Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8360

Menhan Prabowo Kirim 2.000 APD untuk Kabupaten Bogor

BOGOR DAILY – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Mikeu Kaltarina, mengungkapkan, sebanyak 2000 Alat Pelindung Diri (APD) yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten Bogor dari Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, sudah disebar di setiap rumah sakit (RS) dan Puskesmas.

Mantan Direktur RSUD Cileungsi ini mengatakan, 2000 APD dari Menhan RI sudah didistribusikan di empat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dan 101 Puskesmas yang ada di Kabupaten Bogor.

“Kita baru dapat bantuan dari pak Menhan kalau APD, dan itu sudah didistribusikan ke semua RSUD dan Puskesmas yang ada di Kabupaten Bogor,” katanya kepada Bogordaily.net, ketika ditemui usai rapat dengan Bupati Bogor, Senin (30/3/2020).

Dirinya menjelaskan, Dinkes Kabupaten Bogor untuk Rapid Tes baru mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) sebanyak 1.600. Dan itu, lanjut Mikeu, total Rapid Tes sudah disebar juga ke semua RSUD dan Puskesmas.

“Kita dapat hanya 1.600 Rapid Tes saja dari Pemprov Jabar, dan sudah disebar. Kita juga sudah memesan sebanyak 1.000 Rapid Tes, tapi belum datang. Nanti juga kita dapat bantuan lagi Rapid Tes sebanyak 2000 dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Mikeu juga mengatakan, untuk saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor sangat kekurangan Tenaga Lab di Puskesmas dan Rumah Sakit. Karena, memang kebutuhan untuk melakukan SWAB Laboratorium itu sebanyak empat orang.

“Makanya kita juga sekarang beri pelatihan ke petugas Puskesmas dan RS juga, untuk pelatihan melakukan pelatihan SWAB, kita saat ini masih kekurangan APB dan alat Rapid Tes,” tukasnya. (Andi).

Alhamdulillah, Hasil Rapid Tes ODR, Jurnalis Bogor Negatif Korona

0

BOGOR DAILY – Para wartawan yang bekerja di wilayah Kabupaten Bogor dinyatakan negatif Virus Korona atau Covid-19. Hal itupun diketahui setelah mengikuti Rapid Tes yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Bogor, Dedi Syarif, mengatakan, digelarnya Rapid Tes kepada wartawan karena masuk dalam kategori Orang Dalam Resiko atau ODR. Sehingga, kesehatan tubuhnya harus benar-benar diuji dalam kondisi mewabahnya virus Covid-19 ini.

“Hari ini kita lakukan tes kepada wartawan karena mereka adalah ODR. Alhamdulilah, hasilnya semua negatif virus corona,” katanya kepada wartawan, Senin (29/3/2020).

Dedi menjelaskan, alat rapid tes Covid-19 ini terbilang akurat. Sensifitasnya mencapai 86 persen begitupun spesifikasinya yang menyentuh 99 persen. Jika ditotal akurasi daripada alat ini sekitar 92 hingga 93 persen.

“Alat ini terbilang akurat. Tapi, kalau dalam hasil pemeriksaan ada yang positif maka harus lebih jauh lagi tes nya. Harus melalui tes swap menggunakan VTM, yang kemudian akan dibawa ke laboratorium Kemenkes untuk memastikannya,” jelasnya.

Dirinya juga meminta, agar masyarakat melakukan pencegahan sedini mungkin, untuk selalu menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS termasuk pola makan yang teratur.

“Jaga kondisi imun kita dengan memakan makanan yang bergizi. Lalu terapkan PHBS. Seperti rajin mencuci tangan juga mengurangi kontak fisik,” tukasnya. (Andi).

DPRD Kota Bogor Ikutan “Lock Down” Dikritik

0

BOGOR DAILY – Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Bogor, Yusfitriadi, menyoroti kebijakan Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, yang menerapkan tidak menerima kunjungan dari masyarakat sampai batas tidak ditentukan, di situasi pandemi Virus Korona atau Covid-19.

Kang Yus sapaan akrabnya yang juga sebagai Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership ( DEEP), itu mengatakan, sudah jelas-jelas Pemerintah Pusat tidak akan menerapkan Lockdown atau karantina seluruh atau wilayah.

Menurutnya, saat ini mayarakat Kota Bogor membutuhkan sosok wakil rakyat di Kota Hujan tersebut, dalam penanganan wabah Covid-19 yang sudah mulai menyebar. Jangan sampai ada pengumuman bahwa DPRD Kota Bogor tidak menerima kunjungan masyarakat.

“Kalau kemudian lembaga publik itu tutup itu lockdown, sedangkan di Indonesia Jokowi sudah berulang kali bilang bahwa tidak ada perdebatan, tidak menerapkan lockdown. Lembaga publik pemerintah masyarakat dan beberapa pusat perbelanjaan itu harus beroperasi, dengan catatan kepastian bahwa yang berkunjung harus steril,” katanya kepada Bogordaily.net melalui telpon selulernya. Senin (30/3/2020).

Yus menegaskan, untuk kantor wakil rakyat di Kota Bogor tidak ada alasan lagi untuk melakukan pembatasan bagi masyarakat yang akan berkunjung. Karena, ditengah pandemi Covid-19 ini tentunya masyarakat sangat mengharapkan hadirnya wakil rakyat.

“Termasuk lembaga legislatif. Juga itu tidak bisa tutup dan tidak dilayani. Termasuk mungkin ada beberapa hal yang diadukan menyangkut wabah korona ini dari masyarakat. Hal tersebut harus menjadi pertimbangan anggota DPRD Kota Bogor,” ucapnya.

Dirinya menyarankan, agar DPRD Kota Bogor mencabut pengumuman tidak menerimanya kunjungan dari masyarakat ditengah wabah Covid-19 ini.

“Saya pikir ini tidak ada alasan lembaga pemerintah ini tutup ditengah wabah ini, seharusnya terapkan persyaratan, ketika masuk itu pengecekan penyemprotan disinfektan dan hand sanitizer gitu, begitupun yang lembaga legislatif itu dibekali itu juga. Bukan berarti ditutup, masyarakat mau mengadu gimana ? lockdown tidak, harus konsisten lah,” tukasnya. (Andi).

Peneliti LIPI : Penyemprotan Disinfektan di Jalan Tidak Efektif

BOGOR DAILY – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menilai, bahwa penyemprotan Disinfektan disetiap jalan yang saat ini dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun daerah dinilai tidak efektif.

Hal itupun diungkapkan oleh Peneliti Mikrobiologi LIPI, Dr Sugiyono Saputra. Menurutnya, kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Provinsi dan daerah mengenai penyemprotan Disinfektan di jalan perlu dikaji kembali.

“Memang untuk pembersihan di ruang terbuka hijau perlu juga, akan tetapi yang lebih diutamakan di tempat-tempat umum yang banyak masyarakat beraktifitas disitu,” katanya kepada wartawan, Senin (30/3/2020).

Karena, lanjut Sugiyono sapaan akrabnya, tidak efektifnya penyemprotan disinfektan dijalanan karena kembali adanya air hujan yang turun, serta sinar matahari. Dengan otomatis, cairan yang sudah disemprotkan tersebut akan menurunkan fungsi disinfektannya itu sendiri.

“Kalau ruangan terbuka itu jika ada hujan dan angin mempengaruhi isi disenfeksi tersebut. Kalau adanya sinar matahari tentunya bisa membantu membunuh kuman atau virus jika sinar matahari suhunya diatas 35 derajat celcius, itu bisa membantu dalam menonaktifkan virus itu sendiri,” jelasnya.

Dirinya menyarankan, agar Pemerintah Provinisi dan daerah, agar memprioritaskan penyemprotan disinfektan di tempat umum, seperti KRL, Busway, dan Transportasi Umum lainnya juga. Serta, tempat umum dimana masyarakat sering berkumpul.

“Intinya yang lebih sering disentuh oleh tangan kita, misalnya pegangan atau tempat duduk di tempat umum. Dan itu memang barang-barang yang sering dipakai oleh orang banyak. Menurut saya, di jalan bukan cara hal utama untuk penyemprotan disinfektan tapi lebih utama ditempat umum tadi,” tukasnya. (Andi)

RS Muara Tami Jayapura Kini Menjadi Rumah Sakit Khusus Covid-19

BOGORDAILY – Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano menyetujui Rumah Sakit Muara Tami digunakan sebagai rumah sakit khusus bagi penanganan kasus Virus Corona atau Covid-19.

“Sebetulnya kami sudah menyarankan rumah sakit tersebut untuk digunakan saat rapat pertama yang juga dipimpin Gubernur Papua namun hal itu tidak ditanggapi,” katanya kepada Antara, Senin (30/3).

Dia mengakui, saat ini tim satgas penanganan Covid-19 sudah melirik rumah sakit yang memang belum digunakan karena masih tahap pengerjaan.

Bahkan, Minggu (29/3) tim satgas penanganan Covid-19 di Papua bersama dinkes kota sudah melakukan kunjungan ke RS Muara Tami. Selain RS Muara Tami, wisma atlet di Mandala juga dapat digunakan untuk menangani pasien dan menjadi tempat istirahat dokter serta paramedis.

“Wisma atlet Mandala juga bisa dijadikan tempat penanganan COVID-19 khususnya bagi mereka yang menjalani isolasi,” terang Benhur.

Dia mengaku, untuk mencegah penyebaran Virus Corona, pemkot melalui Satpol PP bersama TNI-Polri terus giat mengimbau masyarakat agar membatasi diri dan tidak berkumpul.

Pemkot juga sudah membatasi pelaku ekonomi dan masyarakat agar melaksanakan aktivitas hanya sampai pukul 18.00 wit, kata BTM seraya mengaku saat ini sedang menyiapkan 1.600 paket sembako yang akan dibagikan kepada masyarakat dan pelaku ekonomi lemah.

Bantuan berupa sembako itu akan diberikan mulai Rabu(1/4). “Mudah-mudahan bantuan tersebut dapat sedikit meringankan warga,” tutup Benhur.

Abaikan Corona, Ribuan Orang Meramaikan Laga Derby Liga Belarusia

0

BOGORDAILY – Liga Belarusia masih terus lanjut di tengah pandemi virus corona. Terakhir, sebanyak 3.000 penonton bahkan tetap meramaikan laga derby di stadion.

Dilansir ESPN, laga derby terjadi di Liga Belarusia akhir pekan lalu. Dua tim dari kota Minsk, FC Minsk vs Dinamo Minsk, digelar di Stadion FC Minsk, Sabtu (28/3).

Laga itu seolah tak memperhatikan bahaya virus corona, yang sedang mewabah. Pasalnya, stadion tetap dipenuhi oleh banyak penonton, seolah tak takut akan penularan wabah.

Tindakan preventif yang dilakukan hanyalah mengecek suhu tubuh sebelum masuk ke stadion. Para penonton sendiri ada yang mengenakan masker, namun juga banyak yang tidak memakainya. Pertandingan sendiri tuntas 3-2, yang dimenangkan FC Minsk.

Abaikan Corona, 3.000 Orang Ramaikan Laga Derby Liga Belarusia

Liga Belarusia sendiri digelar pada 19 Maret lalu. Hal itu bahkan berdasarkan instruksi khusus Presiden Aleksandr Lukashenko.

“Virus corona hanyalah masalah psikosis lain, yang bermanfaat bagi beberapa orang dan membahayakan orang lain,” kata Lukashenko pekan lalu.

“Dunia yang beradab sudah menjadi gila. Benar-benar bodoh untuk menutup perbatasan negara. Kepanikan itu bisa melukai kita lebih dari virus itu sendiri,” selorohnya.

WHO sendiri mencatat, Belarusia baru punya 94 kasus per tanggal 29 Maret 2020. Belum ada korban jiwa sama sekali di negara berpenduduk sekitar 10 juta orang tersebut.

Buka Masa Sidang, DPR Fokus Penanganan Corona

BOGORDAILY – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan membuka Masa Persidangan III tahun 2019-2020, siang ini (30/3). Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, masa reses harus diakhiri agar DPR bisa bekerja melakukan fungsi pengawasan, budgeting dan legislasi di saat darurat Pandemi Covid-19.

“Dalam masa darurat, semua kegiatan DPR akan diarahkan untuk membantu atasi wabah Corona. Kalau tidak ada sidang paripurna, maka status DPR akan tetap reses, tidak bisa melakukan fungsinya secara maksimal,” katanya dalam keterangannya, Senin (30/3).

DPR pada masa persidangan ketiga ini selain fokus penanganan Covid-19, juga mencari formulasi untuk membantu pemerintah mengatasi dampak Pandemi Corona. Misalnya pada dampak sosial ekonomi.

“Misalnya, desain APBN sudah tidak sesuai asumsi-asumsi yang digunakan. Karenanya dibutuhkan penyesuaian dan perubahan baik dari sisi penerimaan, belanja dan pembiayaan yang fokusnya pada penanganan wabah corona serta penanggulangan dampak sosial dan ekonominya,” terangnya.

Ketua DPP PDIP ini menambahkan, DPR akan memberikan dukungan penanganan Pandemi Covid-19 melalui fungsi anggaran, legislasi maupun pengawasan agar masyarakat terlindungi dari aspek kesehatan mau pun ekonomi.

Dalam paripurna hari ini, DPR menerapkan mekanisme berbeda sesuai tata tertib persidangan. Untuk mengikuti protokol pencegahan Pandemi Corona, paripurna akan disesuaikan dengan anjuran jaga jarak.

Rapat paripurna akan membatasi kehadiran fisik peserta yang hanya menghadirkan tiga pimpinan DPR, sembilan ketua fraksi dan ketua-ketua AKD. Anggota DPR lain hadir secara virtual dengan fasilitas teleconference.

“Rapat akan berlangsung cepat, tidak ada pengambilan keputusan, hanya membuka masa persidangan III saja,” jelasnya.

Selain mengurangi kehadiran fisik peserta, rapat paripurna akan memberlakukan protocol darurat pencegahan Covid-19 secara ketat. Misalnya akses masuk menuju ruang rapat paripurna hanya satu 1 pintu.

Peserta rapat akan dicek suhu tubuhnya, disemprot disinfektan dan wajib membersihkan tangan dengan hand sanitizer sebelum masuk ruang rapat.

Posisi duduk peserta rapat juga diatur untuk menjaga jarak, karena itulah rapat paripurna diadakan di Gedung Nusantara yang kapasitasnya lebih luas. Selain peserta rapat tidak diperkenankan masuk area Gedung Nusantara.

Tottenham Gelar Latihan Secara Online Saat Pandemi Virus Corona

0

BOGORDAILY – Tottenham Hotspur akan tetap berlatih meski pandemi virus corona. Di tengah situasi darurat, Jose Mourinho akan menggelar sesi latihan secara online.

Liga Inggris sedang ditangguhkan setidaknya sampai 30 April. Tim-tim Premier League pun meliburkan aktivitasnya.

Meski demikian, para pemain tetap berlatih secara individu di rumah masing-masing. Tottenham sendiri membekali skuadnya dengan program latihan per individu yang dirancang oleh tim pelatih dan menyediakan peralatan seperti sepeda statis hingga barbel.

“Ini agak aneh, tapi saya sudah mulai terbiasa,” ujar gelandang Tottenham, Harry Winks, seperti dilansir Sky Sports.

“Soal kebugaran, saya baik-baik saja. Saya biasanya memakai gym di rumah saya. Saya punya perlawatan di sini, sepeda, treadmill. Klub juga menyediakan mesin squat agar tetap kuat.”

“Kami semua diberi jadwal, tapi fleksibel. Kami bisa menyesuaikan waktu. Jadi, misalnya, saya rebahan di satu hari, tapi kemudian saya latihan. Yang penting adalah menjalankannya.”

Meski jauh dari pusat latihan, skuad Tottenham tetap menjalin komunikasi secara teratur dengan Mourinho dan staf pelatih. Mereka juga dipantau oleh tim medis.

Mulai Senin (30/3/2020), skuad Tottenham akan menjalani sesi latihan lewat siaran langsung secara online bersama Mourinho dan tim pelatih. Mereka yang sedang dalam pemulihan cedera juga akan menjalani sesi latihan online bersama tim fisioterapi.

“Staf pelatih dan kebugaran mengirimi kami pesan dan tetap menjalin kontak kalau-kalau kami punya pertanyaan,” lanjut Winks.

“Kami juga dapat instruksi dari tim nutrisi soal makanan. Kami hanya harus memantau apa yang kami makan,” katanya.

Tidak Boleh Mudik, Akankah Bus Antarkota Dilarang?

BOGOR DAILY-Di tengah wabah corona yang makin meluas di Indonesia, beberapa perantau dari Jakarta dan sekitarnya banyak yang colong start untuk melakukan mudik sebelum waktunya. Hal ini dikhawatirkan membuat penyebaran virus corona makin luas.

Sementara itu, PT KAI sebagai operator angkutan kereta api sudah membatalkan jadwal pemberangkatan dari Jakarta. Lalu apakah angkutan umum darat akan melakukannya juga?

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan pihaknya sendiri sudah siap untuk melarang perjalanan bus antar kota antar provinsi dari dan ke Jabodetabek. Hanya saja, saat ini pihaknya masih menunggu kejelasan kebijakan pelarangan mudik.

“Memang belum, tapi kalau ada perintah pak Luhut (Menhub Ad Interim) kami akan lakukan, kami sih sudah konsolidasi. Saya nggak berani berhentikan kalau belum ada keputusan dari pusat, sejauh ini ya cuma imbauan jangan mudik aja,” kata Budi , Senin (30/3/2020).

Budi mengatakan keputusan untuk larangan mudik akan dibahas hari ini dalam rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo. Rapat itu juga dihadiri oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang merangkap Menhub Ad Interim.

“Masalah larangan mudik ini kan butuh rapat tertinggi dari Menko Maritim. Kita sih supaya bisa ya mudah mudahan hari ini (keputusannya), karena saya pengennya secepatnya agar kita langsung bisa eksekusi di lapangan,” kata Budi.

Budi mengaku pihaknya sendiri menginginkan agar mudik dilarang, pemerintah daerah pun mulai banyak yang menolak bus dari Jabodetabek masuk ke daerahnya.

“Ini Pemkab Pemda sudah banyak yang minta untuk bus diberhentikan. Saya tegaskan lagi, saya nggak berani berhentikan kalau belum ada keputusan dari pusat,” kata Budi.

Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Ahmad Yani menambahkan bahwa soal pelarangan bus keluar masuk Jabodetabek, menunggu keputusan ratas dengan Jokowi. Pihaknya sendiri sudah meminta operator bus bersiap untuk pelarangan.

“Kami tunggu perintah di ratas nanti baru kita lakukan pembatasan bus keluar masuk Jabodetabek. Saya juga sudah infokan untuk siap-siap aja ke operator sambil menunggu putusan Pemerintah,” kata pria yang akrab dipanggil Yani

UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Sembuh, 1 Meninggal

BOGOR DAILY- Jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bertambah tiga kasus, Minggu (29/3/2020). Ketiga pasien tersebut, yaitu perempuan berusia 29 tahun dan laki-laki berusia 39 tahun asal Kecamatan Gunung Putri.

Serta seorang laki-laki berusia 48 tahun asal Kecamatan Cibinong. Total, ada 11 kasus positif corona di Kabupaten Bogor.

“Iya, positif nambah 3 orang, jadi total keseluruhan ada 11 kasus positif. 2 orang sembuh dan 1 orang meninggal dunia,” ucap Bupati Bogor Ade Yasin melalui keterangan tertulis, Minggu (29/3/2020).

Sementara itu, lanjut Ade, hingga saat ini jumlah status ODP ada 483 orang, dengan kesembuhan sebanyak 132 orang. Sedangkan untuk PDP berjumlah 145 orang dengan kesembuhan sebanyak 30 pasien.

“Jadi untuk yang sedang dipantau ada 351 dan pasien yang sedang diawasi ada 115,” sebutnya.

Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengakui ada kenaikan jumlah ODP, PDP, dan positif Covid-19 di wilayahnya. Dengan bertambahnya jumlah pasien positif Covid-19, diharapkan membuat masyarakat semakin waspada.

Ade mengimbau masyarakat untuk menaati imbauan demi memutus rantai penyebaran virus corona. “Tetap waspada, jaga kebersihan diri dan hindari keramaian karena lebih baik di rumah saja kecuali ada kepentingan mendesak.

Terus jaga jarak aman kurang lebih satu meter. Jika sakit demam, batuk-pilek disertai napas sesak, segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujar Ade.