jokowi juga, Bapak Anies Baswedan,” sambungnya.

Selain itu, Inul Daratista merasa pengadaan masker dan face shield gratis dari pemerintah perlu dilakukan. Pemerintah juga diharapkan dapat lebih mengontrol ke sejumlah pasar atau tempat yang berkerumun untuk memastikan masyarakatnya menggunakan masker.

“Kalau bisa sih di Jakarta itu dikasih face shield gratis atau masker gratis gitu, semua orang. Harus ada sensus ke pasar tuh yang nggak pakai ini, ini nah kasih (masker) apa gitu,” tutup Inul.