Sunday, 17 May 2026
Home Blog Page 8084

Dua Pelaku Pelempar Bom Molotov Adalah Anggota FPI

BOGORDAILY –  Petugas kepolisian berhasil mengamankan 7 orang pelaku pelemparan bom molotov. Dua di antaranya dinyatakan merupakan anggota ormas.

“Menurut pengacaranya ya, ada dua orang yang dari ormas FPI. Intinya kami profesional dalam menjalankan penyidikan, tidak melihat dari mana dia. Kalau perbuatannya cukup bukti, kita langsung amankan,” jelas Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Chuzaini Patoppoi, Selasa (25/8/2020).

Patoppoi menjelaskan, dari hasil penyelidikan melalui CCTV, masih banyak tersangka yang belum diamankan. “Untuk saat ini, baru 7 orang yang diamankan. Kalau dlihat dari CCTV memang lebih dari 10 orang, ya sekitar 14 orang totalnya. “Maka dari itu kami mengimbau agar pelaku lainnya menyerahkan diri, karena kami punya data dan barang buktinya,” tuturnya.

Patoppoi menambahkan, perihal para tersangka tidak boleh ditemui keluarga setelah diamankan, hal itu demi kebaikan proses penyidikan.

“Kami persilahkan dijenguk keluarga, karena kan setelah diamankan itu kami beri tembusan ke keluarga, RT, RW dan desa setempat, jadi tidak mungkin kami menangkap tanpa barang bukti dan tembusan kepada keluarga tersangka. Untuk menjenguk memang saat ini masih pendalaman penyidikan kepada tersangka,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa penangkapan dan penahanan sesuai barang bukti yang dimiliki polisi.

“Dalam penanangkapan dan penahanan itu pasti penyidik bertindak sesuai barang bukti,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan bahwa para tersangka dijerat dua pasal yakni Pasal 187 KUHP dan Pasal 406 KUHP. “Kami jerat ketujuh pelaku dengan pasal 187 KUHP, dan pasal 406 KUHP. Untuk pasal 187 ancaman hukumannya 12 tahun penjara, untuk pasal 406 KUHP ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan,” ujar Rudy.

Tujuh Situ di Bogor Bakal Direvitalisasi dan Dinormalisasikan

BOGORDAILY –  Upaya tangkal banjir, Kodam III/Siliwangi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan merevitalisasi tujuh situ di Kabupaten Bogor.

“Tahun ini kita kembangkan tujuh situ untuk mengembalikan fungsi situ tersebut, dimana situ semakin lama mendangkal. Padahal, situ adalah cadangan air bagi warga sekitar,” ujar Panglima Kodam III/Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto di Cibinong, Kabupaten Bogor.

Menurutnya, revitalisasi situ dilakukan agar fungsi situ sebagai sumber daya air dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk mengantisipasi kekeringan air dari wilayah hulu hingga hilir.

Ia menyebutkan revitalisasi itu akan diwujudkan dalam bentuk penggalian situ hingga kedalaman 3 meter, serta penanaman pohon di sekitar situ agar ada area resapan, serta pembibitan ikan demi keseimbangan ekosistem situ.

“Kita butuh waduk untuk pemanfaatan air yang diperlukan warga sekitar. Waduk-waduk kita kembalikan lagi fungsinya, sehingga bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk masyarakat setempat. Pelaksananya dari Kodim dan Korem,” tuturnya.

Meski tidak menyebutkan nama-nama situ secara rinci yang akan direvitalisasi, menurutnya, tiga diantaranya adalah Situ Tlajung Ilir Gunung Putri, Situ Cibuntu Cibinong dan Situ Cilala Kemang. Dia menegaskan jika ada situ yang pemanfaatannya tidak sesuai fungsi, harus dilakukan normalisasi agarbsumber daya air bias dimanfaatkan.

“Harus dikembalikan lagi, dinormalisasi. Kalau misalnya situ luasnya 3 hektare kemudian musim kemarau menjadi 1 hektare, maka harus dinormalisasi kembali,” tuturnya.

Timnas U-19 Dijadwalkan 3 Kali Uji Coba Kroasia, Berikut Lawannya

0

BOGORDAILY – Timnas Indonesia U-19 akan menjalani pemusatan latihan di Kroasia pada akhir Agustus. Di sana, Garuda Muda akan menjalani 3 laga uji coba.

Lawan-lawan yang sudah mengikuti turnamen tersebut adalah Kroasia, Bulgaria, dan Arab Saudi. Latih tanding itu berbentuk turnamen, bakal berlangsung pada 2-8 September.

“Kami sudah mendapatkan info dari federasi sepakbola Kroasia (HSN) bahwa Timnas U-19 akan melawan Kroasia, Bulgaria, dan Arab Saudi,” kata Mochamad Iriawan dalam rilis PSSI.

“Tentu ini lawan-lawan yang bagus dan kuat bagi Timnas U-19. Mereka akan berlaga di International U-19 Friendly Tournament,” ujarnya menambahkan.

Timnas U-19 akan menjalani pemusatan latihan panjang dan tak mengagendakan pulang ke Tanah Air. Setelah selesai berlatih, mereka akan langsung terbang ke Uzbekistan untuk ajang Piala Asia U-19 2020.

Di Piala Asia 2020, Timnas U-19 tergabung di Grup A bersama tuan rumah Uzbekistan, Kamboja, dan Iran. Ajang dua tahunan tersebut bakal terlaksana pada 14-31 Oktober 2020.

PSSI ingin Timnas U-19 meraih hasil maksimal di ajang yang digunakan sebagai pemanasan sebelum terjun ke Piala Dunia U-20 2021. Oleh karena itu para pemain diharapkan memanfaatkan dengan betul-betul dalam latihan di Kroasia.

“TC di Kroasia ini kami harap dimanfaatkan dengan baik oleh pemain. Mereka harus bekerja keras dan terus bersemangat demi torehan positif di Piala AFC U-19 dan tentunya Piala Dunia U-20 nantinya,” tutur Mochamad Iriawan.

“Apalagi di Kroasia, timnas U-19 tidak perlu melakukan karantina dan suhu tidak terlalu berbeda dengan Uzbekistan,” ucap pria yang biasa disapa Iwan Bule itu.

Jadwal timnas U-19 di International U-19 Friendly Tournament 2020

2 September 2020: Timnas Indonesia U-19 Vs Kroasia

5 September 2020: Timnas Indonesia U-19 Vs Bulgaria

8 September 2020: Timnas Indonesia U-19 Vs Arab Saudi

Kemendagri Menyebut Zona Merah-Hijau Corona Tak Cerminkan Keadaan Sebenarnya

BOGORDAILY – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebut angka yang menggambarkan kondisi di daerah zona merah hingga hijau tak mencerminkan keadaan sebenarnya pandemi virus Corona (COVID-19) di tiap-tiap daerah di Indonesia. Kemendagri justru menjadikan angka kematian di tiap daerah sebagai referensi.

“Pertama sebenernya sudah dijawab pimpinan sendiri, Pak Mardani (Wakil Ketua Komisi II Mardani Ali Sera, red) sudah mengajukan angka bahwa standar WHO minimal 5 persen (tes dari seluruh populasi). Kenyataannya kita memang masih banyak di bawah 5 persen,” ujar Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar dalam rapat konsultasi dengan Komisi II DPR RI, di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/8/2020).

“Jadi sebenernya banyak angka-angka merah, hijau, itu tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Jangan-jangan hijau karena enggak ada tes,” sambungnya.

Bahtiar menyebut kemampuan daerah berbeda-beda dalam melacak kasus positif virus Corona. Kemendagri kemudian menjadikan angka kematian sebagai referensi.

“Oleh karenanya maka (oleh) Pak Mendagri banyak tempat patut diperhatikan salah satu referensi kita itu bukan merah, kuning, hijau, tapi adalah angka kematian. Jadi itu lebih ukurannya lebih pasti karena tracing ini kemampuan daerah beda-beda, kemudian kecepatannya beda, memang angka kematian paling ini. Itu bagian nanti coba kita diskusikan,” ujar Bahtiar.

Kondisi yang tak mencerminkan keadaan pandemi Corona di setiap daerah di Indonesia itu bukan berarti membuat Kemendagri menunda Pilkada 2020. Hanya saja, Kemendagri tetap melaksanakan pilkada dengan betul-betul memperhatikan protokol kesehatan COVID-19.

“Tapi sampai hari ini Kemendagri khususnya kami tidak berpikiran untuk menunda pilkada. Tetap kita laksanakan tentu dalam kondisi apapun wilayah itu, tentu kita lakukan protokol-protokol yang lebih ketat kalau dia kondisinya taruh lah kalau merah protokol apa yang harus kita lakukan, kalau dia hijau pun juga bukan berarti tidak melakukan protokol,” imbuhnya.

Sebelumnya, Satgas Penanganan COVID-19 memaparkan data sejumlah daerah yang mengalami perkembangan signifikan dalam menangani virus Corona. Sejumlah daerah disebut juga sudah bergeser statusnya dari zona merah menjadi zona hijau.

Pemaparan data pergeseran zona ini dihimpun oleh Satgas COVID-19 hingga 16 Agustus 2020. Ada 14 daerah yang disebut membaik dan tidak pernah memburuk hingga saat ini.

“Kami ingin sampaikan gambaran nasional dari perkembangan zonasi yang signifikan membaik dari waktu ke waktu. Ini data per 16 Agustus. Terlihat di sini cukup banyak daerah,” kata juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam jumpa pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (20/8).

Berikut sejumlah kota yang mengalami perubahan dari zona merah menjadi zona kuning:

1. Jembrana, Bali
2. Serang, Banten
3. Garut, Jawa Barat
4. Pangandaran, Jawa Barat
5. Situbondo, Jawa Timur
6. Tulungagung, Jawa Timur
7. Belitung, Kepulauan Belitung
8. Bandar Lampung, Lampung
9. Dharmasraya, Sumatera Barat
10. Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan

Kegagalan PSG yang Justru Menambah Motivasi di Liga Champions

0

BOGORDAILY – Paris Saint-Germain kalah di final Liga Champions musim ini. Kegagalan itu rupanya melecut motivasi Les Parisiens untuk bisa merebut trofi yang diidamkannya.

PSG bisa melaju sampai babak puncak pada musim ini. Neymar dkk ditantang Bayern Munich pada partai final yang berlangsung di Portugal.

Bertanding di Estadio da Luz, Lisbon, Senin (24/8/2020) dini hari WIB, PSG akhirnya tumbang. Raksasa Ligue 1 itu kalah 0-1 usai dibobol mantan pemainnya, Kingsley Coman.

Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, mengomentari kekalahan timnya itu. Ia mengatakan PSG, kini lebih yakin bisa menjuarai ajang prestisius tersebut.

Ya, sebelumnya PSG memang mentok di perempatfinal sejak 2010. Sampai akhirnya bisa ke final pada musim ini, bahkan nyaris juara, hal itu membuat PSG punya keyakinan berlebih di musim-musim mendatang.

“Kami telah melakukan banyak hal positif musim ini. Kami mencapai final. Kami bisa saja mencetak dua atau tiga gol. Itu pertandingan yang sangat dekat [untuk dimenangkan]. Kami kalah, tetapi kami tahu bahwa Liga Champions bukanlah kompetisi yang mudah. Saya bangga dengan pemain. Kami hampir menang. Itulah sepakbola,” katanya, seperti dilansir Mirror.

“Anda harus menerimanya dan bekerja untuk memenangkannya musim depan. Kami menjadi lebih yakin dari sebelumnya. Saya berjanji kepada Anda, kami akan memenangkan Liga Champions ini,” janjinya.

Kegagalan di Liga Champions membuat PSG gagal meraih trofi keempatnya musim ini. PSG gagal menggenapi trofi Ligue 1, Piala Prancis, dan Piala Super Prancis, yang sudah lebih dulu dimenangkan anak asuh Thomas Tuchel.

5 Instruksi Jokowi dari Promosi Masker hingga Peluang Jual Vaksin Covid-19

BOGORDAILY – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat penanganan virus Corona (COVID-19) dan pemulihan ekonomi nasional (PEN). Jokowi memberikan sejumlah arahan.

Rapat terbatas yang disiarkan di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (24/8/2020) dimulai sekitar pukul 10.45 WIB. Saat memberikan pengantar, Jokowi mengenakan masker berwarna hitam sembari melihat data pada tabletnya.

Jokowi mengingatkan kepada Komite Jokowi menekankan pentingnya gas dan rem dalam penanganan Corona dan pemulihan ekonomi.

Jokowi menyebutkan, beberapa negara di Eropa dan Asia menunjukkan kembali peningkatan kasus virus Corona. Hal inilah yang menjadi perhatian Jokowi dalam penanganan virus Corona.

“Ada tingkatan kasus besar di negara-negara Eropa, terakhir Spanyol, Perancis, Jerman, di Asia ada India, Filipina, Iran, Bangladesh, Nepal, Korea Selatan. Perlu diwaspadai sehingga tidak kehilangan kendali atas manajemen yang ada dalam menangani, utamanya di daerah atau di pusat,” kata Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyoroti promosi penggunaan masker yang belum kelihatan hingga peluang menjual vaksin anti-virus Corona.

Berikut 5 instruksi Jokowi dari promosi masker hingga peluang jual vaksin Corona:

Promosi Pakai Masker Belum Kelihatan

Jokowi menilai promosi pemakaian masker masih kurang. Padahal, pemakaian masker adalah kunci pencegahan penularan Corona sebelum vaksin tersedia.

“Saya juga di rapat yang lalu berbicara mengenai kedisiplinan masyarakat yang ini menjadi kunci bagi pengendalian COVID. Saya melihat urusan promosi untuk pemakaian masker belum kelihatan setelah habis rapat itu,” kata Jokowi.

Jokowi belum melihat promosi gencar pemerintah untuk memakai masker, baik di media maupun secara langsung lewat pembagian masker. Dia meminta hal ini jadi perhatian.

Dia memerintahkan agar promosi pemakaian masker dipercepat. Selain ajakan, Jokowi mendorong pembagian masker.

Jika Ingin Komentar Corona, Konsultasi ke Wiku

Jokowi menyoroti komunikasi publik pejabat pemerintah terkait penanganan COVID-19
di Indonesia. Jokowi mengungkapkan pernyataan pemerintah yang tidak jelas menyebabkan informasi yang ditulis di media asing tidak baik.
“Kalau yang saya baca dari para jurnalis, terutama asing, ini yang karena komunikasi kita yang tidak firm, tidak gamblang, tidak jelas sehingga mereka yang tulis sering hal-hal yang tidak baik,” kata Jokowi

Jokowi meminta tak semua pejabat menyampaikan pernyataan berkaitan dengan COVID-19. Jika ingin mengeluarkan statement, para pejabat harus berkonsultasi dulu dengan juru bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito.

“Oleh sebab itu, saya minta setiap ingin statement urusan berkaitan dengan COVID betul-betul ditanyakan terlebih dahulu dikonsultasikan lebih dahulu dengan yang namanya Prof Wiku sehingga tidak semua berkomentar dan itu yang diambil oleh mereka dari statement yang dari kita berbeda-beda, hati-hati tolong satu itu aja,” ujar Jokowi.

Jokowi juga mengingatkan satgas di daerah untuk terus bekerja keras. Jokowi meminta ada keseimbangan antara penanganan COVID dan pemulihan ekonomi.

Bicara Sorotan Media Asing dan Komunikasi Tim Tidak Gamblang

Komunikasi pemerintah mengenai penanganan virus COVID-19 di Indonesia disorot Jokowi.

Jokowi mengatakan, media asing kerap memberitakan hal yang cenderung negatif karena masalah komunikasi publik dari pemerintah.
“Kalau yang saya baca dari para jurnalis, terutama asing, karena komunikasi kita yang tidak firm, tidak gamblang, tidak jelas sehingga yang mereka tulis itu sering hal-hal yang tidak baik,” kata Jokowi.

Karenanya, Jokowi meminta semua hal berkaitan penanganan virus Corona dikonsultasikan dengan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito.

Dengan demikian, Jokowi berharap pemerintah bisa satu suara dalam komunikasi publik mengenai penanganan virus Corona.

Minta Data Bantuan Selesai Medio September

Jokowi meminta data penyaluran bantuan kepada masyarakat di tengah pandemi virus Corona selesai pada pertengahan September 2020.

“Skema cash transfer, bantuan langsung ke masyarakat, saya minta untuk dipercepat, Pak Menko PMK,” kata Jokowi.

Jokowi menuturkan sebenarnya sudah banyak bentuk bantuan yang diberikan ke masyarakat. Ada BLT desa, bantuan sosial tunai, bantuan pangan nontunai, hingga banpres produktif dan subsidi gaji karyawan. Dia meminta semuanya dipantau.

“Ini betul-betul diikuti agar ini yang paling banyak terkendala adalah urusan data, urusan nomor akun di bank. Ini yang agak menghambat kita,” ujarnya.

“Saya harap pertengahan Agustus sampai pertengahan September itu sudah selesai,” tegas Jokowi.

Buka Peluang Jual Vaksin Corona

Jokowi membuka peluang untuk menjual vaksin COVID-19 ke negara lain jika nantinya vaksin yang dimiliki Indonesia lebih dari yang dibutuhkan. Jokowi mengatakan saat ini banyak negara yang belum siap dengan vaksin COVID-19.

Jokowi awalnya mengatakan bahwa Indonesia sudah berada di jalur yang tepat dalam proses pencarian vaksin Corona.

“Menurut saya track kita ini sudah betul baik tahapan mencari vaksin, negara lain belum cari vaksin, kita sudah ke sana ke sini untuk mencari vaksin,” ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan Indonesia memiliki komitmen 290 juta vaksin COVID-19 sampai 2021 nanti. Jumlah itu merupakan gabungan dari vaksin yang diproduksi di dalam negeri dan luar negeri.

“Tadi saya sudah mendapatkan laporan dari bu Menlu, Pak Menteri BUMN sampai 2021 kita sudah kurang lebih mendapat komitmen 290 juta, itu sebuah yang besar sekali, negara lain mungkin satu dua juta belum, kita sudah 290 juta baik yang diproduksi di sini maupun yang nanti akan diproduksi di luar. Saya kira ini berita yang sangat bagus dan kita harapkan dengan perbaikan komunikasi yang baik tadi confident market, confident dunia usaha betul-betul bisa kita berikan ke mereka,” papar Jokowi.

Barulah Jokowi menyampaikan soal kemungkinan Indonesia menjual vaksin ke negara lain. Menurut Jokowi, negara-negara di ASEAN saja belum tentu memiliki vaksin COVID-19 sebanyak Indonesia.

“Sampai akhir 2020 kita akan dapat berapa 20-30 juta sampai akhir tahun ini kemudian sampai akhir 2021 kira-kira jumlahnya 290 juta. Ini jumlah yang sangat besar sekali sehingga nanti saat vaksin merah putih kita ketemu kita bisa produksi lebih banyak dan kalau memang apa yang kita miliki berlebih dari yang kita gunakan ya nggak apa-apa dijual ke negara lain. Karena di ASEAN saja saya lihat belum ada yang siap dengan vaksin sebanyak yang tadi saya sampaikan,” ujar Jokowi.

Menakjubkan! Viral Ikan Hiu di dalam Mall. Cek Videonya..

0

BOGOR DAILY – Ini adalah mall terviral saat ini. Gara-gara didalamnya pengunjung bisa melihat ikan hiu meliuk-liuk di atapnya yang menyerupai aquatium.

Jika, Anda tdak punya waktu liburan ke pantai apalagi menyelam lihat ikan karena jarak dan waktu mungkin jadi kendala masyarakat perkotaan.

Bagi mereka yang tinggal di perkotaan, wisata ke mal dapat menjadi pilihan praktis untuk bersenang-senang dan mengisi akhir pekan.

Tidak heran, berbagai macam mal dengan konsep yang makin unik dan modern pun terus bermunculan di kota-kota besar.

Salah satunya adalah mal satu ini yang kabarnya masih dalam tahap pembangunan tapi sudah viral di media sosial.

https://www.instagram.com/p/CD_t2vYj9Dc/?igshid=qa7dvdedmfav

Lewat video di akun @wisatasemarang, terlihat jika mal tersebut memiliki atap dengan konsep bak akuarium.

Sembari berjalan-jalan, nantinya pengunjung bisa melihat pemandangan laut di atas kepala, lengkap dengan aneka macam ikan yang berlalu-lalang.

Bahkan, tak hanya ikan-ikan kecil, pengunjung juga bisa melihat penampakan ikan hiu hingga ikan paus yang tampak nyata.

Tak butuh waktu lama, teknologi terbaru di mall tersebut pun menarik perhatian netizen. Ya, bukan akuarium sungguhan, disebutkan jika atap tersebut terbuat dari layar LED.

Meski begitu, tak sedikit netizen yang merasa tertipu dan sempat mengira jika atap mall tersebut benar-benar terbuat dari akuarium.

“Itu asli apa cuma kaya animasi bergerak.” (*)

Istri Sebut Anton J-Rocks Menyesal Pakai Ganja

0

BOGORDAILY – Istri Anton J-Rocks, Jihan, mengaku tak mencurigai sang suami ternyata pengguna narkoba jenis ganja. Jihan merasa tak menaruh curiga dengan sang suami sebelum penangkapan.

Dijelaskan Jihan, Anton memang selalu menghabiskan waktu bersamanya setelah pandemi COVID-19 menerpa. Hal ini karena Anton memang sedang tak banyak menerima tawaran pekerjaan.

Saat ditemui di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jihan menyebut sehari-hari Anton selama ini hanya bersamanya dan anak-anak. Maka dari itu, Jihan tak mengetahui keterlibatan Anton dengan barang-barang terlarang itu.

“(Curigai Anton) Nggak,” jawab Jihan.

“Sehari-hari biasa selalu bareng aku. Apalagi sejak ada Corona ini tidak bekerja. Jadi selalu bareng aku di rumah, selalu bareng anak-anak,” tuturnya.

Menurut pengakuan Anton J-Rocks, ia baru menggunakan ganja satu kali sebelum penangkapan. Hal ini diungkapkan Anton kepada kepolisian saat proses pemeriksaan atas kasusnya.

Terkait dengan hal itu, bagi Jihan, suaminya memang sedang tak dalam kesialan. Jihan percaya suaminya itu masih dalam tahap percobaan menggunakan narkoba.

“Jadi memang mungkin momennya lagi apeslah. Dalam arti mungkin ada yang menawarkan, dia baru mencoba,” ungkap Jihan.

Selain itu, Anton J-Rocks juga mengaku pernah menggunakan narkoba tujuh tahun lalu. Narkoba yang digunakannya pun jenis yang sama dengan yang saat ini.

Mengenai pengakuan Anton itu, Jihan tak tahu menahu.

“(Tujuh tahun lalu Anton pernah gunakan ganja) Saya tidak tahu sama sekali,” lanjut Jihan.

Imbas perkara ini, Jihan merasa suaminya menyesal. Anton J-Rocks disebut tak akan mengulangi kesalahannya lagi.

“Kita maunya yang terbaik dalam arti Anton ini korban. Semoga tidak terjadi lagi, tidak mau melakukan lagi, dia sudah menyesal dalam arti dia tidak akan memakainya lagi,” tutur Jihan.

Dalam kasus ini Anton J-Rocks dan tiga orang lainnya yang terlibat sudah dinyatakan sebagai tersangka. Hasil tes urine keempatnya dinyatakan positif narkoba dan langsung dilakukan penahanan.

Anton J-Rocks dan tiga orang tersangka lainnya juga dijerat pasal 114 ayat (1) sub pasal 111 ayat (1) Undang Undang Negara Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 111 ayat (1) Undang Undang Negara Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Geng Begal Parung Digulung Polisi. Aksinya Sampai Kebun Raya Bogor

0

BOGOR DAILY – Anggota Polsek Parung meringkus dua pelaku begal yang beraksi di Jalan Raya Parung, Kampung Jati, Desa Parung, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Parung, Kompol Puji Astono mengungkapkan, dua pelaku itu diringkus di Jalan Raya Parung, RT02/03, Desa Parung, Kecamatan Parung tanpa ada perlawanan.

Menurutnya, kasus ini bermula ketika personil Polsek Parung sedang melaksanakan tugas patroli di seputaran Jalan Raya Parung Bogor.

Namun, ketika sedang melakukan patroli, petugas melihat adanya seseorang warga diturunkan secara paksa oleh orang tak dikenal.

Ketika dihampiri oleh petugas dan dimintakan keterangan, diketahui bahwa seorang pemuda berinisial SR tersebut merupakan korban aksi percobaan pencurian sepeda motor yang bermula di Mall BTM.

“Dua begal berinisial TA dan AR merupakan residivis begal. Tersangka tersebut sudah melakukan pembegalan sebanyak tiga kali. Pertama, mereka beraksi di Kebun Raya Bogor, kedua di Ciomas dan ketiga di Pedongkelan dan Kebun Jeruk, Jakarta,” ungkapnya. (Andi).

Nekat Gelar Wisuda dimasa Pandemi Covid-19, Borces Dipanggil Muspika Kemang

BOGOR DAILY – Nekat gelar wisuda di tengah pandemi Covid-19, SMA Terpadu 1 Bogor Center School Ashokal Hajar atau disebut Borces dipanggil Pemerintah Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor Senin (24/8/2020).

Camat Kemang, Edi Suwito mengungkapkan, bahwa memang benar kegiatan wisuda di SMA Borces tersebut tidak ada izinya.

“Iya betul tidak ada izinnya,” katanya.

Menurutnya, kegiatan dengan menghadirkan kerumunan untuk saat ini tidak diperbolehkan, karena Kabupaten Bogor masih menerapkan PSBB. Apalagi, kata Edi, Kecamatan Kemang masuk dalam zona merah.

“Tadi pagi sama sekali tidak ada izin, saya perintahkan Satpol PP sama Muspika di kerahkan ke lokasi untuk membubarkan,” tuturnya.

Hal itu ditanggapi oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Ridwan Muhibi.

Menurut politisi Partai Golkar itu, dalam peraturan bupati sudah jelas bahwa saat ini kegiatan yang mengundang kerumunan belum diperbolehkan.

Walaupun diperbolehkan, hanya sektor tertentu saja. Untuk Pendidikan sendiri belum diperbolehkan untuk tatap muka.

“Itu jelas melanggar, kita mengecam keras jika acara itu (wisuda) tetap dilaksanakan. Kita saat ini khawatir terjadi di kasua di klaster pendidikan, Kabupaten Bogor ini masih dalam zona merah dan Kecamatan Kemang Juga masuk zona merah,” katanya.

Dirinya juga meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor agar segera menindak tegas sekolah Borces, jika memang benar-benar melanggar.

“Apalagi Borces juga masih ada permasalahan di Komisi I dan III DPRD Kabupaten Bogor, mengenai pembangunan sekolah baru di Kecamatan Rancabungur. Saya juga meminta kepada Disdik agar jangan diam,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan Borces Marulloh sampai berita ini diterbitkan belum menanggapi sama sekali baik itu pesan WhatsApp dan telpon, perihal kegiatan wisuda di sekolah Borces. (Andi).