Friday, 17 April 2026
Home Blog Page 8320

DeKOST Indonesia, Sumbang 10 Persen Penjualan Untuk Lawan Covid 19

Bogor Daily – Bahu membahu mendukung upaya Pemerintah dan setiap elemen masyarakat dalam melawan serta membendung masifnya penyebaran wabah pandemi Covid 19 ini perlu disikapi oleh semua lapisan masyarakat.

Penerapan pola hidup bersih dan sehat atau PHBS adalah kuncinya, oleh karena itu dalam masa pandemi Covid 19 ini DeKOST Indonesia bertekad penuh untuk mengalokasikan nilai 10 persen dari setiap penjualan unit-unit apartemen kos syariah nya guna donasi membantu langkah melawan pandemi Covid 19 tersebut.

Dudy Rudyana, Sales dan Marketing Manager DeKOST Indonesia memaparkan hal tersebut kepada Bogor Daily pada Minggu (19/04/20) melalui sambungan chat Whatsapp.

“Ya, beli unit DeKOST Indonesia, Apartemen Kos Syariah yang kami banderol dengan terjangkau. Anda sudah juga bersedekah membantu korban terdampak pandemi Covid 19 yang sedang kita alami saat ini.” papar Dudy.

Tekad kami mengalokasikan 10 persen dari total keseluruhan penjualan yang akan kami distribusikan langsung kepada mereka yang membutuhkan.

“Kami akan menyiapkan sejumlah kebutuhan bahan pokok, sembako, uang tunai sampai ke APD dan alat penunjang medis.” jelas Dudy.

DeKOST Indonesia mempersiapkan secara baik proses ini dengan sigap memberikan fasilitas survey secara online, fasilitas yang disiapkan oleh DeKOST Indonesia untuk para calon pembeli nya di masa PSBB pandemi Covid 19 ini.

Menurut pantauan Bogor Daily di lokasi project DeKOST Indonesia, progress pembangunan berjalan dengan baik. Alat-alat berat terlihat sedang bergerak mempersiapkan pembangunan gedung Apartemen Kos skema Syariah yang dekat dengan Kampus Utama IPB Dramaga tersebut. Terlihat juga crane besar bertuliskan Amanah Realty yang sedang beroperasi.

 

“Kami mengupayakan pembangunan agar sesuai jadwal walaupun ditengah kondisi pandemi Covid 19 seperti ini.” tutup Dudy Rudyana.

(Red-BDN).

Bansos untuk Warga Kabupaten Bogor Dibagikan Sebelum Ramadhan

BOGORDAILY.net – Masyarakat Kabupaten Bogor sebelum bulan Ramadhan akan mendapatkan bantuan sosial (Bansos), hal itupun diungkapkan Bupati Bogor, Ade Yasin kepada wartawan, Minggu (19/4/2020).

Politisi PPP ini mengatakan, Bansos itu merupakan bantuan untuk masyarakat yang terdampak akibat virus Corona atau Covid-19. Karena, Kabupaten Bogor merupakan wilayah yang sudah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Kita menargetkan Bantuan Sosial (Bansos) bersumber dari dana APBD Kabupaten Bogor, akan didistribusikan kepada masyarakat sebelum bulan Ramadhan agar bisa membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Akan tetapi Ade sapaan akrabnya itu menjelaskan, mengenai data penerima manfaat masih terus di verifikasi, namun pembagian bantuan akan didahulukan bagi masyarakat yang datanya sudah valid.

“Alokasi anggaran sebesar RP188. 994. 600. 000, dan untuk mekanisme pendistribusian Bantuan Sosial akan didampingi TNI dan POLRI,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat akan diterbitkan beberapa juklak/juknis berkaitan dengan logistik, pengamanan dan penanganan kesehatan.

Sebelumnya, bantuan bagi masyarakat Kabupaten Bogor untuk warga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan (DTK), baru ada dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yaitu sebanyak 29.018 Kartu Keluarga (KK).

Bupati Bogor, Ade Yasin, mengatakan, bantuan yang disalurkan oleh Pemprov Jabar bagi warga yang terdata di DTK, saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kabupaten Bogor hanya 29.018 KK saja.

Sebelumnya, Pemprov akan menyalurkan bantuan kepada masyarakat Kabupaten Bogor sebanyak 100.012 KK. Akan tetapi, data tersebut kembali diperbaharui, dan yang mendapatkan bantuan sosial itu hanya ada 29.018 warga saja. (Andi).

IMB dan Perizinan Aman, Investasi Nyaman ala The Green Student Village II

0

Bogor Daily – Langkah cermat dalam memutuskan memilih unit Investasi dari bisnis Property Syariah adalah keharusan yang wajib kita lakukan. Memilih unit Investasi Property Syariah yang sudah lengkap legalitas nya, mulai dari legalitas lahan sampai ke legalitas perizinan jauh lebih utama dibanding memilih unit investasi Property Syariah yang hanya memukau dalam sisi pengemasannya saja, tapi ternyata izin tidak ada dan lahan yang bermasalah.

Menampik semua hal tersebut, komitmen tinggi saat ini sudah di buktikan oleh pengembang kawasan Apartkos Syariah The Green Student Village II,The Green Student Village II, PT. Madani Realti Indonesia.

Detail Legalitas Proyek The Green Student Village II yang Clear & Clean

Dengan percaya diri, tim The Green Student Village II memajang nomor dan rilis pengesahan IMB yang sudah dimiliki oleh project tersebut di pintu gerbang utama project The Green Student Village II yang berlokasi di jalan Cilubang Raya Kelurahan Balumbangjaya Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor.

Terus Berprogress untuk menciptakan kawasan Apartkos Syariah The Green Student Village II

Erzon Djazai President Direktur PT. Madani Realti Indonesia menjelaskan bahwa komitmen ini sudah dibangun sedari awal, ketika project The Green Student Village I dilaksanakan pada periode awal 2018 lalu. Kami mengurus dahulu proses perizinan project dengan baik dan benar. Menempuh proses akuisisi lahan yang sempurna sampai kami miliki seutuhnya, setelah itu barulah kami berani untuk menjualnya kepada khalayak ramai.

View Gunung Salak dari Rooftop Marketing Gallery The Green Student Village II

“Kami memajang nomor dan rilis IMB di depan gerbang project kedua kami, yaitu The Green Student Village II agar semua dapat tahu bahwa IMB sudah kami miliki.” ungkap suami dari Ibu Tavipiani tersebut.

Show Unit Guest House di The Green Student Village II

IMB itu ujung dari semua perizinan. Proses penerbitan izin itu berurut, mulai dari legalitas lahan yang kami miliki sampai kepada IMB nya. Kalau proses awal bermasalah, maka proses berikut nya tidak mungkin bisa berjalan dan IMB sudah pasti tidak bisa terbit.

“Masih ragu, IMB dan Izin yang aman membuat anda nyaman. Informasi dan pembelian bisa click langsung ke www.thegreenstudentvillage.com.” tutup Erzon Djazai.

(Red-BDN).

 

 

 

Tekan Dampak PSBB, Kades Laladon Luncurkan Program Berbagi

BOGORDAILY Menyikapi pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) di Kabupaten Bogor. Kepala Desa Laladon Rusmin, melakukan  menggelar program Laladon Berbagi. Program bertujuan mengurangi beban masyarakat yang ada di wilayahnya. Salah satu program sosial yang dilakukan Pemdes Laladon saat ini adalah, pembagian 700 nasi bungkus ( Nasi Boks) untuk warga di wilayah Laladon.

“Ini murni dan inisiatif dari Pemdes Laladon untuk menggelar kegiatan sosial pembagian nasi bungkus buat warga yang membutuhkan,” tegas Kades Laladon, Minggu (19/4).

Pada kegiatan itu Rusmin, didampingi Babinsa Laladon Casminto dan Babinkamtibmas Laladon Galih, di Posko Laladon Berbagi. Rusmin bersukur pada tahap awal nasi kotak dibagikan kepada lima RW.

“ Mekanisme pemberiannya diberikan kepada perwakilan RW atau RT yang ada di wilayah Laladon,” tutur Rusmin lagi

Insya Allah, sambung Rusmin, program  sosial  pembagian nasi bungkus ini akan dilanjutkan pada Senin dan seterusnya , namun sasarannya kepada masyarakat yang ada di RW lainnya yang belum diberikan.

“Kami lakukan ini secara bergiliran, hari minggu kami berikan kepada lima RW dulu, dan mulai senin (20/ 4) kami akan memberikan ke masyarakat di RW lainnya yang belum di berikan. Kebetulan di Laladon ini  jumlah RW nya lebih dari 10, jadi kami lakukan secara bergiliran mekanime pembagiannya,” papar Rusmin.

Dalam kesempatan yang sama, tambah Rusmin,  pihak Pemdes Laladon selama ini sudah sangat pro aktif berupaya memutus rantai penyebaran Covid 19 di tengah masyarakat, seperti dengan melakukan penyemprotan  Disinfektan terhadap  sarana umum, seperti Mushola , Mesjid, Mejlis serta rumah rumah warga .

Rusmin menambahkan, Pemdes Laladon juga selalu berkoordinasi dengan aparat RT, RW, Babinkamtibmas, Camat ataupun  Gugus Tugas Covid 19 tingkat Kabupaten Bogor, terkait upaya memutus rantai penyebaran wabah Covid-19.

Tak hanya itu, sambung Rusmian, kedepanya ia juga akan mengajak para pengusaha di Laladon untuk ikut dalam program Laladon Berbagi, sehingga dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak pemberlakuan PSBB.

Sementara itu, Casminto dan Galih, dua anggota Babinkamtibmas  Desa Laladon megatakan, semua giat yang dilakukan Pemdes Laladon terkait memutus mata rantai Covid 19 ataupun antisipasi  dampak PSBB sudah dilakukan sangat maksimal.

“ Sejak awal adanya wabah Covid 19, Pemdes Laladon langsung cepat tanggap dan membentuk Satgas Covid 19 di tingkat RT dan RW yang ada di Laladon,” beber Casminto dan Galih

Lebih lanjut, sambung Casminto dan Galih, ia juga terus memonitor situasi kamtibmas di wilayah Desa Laladon setiap hari.

“Saat ini semuanya sangat kondusif, namun kami minta semua aparat RT dan RW untuk tetap menjaga Kamtibmas di  lingkungan masing masing untuk antisipasi  hal hal yang tidak diinginkan ,” tuntas Galih .  (as/bdn)

 

Beli Kavling dan Rumah di Bumi Salsabila Indah Sekarang, Libur Cicilan Hingga Tiga Bulan

BOGOR DAILY – Terus melakukan langkah yang dianggap strategis guna bersama melawan penyebaran pandemi Covid 19 dilakukan All Team Perumahan Islami Indonesia atau PII yang menaungi Perumahan Syariah Bumi Salsabila Indah memberikan promo dahsyat untuk unit investasinya.

Memiliki lahan project yang sudah sepenuhnya terakuisisi secara sempurna, membuktikan berjalan lancarnya project Perumahan Syariah Bumi Salsabila Indah dalam memberikan promo, kali ini diungkapkan oleh Eko Apriansyah salah satu Owner Perumahan Syariah Bumi Salsabila Indah kepada Bogor Daily.

 

Eko menjelaskan bahwa dirinya bersama tim memberikan spesial promo pembelian unit kavling siap bangun dan rumah syariah di Bumi Salsabila Indah dengan meliburkan cicilan selama tiga bulan kedepan, dirinya menyampaikan hal tersebut di tempuh guna memudahkan masyarakat muslim Indonesia secara luas untuk dapat mengamankan keuangan mereka di unit investasi Property Syariah, Perumahan Syariah Bumi Salsabila Indah.

“Kami menawarkan kavling siap bangun yang cepat sekali traffic penjualannya walau di masa pandemi Covid 19 ini.” ungkap Eko.

Syarat untuk mendapatkan promo Libur Cicilan Tiga Bulan tersebut hanya memiliki syarat yaitu calon pembeli hanya cukup melakukan DP dengan skema normal di awal pembelian atau di awal transaksi. Untuk booking fee sendiri cukup 500 ribu rupiah saja dan refundable.

Saat ini tim dari Perumahan Syariah Bumi Salsabila Indah sudah siap melakukan dua metode survey, bisa survey langsung ke lokasi project yang terletak di Ciherang Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor dengan S.O.P Physical Distancing yang diterapkan secara nasional.

“Untuk survey langsung ke lokasi, kami menyiapkan masker dan handsanitizer, agar makin aman ketika survey.” papar Ayah dua anak tersebut.

Selain survey langsung, kami pun sudah menyiapkan metode langkah survey online yang dapat ditempuh. Kami siapkan aplikasi video call, video lokasi yang memperlihatkan lahan project dan progress secara nyata.

“Satu lagi, kami juga siap melakukan akad secara online. In Syaa Allah memudahkan anda untuk tetap mendapatkan promo-promo dari kami.” pungkas Eko Apriansyah.

(Red-BDN).

H.Ruhyat Nugraha Beri Wejangan Kepada Pengurus Katar Kabupaten Bogor

0

BOGOR DAILY – Usai menghadiri acara silaturahmi dengan para ketua Karang Taruna (Katar), se wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kabupaten Bogor, pada Minggu (8/4/2020) kemarin.

Kali ini, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang juga Politisi PPP, H. Ruhyat Nugraha ini, menghadiri acara silaturahmi dengan para pengurus Katar se-Kabupaten Bogor, di Desa Cibitung Tengah, Kecamatan Tenjolaya, Minggu (19/4/2020).

Ketua Karang Taruna Kabupaten Bogor, Irfan Darajat, mengatakan, sangat berterimakasih kepada H. Ruhyat Nugraha yang sudah menyempatkan hadir ditengah kesibukannya.

“Saya berterimakasih kepada Abi (H.Ruhyat Nugraha.red) yang sudah menyempatkan hadir,” katanya kepada Bogordaily.net.

Menurut Irfan sapaannya, dengan hadirnya salah satu pembina Katar Kabupaten Bogor ini, tentunya bisa menberikan pencerahan kepada para kader Katar dalam berorganisasi.

“Ini menjadi modal kita. Kita bisa belajar dari Abi, yang memang selalu memperhatikan Katar Kabupaten Bogor,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Ruhyat Nugraha, meminta, agar pemuda bisa andil mengawal pembangunan di Kabupaten Bogor.

“Saya minta Katar ini bisa memantau juga pembangunan di Kabupaten Bogor, baik itu di desa maupun di kecamatan,” pintanya.

Menurut H. Ruhyat yang merupakan tokoh di Kecamatan Tenjolaya ini, pemuda juga harus mempunyai tujuan kedepannya untuk bisa ikut membangun Bumi Tegar Beriman.

“Saya berharap juga, para pengurus Katar yang ada di sini bisa menjadi pemimpin Kabupaten Bogor kedepan,” tukasnya.

Pantauan dilokasi, tampak terlihat hadirnya wakil rakyat dari Provinsi Jawa Barat ini, membuat suatu pandangan baru bagi pemuda yang aktif di organisasi Karang Taruna Kabupaten Bogor tersebut.

Salah satu pengurus Katar Kecamatan Klapanunggal, Mul, mengatakan, dengan adanya wajengan dari tokoh PPP itu membuatnya semangat dalam berorganisasi.

“Saya tambah semangat, semoga saya bisa juga berkontribusi dalam pembangunan di Kecamatan Klapanunggal,” singkatnya. (Andi).

HUT PSSI ke 90, Ini Harapan Persikabo

BOGOR DAILY – Di Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ke 90, Direktur Pengembangan Bisnis PS Persikabo, Rhendie Arindra, berharap, agar manajemen PSSI yang dikomandoi oleh Mochamad Iriawan segera berbenah.

Ia mengatakan, sudah 90 tahun PSSI berdiri di Indonesia, tentunya masih kurang dalam harapan masyarakat. Apalagi, belum adanya capaian yang bisa membuat masyarakat Indonesia senang dalam persepakbolaan di tingkat Internasional.

Menurutnya, Yang harus ditingkatkan terutama mengenai pembinaan usia muda. Karena, disana masa depan sepakbola Indonesia ini bisa berbuat banyak di kancah international.

“Saya harap bibit-bibit usia muda lebih ditingkatkan kembali. Karena, itu bisa menjadikan modal besar bagi persepakbolaan Indonesia,” katanya kepada wartawan, Minggu (19/4/2020).

Tentunya ada hal yang berbeda pada HUT PSSI ke 90 ini. Ditengah Pandemi Virus Korona atau Covid-19 dirinya berharap, masyarakat Indonesia kompak dalam melawan Virus yang susah dilihat dan diprediksi tersebut.

“Mari kita lawan, agar Virus ini bisa segera usai dan persepakbolaan Indonesia kembali bisa digelar, semoga masyarakat bisa mematuhi anjuran dari pemerintah,” harapnya.

Ia menambahkan, semoga PSSI ini bisa terus menjaga konstituennya dalam persepakbolaan di Indonesia untuk menerapkan peratuan-peraturan.

“Semoga tetap bisa menjaga konsistensinya dalam menerapkan aturan. Stay safe. Kita berharap agar pandemi ini cepat berlalu dan situasi dapat kembali normal,” tukasnya. (Andi).

Usulan KRL Ditolak Kemenhub, Bupati Bogor : Saya Harap Dikaji Ulang

BOGOR DAILY – Mengenai penolakan kegiatan operasi Kereta Rel Listrik (KRL) saat penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang diajukan oleh ke lima daerah Kota/Kabupaten Bogor, Bekasi dan Kota Depok (Bodebek) ditanggapi oleh Bupati Bogor, Ade Yasin.

Ia mengatakan, dirinya sangat menyayangkan dengan keputusan yang diambil oleh Kemenhub tersebut dengan penolakan Operasi KRL dihentikan sementara.

“Karena keputusan dari Kemenhub, kami sudah berupaya, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di KRL, kalau tidak di setujui iyah saya hanya bisa berharap bisa di kaji ulang,” katanya kepada wartawan, ketika ditemui di Pendopo Bupati Bogor, Minggu (19/4/2020).

Menurut politisi PPP ini, jika memang alasannya di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta perusahaan masih beroperasi dan mempekerjakan karyawannya tidak logis. Karena, Jakarta sendiri menerapkan PSBB sebelum ke lima daerah di Jawa Barat menerapkan hal tersebut.

“Pastinya kan tidak ada yang kerja lagi selain yang dikecualikan, seperti kesehatan, bahan pokok, dan yang lainnya. Saya harap bisa di kaji ulang untuk kebaikan bersama dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 ini, kalau kayak gini percuma saja,” tegasnya.

Orang nomor satu di kepemerintahan Kabupaten Bogor ini juga mempertanyakan, apakah memang di Jakarta masih belum mengontrol perusahaan yang masih mempekerjakan karyawan nya tersebut.

“Kantor-kantor juga apakah melaksanakan PSBB atau tidak, tinggal kembali lagi ke Jakarta. Apakah sudah menerapkan ke kantor-kantor yang masih mempekerjakan. PSBB ini kan pertama di Jakarta, PSBB ini juga kan untuk bisa bersinergi ke Jakarta bisa membantu di wilayah lima kota dan kabupaten. Ini barang kali bisa menjadi pemikiran bersama,” tukasnya. (Andi).

Pasien Positif Korona di Kota Bogor Sembuh 6 Orang

BOGOR DAILY – Ada kabar baik dari Kota Bogor di penanganan Virus Korona atau Covid-19. Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menyebutkan sebanyak enam pasien positif Korona dinyatakan sembuh.

Dedie sapaannya menyatakan, ke enam pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dinyatakan sembuh total setelah melalui berbagai rangkaian mulai dari perawatan, isolasi hingga uji laboratorium.

“Alhamdulillah ada berita baik, yakni ada enam warga Kota Bogor yang selama ini terkonfirmasi positif, hari ini dinyatakan sembuh. Jadi, tiga orang ini statusnya petugas medis, mereka dokter yang dari kluster Dinkes, dan tiga lagi merupakan warga Kota Bogor,” katanya, kepada Bogordaily.net, Minggu (19/4/2020).

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) penanganan Covid-19 Kota Bogor, Sri Nowo Retno, mengatakan, untuk data Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kota Hujan itu kembali bertambah, yakni berjumlah 44 orang, selesai sebanyak enam orang, dan masih dalam pemantauan sebanyak 38 orang.

Masih kata Retno sapaan akrabnya yang juga merupakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) kali ini sebanyak 988, selesai 673, dan masih di pantau sebanyak 315 orang.

Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada sebanyak 137, dinyatakan sembuh ada 35, masih dalam pengawasan ada sebanyak 78, dan meninggal ada 24 orang.

“Untuk PDP meninggal 24, masih menunggu hasil dari Litbangkes Kemenkes RI, apakah positif atau tidak, kita masih menunggu hasilnya sampai saat ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk pasien positif di Kota Bogor ini yang terkonfirmasi ada sebanyak 65 orang, sembuh sebanyak tiga orang, dan masih dalam pengawasan atau isolasi di Rumah Sakit (RS) rujukan sebanyak 48 orang, dan meninggalkan sebanyak 11 orang. (Andi).

Mengenang Sri Wahyuhudi Aktivis Prodem Bogor yang Menepi di Ujung Sepi

0

BOGOR DAILY- ” Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan”. Kata-kata itu masih terngiang  di telinga. Sebuah pernyataan yang dilontarkan almarhum Sri Wahyuhudi-aktivis pro demokrasi yang Jumat (17/4) lalu telah kembali ke pangkuan Ilahi.

Yudi, begitu sapaan akrab Sri Wahyubudi.  Ia dikenal sebagai sosok yang kritis juga pantang menyerah. Saat muda, ia selalu memperjuangkan nasib rakyat cilik. Termasuk melakukan pendampingan untuk petani.

Ia juga totalitas dalam berjuang.  Di Bogor ia pernah tergabung di Front Pemuda Penegak Hak Rakyat (FPPHR).Ia punya totalitas yang teruji dalam memperjuangkan hak kaum menengah ke bawah. Sampai-sampai, saat masih mengenyam pendidikan di bangku kuliah di Universitas Pakuan, ia rela meninggalkan studinya demi mendampingi para buruh tani yang semasa orde baru berkuasa.

Di mata kawan-kawannya ia dikenal sebagai seorang yang punya kepedulian tinggi. Humoris, tapi tetap menunjukan sikap garang melawan aparat saat gelaran unjuk rasa semasa Soeharto berkuasa.

“Selamat jalan kawan. Kami merasa kehilangan. Semoga Allah SWT membalas kebaikanmu, dan mendapat tempat yang layak di Sisi NYA ” ucap Herlan Artono, sahabat karibnya sesama aktivis pro demokrasi.

Tak ada yang menyangka, Yudi pergi lebih dulu. Meninggalkan hingar bingar kehidupan dunia. Yudi si pembela kaum buruh. Dari mulai buruh tani di Majalengka, Cijayanti, Rancamaya, dan masih banyak lagi.  ” Semoga almarhum mendapat balasan yang baik dari Allah SWT. Amien,” ucap Herlan.

Ucapan dukacita juga datang dari Eks Aktivis Land Reform, Eko S Dananjaya yang tinggal di Semarang. Penuturannya disampaikan lewat  laman facebook.

“Tahun 1991 saya bertemu Yudi. Dalam perjalanan waktu, saya sering pergi ke Bogor, karena diajak teman2 Bogor ikut mengorganisir sengketa tanah di Desa Pacet, Cibodas, Cipanas, Cianjur Jawa Barat. Dari sana kami kemudian sering bertemu dengan Yudi dan teman-teman aktivis Bogor. Bahkan, saya sebagai aktivis dari Yogya kemudian mbelandang sesuai naluri aktifitas. Teman teman Bogor sangat egaliter dan wellcome kepada para aktivis dari manapun untuk singgah di Bogor . Di Bogor hampir dikata tak ada konflik antar aktivis. Mereka berpikir, bekerja dan mengorganisir para petani, buruh dan sebagainya (red. Era Soeharto berkuasa). Tak ada waktu untuk berseteru sesama teman . Itulah ciri khas aktivis dari Bogor . Waktunya habis buat mengawal perjuangan rakyat tertindas,” tulis Eko mengenang Yudi.

Rasa duka mendalam juga dirasakan rekan sejawat almarhum.Salah satunya  Devi Tiolan yang sudah dianggap seperti adik oleh almarhum. Devi adalah salah satu aktivis perempuan yang memang begitu dekat dengan almarhum. Baik sebagai tetangga saat tinggal di kawasan perumahan Cimanggu Bharata Kota Bogor, maupun saat masih aktif dalam melakukan perjuangan

“Sampaikan salam ku untuk istri dan anaknya ya. ,” ungkap Devi sambil terus meneteskan air mata.

“Aku berkewajiban untuk merawat dan membantu kedua anak almarhum minimal menuntaskan sekolah nya,” sambung Devi, yang tak sanggup untuk sementara waktu datang ke rumah duka.

Yudi kini telah memilih jalan sepi, di kaki gunung Salak,  Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor.  Ia pergi  meninggalkan seorang istri dan dua anak perempuan. Anak pertamanya sudah lulus SLTA dan sudah bekerja. Sedangkan,  anak kedua akan memasuki SLTP.

“Tugasmu di dunia sudah selesai, tinggal kami yang akan melanjutkan perjuangan itu,” tegas Dedi Ekadibrata.

Sekadar diketahui, sebelum meninggal Yudi sempat melanglang buana di kapal pesiar. Menjelajahi negara Eropa sampai akhirnya ia melepas pekerjaan itu demi mengabdi sebagai seorang guru di Kabupaten Bogor.

Yudi juga sambil menyambi berdagang kue basah untuk dipasok ke kantin rumah sakit, sekolah dan memenuhi permintaan sejumlah instansi.

Sejak menikah, Yudi memilih meninggalkan pekerjaannya melaut. Ia menekuni usahanya sambil menjadi seorang guru. ” Gua tetap ingin jadi orang merdeka, kalaupun berpolitik sudahlah, Gua nggak pernah tertarik ,” ungkap Yudi kala masih hidup.