Saturday, 16 May 2026
Home Blog Page 8064

11 Pegawai Mitra Kerja Telkomsel Bogor Positif Covid-19, Ruangan Ini Dikosongkan

BOGOR DAILY-PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) mengosongkan ruangan kerja dan melakukan sterilisasi serta disinfeksi di Gedung OPMC Telkom Bogor. Langkah ini diambil terkait adanya 11 orang mitra kerja call center PT Infomedia Nusantara anak perusahaan PT Telkom yang terpapar
Covid-19.

VP Corporate Communication Telkom, Arif Prabowo menjelaskan, sesuai dengan informasi dari Infomedia selaku anak perusahaan PT Telkom, sebanyak 11 orang mitra kerja call center yang berkantor di Gedung OPMC Telkom Bogor dinyatakan positif COVID-19, merujuk pada hasil swab test yang telah dilakukan. “Kesebelas orang yang positif Covid-19 tersebut bukanlah karyawan Telkom,” kata Arif dalam siaran tertulis, Sabtu (29/8/2020).

Arif menuturkan, mitra kerja yang dinyatakan positif dan bergejala saat ini dirawat di Rumah Sakit rujukan. Sedangkan yang tidak merasakan gejala, menjalani isolasi mandiri di bawah pengawasan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan dan perusahaan.(Baca: 11 Karyawan Positif COVID-19, Telkom Bogor Diimbau Tutup Sementara)

Saat ini, lanjut dia, Telkom telah mengambil langkah antisipasi dengan mengosongkan ruangan kerja dan melakukan sterilisasi serta disinfeksi. Untuk sementara waktu Kantor OPMC Telkom Bogor ditutup dari segala aktivitas kerja dan akses pelanggan. Seluruh karyawan yang berkantor di gedung tersebut diminta untuk melakukan Work From Home (WFH).

Selain itu Infomedia dibantu Telkom Bogor juga melakukan upaya tracking dan tracing kontak di kantor dan area sekitar guna mencegah penyebaran. Telkom terus aktif mengimbau karyawan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dengan menerapkan social distancing, rutin mencuci tangan dan menggunakan masker untuk menekan resiko penyebaran.

Selain itu, perusahaan akan tetap mengintensifkan upaya-upaya preventif lainnya seperti berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat termasuk menyiagakan tenaga medis dari Yayasan Kesehatan Telkom guna pencegahan secara lebih dini.

Tahun Depan Buruh Minta Naik Gaji

BOGOR DAILY-Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal meminta pemerintah menaikkan upah minimum provinsi pada 2021 sebesar 8%. Keinginan tersebut diharapkan bisa mendongkrak daya beli.

Namun, di sisi lain pandemi virus Corona (COVID-19) masih menghantui Indonesia dan negara lain. Pandemi ini juga mempengaruhi sendi-sendi ekonomi dalam negeri.

“Ya kami berharap minimal 8% dibandingkan tahun lalu, sehingga daya beli bisa terjaga,” kata Said, Sabtu (29/8/2020).

Ia mengatakan, untuk mendongkrak konsumsi tak bisa jika hanya mengandalkan APBN. Oleh sebab itu, daya beli masyarakat melalui kenaikan upah minimum harus dilakukan.

“Kenaikan upah pun harus dilakukan, kalau nggak konsumsi akan turun. Seberapa kuat sih bansos pemerintah? Kan uangnya sudah jebol APBN itu. Subsidi upah juga kan paling sampai Desember. Oleh karena itu, bagi perusahaan-perusahaan secara umum dia harus menaikkan upah,” terang Said.

Ia mengakui, memang sederet perusahaan mengalami tekanan karena pandemi COVID-19. Namun, ada beberapa sektor yang justru tumbuh di tengah pandemi seperti industri farmasi atau alat kesehatan (alkes).

Namun, bagi perusahaan yang tak mampu memenuhi usulan kenaikan upah minimum, diharapkan dapat menginformasikannya secara resmi kepada pemerintah.

“Bagi yang tidak mampu, baru nanti melapor. Kan sudah ada itu surat edaran menteri bagaimana perusahaan yang tidak mampu membayar upah. Tapi jangan dipukul rata dulu semua tidak mampu, itu salah,” tutup dia.

29 Agustus 2020, Kasus Positif Covid-19 di Jabar Bertambah 526 Pasien

BOGOR DAILY-Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Jawa Barat terus bertambah setelah menembus angka 10.000 kasus pada Jumat (28/8). Kasus positif COVID-19 pada Sabtu (29/8) pun bertambah signifikan, yakni 526 kasus.

Penambahan ini merupakan terbanyak kedua yang dicatat laman Pikobar setelah ditemukannya klaster Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) yang menyentuh sekitar 957-an kasus.

Dengan ini total angka terkonfirmasi COVID-19 di Jawa Barat menyentuh angka 10.528 kasus. Laju penambahan kasus ini terus terjadi sejak 5 Agustus.

Dimulai dengan bertambahnya 125 kasus (5/8), 152 kasus (7/8), 240 kasus (8/8), 361 kasus (14/8), 237 kasus (15/8), sempat melandai di 17 dan 18 Agustus, namun kembali melonjak hingga 27 Agustus 2020.

Dari laman Pikobar, rasio kasus positif ini mayoritas masih berasal dari Kabupaten/Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten/Kota Bekasi (Bodebek) dan lainnya dari kasus yang belum teridentifikasi.

Secara rinci dari aglomerasi wilayah tersebut kasus terkonfirmasi positif paling banyak disumbang oleh Kota Depok (1.721 kasus, Kota Bekasi (1.567 kasus), Kabupaten Bekasi (995 kasus), Kota Bandung (897 kasus), Kabupaten Bogor (708 kasus) dan 1.786 kasus lainnya yang masih belum teridentifikasi asalnya.

Bogor Kembali Zona Merah

Wilayah Kota Bogor ditetapkan menjadi wilayah yang berubah status menjadi zona resiko tinggi penularan atau zona merah COVID-19. Berdasarkan catatan Gugus Tugas Nasional, Kota Bogor menjadi satu-satunya wilayah di Jawa Barat yang berubah status menjadi zona merah Covid-19.

“Kami juga baru lihat di situs resmi GTN (zona merah), dari Provinsi (Jawa Barat) belum ada perubahan. Masih orange,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Kamis (27/8).

Terapkan PSBB Skala Mikro 2 Pekan
Meski demikian, Bima mengakui bahwa tren kasus positif COVID-19 naik tajam sejak sepekan terakhir. Ia juga kerap mengingatkan warga karena wilayah Kota Bogor bisa saja berubah menjadi zona merah COVID-19 jika warga tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Tapi memang seperti yang selalu saya sampaikan seminggu ini. Tren naik tajam dan bisa saja masuk zona merah. Klaster utama adalah keluarga. Transmisi lokal sudah terjadi,” kata Bima.

Wacanakan Wisata Medis, Luhut Minta ada RS Berstandar Internasional di Tiga Kota Ini

BOGOR DAILY-Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berencana mengembangkan wisata medis di Indonesia. Hal ini karena analisa PwC periode 2015 yang menyebut banyak wisatawan Indonesia yang ke luar negeri untuk berobat dengan jumlah 600.000 orang.

Melalui akun Instagramnya, Luhut menyebut angka ini merupakan yang terbesar di dunia dan mengalahkan Amerika Serikat (AS) yang sebanyak 500.000 orang wisatawan medis di tahun yang sama.

“Melihat potensi ini, saya bersama jajaran K/L terkait hari ini berkoordinasi tentang rencana pengembangan wisata medis di Indonesia,” kata Luhut dikutip dari akun Instagram, Sabtu (29/8/2020).

Dia mengungkapkan saat ini pihaknya juga mengkaji berbagai pertimbangan. Misalnya fakta bahwa rata-rata pengeluaran wisatawan medis sebesar US$ 3.000 – US$ 10.000 per orang.

“Sementara masyarakat kita lebih senang berobat ke Penang dan Singapura karena merasa layanan kesehatannya terhitung murah dan lebih cepat sembuh,” jelas dia.

Menurut dia ada satu pengalaman yang dia dengar tentang seorang dokter mata bahwa banyak pasien yang biasa berobat ke Singapura sekarang berobat ke Indonesia karena mereka kurang nyaman dengan adanya karantina. Melihat fakta-fakta itu, Luhut menilai perlu membangun trust guna menumbuhkan rasa percaya wisatawan medis ke Indonesia.

“Lewat wisata medis ini nantinya saya ingin kita melakukan diversifikasi ekonomi, menarik investasi luar negeri, penyediaan lapangan pekerjaan, pembangunan industri layanan kesehatan di Indonesia, serta menahan laju layanan kesehatan serta devisa kita agar tidak mengalir ke negara-negara yang lebih sejahtera,” jelas dia.

Dia menyebut untuk mendukung industri wisata medis ini, saya rasa perlu adanya dukungan dari pemerintah melalui promosi masif serta fasilitas-fasilitas penunjang lainnya, seperti membangun rumah sakit berstandar internasional seperti John Hopkins di Amerika Serikat.

“Karena itu saya meminta BKPM untuk mencari investor potensial guna membangun rumah sakit berkelas internasional di Jakarta, Bali, dan Medan. Kita juga akan pertimbangkan ijin untuk dokter asing, untuk spesialis tertentu namun harus sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Luhut mengharapkan di momentum krisis pandemi ini bisa serius dimanfaatkan untuk membenahi infrastruktur, fasilitas penunjang, serta regulasi layanan kesehatan di Indonesia agar bisa lebih baik lagi dengan menciptakan perencanaan yang bagus dan terpadu untuk industri wisata medis dalam negeri.

Empat Tahun Lawan Kanker Usus, Bintang Black Panther Berpulang

0

BOGOR DAILY-Chadwick Boseman, bintang film Black Panther, telah mengembuskan napas terakhir pada Jumat (28/8/2020) di kediamannya, kawasan Los Angeles, Amerika Serikat.

Dikutip dari suara. Com, Chadwick Boseman berjuang melawan kanker usus besar selama empat tahun.

“Dengan kesedihan yang tak bisa diukur, kami mengonfirmasi meninggalnya Chadwick Boseman,” demikian keterangan yang disampaikan kerabat aktor 43 tahun itu.

“Adalah sebuah kehormatan dalam hidupnya untuk memerankan Raja T’Challa di film Black Panther,” imbuhnya.

Chadwick Boseman disebutkan meninggal di sisi istri dan keluarganya. Mereka membutuhkan privasi dalam masa berkabung ini, dan meminta masyarakat untuk memahaminya.

Tidak lupa, pihak keluarga Chadwick Boseman berterima kasih kepada penggemar yang telah memberikan cinta dan doa untuk aktor yang bermain di film Avengers ini.

Anak anak dan Lansia di Kota Bogor Paling Banyak Terpapar Virus dari Klaster Keluarga

BOGOR DAILY- Walikota Bogor Bima Arya menyebut penularan covid-19 di Kota Bogor, Jawa Barat, dari klaster keluarga saat ini menempati peringkat tertinggi dibanding penularan dari penyebab lainnya.

Penularan covid-19 di klaster keluarga trennya terus meningkat dan jumlah keluarga yang menjadi klaster juga terus meningkat.

“Penularan covid dari klaster keluarga ini sangat mengkhawatirkan dan harus segera diantisipasi, karena adalah lingkungan terkecil di masyarakat dan anggota keluarga saling kontak erat,” kata Bima di Balai Kota Bogor, Jumat, 28 Agustus 2020.

Bima menjelaskan penyebaran dalam dua pekan terakhir pada klaster keluarga melonjak tinggi. Saat ini ada 48 keluarga menjadi klaster dengan jumlah anggota keluarga terkonfirmasi positif covid-19 mencapai 189 orang.

“Akumulasi kasus positif covid-19 di Kota Bogor seluruhnya ada 553 orang, sehingga persentase kasus positif covid-19 di klaster keluarga ada 34,17 persen,” jelasnya.

Dari 189 anggota keluarga yang terpapar positif covid-19, menurut dia sebagian besar adalah orang usia lanjut dan anak-anak.

Karena itu Bima mengingatkan warga Kota Bogor berusia lanjut maupun anak-anak untuk menghindari potensi penularan covid-19 agar tetap berada di rumah dan tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak penting.

Sedangkan dari hasil tes swab yang saat ini gencar dilakukan oleh Dinas Kesehatan, dari penelusuran kasus positif ada 49 persen, dari orang tanpa gejala (OTG) ada 24 persen, penularan di tempat umum 18 persen, serta dari screening warga luar KOta Bogor ada tujuh persen.

“Tren meningkatkan kasus positif di Kota Bogor bisa disebabkan dari gencarnya tes swab pada penelusuran kasus positif serta dari aktivitas warga luar Kota Bogor,” ujarnya.

Ini Lho Enam Profesi yang Diprediksi Hilang di Masa Depan

BOGOR DAILY-Semakin berkembangnya zaman, ada pekerjaan yang akan hilang. Pekerjaan tersebut akan digantikan oleh teknologi yang lebih canggih.

Dengan adanya mesin atau teknologi lainnya, biaya operasional bisa ditekan. Penggunaan mesin juga bisa mempercepat dan memperbanyak produksi.

Apa saja pekerjaan tersebut? Berikut beberapa pekerjaan yang akan hilang seperti yang telah dilansir  KONTAN.co.id dari Forbes dan Career Addict.

Travel agent
Masyarakat sekarang semakin mudah merencanakan liburan impian tanpa harus menyewa jasa dari travel agent. Banyaknya start-up hotel dan tiket memudahkan masyarakat yang ingin berlibur.

Dengan bermodal gawai, Anda bisa membeli tiket transportasi hingga tiket wisata. Mudahnya membeli berbagai tiket dan sewa hotel tentu mengancam travel agent konvensional.

Tapi pekerjaan di bidang travel masih akan terbuka lebar. Pekerjaan yang akan dibutuhkan di masa depan ini terbuka di startup penyedia tiket wisata atau hotel.

Juru masakan restoran cepat saji
Juru masak menjadi pekerjaan yang akan hilang selanjutnya. Dengan perkembangan teknologi, hal masak memasak bisa dilakukan dengan mesin.

Mesin tersebut bisa mempercepat proses memasak serta kualitas yang dihasilkan konsisten. Menggunakan mesin juga menekan biaya operasional sehingga menguntungkan bagi pemilik restoran.

Petani
Di masa mendatang peran petani akan digantikan oleh mesin atau robot. Mesin tersebut memiliki fungsi untuk menanam hingga menuai hasil panen.

Tuntutan konsumen yang semakin banyak tentu membuat produsen harus bergerak cepat. Dengan hanya mengandalkan tenaga manusia, hasil produksi tidak bisa maksimal.

Untuk mengakalinya, petani dituntut untuk berinovasi. Salah satunya dengan menggunakan teknologi untuk mempercepat proses tanam hingga memanen.

Teller bank
Teller bank juga masuk di salah satu pekerjaan yang akan hilang. Kemajuan teknologi mempermudah transaksi keuangan tanpa harus berkunjung ke bank.

Untuk melakukan setor tunai sekarang sudah ada ATM setor tunai. Bahkan untuk membuka rekening baru, beberapa bank menyediakan layanan secara daring.

Pengantar surat
Masyarakat sekarang sudah jarang berkirim pesan melalui surat. Adanya layanan email memudahkan manusia untuk berkirim kabar. Mengirim pesan dengan email juga lebih cepat dan murah.

Pekerjaan sebagai pengantar surat tentu sangat terancam. Meskipun ada beberapa instansi yang masih menggunakan surat, frekuensinya tidak sesering dulu

Pekerja pabrik tekstil
Pekerjaan yang akan hilang selanjutnya adalah pekerja pabrik tekstil. Perusahaan tekstil dikenal menyerap banyak pekerja.

Banyak operator jahit hingga sablon yang dipekerjakan di perusahaan ini. Tapi dengan kemajuan teknologi, tenaga manusia bisa digantikan mesin.

Mesin-mesin tersebut bisa mempercepat proses pembuatan baju. Kualitas yang dihasilkan juga cenderung lebih konsisten dibanding buatan manusia.

Bulan Depan, Ada Kuota Gratis 35-50 GB untuk Siswa, Guru, Mahasiswa dan Dosen

BOGOR DAILY-Pemerintah akan memberikan kuota gratis untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar online akan diberikan kepada siswa hingga dosen. Kuota gratis tersebut akan diberikan selama empat bulan mulai September hingga Desember 2020.

Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) Evy Mulyani mengatakan, kuota gratis tersebut merupakan bantuan subsidi kuota kepada siswa hingga dosen. “Rencananya, akan diberikan subsidi kuota internet selama empat bulan, terhitung dari bulan September-Desember 2020,” kata Evy Mulyani, Jumat (28/8/2020).

Pemberian kuota gratis antara siswa, guru, dosen dan mahasiswa berbeda-beda. “Siswa akan mendapat 35 GB/bulan, guru akan mendapat 42 GB/bulan, mahasiswa dan dosen 50 GB/bulan,” kata dia.

Evy mengatakan, mengenai teknis pemberian bantuan, syarat dan ketentuan bagi yang menerima bantuan subsidi kuota tersebut masih dalam proses finalisasi. Menurut dia, Kemendikbud telah melakukan penyesuaian kebijakan pendidikan serta menyediakan inisiatif dan solusi pada masa pandemi Covid-19.

“Salah satunya adalah relaksasi dana Bantuan Operasional Sekolah ( BOS), di mana satuan pendidikan diberi kewenangan untuk mengalokasikan dana BOS untuk penyediaan pulsa kuota internet bagi guru dan siswa,” tutur Evy.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, pemerintah memberikan subsidi kuota internet / kuota gratis bagi siswa, guru, mahasiswa dan dosen selama masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebesar Rp 9 triliun.

Hal ini disampaikan Nadiem dalam rapat kerja dengan Komisi X di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). “Alhamdulillah kami dapat dukungan dari menteri-menteri untuk anggaran pulsa untuk peserta didik kita di masa PJJ ini, jadi dengan senang hati saya mengumumkan hari ini. Kami mendapat persetujuan anggaran Rp 9 triliun untuk tahun ini,” kata Nadiem.

Nadiem mengatakan, subsidi kuota internet / kuota gratis ini akan dikerahkan selama tiga sampai empat bulan ke depan dan akan segera dicairkan. “Ini yang akan kami kerahkan untuk pulsa atau kuota data bagi siswa, guru, mahasiswa, dosen selama tiga empat bulan ke depan. Ini kami akselerasi secepat mungkin biar bisa cair,” ujar dia.

Menurut dia, selama ini pihak Kemendikbud berupaya untuk mendapatkan anggaran tambahan untuk menjawab kecemasan masyarakat selama masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). “Saya tidak akan berhenti di sini. Alhamdulillah janji saya pulsa tercapai. Tim kemendikbud saya apresiasi, terutama Ibu Menkeu. Eselon 1 Kemenkeu yang telah bekerja keras mengamankan anggaran ini dari dana cadangan kita,” ucap dia.

Kemendikbud juga memberikan tunjangan profesi untuk guru, tenaga kependidikan, dosen dan guru besar sebesar Rp 1,7 triliun.

Pakai Rekening Bank Swasta, Pekerja Belum Terima Transferan Subsidi Gaji

0

BOGOR DAILY-Pencairan tahap pertama subsidi gaji Rp 600.000 dalam program Bantuan Subsidi Upah (BSU) sudah dilaksanakan pemerintah. Seperti yang diketahui, pencairan pertama dilakukan mulai 27 Agustus 2020 (pencairan BLT/ BLT BPJS).

Namun, program BLT BPJS Ketenagakerjaan ini belum seluruhnya diterima oleh pekerja yang memiliki gaji Rp 5 juta per bulan, terutama pekerja yang rekeningnya memakai bank swasta alias bukan bank BUMN (Himbara).

Kasubag Pemberitaan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Dicky Risyana, membenarkan bahwa pekerja yang menggunakan rekening bank swasta untuk penggajiannya belum menerima dana bantuan subsidi gaji karyawan.

Iya betul (rekening bank swasta belum cair). Jadi yang sudah (terima bantuan pemerintah) di Himbara yang langsung cair dan ditransfer ke penerima,” terang Dicky saat dikonfirmasi, Jumat (28/8/2020).

Dana subsidi gaji Rp 600.000 baru akan cair dalam beberapa hari untuk pekerja yang menggunakan rekening bank swasta, seperti BCA, CIMB Niaga, Danamon, Maybank, OCBC NISP, dan Panin. “Kalau bank non-pemerintah biasanya butuh maksimal 1 sampai 2 hari karena ada proses pindah bank (transfer antar-bank),” kata Dicky.

Belum cairnya subsidi gaji karyawan bagi pengguna rekening bank swasta karena pemerintah menggunakan bank BUMN untuk proses penyalurannya, sehingga butuh waktu selama proses transfer subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan dari 4 bank BUMN ke bank swasta.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengatakan, proses penyaluran bantuan subsidi upah dilaksanakan melalui bank penyalur yang terhimpun dalam Himbara dan akan ditransfer langsung ke masing-masing rekening pekerja/buruh penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan.

Penyaluran bantuan subsidi gaji/upah ini diberikan kepada pekerja/buruh sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan dengan total sebesar Rp 2,4 juta, dan dicairkan dalam dua tahap pencairan masing-masing sebesar Rp 1,2 juta.

Tiga Anggota Polisi jadi Korban Penyerngan Polsek Ciracas, Pelakunya 100 Orang

0

BOGOR DAILY-Polda Metro Jaya menyebut ada tiga anggota polisi yang menjadi korban penyerangan dan perusakan Polsek Ciracas, Jakarta Timur (Jaktim). Dua dari anggota polisi itu mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit.
“Korban ada anggota dua orang, sebenernya tiga tapi nggak ini… satu itu anggota itu tangannya luka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yursi Yunus.

Salah satu anggota polisi yang mengalami luka dalam penyerangan sedang melintas di sekitar Polsek Ciracas. Kedua polisi yang mengalami luka-luka dirawat di RS Bhayangkara Kramat Jati.

“Kemudian satu lagi itu ada Pam Obvit lagi lewat, sama satu lagi,” ujar Yusri.

“Di jalan mereka sambil setelah ini… di jalan kebetulan pas anggota lagi lewat. Luka saja,” tambahnya.

Sementara satu lagi anggota polisi tak dirawat di rumah sakit. Yusri tak menjelaskan ketiga anggota polisi tersebut diserang dengan apa. “Mungkin kena apa…” imbuhnya.

Sebelumnya, Polsek Ciracas diserang oleh kelompok orang tak dikenal pada dini hari tadi. Dua mobil yang berada di halaman Polsek Ciracas dibakar dan dirusak oleh sekelompok orang tak kenal itu.

Yusri menyebut ada kurang lebih 100 orang yang menyerang Polsek Ciracas.

“Bahwa memang benar ada sekitar 100, kurang lebih ya, 100 orang lah ya, ada penyerangan Polsek Ciracas oleh orang tidak dikenal,” kata Yusri.

Sisa-sisa aksi perusakan dan kebakaran di halaman Polsek Ciracas masih nampak jelas. Kaca depan Polsek Ciracas nampak berlubang.

Satu bus polisi nampak pecah kacanya. Pecahan kaca bertebaran di halaman Poslek Ciracas. Selain itu, ada dua mobil yang nampak terbakar. Sisa kebakaran nampak masih berbekas di badan mobil.

Mobil yang terbakar yakni satu pick up patroli polisi dan satu lagi mobil mini bus warna putih tepat di depan gedung Polsek Ciracas