Sunday, 17 May 2026
Home Blog Page 8088

Kisah ‘Si Cinta’ PSK Hits Kawasan Puncak Berburu Mangsa saat Long Weekend: Sampai Pagi Pun Saya Jabani Mas

BOGOR – Pandemi Corona menghantam semua lini, bahkan hingga bisnis esek-esek. Libur panjanh kali ini jadi waktu yang pada bagi para Kupu-Kupu malam mencari mangsa.

‘Cinta’ bukan nama sebenarnya. Dia mengaku sengaja berburu mangsa para pria hidung belang selama long weekend ini.

cinta adalah salah satu PSK terhits yang kerap dicari para hidung belang. Dia beroperasi lintas wilayah, tapi mangkalnya di kawasan Puncak.

“Sampai pagi pun saya Jabani mas,” katanya sambil tertawa kecil.

Maklum, selama Pandemi ini bisnis esek-eseknya redup alias sulit pelangga, kebijakan yang beragam dari pemerintah membuatnya pusing tujuh keliling.

“Klo takut sih pasti ada mas, tapi mau gimana lagi. Saya Janda anak dua, klo ngga gini ngga makan mereka mas,” ujarnya curhat.

Cinta adalah salah satu PSK yang beruntung karena tak tertangkap basah saat Satpol PP merazia.

Ya, puluhan PSK dari kawasan Parung Kemang kljustru apes. Mereka diangkut ke Kantor Satpol PP karena tertangkap basah, saat Satpol PP Kabupaten Bogor menggelar razia terhadap panti pijat dan karaoke di wilayah Kabupaten Bogor. Hasilnya, petugas mengamankan 56 wanita diduga pekerja seks komersial (PSK).

Kepala Bidang Ketertiban Umum pada Satpol PP Kabupaten Bogor Teguh Sugiarto mengatakan, razia tersebut digelar ditiga wilayah yakni Kecamatan Cibinong, Kecamatan Kemang dan Kecamatan Parung pada Jumat 21 Agustus 2020 malam.

“Kita gelar razia pekat (penyakit masyarakat) dan hasilnya ada 56 wanita terapis dan pemandu lagu yang kita amankan,” kata Teguh, Sabtu (22/8/2020).

Wanita-wanita malam itu langsung digelandang petugas untuk didata. Menurutnya, hasil razia kali ini merupakan yang terbanyak selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Bogor.

“Temuan besar sejak PSBB berlangsung, mungkin karena libur panjang. Kita tunggu proses assesment dari Dinsos. Jika benar ada PSK, kita langsung kirim ke Panti Sosial Cibadak Sukabumi,” tegasnya.

Ke depan, pihaknya akan secara rutin menggelar razia serupa guna menekan pelanggaran ketertiban umum di Kabupaten Bogor sekaligus upaya mencegah penyebaran covid-19 karena membuat kerumunan yang tidak mengedepankan protokol kesehatan.

“Razia ini menegakan Peraturan Bupati Bogor Nomor 52 tahun 2020 tentang PSBB Pra Adaptasi Kebiasaan Baru,” tutup Teguh.(*)

Long Weekend, Puluhan PSK Bogor Antre di Kantor Satpol PP, Lihat Tuh!!

BOGOR – Himbauan dan horornya Covid-19 nampaknya sudah tidak terlalu dihiraukan. Bukan hanya siang hari termasuk malam hari.

Ini salah satu buktinya, puluhan PSK Antre di Kantor Satpol PP karena tertangkap basah, saat Satpol PP Kabupaten Bogor menggelar razia terhadap panti pijat dan karaoke di wilayah Kabupaten Bogor. Hasilnya, petugas mengamankan 56 wanita diduga pekerja seks komersial (PSK).

Kepala Bidang Ketertiban Umum pada Satpol PP Kabupaten Bogor Teguh Sugiarto mengatakan, razia tersebut digelar ditiga wilayah yakni Kecamatan Cibinong, Kecamatan Kemang dan Kecamatan Parung pada Jumat 21 Agustus 2020 malam.

“Kita gelar razia pekat (penyakit masyarakat) dan hasilnya ada 56 wanita terapis dan pemandu lagu yang kita amankan,” kata Teguh, Sabtu (22/8/2020).

Wanita-wanita malam itu langsung digelandang petugas untuk didata. Menurutnya, hasil razia kali ini merupakan yang terbanyak selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Bogor.

“Temuan besar sejak PSBB berlangsung, mungkin karena libur panjang. Kita tunggu proses assesment dari Dinsos. Jika benar ada PSK, kita langsung kirim ke Panti Sosial Cibadak Sukabumi,” tegasnya.

Ke depan, pihaknya akan secara rutin menggelar razia serupa guna menekan pelanggaran ketertiban umum di Kabupaten Bogor sekaligus upaya mencegah penyebaran covid-19 karena membuat kerumunan yang tidak mengedepankan protokol kesehatan.

“Razia ini menegakan Peraturan Bupati Bogor Nomor 52 tahun 2020 tentang PSBB Pra Adaptasi Kebiasaan Baru,” tutup Teguh.(*)

Serem Amat Ini, Penampakan Tiang Penyangga Jembatan MA Salmun Keropos

BOGOR DAILY – Foto ini benar-benar bikin serem, tiang penyangga jembatan di Jalan MA Salmun Keropos.

Tiang penyangga jembatan yang berada di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor itu mengalami kerusakan sehingga sebagian ruas jalan tersebut ditutup.

Beberapa tiang penyangga jembatan ditemukan dalam kondisi keropos. Terdapat retakan dan lubang di beberapa tiang penyangga sehingga rangka besi beton pun terlihat jelas.

https://www.instagram.com/p/CEMBLEaHo6G/?igshid=1gzqlqu3eyxi3

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Eko Prabowo mengatakan, berdasarkan hasil kajian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bahwa kondisi tiang penyangga jembatan sudah rapuh, sehingga tidak layak dilalui kendaraan roda empat terutama kendaraan berat.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan pihak Dishub menutup sebagian ruas Jalan MA, Salmun pada, Jumat sore kemarin.

“Di sisi kiri arah Jalan Merdeka ada tiang sudah rapuh, retak-retak. Makanya kita tutup sebagian yaitu dari arah Pasar Anyar menuju Merdeka,” terang Eko, kepada wartawan.

Sementara waktu, kendaraan roda empat dari arah Pasar Anyar yang hendak menuju Jalan Merdeka Bogor dialihkan ke Jalan Mayor Oking.

“Kendaraan bongkar muat semuanya di arahkan ke arah Mayor Oking. Satu lajur saat ini nantinya akan dibuat menjadi dua lajur,” ujar dia.

Tak hanya water berrier, Dishub Kota Bogor juga sudah memasang spanduk pengumuman terkait rekayasa lalulintas tersebut.

“Sekaran fokus ke pengaturan Jalan Mayor Oking,” ucap dia.(*)

Menkeu: Kebijakan Seluruh Belanja Iklan Pemerintah untuk Media Akan Dibuat

0

BOGOR DAILY – Pemerintah akan segera membuat kebijakan belanja iklan untuk media massa.

Hal itu dikemukakan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Dia mengatakan pemerintah akan membuat kebijakan terkait usulan Dewan Pers agar seluruh belanja iklan pemerintah disalurkan ke media massa.

“Dewan Pers meminta seluruh iklan pemerintah agar disalurkan ke media massa. Kami akan membuat policy-nya yang bertujuan untuk kebaikan bersama,” ujar Sri Mulyani dalam Kongres Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2020.

Pemerintah, ujarnya, juga mencoba untuk melakukan penilaian terkait dengan hal tersebut.

Hal itu disampaikan seiring dengan orientasi media massa yang hanya mencari klik bait atau jumlah hits dalam pemberitaan dinilai menjadi penyebab dari disinformasi yang kian marak saat ini.

Menurutnya, hal tersebut tidak saja menjadi tantangan bagi industri media massa, tapi juga bagi negara.

“Ada disinformasi yang di-mainstream-kan. Klik bait atau jumlah hits yang menjadi KPI menjadi penyebab. Saya sering menjadi victim judul yang bombastis. Judulnya apa isinya apa. Kalau ada Sri Mulyani ngomong sesuatu yang kontroversial pasti diklaim,” ujar dia.

Merajalelanya hoaks, ujarnya, merupakan masalah yang berpotensi memecah belah masyarakat akibat terpapar misorientasi sehingga sangat berbahaya bagi negara.

Di samping itu, Ketua Umum AMSI Wens Manggut mengatakan saat ini begitu banyak raksasa platform yang nyaris melakukan semua pekerjaan media, tetapi tidak terikat dengan regulasi tentang pers.

Tak heran, kata Wens, media-media tersebut lebih sigap beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi karena tidak dibelenggu oleh aturan (unregulated).

“Kami menjadi pengelola perusahaan media pada saat distribusi atas konten di luar kendali perusahaan pers. Sekitar 80-85 persen konten kami dikendalikan platform. Kami juga menjadi pengelola perusahaan media pada saat saluran distributor, juga jadi agen sales, dan segenap KPI bisnis ditentukan oleh distributor. Ini kondisi yang terjadi saat ini,” ujar Wens dalam sambutannya di acara Kongres Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Jakarta, Sabtu.

Pada saat yang sama, lanjutnya, cara kerja newsroom media massa pun juga ikut terpengaruh seiring dengan munculnya kritik tajam terhadap kualitas media digital yang kini dinilai hanya mengejar hits semata. “Kritik ini benar adanya, tetapi kritik itu haruslah dilihat dalam ekosistem yang berubah itu.”

Kondisi ini, menurut Wens, tidak perlu dicemaskan seandainya ekosistem ini tidak mudah ditumpangi para pembawa sampah, seperti hoaks, ujaran kebencian, dan disinformasi.

Namun demikian, ujaran kebencian, hoaks, dan disinformasi masih marak dengan misalnya tidak hanya menjadi alat kepentingan politik, tetapi menjelma menjadi produk yang bisa diperjualbelikan.

“Oleh karena itu, AMSI, bersama tim media sustainability yang diinisiasi Dewan Pers, sudah dan sedang membahas masalah ini dengan para brand, terutama agar produk mereka tidak jatuh pada konten sampah. Brand yang sehat seharusnya tampil di konten yang sehat,” katanya. (*)

Mirip Film Hollywood, Video Detik-detik Kantor Jaksa Agung Terbakar Dahsyat, 17 Mobil Damkar Dikerahkan

0

BOGOR DAILY – Kantor kejaksaan agung terbakar dahsyat. Sejumlah petugas kebakaran hilir mudik berusaha memadamkan api yang berkobar cukup besar.

Dalam video amatir @damkarkotabogor nampak kebakaran itu terjadi sangat mencekam, api membakar hingga ke bangunan di tingkat teratas. Dalam keterangannya dijelaskan sudah 17 mobil damkar dikerahkan.

Berlin diketahui penyebab pasti kebakaran itu

https://www.instagram.com/p/CEMUuoXDLGL/?igshid=6jvx9new1x9e

Ya, kantor Jaksa Agung di Jalan Sultan Hasanuddin Dalam, Kebayoran Baru terbakar hebat. Petugas pemadam kebakaran mengirim unit untuk memadamkan api.

“Terjadi kebakaran pada kantor Kejaksaan Agung di Jalan Sultan Hasanuddin Dalam Nomor 1, Kelurahan Keramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,” tulis akun Twitter resmi Dinas Penanggulangan Kebakaran, dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, @humasjakfire, seperti dilihat detikcom, Jumat (22/8/2020).

“Pengerahan sementara 5 unit. Dalam penanganan petugas,” tulisnya.

Menurut pejabat Humas Dinas Gulkarmat, Mulat Wijayanto, laporan kebakaran terjadi pada pukul 19.10 WIB. Saat ini api masih menyala di lokasi.

“Situasi merah, proses pemadaman,” ujar Mulat saat dihubungi terpisah. (*)

Mencekam! Kantor Jaksa Agung Terbakar Hebat

0

BOGOR DAILY – Kantor Jaksa Agung di Jalan Sultan Hasanuddin Dalam, Kebayoran Baru terbakar hebat. Petugas pemadam kebakaran mengirim unit untuk memadamkan api.

“Terjadi kebakaran pada kantor Kejaksaan Agung di Jalan Sultan Hasanuddin Dalam Nomor 1, Kelurahan Keramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,” tulis akun Twitter resmi Dinas Penanggulangan Kebakaran, dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, @humasjakfire, seperti dilihat detikcom, Jumat (22/8/2020).

“Pengerahan sementara 5 unit. Dalam penanganan petugas,” tulisnya.

Menurut pejabat Humas Dinas Gulkarmat, Mulat Wijayanto, laporan kebakaran terjadi pada pukul 19.10 WIB. Saat ini api masih menyala di lokasi.

“Situasi merah, proses pemadaman,” ujar Mulat saat dihubungi terpisah. (*)

Mereka Katakan ‘IYA’ untuk Adreena Village

Bogor Daily – Pada sesi liputan khusus kali ini, Bogor Daily akan memberikan beberapa sudut pandang dari Testimoni para pembeli di Perumahan Syariah Adreena Village yang berada di Timur Cibubur tersebut.

Sejumlah pembeli tersebut mengabadikan momen testimoni nya dalam bentuk video yang juga di publish oleh pihak manajemen PT. Gemilang Duabelas Prosindo sebagai pengembang terpercaya Property Syariah karena juga mereka tercatat sebagai Member Project dari Komunitas Besar Developer Property Syariah atau DPS.

Ibu Dina Lestari (Kiri) saat melakukan proses pembelian Rumah di Adreena Village

Menurut penuturan dari Vinaya Pribadi, Direktur PT. Gemilang Duabelas Prosindo, rata-rata pembeli memang didominasi oleh para keluarga muda, mereka lebih memilih Adreena Village dibanding perumahan sejenis di sekitarnya dikarenakan mengharapkan lingkungan yang lebih baik serta islami.

Pertama, Ibu Dina Lestari yang berprofesi sebagai seorang Notaris. Dirinya mengemukakan bahwa pertama kali mengetahui tentang Perumahan Syariah Adreena Village dari aplikasi jual beli terkemuka. Salah satu alasan Ibu Dina Lestari membeli unit di Adreena Village adalah dekat dengan rumah sebelumnya. Dirinya pun menaruh kepercayaan besar kepada pengembang dikarenakan berada di bawah DPS. Disamping itu dekat dengan berbagai macam fasilitas dan akses seperti dekat dengan Rumah Sakit, Mall, Tempat Rekreasi dan dekat dengan Jalan Raya. Di ungkapkan juga oleh Ibu Dina Lestari, proses pembelian yang terjaga dari praktek riba adalah keunggulan tersendiri yang dimiliki oleh Perumahan Syariah Adreena Village. https://youtu.be/rdMKSLzYhcc

Bapak Hisom (kiri) saat melakukan proses Serah Terima Kavling di Perumahan Syariah Adreena Village

Kedua, ada Ibu Diyas yang bekerja sebagai salah satu Karyawan di BUMN. Ibu muda yang berasal dari Pasar Rebo Jakarta itu menjelaskan ketertarikan kepada Adreena Village karena Project Adreena Village berada dibawah pengawasan DPS, lokasi yang premium cocok dijadikan sebagai hunian, serta kontur tanah yang bagus. Harapan saya kedepan tentu mempunyai tetangga yang semua muslim. Saya juga suka sekali dengan desain rumah di Adreena Village karena terasa sejuk udara dengan pencahayaan di siang hari yang masuk kedalam rumah. Over all semua nya bagus. Saya pun berani merekomendasikan Adreena Village untuk masyarakat luas. https://youtu.be/HrWlMq6YEi0

Ketiga, Bapak Hisom yang berdomisili di Harjamukti, Cimanggis Depok mengemukakan jatuh hati kepada Adreena Village dikarenakan lagi-lagi karena Adreena Village tercatat sebagai Project dibawah Developer Property Syariah atau DPS. Pria yang berprofesi sebagai Guru tersebut pun menaruh semangat untuk menjalani hidup dengan penuh nilai-nilai islami di Adreena Village. Progress nyata di lapangan yang berjalan dengan baik membuat kami makin menaikan rasa percaya untuk ambil unit rumah di Adreena Village. Kami ingin mendidik anak-anak kami dalam lingkungan yang islami di Adreena Village, dengan desain rumah yang kekinian cocok untuk keluarga muda seperti kami ini. Tentu Adreena Village sangat recommended sekali.
https://youtu.be/kwtck48OoOE

“Nah, sudah cek sendiri khan keterangan diatas, ayo tunggu apalagi. Kami tunggu anda semua untuk menjadi bagian keluarga besar kami di Adreena Village. Beli Rumah nya Tanpa Riba, Jadi Hunian yang Barokah. Aamiin. Hubungi segera Customer Service kami di nomor 0812 5000 1206 atau click di www.adreenavillage.net.” Pungkas Vinaya Pribadi.

(Red-BDN).

Andai Saya Jadi Presiden, Krisis Multi Dimensi Akibat Covid-19 Beres dalam Setahun

0

BOGOR DAILY – Ekonom Senior, Rizal Ramli lagi-lagi menyampaikan kriterik pedas terhadap pemerintah mengatasi krisis Covid19.

Lalu dia jadi presiden, Rizal menegaskan mampu mengatasi nya dalam waktu satu tahun.

Dia menjanjikan bisa mengatasi persoalan krisis akibat pandemi Covid-19 dalam kurun waktu satu tahun jika dirinya berada di posisi Presiden. Bahkan, dirinya rela dihukum, jika persoalan krisis tidak bisa teratasi di bawah kendali kepemimpinannya.

“Satu tahun saya pimpin Indonesia beres kita keluar dari krisis. Gini aja deh. Ada enggak yang berani kasih jaminan kalau satu tahun enggak beres dihukum, saya berani,” kata dia dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (21/8/2020).

Rizal Ramli yakin, dalam waktu singkat bisa mengatasi persoalan krisis dan kembali memulihkan ekonomi Indonesia. Apalagi, dirinya sempat memiliki kinerja bagus pada saat menjabat sebagai menteri di zaman kepemimpinan Gusdur.

“Dulu zama Gusdur saya masuk kan minus 3 persen 21 bulan kita naikin 4,5 persen. Gaji pegawai negeri naiknya 2 kali. Ekspor kita naikin dua kali. Lapangan pekerjaan kita ciptakan 5 juta 1 tahun,” kata dia.

Dia menyampaikan, dua tahun kepemimpinan Gusdur berhasil menciptakan 10 juta lapangan pekerjaan dan menjadikan tertinggi pertama. Namun era Jokowi hanya mampu 600 ribu per tahun saja.

“Kita pimpin Indonesia, kita benahin Indonesia dan InsyaAllah akan terjadi. Kalau enggak hukum Rizal Ramli hukum tembak aja sekalian,” kata dia.(*)

Satgas Saber Pungli Dalami Penyelewengan Dana Bansos di Bogor

BOGORDAILY –Lima kasus dugaan penyelewengan distribusi bantuan sosial (bansos) sudah dilimpahkan ke Satgas Saber Pungi Jabar, salah satunya adalak Bogor. Sejauh ini belum ada tersangka yang ditetapkan.

Dirkrimsus Polda Jabar, Kombes Yaved Duma Parembang, mengatakan dengan diserahkannya sebagian kasus ke Saber Pungli, total kasus mengenai dugaan penyelewengan bansos yang ditangani polisi ada 12 kasus. Lima kasus ditangani Polda Jabar, sisanya ditangani di tingkat Polres.

 

“Polda tangani lima, Polres ada tujuh, sisanya sudah dilimpahkan ke Saber Pungli,” kata dia, Sabtu (22/8).

Berkaitan dengan kasus yang ditangani polisi, saat ini masih proses pengumpulan keterangan dan klarifikasi terhadap orang-orang yang diduga berkaitan erat dalam proses distribusi.

“Belum ada tersangka dalam kasus itu. Masih dilakukan kegiatan pengumpulan bahan-bahan keterangan,” ucap dia.

“Dari bahan-bahan keterangan itu kita masih klarifikasi apa betul ada atau tidak Tipidkor (tindak pidana korupsi) nya,” tulis dia.

 

Diberitakan sebelumnya, belasan kasus ini terjadi di berbagai daerah. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat menangani kasus yang terjadi di Sukabumi, Majalengka, Subang, Garut, Bogor Indramayu, dan Cianjur

Sedangkan sisanya, ditangani oleh jajaran polres setempat. Yakni, di Karawang, Tasik, dan Indramayu. Di Kabupaten Indramayu, menurutnya ada empat kasus penyelewengan bansos. Semuanya masih tahap penyelidikan.

Praktik penyelewengan diduga dilakukan oleh orang yang bertanggung jawab melakukan distribusi kepada masyarakat, seperti Camat, Kades, Kadis Sosial, Kasi Kesra, aparat desa, perangkat desa, hingga ketua RT.

Modusnya pun beragam, ada yang memotong dana yang seharusnya menjadi hak masyarakat yang membutuhkan. Kemudian, ada yang mengganti isi dus kebutuhan pokok dengan barang yang lebih rendah kualitas atau nilai harganya.

Kecamatan Jasinga Jadi Langganan Kekeringan Setiap Tahun

BOGORDAILY – Sudah menjadi langganan, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor setiap tahun selalu mengalami kekeringan setiap musim kemarau. Masyarakat yang mengandalkan sumur untuk kebutuhan air setiap hari harus beralih ketika kemarau panjang datang.

Memasuki pertengahan bulan Agustus salah satu warga, Ikah (43 tahun) menyebut tempat tinggalnya di kampung Kebon Panas, Desa Jasinga memang selalu mengalami kekeringan jika memasuki bulan kemarau.

“Biasanya memang kekeringan air kalau kemarau panjang, tapi alhamdulilahnya masih ada ujan seminggu ini jadi masih ada air,” tutur Ikah.

Untuk mengatasi kebutuhan air jika kemarau datang, ia mengaku lebih memilih mengambil air dari sungai di dekat rumahnya.

“Bantuannya ada pengeboran sumur dari desa, tapi lokasinya dari rumah saya lumayan jauh jadinya lebih milih ambil air di sungai Cidurian,” ujar dia.

Berbeda dengan Ikah, Hairul Anwar (27 tahun) mengaku lebih memilih mengambil air di sumur yang disiapkan desa jika kemarau datang. Pria yang tinggal di Koleang desa Jasinga ini bahkan mengaku sangat terbantu dengan fasilitas tersebut.

“Dulu kalau sumur di satu desa kering akan merembet ke desa lain, awalnya pasti dari kampung Kebon panas soalnya dia diatas, tapi sejak 2016 kalau enggak salah disediakan kamar mandi umum yang airnya di pengeboran dari desa. Jadi ambil dari situ, kebantu banget,” kata dia.

Ia menambahkan permasalahan air memang sudah menjadi masalah setiap tahun di Kecamatan yang identik dengan hewan singa ini. “Di sini kalau kemarau panjang biasanya hampir semua kampung kering, tapi sekarang belum keliatan, soalnya masih hujan. Insya allah jangan kering,” ujar dia.

Salah satu staf bagian pemerintahan Desa Jasinga, Hidayat (51 tahun) menjelaskan desa telah membuat program sumur dengan penggaliannya dengan bor. Sebanyak 14 titik sudah dibangun untuk membantu masyarakat sekitar.

“Jadi tahun 2016 sampai 2017 sudah dilakukan bantuan pengeboran sumur dari dana desa untuk warga terdampak sebanyak 14 titik. Alhamdulilah ketika kemarau datang bisa membantu permasalahan air yang setiap tahun terjadi ini,” kata Hidayat.

Permasalahan air ini juga menjadi pekerjaan yang langsung di hadapi camat baru Hidayat Saputradinata. Baru dilantik enam hari yang lalu, ia mengaku masih memantau setiap desa terkait masalah tersebut.

“Sekarang kita belum ada data pasti desa yang kekeringan, karena kita baru masuk nanti Senin. Memang ada beberapa desa tapi kita belum pastikan yang dimananya, yang pasti kita akan diskusi dengan PDAM Tenjo atau dengan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk bantuan,” kata dia.

Ia menambahkan, bantuan akan segera datang begitu ada laporan. “Seperti tahun sebelumnya, kalau Jasinga kekeringan pasti ada bantuan dari PDAM sekitar. Pasti jika ada laporan kekeringan bantuan akan segera datang,” kata dia.

Hasil prediksi yang ia terima dari BMKG, puncak musim kemarau tahun ini di Kabupaten Bogor akan berlangsung pada bulan September.