Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 8310

Sore Ini Kemenag Gelar Sidang Isbat Tentukan Awal Ramadhan 1441 H

BOGORDAILY – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat pada Kamis(23/4/2020) sore ini untuk menentukan 1 Ramadhan 1441 Hijriah. Sidang isbat akan digelar di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

“Insyaallah hari ini, Kamis, tanggal 23 April 2020, jam 17.00 WIB, bertempat di Kantor Kemenag Jalan Thamrin akan diselenggarakan sidang isbat untuk menentukan posisi awal bulan Ramadhan 1441 H,” ujar Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4).

Zainut mengatakan sidang isbat tersebut akan diikuti oleh pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Komisi VIII DPR, ormas Islam, hingga ahli astronomi. Menurutnya, sidang isbat kali ini akan dihadiri terbatas secara fisik, mengingat masih dalam masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sementara undangan lainnya akan mengikuti sidang isbat secara online.

“Sidang Isbat dilakukan melalui virtual meeting atau online, hal ini mengingat masih diberlakukannya kebijakan PSBB dalam menanggulangi wabah COVID 19,” ucapnya.

Lebih lanjut Zainut menerangkan, ada beberapa rangkaian dalam sidang isbat ini. Pertama, akan ada penjelasan mengenai posisi hilal di akhir bulan Sya’ban oleh Lembaga Falakiyah Kemenag, Cecep Nurwendaya.

Kedua, sidang isbat yang digelar secara tertutup akan dilaksanakan setelah salat Maghrib. Di sini, tamu undangan akan mendengarkan laporan dari tim rukyah.

Selanjutnya, ormas Islam dan tamu undangan lainnya berdiskusi bersama Kemenag untuk menetapkan 1 Ramadhan 1441 Hijriah. Setelah itu, Menteri Agama Fachrul Razi yang akan mengumumkan kepada masyarakat 1 Ramadhan 1441 Hijriah.

“Pengumuman hasil sidang isbat akan diumumkan oleh Menteri Agama didampingi oleh Wakil Menteri Agama, Ketua Komisi VIII DPR RI, Ketua MUI, Dirjen Bimas Islam,” ucapnya.

Pengumuman sidang isbat 1 Ramadhan 1441 Hijriah akan ditayangkan secara langsung secara online, sehingga masyarakat dapat langsung menyaksikannya.

“Pengumuman hasil sidang isbat dilakukan secara langsung melalui media TV Nasional dan jaringan media sosial lainnya,” tandasnya.

Tirta Pakuan Berkomitmen Cegah Penyebaran Covid-19

0

BOGORDAILY – Sejak karantina wilayah untuk mencegah penyebaran Covid-19 mulai diterapkan di Kota Bogor, ribuan unit usaha mengurangi operasional layanannya. Puluhan hotel, rumah makan, pusat perbelanjaan hingga kantor-kantor besar mengurangi jam operasional dan tutup sementara. Ini menyebabkan penggunaan air bersih dari bidang industri, niaga, dan perkantoran berkurang.

Dalam catatan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, dari total 162.985 pelanggan yang setiap bulan membayar tagihan air bersihnya, dan sekitar 30% pendapatan berasal dari golongan tarif Niaga (N) I-IV, Industri (I) I-II dan Instansi Pemerintahan (IP). Mereka adalah kelompok golongan bertarif tinggi yang mensubsidi golongan tarif yang lebih rendah, yakni Rumah Tangga (RT) I-IV.

“Saat ini banyak hotel, rumah makan besar, minimarket, mal-mal, perkantoran hingga pabrik yang mengurangi bahkan menutup usahanya karena pandemi Covid-19. Artinya penggunaan air bersihnya pun lebih sedikit dari biasanya. Ini tentu saja akan berdampak pada pendapatan kami, karena kelompok golongan tarif itu paling besar kontribusinya bagi Tirta Pakuan untuk mensubsidi golongan tarif Rumah Tangga,” ujar Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Deni Surya Senjaya dalam silaturahmi media menyambut Bulan Suci Ramadhan.

Meski berpotensi terganggunya biaya operasional,* Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor menjamin pelayanan air bersih kepada pelanggan tetap berjalan optimal. Seluruh petugas tetap siaga menjaga sisten produksi dan jalur distribusi untuk memberikan kenyamanan kepada pelanggan yang kini lebih banyak bekerja dari rumah (work from home).

PENANGANAN COVID-19
Tirta Pakuan telah menjalankan langkah strategis untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Bogor. Sejak pemberlakukan status Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah Corono pertengahan Maret lalu, Manajemen memberlakukan perubahan jamlayanan operasional menjadi pukul 07:00 s/d 12:00 WIB, mengarahkan pembayaran tagihan dan pemasangan baru melalui online.

Para tamu, pelanggan dan karyawan diwajibkan memakai masker, cek suhu tubuh dan cuci tangan menggunakan hand sanitizer di titik-titik yang telah disiapkan. Tirta Pakuan pun secara kontinyu bersinergi dengan perangkat daerah menyediakan segala kebutuhan pencegahan virus. Bersama pemimpin wilayah melaksanakan penyemprotan cairan disinfektan di jalan-jalan kecil yang tak bisa dilalui truk tangki besar. Bersama Perumda Pasar Pakuan Jaya menyediakan perangkat cuci tangan portabel di 10 titik pasar dan area publik.

Bersama Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor dan Satpol PP membagikan ribuan masker kain gratis. Mambagian paket sembako bagi masyarakat di area instalasi dan sumber, serta penyediaan Alat Perlindingan Diri (APD) bagi tenaga medis.
Yang tak kalah penting, Tirta Pakuan siap memberikan keringanan kepada pelanggan yang terdampak Covid-19. Jenis keringanannya masih dalam pembahasan pihak manajemen yang disetujui Pemkot Bogor.

“Pada prinsipnya, setiap langkah strategis untuk meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19 terus kita perhatikan. Koordinasi dengan Pemkot Bogor untuk program keringanan pembayaran terus kita lakukan. Dan tentunya peran Tirta Pakuan kedepan akan lebih nyata lagi,” kata Deni.

“Untuk pengajuan pemasangan sambungan baru, kami lihat ada pengaruh yang cukup signifikan, penurunannya hingga 60 %. Mungkin masyarakat masih fokus pada kebutuhan pangannya. Tapi kami sarankan lebih baik pakai air Tirta Pakuan untuk menjamin kualitas air lebih higienis,” imbuh Deni.

Tirta Pakuan belum menghitung berapa pelanggan yang kesulitan membayar rekening air bulanannya. Namun Deni menyakini keringan-keringan yang disampaikan Tirta Pakuan dapat membantu masyarakat memenuhi kewajban bulanannya.

“Mungkin ada pelanggan yang menunda pembayaran tagihan airnya, tapi kami imbau itu dihindari karena akan lebih memberatkan pelanggan pada bulan berikutnya. Sebaiknya tidak menunda pembayaran agar tidak terjadi lonjakan pada bulan berikutnya,” papar Deni.

Deni menyampaikan empati kepada pelanggan yang terdampak penyebaran Covid-19. Namun Tirta Pakuan akan terus berkomitmen menjalankan fungsi pelayanan dan sosial bersama instansi terkait.

“Atas nama pribadi dan perusahaan, kami menyampaikan rasa empati yang mendalam kepada masyarakat yang mengalami kesulitan karena virus ini. Kami berkomitmen membantu pemerintah memerangi virus corona,” kata Deni.

Deni juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang tetap membayar tagihan bulanannya tepat waktu, meski kondisi saat ini cukup sulit. “Apresiasi khusus untuk seluruh pelanggan yang tetap membayar tagihan rekening airnya tepat waktu. Kami akan terus memberikan pelayanan terbaik dan menjaga pasokan air bersih tetap mengalir ke rumah-rumah pelanggan,” tutup Deni.(*/bdn)

Ramadhan di Rumah Saja

 

Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH

 

Saatnya semua berkolaborasi untuk mengatasi coronavirus. Satu sama lain berbagi informasi serta belajar dari keberhasilan dan kegagalan. China sudah terbukti dalam waktu yang relatif cepat bisa menjinakkan coronavirus.

Pengalaman negara lain juga meyakinkan kita bahwa “kedisiplinan” dapat mempermudah penanganan. Kita berharap kasus aktif dan yang berstatus serius/kritis bisa segera ditekan semaksimal mungkin.

Karena semakin banyak yang sembuh dan sedikit tambahan kasus baru, akan mempercepat kurva pandemi virus ini.

Siapa pun bisa terjangkit coronavirus. Tak peduli ras, suku, bangsa, agama, musim, maupun status/jabatan. Namun, siapa pun yang terjangkit, insya Allah bisa sembuh dan kemungkinan sembuhnya cukup tinggi.

Di Kabupaten Bogor, pasien yang terkonfirmasi sembuh juga bertambah. Hingga Rabu, 22 April 2020 Pukul: 19.00 WIB, jumlah pasien sembuh menjadi 7 orang. Kendati demikian, jumlah yang positif terinfeksi juga meningkat drastis 31 orang. Hampir semua yang terkonfirmasi positif adalah mereka yang bekerja di Jakarta.

Kini total kasus positif menjadi 94, meninggal 5 orang, positif aktif yang di rawat di rumah sakit 82 orang. Di samping itu ada sebanyak 389 orang dalam pantauan (ODP) dan 318 pasien dalam pengawasan (PDP).

Sejauh ini pengidap coronavirus di Indonesia umumnya memang masih relatif sedikit, jauh lebih rendah ketimbang negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Boleh jadi lebih banyak yang belum terdeteksi.

Untuk itu, tak ada jalan lain kecuali lebih meningkatkan kewaspadaan dan berdisiplin diri. Taati semua aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. Jika tidak ada hal yang sangat penting sebaiknya di rumah saja.

Penetapan keadaan darurat melalui Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini diputuskan untuk menekan wabah kian meluas.

Oleh sebab itu, kami juga tak ragu untuk memberikan sanksi tegas. Jika masih banyak masyarakat yang melanggar aturan PSBB. Selama ini pelanggaran kerap ditemukan oleh petugas yang mengawasi pos-pos PSBB.

Beberapa pelanggaran di antaranya tidak mengenakan masker serta posisi duduk di mobil yang tidak sesuai protokol pencegahan. Selain itu kami masih mendapatkan warga yang berangkat kerja ke Jakarta. Padahal sesuai aturan PSBB, perusahaan pada sektor yang tidak dikecualikan harus menerapkan bekerja di rumah.

Sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadhan. Kami mengimbau masyarakat agar tetap di rumah dan beribadah di rumah saja.

Di dalam hadist Rasulullah SAW dikatakan kita tidak boleh mencari atau menjemput bahaya dan juga kita tidak boleh menularkan bahaya itu kepada orang lain.

Kami menyadari pentingnya beribadah di masjid selama bulan Ramadhan. Namun untuk kali ini sebaiknya untuk tetap di rumah guna mencegah penyebaran virus.

Beribadah di rumah, Insya Allah, tidak akan akan mengurangi kualitas. Sebab yang terpenting dalam melaksanakan ibadah harus ada keikhlasan dan kekhusyukan.

Kami juga mengingatkan instruksi Presiden Jokowi agar warga tidak mudik ke kampung halaman. Ini mengingat potensi penularan ke daerah akan semakin besar dengan tradisi mudik kali ini. (*)

===========

RILIS RESMI SATUAN GUGUS PENANGANAN COVID-19 KAB. BOGOR

Update:
Rabu, 22 April 2020 Pukul: 19.00 WIB.

■ ODP (Orang Dalam Pantauan) = 389 Orang

■ PDP (Pasien Dalam Pengawasan) = 318 Orang.

■ TOTAL KASUS POSITIF COVID-19 = 94 Kasus.

■ Sembuh = 7 Orang
■ Meninggal = 5 Orang
■ Positif Aktif = 82 Orang
■ PDP Meninggal = 16 Orang

Note :
• Terkonfirmasi 31 orang tambahan kasus positif Covid-19
• Hampir semua yang terkonfirmasi positif adalah mereka yang bekerja di Jakarta
• Ke 31 pasien positif saat ini dirawat di sejumlah Rumah Sakit di Jakarta

Adapun 31 orang terkonfirmasi positif adalah :

1. Laki-laki, 55 tahun asal Kecamatan Bojonggede
2. Laki-laki, 50 tahun, Bojonggede
3. Laki-laki, 46 tahun, Bojonggede
4. Laki-laki, 42 tahun, Bojonggede
5. Laki-laki, 47 tahun, Gunung Putri
6. Laki-laki, 25 tahun, Gunung Putri
7. Laki-laki, 39 tahun, Gunung Putri
8. Laki-laki, 65 tahun, Gunung Putri
9. Laki-laki, 45 tahun, Gunung Putri
10. Perempuan, 24 tahun, Gunung Putri
11. Laki-laki, 63 tahun, Gunung Putri
12. Perempuan, 42 tahun, Gunung Putri
13. Perempuan, 53 tahun, Gunung Putri
14. Laki-laki, 36 tahun, Cileungsi
15. Perempuan, 43 tahun, Cileungsi
16. Laki-laki, 45 tahun, Cileungsi
17. Laki-laki, 55 tahun, Cileungsi
18. Perempuan, 44 tahun, Cileungsi
19. Laki-laki, 58 tahun, Cileungsi
20. Laki-laki, 51 tahun, Cileungsi
21. Perempuan, 38 tahun, Cileungsi
22. Perempuan, 8 tahun, Cileungsi
23. Laki-laki, 4 tahun, Cileungsi
24. Perempuan, 50 tahun, Gunung Sindur
25. Laki-laki, 44 tahun, Gunung Sindur
26. Perempuan, 63, Cibinong
27. Laki-laki, 44 tahun, Cibinong
28. Perempuan, 29 tahun, Cibinong
29. Perempuan, 56 tahun, Cibinong
30. Laki-laki, 52 tahun, Babakan Madang
31. Laki-laki, 36 tahun, Kemang

Website resmi informasi seputar covid19 di Kabupaten Bogor :

http://covid-19.bogorkab.go.id

https://geoportal.bogorkab.go.id/covid19

Demikian Terima Kasih.

Tetap Waspada, Jaga Kebersihan Diri dan Hindari Keramaian

Bersama Kita Bisa Lawan Corona

Bupati Bogor / Ketua Gugus

ADE YASIN

Melonjak Tajam, Sehari 31 Warga Kabupaten Bogor Positif Korona

BOGORDAILY.net – Jumlah kasus positif terpapar Virus Korona atau Covid-19 di Kabupaten Bogor dalam satu hari Rabu (22/4/2020) berjumlah 31 orang. Lonjakan itupun merupakan pertama kali di Bumi Tegar Beriman selama pandemi Covid-19 tersebut.

Hal itupun diungkapkan oleh Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiyah, dalam peres rilis yang diterima Bogordaily.net.

“Laki-laki, 55 tahun asal Kecamatan Bojonggede, Laki-laki, 50 tahun, Bojonggede, Laki-laki, 46 tahun, Bojonggede, Laki-laki, 42 tahun, Bojonggede, Laki-laki, 47 tahun, Gunung Putri, Laki-laki, 25 tahun, Gunung Putri, Laki-laki, 39 tahun, Gunung Putri, Laki-laki, 65 tahun, Gunung Putri, LLaki-laki, 45 tahun, Gunung Putri, Perempuan, 24 tahun, Gunung Putri, Laki-laki, 63 tahun, Gunung Putra, Perempuan, 42 tahun, Gunung Putri, Perempuan, 53 tahun, Gunung Putri, Laki-laki, 36 tahun, Cileungsi, Perempuan, 43 tahun, Cileungsi, Laki-laki, 45 tahun, Cileungsi, Laki-laki, 55 tahun, Cileungsi, perempuan, 44 tahun, Cileungsi, Laki-laki, 58 tahun, Cileungsi, Laki-laki, 51 tahun, Cileungsi, Perempuan, 38 tahun, Cileungsi, perempuan, 8 tahun, Cileungsi, Laki-laki, 4 tahun, Cileungsi, Perempuan, 50 tahun, Gunung Sindur, Laki-laki, 44 tahun, Gunung Sindur, Perempuan, 63, Cibinong, Laki-laki, 44 tahun, Cibinong, Perempuan, 29 tahun, Cibinong, Perempuan, 56 tahun, Cibinong, Laki-laki, 52 tahun, Babakan Madang, Laki-laki, 36 tahun, Kemang,” katanya.

Syarifah yang juga merupakan Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daeran (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor ini menjelaskan, untuk ke 31 positif itu merupakan terpapar di Jakarta dan sudah si isolasi di RS Jakarta.

“Hampir semua yang terkonfirmasi positif adalah mereka yang bekerja di Jakarta. Ke 31 pasien positif saat ini dirawat di sejumlah Rumah Sakit di Jakarta,” tukasnya.

Masih kata Syarifah, untuk total yang terkonfirmasi positif sebanyak 94, sembuh tujuh orang dan meninggal lima orang, untuk positif aktif berjumlah 82 orang.

Sementara itu, untuk data Orang Dalam Pantauan (ODP) ada sebanyak 389 orang.
Sedangkan, untuk data Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di semua RS yang ditunjuk untuk penanganan Covid-19 ini ada sebanyak 318. Status PDP meninggal sebanyak 16 orang.

“Yang PDP meninggal saat ini ada 16 orang, semuanya itu kita masih menunggu hasilnya Swab dari Litbankes Kemenkes RI, apakah dinyatakan positif atau tidak,” jelasnya. (Andi).

Pro Putusan Jokowi Larang Mudik, Maia Estianty: Sabar Sebentar, Jangan Egois

0

BOGORDAILY – Maia Estianty jadi artis yang ikut melarang masyarakat untuk mudik. Bahkan dia geram dengan pemudik yang dinilainya egois merasa masa bodo dengan pandemi Corona ini.

Terlebih lagi, menurut Maia, penyebaran virus Corona tak kasat mata. Ia juga melihat risiko dapat menjangkiti orang tua di kampung halaman, kalau masih ada yang mudik.

“Kita nggak pernah tahu kita menyebarkan penyakit apa nggak. Orang itu nggak kelihatan toh sekarang Corona ada yang nggak bergejala kan. Kalau dia menularkan yang tua-tua kan kasihan di kampung halamannya,” kata Maia baru-baru ini.

“Masalahnya Corona itu bisa merusak paru-paru, apakah ada di kampung ventilator? Kecuali mau bengek selama seminggu sih nggak apa-apa. Silakan saja bengek sendiri, jangan ngajak-ngajak orang,” lanjutnya.

Di sisi lain, kegiatan mudik ditudingnya bakal meningkatkan penyebaran virus corona. Baginya, kalangan medis bakal kewalahan karena jumlah pasien yang kian meningkat.

“Otomatis yang paling kewalahan adalah rumah sakit dan tenaga medis, karena tidak bisa menampung sebanyak itu,” imbuhnya.

Di akhir, Maia ingin masyarakat lebih sabar dan tahu diri dengan kondisi situasi saat ini. Karena musibah ini bukan terjadi di Indonesia, melainkan juga di seluruh dunia.

“Lebih baik sabar sebentar, namanya juga musibah ini bukan Indonesia saja tapi dunia. Jangan egois. Sangat jangan egois,” pungkasnya.

Villa Ditengah Kota, Kencana Hills Cilebut Wajib Jadi Milik Anda

Bogor Daily – Tetap cerdas dalam eksekusi pemilihan unit investasi Property Syariah yang tepat ditengah pandemi Covid-19 ini adalah langkah terbaik mengamankan keuangan anda. Dalam sektor ini, nilai keuntungan investasi tanah dan rumah yang di kelola dengan skema syariah akan terus naik setiap waktunya, anda menikmati hasil yang sangat maksimal ketika anda sudah berani memutuskan hal tersebut.

Kencana Hills Cilebut yang berada dibawah bendera besar NProsyar memberikan kenyamanan memiliki unit investasi tanah dan rumah dengan nuansa Villa di Tengah Kota untuk anda semua.

Project yang berjarak hanya 1,6 KM atau 5 menit dari Stasiun Commuterline Cilebut ini akan memanjakan anda dengan akses terbaik yang mudah menjangkau fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan penghuninya. Akses menuju lokasi yang sudah beraspal dan dapat dilalui oleh mobil dan motor menjadi tambahan eksklusifitas project dengan harga yang terjangkau.

Mulyadi sebagai Sales and Manager Marketing NProsyar menjelaskan kepada Bogor Daily saat di temui di lokasi project Kencana Hills Cilebut bahwa dirinya mempunyai target dakwah bersama semua tim NProsyar.

“Pada hakikatnya, Kencana Hills Cilebut adalah solusi anda memiliki tanah dan rumah dengan cara yang real syariah, ayo sama-sama kita membangun kawasan yang In Syaa Allah diberkahi Allah ini.” jelas Mulyadi.

Sementara itu, ditemui di tempat yang sama, Andi Sasmita salah satu Owner project Kencana Hills Cilebut juga menambahkan konsep Villa ditengah Kota ini adalah konsep perumahan yang nyaman serasa memiliki villa sendiri dan berada di daerah perkotaan yang dekat dengan berbagai macam akses.

“Selain dekat dengan stasiun Cilebut, lokasi kami pun bisa terhubung dekat dengan pintu Toll Bogor Outer Ring Road atau Toll BORR dari pintu BORR Yasmin.” papar Andi Sasmita.

Progress selanjutnya kedepan akan ada juga akses jalan baru menuju lokasi kami yang akan menghubungkan anda dengan lokasi tematik swimming pool Marcopolo di Bukit Cimanggu City.

“Tunggu apalagi, untuk informasi survey dan online service bisa click langsung di www.kencanahillscilebut.com.” pungkas pria yang akrab di sapa Kang Andi tersebut.

(Red-BDN).

Para Komedian Harap Pandemi Corona Usai saat Ramadan

0

BOGORDAILY – Bulan suci Ramadhan kali ini akan dilalui bersamaan dengan pandemi Corona yang tengah merebak di Tanah Air. Tentunya banyak harapan Ramadan dapat dilalui dengan baik.

Tak terkecuali harapan dari deretan publik figur yang ingin pandemi ini berakhir dengan cepat. Hal itu turut diucapkan Denny Cagur.

“Kalau saya sih harapannya semoga pandemi ini segera berlalu, kita semua bisa mejalani kehidupan kita seperti kemarin-kemarin, dan khususnya untuk kita (sebagai pengisi acara) di acara kita bisa seru-seruan lagi sama penonton. Syuting bisa normal kembali kayak kemarin,” ujar Denny saat jumpa pers digital ‘Sahur Segerr’ Trans7, Selasa (21/4/2020).

“Sama kayak yang Kang Denny sampaikan, di saat kayak gini kita masih harus beraktivitas ya itu tanggung jawab walaupun ada virus yang mematikan ini,” tutur Billy.
Hal serupa juga disampaikan Billy Syahputra yang merasa masih harus beraktivitas di tengah pandemi ini.

“Harapannya, pekerjaan kita di bulan Ramadhan lancar-lancar aja, semoga sehat selalu dan Corona pergi dari sini,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Rina Nose pun meminta agar masyarakat selain menjaga kesehatan juga perlu mental yang kuat dalam menghadapi pandemi ini saat bulan Ramadhan.

“Harapannya sih semoga baik-baik aja semuanya. Cuma kalau ada apa-apa yang terjadi, ya udah terima mau gimana lagi. Yang penting siapkan mental aja. Pokoknya sehat-sehat aja semuanya,” tutup Rina.

Sepulang dari London, Aaliyah Massaid Merasa Aneh Jaga Jarak dengan Ibu

0

BOGORDAILY – Aaliyah Massaid baru sebulan pulang dari London karena pandemi Corona. Sesampainya di Indonesia, dia merasa aneh saat harus jaga jarak dengan Reza Artamevia dan kakaknya.

Saat wawancara virtual, Aaliyah Massaid sebenarnya bosan di rumah terus. Hanya saja, itu yang bisa dia lakukan untuk memutus rantai penyebaran Corona.

“Aku cuma pergi antara ke rumah aku atau kakak dan itu kita semua di rumah saja. Kalau aku ke rumah kakak, begitu sampai langsung ganti baju, tetap pakai hand sanitizer. Bosen sih tapi mau gimana lagi,” buka Aaliyah Massaid.

“Kayak waktu itu aku baru pulang dari London bulan lalu. Aku sampai karantina dua minggu. Sama mama aku aja nggak salim. Terus kakak aku juga habis aku pulang, seminggu kemudian dia baru pulang dari New York jadi pas dia pulang kita nggak pelukan dulu,” tambahnya.

Hal-hal seperti itu awalnya membuat Aaliyah merasa aneh. Kebiasaan dari kecil salim saat bertemu Reza Artamevia saat itu tak bisa dia lakukan.

“Ya awalnya agak aneh karena ke mana-mana biasa dari kecil salim sama orang tua, kayak gitu rasanya aneh banget. Bahkan aku kalau ada keperluan ke kantor itu cuma ada tiga orang. Habis dari kantor itu sampai ke rumah nggak salim dulu langsung mandi,” ceritanya.

Enam bulan sang kakak berada di New York, meski kangen saat kembali ke Indonesia Aaliyah juga tak bisa langsung bertemu.

“Kakak habis pulang dari New York dia enam bulan. Begitu pulang kita nggak ketemu. Mau gimana lagi,” keluh Aaliyah.

Baru pulang dari luar negeri, Aaliyah Massaid juga sudah melakukan rapid test Corona. Dia pun lega karena hasilnya negatif.

“Sempet ikut, hasilnya alhamdulillah negatif. Cuma kita tahu negatif tetap jaga karena kita nggak tahu ketemu orang lain. Seminggu setelah pulang dari London. Pas hasil negatif alhamdulillah juga. Tapi, kita jangan terlalu parno itu juga yang mensugesti kita kena,” pesan Aaliyah Massaid.

Update Covid-19 Kota Bogor 22 April, Bertambah 1, Total Pasien Positif 67 Orang

0

BOGORDAILY.net – Jumlah kasus positif terpapar Virus Korona atau Covid-19 di Kota Bogor kembali bertambah. Dari total sebelumnya 66 pasien positif kali ini bertambah satu menjadi 67 terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal itupun diungkapkan oleh juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Sri Nowo Retno, dalam keterangan pres rilis yang diterima Bogordaily.net, Rabu (22/4/2020) per pukul 15:30 WIB.

“Kali ini kembali terkonfirmasi positif di Kota Bogor, dan saat ini sedang melakukan isolasi di RS rujukan jadi sekarang ada 50 orang, dan sudah sembuh enam orang,” katanya.

Retno yang juga sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor ini menjelaskan, untuk data Orang Dalam Pantauan (ODP) ada sebanyak 1024 orang, 776 orang sudah selesai ditangani, dan 248 orang masih dalam pantauan.

Sedangkan, untuk data Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di semua RS yang ditunjuk untuk penanganan Covid-19 ini ada sebanyak 146 pasien, 50 pasien sudah selesai ditangani dan 70 masih dalam pengawasan.

“Yang PDP meninggal saat ini ada 26 orang, semuanya itu kita masih menunggu hasilnya Swab dari Litbankes Kemenkes RI, apakah dinyatakan positif atau tidak,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk pasien positif Covid-19 di Kota Bogor yang dirawat di rumah sakit telah mendapat penaganan yang baik, dan pasien tetap bisa berkomunikasi menggunakan telepon seluler untuk menyampaikan kondisinya.

“Untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) ada sebanyak 55 orang, 10 selesai, dan 45 masih dalam pemantauan,” tukasnya.

Sementara itu, sebanyak 51 tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, yang sudah dilakukan Rapid Test Virus Korona atau Covid-19 terindikasi positif. Hal itupun diungkapkan oleh Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim ketika dihubungi Bogordaily.net.

Menurut Dedie, dirinya mendapatkan laporan dari Dirut RSUD Kota Bogor yang menyebutkan bahwa 800 tenaga kesehatan yang diperiksa Rapid Test diperoleh hasil 51 nakes reaktif Virus Korona.

“Itu belum bisa dinyatakan positif Covid-19, karena itu hasil dari Rapid Test saja, belum di cek Swab,” katanya, Rabu (22/4/2020).

Dedie yang merupakan mantan petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menjelaskan, ke 51 tenaga medis yang dinyatakan dari hasil Rapid Test itu akan dilakukan pengecekan Swab pada hari ini, Rabu (22/4/2020) agar pada hari Jumat (24/4/2020) bisa diketahui hasilnya.

“Hari ini kita akan cek PCR Swab dan diupayakan jumlah sudah ada hasilnya, dan beberapa semoga semua negatif PCR nya, jadi masih belum dinyatakan positif Korona. Namun, tetap kita lakukan karantina disebuah hotel di Bogor,” jelasnya. (Andi).

Andre Silva Belum Berpikir Kembali ke AC Milan

0

BOGORDAILY – Andre Silva sedang menjalani masa pinjaman di Eintracht Frankfurt. Dia sampai saat ini belum berpikir untuk kembali ke AC Milan.

Silva hijrah ke Frankfurt pada September 2019. Dia menjalani masa pinjaman selama dua musim.

Total ada 23 laga yang dia mainkan sepanjang musim ini bersama klub asal Bundesliga tersebut. Silva menorehkan delapan gol.

Bundesliga saat ini sedang berhenti karena pandemi virus Corona. Pada fase yang sulit ini di dunia sepakbola, pria asal Portugal itu belum berpikir untuk kembali ke AC Milan.

“Saya dalam kondisi sangat baik belakangan ini, tetapi pada saat seperti ini, ketika semua orang memerangi pandemi, saya tidak bisa memikirkannya. Terpenting adalah kesehatan manusia,” kata Silva kepada Bild.

Silva bergabung ke AC Milan pada musim panas 2017 setelah ditebus dari FC Porto. Sejauh ini dia cuma bermain sebanyak 40 laga dengan torehan 10 gol.

“Mereka (Frankfurt) memperlakukan saya dengan baik, saya suka kota ini, para fans, dan Bundesliga. Jadi, ada banyak alasan yang mendorong saya untuk tetap di sini,” Silva menegaskan.