Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 8452

Kunjungan ke Tagana Center Sentul, Mensos Fokus Tangani Bencana

BOGOR DAILY – Kementerian Sosial Republik Indonesia akan fokus kepada penanganan bencana alam di seluruh wilayah Indonesia. Hal itupun diungkapkan oleh Menteri Sosial (Mensos) RI, Juliari Batubara, saat melakukan kujungan ke Tagana Center Sentul, Desa Hambalang, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor.

Juliari sapaan akrabnya itu mengatakan,  anggota tagana harus terus dilatih kesiagaannya, serta cepat tanggap dalam menghadapi bencana.

“Tadi saya sampaikan. Bahwa, kesiapsiagaan mereka itu juga berpengaruh terhadap berapa nyawa yang tertolong. Kita tidak pernah tahu bahwa ada nyawa orang yang ditangani oleh mereka satu saat nanti,” katanya kepada Bogordaily.net ketika ditemui di lokasi acara, Kamis (20/2/2020).

Menurutnya, pelatihan training yang dilakukannya pada hari ini bagian dari upaya berjenjang dalam melatih kesiapsiagaan.

“Training ini masuk ke level madya.  Di sini juga kita ada teman-teman Ciba dari University Jepang, yang memberikan bantuan beberapa alat ke kita. Menurut saya ini sangat bagus,” ungkapnya.

Apalagi, perwakilan dari University Jepang ini ingin juga belajar. Karena, Tagana sendiri di Negeri Sakura tersebut tidak ada.

“Ternyata university itu mau belajar juga, tadi menyampaikan ke saya prof Tanaka-nya, bahwa di Jepang ini tidak ada yang berbasis tangan. Saya bilang bahwa Indonesia ini tidak mungkin semuanya harus Pemerintah. Tidak mungkin hanya aparat pemerintah saja yang mengurus soal bencana. Tapi harus dibangun juga dari komunitas,” jelasnya.

Ketika ditanya apa yang diambil oleh Indonesia dari kedatangan perwakilan University Jepang. Dirinya menjawab mengenai Mitigasi. Karena, di jeoang sendiri anak-anak sudah mulai di didik mengenai pemahaman bencana.

“Kalau di sana kan sama seperti kita juga sunami. Kalau gunung berapi mungkin cuma di kita aja iah. Kuncinya, antara lain yang diterapkan disini harus berbasis komunitas dari masyarakat, tidak ada gunanya tagana dan yang lain kalau berbasis yang lain tidak jalan. Jadi kan kita juga bukan hanya Tagana saja ada juga kawasan siaga bencana,” tukasnya. (Andi).

Satu Keluarga Tewas Ketimbun Longsor, Bupati Bogor Ungkapkan Duka di Instagram

BOGOR DAILY – Bupati Bogor, Ade Yasin, mengucapkan duka cita  untuk satu keluarga yang tewas akibat longsor di Ciawi.

Pesan duka itu ditulisnya melalui instagram pribadinya @ademunawarohyasin, Kamis (20/2/2020).

Dalam postingannya  di Instagram Ade sapaan akrabnya itu menuliskan. “Dalam perjalanan dinas menuju Jakarta, pagi ini saya mendapatkan info telah terjadi longsor di Kampung Cibolang, Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi. Menurut informasi empat orang menjadi korban karena ambruknya dinding rumah. BPBD sudah saya perintahkan untuk segera turun ke lokasi bencana,” berikut isi cuitan politisi PPP iti dalam akun Instagram pribadinya.

Sebelumnya, Binmas Bendungan Ciawi, Muzamil mengungkapkan, peristiwa satu keluarga meninggal di Kampung Cibalong, RT01/01, Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, diakibatkan longsor tembok rumah yang berukuran 2,5 x 3 meter itu ambrol.

Ia mengatakan, peristiwa yang terjadi pada Kamis pukul 03:00 WIB dinihari itu membuat satu keluarga kecil itu meninggal dunia tertimbun longsor. Karena pada saat itu satu keluarga tertidur lelap.

“Jadi satu keluarga itu saat tidur lelap pada pukul 03:00 WIB kejadiannya, mengakibatkan Basri Abdul Latif (45) pekerjaan buruh, Ela (35) ibu rumah tangga, Esa (6), Efan (5) meninggal dunia akibat rumahnya ambrol tergerus dinding tembok rumah yang longsor,” katanya kepada Bogordaily.net, Kamis (20/2/2020).

Sementara itu, salah satu tetangga korban, Imah (40) mengatakan, kejadian pada dinihari pas curah hujan sangat tinggi.

“Pas kejadian saya dengar suara gemuruh di rumah korban, pas dilihat sama keluarga saya, tembok dan dinding kamar yang bersebelahan dengan tebingan tanah ambruk bercampur material dan menimpa satu keluarga meninggal dunia di lokasi,” singkatnya kepada Bogordaily.net.

Untuk saat ini, ke empat korban longsor itu dilarikan ke RSUD Ciawi untuk dilakukan penanganan lebih lanjut lagi.

Informasi yang didapat Bogordaily.net, Bupati Bogor, Ade Yasin, bersama Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan itupun akan meninjau lokasi yang menyebabkan empat orang meninggal dunia. (Andi).

Ribuan Suporter Antre Untuk Tiket Persebaya Vs Persija

0

BOGORDAILY – Ribuan suporter sudah antre untuk membeli tiket Final Piala Gubernur Jawa Timur 2020. Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta yang dipentaskan

Persebaya vs Persija digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (20/2/2020) pukul 15.00 sore WIB. Sebanyak 24 ribu tiket disiapkan untuk laga final Piala Gubernur Jatim 2020.

Empat loket di sekitar stadion dibuka tepat pukul 08.00 WIB, para suporter langsung merangsek antre. Mereka yang semula duduk-duduk dan santai kompak berdiri. Kedatangan para suporter ini diketahui sejak Rabu (19/2/2020) malam.

“Hei hei, loket e dibuka, ayo antre,” kata salah seorang suporter asal Tulungagung yang enggan menyebut nama.

Sebagian suporter juga tampak lari-lari mendekati loket yang agak sepi untuk mendapatkan tiket Persebaya vs Persija.

Hal yang sama disampikan Rokim (19) asal Jombang. Dia mengaku mulai antre sejak pukul 01.00 WIB. Tapi dia posisinya tidak di depan loket, tapi berada di tengah-tenggah sekatan depan pintu loket.

“Tadi sempat tidur di depan antrean pintu loket, biar kebagian tiket. Dan itu juga dilakukan temen bonek lainnya,” kata Rokim.

Dari pantauan detikcom, ratusan petugas gabungan dari TNI dan polisi berjaga di lokasi. Mereka mengimbau agar para suporter berani tertib.

5 Bisnis Sektor Pertanian yang Menguntungkan Milenial, Yuk Baca!

0

BOGOR DAILY- Generasi milenial jangan takut untuk memulai usaha. Ternyata, ada beberapa ide bisnis yang cocok dan menguntungkan untuk kalian para generasi milenial.

Melansir Instagram Kementerian Pertanian, setidaknya ada lima bisnis sektor pertanian yang menguntungkan bagi milenial.

“Jangan anggap prospek bisnis di dunia pertanian itu terkesan kotor, kumuh dan kuno,” tulis Instagram Kementan, Selasa (18/2/2020).

Kelima bisnis tersebut antara lain, bisnis bibit tanaman, bisnis peralatan hidroponik dan budidaya hidroponik, beternak ayam petelur dan pakan ayam petelur, bisnis bebek petelur dan telur asin, bisnis nata de coco mentah dan air kelapa.

Seiring dengan perkembangan teknologi, bisnis di dunia pertanian lambat laun telah melahirkan paradigma baru. Sekarang tak jarang banyak kaum milenial yang sukses menggeluti bisnis di bidang pertanian.

sumber: Okezone.com

Kesaksian Tetangga Korban Longsor Ciawi: Ada Suara Gemuruh Dini Hari

BOGOR DAILY -Satu keluarga yang tewas  di Kampung Cibalong, RT01/01, Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor jadi korban longsor pada Kamis (20/2) dini hari.

Menurut keterangan Binmas Bendungan Ciawi, Muzami,  tembok rumah yang berukuran 2,5 x 3 meter itu ambrol pada Kamis, sekitar pukul 03:00 WIB dinihari. Tak ayal, peristiwa ini membuat satu keluarga kecil itu meninggal dunia tertimbun longsor. Karena pada saat itu satu keluarga tertidur lelap.

“Jadi satu keluarga itu saat tidur lelap pada pukul 03:00 WIB kejadiannya, mengakibatkan Basri Abdul Latif (45) pekerjaan buruh, Ela (35) ibu rumah tangga, Esa (6), Efan (5) meninggal dunia akibat rumahnya ambrol tergerus dinding tembok rumah yang longsor,” katanya kepada Bogordaily.net, Kamis (20/2/2020).

Sementara itu, salah satu tetangga korban, Imah (40) mengatakan, kejadian pada dinihari pas curah hujan sangat tinggi.

“Pas kejadian saya dengar suara gemuruh di rumah korban, pas dilihat sama keluarga saya, tembok dan dinding kamar yang bersebelahan dengan tebingan tanah ambruk bercampur material dan menimpa satu keluarga meninggal dunia di lokasi,” singkatnya kepada Bogordaily.net.

Untuk saat ini, ke empat korban longsor itu dilarikan ke RSUD Ciawi untuk dilakukan penanganan lebih lanjut lagi.

Informasi yang didapat Bogordaily.net, Bupati Bogor, Ade Yasin, bersama Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan itupun akan meninjau lokasi yang menyebabkan empat orang meninggal dunia. (Andi).

Usai Karantina di Natuna Kejadian Tak Diduga yang Dialami Para WNI

BOGORDAILY – 285 WNI dari Wuhan yang dikarantina di Natuna kini bisa kembali pulang. Mereka merupakan mahasiswa yang tengah kuliah di China. Kala itu Wuhan, China, sedang terserang wabah corona.

Akhirnya para WNI tersebut dievakuasi dan dikarantina di Natuna. Selama 14 hari mereka harus berada di karantina.

Mereka melakukan berbagai aktivitas bersama, semakin erat rasa kekeluargaan. Namun seiring berjalannya waktu, ada banyak hal yang tak terduga yang mereka alami setelah dikarantina. Berikut ulasannya.

Cinta Lokasi

Selama 14 hari bersama, cinta lokasi tak dapat dihindarkan. Fadil, mahasiswa semester satu sedang mengambil studi doktor di Central China Normal University (CCNU), Wuhan, China, menceritakan kondisinya dan rekannya selama dikarantina.

Karena selalu bersama, akhirnya cinta bersemi tidak dapat dihindari. Mereka kembali dengan harapan baru menemukan pasangan hidupnya.

“Hal menarik, apa ya? Cinta lokasi mungkin ya,” ucap Fadil sembari tertawa.

Banyak terjadi cinta lokasi di sana. Karena sering bersama, sebutnya, berbagi kisah dan beragam cerita. Sehingga membuahkan suatu rasa, hingga cinta bersemi di antara mahasiswa yang diobservasi di Natuna.

Berat Badan Naik

Yuliannova Lestari Chaniago, salah satu WNI yang menjadi mahasiswa di Wuhan, China, menceritakan pengalamannya selama dikarantina. Yuliannova menceritakan observasi di Natuna sungguh menyenangkan. Bahkan, berkat pelayanan intensif dari pemerintah membuat berat badan Yuli, begitu dia disapa ini naik.

Selama proses karantina, kata Yuli, para WNI diberi makan 3 hari sehari. Mereka juga diharuskan berolahraga agar kondisi fisik tetap prima dan sehat.

“Fun ya, kami senang, happy banget. Berat badan kami naik. Karena memang masa observasi untuk meningkatkan kualitas kesehatan kami dan memang sangat diperhatikan. Tiap hari diperiksa,” jelas Yuli.

Bahagia Makan & Olahraga Bareng

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyampaikan kabar situasi dan kondisi WNI yang di karantina Natuna setelah dievakuasi dari Wuhan, Hubei, China. Hal itu diungkapkan Terawan saat rapat dengan Komisi IX DPR terkait evakuasi WNI dari Wuhan ke Natuna dilakukan pemerintah menyusul wabah corona di Wuhan.

Sebelum rapat dengan Komisi IX DPR, Terawan mengaku menyempatkan diri memantau situasi WNI. Lewat komunikasi via pesan dan juga pantauan dari video kegiatan WNI.

“Lalu, pagi ini saya menerima (pesan) WA dan video dari sana. Saya melihat mereka berolahraga bersama makan bersama, situasinya terlihat menyenangkan,” kata Terawan, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (3/2).

Upacara Adat Warnai Pelepasan WNI di Karantina Natuna

Upacara adat mewarnai pelepasan ratusan WNI yang meninggalkan karantina Natuna. Sebanyak 285 WNI yang berada di karantina Natuna kembali ke rumahnya masing-masing, setelah melakukan karantina selama 14 hari.

“Dari lembaga adat, ada doa selamat tepung tawar,” kata Bupati Natuna Kepulauan Riau Hamid Rizal di Natuna, Sabtu (15/2).

Upacara tepung tawar biasanya diadakan saat menerima tamu yang baru datang. Adat tepung tawar mengenakan daun khusus dan air putih. “Diletakkan di kendi, tangan masuk dalam. Habis itu sama-sama berdoa,” kata dia.

Doa yang akan disampaikan agar para WNI dari Wuhan bisa selamat, sehat sampai ke daerah asalnya masing-masing.

“Ini menunjukkan bahwa warga kita selamat sampai ke sini dan pulang, itu adat kami,” kata dia.

Ini Identitas Korban Longsor yang Satu Keluarga Tewas di Ciawi

BOGOR DAILY – Satu keluarga meninggal dunia akibat longsor di Kampung Cibalong, RT 01/01, Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Binmas Bendungan Ciawi, Muzamil, mengatakan, empat orang meninggal merupakan satu keluarga terdiri dari ayah, ibu dan dua anaknya, dini hari tadi.

Keempatnya yakni kepala keluarga, Basri Abdul Latif (45), istri Ela (38) serta kedua anak mereka, Elsa (6) dan Evan (5). Diduga mereka sedang tertidur saat longsor yang menyebabkan tembok rumah ambruk.

“Kejadiannya sekitar jam 3 mas, pagi pas lagi hujan deras. Kayaknya lagi tidur jadi nggak sempet melarikan diri,” katanya kepada Bogordaily.net, Kamis (20/2/2020).

Ia menjelaskan, rumah yang ditinggali satu keluarga itu temboknya jebol. Karena, tebingan dekat rumahnya longsor dan menimpa satu keluarga di Ciawi.

“Yah ada di kamar ketimpa semua,” ungkapnya.

Ia mengatakan, ke empat orang meninggal dunia dalam peristiwa itu sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi.

Berikut Identitas korban yang meninggal dunia akibat longsor di Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

1.Nama : Basri Abdul Latif
-Umur : 45 th
-Pekerjaan : Buruh.
-Alamat : Kp.Cibolang RT 01/ 01 Desa
Banjarwangi Kec.Ciawi.

2.Nama : Ela
-Umur : 35 thn
-Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
-Alamat : —sda—-

3.Nama : Esa
-Umur : 6 th
-Alamat : —-sda—-

4.Nama : Efan
-Umur : 5 th
-Alamat : —sda—-
(Andi).

Donor Sperma dan Ovum Bakal Terancam Hukuman Pidana di RUU Ketahanan Keluarga

0

BOGO RDAILY- Dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga terdapat salah satu pasal yang melarang seseorang menjadi pendonor sperma dan ovum bakal terancam hukuman pidana.

Mengutip draf RUU Ketahanan Keluarga yang diterima Okezone sebagaimana tertuang di dalam Pasal 31 yang melarang untuk seseorang mendonorkan sperma atau ovum. Berikut bunyi pasal tersebut:

Pasal 31

(1) Setiap Orang dilarang menjualbelikan sperma atau ovum, mendonorkan secara sukarela, menerima donor sperma atau ovum yang dilakukan secara mandiri ataupun melalui lembaga untuk keperluan memperoleh keturunan.

(2) Setiap Orang dilarang membujuk, memfasilitasi, memaksa, dan atau mengancam orang lain menjualbelikan sperma atau ovum, mendonorkan, atau menerima donor sperma atau ovum yang dilakukan secara mandiri ataupun melalui lembaga untuk keperluan memperoleh keturunan.

Dalam RUU Ketahanan Keluarga juga mencantumkan sanksi bagi yang melanggarnya. Bagi pelanggar ketentuan Pasal 31 terancam pidana lima tahun penjara hingga denda mencapai Rp500 juta.

Hal tersebut tertuang di dalam Pasal 139 dan 140 RUU Ketahanan Keluarga. Berikut bunyi pasal tersebut:

Pasal 139

Setiap Orang yang dengan sengaja memperjualbelikan sperma atau ovum, mendonorkan secara sukarela, atau menerima donor sperma atau ovum yang dilakukan secara mandiri ataupun melalui lembaga untuk keperluan memperoleh keturunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Pasal 140

Setiap Orang yang dengan sengaja membujuk, memfasilitasi, memaksa, dan/atau mengancam orang lain menjualbelikan sperma atau ovum, mendonorkan, atau menerima donor sperma atau ovum yang dilakukan secara mandiri ataupun melalui lembaga untuk keperluan memperoleh keturunan sebagaimana dimaksud dalam

Pasal 31 ayat (2), dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

sumber: Okezone.com

BPBD Jakarta Keluarkan Peringatan Dini, Banjir Bendung Katulampa Siaga

BOGORDAILY – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyiarkan peringatan dini bencana banjir kepada warga bantaran sungai menyusul naiknya tinggi muka air di Bendung Katulampa. Menurut BPBD, muka air Bendung Katulampa sudah mencapai 110 cm atau status Siaga III.

Cuaca di Bendung Katulampa saat ini gerimis. Karena itu, besar kemungkinan tinggi muka air akan bertambah naik dan menimbulkan ancaman banjir bagi warga bantaran sungai di Jakarta.

“Pada pukul 5.00 WIB ketinggian Bendung Katulampa 110 cm, gerimis, dalam status Siaga III. Diimbau kepada warga sepanjang bantaran sungai agar waspada dan berhati-hati terhadap bahaya banjir,” demikian tutur petugas yang menyampaikan imbauan dalam video yang dicuitkan akun twitter resmi BPBD DKI Jakarta, @bpbdjakarta, Kamis (20/2).

Dilansir dari Antara, BPBD juga mencatat cuaca hujan dan gerimis melanda hampir seluruh wilayah di Jakarta sejak Rabu (19/2) menjelang tengah malam hingga Kamis dini hari.

Sementara itu, Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta mencatat tinggi muka air di Pasar Ikan dan Pantai Ancol Marina juga telah memasuki status Siaga III pada informasi mutakhir pukul 5.00 WIB.

Sedangkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di Jakarta bakal cenderung berawan sepanjang siang hari Kamis dengan potensi hujan disertai petir dan angin kencang pada malam menuju dini hari di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Innalillahi, Sekeluarga Tewas Tertimbun Longsor di Ciawi

BOGOR DAILY-  Peristiwa tragis menimpa satu keluarga di Kampung Cibolang, Desa Banjarsari, Kecamatan Ciawi, Bogor, Kamis (20/2) pagi. Hujan deras yang mengguyur wilayah Ciawi sejak pagi mengakibatkan longsor yang akhirnya merenggut nyawa keluarga Basri Abdul Latif.

Longsor mengakibatkan dinding rumah warga di RT 01/01 ambruk hingga menewaskan empat orang penghuni rumah tersebut.

Belum diketahui kronologi kejadian dan data warga yang tewas. Informasi sementara yang diperoleh, korban tewas merupakan satu keluarga yakni suami Basri Abdul Latif, istri Ella, dan kedua anaknya Esa dan Evan.

Informasi bencana longsor itu sampai ke Bupati Bogor Ade Yasin. Dalam akun Instagramnya, Ade Yasin sudah memerintahkan BPBD untuk segera turun ke lokasi bencana.

“Dalam perjalanan dinas menuju Jakarta, pagi ini saya mendapatkan info telah terjadi longsor di Kp. Cibolang Desa Banjarwangi Ciawi. Menurut informasi empat orang menjadi korban karena ambruknya dinding rumah. BPBD sudah saya perintahkan untuk segera turun ke lokasi bencana,” kata Ade Yasin.

Ia juga menyampaikan duka cita yang mendalam untuk para korban. “Semoga diterima amal ibadahnya. Dari Jakarta saya akan segera menuju lokasi,” pungkasnya.

sumber: Fajar.co.id