Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 8125

Rizal Ramli Cs Pernah Kritik Bank Dunia soal Salah Prediksi Krisis 98, Begini Kronologinya

BOGOR DAILY-Begawan ekonomi Rizal Ramli sudah sering mengeritik kinerja Bank Dunia yang terbukti gagal di berbagai belahan dunia.

Dalam pertemuan para tokoh dengan Presiden Bank Dunia James D. Wolfenshon di Jakarta, 4 Februari 1998, Rizal Ramli mengeritik kinerja Bank Dunia di Indonesia.

Pertemuan tersebut dihadiri berbagai tokoh itu, termasuk Ali Sadikin, Emil Salim, Faisal Basri, Anggito Abimanyu, Bambang Widjojanto, Gunawan Muhammad dan sebagainya. Bukan hanya hadir, para tokoh juga menandatangani petisi kritik terhadap Bank Dunia.

Rizal yang bertindak sebagai Juru Bicara mengatakan, kunjungan Presiden Bank Dunia James D. Wolfenshon ke Asia Timur seharusnya menjadi momentum bagi Bank Dunia menunjukkan kepemimpinan dengan memberi contoh dalam membantu negara-negara kawasan tersebut untuk mengatasi krisis keuangan.

“Bank Dunia telah menyerukan reformasi luas yang mencakup keuangan daerah dan sektor industri, rezim perdagangan, utang luar negeri, dan lembaga pemerintah. Reformasi ini harus mendorong keterbukaan, transparansi, dan akuntabilitas yang lebih besar,” kata RR, sapaan Rizal Ramli.

Masih kata Rizal, Bank Dunia juga telah menegaskan komitmen untuk meningkatkan dukungan bagi kaum miskin seperti upaya berbasis masyarakat untuk menciptakan pekerjaan dan melindungi sistem kesehatan dan pendidikan. RR, sapaan Rizal menambahkan, hal ini adalah gol yang patut dipuji.

“Namun, krisis sangat merusak kredibilitas Bank Dunia. Mr. Wolfenshon tidak mungkin menemukan reseptif audiensi, sampai dia siap untuk mengakui peran Bank dalam melanggengkan kebijakan yang berkontribusi terhadap krisis. Mr. Wolfenshon harus mengambil langkah-langkah untuk memulai reformasi di organisasinya sendiri untuk mencegah kejadian serupa (yang merusak) di masa depan,” papar Rizal.

Hal yang merusak tersebut, tambah RR, adalah saat Bank Dunia tidak kritis berkaitan dengan kebijakan pemerintah Indonesia, dan memberi pujian berkelanjutan dengan infus keuangan tahunan kepada pemerintah Indonesia. Dalam konteks krisis saat itu, Rizal Ramli telah lama memperingatkan bahaya defisit neraca berjalan yang sangat besar, dan didukung oleh nilai tukar rupiah yang dinilai terlalu tinggi.

“Indonesia juga kurang dalam penegakan peraturan kehati-hatian di sektor bank, dan sangat bergantung pada pinjaman jangka pendek luar negeri. Namun, Bank Dunia, dalam tinjauan kebijakan 1997-nya, yang dirilis hanya sebulan sebelum devaluasi Thailand, dan bahkan sampai akhir Juli 1997, masih mengambil pandangan optimis prospek ekonomi Indonesia,” Rizal melanjutkan.

Pengaruh substansial Bank Dunia dalam lingkaran keuangan, mendorong kepercayaan yang berlebihan di antara investor dalam negeri dan asing. Penilaian Bank Dunia yang terlalu optimistis terhadap Indonesia prospek ekonomi pada 1990-an memberikan disinsentif bagi reformasi dan memperkuat kecenderungan menuju aliran masuk yang lebih tinggi dari pinjaman luar negeri.

“Dengan mempromosikan argumen bahwa “semuanya baik dan baik-baik saja ”, Bank Dunia telah menyesatkan investor domestik dan asing. Bank Dunia juga gagal menghubungkan pinjaman sektor keuangan dengan peningkatan pengawasan dan pengawasan di atas sektor perbankan yang ekspansif,” beber Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur itu.

Keengganan Bank Dunia untuk mengeritik pemerintah Indonesia adalah cerminan dari hubungan yang saling menguntungkan dan nyaman yang telah berkembang selama bertahun-tahun antara pejabat Bank Dunia dan Pemerintah Indonesia.

Bank Dunia menilai Indonesia sebagai “keajaiban” di Asia. Bank Dunia senang dengan menteri yang ingin mengembangkan proyek baru dan menerima kewajiban pinjaman baru. Meskipun dalam implementasinya, sering terjadi penyelewengan dana rutin. Dan meskipun beban utang semakin meningkat, Indonesia selalu membayar tepat waktu. Pemerintah Indonesia juga menganggap hubungan itu menarik.

“Bank Dunia secara teratur menyuntikkan dana baru untuk mendukung birokrasi, tetapi Bank Dunia juga setuju bahwa rincian implementasi proyek tidak dapat dirilis ke publik. Contoh yang sangat mengerikan dari hal ini adalah ‘Bank Poverty Study of Indonesia’ milik Bank Dunia 1990. Ketika pemerintah menolak analisis awal, Bank Dunia setuju untuk merevisi angka-angka tersebut, dan setuju menurunkan angka kemiskinan sebesar 60 persen. Bank Dunia pun pernah melakukan manipulasi data kemiskinan yang serupa di Filipina di bawah Presiden Ferdinand Marcos,” kecam Rizal.

Karena kurangnya transparansi dari Pemerintah Indonesia dan Bank Dunia, maka masyarakat Indonesia pun dikecualikan dari informasi tentang pemilihan proyek, perumusan, pengawasan dan evaluasi. Laporan bahwa sebanyak 30 persen dana Bank Dunia di Indonesia hilang setiap tahun, direspon dengan penolakan dari Pemerintah Indonesia dan Bank Dunia. Namun, tidak ada janji yang dibuat oleh salah satu pihak, untuk meningkatkan akses publik ke laporan pengawasan dan evaluasi internal, atau untuk melakukan audit independen untuk menunjukkan ketidakmungkinan klaim tersebut.

Sementara itu, Bank Dunia telah memanfaatkan ketidaktahuan publik dengan memproklamirkan proyek transmigrasi dan berbagai model proyek peningkatan kampung yang adil dalam pembangunan. Namun Rizal tetap mempertanyakan akuntabilitas keuangan proyek-proyek ini. Termasuk dalam hal transmigrasi, dampak proyek terhadap lingkungan dan hak-hak masyarakat adat orang-orang.

“Jika Mr. Wolfenshon tulus dalam upayanya untuk mempromosikan reformasi di Asia Timur, ia harus melakukannya menunjukkan dengan contoh bahwa Bank Dunia tidak bermaksud mengelak dari tanggung jawab kepada rakyat Indonesia. Untuk mencapai ini, perubahan kebijakan mendesak adalah diperlukan pada tiga bidang; transparansi, akuntabilitas publik, dan redistribusi beban utang sektor publik,” Rizal melanjutkan.

“Mr. Wolfenshon harus menunjukkan pentingnya transparansi dengan segera melepaskannya informasi lengkap publik portofolio Bank Dunia Indonesia, termasuk pengawasan dan laporan evaluasi dan perincian keuangan. Bank Dunia harus menunjukkan pentingnya akuntabilitas dan mengakui perannya sendiri dalam perumusan kebijakan Indonesia sebelum krisis keuangan. Bank Dunia harus menerima tanggung jawab penuh atas penyimpangan keuangan yang berkaitan dengan proyek,” kata Rizal lagi.

Jika ternyata pengawasan proyek yang didanai tidak mencukupi, maka Bank Dunia harus menerima pengurangan kewajiban utang Indonesia. Tidak masuk akal jika generasi mendatang harus memikul seluruh beban praktik korupsi yang dulu tidak ditangani oleh sistem pemantauan Bank.

Bank Dunia harus merestrukturisasi beban utang Indonesia yang menindas, dengan merundingkan kembali pembayaran kepada Bank Dunia lima tahun mendatang. Mr. Wolfenshon mengusulkan pinjaman baru ke Indonesia dengan nilai $ 4,5 miliar lebih dari tiga tahun. Namun angka ini masih menyiratkan transfer negatif neto ke Indonesia dari Bank Dunia selama periode yang sama.

Menurut perkiraan anggaran terbaru, pembayaran utang akan menyerap 27 persen dari pengeluaran pemerintah pusat Indonesia tahun fiskal ini. Namun angka ini jika mengasumsikan nilai tukar rupiah adalah Rp5.000 per US $. Jika rupiah terdepresiasi menjadi Rp 7.000 per US $, maka lebih dari 40 persen pengeluaran pemerintah pusat akan dialokasikan untuk pembayaran utang.

“Bank Dunia harus dapat segera mendukung program untuk melindungi masyarakat miskin Indonesia dengan menjadwal ulang pembayaran utang, dan mengurangi ukuran pembayaran utang Indonesia ke tingkat yang sepadan dengan kapasitas membayar Indonesia. Meskipun ini akan membebani keuangan Bank Dunia, hal itu akan menunjukkan kepada rakyat Indonesia, bahwa Bank Dunia siap untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membangun kembali organisasi sebagai agen pengembangan profesional yang kredibel,” tandas Rizal.

Presiden Bank Dunia James D. Wolfenshon pun mengakui mengakui kesalahan organisasinya yang terlalu optimis dalam mempredikai perekonomian Indonesia. Hal ini membuat krisis ekonomi yang berkepanjangan di Indoneaia tidak dapat diantisipasi terlebih dahulu.

“Saya di sini setahun yang lalu dan saya terperangkap dalam antusiasme. Saya tidak sendiri dalam melihat ekonomi Indonesia yang beberapa waktu sebelumnya bagus,” kata dia ketika itu.

Sehat di Era New Normal Bersama RS Islam Bogor

Bogor Daily – Menjaga diri dari ancaman pandemi wajib kita lakukan, terutama pada masa New Normal dengan terus melakukan Adaptasi Kebiasaan Baru atau AKB. Menjadi kewajiban kita semua untuk terus mengingatkan masyarakat tentang begitu berbahaya nya wabah covid 19 ini karena banyaknya masyarakat yang sudah tidak memperdulikan protokoler kesehatan covid 19.

Salah satu nya kegiatan virtual yang dilakukan oleh RS Islam Bogor bersama Sekolah Pasca Sarjana Universitas Ibnu Khaldun Bogor dan Sahabat Subuh pada hari ini (Sabtu, 27/06/20). Kegiatan ini rencananya akan berlangsung pada pukul 10 pagi sampai jam 11.30 siang.

“Acara ini mengusung tema Sehat di Era New Normal, Menjaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi.” ungkap Dokter Suyanto Kurniawan, M.Kes Kepala Bidang Administrasi Umum RS Islam Bogor.

Dokter yang selalu berjiwa muda ini menjelaskan kepada Bogor Daily melalui pesan singkatnya, bahwa acara ini gratis. Untuk mengikuti acara ini bisa melalui layanan YouTube Streaming dan aplikasi Zoom.

Klik link Zoom Meeting ini untuk bergabung menjadi peserta :

https://bit.ly/sehat-newnormal

Meeting ID : 88579794913
Password : gnss

Dokter Suyanto kembali menambahkan, jika anda ingin join Whatsapp Grup kegiatan ini, bisa klik link ini https://bit.ly/kelas-sahabat.

Acara ini akan menghadirkan Keynote Speaker Guru Besar UIKA Bogor Prof. KH. Didin Hafiduddin M.Sc, sambutan akan diberikan juga oleh Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Bogor Dr. Ir. Dwi Sudharto M.Si, pemateri pada acara ada Dokter Rininta Sp.KJ (Spesialis Kedokteran Jiwa RS Islam Bogor) dan tak lupa selama acara berlangsung akan di pandu oleh Ahmad Alam M.E yang merupakan CEO Sahabat Subuh dan Co Founder Sekolah Manajemen Wakaf.

Dokter Suyanto juga menjelaskan ada yang keren dalam acara seminar online ini, yaitu pandangan Tokoh Nasional juga yang akan juga mengisi kegiatan ini diantaranya Dr. H. MS. Kaban SE, M.Si (Mantan Menteri Kehutanan RI), Ir. H. Suswono MMA (Mantan Menteri Pertanian RI) dan Ustadz Sambo (Founder Pelatihan Sholat Khusyu).

“Ya tentunya acara ini sangat menarik. Ini merupakan wujud kepedulian kita semua untuk menekan turun laju wabah covid 19. Ayo jangan lupa ikuti acara nya. In Syaa Allah banyak manfaatnya.” tutup Dokter Suyanto Kurniawan.

(Red-BDN).

Ini Tanggapan Ruben Onsu Soal Geprek Bensu Dipandang Jelek Karena Bersengketa

BOGORDAILY – Nama baik Ruben Onsu kini sedang dipertaruhkan. Gara-gara sengketa Geprek Bensu, banyak yang menilai jelek dirinya.

Ruben Onsu pun tak mengambil pusing hal tersebut. Menurutnya, itu adalah hak setiap orang.

“Kalau ditanya tanggapannya ya seperti itu, ada hal yang harus saya pikirkan. Jadi kalian mau mendengarkan jawaban, ya sudah saya kirim orang jawaban. Karena kalau saya harus mikirin ini, saya harus konsen banget nih mikirinnya,” kata Ruben Onsu kepada detikcom, saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan.

Walau gugatannya ditolak oleh Mahkamah Agung dalam melawan I Am Geprek Bensu, Ruben Onsu akan mematuhi putusan tersebut. Namun, masih ada tingkat peninjauan kembali (PK) yang kemungkinan akan diajukannya.

“Nah maksud saya, apa pun keputusannya sebagai warga negara itu kan sudah menjadi keputusan. Jadi saya pun tidak ngebrifing adik saya. Tapi prescon berdasarkan data yang kita punya,” tutur Ruben Onsu.

“Kalau dibilang hoax, ya itu dibalikin lagi ke manusianya dan nggak pernah bisa paksa orang untuk suka sama gue,” jelasnya.

Meskipun begitu, Ruben Onsu tak perlu sibuk untuk memperbaiki nama baiknya. Terkait banyaknya hujatan yang menyerang, suami Sarwendah itu memiliki pesan menohok pada mereka yang suka nyinyir.

“Nggak apa-apa buat saya. Mereka yang berpikiran buruk belum tentu mereka bisa melakukan seperti saya. Karena buat saya, saya tidak pernah mencuri, saya memiliki varian yang lebih banyak,” ujar Ruben Onsu.

“Yang masyarakat ingat adalah membuat sebuah perusahaan itu adalah bukan cuma membuat makanan enak. Tapi bagaimana strategi dagang dia dengan kuat. Jadi kalau saya bilang kalau nama dia yang lebih ngetop kenapa nggak tampilin fotonya? Tampilin dong,” pungkasnya.

Jadi Korban Penipuan, Hendrik Suherman Laporkan Dita Pramudita

BOGOR DAILY – Baru berkenalan di media sosial, Hendrik Suherman warga Perumahan Griya Centrado, RT04/03, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi melaporkan Dita Pramudita warga Perumahan Griya Mas Karawang RT05/02, Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang.

Dita Pramudita yang baru dikenal oleh Hendrik itu dilaporkan atas dugaan tindak penipuan pembelian kabel senilai Rp50 juta yang tak kunjung datang.

Dalam laporan Polisi Nomor : LP/595/K/VI/2020/Sek.Bg tanggal 17 Juni 2020, pelapor menyampaikan ikhwal penipuan yang pertama dikenal dari media sosial itu, sekitar tanggal 11Juni 2020 kemarin.

Baru pertama kenalan di media sosial Facebook, terlapor bernama Dita Pramudita memperkenalkan diri bahwa dirinya saat ini sedang berjualan kabel.

Setelah itu, Hendrik Suherman pun langsung mengajak pertemuan untuk pemesanan kabelnya dengan ukuran 3×150 mm panjang 150 meter.

Kesepakatan pun terjalin antara kedua belah pihak, dan Hendrik Suherman selaku pelapor langsung melakukan transfer uang sebesar Rp25.000.0000 dari rekeningnya, kepada Dita Pramudita dengan nomor rekening 2310472509 BCA.

Menurut Hendrik Suherman selaku pelapor, Dita Pramudita selaku terlapor kembali meminta uang sebesar Rp25 juta untuk melunasi terlebih dahulu pembelian kabelnya tersebut.

Foto Dita Pramudita yang dilaporkan kepada polisi atas dugaan penipuan

Hendrik Suherman pun langsung mengirim kembali uang sebesar Rp25.000.000 ke nomor rekening berbeda atas nama Yati Khodijah, dengan nomor rekening 2230657257 BCA, untuk kembali membeli kabel.

Namun, kabel tersebut sampai saat ini tak kunjung datang. Atas penipuan itu korban mengalami kerugian sebesar Rp50 juta.

“Saya pernah kemarin ke rumahnya tapi tidak ada orangnya, kata RW setempat orangnya ada masalah, rumahnya di lokasi Perumahan Kosambi Karawang, sampai saat ini belum sampai juga pesanan saya,” ungkapnya. (Andi).

Cek Protokol Kesehatan di Puncak, RK Sebut Masih Banyak Warga Yang Tidak Menggunakan Masker

BOGOR DAILY – Didampingi Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Prov. Jabar, Ridwan Kamil tinjau protokol kesehatan di Pasar Cisarua dan Taman Safari Indonesia (TSI) Puncak Bogor.

Ridwan Kami yang juga Gubernur Jabar itu mengatakan, pada kunjungannya itu dirinya masih melihat banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker. Padahal itu sudah menjadi kewajiban penduduk Indonesia sesuai arahan dari pemerintah pusat.

“Saya masih banyak tadi liat orang tuanya pakai masker tapi anaknya tidak, padahal yang paling rawan itu anak kecil dan lansia. Jadi itu harus dievaluasi hari ini,” ujarnya, kepada wartawan, Jumat (26/6/2020).

Mantan Wali Kota Bandung ini juga menilai, pengelola Pasar Cisarua sudah menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) sesuai protokol kesehatan Covid-19, terutama mewajibkan pedagang dan pengunjung untuk memakai masker dan menjaga jarak.

“Karena concern (perhatian) saya itu (risiko penularan) di pasar, tempat wisata, dan terminal. Untuk Pasar Cisarua ini, saya nilai 80 persen (menerapkan protokol), 20 persennya (berkurang) karena beberapa (pedagang) tidak pakai masker,” katanya.

RK menjelaskan,memakai masker sudah cukup menahan 70 persen penyebaran Covid-19. Pasalnya, droplet atau cairan dari mulut bisa tertahan sehingga melindungi diri untuk tidak tertular maupun menularkan ke orang lain.

“Jadi masker harus selalu dipakai. Jika dipakai saya yakin penularan bisa dicegah. Pedagang dan pengunjung aman, ekonomi bisa berjalan,” tukasnya. (Andi).

Ashanty Beri Tanggapan Soal Kisruh Aurel Hermansyah dan Krisdayanti

BOGORDAILY – Berita terkait kisruh Aurel Hermansyah dengan ibunya, Krisdayanti kini tengah jadi pembicaraan publik. Keduanya berbalas sindiran di media sosial.

Permasalahan mereka tak jauh dari komunikasi yang dianggap buruk di antara orang tua dan anak. Dalam hal ini, Ashanty yang merupakan ibu sambung Aurel pun mencoba menjelaskan permasalahan itu.

Baginya, permasalahan ini seharusnya sudah selesai. Kedua anak sambungnya, Aurel dan Azriel Hermansyah juga seharusnya sudah menyelesaikannya dengan Krisdayanti.

“Kalau menurut aku pribadi harusnya udah beres, tinggal maksudnya aku berharap tinggal mereka dan anak-anak yang beresin gitu,” ujar Ashanty, dikutip dari tayangan YouTube milik Deddy Corbuzier, Kamis (25/6/2020).

Meski begitu, Ashanty tak serta merta meninggalkan kedua anak sambungnya dalam kisruh ini. Ia dan suaminya, Anang Hermansyah kerap mengingatkan bahwa Krisdayanti tetap ibu dari Aurel dan Azriel.

“Aku sama Mas Anang di sini di pihak yang harusnya sudah tidak banyak ikut campur. Kita tetap tanggung jawab,” sahut Ashanty lagi.

“Kita selalu (mengingatkan) apalagi suamiku, Mas Anang orang yang (sering bilang) ‘itu ibu kamu’ itu selalu dibilang ke anak-anak. Jadi anak pun paham akan hal itu jadi mereka emang nggak ada masalah sama mamanya,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Ashanty merasa permasalahan yang terjadi saat ini merupakan kesalahpahaman.

Ashanty juga menjelaskan, Aurel dan Azriel merupakan sosok anak yang sangat ingin mendapat perhatian dari orang tuanya. Hal ini pun terjadi pada diri Ashanty yang sering dicari kedua anak sambungnya itu.

“Ya inikan terjadi emang karena adanya salah paham. Ini tuh totally salah paham kalau menurut aku. Hal kecil yang jadi salah paham gitu,” tutur Ashanty.

“Aku nggak mau membela tapi gini, Aurel dan Azriel itu tipe anak yang kalau nggak ada itu (sosok orangtua) grasak-grusuk gitu. Kayak misalkan aku di telepon, di WA sama mereka itu aku nggak bales. Tapi tiba-tiba aku posting foto itu aku dikomentarin, ‘bunda dimana sih? kok di WA nggak bales’ gitu. Cuma ke aku itu lebih berani lah,” papar Ashanty.

Kejadian tersebut diakui Ashanty kerap terjadi namun bukan suatu permasalahan. Hal itu karena mereka sering bertemu dan tinggal dalam satu rumah yang sama. Hal ini juga menjadi faktor penilaian masyarakat dan pemberitaan dari media massa.

“Hal itu nggak dipermasalahkan karena aku tinggal bareng. Sementara yang di sana (Krisdayanti) itukan nggak. Jadi kayak diberitakannya jadinya seolah-olah membuat ada yang terpojok gitu,” ungkapnya.

“Padahal nggak ada niat sedikit pun pasti anak-anakku tuh mau begitu, nggak. Aku yakin 100 persen. Mungkin banyak yang nggak paham karakter anak-anak ini gitu,” tutup Ashanty.

Rapid Tes Massal di Stasiun Bojonggede Reaktif 5, Warga : Saya Ketawa dan Merasa Lucu

BOGOR DAILY – Kebanyakan orang saat akan di rapid tes pasti merasakan ketakutan, karena dikhawatirkan hasilnya adalah reaktif atau positif terinfeksi Virus Korona. Namun, hal itu beda dengan Alisya (21) warga Bojonggede yang merupakan Mahasiswa salah satu Universitas di Jakarta.

Wanita yang sering menggunakan moda transportasi massal KRL di Stasiun Bojonggede ini menganggap rapid tes yang dilaksanakan Gugus Tugas Covid-19 sangat lucu, karena dirinya tidak tahu menau dan tiba-tiba digiring oleh petugas kesehatan dilokasi.

“Saya sebenarnya ketawa aja dan merasa lucu, tiba-tiba aja saya disuruh rapid tes dan digiring, tapi gak apa-apa sih gratis dan hasilnya non reaktif,” singkatnya, ketika dijumpai dilokasi, Jumat (26/6/2020).

Di tempat yang sama, Kasie P2PM Pemprov Jabar dan juga anggota Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jabar, Yudi Koharudin mengatakan, rapid tes massal kali ini pihaknya bekerjasama dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor yang dilaksanakan di Stasiun Bojonggede.

“Sasarannya adalah masyarakat yang baru pulang dari Jakarta yang menggunakan alat transportasi massal jenis KRL ini,” katanya.

Menurut Yudi, alat rapid tes yang disediakan Gugus Tugas Pemprov Jawa Barat di Stasiun Bojonggede sebanyak 350. Pihaknya juga sudah menyiapkan lokasi dan tim swab jika memang nantinya ada yang dinyatakan reaktif Covid-19.

“Peserta yang di rapid ini tidak semua, kita lihat kapasitas dari tempat juga target kita bisa tercapai sebanyak 350, jika memang ada yang reaktif kita akan swab,” ungkapnya.

Yudi menyebutkan, untuk data hari ini yang di rapid tes dari 350 orang, ada dua orang dinyatakan reaktif Covid-19. Pihaknyapun langsung melakukan swab tes dan mencatat alamat diama berasal.

“Rapid tes di tempat keramayan ini tentunya sangat epektif, karena bisa melakukan screaning Covid-19 ini,” sebutnya.

Ia menambahkan, rapid tes yang dilakukan Gugus Tugas Jawa Barat juga turut menggelar secara massal di Stasiun Bogor, dengan menyediakan alat rapid tes sebanyak 400. (Andi)

Walau Omset Geprek Bensu Turun 70 Persen Jordi Onsu Tetap Berbagi

BOGORDAILY – Komitmen Geprek Bensu dalam berbagi rezeki terus berjalan hingga saat ini. Meskipun omsetnya turun 70 persen imbas COVID-19, pihak Geprek Bensu tetap konsisten menjalankan kebiasaan baik mereka.

Jordi Onsu selaku CEO PT Onsu Pangan Perkasa menyebut, membahagiakan orang lain bisa melapangkan jalan rezeki. Sebab, kesuksesannya selama ini tak luput dari dukungan orang-orang sekitar.

“Ibuku bilang, rezeki itu kayak kumis, dicukur bakal numbuh lagi dan bisa jadi makin lebat,” kata Jordi Onsu kepada detikcom, belum lama ini.

“Tugas manusia mencari amal, malaikat yang mencatat. Kebahagiaan orang kebahagiaan kita. Jangan sampai keringat jatuh di rumah dibalas air mata. Hidup lo pasti ancur-ancuran. Begitu nasihat ibu yang selalu saya ingat,” ungkap Jordi Onsu.

Belum lama ini, adik dari Ruben Onsu itu menyumbangkan 1000 paket Geprek Bensu per hari selama satu bulan penuh. Makanan itu dibagikannya kepada para medis di beberapa rumah sakit.

Bahkan, Jordi Onsu terpaksa nombok untuk membayar gaji karyawannya. Karena perekonomian lesu, manajemen Gebrek Bensu juga terpaksa harus merumahkan karyawannya setelah membayarkan THR secara pro rata, sesuai masa kerja.

“Bantuan ini tidak seberapa dibandingkan pengorbanan tenaga medis merawat yang terkena COVID. Mereka diasingkan saat keluar rumah sakit karena membawa virus, nggak bisa pulang ke rumah, secara psikologi juga drop. Kalau nggak dibantu mereka bisa kelaparan di dalam,” pungkas Jordi Onsu.

Jordi Onsu juga tengah menjadi sorotan usai Geprek Bensu bersengketa. Meski begitu, ia tak ingin terpuruk.

Justru sebaliknya, Jordi makin semangat untuk mempertahankan usaha Geprek Bensu-nya tersebut, mengingat banyak orang yang menggantungkan hidupnya di sana.

Jordi Onsu pun menyebut masalah perebutan merek dagang sebenarnya sering kali terjadi di Indonesia. Ia pun memiliki saran kepada pemerintah agar turun tangan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Rumor Transfer: Gaet Aubameyang Juventus Ambil Ancang-ancang

BOGORDAILY – Masa depan Pierre-Emerick Aubameyang di Arsenal dalam spekulasi. Juventus dikabarkan memantau situasi striker Meriam London itu.

Kontrak Aubameyang di Arsenal tersisa satu tahun lagi. Jika tak memperpanjang kontrak sampai Januari 2021, Aubameyang bisa melakukan negosiasi dengan klub mana saja.

Juventus ternyata memantau situasi striker 31 tahun itu. Menurut Le10sport, Juventus sedang menyusun rencana untuk mendapatkan tanda tangan Aubameyang.

Bianconeri bukan satu-satunya klub yang mencoba mendapatkan Aubameyang. Inter juga dikabarkan mengincar mantan pemain Borussia Dortmund itu untuk mengantisipasi kepergian Lautaro Martinez menuju Barcelona.

Aubameyang sejatinya sudah menegaskan belum ada tawaran dari klub lain, namun ada beberapa pembahasan yang dilakukan dengan Arsenal.

“Saya belum menerima tawaran apa pun, tetapi ada beberapa diskusi selama beberapa bulan terakhir dengan klub,” kata Aubameyang kepada Telefoot.

Limbad Resmi Cerai dari Benazir Endang

BOGORDAILY – Setelah melalui proses panjang, perceraian Limbad dan Benazir Endang akhirnya menemui titik terang. Keduanya resmi berpisah di mata hukum.

Perceraian tersebut diputus oleh Pengadilan Agama Tigaraksa, Kamis (25/6/2020). Majelis hakim mengabulkan gugatan cerai itsbat Benazir Endang.

“Gugatan perceraian kami dikabulkan oleh majelis ya seluruhnya,” ujar Amri Luzarfi, kuasa hukum Benazir Endang, saat ditemui di Pengadilan Agama Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten.

“Jadi amar putusannya belum diberikan tapi sudah dibacakan bahwa gugatan kami diberikan semuanya,” sambungnya.

Perceraian tersebut diputus secara verstek. Sebab, Limbad tidak pernah hadir sejak awal persidangan.

Maka dari itu, Amri Luzarfi berharap semoga perpisahan ini bisa diselesaikan secara baik-baik antara Limbad dengan Benazir Endang.

“Kedua, memang kami sudah melakukan pendekatan kepada master Limbad saya suruh istrinya dan anaknya Lim Bintang untuk secara baik datang ke papanya ceraikan,” tutur Amri Luzarfi.

“Karena mereka sudah tidak sepaham, mereka sudah tidak sanggup lagi hidup bersama karena keadilan dianggap sudah tidak tercapai antara kedua belah pihak untuk dilindungi sebagai istri yang harus dilindungi oleh seorang suami, tetap yang bersangkutan sebagai istri tidak mendapatkan. yang bersangkutan statusnya masih gadis sewaktu menikah dengan Master Limbad,” bebernya.

Seperti diketahui, Benazir Endang melayangkan gugatan cerai kepada Limbad karena tak kuat dengan sikap keluarga istri pertamanya, Susi Indrawati.

Benazir Endang sering kali mendapatkan serangan mulai dari dilabrak rumahnya hingga sang anak,Limbaddiancam akan dimusnahkan oleh mereka.

Kasus Limbad dengan Benazir memang menyita perhatian banyak orang. Benazir adalah istri kedua Limbad yang juga disorot banyak masyarakat.

Setelah menikah dengan Limbad, Benazir memiliki anak. Anak perempuan yang bernama Lim Bintang itu dikabarkan kerap mendapatkan bully. Kasus perceraian ini juga sempat tertunda karena pandemi Corona.