Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8134

Kabar Gembira Bagi Calon Penulis Handal, FLP Bogor Buka Pendaftaran Anggota Baru

Bogor Daily – Organisasi Forum Lingkar Pena atau FLPsebagai salah satu komunitas literasi terbesar di Indonesia terus bergerak menebar virus literasi. Salah satu agenda utamanya adalah membuka penerimaan anggota baru bagi siapa pun yang tertarik dalam dunia literasi, khususnya di wilayah Bogor.

Ketua FLP Bogor Yahya Muharrik mengatakan agenda penerimaan anggota angkatan-12 ini sempat terkendala karena wabah virus covid-19.

Namun dengan berbagai pertimbangan, akhirnya agenda penerimaan tetap dibuka melalui mekanisme pembelajaran online. Walaupun nantinya, ungkap Yahya, di beberapa sesi akan dilakukan secara tatap muka jika situasi memungkinkan.

Sebelum resmi menjadi anggota FLP, para calon harus melalui kelas pembinaan Pramuda yang diisi sejumlah pemateri andal FLP.

Biasanya, kelas Pramuda diadakan lewat tatap muka dalam beberapa kali pertemuan intensif. Topik-topik pembahasannya yakni pengenalan FLP dan kelas menulis seperti penulisan fiksi-non fiksi, puisi, copywriting/digital marketing, dan pilar keorganisasian keislaman.

“Walaupun terkendala pandemi, tapi kami tetap memberikan yang terbaik bagi peserta dengan menghadirkan pemateri level nasional,” ujar Yahya Muharrik, Minggu (21/6/2020).

Para pemateri yang dihadirkan di antaranya novelis nasional Afifah Afra, penulis produktif Yanuardi Syukur, Blogger FLP Ilham Sadli, akademisi sastra UNPAD M. Irfan Hidayatullah, praktisi copywriting Aprilina Prastari, dan pengurus pusat FLP, Irfan Azizi.

Pendaftaran akan ditutup pada 4 Juli 2020, dan kelas dimulai melalui aplikasi Zoom pada 5 Juli-9 Agustus 2020, setiap Ahad.

Dengan biaya Rp 250.000, para peserta akan mendapat banyak fasilitas seperti materi kepenulisan, jaringan penulis di seluruh Indonesia, Kartu Tanda Anggota, Buku karya anggota FLP, dan tentunya coaching menulis seumur hidup.

“Mohon maaf kalau kami tiba-tiba tutup pendaftaran sebelum waktunya karena kuota dibatasi 25 orang saja,” ungkap Yahya.

Jadi bagi kalian yang tertarik bergabung bisa langsung segera hubungi narahubung FLP Bogor, Rahma, di kontak WA 0853 5243 6020.

(Red-BDN).

Sampah APD Dinilai Jadi Ancaman Pencemaran Lingkungan

BOGORDAILY – Sampah alat pelindung diri (APD) seperti masker perlu diolah secara khusus karena sulit terurai secara alami. Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Muhammad Reza Cordova mengatakan, pengolahan itu perlu untuk mencegah pencemaran lingkungan.

“Masker kain itu karakternya mirip dengan baju dan itu lebih sulit terurai. Yang relatif agak sedikit terurai lebih cepat itu sebenarnya sampah masker medis,” katanya seperti dilansir dari Antara, Selasa (23/6).

Masker medis yang memiliki lapisan kapas akan cepat hancur di alam, tetapi jika menggunakan polimer berbahan plastik maka penguraian secara alami akan relatif lebih lama. Bahkan, dia mengungkapkan, bukan tidak mungkin bisa menjadi sumber mikroplastik yang baru.

Selain itu, kata anggota tim peneliti sampah LIPI itu, dengan bertambahnya penggunaan masker berbahan kain, seperti polyster, maka ada risiko munculnya sumber mikroplastik dari benang-benang tersebut.

Tim peneliti sampah LIPI melakukan studi di dua muara sungai di Jakarta selama pandemi Covid-19, yaitu Cilincing dan Marunda, tempat di mana mereka melakukan penelitian jenis sampah pada 2016.

Mereka menemukan sampah APD, seperti masker, pelindung wajah, dan bahkan baju pelindung dalam jumlah signifikan di kedua lokasi itu. Dari sebelumnya nihil pada Maret-April 2016 naik menjadi 16 persen saat periode yang sama pada 2020.

Reza mengatakan, sampah APD itu dapat memberikan tekanan tambahan terhadap ekosistem lingkungan hidup.

“Yang jadi masalah berikutnya adalah ketika mikroplastiknya lebih banyak dan kemudian ditambah di Teluk Jakarta di perairan dan sedimennya itu logam beratnya cukup tinggi, mikroplastik itu bisa berasosiasi positif dengan logam berat yang ada,” terangnya.

Jika mikroplastik dari sampah masker dimakan ikan dan terdapat mikroba patogen, kata dia, ada risiko manusia memakan ikan yang sudah memiliki patogen dan logam berat.

Dia menegaskan pentingnya sampah APD, seperti masker kain dan bedah yang dipakai masyarakat untuk beraktivitas, dikelola secara khusus dan tidak dibuang langsung.

Hal itu sesuai dengan edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor SE.2/MENLHK/PSLB3/PLB.3/3/2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan COVID-19.

Selain mengatur limbah medis yang dihasilkan oleh rumah sakit, edaran itu juga menyebutkan pentingnya limbah rumah tangga dengan orang dalam pemantauan (ODP), seperti masker dan baju pelindung, yang harus dikumpulkan dalam wadah tertutup dan dipisahkan dari sampah lain untuk dimusnahkan di fasilitas pengolahan limbah B3.

Masker yang digunakan orang sehat, katanya, setelah digunakan harus dipotong dan dikemas dengan rapat sebelum dimasukkan ke tempat sampah.

12.547 Warga Kota Bogor Minta Bansos Tahap ke II

BOGOR DAILY – Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Bogor mencatat, sebanyak 12.547 Kartu Keluarga (KK) di Kota Hujan mengajukan untuk mendapatkan dana bantuan sosial (Bansos) tahap ke II.

Kadis Diskominfo Kota Bogor, Rahmat Hidayat mengatakan, sejak dibukanya meja pengaduan untuk masyarakat yang belum mendapatkan bantuan terus bermunculan.

“Pembagian Bansos Kota Bogor tahap ke II akan segera dilakukan. Namun saat ini Pemerintah Kota Bogor masih melakukan screening tahap akhir sebelum bantuan yang bersumber dari APBD Kota Bogor ini disalurkan. Sampai kemarin (22/6/2020) tercatat ada 12.547 KK yang mengadu ke Kota Bogor melalui berbagai platform,” katanya, Selasa (23/6/2020).

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan, dinamika di masyarakat yang belum mendapatkan bantuan memang cukup tinggi. Berbagai aduan dilayangkan oleh masyarakat baik melalui aplikasi Salur, SiBadra, surat terbuka dan meja pengaduan di Balai Kota Bogor.

“Dari 12 ribu aduan, kami berhasil memasukkan kurang lebih sembilan ribu masyarakat ke data penerima bantuan sosial,” ujar Dedie.

Pada penyaluran bansos APBD Kota Bogor gelombang pertama, Pemkot Bogor menganggarkan kurang lebih sebesar Rp10 miliar untuk sekitar 19 ribu KK. Namun dalam penyalurannya ternyata terdapat beberapa KK yang menerima dua jenis bantuan sehingga hanya tersalurkan 17 ribu KK saja.

“Dari sembilan ribu KK yang masuk ke gelombang dua kan hanya enam ribuan saja. Nah sisanya nanti kita masukkan kedalam program jaga asa,” tutupnya (Andi).

Pengguna KRL Mengeluhkan Antrean Panjang di Stasiun Bogor, PT KCI Beri Penjelasan

BOGORDAILY – Suasana Stasiun Bogor padat pada Senin pagi kemarin hingga antrean penumpang mengular ke area parkir. PT KCI menjelaskan soal kepadatan penumpang yang ingin menggunakan KRL.

“Pada penerapan PSBB transisi pekan ketiga, situasi di sejumlah stasiun pada Senin (22/6) pagi ini kembali terlihat antrean pengguna, namun masih dapat mengalir dan terlayani untuk bergerak ke peron dan kereta. Para pengguna jasa juga dengan tertib mengikuti arahan petugas untuk jaga jarak dan berdiri sesuai marka,” kata VP Corporate Communication PT KCI Anne Purba kepada wartawan, Senin (22/6/2020).

“Seperti halnya di Stasiun Bogor, antrean pengguna KRL tampak sejak pukul 05.00 WIB hingga pukul 07.30 WIB,” sambungnya.

Menjelang siang, pengguna KRL di Stasiun Bogor mencapai belasan ribu. Angka tersebut meningkat dibanding pada Senin pekan lalu.

“Di Stasiun Bogor, misalnya, hingga pukul 11.00 WIB tercatat yang masuk stasiun untuk menggunakan KRL sejumlah 12.896 pengguna. Angka ini bertambah 9 persen dibanding Senin lalu. Pengguna mengantre dengan tertib hingga selasar dari area parkir stasiun. Untuk melayani antrean transaksi yang menggunakan Tiket Harian Berjaminan (THB) di Stasiun Bogor, petugas mengoperasikan tiga loket portabel yang diletakkan di area parkir stasiun,” ujar Anne.

Jumlah penumpang meningkat, dijelaskan Anne, karena aktivitas warga di pusat-pusat kegiatan dimulai. Dia berharap ada kerja sama yang baik dengan pengguna.

“Peningkatan pengguna KRL ini sejalan dengan sudah mulai beraktivitasnya kembali sejumlah kegiatan, baik perkantoran maupun perniagaan, seperti toko, mal, dan tempat pariwisata maupun hiburan. PT KCI berharap kerja sama dari pengguna untuk dapat merencanakan waktu perjalanannya,” imbuh Anne.

Sebelumnya, suasana Stasiun Bogor padat pada Senin pagi kemarin. Antrean penumpang mengular hingga area parkir.

Sejumlah penumpang pun mengeluhkan antrean itu. Salah satunya Gus Rizal, yang hendak bekerja dan turun di Stasiun Tanah Abang.

“Ya menghambat-hambat pekerjaanlah, pekerjaan kita. Kita antre jam berapa, gini,” kata Gus Rizal di Stasiun Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (22/6).

Gus Rizal menyebut antrean masuk KRL sampai ke luar koridor. Dia mengatakan seharusnya ada sosialisasi sejak awal.

“Ya kalau disiapkan sejak awal-awal sosialisasi, mungkin nggak kayak gini ya,” ujarnya.

Bologna Vs Juventus: Ronaldo-Dybala Cetak Gol, Bianconeri Berhasil Menang 2-0

BOGORDAILY – Juventus berhasil menjaga posisi mereka di puncak klasemen sementara Serie A. Berjumpa Bologna di pekan ke-27, Bianconeri menang 2-0.

Di Renato Dell’Ara, Selasa (23/6/2020), tim tamu menyegel tiga poin berkat gol yang dicetak Cristiano Ronaldo (23′) dan Paulo Dybala (36′).

Dengan hasil ini, skuad asuhan Maurizio Sarri sudah mengumpulkan 66 poin. Mereka unggul 4 poin dari Lazio yang baru bertanding melawan Atalanta pada Kamis (25/6) dini hari WIB.

Sedangkan untuk Bologna, mereka masih menempati posisi ke-10 dengan raihan 34 poin.

Jalannya pertandingan

Ronaldo sudah mengancam gawang Bologna di menit ke-7, namun sepakannya masih bisa dimentahkan kiper tuan rumah, Lukasz Skorupski.

Menit ke-17, CR7 kembali membuang peluang usai dirinya dijatuhkan Riccardo Orsolini di luar kotak penalti. Tendangan bebas yang dieksekusinya sendiri masih belum tepat sasaran.

Enam menit berselang, ia tak lagi menyia-nyiakan kesempatan yang didapat. Juventus mendapat hadiah penalti menyusul pelanggaran Stefano Denswil kepada Matthijs de Ligt.

Ronaldo yang ditugaskan sebagai penendang sukses menjalankan tugasnya. GOL! 1-0 untuk Juventus.

BOLOGNA, ITALY - JUNE 22:  Cristiano Ronaldo of Juventus scores the opening goal from the penalty spot during the Serie A match between Bologna FC and  Juventus at Stadio Renato Dall'Ara on June 22, 2020 in Bologna, Italy. (Photo by Mario Carlini / Iguana Press/Getty Images)

Tertinggal satu gol, Bologna coba membalas. Gary Medel mendapat kans di menit ke-36, namun tendangannya bisa diamankan kiper Juve, Wojciech Szczesny.

Tak lama berselang, keunggulan Bianconeri pun bertambah. Menerima umpan Federico Bernardeschi, Paulo Dybala melepaskan long shoot yang bersarang di pojok kanan gawang Bologna. GOL!

Juventus' Paulo Dybala celebrates scoring during the Serie A soccer match between Bologna FC and Juventus FC at Stadio Renato Dall'Ara stadium in Bologna, Monday June 22, 2020. (Massimo Paolone/LaPresse via AP)

Skor 2-0 untuk tim tamu bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, tekanan yang dilancarkan Juventus terus berlanjut. Bernardeschi nyaris mencetak gol ketiga di laga ini, tapi tembakan jarak jauhnya di menit ke-53 masih membentur tiang.

Dua menit berselang, Dybala bisa saja mencetak gol keduanya di laga ini, namun sepakannya melebar dari target.

Bernardeschi kembali melepas long shoot di menit ke-71, tapi masih melenceng dari target. Hal yang sama terjadi pada peluang Ronaldo dua menit berselang.

Juventus mengakhiri laga dengan 10 orang usai Danilo diusir wasit di masa injury time setelah mendapat kartu kuning kedua. Namun keunggulan dua gol yang diraih bertahan hingga usai.

Susunan pemain Bologna vs Juventus

Bologna: Skorupski, Tomiyasu, Danilo, Denswil, Dijks, Svanberg (Palacio 57′), Medel (Poli 82′), Orsolini (Juwara 82′), Soriano (Dominguez 75′), Sansone (Cangione 82′), Barrow.

Juventus: Szczesny, De Sciglio (Danilo 66′), De Ligt, Bonucci, Cuadrado, Rabiot (Matuidi 70′), Pjanic (Ramsey 70′), Bentancur, Ronaldo, Dybala (Costa 79′), Bernardeschi.

Ibadah Haji 2020 Terbatas, Menag RI Apresiasi Keputusan Arab Saudi

BOGORDAILY – Kerajaan Arab Saudi pada Senin, 22 Juni 2020, pukul 21.30 waktu setempat, memutuskan menggelar ibadah haji 1441 H/2020 M secara terbatas untuk warga negara Saudi dan warga negara asing atau ekspatriat yang saat ini sudah berada atau berdomisili di Arab Saudi. Pemerintah Indonesia merespons keputusan tersebut.

“Atas nama pemerintah, saya selaku Menteri Agama mengapresiasi keputusan Saudi yang mengedepankan keselamatan jemaah dalam penyelenggaraan ibadah haji 1441 H/2020 M,” terang Menag Fachrul Razi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/6/2020).

Menurut Menag, di tengah pandemi, keselamatan jemaah patut dikedepankan. Apalagi agama mengajarkan bahwa mencegah kerusakan harus dikedepankan dari meraih kemanfaatan. Karena itu, saat ini, berikhtiar menjaga keselamatan jemaah adalah hal utama.

“Keputusan Saudi sejalan dengan dasar pembatalan keberangkatan jemaah Indonesia yang diumumkan 2 Juni lalu, yaitu keselamatan jemaah haji,” tutur Menag.

Sebelumnya, Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menjelaskan keputusan terkait haji 1441H telah dirilis oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi pada 22 Juni 2020. Keputusan yang ditunggu oleh umat Islam di berbagai negara itu didasarkan pada alasan keselamatan seiring masih terjadinya pandemi COVID-19. Pandemi itu dialami banyak negara, termasuk Saudi sendiri.

“Saya sudah menerima rilis resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Karena alasan menjaga keselamatan jemaah dari bahaya pandemi COVID-19, Saudi memutuskan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1441 H digelar dengan jumlah yang sangat terbatas,” terang Endang Jumali.

“Dalam rilis dijelaskan bahwa maksud dari sangat terbatas adalah hanya bagi warga negara Saudi dan warga asing dari negara mana saja yang ingin beribadah haji, namun sekarang sudah berada atau berdomisili di Saudi. “Itu pun dalam jumlah terbatas,” imbuhnya.

Menurut Endang, Saudi menjelaskan keputusan pemberlakuan haji secara terbatas ini diambil demi memastikan pelaksanaan ritual manasik secara aman dan sehat. Pembatasan diberlakukan juga agar manasik dapat dilakukan dengan cara yang memenuhi persyaratan pencegahan dan social distancing yang diperlukan guna memastikan keselamatan dan perlindungan manusia dari ancaman pandemi. Hal ini sejalan dengan tujuan syariat Islam dalam melestarikan dan menjaga jiwa manusia.

“Keputusan ini berasal dari kepedulian Khadimul Haramain terhadap keamanan dan keselamatan para pengunjung kedua Masjid Suci,” tandasnya.

Begini Perjuangan Ruben Onsu & Jordi Onsu Membangun Usaha Ayam Geprek

BOGORDAILY – Usaha kuliner Ruben Onsu sedang hangat diperbincangkan. Pasalnya, Geprek Bensu kalah di pengadilan melawan I Am Geprek Bensu soal perebutan hak nama Bensu.

Lantas, bagaimana sih sebenarnya perjuangan Ruben Onsu membangun usaha ayam gepreknya tersebut?

Adik Ruben Onsu, Jordi Onsu bercerita bagaimana awal mula perusahaan kuliner itu berdiri. Kecintaannya pada makanan Indonesia sangat kuat hingga akhirnya bisa berdiri sampai sejauh ini.

“Kalau merek ayam asing aja bisa punya ratusan bahkan ribuan gerai, merek Indonesia kenapa nggak,” kata Jordi Onsu di Jakarta, Jumat (19/6/2020).

Mempopulerkan menu tradisional Indonesia hingga menjadi brand lokal karya anak negeri adalah ide awal Jordi Onsu dalam membangun bisnis kuliner Geprek Bensu. Keyakinannya cukup tinggi untuk membangun bisnisnya tersebut hingga seperti bisnis kuliner ayam merek asing.

“Kita hidup, tinggal, tumbuh, berdampingan dengan selera masyarakat Indonesia. Jadi ngapain jual makanan bule,” ujar Jordi Onsu.

Usaha restauran ayam Geprek Bensu Ruben & Jordi

Tiga tahun berdiri, Geprek Bensu sudah mengantongi predikat Top 20 Indonesia Rising Star Brands pada tahun 2019. Tak hanya itu, Geprek Bensu juga menjadi 1 dari 25 Fast Non Public Companies yang masuk dalam Most Hundred Brand Indonesia yang dirilis Majalah SWA.

“Tentu pengakuan ini harus disyukuri dan dijadikan penyemangat untuk meraih mimpi lain yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Jordi Onsu sadar, usaha ayam gepreknya tersebut bukanlah yang pertama. Namun ia bisa pastikan bahwa Geprek Bensu adalah yang pertama memperkenalkan kuliner Indonesia itu ke Mancanegara.

“Kami sendiri bukan pioner dalam mempopulerkan ayam geprek. Tapi kalau yang pertama kali menyebarluaskan ayam geprek hingga terkenal ke seluruh Indonesia hingga menjadi trend, itu memang kami. Kita sempat memberi apresiasi pada Bu Rum, penjual ayam geprek di Yogyakarta karena memang beliau salah satu sumber inspirasi kita,” kata pria 27 tahun itu.

Kini, usaha yang bernaung di bawah PT Onsu Pangan Perkasa itu sudah memiliki 157 outlet, termasuk di Hong Kong dan Kuala Lumpur. Jordi Onsu mengakui, sukses usaha kuliner lokal yang dijalani tidak lepas dari nama besar sang kakak, Ruben Onsu. Maka sejak awal, Jordi dan partner kerjanya sepakat menjadikan Ruben sebagai brand ambassador dengan menyertakan nama Bensu dalam usahanya.

“Dulu banyak orang ngantri karena menunggu sambal yang diulek. Seiring waktu berjalan akhirnya sambal ditumbuk dengan alu kayu dalam lumpang batu. Kalau ingat dulu, tangan saya sampai panas karena keseringan ngulek sambal,” kenang aktor yang pernah terlibat dalam Film Tendangan dari Langit itu.

Dua Kecamatan di Kabupaten Bogor Ini Bersih Dari Penyebaran Covid-19

BOGOR DAILY – Dari awal pandemi Covid-19 melanda Kabupaten Bogor, Kecamatan Tenjo dan Tanjungsari masih bersih dari penyebaran wabah mematikan tersebut.

Demikian disampaikan Jubir Gugus Tugas Penangaman Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (22/6/2020) pukul 19:30 WIB.

“Yang masih bersih hanya dua dari 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor, yaitu Kecamatan Tenjo dan Tanjungsari, untuk yang lainnya sudah ada pasien Covid-19 dan ODP maupun PDP,” ujarnya.

Syarifah mengungkapkan, untuk update Covid-19 kali ini terdapat satu tambahan kasus positif baru merupakan warga Kecamatan Bojonggede.

“Perempuan 47 tahun asal Bojonggede positif baru hari ini,” katanya.

Tidak hanya itu saja kata Syarifah, terdapat satu orang berstatus PDP meninggal dunia warga Kecamatan Nanggung.

“PDP meninggal 48 tahun asal Nanggung,” ucapnya.

Data yang dihimpun Bogordaily.net, saat ini terdapat 256 Orang Dalam Pantauan (ODP), 431 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), meninggal status PDP 129, total positif 337, masih menjalani isolasi 238, sembuh 79, meninggal 17. (Andi).

Ririn Dwi Ariyanti Pindah Karantina ke Lokasi Syuting, Kerja di Masa Pandemi

BOGORDAILY – Artis Ririn Dwi Ariyanti menjadi salah seorang yang harus bekerja di tengah masa pandemi COVID-19. Dirinya harus menjalani syuting sebab terlibat dalam salah satu produksi sinetron di stasiun televisi swasta.

Meski memiliki kekhawatiran, akan tetapi dirinya tetap mencoba menjalani kegiatannya dengan protokol kesehatan yang disarankan.

Dirinya bahkan menyebut bahwa ia seakan pindah mengkarantina diri di lokasi syuting.

“Setiap pemain dan kru menjaga kebersihan di sini ya karena di sini tanggung jawab kita bersama. Semua sudah dimaksimalkan, ibaratnya sekarang kita kayak mengkarantina di lokasi syuting,” ujarnya melalui konferensi pers virtual.

Perempuan kelahiran 6 November 1985 itu mengatakan bahwa dirinya selalu berupaya menjaga kebersihan selama berada di lokasi syuting.

“Syuting di sini pun disesuaikan dengan protokol kesehatan yang ada. Disinfektan disediakan, hand sanitizer juga,” jelad dia.

Menurutnya, memasuki tataran normal baru saat ini, mau tidak mau syuting sudah harus berjalan sebab ada banyak proyek yang tertunda sebagai dampak dari adanya pandemi COVID-19. Akan tetapi hal itu bukan berarti masyarakat boleh menjadi lalai.

Sebelumnya Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo, menarangkan bahwa proses syuting harus dilakukan di tempat yang dipastikan kebersihan dan higienitasnya.

“Kami juga menyampaikan bahwa kegiatan atau aktivitas pengambilan film bisa dilakukan dengan memilih tempat-tempat yang disiapkan lebih awal, kawasan yang steril dari COVID-19,” ungkapnya di Gedung DPR beberapa waktu lalu.

Kasus Ganja Rossy: Empati Jaksa dan Hakim yang Jangan Disia-siakan

BOGORDAILY.net – Aksi Keadilan Indonesia (AKSI), sebuah organisasi HAM yang berbasis komunitas pengguna napza, mengapresiasi putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kupang atas kasus penggunaaan ganja untuk kepentingan medis yang dilakukan oleh Reyndhart Rossy N. Siahaan yang akrab dipanggil Rossy.

“Tentu dalam perjalanan kasus ini banyak hal yang kita sesalkan, di antaranya: terlambatnya ruang untuk bantuan hukum diberikan untuk Rossy, saksi yang hanya dari pihak penyidik, serta masih didakwakannya pasal jual beli dan penguasaan narkotika meski ia hanya seorang pengguna,” kata Koordinator Advokasi dan Kampanye AKSI, Yohan Misero SH dalam rilis yang diterima redaksi Bogordaily.net.

Namun demikian, melalui kasus Rossy ini semua bisa melihat bahwa Jaksa Penuntut Umum dan Majelis Hakim memiliki sentimen yang cukup positif akan penggunaan narkotika, dalam hal ini ganja, untuk tujuan medis.

Menurutnya, tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang angkanya satu tahun dan angka putusan Majelis Hakim yang 10 bulan cukup mencerminkan hal tersebut.

“Ini patut diapresiasi mengingat angka-angka tersebut amat rendah bila dibandingkan dengan banyak kasus pengguna narkotika di Indonesia,” katanya.

Sensitivitas Jaksa Penuntut Umum dan Majelis Hakim di kasus ini hendaknya juga diikuti oleh Jaksa dan Hakim lain ketika berhadapan dengan kasus serupa.

Kalau boleh berharap lebih jauh, kata dia, tentu akan lebih baik bila kasus semacam ini bahkan dibebaskan saja karena yang dilakukan Rossy, dan juga Fidelis 3 tahun lalu, ini adalah sebuah keterpaksaan karena inilah alternatif yang paling baik untuk mereka saat itu. Hal ini diakomodir oleh Pasal 48 KUHP.

Namun demikian, yang jauh lebih penting ialah sentimen positif Jaksa dan Hakim ini hendaknya ditangkap dengan serius oleh Parlemen dan Pemerintah.

“Sudah saatnya Indonesia menghentikan kriminalisasi pada penggunaan narkotika termasuk juga pembelian dan penguasaan narkotika yang memang ditujukan untuk digunakan sendiri. Sudah sepatutnya pula Indonesia memiliki skema bagi masyarakatnya agar bisa memanfaatkan narkotika Golongan I, termasuk ganja, untuk kepentingan medis. Mau berapa banyak lagi masyarakat diproses hukum dan dipenjarakan karena kegagalan regulasi UU Narkotika saat ini?,” pungkasnya.

*Yohan Misero – Koordinator Advokasi dan Kampanye Aksi Keadilan Indonesia (AKSI) – 085697545166*