Saturday, 9 May 2026
Home Blog Page 7995

Airlangga Minta Perkantoran Terapkan WFH 50 Persen

0

BOGOR DAILY- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan perkantoran di wilayah ibu kota mulai menerapkan work from home (WFH) mulai Senin (14/9), sejalan dengan keputusan memperketat lagi PSBB Jakarta.

Anies menegaskan, hanya 11 sektor esensial antara lain kesehatan, bahan pangan/ makanan/minuman, energi, komunikasi dan teknologi informatika, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu, serta pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang boleh tetap berkegiatan di kantor.

“Iya, perkantoran mulai Senin WFH,” kata Anies usai menyambangi Rumah Duka mendiang Jakob Oetama, di Kantor Kompas, Jakarta, Rabu malam (9/9/2020).

Merespons itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta Pemprov DKI Jakarta mengizinkan perkantoran tetap beroperasi dengan menerapkan pembagian pekerja. Caranya dengan memperbolehkan 50% pekerja bisa tetap bekerja di kantor saat PSBB Jakarta diperketat.

“Perkembangan di DKI minggu depan kembali PSBB. Namun kami sudah menyampaikan bahwa sebagian besar kegiatan perkantoran melalui flexible working hours sekitar 50% di rumah, dan 50% di kantor,” kata Airlangga dalam Rakornas Kadin yang digelar secara virtual, Kamis (10/9/2020).

Setelah itu, dalam konferensi pers bersama BNPB, Airlangga kembali menegaskan aktivitas di perkantoran pemerintah maupun swasta tetap berjalan meski Anies perketat lagi PSBB Jakarta.

Airlangga menjelaskan pekerja pemerintah akan tetap berjalan seperti saat ini yang diatur sesuai dengan peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPAN-RB) Tjahjo Kumolo. Sedangkan, untuk pekerja swasta diatur berdasarkan jadwal secara bergantian.

“Untuk pekerja di kantor pemerintah tetap berjalan sesuai dengan peraturan yang diterbitkan oleh Kementerian MENPAN-RB sehingga pemerintah mengatur antara work from home dan work from office dan tentunya kalau untuk pekerja perkantoran tetap disiapkan fleksibel working jadi ada yang kerja di rumah, ada yang kerja di kantor. Nanti tentu presentasenya akan ditentukan dan pemerintah,” kata Airlangga.

Untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat yang tidak suka memakai masker, pemerintah akan menggelar operasi yustisi termasuk di perkantoran.

Hal itu diputuskan setelah rapat yang dilakukan oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bersama 8 gubernur, termasuk Anies.

“Disepakati bahwa kita menyeimbangkan antara kegiatan yang terkait dengan pencegahan penyebaran COVID-19 dan juga tentu mempertimbangkan terkait dengan pemulihan perekonomian,” ucap Airlangga.

Pemkab Bogor Dirikan Posko PSBB di Tujuh Kecamatan

0

BOGOR DAILY-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat mendirikan tujuh posko pemantauan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di masing-masing perbatasan kedua wilayah tersebut.

“Ada di Kecamatan Sukaraja, Babakan Madang, Ciomas, Dramaga, Ciawi, Kemang, dan Bojonggede, tujuh ya poskonya,” ungkap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah usai penertiban gabungan mengenai aturan bermasker di perbatsan Ciawi, Kabupaten Bogor, Kamis (10/9) seperti dikutip dari Antara.

Menurut Agus, tujuh kecamatan Kabupaten Bogor untuk didirikan posko pemantau PSBB itu merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Kota Bogor. Sementara wilayah perbatasan dengan daerah lain sperti Depok, Bekasi, Tangerang Selatan, Cianjur, dan Lebak belum dilakukan pengetatan.

“Sekarang hanya dengan Kota Bogor. Saya juga sudah bicara ke Bupati Bogor dan Satpol PP Depok ya kita rencana akan bersinergi dengan Kota Depok kaitan antisipasi PSBB di DKI, dampaknya pasti besar,” kata Agus.

Ia mengatakan, pengetatan PSBB di wilayah perbatasan itu lebih difokuskan pada penertiban aturan bermasker, yang sudah tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Bogor No 52 Tahun 2020.

“Kita harap operasi perbatasan ini akan mengurangi pergerakan orang yang datang ke kabupaten atau sebaliknya, terutama dalam hal protokol kesehatan,” tutur Agus.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto di tempat yang sama menyebutkan bahwa pendirian tujuh posko pemantau itu merupakan hasil kesepakatan dengan Bupati Bogor, Ade Yasin.

“Jadi ini titik-titik yang beririsan. Hari ini jalan sesuai kesepakatan dan kami terima kasih didukung Kasatpol PP Jabar, Kemendagri. Artinya pemerintah hadir menguatkan protokol kesehatan,” kata Bima.

PSBB Jakarta
Menyikapi kebijakan Pemprov DKI Jakarta menerapkan lagi PSBB total, Pemkab Bogor tetap memperpanjang pemberlakuan PSBB praadaptasi kebiasaan baru (pra-AKB) hingga 29 September 2020.

“Ya, (masih) yang kemarin yang pra-AKB,” ungkap Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan saat ditemui di Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (10/9).

PSBB total DKI Jakarta baru akan diterapkan pada tanggal 14 September 2020.

Menurut Iwan, tak menutup kemungkinan Kabupaten Bogor akan memperketat kembali sejumlah aturan setelah melihat isi dari Peraturan Gubernur (Pergub) DKI sebagai payung hukum PSBB total.

Menurut dia, hingga kini aturan PSBB pra-AKB kali ini masih berpedoman pada Perbup Bogor Nomor 52 Tahun 2020 sebagai perubahan atas Perbup Bogor Nomor 42 Tahun 2020.

Sedangkan Pemkot Bogor memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas (PSBMK) selama tiga hari pada 12-14 September 2020 untuk menekan penyebaran covid-19 di Kota Bogor.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, mengatakan hal itu, di Kota Bogor, Kamis petang, usai mengikuti rapat koordinasi secara virtual dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Gubernur Banten Wahidin Halim, terkait penanganan terpadu covid-19.

Sebelumnya, Pemkot Bogor menerapkan PSBMK selama dua pekan, pada 29 Agustus hingga 11 September 2020. Pada penerapan PSBMK itu, Pemkot Bogor memberlakukan pembatasan aktivitas warga di luar rumah sampai pukul 21.00 WIB serta pembatasan operasional tempat u saha sampai pukul 18.00 WIB.

Menurut Bima Arya, perpanjangan sementara PSBMK selama tiga hari itu untuk menyesuaikan dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang memberlakukan kembali PSBB mulai 14 September 2020, sambil menunggu data terbaru status tingkat kewaspadaan setiap daerah dari Gugus Tigas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Nasional.

“Perpanjangan selama tiga hari tersebut, akan digunakan untuk mempertimbangkan kebijakan yang akan diambil oleh Pemkot Bogor, sambil menunggu kebijakan selanjutnya dari Pemprov DKI Jakarta,” urai Bima.

Dia menjelaskan, Gubernur DKI Jakarta melihat kondisi Jakarta darurat sehingga akan memberlakukan kebijakan PSBB, tapi hal itu akan dikoordinasikan lebih dulu kepada pemeritah pusat. “Hasilnya akan disampaikan kepada daerah penyangga ibu kota yakni Dobetabek,” urai dia.

Kalau ada pertanyaan apakah Kota Bogor akan mengikuti kebijakan PSBB seperti DKI Jakarta, menurut dia, jawabannya DKI Jakarta sendiri masih akan mematangkan dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

“Hasil koordinasi dengan pemerintah pusat, mungkin akan disampaikan ke Bodebek, pada hari Senin (14/9),” urai dia.

Bima menambahkan, Pemerintah Kota Bogor bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor, akan melakukan rapat koordinasi lagi, pada Senin (14/9), untuk memutuskan langkah selanjutnya, setelah berkoordinasi dengan Pemprov erintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemprov Jawa Barat

Lens Vs PSG: Les Parisiens Dikalahkan Tim Promosi 0-1

0

BOGORDAILY – Hasil mengejutkan diraih Paris Saint-Germain pada pertandingan perdananya di Liga Prancis musim ini. Les Parisiens tumbang 0-1 dari tim promosi, RC Lens.

PSG menjalani laga pertamanya di Ligue 1 2020/2021 dengan bertandang ke markas Lens di Stade Bollaert-Delelis, Jumat (11/9/2020) dini hari WIB. Les Parisien tampil tanpa sejumlah bintangnya seperti Neymar, Kylian Mbappe, serta Angel Di Maria akibat terinfeksi virus COVID-19.

Tim tuan rumah membuka peluang di menit ke-17. Ignatius Ganago melepaskan bola tembakan rendah yang membentur tiang gawang sebelah kanan PSG.

PSG balik mengancam di menit ke-21. Kays Ruiz-Atil membawa bola dari tengah lapangan dan melakukan operan beberapa kali dengan rekan setimnya, sebelum menendang bola ke arah gawang. Upayanya masih belum menemui hasil.

Kedua tim tidak mengendurkan serangannya hingga memasuki waktu jeda, tetapi belum ada gol yang tercipta. Babak pertama ditutup dengan kedudukan 0-0.

Memasuki babak kedua, Lens berhasil membuka skor pada menit ke-57. Ganago mencatatkan namanya di papan skor.

Berawal dari kesalahan kiper PSG, Marcin Bulka, yang gagal mengirimkan bola sempurna ke rekan setimnya dan malah mengarah ke Ganago. Pemain Kamerun itu dengan mudah menguasai bola dan menembaknya ke dalam gawang PSG. 1-0 Lens memimpin.

Tim tuan rumah nyaris menggandakan keunggulan di menit ke-62. Simon Banza menanduk bola lambung Clement Micelin di dekat garis gawang PSG, tetapi Bulka berhasil mengamankan bola.

PSG mendapat kans emas di menit ke-67 lewat tendangan bebas di dekat kotak penalti Lens. Ander Herrera yang menjadi eksekutor gagal hanya bisa menendang bola di atas mistar gawang.

Finalis Liga Champions 2019/2020 terus melancarkan serangan guna mencetak gol penyeimbang. Namun hingga pertandingan usai, PSG gagal menyarangkan bola ke gawang Lens. Laga tuntas 1-0 untuk kemenangan tim tuan rumah.

Dengan kekalahan ini, PSG menempati urutan ke-17 klasemen Liga Prancis. Ada pun Lens berada di urutan ke-12 dengan tiga poin.

Susunan Pemain

Lens: Jean-Louis Leca; Jonathan Gradit, Loic Bade, Facundo Medina; Clement Michelin, Cheick Oumar Doucoure, Manuel Perez, Issiaga Sylla; Gael Kakuta, Ignatius Ganago, Simon Banza.

Paris Saint-Germain: Marcin Bulka; Juan Bernat, Presnel Kimpembe, Thilo Kehrer, Layvin Kurzawa; Marco Verratti, Idrissa Gana Gueye, Ander Herrera; Kays Ruiz-Atil, Arnaud Kalimuendo-Muinga, Pablo Sarabia.

Soal Tank Tabrak Gerobak dan 4 Motor, Anggota Komisi I DPR Menagih Penjelasan TNI

0

BOGORDAILY – Anggota Komisi I DPR F-NasDem Willy Aditya meminta TNI menginvestigasi tuntas insiden kecelakaan tank hingga menabrak gerobak dan motor di Bandung Barat. Hasil investigasi itu juga diminta disampaikan secara terbuka kepada publik.

“Pertanyaan dan penasaran publik terhadap peristiwa yang terjadi jangan sampai menjadi isu negatif yang dapat mencemarkan TNI secara keseluruhan. Kalau POM dan Pendam Siliwangi sudah menyatakan akan melakukan penyelidikan, itu harus dilakukan dan disampaikan hasilnya ke publik,” kata Willy kepada wartawan, Kamis (10/9/2020).

Willy mengatakan ada aturan penggunaan peralatan perang yang dimiliki TNI. Menurutnya, insiden kecelakaan itu bukan sekadar kelalaian dari pengendara tank.

“Ada apa tank itu keluar dari kandangnya, perintah tugasnya seperti apa, apakah itu dalam rangka pelatihan. Beri penjelasan yang terang kepada publik,” ujar Willy.

“Alat perang itu tidak bisa sembarang keluar masuk. Bahaya kalau manajemen peralatan perang sembarangan. Beberapa tahun lalu itu ada peristiwa senjata yang bisa lolos digunakan untuk menyerang lapas. Ini tidak boleh menjadi pemakluman. Harus dijelaskan sesuai fakta,” imbuhnya.

Di sisi lain, Willy mengapresiasi langkah TNI melakukan penyelidikan dan mengganti kerugian warga sipil yang menjadi korban. Namun demikian, ia tetap menagih penjelasan TNI soal mengapa kendaraan tempur itu bisa keluar dari markas TNI.

“Kita patut apresiasi langkah cepat TNI untuk ganti rugi. Namun itu tidak menghapus kewajiban TNI untuk menjelaskan mengapa ada alat perang yang bisa keluar masuk pada hari itu,” tegasnya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR F-Gerindra Fadli Zon mengatakan kecelakaan tank bukan hal baru. Insiden kecelakaan alat tempur itu dinilai menjadi urgensi untuk melakukan modernisasi alutsista.

“Faktor kecelakaan antara lain dapat disebabkan beberapa hal seperti kelalaian manusia, kondisi mesin, faktor cuaca, dan manajemen. Namun yang jelas, kejadian ini menjadi catatan penting mengenai urgensi percepatan modernisasi alutsista,” ujar Fadli.

Fadli berharap modernisasi alutsista bisa berjalan dengan baik. Ia mengatakan Komisi I DPR yang bermitra dengan TNI akan mengawalnya.

“DPR melalui Komisi I DPR RI akan mengawal agar percepatan modernisasi alutsista dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Sebelumnya, beredar di media sosial Instagram satu unit tank milik TNI AD mengalami kecelakaan tunggal di ruas Jalan Raya Cipatat atau tepatnya depan Polsek Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (10/9). Video berdurasi 19 detik yang diabadikan oleh warga menunjukkan ada dua tank yang keluar dari Jalan Saguling, area PLTA Saguling, menuju Jalan Raya Cipatat.

Saat melaju, tank pertama berhasil berbelok dengan mulus. Namun tank kedua tersebut tak terkendali, lalu menghantam sepeda motor dan gerobak penjual gorengan. Panit Lantas Polsek Cipatat Ipda Nana mengatakan akibat kecelakaan tersebut gerobak dan sejumlah motor yang sedang berada di pinggir jalan mengalami kerusakan.

Pihak TNI memastikan tak ada korban jiwa dalam insiden tank menabrak motor-gerobak di Kabupaten Bandung Barat. Bahkan pihak TNI sudah mengganti kerugian yang dialami oleh warga. Insiden itu tengah diselidiki Pomdam.

“Sekarang tim sedang turun, kita masih menunggu proses penyelidikan dari POM,” ucap Kapendam III Siliwangi Kolonel Inf FX Sri Wellyanto di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Kamis (10/9).

Bima Arya Ogah PSBB Total seperti DKI

0

BOGOR DAILY- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seperti awal pandemi COVID-19 di DKI. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun belum akan menerapkan kebijakan yang sama dengan DKI Jakarta.

“Tetapi untuk masalah kebijakan apakah akan sama-sama PSBB? Tentu agak berbeda. Makanya kecenderungannya untuk wilayah selain DKI, mungkin tidak PSBB full. Tetapi misalnya kalau Bogor kan PSBMK (pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas),” kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat dihubungi, Kamis (10/9/2020).

Dedie menjelaskan PSBMK adalah kebijakan pembatasan waktu operasional di semua sektor. Semua kegiatan dari pukul 21.00 sampai 04.00 WIB tidak diperkenankan ketika PSBMK diterapkan.

“Kenapa Kota Bogor PSBMK? Karena kemampuan personel TNI, Polri, Pemkot, di dalamnya ada Dishub, ada Satpol PP, tidak mampu memonitor sampai ke seluruh wilayah selama 24 jam. Makanya dibikin PSBMK,” ucap dia.

Dedie pun menambahkan kepala daerah penyangga Ibu Kota, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, Anies Baswedan, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Al Muktabar, menggelar rapat koordinasi secara virtual untuk membahas PSBB total DKI Jakarta. Dari hasil rapat, kata Dedie, Bodetabek belum memutuskan apakah akan melakukan PSBB total seperti DKI atau tidak.

Dedie pun menjelaskan jumlah peningkatan kasus COVID-19 antara Jakarta dengan Bodetabek tidak sama. Dimungkinkan, sambungnya, wilayah penyangga ibu kota akan melakukan PSBMK.

“Sejenis PSBMK. Nah kelihatannya (PSBMK) ini menarik untuk wilayah lain sama-sama diterapkan. Iya, tetapi keputusan akhirnya masih akan kita bicarakan sampai menunggu koordinasi berbagai pihak, kan. Makanya rencana PSBB DKI mungkin masih belum bisa diputuskan final karena masih harus menunggu beberapa langkah koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah lain, terutama Jabodetabek sebagai penyangga ibu kota, itu,” ucap Dedie.

Usai Ketabrak, Mayat Kakek Madroi Ditinggalkan di Angkot

BOGOR DAILY- Seorang kakek Madroi (90), meninggal dunia usai menjadi korban tabrak lari di Jalan Raya Bogor-Sukabumi, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis (10/9/2020). Mirisnya, korban ditinggal begitu saja dalam mobil angkutan umum oleh pelaku.

Kerabat korban, Abdul Rojak mengatakan, kejadian itu diketahuinya setelah mendapat kabar korban ditabrak angkutan umum Colt Diesel jurusan Bogor-Sukabumi sekira pukul 04.40 WIB. Korban ditabrak saat menyeberang menuju Masjid Jami Biru Atthohirin.

“Menurut warga sekitar tadi saat mau nyeberang jalan ke Masjid Biru ingin sholat subuh berjamaah, korban ditabrak mobil,” kata Abdul, kepada wartawan.

Setelah itu, sang sopir yang belum diketahui identitasnya memasukkan jenazah korban ke dalam angkutan umum dan pergi dari lokasi. Rupanya, pelaku meninggalkan korban di mobil depan RSUD Ciawi dan melarikan diri.

“Saya sama keponakan saya mencari informasi ke rumah sakit-rumah sakit, tapi tidak ada. Baru jam 8 saya dapat kabar kalau korban ditemukan di dalam mobil yang menabrak di depan RSUD Ciawi, kondisinya sudah meninggal dunia,” ucapnya.

Terpisah, Paur Subbag Humas Polresta Bogor Kota Ipda Rachmat Gumilar membenarkan adanya peristiwa tabrak lari tersebut. Saat ini, kasusnya masih dalam penyelidikan Unit Laka Lantas.

“Kasusnya sudah ditangani Unit Laka Lantas Polresta Bogor Kota. Korban meninggal dunia dengan luka di laki dan kepala. Pengemudi yang menabrak belum diketahui keberadaannya,” ujar Rachmat.

Sehari, 40 Kasus Pasien Baru. Empat Di antaranya Balita

0

BOGR DAILY- Kasus pasien terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Bogor Raya (Kota dan Kabupaten) tak kunjung mereda. Data terupdate (terbaru) Kamis (10/9/2020), tercatat ada penambahan 40 kasus baru, 4 diantaranya balita.

Penambahan 40 kasus baru itu tersebar di Kabupaten Bogor 21 orang dan Kota Bogor 19 orang. Sedangkan 4 balita terpapar itu sebagian besar ada di Kabupaten Bogor sebanyak 3 orang yakni perempuan berusia 3 tahun asal Kecamatan Jonggol dan Parung Panjang 2 orang laki-laki dan perempuan, berusia 2 tahun dan 5 tahun.

Sedangkan di Kota Bogor hanya satu orang yakni seorang bayi berusia 2 bulan warga Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah menyebutkan penambahan kasus positif di Kabupaten Bogor sebanyak 21 orang itu tersebar 9 kecamatan.

“Terbanyak dari Kecamatan Jonggol sebanyak 6 orang, Cileungsi dan Parung Panjang masing-masing bertambah 4 orang, Cigombong 2 orang, sisanya yakni Jasing, Tamansari, Cibungbulang, Cibinong dan Dramaga masing-masing bertambah 1 orang,” ungkapnya.

Dengan demikian total kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bogor hingga saat ini sebanyak 1.062 orang, dengan rincian sembuh 653 orang, meninggal 40 orang dan konfirmasi aktif atau masih sakit 363 orang.

Sementara itu Juru Bicara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk Siaga Corona, Sri Nowo Retno menyebutkan penambahan kasus baru hari ini sebanyak 19 orang tersebar di seluruh kecamatan atau 6 kecamatan yanga di Kota Bogor.

“Terbanyak di Kecamatan Bogor Barat sebanyak 7 orang, Tanah Sareal 5 orang, Bogor Selatan, Bogor Utara dan Bogor Timur masing-masing bertambah 2 orang. Sedangkan Bogor Tengah hanya satu orang,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kembali penularan terbanyak berasal dari klaster keluarga atau rumah tangga.

“Dengan demikian total kasus positif di Kota Bogor sebanyak 817 orang, terdiri dari 38 meninggal, selesai isolasi/sembuh 500 orang, masih sakit 279 orang,” pungkasnya.

Anggaran Penanganan Corona di Kota Bogor Diaudit BPK

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat akan melakukan audit dana penanganan Covid-19 anggaran 2020 di Kota Bogor pada 10-29 September.

Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jawa Barat Arman Syifa mengatakan, pihaknya akan menurunkan 4 tim untuk melakukan pemeriksaan dana penanganan Covid-19, yakni di Kabupaten Cimahi, Kabupaten Garut, Kota Depok, dan Kota Bogor. Pemeriksaan ini dilakukan karena selama penanganan Covid-19, pemerintah daerah banyak menggunakan dana dari berbagai pihak dan berbagai sumber, baik dari pusat, daerah, maupun dari BUMN dan BUMD serta pihak ketiga.

Dia menjelaskan, BPK akan melaksanakan pemeriksaan yang bersifat komprehensif dan berlangsung saat pelaksanaan penanganan Covid-19 sedang berjalan di daerah. “Yang biasanya kami laksanakan itu post audit, tapi saat ini kita laksanakan on going audit dengan harapan hasilnya bisa bermanfaat bagi kita semua,” ujarnya, Kamis (10/9/2020).

Latar belakang pemeriksaan ini adalah karena secara formal, WHO maupun pemerintah sudah menyatakan pandemi sejak 13 April. Selain itu, audit ini bersifat karena pandemi menimbulkan banyak korban dan berdampak secara ekonomi, seperti pengangguran dan kemiskinan.

“Ini menjadi latar belakang karena ada anggaran dari pemerintah baik pusat, daerah dan sumbangan dari pihak ketiga,” katanya. Ada dua jenis pemeriksaan, kata Arman Syifa, yakni 10 September sampai akhir September akan dilakukan pemeriksaan tahap pertama atau pendahuluan. Kemudian pemeriksaan secara rinci akan dilaksanakan pada minggu kedua Oktober.

“10-29 September di Kota Bogor kita akan lakukan pemeriksaan,” tuturnya. Arman Syifa menerangkan, pemeriksaan ini bukan hanya pemeriksaan lokal atau di Jawa Barat saja, tetapi bersifat serentak di seluruh instansi terkait, baik di pusat maupun daerah.

“Nanti hasilnya akan menjadi menjadi kesimpulan dalam penanganan Covid-19 secara nasional,” jelasnya. Tujuannya pemeriksaan ini kata dia, untuk menilai efektivitas, transparansi, akuntabilitas dan kepatuhan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara dalam kondisi darurat pandemi Covid-19

“Untuk itu kita jalankan dengan berorientasi pada berapa anggarannya dan bagaimana, alokasinya seperti apa, apakah sudah sesuai peruntukannya atau tidak dan lain-lain,” ujarnya.

Jungkalkan Juara Bertahan, RW 07 Rebut Pordes Desa Ciapus

BOGOR DAILY – Terseok seok sejak di babak penyisihan. Bahkan sempat menjalani laga tanding ulang, karena memiliki nilai sama dengan RW 02.

Akhirnya RW 07 wilayah Perumahan Ciomas Permai, Desa Ciapus, Kecamatan Ciomas, keluar sebagai juara pertama Pekan Olahraga Desa 2020.

Dalam partai final, RW 07 menjungkalkan sang juara bertahan RW 14, dengan Skor tipis 3-2. Juara 1 mendapatkan tropy bergilir, medali dan uang pembinaan.

“Alhamdulillah berkat kekompakan suporter dan pemain akhirnya kami juara,” ujar manager tim
Safri Siregar.

RW 07 yang diperkuat pemain Sirnas,
Sasfa Benzufri Rai Fido, Husni, Edi Jajuli Sudarmaji, Rifai, Abang, Ganda. Tampil percaya diri dalam partai final.

Sementara Pendi kepala Desa Ciapus mengatakan, Pordes ke tiga tahun ini cukup sukses dari sisi partisipasi warga.

Banyak muncul pemain muda dari setiap RW. Hal ini tentu saja positif dari pencairan talenta muda yang butuh media penyaluran potensi nya.

“Silaturahmi dan nilai sportivitas juga berlangsung dalam setiap pertandingan,” beber Pendi, kepada Bogordaily.net.

Hal senada di ungkapkan Purnomo pemain RW 14. Dari tahun ke tahun pelaksanaan Pordes berjalan dengan baik.

Terutama nilai-nilai silaturahmi antar warga komplek dan wilayah desa Ciapus.

“Apalagi pertandingan di laksanakan di lapangan terbuka yang ada di setiap RW,” pungkas Purnomo.(gib)

Terekam Video, Detik-detik Mobil Terseret Kereta Api Sejauh 250 Meter, 1 Orang Tewas

0

BOGOR DAILY – Detik-detik kecelakaan sebuah kendaraan terseret kereta api sejauh 250 meter terekam video warga dan beredar di media sosial.

Dalam kecelakaan itu, satu orang meninggal dan 6 penumpang terluka setelah Kereta Api Penataran 449 jurusan Surabaya – Blitar menabrak mobil Xenia bernopol N 1784 EU di Dusun Kebonsari, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Kamis (10/9/2020) siang.

Korban yang meninggal adalah Rosi Rosianda warga Jalan Sidoutomo 51 RT 4 RW 2, Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen. Sedangkan korban luka telah dibawa ke RSUD Kepanjen.

Kanit Laka Polres Malang Ipda Agus Yulianto mengatakan kecelakaan berawal saat mobil menyeberang di perlintasan jalur KA tanpa palang pintu dari arah selatan ke utara.

“Waktu bersamaan kereta api melintas dari arah timur. Mobil sempat terseret KA sejauh kurang lebih 250 meter. Diketahui ada 7 orang di dalam mobil,” ujar dia sambil menyebut polisi masih meminta keterangan kepada saksi. (*)