BOGORDAILY.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperbolehkan, sekaligus melarang beberapa wilayah tertentu, untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri 1441 Hijriah di Masjid atau di Lapangan.
Hal itu merupakan keputusan antara Pemkab dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, yang disampaikan di Gedung Tegar Beriman.
Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH. Mukri Aji, mengatakan, Pemkab dan MUI Kabupaten Bogor sepakat, untuk masyarakat dalam melaksanakan Shalat Idul Fitri.
Menurutnya, pelaksanaan Shalat Idul Fitri dapat dilaksanakan di luar rumah dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan.
Akan tetapi, hanya di wilayah yang masyarakatnya homogen dan penyebaran virusnya terkendali.
“Ada beberapa wilayah yang boleh melaksanakan Shalat Id. Tapi harus menjalani beberapa protokol kesehatan berdasarkan keterangan pihak berwenang,” katanya, kepada wartawan, Selasa (19/5/2020).
Dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini menjelaskan, untuk masyarakat di 203 desa yang terdiri dari zona kuning dan hijau di Kabupaten Bogor bisa melaksanakan shalat id di luar rumah.
“Sementara sisanya, masyarakat di 232 desa yang tergolong zona merah COVID-19, tidak diperkenankan sholat Idul Fitri di luar rumah,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Bogor, Ade Yasin, mengatakan, untuk informasi mengenai daftar desa yang tergolong zona merah, kuning, dan hijau bisa diakses di website resmi milik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, http://covid-19.bogorkab.go.id.
Politisi PPP ini juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Shalat Idul Fitri di luar rumah hanya untuk di lingkungan terkecil tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW).
“Itu di lingkungan terkecil, artinya kan gini kalau masjid raya di pinggir jalan kita persilahkan, khawatir orang luar masuk ke sini. Tapi kalau lingkungan terkecil boleh,” tukasnya. (Andi).
BOGORDAILY.net – Memiliki hunian dengan tingkat penerapan syariah dalam kehidupan sehari-hari akan anda rasakan di Cluster Syariah Mahoni Residence Depok.
Srikandi Pejuang Property Syariah dari Mahoni Residence Depok dibawah Bendera Medina Residence Group berfoto bersama Ustadz Rosyid Aziz Founder DPS pada Event IBF, sebelum masa Pandemi, Beberapa Waktu Lalu
Cluster yang berada tepat di Depok Utara, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok tersebut saat ini hanya menyisakan sekitar 20 unit lagi dari total 28 unit yang bisa anda miliki dengan proses jual beli real syariah alias tanpa bank dan otomatis tanpa praktek ribawi.
Gate Utama dan Jalan Masuk Utama Cluster Syariah Mahoni Residence Depok
Di lahan seluas kurang lebih 4.000 meter persegi tersebut, Cluster Mahoni Residence Depok memberikan segala bentuk kenyamanannya dari sisi akses. Dekat dengan berbagai macam fasilitas membuatnya bersaing dengan project property yang ada disekitarnya. Lokasi amat dekat dengan Masjid, memudahkan penghuni untuk beraktifitas lebih khusyu di rumah Allah.
Survey Lokasi Mahoni Residence Depok dengan S.O.P Protokeler Kesehatan Cegah Covid 19, beberapa waktu lalu
“Sebenarnya total ada 29 unit, 28 unit untuk kami jual, dan 1 unit lagi akan kami fungsikan sebagai sarana penunjang yaitu Rumah Tahfidz,” ungkap Henny Trisnowati Manager Marketing Mahoni Residence Depok kepada Bogordaily.net.
Sudah terlihat Cantik, Progress Pembangunan 90 persen rumah di Mahoni Residence Depok
Henny pun menjelaskan bahwa label syariah yang kami gadang-gadang di project kami ini bukan semata untuk melariskan dagangan kami saja, akan tetapi kami akan menerapkan dalam keseharian kehidupan di Mahoni Residence Depok. Misalnya, mulai dari verifikasi calon konsumen, kami juga melihat dari sisi pemahaman tentang islamnya si calon konsumen, termasuk paham dan sepakat dengan akad secara syariah serta menjaga amanah dalam menuntaskan kewajiban bagi kedua belah pihak, baik calon konsumen dan developer.
Tidak boleh memelihara hewan piaraan seperti anjing, menjaga penghuni untuk tidak menyelenggarakan acara musik hingar bingar walau dirumahnya sendiri. Sampai kepada program Rumah Tahfidz yang akan kami fungsikan untuk warga Mahoni Residence Depok dan masyarakat sekitar dengan kegiatan keagamaan.
“Untuk yang ingin membeli dengan cicil, bisa langsung bayar ke Developer dengan tenor sampai dengan enam tahun. In Syaa Allah memudahkan anda menjauhi Riba dan memiliki hunian islami,” papar Henny.
Mahoni Residence Depok sudah menjalankan progress di lapangan dengan baik, seperti merampungkan jalan masuk, gate utama masuk ke lokasi, sampai pembangunan tiga unit rumah sekaligus. Satu unit rumah progress 90 persen akan rampung, sedangkan dua unit lagi progress sebesar 40 persen pembangunan.
“Manfaatkan momen diskon hingga 25 jutaan, syarat dan ketentuan berlaku ya. Silahkan buat perjanjian survey sebelum Idul Fitri dengan menghubungi nomor 0857-1556-6716.” pungkasnya.
BOGORDAILY – Bulan Mutu Karantina 2020, Kembali Menyapa di Wilayah Propinsi Jawa Barat. Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai Gerindra DR. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, DESS, M.Sc.,Dapil Jawa Barat III (Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur) menghadiri undangan pada acara seremonial penyerahan bantuan dari Badan Karantina Ikan Pengendali Mutu dan Hasil Perikanan (BKIPM), Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP) yang dilakukan secara
simbolis oleh Kepala BKIPM, Ibu DR. Ir Rina, M.Si kepada Walikota Bogor, Bima Arya untuk diserahkan langsung kepada perwakilan masyarakat di tiga wilayah Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur.
Bantuan yang di serahkan sebanyak 2,6 ton ikan beku, 1,3 ton ikan olahan dan 3.900 ikan kaleng yang sudah dikemas sebanyak 1.300 paket. Di setiap paket, berisi 2 Kg ikan beku ,1 Kg ikan olahan berupa kemasan otak-otak ikan dan 3 ikan kaleng sarden. Lantas, paket tersebut dibagi dalam tiga tahap yakni tahap I yang sebelumnya sudah diserahkan sebanyak 200 paket di Kota Bogor pada 16 Mei 2020, lalu. Tahap II pada 17 Mei 2020 di Kabupaten. Cianjur sebanyak 500 paket dan untuk Tahap Ketiga yakni di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor sebanyak 600 paket pada hari Senin, (18/5/20), pagi.
Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai Gerindra DR. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, DESS, M.Sc.,Dapil Jawa Barat III (Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur) menyerahkan bantuan dari Badan Karantina Ikan Pengendali Mutu dan Hasil Perikanan (BKIPM), Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP).
Dalam sambutannya, Hj. Endang mengatakan, Balai Besar KIPM Jakarta I, sebagai pelaksana Program Berbagi Ikan Sehat Bermutu untuk melawan Covid-19 ini. Sementara, direncanakan menyasar di tiga wilayah di Provinsi Jawa Barat. Dan ketiga wilayah tersebut meliputi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor.
Kepala BKIPM DR. Ir. Rina, M.Si pun menjelaskan, bahwa Bulan Mutu Karantina 2020 merupakan program tahunan BKIPM yang bertujuan untuk menambah asupan protein dari ikan sehat dan bermutu sehingga menambah kekebalan tubuh
masyarakat di tengah Masa pandemi Covid -19.
Rina juga menambahkan, kegiatan Bulan Mutu Karantina 2020 selama dibulan Ramadhan ini Kementerian Kelautan dan Perikanan secara Nasional pun mengadakan program Nasi Ikan, yaitu membagikan makanan berupa nasi dengan ikan sebagai lauk-pauknya kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 guna mendorong peningkatan konsumsi ikan sebagai sumber protein.
Kepala BKIPM, Ibu DR. Ir Rina, M.Si, Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai Gerindra DR. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, DESS, M.Sc. dan Walikota Bogor Bima Arya.
Sekedar informasi, Program Nasi Ikan itu diluncurkan pada 22 April 2020 oleh Bapak Menteri Kelautan dan Perikanan,
DR. Edhy Prabowo, M.B.A. Penyerahan Bantuan dari KKP peduli Covid-19 yang digelar dalam rangka Bulan Mutu Karantina 2020 di 47 UPT BKIPM di 34 Provinsi se-Indonesia. Kabarnya, Kegiatan tersebut berlangsung hingga 30 Juni 2020, mendatang.
Sementara itu, dihadapan Walikota Bogor Bima Arya, Hj. Endang Setyawati Thohari, DESS, M.Sc., mengupas dan berbagi pengalaman saat menempuh study di Perancis, menurutnya, pemerintah Perancis menyadari betul tentang arti penting peran nelayan dalam pemenuhan kebutuhan protein di negerinya. Oleh sebab itulah, nelayan di sana diberi kemudahan akses untuk mengorganisir kepentingan politik dan perekonomian.
“Pengelolaan perikanan skala kecil di Perancis melibatkan tiga bank Nasional, yakni Credit Agricole, Credit Maritime dan Credit Matuel. Kita tau Credit Agricole adalah koperasi terbesar saat ini,” kata Hj.
Endang. Bicara soal penyaluran kredit, lanjut Hj. Endang, melibatkan organisasi atau badan hukum yang didirikan oleh nelayan. Kredit yang diperoleh digunakan untuk mendapatkan fasilitas pelengkap tanpa biaya tambahan, seperti
memberikan asuransi perlindungan penuh terhadap kapal yang akan dibeli dan asuransi usaha maritim yang dilakukan, dengan prosedur yang mudah dan jasa pengembalian yang tergolong murah.
Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai Gerindra DR. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, DESS, M.Sc. saat memberikan sambutan pada penyerahan bantuan dari Badan Karantina Ikan Pengendali Mutu dan Hasil Perikanan (BKIPM), Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP).
“Nelayan skala kecil di Perancis mendapatkan perlindungan dan mafaat dari program peningkatan kesejahteraan bagi pelaku usaha perikanan,” terang Hj. Endang.
Dengan nada sumringah, pun Hj. Endang menuturkan, jika dirinya merasa bahagia karena bantuan sosial yang diberikan itu merupakan hasil produk perikanan Indonesia. Yang dibeli langsung dari nelayan, petani dan UMKM serta hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat.
Ada yang menarik, tanpa ragu Hj. Endang mencoba mengalkulasikan pembelian produk nelayan, misal Rp100.000,- dari sekitar 2,7 juta orang nelayan (data KKP 2017), ada 1 juta nelayan yang dicanangkan mandiri. Maka, dana segar yang berputar itu bisa tembus mencapai Rp100 milyar/bulan.
Selanjutnya, ia pun menyinggung soal angka stunting di Kota Bogor. Dari catatanya, status gizi balita Kota Bogor 18,3 persen, yang artinya 2 dari 10 balita mengalami stunting. Berdasarkan data hasil Bulan Penimbangan Bayi di Kota Bogor 2019, jumlah balita stunting sebanyak 3.757 (4,52%) terdiri dari balita sangat pendek 565 dan pendek 3.192 balita. Kelurahan dengan angka stunting tertinggi adalah Tanah Sareal, Pasir Kuda, Empang,
Bondongan, Cikaret, Muara Sari, Sukaresmi, Baranang Siang, Babakan Pasar dan Panaragan.
“Stunting bukan hanya tentang postur tubuh yang pendek. Tetapi lebih dari itu dapat menimbulkan konsekuensi yang lebih besar yaitu, menurunnya fungsi kognitif atau kecerdasan sekaligus meningkatkan resiko penyakit tidak menular pada anak saat beranjak dewasa,” terang Hj. Endang. (*/bdn)
BOGORDAILY.net – Sebanyak 58,33 persen kasus positif terinfeksi Virus Korona atau Covid-19 di Kabupaten Bogor diderita oleh laki-laki.
Demikian disampaikan oleh Bupati Bogor, Ade Yasin, kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian dalam acara diskusi penanganan Covid-19 yang dilaksanakan di Gedung Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Selasa (19/5/2020).
“Sebanyak 58,33 persen diderita oleh laki-laki daripada perempuan, karena tingkat mobilitas lebih tinggi laki-laki,” kata Ade Yasin, dihadapan Tito Karnavian .
Orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman ini mengungkapkan, jumlah kasus Covid-19 terjadi pada rentan usia 20-59 tahun sebesar 82,05 persen.
“Ini merupakan komposisi penduduk usia produktif yang masih bekerja, pada kelompok usia anak-anak sebesar 7,69 persen, dan kelompok usia lansia sebesar 10,26 persen,” ungkapnya.
Ade Yasin menjelaskan, untuk usia 46 sampai 65 tahun juga cukup rentan dan mengalami kasus meninggal, walaupun juga beberapa di antaranya dinyatakan sembuh enam orang.
Setelah Kabupaten Bogor melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), ada beberapa catatan pergerakan masyarakat sebelum PSBB, kasus positif tercatat 60 kasus di 17 kecamatan.
“Kasus positif PDP tercatat sebanyak 730 di 38 kecamatan. Untuk kasus ODP tercatat 1.193 tersebar di 40 kecamatan Kabupaten Bogor. Faktor pemicu utama adalah pola pergerakan orang yang masih tinggi dan sulit dikendalikan, baik pergerakan di dalam maupun di luar Kabupaten Bogor,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk catatan PSBB pada 15 sampai 28 Aptil 2020, kasus positif meningkat sebanyak 42,86 persen dari 60 menjadi 105 orang dan tersebar di 17 kecamatan.
“Catatan setelah PSBB perpanjangan pertama pada 29 sampai 12 Mei 2020, kasus positif meningkat 29,66 persen, dari 118 menjadi 153 orang dan tersebar di 19 kecamatan,” tukasnya. (Andi).
BOGORDAILY – Sejumlah ruas jalan di Jakarta kembali macet meski masih masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Selain itu, Pasar Tanah Abang juga ramai lagi.
“Kemarin katanya Tanah abang katanya udah rame banget gitu,” kata Ivan Gunawan dalam Brownis Trans TV, Senin (18/5/2020).
Ayu Ting Ting dan Wendy Cagur lalu menimpali. Mereka sempat terjebak macet saat hendak syuting.
“Tadi jalanan juga sudah macet,” kata Wendy.
“Iya jalanan macet hari ini,” tambah Ayu Ting Ting.
Hal senada juga dirasakan Ivan Gunawan. Sambil bercanda, Igun langsung menyebut bahwa kemacetan itu disebabkan oleh Komo yang lewat.
“Iya dari rumah gue macet, gue pikir si Komo Lewat,” kata Ivan Gunawan disambut tawa Ayu Ting Ting.
BOGORDAILY.net – Setelah Bahar Bin Smith dijemput paksa oleh anggota Polisi dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, pada pukul 3:00 WIB Selasa (19/5/2020).
Puluhan santri Habib yang berambut pirang itu, menggeruduk Lapas Kelas II Gunung Sindur sekitar pukul 16:00 WIB sore tadi.
Sebanyak 50 orang murid Habib Bahar bin Smith mendatangi Lapas Gunung Sindur. Mereka menginginkan agar Habib Bahar dibebaskan.
Pengacara Habib Bahar bin Smith, Aziz Yanuar, menjelaskan, sejauh ini belum ada perwakilan dari keluarga maupun kuasa hukum yang diperbolehkan menjenguk Habib Bahar. Karena itu membuat mereka (Murid Habib Bahar) akan tetap bertahan di depan gerbang Lapas Gedung Sindur.
“Massa hanya ingin Habib Bahar bisa ditemui pengacara dan keluarga. Dan mereka akan tetap di pos aja,” singkatnya.
Untuk diketahui, Bahar Bin Smith mendapatkan Asimilasi dari Kemenkumham RI pada Sabtu (16/5/2020) kemarin. Akan tetapi, pada pukul 03:00 WIB (19/5/2020) dinihari, Bahar dijemput kembali dan ditahan di Lapas Gunungsindur. (Andi).
BOGORDAILY.net – Pedagang Kaki Lima di Pasar Anyar ngamuk-ngamuk saat ditertibkan petugas gabungan, dalam rangka pelaksanaan PSBB di Kota Bogor.
Pedagang itu adalah Yuslinar. Dia ngedumel dan mengeluarkan seluruh unek-uneknya.
Meski dengan terpaksa, dia pun ikut menutup lapak tempatnya berdagang itu.
“Perut saya lapar, duit ngga ada masa saya harus jadi pencuri,” ujarnya kepada wartawan.
Dia mengungkapkan, selama Pandemi Korona tidak mendapat bantuan apapun. Dia bahkan sudah pasrah dengan usaha yang dilakukannya itu, meski di tengah korona.
“Anak banyak, duit ngga ada, mau lebaran. Saya punya anak cacat, suami saya nganggur,” ujarnya. (bdn)
BOGORDAILY – Rina Nose dan Andre Taulany dipolisikan lantaran dituding menghina marga Latuconsina. Soal ini, Prilly Latuconsina pun meminta saling memaafkan.
“Kalau menurut aku ini kan lagi Ramadhan, baiknya kita saling memaafkan gitu,” kata Prilly Latuconsina dihubungi, Senin (18/5/2020).
Prilly Latuconsina juga menyebut setiap tindakan intinya adalah niat. Prilly menilai Andre Taulany dan Rina tak bermaksud menghina marga Latuconsina.
“Yang paling terpenting dalam sebuah tindakan itu kan niatnya kalau memang tindakan ini nggak ada niat apapun untuk menyinggung, apalagi melecehkan marga. Yang memang, pure tidak sengaja dan becanda, menurut aku sih nggak usah panjang,” bebernya.
Prilly Latuconsina pun meminta di bulan Ramadhan ini lebih baik fokus kepada pandemi corona. Juga saling memaafkan agar kasus ini tak diperpanjang.
“Ya udahlah lagi Ramadhan, kita kan juga lagi fokus bagaimana menghadapi pandemik, jadi lebih baik kita ya udah saling memaafkan aja sih menurut aku,” pungkasnya.
Di salah satu episode acara sahur NET TV, Andre Taulany dan Rina Nose merangkai kata-kata baru pada marga ‘Latuconsina’. Mereka sedikit mengubah bagian belakang marga tersebut dengan sebutan humor dan lucu-lucuan.
BOGORDAILY – Dhini Aminarti membagikan ceritanya saat memutuskan berhijab. Ternyata Ummi Pipik juga menjadi seorang yang mengantarkan Dhini untuk memutuskan berhijab.
“Sebenarnya triger-nya aku pakai hijab, aku baca satu artikel, ‘Wanita yang taat beribadah tapi tidak bisa masuk surga karena ….’ Titik-titiknya itu bikin aku penasaran dan yang paling bikin aku penasarannya lagi adalah gambar perempuan pakai kain kafan,” buka Dhini menceritakan awal mula dirinya memutuskan berhijab dalam channel YouTube The Sungkar Family dilihat, Selasa (19/5/2020).
Dhini merasa artikel tersebut sangat mencerminkan dirinya. Seringkali orang bertanya kapan dirinya akan memakai hijab.
Setiap kali mendengar pertanyaan itu, Dhini Aminarti selalu memberikan alasan klise, yakni ingin menjilbabkan hatinya terlebih dahulu.
“Setiap orang tanya kapan berjilbab. Aku selalu bilang, hatinya dulu dijilbabin daripada pakai jilbab nanti aku masih gibah. Pas aku baca, aku kena banget, nggak lama aku mutuskan ini nggak bisa, kayaknya ini tleguran dari Allah,” ungkapnya.
Sampai akhirnya Dhini mencurahkan isi hatinya kepada Ummi Pipik. Dhini menyampaikan keinginannya untuk berhijab dan disambut dengan nasihat Pipik yang benar-benar menyentuh hati Dhini Aminarti.
“Aku cerita ke Mbak Pipik, ‘Aku mau berhijab nih Mba Pi.’ ‘Dhin umur itu kita nggak pernah tahu, kayak Uje deh. Uje itu meninggal masih muda dan berangkat dalam kondisi sehat banget.'” ucap Dhini menirukan cara bercerita Ummi Pipik.
“Itu yang dialamin Papa aku. Papa aku dalam kondisi sehat banget, kejadian almarhum Uje dialamin juga sama Papa aku. Ya Allah kita nggak tahu umur, Papa aku kondisi sehat banget, malamnya aku dapat telepon dari polisi Papa udah di rumah sakit dalam kondisi nggak ada (meninggal),” imbuhnya sambil menyusut air mata.
Dhini Aminarti semakin yakin berhijab saat Ummi Pipik kembali meyakinkan dirinya saat itu.
“Mbak Pipik tambah meyakinkan aku lagi ‘Kalau memang kamu punya tekat berhijab udah lakuin aja. Karena kita nggak tahu lho tiba-tiba misalkan habis telepon ini kamu meninggal,'” ucap Dhini Aminarti.