Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8275

Kronologis Tawuran Sahur di Kota Bogor, Janjian Via Medsos

0

BOGORDAILY.net – Bagaimana tawuran sahur di Kota Bogor itu bisa terjadi? Rupanya, sebelum tawuran, para remaja di Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, janjian terlebih dahulu melalui media sosial (Medsos).

Demikian diungkapkan Kapolresta Bogor Kota, Kombes Hendri Fiuser, ketika dihubungi Bogordaily.net melalui telpon seluler, Rabu (29/4/2020).

“Informasinya mereka janjian dulu lewat medsos sebelum tawuran,” katanya.

Aksi tawuran remaja di Kota Hujan itupun tidak memperdulikan, adanya pandemi Virus Korona atau Covid-19 yang semakin ganas.

“Kejadiannya Rabu (29/4/2020) pukul 03:00 WIB dinihari, tawuran itu hingga menewaskan remaja 15 tahun,” tukasnya.

Untuk diketahui, seorang remaja usia 15 tahun warga Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, meninggal dunia, akibat terlibat tawuran yang terjadi pada Rabu (29/4/2020) pukul 03:00 dinihari.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Hendri Fiuser, mengatakan, aksi tawuran itupun dilakulan oleh kedua komplotan pemuda di Kota Bogor yang sebelumnya sudah direncanakan.

“Kejadiannya tadi dinihari di Tegallega, satu orang dinyatakan meninggal dunia dilokasi kejadian,” katanya kepada wartawan, Rabu (29/4/2020).

Ia menjelaskan, ada juga satu orang remaja yang luka parah dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bogor.

“Satu meninggal dunia dan satu luka sudah sudah dilarikan ke Rumah Sakit PMI,” jelasnya.

Pihaknya saat ini masih kata Kombes Hendri Fiuser, sedang melakukan pengumpulan data kepada saksi-saksi dilokasi terjadinya tawuran tersebut.

“Anggota masih melakukan pengejaran, yang terlibat dalam tawuran tersebut merupakan remaja usia sekitar 15 sampai 16 tahun,” katanya lagi.

Untuk mencegah hal serupa, Polresta Bogor Kota akan meningkatkan patroli, meski saat ini mereka tengah bertugas dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). (Andi)

Ngeri! Video Detik-Detik Tawuran Sahur di Kota Bogor

0

BOGORDAILY.net – Aksi tawuran di Kota Bogor yang pecah saat sahur menggemparkan. Itu setelah ada korban jiwa dan luka parah dalam aksi tersebut.

Di dunia maya, videoa detik-detik tawuran di Kota Bogor itu beredar. Dalam video itu, nampak sejumal pemuda membawa senjata tajam, seperti cerulit.

Dalam video singkat itu, terdengar percakapan perselisihan antar pemuda, hingga berakhir saling baku hantam.

Di akhir video itu pun terdengar suara seseorang, yang mencoba melerai agar tawuram itu segera dihentikan.

“Sudah bang, sudah bang,” teriak seseorang dalam video itu.

Sementara itu,Kapolresta Bogor Kota, Kombes Hendri Fiuser, mengatakan, aksi tawuran itupun dilakulan oleh kedua komplotan pemuda di Kota Bogor yang sebelumnya sudah direncanakan.

READ MORE
Di Bogor, Pelanggar PSBB Disanksi Baca Al-QuranMaling Waktu Sahur di Bogor, Babakbelur Dihakimi WargaBupati Bogor Tinjau Posko Check Point di Cigombong

“Kejadiannya tadi dinihari di Tegallega, satu orang dinyatakan meninggal dunia dilokasi kejadian,” katanya kepada wartawan, Rabu (29/4/2020).

Ia menjelaskan, ada juga satu orang remaja yang luka parah dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bogor.

“Satu meninggal dunia dan satu luka sudah sudah dilarikan ke Rumah Sakit PMI,” jelasnya. (*/Andi)

https://youtu.be/gwpgldgtGgA

 

Tinggalkan Juve untuk Man United, Pogba Buat Keputusan Salah

0

BOGORDAILY – Paul Pogba dinilai melakukan kesalahan saat meninggalkan Juventus untuk ke Manchester United. Pemain Prancis itu diharapkan bisa kembali ke klub Turin.

Pada awal musim 2016/2017, Pogba kembali ke MU. Dia ditebus oleh Setan Merah dari Juventus dengan nilai transfer 89,3 juta pound sterling (105 juta euro).

Bersama The Red Devils, Pogba sudah menyumbangkan sebanyak dua trofi. Gelar juara Piala Liga Inggris dan Liga Europa 2016/2017 yang berhasil dimenangi.

Kendati tak tampil buruk-buruk amat, Pogba terus mendapatkan kritik. Sejauh ini, Pogba sudah mencatatkan 31 gol dan 31 assist.

Friksi Pogba yang terbaru terjadi dengan Graeme Souness. Pogba ditantang pamer gelar juara.

Eks pemain Juve, Claudio Marchisio, yang bilang Pogba membuat kesalahan dengan kembali ke MU. Dia berharap pemain 27 tahun itu kembali ke Juve suatu saat nanti.

“Tahun lalu saya bertemu dia dalam sebuah acaraprivat dan saya bilang padanya, bilang bahwa dia sudah mengambil keputusan yang salah hengkang ke Manchester dan seharusnya bertahan bersama Bianconeri,” kata Marchisio di Football Italia.

“Sekarang, sudah ada banyak hal yang sedikit berubah, lini tengah Juve berubah, tapi saya berharap dia kembali, karena itu akan bagus untuk keduanya.”

“Dia sudah tahu Serie A, akan meningkatkan kualitas skuad yang sebenarnya sudah tangguh,” dia menambahkan.

Tawuran Saat Sahur di Kota Bogor, Remaja 15 Tahun Tewas

BOGORDAILY.net – Seorang remaja usia 15 tahun warga Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, meninggal dunia, akibat terlibat tawuran yang terjadi pada Rabu (29/4/2020) pukul 03:00 dinihari.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Hendri Fiuser, mengatakan, aksi tawuran itupun dilakulan oleh kedua komplotan pemuda di Kota Bogor yang sebelumnya sudah direncanakan.

“Kejadiannya tadi dinihari di Tegallega, satu orang dinyatakan meninggal dunia dilokasi kejadian,” katanya kepada wartawan, Rabu (29/4/2020).

Ia menjelaskan, ada juga satu orang remaja yang luka parah dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bogor.

“Satu meninggal dunia dan satu luka sudah sudah dilarikan ke Rumah Sakit PMI,” jelasnya.

Pihaknya kini sedang melakukan pengumpulan data para saksi-saksi, di lokasi terjadinya tawuran tersebut.

“Anggota masih melakukan pengejaran, yang terlibat dalam tawuran tersebut merupakan remaja usia sekitar 15 sampai 16 tahun,” katanya lagi.

Untuk mencegah hal serupa, Polresta Bogor Kota akan meningkatkan patroli, meski saat ini mereka tengah bertugas dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). (Andi).

Lihat Nih, Aksi Lurah Cantik di Bogor Tangani Covid-19

0

BOGOR DAILY.net – Pemerintah Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, membuat berbagai terobosan dalam penanganan Pandemi Virus Korona atau Covid-19 diwilayahnya.

Lurah Babakan Pasar, Rena Da Frina, mengatakan, pihaknya saat ini sudah melakukan pembentukan RW siaga yang sudah terbentuk di delapan RW, yang ada di Kelurahan Babakan Pasar.

Rena -sapaan akrabnya- mengatakan, dirinya juga sudah membuat 5000 masker dari kain, yang melibatkan 17 penjahit rumahan di wilayahnya, yang terlibat dalam pembuatan masker tersebut.

“Maskernya dibuat sama para penjahit di Babakan Pasar, mereka semua warga kami yang sukarela tanpa pamrih karena ini buat kebaikan bersama,” katanya kepada Bogordaily.net, Rabu (29/4/2020).

Menurutnya, Kelurahan Babakan Pasar juga mendapatkan bantuan dari masyarakat, baik perorangan ataupun peranggota.

Dana yang didapat itup, digunakan untuk penyemprotan Disinfektan, pembuatan masker, dapur umum serta pembagian sembako.

“Kita dapat bantuan ada dari Gereja, Vihara, pejabat, anggota dewan, maupun perorangan juga, kita catat dan langsung disalurkan dengan target sasaran,” tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga sudah memberikan bantuan berupa sembako kepada Janda sebanyak 430 orang, 110 anak yatim, dan guru ngaji sebanyak 60 orang.

“Nanti sisanya untuk petugas Marbot, Sampah, RT/RW dan Kuli Panggul dan Juru Parkir itu ada sekitar 300 lagi, mudah-mudahan pertengahan bulan Ramadan ini bisa disalurkan,” tukasnya. (Andi).

Cita Citata Akan Pangkas Gaji Karyawan, Karena Sepi Job Imbas Corona

0

BOGORDAILY – Cita Citata mulai kesulitan untuk menggaji para karyawannya. Mau tak mau, ia berencana akan memangkas gaji orang yang bekerja dengannya.

Imbas COVID 19, banyak pekerjaan yang tak bisa dipenuhi pedangdut ini. Tak ada pemasukan, Cita Citata rugi ratusan juta.

“Iya sepertinya abis lebaran ini akan ada pemotongan karena nggak ada pendapatan,” ungkap Cita Citata saat ditemui di Trans TV, Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (28/4/2020).

Tapi Cita Citata tak akan sampai hati untuk memecat para karyawannya. Pelantun ‘Goyang Dumang’ itu akan tetap berusaha untuk menggaji para karyawannya tersebut.

“Tapi semua harus paham dan mengerti, memaklumi keadaan ini. Maaf ya bukan menengah kebawah yang merasakan dampak ekonomi, tapi kita yang ditengah merasakan juga,” pungkas Cita Citata.

Di Bogor, Pelanggar PSBB Disanksi Baca Al-Quran

0

BOGORDAILY.net – Polsek Sukaraja memberikan teguran kepada para pembawa kendaraan yang melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di hari ke 15, Rabu (29/4/2020).

Uniknya, anggota Polsek Sukaraja ini memberikan teguran kepada para pelanggar yang beragama Islam, dengan mewajibkan membaca ayat Al Qur’an.

Kapolsek Sukaraja, Kompol Ari Trisnawa, mengatakan, di PSBB hari ke 15 ini dirinya menurunkan anggota Bhabinkamtibmas, Aiptu M. Khaeroni, yang turut serta sebagai Guru Mengaji Anak-anak di wilayah Sukaraja.

Menurutnya, bulan Ramadhan yang penuh keberkahan ini menjadi momentum bagi warga masyarakat muslim, untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya, terlebih di tengah Pandemik Covid-19 ini.

“Aiptu M. Khaeroni merupakan anggota Polsek Sukaraja, yang sudah mengabdi sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Cimandala selama lima tahun, dan sudah mengajar ngaji anak-anak warga setempat sejak tahun 1998,” katanya, kepada wartawan, Rabu (29/4/2020).

Sementara itu, Babinkamtibmas, Desa Cimandala, Aiptu M. Khaeroni, mengatakan, dirinya menindak beberapa pengendara, dan mewajibkan membaca Surat An-Nisa ayat 59.

“Dengan membacakan ayat tersebut, saya berharap kepada warga yang beragama muslim tidak lagi melanggar aturan pemerintah yang sudah dibuat khususnya PSBB ini,” tegasnya.

Dirinya berharap, kegiatan yang dilakukan ini, dapat memberikan nuansa agamis, humanis, di tengah bulan Suci Ramadhan dalam situasi pandemik Covid-19. (Andi).

Maling Waktu Sahur di Bogor, Babakbelur Dihakimi Warga

0

BOGORDAILY.net – Warga di Kampung Kandang, Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, dihebohkan dengan penangkapan seorang pencuri usai menggasak barang berharga milik Suryadi (39) disebuah warung.

Suryadi mengatakan, mengenai penangkapan pencuri berinisial BN (47) yang merupakan warga Desa Tegal, Kecamatan Kemang bermula. Pada pukul 02:15 WIB Rabu (29/4/2020) dinihari, BN berhasil menggasak alat elektoronik berupa mesin Cuci, Televisi, Gas tiga kilogram yang disimpan disebuah kebun.

Namun, ketika pelaku akan mengambil barang lain ketahuan oleh pemilik warung yang kondisinya sudah terbuka, dan langsung melaporkan ke warga sekitar untuk menangkap pelaku. Tidak hanya menangkap, pelaku pun babak belur usai dihakimi massa dengan ditelanjangi baru dibawa ke Polsek Kemang.

“Jelang sahur saya hendak buka warung namun kondisi pintu sudah terbuka dan mendengar barang yang jatuh makanya saya langsung cek dan benar saja isi warung sudah berantakan,” kata pemilik warung Suryadi kepada wartawan.

Ia menjelaskan, bahwa pelaku masuk ke warung dengan merusak pintu belakang yang kemudian membawa semua isi barang di warung termasuk rokok dan kopi.

“Jadi pelaku sudah membawa barang dan mengumpulkannya dikebun belakang warung, bahkan saya dengan warga langsung membawa pelaku ke Polsek Kemang,” jelasnya

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Kemang, Kompol Agus Suyandi, membenarkan, atas penangkapan satu pelaku yang tertangkap basah oleh warga sekitar yang beraksi menjelang sahur.

“Iah benar, semua barang sudah dibawa keluar, hanya ketika pelaku akan mengambil barang lain cepat ketahuan pemilik warung,” sigkatnya. (Andi).

Ini Jawaban Pemerintah Soal Desakan Transparansi Data Pasien Covid-19

BOGORDAILY – Dunia sedang dijangkiti virus Corona atau Covid-19. Setidaknya sudah 3 juta lebih pasien terinfeksi virus tersebut menurut data Universitas Johns Hopkinis per tanggal 27 April 2020.

Selain permasalahan vaksin yang belum juga ditemukan, polemik transparansi data juga bergulir. Pemerintah Indonesia sendiri dituding tidak transparan dalam menyampaikan data kasus Covid-19 yang terjadi.

IDI Sebut Angka Kematian Akibat Covid-19 Tidak Sesuai

Desakan transparansi data datang dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Ketum Pengurus Besar IDI Daeng M Faqih menyatakan data angka kematian akibat Covid-19 tidak sesuai apa yang disampaikan pemerintah dengan temuan di lapangan.

“Ada sedikit perbedaan dengan masing-masing rumah sakit, diperlihatkan data real time dari BNPB langsung laporan dari rumah sakit, kalau di rumah sakit ini angka kematian seribu sekian, dua kali lipatnya,” kata Daeng dalam diskusi melalui siaran telekonference, Sabtu (18/4).

Dia menjelaskan data tersebut didapat dengan melaporkan bukan hanya angka meninggal akibat positif, tetapi yang masuk dalam kriteria PDP, ODP.

DPR Minta Pemerintah Beberkan Data Kasus Covid-19

Pun desakan transparansi data datang dari anggota DPR Komisi IX M. Nabil Haroen. Ia meminta pemerintah beberkan data untuk menentukan mitigasi krisis dan respons dari tim medis serta masyarakat.

“Jika pemerintah menutup data, dari simulasi peneliti dan modeling matematika, akan kelihatan beberapa hal yang tidak logis dengan data yang diungkap saat ini,” tuturnya.

Jokowi Tegaskan Tak Ada Data yang Ditutup-tutupi

Menjawab segelintir desakan dan tudingan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak ada data yang ditutup-tutupi pemerintah terkait kasus Covid-19 sedari awal.

“Mengenai komunikasi yang terbuka, sistem data dan informasi yang terbuka kepada semua pihak. Jangan ada yang menganggap-anggap lagi kita menutup-nutupi,” ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait Laporan Gugus Tugas Covid-19 di Istana Merdeka.

“Tidak ada sejak awal kita menutup-nutupi masalah yang ada,” katanya.

Alur Validasi & Penyampaian Data Covid-19 ke Masyarakat

Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Didik Budijanto menjelaskan alur validasi data terkait Covid-19 mulai dari daerah hingga akhirnya disampaikan ke khalayak.

“Data yang sudah disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 merupakan data yang betul-betul sudah melewati verifikasi dan validasi cukup ketat,” kata Didik.

Didik menekankan bahwa tidak ada data yang ditutup-tutupi. Jika pun ada data yang berbeda baik itu di daerah dengan data yang disampaikan oleh Jubir Pemerintah, bisa terjadi karena perhitungan waktu penutupan perhitungan yang disepakati tidak sama oleh beberapa instansi atau kementerian-lembaga.

Berikut Alur Pengumpulan Data Covid-19 di Indonesia:

-Dimulai dari laboratorium jejaring Badan Litbang Kesehatan Kemenkes kemudian dikirimkan dan dikompilasi di laboratorium Balitbang Kesehatan Kemenkes.

“Pada tahap ini, Balitbang Kesehatan Kemenkes kemudian melakukan validasi dan verifikasi data agar benar-benar sesuai dan tepat. Karena ada beberapa orang yang pemeriksaannya bisa satu sampai empat kali, oleh karena itu perlu validasi dan verifikasi,” ungkap Didik.

-Dikirim ke PHOEC
Kemudian data yang sudah divalidasi dikirim ke Pusat Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (PHOEC) Kementerian Kesehatan yang kemudian juga dilakukan proses validasi dan verifikasi.

“PHOEC juga menerima data dari dinas kesehatan tiap provinsi di seluruh Indonesia terkait penelusuran epidemiologi tiap daerah bersangkutan.”

Data yang diberikan oleh dinas kesehatan provinsi juga mencakup informasi mengenai jumlah spesimen dan banyaknya orang yang diperiksa, hasil positif dan negatif dari pemeriksaan tiap daerah, dan juga data orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) di wilayah itu.

-Selanjutnya diteruskan ke Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan
Di sana, data kembali divalidasi dan verifikasi. “Data yang dimiliki oleh Pusat Data dan Informasi Kemenkes yang disimpan pada sistem gudang data juga terintegrasi dengan sistem Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19,” terang Didik.

“Setiap ada data baru yang diperbarui di gudang data Kemenkes, secara otomatis data tersebut juga diperbarui di sistem data Gugus Tugas dalam waktu 12 menit setelah ada pembaruan data di Kementerian Kesehatan.

Diharapkan ketersediaan data yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan dapat dimanfaatkan oleh setiap pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan strategis penanganan Covid-19, dan juga disampaikan kepada masyarakat di daerahnya dengan jelas,” paparnya.

Selain itu, Didik mengharapkan masyarakat untuk memperbarui informasi mengenai kasus Covid-19 di daerah tempat tinggalnya untuk meningkatkan kewaspadaan agar melakukan pencegahan supaya tidak tertular.

“Pemerintah juga meluncurkan satu data Covid-19 yang terintegrasi dalam satu sistem sehingga meniadakan perbedaan akan data. Kementerian Kesehatan akan terus meningkatkan perbaikan data terkait Covid-19 baik dari segi kualitas maupun juga kuantitas,” tuturnya.

Kabar Duka, Ayah Angel Lelga Meninggal Dunia

0

BOGORDAILY – Kabar duka kali ini datang dari Angel Lelga, sang ayah meninggal dunia. Hal itu disampaikan Angel Lelga dalam Instagram Stories miliknya.

“Innalillahiwainalillahrojiun telah meninggal dunia bapak saya pagi ini pukul 07.00 WIB, 29 April 2020,” tulis Angel Lelga dalam Instagram miliknya.

Ia pun meminta kepada semua yang mengenal sang ayah untuk memaafkan segala kesalahan baik yang disengaja maupun tidak. Tak hanya itu, Angel juga sedih lantaran tidak bisa bersama sang ayah di detik-detik terakhirnya.

“Maafkan segala kesalahan bapak saya. Kita anak-anak tidak bisa bersama di detik2 terakhir bapak dikarenakan tidak ada penerbangan,” terangnya lagi.

Angel Lelga
Angel Lelga Foto: Instagram

Meski begitu, Angel bersyukur karena masih bisa video call dengan sang ayah di detik-detik terakhirnya.

“Alhamdulillah masih bisa video call sampai papa saya melihat anak-anaknya yang sangat sayang dengan bapaknya. Kita sudah mengikhlaskan kepergian bapak,” katanya lagi.