Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 8263

Viral, Ngeprank Sembako Isi Sampah saat Ramadhan, Youtuber Ini Dikutuk Netizen

BOGORDAILY.net – Entah apa yang merasuki youtuber yang satu ini. Dia nekat membuat konten YouTube yang membuat netizen murka. Nge-Frank dengan membagikan sembako padahal berisi sampah dan batu bata.

Youtuber itu bersama teman-temannya membuat video YouTube berjudul “Prank Kasih Makanan ke Banci CBL”. Isi kardus yang dia berikan pun berisi sampah sisa makanan busuk dan batu bata. Akun instagram @lambe_turah ikut mengunggah sebagian cuplikan video tersebut.

Youtuber tersebut adalah Ferdian Paleka. Ia beralasan selama Ramadan semeskinya sudah tidak ada lagi transpuan yang berada di pinggir jalan. Terlebih, Bandung tengah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Padahal, ia dan timnya pun berdesakan di dalam mobil.

“Jadi di sini kita mau bagi-bagiin. Jadi gini, kita mau mensurvei dulu bencong yang di pinggir jalan apakah bulan puasa ini mereka juga ada atau enggak gitu,” kata Ferdian cuplikan video yang kini viral itu.

Temannya lalu berkata, “Soalnya kita mau membagikan sembako bahan pangan”.

Ferdian melanjutkan, “Jadi yang belum tahu ini isinya apa? Batu-batu, nanti dilihat saja videonya pas kita masuk-masukin batu dan sampah-sampah.”

“Jadi, kalau ada bencong kita kasih ini, kalau enggak ada berarti kota ini aman akan waria,” ujar Youtuber itu.

Ferdian dan teman-temannya kemudian mencari waria di pinggir jalan. Saat menemukan waria, mereka kemudian memberikan kardus-kardus berisi batu bata itu.

“Pasti ada yang ngomong, bang elu enggak kasian sama banci-banci itu. Ya mau gimana lagi. Kan ini bulan suci Ramadan,” ucap Ferdian.

Namum, tak lama berselang usai viral, video tersebut dihapus dari unggahan di Youtubenya.

Banyak yang geram dengan perbuatan Youtuber yang sering menguggah konten dewasa tersebut. Bahkan, warganet ikut mengutuknya.

“Gak manusiawi, !!!!”, ujar Dinar. Komentar Dinar pun mendapatkan banyak balasan.

Hujatan membanjiri komentar di akun @lambe_turah dengan nada amarah karena membuat nama Bandung menjadi tercemar. (bdn)

Heboh, Najwa Shihab Disuruh Minta Maaf oleh Anggota DPR. Kenapa?

BOGORDAILY.net – Gara-gara memposting sebuah video di akun Instagram-nya. Presenter cantik Najwa Shihab Disuruh minta maaf para anggota DPR.

Namanya kini sedang heboh, gara video yang dia posting itu. Sejumlah anggota DPR merasa dipojokkan.

Adalah anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan yang menjawab surat terbuka Najwa Shihab dalam video yang diunggah di Instagram. Surat itu ditujukan Najwa kepada DPR.

Arteria mengaku baru sempat menonton full videonya karena dari kemarin pagi memantau pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kemudian siang sampai sore mengurusi pengiriman sembako untuk masyarakat yang terdampak Covid-19, dan malamnya diakhiri dengan rapat koordinasi.

“Saya kaget sekali, kok Najwa ber-statement seperti itu secara terang-terangan menista, memfitnah, serta menyerang kehormatan anggota dan institusi DPR apalagi dengan mengumbar informasi yang tidak benar,” kata Arteria, Minggu (3/5).

“Kami juga punya keluarga, punya konstituen yang juga sangat terpukul dengan statement-nya,” lanjut Arteria.

Menurut dia, Najwa harus tahu setiap saat DPR selalu berbenah untuk mewujudkan institusi ini sebagai parlemen yang terpercaya dengan menghasilkan kerja-kerja yang penuh kemanfaatan.

Menurut dia, sekarang semua kerja-kerja DPR terukur, efektif, dan efisien, serta transparan. Karena itu, dia meminta Najwa untuk lebih arif dan bijaksana dalam mengeluarkan statement.

“Saran saya secara pribadi, selaku anggota Komisi III DPR RI, selaku anggota Badan Legislasi DPR RI, dan selaku Deputi Penerangan Umum Satgas Lawan Covid-19 DPR RI meminta Najwa minta maaf,” kata Arteria.

Legislator yang karib disapa Teri itu menilai statement Najwa sudah dikonstruksikan dan disengaja benar-benar untuk memfitnah dan menista pribadi maupun anggota DPR yang sengaja disiarkan ke ruang publik.

“Materi yang disampaikannya pun berupa informasi yang tidak benar, cenderung hoaks dan provokatif. Apalagi dihadirkan di saat negara sedang menghadapi kedaruratan kesehatan. Jadi ini memiliki konsekuensi hukum yang serius,” ungkap Teri.

Legislator Dapil VI Jatim (Tulungagung, Kabupaten dan Kota Blitar, Kabupaten dan Kota Kediri) itu menyarankan Najwa banyak memperbaiki diri di bulan Ramadan, bukan memperbanyak gibah dan mempermalukan orang di depan publik.

Seperti diketahui, Najwa Shihab mengunggah sebuah video berdurasi 4:36 detik di akun IG @najwashihab. Video tersebut diberi judul: ‘Kepada Tuan & Puan Anggota DPR Yang Terhormat’. Dalam video tersebut Najwa mempertanyakan kinerja para anggota DPR menangani virus corona.(*/bdn)

Ini Dia Pengemudi Supercar McLaren Yang Hancur di Tol Jagorawi

BOGORDAILY.net – Polresta Bogor Kota sampai saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam, terkait kecelakaan mobil mewah Supercat McLaren MP4-12C tersebut.

Kasat Lantas Polresta Bogor Kota, Kompol Fajar Hari Kuncoro, mengatakan, kecelakaan baru diduga akibat pengemudi McLaren itu tidak berhati-hati, dalam berkendara.

Ia menjelaskan, awal mula mobil mewah Mclaren itu yang dikemudi oleh Eric Darang dari arah Baranangsiang Kota Bogor menuju Jakarta jalur B Km 43:00.

“Diduga pengemudi juga kurang hati-hati, sehingga kendaraan mengalami slip, kemudian keluar ke bahu jalan tol,” katanya kepada Bogordaily.net.

Selanjutnya mobil mewah itupun setelah keluar di bahu Jalan Tol bagian samping kiri menabrak Pohon Palm yang berada di pinggir jalan.

“Menabrak Pohon Palm yang berada di pinggir Jalan Tol sebanyak dua kali, selanjutnya terhenti dengan posisi terakhir normal menghadap serong barat,” tukasnya. (Andi).

Update Korona Kabupaten Bogor 3 Mei: Nihil Positif, Tapi 2 PDP Meninggal, Satu Masih Berusia 1 Tahun

BOGORDAILY – Bupati Bogor, Ade Yasin, mengungkapkan, hari ini Minggu (3/5/2020) di Kabupaten Bogor, tidak ada yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor ini mengatakan, tidak ada yang positif. Akan tetapi, ada dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia.

“Tidak ada pasien positif, tapi ada dua pasien PDP yang meninggal. Perempuan 42 tahun asal Megamendung, dan Laki-laki usia satu tahun asal Cibungbulang,” katanya kepada Bogordaily.net.

Dia menambahkan, Kecamatan Gunung Putri masih menduduki puncak tertinggi, kasus penyebaran Virus Korona atau Covid-19 di Kabupaten Bogor yakni, sebanyak 28 orang.

Menurutnya, untuk peta penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor ke dua yaitu, Cileungsi 20 orang serta di Cibinong sebanyak 17 orang.

Sedangkan, untuk di Kecamatan Bojonggede ada sebanyak 15 orang, di Kemang ada lima orang, Ciampea empat orang. Untuk Citeureup, Babakan Madang Tamansari, Gunung Sindur, tiga orang.

Untuk di Kecamatan Tajurhalang ada dua orang. Sedangkan, untuk di Parung Panjang, Parung, Ciawi, Caringin, Ciomas dan Leuwisadeng ada sebanyak satu orang.

“Total positif aktif ada 109 orang, yang meninggal ada sebanyak 11 orang dan sembuh 13 orang,” tukasnya. (Andi).

Supercar McLaren Yang Hancur di Tol Jagorawi Seharga 70 Mobil Agya

BOGORDAILY.net – Melihat dari sisi harga mobil Supercar McLaren MP4-12C, yang terlibat kecelakaan tunggal di Tol Jagorawi Km 43:00, Minggu (3/5/2020) pukul 10:50 WIB.

Untuk diketahui, mobil mewah Supercat McLaren MP4-12C itu produksi pada tahun 2012-2014 kisaran harganya mencapai Rp7 miliar, dan produksinyapun hanya terbatas.

Pabrikan asal Inggris ini hanya memproduksi selama kurun waktunya dua tahun saja, yang memiliki mesin berkapasitas 3.800 Cc dengan delapan Silinder berkonfigurasi V8 dan turbo ganda.

Balutan dapur pacu tersebut membuat mobil mampu merilis tenaga hingga 616 daya kuda dengan 80 persen dari 600 Nm torsi tersedia di putaran 1.900 rpm.

Untuk diketahui, jika dibandingkan harga mobil mewah Supercat McLaren MP4-12C dengan mobil Toyota Agya produksi tahun yang sama kisaran harga Rp100 juta, bisa membeli sebanyak 70 mobil pabrikan asal Jepang itu.

Sementara itu, Polresta Bogor Kota sampai saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kecelakaan mobil mewah Supercat McLaren MP4-12C tersebut.

Kasat Lantas Polresta Bogor Kota, Kompol Fajar Hari Kuncoro, mengatakan, kecelakaan baru diduga akibat pengemudi McLaren itu tidak berhati-hati, dalam berkendara.

Ia menjelaskan, awal mula mobil mewah Mclaren itu yang dikemudi oleh Eric Darang dari arah Baranangsiang Kota Bogor menuju Jakarta jalur B Km 43:00.

“Diduga pengemudi juga kurang hati-hati, sehingga kendaraan mengalami slip, kemudian keluar ke bahu jalan tol,” katanya kepada Bogordaily.net.

Selanjutnya, mobil mewah itupun setelah keluar di bahu Jalan Tol bagian samping kiri menabrak Pohon Palm yang berada di pinggir jalan.

“Menabrak Pohon Palm yang berada di pinggir Jalan Tol sebanyak dua kali, selanjutnya terhenti dengan posisi terakhir normal menghadap serong barat,” tukasnya. (Andi).

NProsyar Bahtera Solusi Dikala Krisis

Bogor Daily – Adakah Keuntungan di balik Rencana Pemerintah mencetak Uang 600 Triliun ???

Di wilayah berbeda, NProsyar juga menawarkan Proyek Grand Al Ihsan Premiere untuk Anda

Hangat berita tentang rencana pemerintah mencetak uang sebesar 600 triliun yang sudah di rekomendasikan Badan Anggaran DPR memunculkan polemik ditengah masyarakat. Rencananya uang tersebut akan digunanakan untuk pembiayaan penanggulangan wabah penyakit Covid 19. Langkah ini diambil karena Pemerintah sedang terdesak dan tidak mempunyai dana yang cukup untuk membiayai penanganan wabah Covid 19.

Sri Mulyani sebagai menteri keuangan sangat menyadari dampak yang ditimbulkan dari pencetakan uang tersebut, beliau menyadari bahwa langkah tersebut akan menyebabkan ancaman inflasi yang dalam terhadap perekonomian Indonesia.

Dan banyak pakar ekonomi juga mengingatkan bahwa pencetakan uang tanpa adanya kajian menyeluruh akan membahayakan perekonomian terutama sektor riil yang biasa dijadikan acuan dalam pertumbuhan ekonomi. Para pakar mengingatkan bahwa pencetakan uang yang banyak tanpa disertai *underlying asset* yang cukup akan sangat berbahaya dan bisa menimbulkan inflasi yang tinggi. *Underlying asset* adalah jaminan berupa barang, biasanya diperlukan dalam penerbitan sukuk, dimana pemerintah akan menjaminkan assetnya berupa barang milik negara atau BMN agar tidak terjadi transakasi *money for money* yang mengindikasikan riba.

Hal ini tentu saja akan menimbulkan *spread effect* terhadap sektor riil. Sektor industri misalnya, mereka akan mengurangi produksi karena mahalnya biaya bahan baku. Dampaknya maka *supply* barang di masyarakat menjadi berkurang sehingga harga barang di pasar menjadi melambung.

Disisi lain uang beredar di masyarakat dalam jumlah yang banyak, yang mana hal inilah yang akan menjadi pemicu inflasi. Kita tahu tentunya kondisi ekonomi Indonesia bahkan global berada dalam ancaman resesi sehingga apabila terjadi inflasi yang tinggi akan berbahaya, ancaman PHK masal dan penurunan nilai uang ada di depan mata.

Mari kita tengok ke Zimbabwe, negara yang pernah mengalami pencetakan uang yang terus menerus dan akhirnya mengalami inflasi sampai 231 juta persen. Saat itu pemerintah yang berkuasa di bawah pimpinan Robert Mugabe sedang menghadapi pemilu presiden, guna membiayai pemilu tersebut maka dicetaklah uang secara terus menerus yang mengakibatkan inflasi yang maha tinggi. Akhirnya pada saat itu dilakukan *redenominasi* uang atau penurunan nilai mata uang dari 10 milyar dolar Zimbabwe menjadi 1 dolar Zimbabwe artinya terjadi pemotongan 10 angka nol.

“Saya tidak dapat membayangkan bila hal ini terjadi dalam sejarah perekonomian Indonesia, tentu adalah mimpi buruk yang tidak ingin kita alami.” ungkap Mulyadi, Sales dan Marketing Manager NProsyar.

*Adakah peluang dalam keadaan ini ?*

Bagi para investor ancaman redenominasi adalah mimpi buruk, setidaknya bagi mereka yang terbiasa menyimpan *asset* likuidnya dalam bentuk deposito misalnya. Simpanan yang besar akan menjadi tidak berarti ketika redenominasi dilakukan.

Hal ini tentu saja akan membuat para investor memutar otak untuk mengamankan *assetnya*. Salah satu yang sangat memungkinkan adalah di sektor properti. Sudah menjadi rahasia umum bahwa sektor properti seperti rumah dan tanah adalah salah satu sektor yang sudah teruji dari masa ke masa dan terbukti *resisten* menghadapi berbagai situasi ekonomi. Sektor ini In Syaa Allah adalah sektor yang aman, ketika investor mempunyai *asset* properti maka dia menjadi tenang walaupun situasi ekonomi sedang resesi sekalipun. Ketika keadaan sudah kembali normal, maka properti tersebut bisa dijual dengan nilai yang tidak turun mengikuti kondisi ekonomi yang terjadi.

Mulyadi kembali menerangkan bahwa tentu saja properti yang harus dimiliki adalah properti yang jelas dan aman secara legalitas, yang memungkinkan adalah segera membeli rumah *ready stock* atau dalam bentuk kavling tanah.

“In Syaa Allah NProsyar salah satu pengembang yang sedang berkembang bisa menjadi solusinya, karena setiap proyeknya Alhamdulillah selalu di rencanakan dengan matang.” papar Mulyadi.

Misalnya dengan akuisisi lahan 100 persen, bahkan dengan berinvestasi di proyek-proyek NProsyar In Syaa Allah akan aman dunia akhirat, karena setiap transaksinya dilakukan secara syar’i yang menghindari *riba*.

Bagi Anda yang ingin memgetahui lebih jauh proyek-proyek N Prosyar bisa berkunjung ke situs officialnya di www.nprosyar.com dan proyek terbarunya adalah Gran Al Ihsan Premiere di Kota Bekasi www.grandalihsanpremiere.co.id.

“Alhamdulillah proyek-proyek kami di NProsyar tersebar di wilayah Tangerang, Depok, Bogor dan Bekasi.” pungkasnya.

(Red-BDN).

Dibentak Pengendara Mobil saat PSBB, Petugas tak Sanggup Beri Surat Teguran

BOGORDAILY.net – Pengendara roda empat yang melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jalan Raya Simpang Empang, Kota Bogor, yang ngamuk-ngamuk tidak diberikan surat teguran.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Bogor, Dody Wahyudi, mengatakan, pihaknya tidak memberikan surat teguran karena khawatir ada kontak fisik.

“Engga, nyelonong aja kita hindari kontak fisik,” katanya, kepada wartawan, Minggu (3/5/2020).

Menurutnya, petugas di lapangan hanya memberikan teguran secara lisan saja, sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Kesehatan No 9 tahun 2020 dan Peraturan Menteri Perhubungan No 18 dan 25 tahun 2020.

“Aturan se-Indonesia sama, mohon pengertian dan kesebarannya. Semoga ujian dan cobaan ini segera berakhir,” ucapnya.

Sebelumnya, pengendara roda empat ngamuk-ngamuk dan menantang Wali Kota Bogor, Bima Arya, ketika diberhentikan oleh petugas Check Point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di Jalan Raya Simpang Empang, Kota Bogor.

Pengendara roda empat bernama Endang (44) itu ngamuk-ngamuk lantaran enggan memindahkan posisi duduk istrinya ke bangku belakang sesuai aturan PSBB yang diberlakukan di Kota Hujan tersebut.

“Saya ga terima, sampaikan ke Bima Arya. Ini prinsip hidup saya, sebaik laki-laki muslim yang menghargai istrinya. Saya tidak mau memindahkan istri saya ke belakang. Saya tidur dengan istri saya, masa di mobil susah,” teriaknya dengan nada tinggi dalam cuplikan video berdurasi 2 menit 16 detik beredar di media sosial, Minggu (3/5/2020).

Pria yang mengenakan kacamata dan kaos hitam itu mengaku kecewa, dengan aturan PSBB yang melarang istrinya duduk di kursi depan mobilnya dengan alasan menjaga jarak.

Endang yang merupakan warga Kota Bogor itu mengaku, sudah mematuhi imbauan pemerintah dalam mencegah penularan Virus Korona Covid-19 berupa mengenakan masker dan menggunakan hand sanitizer. (Andi).

Ikut Anjuran Wali Kota Bogor, Masyarakat malah Diintimidasi Oknum RT

BOGORDAILY – Menyikapi keluhan dari sejumlah warga terdampak Covid-19 yang merasa diintimidasi oknum RT, Anggota Komisi IV Fraksi KBR (Partai Nasdem) DPRD Kota Bogor Devie P Sultani SE, mengingatkan Wali Kota Bogor Bima Arya supaya lebih serius dan berhati dalam menyampaikan informasi kepada masyarakt terdampak covid-19.

Diungkap Devie, sejumlah warga mengadu kepadanya terkait informasi yang disampaikan walikota, supya warga yang tidak mendapat bantuan agar datang ke balai kota. Sontak informasi dari orang nomer satu di Kota Bogor tersebut, menggiring warga Kota Bogor datang menyambangi balai kota. Namun, saat di balai kota mereka hanya didata dan hanya dicata data Kartu tanda penduduk (KTP) nya.

“Warga yang datang ke balai kota hanya didata saja. Lalu, sepulang dari balai kota, mereka justru mendapat teguran dari oknum RT nya,” papar Devie.

Disampaikan Devie, saat ini masyarakat tengah mengalami kesusahan akibat wabah virus Covid-19. Karena itu, sebaiknya pemerintah lebih seksama menyampaikan informasi kepada masyarakat, baik langsung maupun melalui medsos.

“Tingkatkan kinerja aparatur sampai ke jenjang RT, sampaikan juga kepada publik tentang batas waktu hingga kapan akhir pendataan di Kota Bogor. Sepertinya sulit sekali mengurus data. data yang lalu itu kemana ?” tanya Devie.

Ditegaskan Devie, warga perlu perlindungan dan pelayanan maksimal, bukan hanya janji. Masyaeakat sudah cukup sulit menjalankan kehidupan saat ini.
“Perlu adanya ketenangan dan kenyamanan agar imun nya tetap meningkat,” ujar Devie. (bdn)

Alhamdulillah, 13 Pasien Covid-19 di Kota Bogor Sembuh

BOGORDAILY.net – Sebanyak 13 pasien Positif terinfeksi Virus Korona di Kota Bogor, dinyatakan sembuh setelah menjalani isolasi di Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19.

Hal itupun diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, Minggu (3/5/2020).

“Pasien positif sembuh kali ini ada 13 orang, yang kemarin berjumlah 11 orang kali ini bertambah dua jadi 13 orang yang sembuh,” katanya kepada Bogordaily.net.

Retno -sapaan akrabnya- ada juga penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak tiga orang.

“Jadi ada penambahan sebanyak tiga orang, jadi jumlah saat ini yang sedang di Isolasi di RS rujukan ada 64,” paparnya.

Retno menjelaskan, ada juga yang terkonfirmasi meninggal dunia sebanyak enam orang yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Yang meninggal ada enam orang dan total 37 orang, masih menunggu hasil Swab dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jakarta,” jelasnya.

Data yang dihimpun, untuk update Covid-19 di Kota Bogor, Orang Tanpa Gejala (OTG) ada 179, selesai 97, dalam pantauan 82.

Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada sebanyak 1107, selesai dan sembuh 978, masih di pantau sebanyak 129 orang.

Bagi PDP sendiri ada sebanyak 195, sembuh 62 dan masih di rawat di RS sebanyak 96, meninggal ada 37.

Sementara, untuk data terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 91, sembuh 13, masih dirawat 64, dan meninggal 14 orang. (Andi).

67 Desa di 31 kecamatan Kabupaten Bogor Dijabat Pjs

BOGORDAILY.net – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, mencatat ada sebanyak 67 kepala desa (Kades) yang dijabat oleh Pejabat Sementara (Pjs).

Kepala DPMD Kabupaten Bogor, Ade Jaya Munadi mengatakan, dalam pemilihan Pjs itu tidak terdapat kriteria khusus, berkaitan dengan pangkat maupu golongan.

Menurutnya, Persyaratan utama dalam Pjs kades itu adalah Aparatur Sipil Negara (ASN), yang memang menguasai bidang pemerintahan dan terdaftar ASN di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Jadi saat ini ada sebanyak 67 kepala desa di jabat oleh Pjs. Hal itu dilakukan karena kades yang menjabat di 67 sudsh habis masa jabatannya tahun 2020,” katanya kepada Bogordaily.net, Minggu (3/5/2020).

Ade Jaya menjelaskan, ke 67 kades yang dijabat Pjs itu, tersebar di 31 kecamatan yang ada Bumi Tegar Beriman.

“Pokoknya yang gak ada Kades Pjs itu di Kecamatan Leuwiliang, Ciseeng, Rancabungur, Parungpanjang, Nanggung, Kemang, Cigombong, Rumpin dan Cibinong yang memang tidak ada desa, semuanya kelurahan,” ucapnya.

Sementara, untuk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2020 yaitu, ada 88 desa di Kabupaten Bogor, pihaknya masih melihat situasi kondisi wabah Covid-19 ini. Karena pelaksanaannya dimulai akhir tahun yaitu bulan November.

“Kalau Pilkades serentak yang 88 desa nanti November. Kan lihat dulu situasinya dulu. Tahapannya kan mulai bulan Juli, jadi masih lama situasinya sekarang kita lihat dulu,” jelasnya.

Mengenai penanganan Covid-19 di tingkat desa ia menambahkan, sudah diambil langkah dengan cara menerapkan pola padat karya tunai. Jadi, pihak desa melibatkan masyarakat miskin dan pengangguran serta setengah pengangguran untuk dipekerjakan dengan dibayar harian.

“Sesuai dengan keputusan Bupati, bahwa bisa menggunakan dana desa. Kita juga percepat sengaja ADD dan BHPR bagi hasil pajak itu juga untuk dipercepat,” tukasnya. (Andi)