Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 8351

Barcelona Disebut Seperti Tim Tanpa Jiwa

BOGORDAILY – Marc Muniesa tak habis pikir dengan situasi yang menimpa mantan klubnya, Barcelona. Menurut alumnus La Masia itu, Barcelona kini tampak seperti tim tanpa jiwa.

Barcelona memang masih dalam persaingan gelar Liga Spanyol setelah unggul dua poin di puncak klasemen, sebelum kompetisi ditangguhkan karena krisis virus corona. Meski begitu, performa Barca jauh dari konsisten usai menderita lima kekalahan dalam 27 pertandingan, lebih banyak dari dua musim sebelumnya digabungkan.

Di kompetisi lain, Barca sudah didepak Athletic Bilbao di semifinal Copa del Rey meski masih difavoritkan untuk lolos ke perempatfinal Liga Champions usai seri 1-1 di kandang Napoli dalam leg I 16 besar.

Bagaimanapun Barcelona terus dipertanyakan karena penampilan yang meyakinkan. Bahkan setelah Ernesto Valverde didepak lalu digantikan oleh Quique Setien.

Kebijakan transfer Barcelona pun disorot belakangan ini setelah buang-buang karena pembelian yang kurang sip termasuk saat mendatangkan Philippe Coutinho dan Antoine Griezmann. Opsi di lini serang semakin sedikit karena cederanya Luis Suarez dan Ousmane Dembele.

Muniesa pernah menjadi bagian dari skuad ‘invincible’ Barcelona pada 2008/09, sebelum akhirnya hengkang untuk bergabung Stoke City pada 2013. Menurut Muniesa, musim ini mencoreng citra Barcelona.

“Segalanya yang telah terjadi sedikit aneh, dengan pemecatan Valverde, orang-orang menempatkan tekanan dari luar tentang permainan… seperti sebuah tim tanpa jiwa,” ucap Muniesa kepada Sport.

“Sangat sulit untuk melakukan apa yang Pep [Guardiola] atau Luis Enrique, yang memainkan sedikit serangan balik. Sekarang dengan cederanya Dembele dan Luis Suarez, tidak ada banyak solusi di depan.”

“Griezmann tidak dalam level tinggi seperti yang diharapkan dan Messi sedikit sendirian. Kabar terbaiknya adalah Ansu Fati, seorang pesepakbola yang tak kenal takut,” sambung dia.

Anggaran Penanganan Corona di Kabupaten Bogor Ditambah jadi Rp200 M

BOGOR DAILY – Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Bogor kembali menambah anggaran untuk penanganan pandemi Virus Korona atau Covid-19. Jika sebelumnya anggaran dialokasikan sebesar Rp80 miliar kini jumlahnya ditambah menjadi Rp200 miliar. Hal itupun diungkapkan oleh Ketua DPRD Kabupaten Bogor, usai rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan Badan Anggaran (Banggar).

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan, untuk menyiasati anggaran sebesar Rp200 juta itu, pihaknya meminta agar Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) untuk melakukan kajian.

“Ini menyangkut nyawa orang banyak, jangan lama-lama kajiannya juga. Kita minta besok sudah bisa selesai dikaji. Apa saja anggaran yang akan digesernya nanti,” katanya kepada wartawan, Kamis (2/4/2020).

Politisi Gerindra inu meminta, agar Pemkab Bogor untuk tidak mengambil langkah setengah-setengah. Karena menurutnya, anggaran Rp80 miliar yang digembar-gemborkan Bupati Bogor, Ade Yasin, masih jauh dari kata cukup.

“Tadi kita dengar, untuk rumah sakit, dinas kesehatan, dinas sosial dan dinas ketahanan pangan, itu kebutuhan anggarannya lebih dari Rp200 miliar. Jadi jangan setengah-setengah. Ini krusial dan penting,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPKAD Kabupaten Bogor, Didi Kurnia, mengatakan, masih harus menghitung potensi anggaran yang ada. Karena, menurutnya lebih dari 50 hotel di Kabupaten Bogor telah berhenti beroperasi di tengah pandemi Covid-19.

“Kita harus mengkaji dulu. Karena okupansi hotel sudah sangat turun yang berimbas pada potensi pendapatan daerah dari sektor pajak,” singkatnya. (Andi).

IDI Meminta Masyarakat Tak Khawatir dengan Jenazah Pasien Covid-19

BOGORDAILY – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) berharap masyarakat tetap tenang dan tidak perlu khawatir terkait jenazah pasien Covid-19. Imbauan tersebut menyusul adanya penolakan terhadap jenazah pasien yang hendak dimakamkan.

“Menanggapi banyaknya kejadian masyarakat menolak jenazah pasien covid 19. PB IDI mengimbau masyarakat tidak perlu cemas atau khawatir terkait dengan jenazah pasien covid 19,” kata Ketua IDI DKI Jakarta Slamet Budiarto sata dihubungi merdekacom, Kamis (2/4).

Slamet menjelaskan masyarakat akan aman jika mengikuti tata cara yang sudah ditetapkan pemerintah untuk menangani jenazah. “Jenazah tersebut akan aman dan tidak menularkan virus Covid-19,” lanjut Slamet.

Justru saat ini, seharusnya kata Slamet masyarakat harus waspada terhadap penularan orang terpapar corona namun tidak bergejala. Untuk itu kata dia, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap diam di rumah.

“Ini yg sangat berbahaya.Untuk menghindari penularan ini IDI menghimbau masyarakat agar stay di rumah dan sosial distancing,” ungkap Slamet.

MUI Sesalkan

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas, sesalkan adanya penolakan warga terhadap penguburan jenazah yang terpapar Covid-19. Menurutnya hal itu tidak perlu, sebab pemerintah sudah merilis protokol yang sesuai terkait hal tersebut.

“Sehubungan adanya penolakan dari sebagian masyarakat terhadap penguburan jenazah terpapar corona, tentu memprihatinkan dan kita sesalkan,” tulis Anwar Anas lewat siaran pers diterima.

Anwar mengamini bahwa betul ada ketakutan dari pihak masyarakat akan terjadinya penularan terhadap mereka kalau jenazah tersebut dikuburkan di tempat mereka. Namun, dia menegaskan hendaknya ketakutan tersebut tidal berlebihan dan harus didasarkan kepada ilmu pengetahuan.

“Perlu ada penjelasan yang sejelas-jelasnya dari para ahli dan dari pihak pemerintah tentang cara dan ketentuan terkait penguburan jenazah yang terpapar corona yang aman yang dijamin tidak akan menularkan virus tersebut kepada masyarakat setempat,” jelas dia.

Anwar melanjutkan, dalam ajaran Islam orang yang masih hidup harus dan wajib hukumnya menghormati jenazah dan salah satu cara menghormatinya yaitu dengan menguburkannya.

“Untuk itu kepada masyarakat kita harapkan bila penguburan jenazah yang aman seperti yang dikatakan oleh para ahli dan pemerintah sudah terpenuhi dan dipenuhi maka kita harus bisa menerima, jangan lagi ada penolakan-penolakan,” harap dia.

karena Ronaldo, Pogba Bisa Pindah ke Juventus

BOGORDAILY – Bacary Sagna menilai bahwa Paul Pogba bakal kembali ke Juventus. Cristiano Ronaldo alasannya.

Gelandang Manchester United, Pogba, tampaknya akan meninggalkan Inggris di akhir musim ini. Real Madrid dan Juventus sudah dikaitkan dengan pria asal Prancis itu.

Madrid bisa mendapatkan Pogba karena faktor pelatih Zinedine Zidane. Gelandang 27 tahun itu disebut-sebut sangat ingin dilatih Zidane.

Namun, Juventus bisa menjadi klub yang berhasil mendapatkan Pogba. Alasannya adalah Bianconeri klub yang bikin Pogba bersinar dan kini ada Ronaldo di sana.

“Saya lebih melihat Paul kembali ke Juventus karena ada Ronaldo di sana dan karena Juventus adalah klub yang membuatnya bersinar. Dia mencintai klub itu, dia sudah tahu itu,” kata Sagna seperti dikutip dari Metro.

“Akan sulit baginya untuk pergi ke Madrid sekarang karena Madrid tidak memiliki performa baik saat ini dan pindah ke sana akan membuatnya mengemban ekspektasi besar, dan juga skuat Madrid sekarang semakin menua,” sambungnya.

“Juve telah membeli beberapa pemain seperti (Aaron) Ramsey dan Ronaldo. Oke, Ronaldo sudah tidak muda lagi, tapi dia masih bermain seperti anak muda dan mereka punya skuat yang muda.”

“Jika Anda berpikir tentang dua atau tiga tahun ke depan, saya kira Juve punya potensi yang lebih besar ketimbang Madrid,” tegasnya.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Harus Dipimpin Kepala Daerah

BOGOR DAILY – Sesuai dengan arahan dari Kementerian Dalam Negeri (Mendagri), bahwa, ketua Gugus Tugas penanganan Virus Korona atau Covid-19 di seluruh kota dan kabupaten yang ada di Jawa Barat harus diketuai oleh Walikota atau Bupati.

Hal itupun diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin. Bahwa, Surat Keputusan (SK) yang dahulu ketua Gugus Tugas itu Sekda, sekarang sudah diperbaharui.

“Dulu kan saya ketuanya, sekarang ibu bupati ketuanya, karena itu sesuai dengan edaran Kemendagri. Bahwa, di Jawa Barat ini ketuanya harus bupati atau walikota,” katanya kepada wartawan, Kamis (2/4/2020).

Sebelumnya lanjut Sekda sapaan akrabnya, ketua Gugus Tugas penanganan Covid-19 di seluruh kota dan kabupaten di Jawa Barat itu ada yang ditangani langsung oleh Sekda, Dinkes dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Dulu sebelum diperbaharui itu, ketuanya ada yang Sekda, BPBD, Dinkes, macem-macem. Sekarang, semuanya harus bupati atau walikota yang jadi ketua Gugus Tugasnya, langsung pokoknya ditunjuk,” jelasnya.

Sementara itu masih kata Burhan, saat ini dirinya di dalam Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor sebagai ketua harian saja. Dan kali ini unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) juga terlibat.

“Jadi sekarang tugasnya jelas, siapa yang tracking, yang nyapin sarana dan administrasi. Hari ini sudah berjalan struktur yang barunya. Tapi, intinya semua terlibat TNI Polri juga, semoga bisa berjalan lebih baik dibanding Minggu yang lalu,” tukasnya. (Andi).

Hari Ini, Bandara Soekarno Hatta Melarang WNA Masuk atau Transit

BOGORDAILY – PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan menolak seluruh penumpang Warga Negara Asing (WNA) rute Internasional yang memasuki/transit di Bandara Soekarno-Hatta. Kebijakan ini akan mulai diterapkan pada Kamis (2/4) sejak pukul 00.00 WIB.

Senior Manager of Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta PT Angkasa Pura II, Febri Toga Simatupang menjelaskan, pelarangan masuk dan transit WNA ini dilakukan menyusul diterbitkannya Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik Indonesia.

“Semua WNA melalui penerbangan Internasional yang berasal dari seluruh negara, akan ditolak masuk kedatangannya melalui Bandara Soekarno-Hatta. Larangan ini mulai berlaku pada Kamis, 2 April 2020 pukul 00.00 WIB,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/4).

Meski begitu, ada sejumlah pengecualian bagi WNA yang diizinkan masuk atau transit di Bandara Soetta, diantaranya, Orang Asing Pemegang Izin Tinggal Terbatas dan Izin Tinggal Tetap; Orang Asing Pemegang Visa Diplomatik dan Visa Dinas, Orang Asing pemegang Izin Tinggal Diplomatik dan Izin Tinggal Dinas.

“Selain itu, tenaga bantuan dan dukungan medis, pangan. Awak alat angkut baik laut, udara maupun darat, serta WNA yang akan bekerja pada proyek-proyek strategis nasional masih boleh masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta,” terang Febri.

Dia menjelaskan, penerbangan rute Internasional di Bandara Soekarno-Hatta masih tetap beroperasi. Ini untuk melayani WNA yang akan kembali ke negara asalnya dan untuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan kembali ke tanah air.

“Kami sampaikan bahwa penerbangan internasional tidak ditutup, melainkan larangan WNA masuk ke Indonesia,” tutupnya

Begini Cara PSIM Lawan Virus Corona

BOGORDAILY – Dunia Sepakbola di Indonesia mulai turun tangan untuk aktif ikut bertarung melawan virus Corona. Salah satunya yang ikut terlibat adalah PSIM Yogyakarta.

Kompetisi sepakbola di Indonesia sedang berhenti. Pandemi virus Corona menjadi penyebab tak bisanya roda kompetisi diputar.

PSSI menyetop kompetisi setidaknya sampai Juni 2020. Pertarungan di atas lapangan hijau baru bisa digelar lagi pada awal Juli, jika status darurat yang ditetapkan sampai 29 Mei tidak diperpanjang pemerintah.

Tak ingin tinggal diam, PSIM, yang berasal dari Liga 2, ikut bertarung melawan virus Corona. Cara klub Laskar Mataram itu dengan menggalang dana bersinergi dengan pemerintah kota Yogyakarta.

“PSIM Empathy bagian dari ikatan antara manajemen, Klub, bersinergi dengan Pemkot, untuk masyarakat Yogyakarta, khususnya yang membutuhkan bantuan,” terang Yuliana Tasno, Deputi Commercial Director PSIM Yogyakarta.

Masyarakat dan pecinta PSIM bisa ikut serta membantu amunisi sumbangan ke nomor rekening Bank Mandiri; 13700-8881929-3, atas nama PT. PSIM JAYA Yogyakarta. Hasil penggalangan donasi yang dilakukan PSIM itu akan digunakan untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) yang mulai langka di pasaran. Seperti masker, sabun tangan, hand sanitizer, dan sarana kesehatan lainnya.

“Ini saat yang tepat untuk PSIM Empathy bergerak, karena musibah corona ini luar biasa besar. Dibutuhkan andil seluruh pihak untuk bisa menekan penyebaran virus ini,” tegasnya.

Jokowi Siapkan Opsi Mudik: Libur Nasional terkait Hari Raya akan Diganti Lain Hari

BOGORDAILY – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyiapkan sejumlah alternatif skenario untuk mudik. Skenario pertama adalah mengganti hari libur nasional di hari lain.

“Untuk mudik, dalam rangka menenangkan masyarakat, mungkin alternatif mengganti hari libur nasional di lain hari untuk Hari Raya, ini mungkin bisa dibicarakan,” kata Jokowi dalam rapat terbatas soal lanjutan pembahasan mudik melalui video yang disiarkan Sekretariat Presiden, Kamis (2/4/2020).

Skenario kedua, memberikan fasilitas mudik pada hari pengganti tersebut. Selain itu, menggratiskan tempat wisata.

“Kemudian yang kedua, memberikan fasilitas arus mudik pada hari pengganti tersebut. Kemudian di kemudian hari juga menggratiskan tempat wisata yang dimiliki daerah,” ujarnya.

Jokowi mengatakan skenario tersebut dibuat untuk menenangkan masyarakat jika mudik nanti tidak bisa dilaksanakan lantaran wabah virus Corona (COVID-19).

“Saya kira kalau skenario-skenario tersebut dilakukan bisa memberikan sedikit ketenangan pada masyarakat,” pungkas Jokowi.

Ibadah di Kota Bogor Dilakukan di Rumah

BOGOR DAILY- Pemerintah Kota Bogor mengeluarkan keputusan terkait pergantian pelaksanaan salat berjamaah di masjid dan kegiatan keagamaan lainnya sampai batas waktu yang ditentukan kemudian.

Keputusan itu hasil kesepatakan bersama antara Pemerintah Kota Bogor dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, Dewan Masjid Kota Bogor, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor, dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Bogor.

Keputusan bersama disepakati untuk mencegah penyebaran Coronavirus Disease 19 atau Covid-19 di Kota Bogor yang menginstruksikan kepada seluruh DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) agar mengganti pelaksanaan salat Jumat dengan salat zuhur di rumah masing-masing. Sementara, untuk pelaksanaan salat lima waktu berjamaah di masjid agar dapat dilakukan di rumah masing-masing, termasuk kegiatan ibadah di Gereja, Pura, Vihara, Klenteng, dan kegiatan keagamaan lainnya yang dilakukan secara berkumpul yang berpotensi penularan wabah Covid-19.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menuturkan, keputusan ini mempertimbangkan situasi dan kondisi Kota Bogor yang telah berada pada kejadian luar biasa (KLB) untuk perkembangan kasus Covid-19. “Semua pihak bertekad untuk bekerja sama secara maksimal dan terus berkoordinasi mencegah penyebaran Covid-19,” ujarnya, Rabu (1/4/2020).

Ketua Dewan Masjid Kota Bogor, Ade Sarmili menilai, saat ini masih banyak masyarakat yang masih merasa sehat, segar dan bugar. Namun yang bahaya jika seseorang menjadi Carrier Corona atau orang yang memiliki atau terinfeksi virus corona tapi tidak bergejala atau terlihat seperti orang sehat, tidak merasa sakit atau memiliki gejala yang sangat ringan, namun bisa menyebabkan orang lain tertular penyakit.

“Dia sehat dan kuat karena mungkin sistem imun di tubuhnya kuat, tapi dia bisa menjadi Carrier Corona atau penyebab tersebarnya wabah itu, terutama kepada orang orang yang rentan, manula dan yang punya penyakit penyerta,” katanya. Dia berharap keputusan bersama ini bisa meminimalisir kerumunan orang, sehingga perkembangan wabah Covid-19 bisa diputus sedikit demi sedikit.

“Dan semoga ummat memaklumi dan menjadikan sebagai sumber ilmu,” jelasnya.

11 Hari Diisolasi, Walikota Bogor Bima Arya Apa Kabarnya???

BOGORDAILY.net – Kabar kesehatan Walikota Bogor Bima Arya sedang ditunggu warga. Apakah sudah sembuh, membaik atau justri tambah parah.

Wakil walikota Bogor Dedie A Rahim menuturkan, kondisi kesehatan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto paska dinyatakan positif Covid-19 pada 20 Maret 2020, saat ini kondisi terus membaik.

Selama 11 hari Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Kota Bogor.

Bima Arya Sugiarto juga sudah mengikuti rapid test.

“Alhamdulillah saat ini pak Bima sudah melaksanakan test dari rapid tesnya alhamdulillah negatif,” kata Dedie A Rachim saat ditemui di bawah Flyover Simpang Tol BORR saat membagikan hand sanitizer kepada wartawan, Rabu (1/4/2020).

Untuk memastikan kondisi Bima Arya saat ini, hasil tes swabnya sudah dibawa ke Litbangkes Kementerian Kesehatan agar hasilnya lebih akurat.

“Iya beliau kemudian sudah diambil swab testnya dan swab test ini tetap memerlukan waktu semoga hasil swabnya juga negatif mudah mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa kembali memimpin Kota Bogor, kita doakan semua Insya Allah,” kata Dedie. (*)