Sunday, 5 April 2026
Home Blog Page 8212

TIni Alasan Aura Kasih Unfollow Semua Orang Termasuk Suami

BOGORDAILY – Aura Kasih akhirnya memberikan jawaban terkait unfollow semua orang, termasuk suaminya, Eryck Amaral. Ia mengungkapkan hal tersebut saat menjadi tamu di channel YouTube Melaney Ricardo.

Aura tak follow semua orang di Instagram di tahun ini. Hal itu kemudian mengejutkan banyak pihak.

Ibu satu anak itu mengaku unfollow semua orang karena lelah melihat kehidupan orang lain. Ia merasa kurang perhatian dengan dirinya sendiri.

“Gini ya kita tuh harus tahu kapasitas diri kita sampai di mana. Gue sibuk sama orang lain tanpa gue nggak pernah lihat dalam diri gue. Spiritual gue kurang. Gue jarang doa. Gue sibuk dengan Instagram. Itu kayak digetok, lo harus lihat dalam diri lo deh,” ujarnya.

Setelah unfollow semua orang, Aura Kasih merasa bahagia sekali. Kehidupannya jadi lebih damai dan banyak melakukan hal positif.

“Happy, karena gue lebih mengenal diri gue sendiri. Gue kemarin-kemarin lebih envy sama kehidupan orang, dari situ gue berpikir gue nggak boleh hidup kayak gini, bersyukur. Gue lebih happy, lebih damai saja, karena gue nggak banyak distraksi,” tuturnya.

Saat unfollow semua orang, Aura Kasih kena omel Eryck Amaral. Ia pun kini hanya follow suaminya.

“Pada akhirnya di Instagram saja pada nanya kenapa sih nggak follow orang. Akhirnya laki gue sampai marah kok lo nolin sih, gue saja difollow,” katanya.

Hoax atau Fakta: 13 Pedagang Pasar Cileungsi Positif Covid-19

BOGORDAILY.net – Pedagang pasat Cileungsi geger, setelah beredar kabar salah satu pedagang di kawasan itu positif terjangkit virus Corona.

Direktur Utama PD Pasar Tohaga, Haris Setiawan langsung membantah kabar itu. Dia mengklarifikasi bahwa kabar 13 pedagang di Pasar Cileungsi yang dinyatakan positif Covid-19 itu tidak benar.

“Mengenai berita positif korona pedagang Pasar Cileungsi itu tidak benar, alias Hoax,” katanya kepada Bogordaily.net, Jumat (15/5/2020).

Ia menjelaskan, pada Jumat 15 Mei 2020 berlangsung pemeriksaan dari petugas kesehatan Puskesmas Cileungsi, yang bekerjasama dengan Gugus Covid TK Kecamatan Cileungsi, berlangsung di Pasar Cileungsi.

“Sebanyak 30 orang pedagang menjalani Swab Test, dengan rincian 25 pedagang dan lima orang pegawai Tohaga. Termasuk kepala Pasar dan petugas harian. Hasil swab kan diketahui bersama keluarnya 14 hari setelah test, berita dari mana itu bisa menyatakan sudah positif, itu baru kita lakukan pemeriksaan,” tegas Haris.

Masih kata Haris, akun resmi instagram perusahaan plat merah yang mengurusi pasar rakyat di Kabupaten Bogor @pasarnyatohaga pun menyatakan, bahwa berita tersebut Hoaks dan tidak bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya.

Sementara itu, Kepala Pasar Cileungsi, Mulyadi Setiawan, mengaku, sempat kewalahan setelah beredarnya info tersebut. Sehingga, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polsek Cileungsi untuk mencari sumber berita Hoaks tersebut.

“Kini tersangka sudah dilaporkan dan menunggu proses hukum lebih lanjut,” tukasnya. (Andi).

Cerita Kopi Sarongge dari Cianjur : Cinta, Rasa dan Perjuangan

BOGORDAILY.net – Indonesia kaya dengan kopi, variannya beragam dengan citarasanya masing-masing. Termasuk yang satu ini.

Kopi Sarongge, kopi dengan citarasanya yang khas. Bukan sekedar kopi, tapi ada cinta, ada rasa dan perjuangan di dalamnya.

Kopi Sarongge, merupakan salah satu produk kopi unggulan asal Cianjur, Jawa Barat dengan cita rasa unik.

Perkebunan kopi Sarongge

Kopi yang lahir dari kaki Gunung Gede ini menjadi andalan para petani di Sarongge, kampung kecil yang berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cianjur, menggantungkan hidupnya.

Mereka yang dulunya bergelut dengan tanaman sayuran, kini menjadikan kopi sebagai penghasilan utama mereka.

Dibawah binaan Tosca Santoso, sang inisiator kopi Sarongge, para petani tak hanya membuat asap di dapur terus mengepul, melainkan juga telah berhasil mengembalikan hutan di Sarongge.

Wujud kecintaan Tosca Santoso dalam lingkungan sudah tak perlu diragukan lagi. Bahkan, jurnalis senior sekaligus pendiri Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) itu juga pernah ditangkap saat mendampingi petani Cimacan, yang tanahnya hendak dijadikan lapangan golf Cibodas pada 1986.

Para petani kopi Sarongge makan bersama

Inilah kisah lahirnya kopi Sarongge, kopi berkualitas dengan cita rasa dari hutan yang terjaga.

Petani tak bisa jauh dari tanah. Kebun adalah semangat dan daya hidup mereka. Maka tak lama setelah hutan di kaki Gede itu ditutup, sebagian anggota Koperasi Sugih Makmur, sudah rindu cangkul dan bau tanah. Tentu saja sebab utama adalah sumber asap dapur belum aman. Bahkan setelah program adopsi pohon selesai.

Awal 2014, di bawah pimpinan Dudu Duroni, sekira 20 petani meminta izin, menggunakan tanah desa di kaki Gn. Geulis. Lokasi yang sering disebut Pojok Tunggilis itu, masih satu desa dengan Sarongge. Hanya terpisah jalan raya, penghubung Bogor-Cianjur.

Atas dukungan perangkat Desa Ciputri, mereka dibolehkan berkebun sayur di sana. Membawa pengetahuan dari Sarongge, mereka tanam wortel, sawi, brokoli dan berbagai jenis sayur seperti di kampung asalnya. Toh lokasi hanya berjarak sekira 5 km. Tetapi ternyata berkebun sayur di sana hasilnya tak sebagus di Sarongge. Karena beda ketinggian, cuaca di sini lebih panas. Tanahnya pun lebih tipis lapisan hara. Beberapa petani langsung balik badan, ketika hasil sayur tak sebagus yang diharapkan. Dudu bertahan.

Bersama Yayasan Prakarsa Hijau Indonesia (GIF), kami kembangkan pola adopsi pohon di lahan desa. Bukan pohon hutan, tetapi buah-buahan : nangka, alpukat, jeruk limau. Pohon buah dipilih karena, selain menambah tutupan bukit-bukit tanah desa, juga menambah penghasilan petani. Rupanya tanah di Tunggilis memang cocok untuk buah-buahan.Hingga suatu waktu, Dudu dan kawan-kawannya berpikir untuk menanam kopi.

November 2014, saya bagikan 20.000 bibit kopi Arabika kepada 25 petani Tunggilis. Tidak semuanya eks petani yang turun dari Gunung Gede. Sebagian mereka yang sudah lama tinggal di Tunggilis. Jadi, kopi menyatukan petani pendatang dan lokal di kaki Gn Geulis itu. Sayangnya, banyak yang di tak sabar menunggu tiga tahun, sampai kopinya panen. Mereka berhenti dan membiarkan kebun terlantar.

Ketika Dudu panen perdana, tahun 2017, ia sengaja pamer hasil panennya dalam kantong plastik cerah. Naik motor, ia bawa panennya itu ke tempat pengolahan kopi di Sarongge. Banyak tetangganya melihat dan jadi tertarik bertanam kopi. Kebun lama yang ditinggal petani mulai dirawat lagi. Dan tentu saja, tanah tak cukup.

Saat itulah kabar tentang perhutanan sosial sampai ke Kampung Tunggilis. Negara memberi akses 35 tahun kepada petani, untuk memanfaatkan hutansekaligus merawatnya. Dudu dan kawan-kawannya segera membentuk KTH. Satria Mandiri. Kelompok Tani Hutan itu mengajukan izin perhutanan sosial seluas 21,5 ha kepada Menteri Kehutanan.

Perkebunan kopi Sarongge

Proses itu tergolong cepat. Hanya lima bulan setelah pengajuan, izin perhutanan sosial (PS) untuk KTH Satria Mandiri keluar Juli 2018.

Presiden Jokowi menggenapi kebahagiaan 35 petani Tunggilis, ketika ia serahkan langsung sertifikat perhutanan sosial itu di Bandung, 11 November 2018. Kabar baik itu menyebar cepat. Petani Gn Geulis yang di balik Tunggilis, di Desa Pakuon, segera membentuk KTH Rindu Alam. Mereka ajukan 58,5 ha lahan untuk 30 keluarga tani. Dan izin keluar cepat, sebelum Pemilu 2019.

“Kami urus izin, biar tenang bertaninya,” kata Suarsa, yang biasa dipanggil Alo, Ketua KTH Rindu Alam.

Mereka umumnya menanam robusta, karena ketinggian lahan sekitar 800-1.000 mdpl. KTH Rindu Alam dengan didampingi GIF juga mengembangkan wisata lingkungan. Rumah pohonnya di tengah hutan dan kebun kopi, Saung Kanoman, menarik untuk disinggahi.

“Ini tanah terakhir saya. Tak mau pindah lagi,” kata Dudu. Kebun kopinya sekira 2 ha. Ia kini mengandalkan kopi untuk penghidupan. Sayur mayur untuk selingan, ketika musim panen kopi masih jauh.

Mereka beruntung dapat izin perhutanan sosial dengan cepat. Dan skema pinjaman modal kerja bertani juga segera mengikuti. KTH Satria Mandiri dapat kredit dari BNI. Sedang KTH Rindu Alam dari Badan Layanan Umum (BLU). Kredit berbunga rendah, 3% itu, punya tenggang masa bayar yang longgar. Tiga tahun. Itu memberi kesempatan petani sampai panen kopinya, baru kemudian membayar cicilan.

Tapi kelompok tani tetangga, KTH Maju Barokah, tak seberuntung petani Sarongge dan Pakuon. Ajuan mereka tidak pernah lengkap karena tanpa dukungan kepala desa. Kades cenderung LMDH yang maju. Sementara LMDH tidak bergerak. Pengajuan perhutanan sosial seluas 30 ha di Desa Ciherang, Kec. Pacet, Cianjur itu terkatung-katung. Sebagian petani tetap menanam kopi, tapi dengan was-was: Apakah ketika panen masih dapat memetik hasilnya?

Preferensi LMDH dibanding KTH, juga jadi ganjalan ketika petani Kubang, Cibanteng dan Ciwalen, mengajukan izin PS. Semula petani tiga desa, di Kecamatan Sukaresmi itu, membentuk Gabungan Kelompok Tani Hutan. Gapoktan. Sekira 550 petani ajukan izin untuk area 580 ha. Ketika verifikasi lapangan, petani diarahkan untuk ajukan izin per desa. Lewat LMDH. Jadi proses harus dimulai dari awal. Dan hanya Desa Cibanteng yang LMDH nya aktif. Dua desa lain terbengkalai. Saya ikut mengantar ketika Gapoktan itu mendaftarkan berkasnya ke Gedung Manggala. Tapi semangat itu ambyar ketika Gapoktan dianggap takeligible untuk mendaftarkan PS dengan cakupan wilayah kecamatan. Kerja pendampingan petani setahun lebih, terasa sia-sia.

Perhutanan sosial pernah jadi daya tarik pemerintah Jokowi. Tapi sekarang terdengar sayup saja. Apalagi, ketika wabah Covid-19 melanda. Rasanya harapan petani untuk dapat tanah secara legal itu, terpaksa diurungkan. Mereka akan terus berkebun di hutannegara. Tanpa legalitas. Tanpa pendampingan. Juga jauh dari jangkauan kredit modal kerja.

Target Jokowi untuk membagikan 12,7 juta ha tanah perhutanan sosial, tampaknya akan jauh dari terwujud.
Padahal perhutanan sosial ini adalah solusi bagus, untuk merawat hutan. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sekitar hutan. Prinsip 3O yang diyakini petani Sarongge, sangat bisa diterapkan di bawah kebijakan perhutanan sosial. Hutan terjaga, kalau petani sekitar hutan sejahtera.

Kini, sebagian petani Sarongge dan Pakuon, memusatkan usaha mereka pada tanaman kopi. Ada yang sudah panen. Ada yang masih harus menunggu. Kerja keras mereka sudah dapat dinikmati para pecinta kopi Nusantara. Dengan berbagai varian Kopi Sarongge yang tersedia.

Tahun lalu, skor arabica Sarongge menempati posisi ketiga dalam lelang kopi specialty. Varian naturalnya, meraih skor 87 dalam uji cita rasa di Puslitkoka Jember. Perhutanan sosial memberi dasar yang kokoh, buat munculnya Kopi Sarongge.

Para petani Sarongge, telah menghasilkan kopiberkualitas bagus. Dengan profil : asam lembut, segar buah dan sedikit manis di ujungnya. Saya menyebutnya : cita rasa dari hutan yang terjaga. (bdn/*)

Perasaan Hancur dan Bersyukur Jefri Nichol Pernah Terjerumus Narkoba

BOGORDAILY – 22 Juli 2019, Jefri Nichol terseret kasus narkoba. Terjerumus narkoba, Jefri harus menjalani hukuman tujuh bulan rehabilitasi.

Jefri kembali mengingat masa-masa itu saat ngobrol bareng Riri Riza di Instagram Miles Films. Jefri Nichol menceritakan penyesalan sekaligus rasa hancur yang dirasakan padahal saat itu sedang mengerjakan proyek film tentang Ellyas Pical.

“Proyek film tentang Ellyas Pical ditunda karena kasusku dulu. Aku harus rehabilitasi. Sayang banget karena proyek film itu melibatkan banyak orang,” kata Jefri Nichol.

Gara-gara kasusnya dulu, proyek film itu harus ditunda. Tidak mudah untuk Jefri Nichol saat itu menerima kesalahan yang sudah dia perbuat.

“Itu jadi penyesalan terbesar sih, hancur banget sih rasanya waktu itu. Ngerasain pengalaman kayak gitu, harus aku lewatin semua ups and down-nya,” akunya.

“Padahal ketika dapat proyeknya, aku anggap ini proyek spesial. Jadi nggak boleh ada miss sedikit pun karakternya. Mungkin itu alasan aku kerja terlalu keras waktu itu juga,” sambung Jefri Nichol.

Kala itu Jefri Nichol ditangkap polisi di Kemang, Jakarta Selatan, pukul 23.30 WIB. Dari tangan Jefri Nichol, polisi dapatkan barang bukti ganja seberat 6,01 gram yang disimpan dalam kulkasnya. Tidak hanya itu, hasil tes urinnya juga dinyatakan positif konsumsi ganja.

Setelah merasakan dinginnya penjara dan rehabilitasi di RSKO Cibubur, Jefri Nichol bertekat untuk menjalani hidup lebih baik lagi. Selama menjalani rehabilitasi, dia mengaku banyak berkontemplasi, bersyukur, dan banyak dapat pelajaran berharga.

“Yang penting ke depan aku bisa jadi lebih baik lagi, bisa memaksimalkan kesempatan ini jadi lebih baik lagi, jadi manusia dan aktor yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Sama kayak film sebetulnya, ada naik konflik, ada penyelesaian,” ucap Jefri Nichol bijaksana.

Di Tengah Pandemi Covid-19, Hj. Endang Tohari Ingatkan Padat Karya Itu, Penting

BOGORDAILY – Ditengah prahara pandemic Corona Virus Disease 2019 atau acap disebut Covid-19, yang melanda Tanah Air, bahkan masih belum diketahui betul kapan bakal berakhir. Kendati begitu, salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Komisi IV Fraksi Partai Gerindra DR. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, DESS., M.Sc terlihat  mengunjungi masyarakat yang terdampak pandemic covid-19. Ya, kunjungannya untuk silahturahmi dan mendengarkan aspirasi masyarakat, sekaligus memberikan bantuan sosial kepada masyarakat untuk wilayah Jawa Barat III (Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur).

Nah, pada kegiatan kunjungan kerja perorangan itulah, wanita peraih S-3 Doktoral asal Universitas Montpellier I Perancis itu, sering menyempatkan waktunya untuk berinteraksi bersama masyarakat. Sekaligus mendengarkan aspirasi secara langsung. Tanpa bosan, Hj. Endang pun kerap mengingatkan masyarakat yang ditemuinya, agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19 yang dirilis pemerintah juga WHO, tentunya.

“Saya tak akan bosan mengingatkan mereka (red; masyarakat) supaya mematuhi anjuran pemerintah dengan menggunakan masker, jaga jarak, dan selalu cuci tangan. Untuk membatasi kerumunan, pun saya berinisiatif agar para Tenaga Ahli dan Tim Dapil Jabar III (Kota Bogor dan Kab.Cianjur) saya ini, langsung mengantarkan ke rumah masyarakat yang membutuhkan lebih dari 3.000 paket bantuan sosial berupa, sembako, masker, handsanitizer, nasi kotak, sarung, mukena,” kata Hj. Endang kepada wartawan, Jum’at, (15/05/20) siang tadi.

Tim dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Komisi IV Fraksi Partai Gerindra DR. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, DESS., M.Sc terlihat menyerahkan bantuan, Jumat (15/5/20).

Hj. Endang juga menyampaikan, dalam menghadapi pandemi Covid-19 Fraksi Partai Gerindra di DPR RI  memprioritaskan program bantuan pangan dan bantuan sarana produksi pertanian kepada petani sekaligus padat karya untuk mengantisipasi dampak lanjutan Covid-19 terhadap sektor ekonomi Indonesia untuk memperjuangkan kedaulatan pangan, energi dan air sesuai dengan visi misi Partai Gerindra.

Yang menarik, mantan Kepala Pusat Pembiayaan Pertanian Kementerian Pertainan itu juga mengatakan, saya sebagai Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerindra ini juga meminta Kementerian Pertanian agar fokus pada upaya memulihkan kegiatan prioritas yang relevan terkait situasi krisis seperti saat ini.

“Saya tekankan, supaya bantuan alat mesin pertanian prapanen dan pascapanen bagi petani menjadi perioritas, misal unit pengolah pupuk organik (uppo), pengembangan kawasan padi dan jagung, pengembangan perbenihan (perkebunan dan hortikultura). Jangan lupa, pengembangan sayuran organik keluarga di pekarangan pangan lestari dan pengembangan ternak ruminansia kecil dan besar. mengingat situasi PSBB dan sisa efektif waktu yang ada,” katanya.

Tim dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Komisi IV Fraksi Partai Gerindra DR. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, DESS., M.Sc terlihat menyerahkan bantuan, Jumat (15/5/20).

Hj. Endang memberikan catatan, supaya pemerintah mengintegrasikan program yang bersifat padat karya itu agar pendistribusiannya atau pembagian bantuan pangan, bantuan benih, bantuan alat dan mesin, bantuan padat karya, serta bantuan lainnya dilakukan secara adil merata, transparan juga akuntabel, tentunya.

“Yang lebih penting yaitu semua bantuan apapun dapat menjangkau petani di berbagai pelosok daerah. Bukan hanya petani yang ada di Kota Bogor maupun Kab.Cianjur saja. Ya, tentunya saja, hal itu sesuai prosedur dan aturan yang berlaku,” pungkas  Hj. Endang. (*/bdn)

 

Sayangkan Komen Indira Kalistha soal Corona, dr Tirta Mengingatkan Gritte Agatha

BOGORDAILY – Konten pengakuan selebgram Indira Kalistha soal dirinya yang biasa-biasa saja pada Corona memancing komentar banyak pihak. Salah satunya dr Tirta.

Ia menyayangkan Gritte Agatha yang mengunggah perbincangan Gritte dengan sang selebgram.

“Si pemilik channel: bisa nggak sih ngecut aja statemen si mba ini dan baru dishare. Klo dishare sama aja kek lu ‘ngeiyain’ statemen bloon ini,” ucap dr Tirta lewat Instagram Stories miliknya yang ter-capture dan beredar di YouTube.

Dokter yang juga sebelumnya sempat beradu pemikiran soal Corona dengan Jerinx ini juga mengingatkan Gritte yang sudah punya banyak pengikut di channel YouTube.

“Subscribers udah 2 jutaan… kasian org2 yang nonton yg ngedukung pernyataan si bloon ini dan mengikutinya,” ungkap dr Tirta lagi.

Indira Kalistha sendiri menjadi sorotan di dunia maya. Banyak yang menghujatnya.

Pengakuannya tentang sikapnya terhadap pandemi ini dianggap menyepelekan tim medis yang susah payah menghadapi korban yang terpapar COVID-19.

Mourinho Pengin Banget Liga Inggris Kembali Secepatnya

BOGORDAILY – Manajer Tottenham Hotspur Jose Mourinho menepis tudingan dirinya ingin Premier League ditunda lebih lama. Mourinho justru kepengin kompetisi kembali secepatnya.

Tudingan itu muncul saat digelarnya sebuah pertemuan dengan manajer tim-tim Liga Inggris lain pada Rabu (13/5/2020). Ketika itu Mourinho menyerukan agar para pemain mesti berlatih paling tidak sejak sebulan sebelum kompetisi dilanjutkan lagi.

Hingga kini belum ditetapkan kapan Premier League akan diteruskan. Namun, pemerintah setempat telah memberikan lampu hijau agar sepakbola bisa dimainkan mulai bulan depan.

Bagi Mourinho, kompetisi mesti digulirkan apabila sudah ada jaminan dari pihak yang berwenang. Manajer Portugal itu mengungkapkan para pemain Tottenham telah menjalani latihan keras secara mandiri.

“Saya tidak meminta penundaan apapun tuh,” ucap Mourinho di Guardian. “Saya ingin berlatih dan saya sangat ingin agar Premier League kembali secepatnya kalau sudah aman untuk digulirkan lagi, terutama sekarang karena kita melihat liga-liga lain bersiap untuk berlanjut.”

“Saya sangat-sangat bangga dengan cara para pemain saya menjaga kebugaran mereka, mereka sudah menunjukkan profesionalisme, gairah, dan dedikasi yang besar. Kami semua sudah bekerja sangat keras melalui sesi latihan jarak jauh dan berlari sendiri-sendiri, sekarang lapangannya sudah siap digunakan lagi di pusat latihan.”

“Setiap pemain sangat berkomitmen dalam kaitannya dengan pekerjaan individu dan sekarang kami menunggu izin untuk mulai bekerja dalam kelompok-kelompok kecil lagi, yang sepenuhnya saya dukung,” cetus Mourinho.

Liga Inggris 201/2020 ditangguhkan di pekan ke-29. Tottenham bertengger di peringkat kedelapan klasemen sementara dengan perolehan 41 poin, terpaut tujuh poin dari Chelsea di empat besar.

Tingkat Ketergantungan Obat Roy Kiyoshi Tinggi Harus Direhab

BOGORDAILY – Polisi menyebut Roy Kiyoshi sangat ketergantungan obat psikotropika cukup berat. Sehingga sang paranormal harus menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), Cibubur Jakarta Timur.

Sebelumnya Roy telah diasesmen lewat tes yang dilakukan oleh pihak Badan Narkotika Nasional (BNN). Sehingga direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan medis secara mendalam.

“Sesuai dengan hasil peneriksaan asesmen, kami akhirnya harus menitipkan saudara Roy Kurniawan alias Roy kiyoshi untuk melakukan pemeriksaan medis yang lebih mendalam di RSKO,” kata kata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Vivick Tjangkung di kantornya, Kamis (14/5/2020).

“Karena ketergantungan obat yang digunakan oleh Roy cukup tinggi dan membutuhkan pendamping yang cukup serius,” lanjutnya.

Sementara itu kuasa hukum Roy, Henry Indraguna menghaturkan terimakasih kepada pihak kepolisian. Henry pun berharap agar Roy sembuh.

“Kami mengucapkan terima kasih pada Polres Jakarta Selatan Sat Narkoba, bu kasat sudah banyak sekali membantu Roy sehingga akhirnya direhab,” imbuh Henry.

“Mudah-mudahan Roy cepat sembuh dari sakitnya dan itu yang kita harapkan itu saja dari kami terima kasih,” pungkas Henry.

MUI Minta Saat Idul Fitri Tak Saling Mengunjungi Kerabat Saat Pandemi Covid-19 ini

BOGORDAILY – Hari raya Idul Fitri atau Lebaran sebentar lagi akan tiba, yang acap kali disertai permohonan maaf dengan saling bersalaman atau berjabat tangan. Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan, memang sudah menjadi tradisi di Indonesia bersalaman. Terlebih Presiden Jokowi sering melakukan saat open house lebaran.

“Ini jelas merupakan sebuah budaya dan tradisi yang baik yang harus kita pertahankan karena dengan adanya sentuhan tangan itu rasa akrab dan persaudaraan antara kita benar-benar terasa hidup dan tumbuh dalam diri kita masing-masing,” kata Anwar dalam keterangannya, Jumat (15/5/2020).

Tetapi dalam masa Covid-19 ini, masyarakat tentu dianjurkan untuk tidak melakukannya. “Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan berupa penyebaran dan penularan dari virus corona tersebut karena salah satu cara penyebaran virus ini yang paling efektif adalah melalui salaman,” tutur Anwar.

Bahkan, masih kata dia, MUI juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan acara saling mengunjungi seusai Salat Id. Karena melakukan hal itu dalam masa Covid-19 ini jelas sangat berisiko tinggi.

“Untuk itu kita mengimbau umat dan masyarakat untuk lebih mengedepankan usaha menjaga dan melindungi diri kita masing-masing, supaya tidak jatuh ke dalam hal-hal yang akan membahayakan kepada kesehatan dan jiwa kita. Apalagi dalam agama menjaga diri untuk tidak terjatuh ke dalam bencana dan malapetaka itu hukumnya adalah wajib sementara bersalam-salaman itu hukumnya hanya sunah,” ungkap Anwar.

Karenanya, lanjut dia, sebagai alternatifnya agar tetap dapat bisa menyambung tali silaturrahim dan untuk bisa saling menyampaikan maaf maka sebagai gantinya memanfaatkan teknologi.

“Kita dapat melakukannya melalui telepon, SMS, WA, video call, dan lainnya,” pungkasnya.

Mutia Ayu Banjir Dukungan Saat Unggah Single Baru Glenn Fredly

BOGORDAILY – Mutia Ayu terlihat memposting single terbaru milik sang suami, Glenn Fredly. Single yang berjudul ‘Ada’ itu kini sudah bisa didengarkan di semua jaringan musik. Dalam unggahannya, Mutia juga membubuhkan keterangan yang membuat banyak orang tersentuh.

“Bahwa perbedaan bukan jadi alasan. Satu adalah dua keyakinan yang bertemu. Ku lawan dunia ku gariskan keyakinan ADA CINTA di waktu TERCIPTA. I LOVE YOU,” ungkap Mutia Ayu dalam ungghannya.

Sontak saja unggahan itu langsung mendapatkan respons dari netter. Banyak dari mereka yang memberikan dukungan pada Mutia.

“Sehat terus ka Mutia. Tetap semangat dalam menjalankan semuanya,” papar aku im***.

“Ka tetap kuat untuk Gewa yaaaa,” beber akun kat***.

“Sabar yaa kaaa dan tetap semangat,” tukas akun pela**