BOGORDAILY – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kota Bogor bersama Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Bogor, membagikan 1.500 paket sembako bagi warga terdampak Covid-19 di Kota Bogor.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kota Bogor yang juga Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Bogor Bogor M. Benninu AR, menjelaskan sembako tersebut diperoleh dari hasil gotong royong pengurus DPD Partai Nasdem dan Pemuda Pancasila Kota Bogor.
“Sembako di sebar ke masyarakat di enam kecamatan se kota bogor, termasuk seluruh kader Nasdem dan PP se Kota Bogor,” kata Bennino, dalam keterangan persnya Rabu (29/4/20).
Disampaikan Bennino, kegiatan ini merupakan wujud peduli sesama warga Kota Bogor, serta turut membantu pemerintah Kota Bogor, agar keluarga terdampak COVID-19 yang tidak mendapat bantuan dari pemerintah, tetap bisa terbantu ketika memasuki bulan suci Ramadhan. Diharapkan, kata Ben, begitu ia biasa disapa, bantuan tersebut dapat meringankan beban masing-masing keluarga dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya.
Terpisah Sekertaris DPD Partai Nasdem Devie P Sultani, menuturkan dirinya berharap bantuan paket kebutuhan bahan pokok itu dapat meringankan beban masyarakat, dalam menjalankan ibadah puasa di tengah wabah Covid-19.
“Insha Allah kerja sama ini bermanfaat baik bagi kader Partai Nasdem dan masyarakat Kota Bogor di tengah pandemic saat ini,” kata Devie. (bdn)
BOGORDAILY.net – Banyak yang beranggapan bahwa belajar di rumah itu menyenangkan. Akan tetapi, lama kelamaan belajar sambil kumpul bersama keluarga itu ternyata mulai banyak dikeluhkan orang tua murid.
Salah satunya, keluhan datang wali murid yang merupakan warga Kampung Pasir Jambu, RT 05/03, Desa Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Eni.
Ibu yang berusia 42 tahun itu mengeluhkan Sumbangan Pembiayaan Pendidikan (SPP), yang masih diwajibkan untuk dibayar oleh pihak Sekolah Menengah Pertama (SPP) swasta di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor tersebut.
Eni yang merupakan ibu rumah tangga itu meminta kebijakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, agar meringankan atau membebaskan biaya SPP anaknya, yang sampai saat ini diwajibkan untuk membayar.
Apalagi, dirinya saat ini hidup hanya bersama tiga anaknya di antaranya, anak pertama sudah bekerja, dan dua anaknya yang lainnya masih bersekolah di tingkat SMA dan SMP.
“Saya minta kebijakan pemerintah, di masa yang sulit untuk mendapatkan uang ini masih diwajibkan membayar SPP sekolah. Tetap aja belajar di rumah tapi SPP harus bayar,” keluhnya kepada Bogordaily.net, ketika ditemui di kediamannya, Rabu (29/4/2020).
Menurutnya, belajar di rumah bagi dirinya menambah beban hidup keluarga, dengan masih diwajibkan membayar SPP dan biaya uang jajan semakin membengkak.
Bukan efektif belajar di rumah. Akan tetapi membuat anaknya berleha-leha dengan kesehariannya, belajar semaunya dan juga keseringan bermain game.
“Anak kan gak mau tahu orang tua punya uang atau tidak,” sambungnya.
Ia menjelaskan, belum ada satu guru pun yang datang ke rumahnya untuk memantau anaknya belajar selama belajar dirumah. Tugas-tugas juga lanjutnya, hanya diberikan dari Lembar Kerja Siswa (LKS) dan panduan bulan Suci Ramadhan saja.
“Kata anak saya juga ini dikumpulkan tugasnya pas masuk, ini juga gak tahu masuk kapan, anak saya saat ini kelas delapan SMP, kami minta kepada pemerintah agar memberikan pembebasan bayaran SPP di masa susah ini,” tukasnya.
Hal senada juga diutarakan oleh salah satu orang tua siswa yang juga beralamat di Kampung Pasir Jambu, RT 05/03, Desa Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Dede Ayisah (34).
Dirinya mempertanyakan kepada pemerintah, mengenai pengelolaan dana BOS dalam situasi pandemi segera diterapkan untuk membebaskan biaya SPP anaknya, yang saat ini bersekolah di SMP Swasta di Sukaraja kelas tujuh tersebut.
“Kan ada dana BOS, kenapa masih membebankan kepada orang tua. Masa-masa sulit cari uang hari ini tuh, rasanya cari uang Rp10 ribu juga susah, saya mohon agar ada kebijakan lagi, apalagi orang tauanya saat ini sudah gak kerja,” tukasnya. (Andi).
BOGORDAILY – Lockdown saat pandemi virus Corona membuat Ario Bayu tak bisa bertemu sang istri. Istri Ario Bayu, Valentine Payen saat ini berada di negara asalnya, Prancis.
Prancis saat ini masih memberlakukan lockdown. Akibatnya, Ario dan Valentine terpisah hampir 3 bulan.
“Waduh dua bulan apa tiga bulan (tidak bertemu istri),” kata Ario Bayu di Brownis Trans TV, Senin (28/4/2020).
Valentine saat ini tinggal di rumah keluarganya di Prancis. Ario Bayu bersyukur sang istri dalam kondisi sehat.
“Alhamdulillah puji syukur dia sehat. Bersama adik-adiknya, ibunya, bersama neneknya,” ujarnya.
Ario Bayu menikahi Valentine Payen menikah di Prancis pada tahun 2017 lalu. Valentine berprofesi sebagai model di negara tersebut.
BOGORDAILY – Aksi Walikota Bogor Bima Arya ngamuk berteriak-teriak tanpa menggunakan masker di depan para pedagang Pasar Dewi Sartika, Selasa (28/4/20) mendapat sorotan dari Aktivis Aktivis 98, Eko Octa. Menurutnya rekasi walikota yang tersulut emosinya karena warga pedagang menanyakan bantuan sosial yang belum turun, dinilai sangat tidak etis. Eko juga menyoroti sikap Bima yang berada di tengan kerumunan orang bicara tanpa gunakan masker.
“Seorang Walikota, Bima Arya marah-marah seperti orang tengah berorasi berteriak-teriak tanpa gunakan masker, semestinya sudah tahu sangat tidak elok di masa pandemi saat ini,” kata Eko, dalam keterangan persnya Rabu (29/4/20).
Disampaikan Eko, jika walikota ingin menyampaikan himbauan kepada pedagang, agar menutup dagangannya di tengah deraan corona, sebaiknya melalui surat terbuka. “Atau, bersurat kepada masing-masing pedagang?,” ujarnya.
Dia menambahkan, tampilnya Bima dengan memperlihatkan perangai marah, hal itu malah memicu ansipati dari masyarakat.
Bima, kata Eko, sebagai orang nomer satu di Kota Bogor seharusnya memberi contoh, Work Form Home. Kerja di rumah. Soal memberikan peringatan kepada pedagang, kuasakan atau percayakan kewenangan tersebut pada Kasatpol PP.
“Bukannya, dia malah mengambil alih kerjanya Kasatpol PP,” ujar pria yang juga kader PDI perjuangan Kota Bogor ini.
Soal bantuan sosial, sambung Eko, diketahuinya di banyak tempat masih banyak warga terdampak Covid-19 yang tidak menerima bantuan, atau juga terlambatan menerima. Dia mengatakan, data penerima bansos harus sesuai nama dan alamat, serta berbasis nomor induk kependudukan. Penyaluran bansos dari Kementerian Sosial, kata Eko, dilakukan berdasarkan data yang diperoleh dari masing-masing pemda.
“Penyaluran bantuan sosial atau bansos untuk masyarakat terdampak Covid-19 itu menggunakan data dari pemerintah daerah. Catat ya, datanya dari pemerintah daerah. Artinya, kalau banyak yang tak dapat, data pemerintah daerah lah yang harus diperbarui, perlu diperbaiki. Bukan merasionalisasi dengan dalih. Kalau pun alasannya, Pemkot Bogor tak punya duit, lakukan realokasi anggaran dengan pembatalan beragam proyek infrastruktur, kalau perlu pootong belanja daerah dan tunjangan pejabat untuk dialihkan kepada bantuan sosial warga terpapar covid-19,” tandasnya.
Terpisah, Ketua Front Pemuda Penagak Hak Rakyat (FPPHR yang juga aktivis 98, Fery Ariyanto juga menuding perilaku Walikota Bogor ngamuk di pasar disebutnya bak preman pasar dan tidak mengedukasi masyarakat dengan etika yang batik.
“Sejauh ini, yang kami catat, sudah berulang kali Bima Arya ngamuk, memarahi rakyat kecil. Bagi kami, Bima ngamuk tak menakutkan! Tapi, kalau masyarakat yang ngamuk, itu menakutkan. Jadi, gunakanlah komunikasi yang santun dengan publik. Jangan memperlihatkan gaya preman, dengan teriak-teriak, dan marah-marah,” tegas Fery.
Menurutnya, Walikota Bogor tak perlu emosi saat warga menanyakan penyaluran bantuan sosial. Bima, sebutnya, harusnya juga mau dikritik, jika saat ini banyak warga yang tak terdata melalui pemerintah daerah terkait bantuan sosial.
Aktivis Aktivis 98, Eko Octa.
Ferry merinci, sebagaimana rekomendasi KPK, dalam Surat Edaran (SE) No. 11 Tahun 2020 tanggal 21 April 2020, tentang penggunaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan data non-DTKS. Idealnya, pemerintah daerah dapat melakukan pendataan di lapangan, namun tetap merujuk kepada DTKS. Jika ditemukan ketidaksesuaian, tinggal dilaporkan kepada dinsos atau Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin) Kementerian Sosial, untuk diusulkan masuk ke dalam DTKS sesuai peraturan yang berlaku. Dan, pemerintah daerah harus menjamin keterbukaan akses data tentang penerima bantuan, realisasi bantuan, dan anggaran yang tersedia kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.
“Mestinya, itu yang harus dilakukan Pemkot Bogor. Bukan kepala daerahnya, marah-marah akibat kerja anak buahnya tak becus lakukan pendataan,” ujar Ferry.
Pada kesempatan itu, Ketua FPPHR ini juga memperlihatkan catatan rekam jejak Politisi PAN, Bima Arya yang selalu mengedepankan “aksi ngamuk” didepan publik.
Berikut catatannya :
1. Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengamuk di sebuah cafe di Kota Bogor, Minggu (5/7/2015) dinihari.Penyebabnya karena cafe yang berlokasi di Jalan Suryakencana, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor, masih beroperasi selama bulan Ramadhan. Bima Arya bersama petugas Satpol PP Kota Bogor serta petugas kepolisian melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Ways’E Resto, di Jalan Suryakencana Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor, sekitar pukul 00.30 WIB.
2. Wali Kota Bogor Bima Arya, Rabu (25/1/2017), “mengamuk” kepada Pedagang Kaki Lima (PKL). Para PKL kedapatan berjualan di tempat terlarang, bahkan ada beberapa PKL yang berjualan di tengah jalan di depan Blok C dan Blok D Pasar Anyar. Menggunakan pisau milik salah seorang PKL, Bima memutuskan tali-tali yang digunakan para PKL untuk memasang tenda yang terbuat dari terpal itu. Tidak cukup sampai di situ, barang dagangan mereka pun langsung diangkut menggunakan satu truk milik Satpol PP untuk diamankan.
3. Walikota Bogor Bima Arya ngamuk di Pasar Anyar saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak), Senin (19/6/2017) pagi. Orang nomor satu di Kota Bogor itu marah besar lantaran mendapati puluhan sepeda motor diparkir sembarangan di tengah jalan hingga mengalangi para pejalan kaki. Bima Arya menendang sepeda motor hingga terjatuh. Ia kemudian memerintahkan petugas untuk memindahkan sepeda motor tersebut.
4. Terkini, Selasa (28/4/2020). Walikota Bima Arya marah kepada penjual pakaian dan aksesoris yang ada di Plaza Dewi Sartika, Bogor Tengah. Bima ngamuk karena disoraki soal bantuan. Kemarahan Bima bermula ketika para penjual bersorak menagih bantuan yang di janjikan pemerintah Kota Bogor. (bdn)
BOGORDAILY.net – NProsyar dengan bangga memberikan salah satu project terbaiknya yaitu Kencana Hills Cilebut. Project perumahan syariah yang menggerus praktek ribawi dengan menerapkan skema yang murni syariah ini kembali memberikan kejutan program Promo Ramadhan Ceria.
Melalui keterangan resmi yang diberikan oleh Mulyadi sebagai Sales dan Marketing Manager NProsyar, Mulyadi menjelaskan promo ini diberikan setelah pembahasan di ranah internal rampung terselesaikan. Ada dua jenis produk yang sama-sama menerapkan promo, yaitu produk kavling siap bangun dan rumah syariah Kencana Hills Cilebut dengan balutan desain Tropical Modern.
“Promo Ramadhan Ceria diperuntukkan rumah ready stock B03, anda bisa mendapatkan diskon hingga 90 juta rupiah untuk pembayaran cash keras.” ungkap Mulyadi.
Selanjutnya bagi anda yang hendak menggunakan fasilitas cicilan, skema DP Tunai diskon 30 juta rupiah dan libur cicilan sampai enam bulan lamanya.
Ditambahkan lagi bahwa untuk pembelian kavling siap bangun, dirinya bersama Tim Kencana Hills Cilebut memberikan Promo Ramadhan Ceria diskon DP Delapan Juta Rupiah untuk skema DP tunai.
Dengan keunggulan desain yang memberikan cita rasa khusus, akses fasilitas yang serba lengkap, promo tersebut bisa dijadikan alasan pelengkap anda untuk memilih Kencana Hills Cilebut sebagai tujuan utama hunian anda bersama keluarga ataupun menjadikannya sebagai unit investasi masa depan anda semua.
“Untuk informasi lengkap dan perjanjian survey langsung ke lokasi dengan S.O.P protokoler Covid 19 maupun anda yang hendak survey online. Bisa langsung hubungi kami di www.kencanahillscilebut.com. Kawasan Syariah dambaan Keluarga Muslim.” tutup Mulyadi.
BOGORDAILY.net – Sebelum terjadi tawuran mengunakan senjata tajam, para remaja di Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor itu menggunakan sarung terlebih dahulu.
Sejumlah saksi mata menuturkan, awalnya para remaja ini melakukan tawuran sarung dini hari, Rabu (29/4/2020). Namun, ada salah satu remaja membawa senjata tajam jenis celurit, hingga jatuhnya korban jiwa.
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Hendri Fiuser mengatakan, aksi tawuran itupun dilakulan oleh kedua komplotan pemuda di Kota Bogor yang sebelumnya sudah direncanakan melalui media sosial.
“Kejadiannya tadi dinihari di Tegallega, satu orang dinyatakan meninggal dunia dilokasi kejadian,” katanya kepada wartawan, Rabu (29/4/2020).
Dalam video berdurasi 20 detik yang beredar itu, tampak salah seorang remaja berteriak-teriak untuk menyudahi aksi pembacokan menggunakan cerulit oleh beberapa remaja.
“Sudah bang, sudah bang,” teriak dalam video yang beredar tersebut.
Untuk diketahui, seorang remaja usia 15 tahun warga Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, meninggal dunia, akibat terlibat tawuran yang terjadi pada Rabu (29/4/2020) pukul 03:00 dinihari.
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Hendri Fiuser, menambahkan, aksi tawuran itupun dilakulan oleh kedua komplotan pemuda di Kota Bogor yang sebelumnya sudah direncanakan, dan ada satu korban tewas serta satu dilarikan ke RS PMI. (Andi).
BOGORDAILY – Meski berbeda keyakinan dengan Onadio Leonardo, Beby Prissilia tetap menjalani puasa. Onadio pun diakui sangat menghormati dirinya yang tengah berpuasa.
Ini adalah kali pertamanya Beby menjalani Ramadhan sebagai istri Onadio. Menurutnya tak ada yang berbeda dari suasana Ramadhan terdahulu, hanya saja dirinya kini sudah terpisah dari orang tua.
“Nggak ada (perbedaan) sih. Paling keluarga suka video call doang untuk memastikan aku puasa,” ungkap Beby melalui pesan singkat kepada detikcom, Selasa (28/4/2020).
“Namanya juga orang tua,” sambungnya.
Beby menceritakan Onadio juga membantu dirinya mengurus rumah selama Ramadhan. Seringkali, Onadio berinisiatif mempersiapkan menu berbuka puasa untuk Beby.
Berbeda keyakinan dengan Onadio, Beby merasa banyak belajar untuk menjadi lebih dewasa.
“Justru aku merasa Ramadhan ini cukup seru karena aku udah berkeluarga dan punya anak. Karena keyakinan kita beda justru malah bikin seru dan beda karena aku ngerasa makin dewasa dalam menanggapi perbedaan,” ungkap Beby.
BOGORDAILY.net – Ramadhan adalah bulan rahmat, bulan yang lebih baik dari seribu bulan, bulan penuh ampunan dan maghfiroh. Begitupun yang diberikan oleh PT. Madani Realti Indonesia, pengembang kawasan The Green Student Village II. Pada Ramadhan 1441 Hijriyah kali ini, The Green Student Village II memberikan Dobel Untung Promo Ramadhan.
Untuk anda yang melakukan pembelian unit apartemen kos syariah The Green Student Village II pada periode bulan Ramadhan ini, semua berhak dapat dapat Diskon khusus baik pembelian secara cash keras ataupun pembelian dengan skema cicilan langsung ke Developer. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Erzon Djazai Presiden Direktur PT. Madani Realti Indonesia melalui sambungan telepon kepada Bogor Daily pada hari ini Rabu (29/04/20).
“Promonya kita berikan Diskon bagi pembeli dengan pembayaran cash keras maupun pembeli skema cicil, masing-masing unit sebesar lima juta rupiah, berlaku kelipatan.” ungkap Erzon.
Selain diskon tersebut, yang dimaksud dengan Dobel Untung adalah bagi anda yang melakukan pembelian unit di The Green Student Village II secara cash keras, anda berhak untuk mendapatkan Bonus Untung memilih hadiah AC atau TV LED 32 inch.
Pada masa wabah corona virus ini, The Green Student Village II melakukan langkah dengan cara survey online. Sejauh ini sudah ada sekitar 10 calon pembeli yang melakukan survey online, ada yang dari dalam negeri dan ada yang dari luar negeri, satu dari Saudi Arabia dan satu lagi dari Hongkong, China.
“Alhamdulillah calon pembeli dari Saudi Arabia berencana fixed untuk ambil dua unit sekaligus.” papar developer tersebut.
Saat ini unit proyek The Green Student Village II sudah terjual kisaran 30 persen dari total 118 unit apartkos reguler dan jenis unit Guesthouse. PT. Madani Realti Indonesia sendiri menargetkan pembangunan gedung The Green Student Village II rampung pada Juni tahun 2021 mendatang, pas saat masuknya Mahasiswa baru IPB Dramaga Bogor.
“Tunggu apalagi, ayo dapatkan Dobel Untung beli sekarang juga unit-unit yang masih tersisa di The Green Student Village II sebelum kehabisan. Informasi click di www.thegreenstudentvillage.com. Comfort Living Fresh For Study.” tutup Erzon dengan penuh semangat.
BOGORDAILY.net – Bagaimana tawuran sahur di Kota Bogor itu bisa terjadi? Rupanya, sebelum tawuran, para remaja di Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, janjian terlebih dahulu melalui media sosial (Medsos).
Demikian diungkapkan Kapolresta Bogor Kota, Kombes Hendri Fiuser, ketika dihubungi Bogordaily.net melalui telpon seluler, Rabu (29/4/2020).
“Informasinya mereka janjian dulu lewat medsos sebelum tawuran,” katanya.
Aksi tawuran remaja di Kota Hujan itupun tidak memperdulikan, adanya pandemi Virus Korona atau Covid-19 yang semakin ganas.
“Kejadiannya Rabu (29/4/2020) pukul 03:00 WIB dinihari, tawuran itu hingga menewaskan remaja 15 tahun,” tukasnya.
Untuk diketahui, seorang remaja usia 15 tahun warga Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, meninggal dunia, akibat terlibat tawuran yang terjadi pada Rabu (29/4/2020) pukul 03:00 dinihari.
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Hendri Fiuser, mengatakan, aksi tawuran itupun dilakulan oleh kedua komplotan pemuda di Kota Bogor yang sebelumnya sudah direncanakan.
“Kejadiannya tadi dinihari di Tegallega, satu orang dinyatakan meninggal dunia dilokasi kejadian,” katanya kepada wartawan, Rabu (29/4/2020).
Ia menjelaskan, ada juga satu orang remaja yang luka parah dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bogor.
“Satu meninggal dunia dan satu luka sudah sudah dilarikan ke Rumah Sakit PMI,” jelasnya.
Pihaknya saat ini masih kata Kombes Hendri Fiuser, sedang melakukan pengumpulan data kepada saksi-saksi dilokasi terjadinya tawuran tersebut.
“Anggota masih melakukan pengejaran, yang terlibat dalam tawuran tersebut merupakan remaja usia sekitar 15 sampai 16 tahun,” katanya lagi.
Untuk mencegah hal serupa, Polresta Bogor Kota akan meningkatkan patroli, meski saat ini mereka tengah bertugas dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). (Andi)