Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 8161

Real Madrid Lebih Diuntungkan, Skuad Lebih Oke dari Barcelona

BOGORDAILY – Real Madrid diyakini akan memenangi persaingan gelar Liga Spanyol musim ini. Madrid dinilai punya skuad yang lebih oke ketimbang rivalnya, Barcelona.

LaLiga akan resmi bergulir kembali di tengah pandemi virus corona mulai akhir pekan depan. Akan tetapi, kompetisi akan dipadatkan sehingga direncanakan tuntas pada Juli mendatang.

Dengan demikian, tim-tim akan butuh skuad yang dalam untuk melakukan rotasi pemain. Menurut mantan pemain Madrid, Pirri, Los Blancos lebih diuntungkan dalam persaingannya dengan Barca.

Pasalnya, Madrid dipercaya memiliki kedalaman skuad yang lebih baik ketimbang Blaugrana. Sekalipun, Madrid masih tertinggal dua poin di klasemen sementara Liga Spanyol.

“Memainkan banyak pertandingan beruntun akan menguntungkan Real Madrid karena saya pikir mereka memiliki skuad yang lebih baik daripada Barcelona,” kata pemain yang pernah memperkuat El Real di era 60an itu.

“Ini seperti memulai sebuah musim yang baru dan Real Madrid memiliki sebuah skuad yang sangat bagus dan skuad yang dalam, lebih baik daripada Barcelona,” simpul Pirri kepada Radio Marca.

Pada pertandingan pertama usai restart, Barcelona dijadwalkan bertandang ke Mallorca, Minggu (14/6) dinihari WIB, sedangkan Madrid baru akan menjamu Eibar pada Senin (15/6) dinihari WIB.

Yuk Kenalan Sama Indri, Satpol PP Cantik Kabupaten Bogor yang Ikut Pengamanan Masjid Baitul Faidzin

BOGOR DAILY – Pemkab Bogor telah memperbolehkan tempat ibadah untuk kembali buka setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proposional diberlakukan selama satu bulan ke depan, menyusun masa transisi menuju New Normal (Kenormalan baru).

Masjid Agung Baitul Faidzin juga sudah membuka Shalat Jum’at berjamaah, setelah dua bulan ditutup akibat pandemi Virus Korona atau Covid-19 mulai melanda tanah padjajaran.

Ditengah pengecekan suhu tubuh yang dilakukan oleh anggota Satpol PP Perempuan Kabupaten Bogor. Ada wanita cantik bermasker hitam, memakai kacamata kotak bening, baju panjang warna biru bertuliskan penegak Perda, celana nyentrik hitam, dan sepatu putih merah, menjadi perhatian para jamaah laki-laki saat memasuki Masjid.

Banyak para jamaah laki-laki ketika akan memasuki Masjid yang berada di Komplek Pemkab Bogor jadi salah fokus (Salfok), saat melihat paras cantik yang dimiliki anggota Satpol PP satu ini.

Tidak sedikit jamaah yang tergoda kecantikannya, seperti dirasakan oleh seorang jamaah asal Cibinong, Andika (30). “Baru liat Satpol PP cantik gini, coba aja kalau semua pengamanan masjid dijaga cewek cantik seperti emba itu,” saat membisik kepada Bogordaily.net dilokasi Masjid Agung Baitul Faidzin, Jumat (5/6/2020).

Ketika dihampiri Bogordaily.net, anggota Satpol PP cantik yang membuat para jamaah Masjid salfok itu ternyata bernama Indri berusia 25 tahun. Dirinya tidak menyangka ternyata menjadi perbincangan para kaum Adam.

“Masa sih jadi perhatian, saya jadi malu. Jangan tanya-tanya ah mas, tanya ke danru (Komandan regu) aja yang tahu, saya jadi malu nih. Nama saya Indri mas usia 25 tahun,” ucap Indri.

Setelah dicoba beberapa kali akhirnya Indri yang merupakan wanita kelahiran tahun 1995 ini mau bercerita, mengenai perjalanannya sampai bisa menjadi anggota Satpol PP Kabupaten Bogor.

Dengan muka berwarna merah merona (Akibat menutupi kemaluannya), Indri mengaku bahwa dirinya masih lajang alias belum memiliki pendamping hidup.

“Belum nikah mas, kenapa gitu kok nanya udah nikah atau belum, saya beneran malu loh,” akunya.

Wanita yang berdarah Manado-Bogor ini bercerita, sebelumnya tidak ada tujuan untuk dirinya bisa menjadi anggota Satpol PP Kabupaten Bogor.

“Pas itu iseng sih, cita-cita saya satu, yaitu bahagiain orang tua saya, itu saja sih. Gak tahu bisa sampai masuk Satpol PP, padahal waktu itu hanya coba-coba saja. Eh ternyata diterima, saya bersyukur lah,” jelas Indri.

Lebih dalam Indri menceritakan ketika masuk menjadi anggota penegak peraturan daerah (Perda) Pemkab Bogor sejak tahun 2014 lalu, dan sampai saat ini sudah mengabdi hampir tujuh tahun lamanya.

“Jadi Satpol PP sudah hampir tujuh tahun, iah kegiatannya sehari-hari masuk pagi, ikuti apel pagi, kalau hari biasa sebelum Covid-19 melakukan pengamanan di sekitaran Pasar Citeureup, Cibinong dan Stadion Pakansari, tapi kalau saat ini berhubung ada Covid-19 ngePAM wilayah keramaian sesuai intruksi komandan,” lanjutnya.

Walaupun saat ini dirinya berprofesi sebagai anggota penegak Perda tidak ada sedikitpun untuk Indri merasa gengsi. Karena disisi lain Indri bangga bisa membuktika dan membanggakan orang tuanya.

“Apalagi pernah diundang ke salah satu TV nasional juga kan, pada tahun 2015 dan 2016, untuk menjadi bintang tamu sebagai anggota Satpol PP. Saya berharap semoga Covid-19 ini bisa berlalu,” tutupnya. (Andi).

Sudah Beri Penjelasan soal Hilangnya Lagu Kekeyi, Rinni Tetap Dihujat

BOGORDAILY – Rinni Wulandari atau yang lebih dikenal dengan Rinni ‘Idol’ sudah memberikan penjelasan soal hilangnya lagu ‘Keke Bukan Boneka’ yang dibawakan Kekeyi.

Dalam keterangannya, Rinni mengatakan sama sekali tidak mengetahui jika lagu tersebut akhirnya dihapus pihak YouTube.

Namun setelah memberikan penjelasan itu, Rinni tetap saja mendapatkan hujatan dari penggemar Kekeyi. Banyak dari mereka yang mengatakan Rinni tidak terima kalah saing dengan Kekeyi.

“IRI KOK SAMA KEKEYI, kurang asupan rejekimu iya? Mirip juga engak lagumu sama lagukekeyi!!!,” komen akun theofanitobing.

“DAPAT SALAM DRI AVRIL LAVIGNE. “LAGU ANDA JUGA MIRIP”. MUTUS REZEKY ORANG PDHL CUMA SEPENGGAL PARAH,” komen akun gsin***.

“KALAH VIEWERS YA SAHABAT wkwkwk, 12 tahun 1.8 juta masya Allah,” urai akun rza***.

“ewh pansos bgt kesel,” lanjut akun japites.

“Mirip cuman 3 kata.. Tapi bisa di claim hak cipta.. Bilang aja lu iri.. Lagu lu ga trending.. Kasian kekey dia cuman cari rezeki dia sndiri, dan ga ngusik org , gara2 lu pansos skrng malah bersihin tangan,” beber akun wesly**.

Hingga saat ini, Rinni sendiri belum bisa dimintai tanggapannya mengenai hal ini.

Hadapi New Normal, Pemerintah Memberi Stimulus Pemulihan Sektor Manufaktur

BOGORDAILY – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bertekad untuk terus mengupayakan pemulihan sektor industri manufaktur di dalam negeri yang terkena dampak pandemi Covid-19. Salah satu langkah strategis yang sedang dijalankan adalah melakukan koordinasi secara intensif dengan berbagai stakeholder, termasuk para pelaku usaha dan asosiasi industri guna bersama-sama mencari formula yang tepat dalam menciptakan iklim bisnis yang kondusif di tanah air.

“Kami juga aktif berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya agar kebijakan untuk pemulihan sektor industri ini bisa tepat sasaran dan dapat diimplementasikan dengan baik. Upaya ini merupakan prioritas kami dalam menyiapkan industri menghadapi new normal,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Jumat (5/6).

Menperin Agus menyebutkan, ada beberapa yang menjadi perhatian utama pemerintah saat ini dalam merumuskan kebijakan pemulihan sektor industri manufaktur, antara lain melalui restrukturisasi kredit, modal kerja, dan biaya energi. “Yang menjadi payung besar dari kebijakan tersebut adalah program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” terangnya.

Untuk itu, Kemenperin sedang menyusun berbagai kriteria sektor usaha yang akan mendapatkan stimulus pemulihan tersebut. “Salah satu kriterianya, yakni berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja,” imbuhnya.

Saat ini, sektor industri padat karya perlu mendapatkan perhatian khusus agar tetap mampu beroperasi dan mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara masif, sekaligus mampu mempertahankan daya beli masyarakat. “Karena menampung tenaga kerja yang sangat banyak, sehingga goncangan pada sektor ini akan berdampak pada para pekerja dan tentu saja ekonomi keluarganya,” jelasnya.

Stimulus kredit dan modal kerja bagi pemulihan sektor industri manufaktur sudah tercakup dalam program PEN, yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional dalam Rangka Mendukung Kebijakan Keuangan Negara untuk Penanganan Pandemi corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau Menghadapi Ancaman yang membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan Serta Penyelamatan Ekonomi Nasional.

Dalam peraturan tersebut, salah satu yang menjadi perhatian adalah pelaku usaha. Yang dimaksud sebagai pelaku usaha meliputi sektor riil dan sektor keuangan, mulai dari usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, usaha besar, dan koperasi yang usahanya terdampak oleh Covid-19. “Jadi sudah ada dalam pembahasan program PEN,” sebut Menperin Agus.

Insentif Harga Energi

energi

Mengenai insentif harga energi, pemerintah sudah berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) serta Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk mengusulkan penghapusan minimum bagi kedua jenis jasa tersebut. Hal ini bertujuan agar industri bisa membayar listrik dan gas sesuai yang dipakai. “Untuk itu, dibutuhkan angka detail, berapa sebetulnya beban PLN dan PGN dengan penghapusan biaya minimum,” paparnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengungkapkan, saat ini dunia usaha memerlukan tambahan modal kerja karena selama pandemi Covid-19 terjadi defisit arus kas. Ia menyampaikan, Apindo telah mengusulkan beberapa bentuk stimulus modal kerja untuk dunia usaha, serta mendorong agar stimulus dapat diberikan pada seluruh sektor usaha.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Bidang Hubungan Internasional Shinta Wijaya Kamdani meminta kepada pemerintah agar terus melakukan pengawasan, sehingga implementasi stimulus modal kerja bagi industri dapat berjalan dengan baik.

“Terdapat dua hal penting terkait modal kerja. Pertama adalah jumlahnya harus sesuai dengan kebutuhan industri, dan kedua adalah penyalurannya harus benar-benar dimonitor sehingga kebijakan ini dapat tepat sasaran,” jelasnya.

Saat Young Lex Pertama Kali Punya Tato Orang Tua Kecewa

BOGORDAILY – Young Lex punya sebuah cerita yang tak ia lupa dengan sang ibu. Ia mengaku pernah mengecewakan ibunya saat pertama kali memiliki tato.

Diakui Young Lex, awalnya sang ibu tak pernah marah terhadapnya. Momen pertama kali Young Lex memiliki tato justru menjadi momen pertama sang ibu kecewa dengannya.

“Mama tuh nggak pernah marah. Nggak ada marah sampe berantem sih,” ujar Young Lex, ditemui di Gedung Trans TV, Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan.

“(Kecewakan mama) Karena tato pertama kali doang. Pas mamah tau, ya dia sedih tapi udah gitu doang,” lanjutnya.

Saat itu, Young Lex mengaku sedari kecil tak pernah membuat ibunya kecewa. Ia selalu naik kelas dan tak pernah berkelahi dengan teman sebayanya.

“Dari kecil dulu hampir nggak pernah nggak naik kelas, nggak pernah apa-apain anak orang, atau bocorin anak orang. Jadi pas bikin tato gua kasih alesan itu,” ungkapnya.

Sebagai anak terakhir, Young Lex kerap kali mendapatkan petuah dari ibunya, termasuk saat namanya mulai bersinar di dunia entertainment.

“Dia selalu bilang, kalau benar jangan takut. Dia tau kita benar, ya udah berantemin aja. Kalau benar, kalau salah harus minta maaf,” tutupnya.

PSBB Proporsional di Bogor : Tak Ada Lagi Petugas di Lokasi Chek Point

BOGOR DAILY – Wali Kota Bogor, Bima Arya dan semua unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bogor, telah menyepakati untuk kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sampai satu bulan kedepan.

Menurut Bima Arya, PSBB Bogor selama satu bulan ke depan adalah PSBB proporsional pada masa transisi menuju New Normal (Kenormalan baru), tapi penerapannya agak berbeda dengan sebelumnya.

Untuk diketahui PSBB Proposional adalah, peraturan yang diterapkan oleh pemerintah di kondisi pandemi Covid-19 dengan memperbolehkan, beberapa sektor penunjang ekonomi untuk beraktifitas kembali, di antaranya rumah ibadah, supermarket, wisata non air dan hotel.

Pantauan Bogordaily.net, di Jalan Raya Jakarta-Bogor tempatnya di persimpangan lampu merah Pomad, yang merupakan lokasi perbatasan antara kota dan Kabupaten Bogor terpantau kepadatan arus lalu lintas.

Pada PSBB Proposional kali ini, tak ada satupun petugas Check Point di sekitaran Jalan Raya Jakarta-Bogor tersebut. Meski sebelumnya lokasi itu menjadi titik pemantauan petugas gabungan PSBB.

PSBB Proposional juga diterapkan oleh Pemkab Bogor selama satu bulan kedepan, tapi kondisi lalu lintas yang serupa adanya kepadatan terjadi di simpang lampu merah alternatif menuju Sentul dan simpang fly Over Cibinong.

Sementara itu pengemudi motor jenis matick mengaku, belum mengetahui adanya peraturan PSBB Proposional. “Saya gak tahu mas apa itu PSBB Proposional, emang apa bedanya mas,” tanya Ahmad saat ditemui di Jalan Simpang Alternatif Sentul, Jumat (5/6/2020).

Seharusnya, Pemkab dan Pemkot Bogor mampu mengurai kepadatan pengendara melalui sosialisasi secara masif mengenai diterapkannya PSBB proposional.

Tak main-main, kedua pemerintahan penyangga Ibu Kota DKI Jakarta ini sudah merogoh kocek senilai 348 miliar untuk Kota Bogor. Sedangkan, Pemkab Bogor senilai 384 miliar.

Tentunya anggaran dengan jumlah tak sedikit ini sangat disayangkan. Melihat kondisi banyaknya warga Bogor yang belum memahami secara utuh aturan tersebut. (Andi).

Pelatih Persib Ingin Jadwal Shopee Liga 1 Selaras Liga di Eropa

BOGORDAILY – Persib Bandung masih belum mendapat kepastian nasib Shopee Liga 1 2020. Robert Rene Alberts berharap jadwalnya bisa selaras dengan liga di Eropa.

Pembatasan Sosial Berskala Besar di Bandung diperpanjang sampai 12 Juni 2020. Sementara itu, PSSI belum menggelar rapat komite eksekutif untuk menentukan nasip Shopee Liga 1.

Pelatih Maung Bandung, Robert, mengharapkan muncul keputusan pasti mengenai nasib Shopee Liga 1 2020 dalam rapat Exco PSSI, yang akan digelar pada 13 Juni mendatang.

“Tentang liga tidak ada keputusan tanggal 29 Mei kemarin dari PSSI, alasannya adalah informasi yang belum lengkap dan belum ada presiden PT LIB yang baru,” kata Robert dalam akun YouTube pribadinya.

“Kami masih belum bisa memulai latihan lagi, kami masih menunggu kedua tanggal tersebut, setelah itu kita bisa membuat kepastian,” kata Robert.

Harapannya, pada Juni pemain bisa mulai berlatih kembali, Juli memulai pramusim dan liga bisa dimulai kembali pada Agustus.

“Jadi jadwalnya bisa sama dengan liga di Eropa dan bisa selesai di bulan April dan Mei. Perlu diketahui di Eropa dan negara lainnya mereka memulai kembali liga dan mendapatkan feedback positif,” katanya.

“Banyak orang menyaksikan dari televisi, pemain aktif kembali, sponsor kembali mendapatkan uang dan semua bisa kembali terlibat dalam pertandingan lagi,” kata Robert melanjutkan.

Dari riset terakhir yang didapatkannya, virus Corona tak begitu aktif penularannya pada aktivitas outdoor atau persentase penularannya lebih kecil.

“Banyak riset transmisi lebih rentan dalam ruangan indoor, dan kontak erat. Semoga liga bisa dimulai lagi tapi tanpa penonton, tentu dengan mengikuti aturan Menteri Kesehatan kita butuh social distancing, kebersihan dan yang lainnya sehingga virus ini bisa kita tendang,” ucapnya.

Rancang Protokol Kesehatan, Di Era New Normal Pariwisata Bali Siap Beroperasi

BOGORDAILY – Industri pariwisata di Bali menyatakan siap untuk menjalani tatanan kenormalan baru atau new normal. Seluruh pariwisata, dalam praktiknya nanti akan lebih mengedepankan protokol kebersihan, kesehatan, dan keamanan sebagai kebutuhan utama wisatawan.

Ketua Pasar ASEAN dari ASITA Bali, Febrina Budiman mengatakan, ada 400 tour operator dan travel agen yang tergabung dalam ASITA Bali. Dari jumlah itu, semuanya sudah menyatakan siap untuk menyambut kenormalan baru pariwisata.

“Kami sangat optimistis bahwa kami bisa ‘berteman’ dengan Covid-19 atau dengan kata lain kita harus bisa berteman meski kita tidak bisa berteman selamanya,” kata Febrina di Jakarta, Jumat (5/6).

Optimisme pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali itu bukan tanpa alasan. Dimulai dari situasi yang sangat berat akibat Covid-19 ketika pemerintah menutup akses pintu masuk internasional, khususnya dari China pada Februari 2020. Memasuki Maret 2020, pemerintah kemudian memutuskan untuk menutup semua penerbangan internasional yang berarti wisatawan dari berbagai market potensial juga terhenti.

Namun keberhasilan pemerintah daerah bersama komunitas lokal dalam mengendalikan Covid-19 membuat industri optimistis menatap fase baru pariwisata Bali.

Tercatat hingga Kamis (4/6), jumlah kasus positif di Bali mencapai 510 orang dengan 364 orang sembuh dan 5 orang meninggal. Semakin cepat penanganan Covid-19, semakin cepat pula ekonomi akan bangkit.

“Kami sangat bersyukur dengan kondisi ini dan berterima kasih dengan pemerintah daerah dan komunitas lokal,” kata dia.

ASITA Bali sendiri sudah merancang protokol kebersihan, kesehatan, dan keamanan dan memastikan nantinya akan diterapkan dengan ketat bersama-sama dengan seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.

Mulai dari pra-kedatangan wisatawan, saat tiba di bandara dan menuju hotel, saat melakukan aktivitas tur, dan kembali ke bandara untuk penerbangan ke negara asal wisatawan. Dengan kata lain industri sepenuhnya siap memberikan rasa nyaman dan aman serta pengalaman baru bagi wisatawan dalam tatanan kenormalan baru pariwisata.

“Namun untuk saat ini dibukanya destinasi tetap bergantung dari keputusan pemerintah,” kata Febrina.

Beri Rasa Aman

aman

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Nia Niscaya menambahkan, sejak awal pemerintah berkomitmen dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi dampak Covid-19 terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Termasuk penyiapan protokol tatanan kenormalan baru pariwisata dan ekonomi kreatif kini dengan program Cleanliness, Health, and Safety (CHS) yang melibatkan industri.

“Sebelum membuka destinasi kita perlu membangun rasa percaya diri agar memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan. Dan di sini langkah-langkahnya,” kata Nia Niscaya.

Dalam program tersebut Kemenparekraf/Baparekraf membagi dalam dua tahapan yaitu Gaining Confidence dan Appealing. Gaining Confidence dimulai dari penyiapan protokol CHS yang nantinya akan dikemas melalui video tutorial yang menarik dan buku panduan yang mudah dimengerti bagi pemangku kepentingan pariwisata seperti hotel, restoran, pusat perbelanjaan, destinasi wisata, dan lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan tahapan training, simulasi, publikasi, dan kampanye serta aplikasi penerapan CHS.

Sementara dalam tahapan Appealing, Kemenparekraf akan menjalankan sejumlah program seperti Mega Famtrip dengan melibatkan key opinion leader (KOL), media serta travel agent and tour operator (TA/TO). Kemudian juga membuat joint promotion dengan membuat paket tur bersama airlines dan TA/TO. Kemudian juga menyiapkan penyelenggaraan kegiatan MICE dalam skala kecil.

“Namun kami tekankan bahwa pembukaan destinasi bergantung atas keputusan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan pemerintah daerah. Karena setiap destinasi tentu memiliki situasi dan kondisi yang berbeda,” kata Nia Niscaya.

Bali yakni kawasan Nusa Dua direncanakan akan menjadi pilot project penerapan program CHS. Kawasan Nusa Dua dipilih karena lokasinya yang strategis dan merupakan area eksklusif sehingga dapat dengan mudah dilakukan pengawasan. Di Nusa Dua juga lengkap dengan fasilitas pendukung mulai dari akomodasi, amenitas, bahkan rumah sakit berskala internasional.

“Indonesia, seperti banyak negara, saat ini kita tengah fokus pada penyiapan new normal sebagai persiapan menyambut kembali turis. CHS itulah yang kita siapkan. Kami optimistis bisa menyambut wisatawan dengan pengalaman yang baru dan menarik,” kata Nia Niscaya.

800 Jamaah Laksanakan Shalat Jum’at di Masjid Agung Baitul Faidzin

BOGOR DAILY – Kordinator Security Masjid Agung Baitul Faidzin, Wahyu (40) menyebutkan, untuk jamaah yang melaksanakan Shalat Jum’at berjamaah hari ini (5/6/2020), tercatat sebanyak 800 orang atau seperempat dari pelaksanaan sebelum adanya pandemi Covid-19.

“Kalau diambil rata-ratakan hari ini jamaah yang melaksanakan Shalat Jumat berjamaah sebanyak 800 orang kurang lebih (Itu merupakan catatan kasar), mungkin masih belum banyak orang yang tahu bahwa Masjid Agung Baitul Faidzin sudah dibuka,” katanya.

Kepada Bogordaily.net Wahyu mengatakan, sebelum adanya pandemi Covid-19 melanda Bumi Tegar Beriman, Masjid Agung Baitul Faidzin bisa menampung jamaah Shalat Jum’at sebanyak 4.000 orang sesuai kapasitas lantai dua masjid.

“Biasanya mencapai 4.000 jamaah yang melaksanakan Shalat Jum’at berjamaah. Itu hanya terhitung di tempat shalat lantai dua masjid, kalau yang dibawah itu belum masuk kepada penghitungan,” jelasnya.

Menurutnya, Masjid yang berada di Komplek Pemkab Bogor ini baru pertama kali dibuka setelah masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tiga tahap diterapkan pemerintah.

“Ini baru pertama kali dibuka, karena memang Pemkab Bogor sudah mengizinkan untuk dibuka kembali dengan catatan penerapan protokol kesehatan, dan benar dilakukan,” tuturnya.

Ia meminta, kepada para jamaah yang nanti akan melaksanakan Shalat Jum’at berjamaah di Minggu depan atau lima waktu, agar mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker.

“Soalnya masih banyak jamaah yang tidak menggunakan masker, saya minta kerjasamanya, ini untuk kebaikan bersama mari patuhi protokol kesehatan,” tukasnya. (Andi).

Tidak Gunakan Masker, Jamaah Masjid Baitul Faidzin Disentil Satpol PP Cantik

BOGOR DAILY – Tidak sedikit jamaah Shalat Jum’at di Masjid Agung Baitul Faidzin, yang diminta untuk kembali ke rumahnya masing-masing karena tidak mematuhi protokol kesehatan seperti penggunaan masker.

Komandan Regu (Danru) C Satpol PP Kabupaten Bogor, Santi (27) mengatakan, banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker ketika akan melakukan Shalat Jum’at berjamaah dan diminta untuk kembali pulang ke rumahnya.

“Tadi banyak masyarakat yang akan melakukan Shalat Jum’at tapi tidak menggunakan masker, kami tadi meminta untuk kembali ke rumahnya dan membawa masker sesuai protokol kesehatan di Masjid Agung Baitul Faidzin,” katanya, Jumat (5/6/2020).

Santi menuturkan, dalam pengamanan kali ini pihaknya menerjunkan anggota Satpol PP perempuan sebanyak satu pelton, untuk membantu mengamankan pelaksanaan Shalat Jum’at berjamaah.

“Sesuai intruksi dari pimpinan kami, maka kami juga turut membantu keberlangsungan Shalat Jum’at dengan melakukan pengecekan suhu badan,” tuturnya.

Menurutnya, para jamaah yang sudah memasuki masjid rata-rata suhu badannya diangka 35,7 derajat celcius. Artinya kondisi tersebut stabil dan tidak ada tanda-tanda mengarah kepada Covid-19.

“Semuanya rata-rata normal sih suhu badannya diangka 35,7 derajat celcius. Kami pastikan aman, untuk suhu badannya diatas 36 derajat celcius kami saranakan untuk melaksanakan shalat dirumah,” jelasnya.

Santi menambahkan, para jamaah juga diwajibkan untuk melewati sebuah bilik yang memang sudah diisi cairan disinfektan, serta melakukan cuci tangan menggunakan hand sanitizer yang sudah disediakan oleh DKM Masjid.

“Setelah cek suhu, kami perintahkan untuk masuk ke bilik disinfektan dan mencuci tangan menggunakan hand sanitizer yang sudah disediakan,” tukasnya. (Andi).