Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 8467

Skull Breaker Challenge, Bisa Berujung Kematian

0

BOGORDAILY – Dalam sepekan ini, media sosial tengah ramai dengan viral tantangan yang dinamakan Skull Breaker Challenge, yang trending dengan tanda pagar #skullbreakerchallenge. Tantangan yang dilakukan dengan melibatkan tiga orang ini dinilai sangat membahayakan, dan banyak diunggah di TikTok maupun Twitter. Awalnya tantangan ini viral di media sosial setelah video yang diunggah oleh akun Twitter Yasa for Road Safety, @yasalebanon, pada Kamis (13/2/20).

Dalam video berdurasi 4 detik itu, terlihat tiga orang remaja berdiri berjajar. Kemudian, ada seseorang memberikan aba-aba agar mereka lompat berbarengan. Namun, remaja yang berdiri di tengah terjatuh karena saat melompat kakinya dijegal oleh dua temannya. Dalam unggahan itu disebutkan bahwa anak tersebut meninggal dunia karena mengalami pendarahan saat melakukan Skull Breaker Challenge. Belum diketahui apakah informasi ini benar atau tidak.

Meski demikian, video dengan aksi yang sama beredar di media sosial. Salah satu video menunjukkan tiga orang pria melakukan tantangan yang sama dalam video berdurasi 43 detik. Setelah melakukan aksi tantangan itu, pria yang berdiri di tengah tergeletak dan tidak bergerak.

Banyak yang mengingatkan bahaya dari tantangan ini dan imbauan agar tak melakukan hal yang sama. Apa bahaya di balik #skullbreakerchallenge ini? Penjelasan medis Dokter Spesialis Ortopedi yang juga Sekjen Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia (PABOI), Dr Moh. Adib Khumaidi, SpOT, menjelaskan, melakukan tindakan seperti dalam skull breaker challenger dapat berakibat fatal, di antaranya menyebabkan kecacatan, bahkan kematian. “Ini bukan bahaya lagi. Fatal bisa menyebabkan kematian dan kecacatan/kelumpuhan akibat cedera tulang belakang,” ujar Adib saat dihubungi Kompas.com, Minggu (16/2/2020).

Bupati Bogor : Yusuf Itu Sehat dan Tidak Terjangkit Virus Korona

BOGOR DAILY – Bupati Bogor, Ade Yasin, meyakini bawa mahasiswa yang dibawa oleh Pemerintah Pusat dari Wuhan ke Indonesia dengan keadaan sehat.

Hal itupun diungkapkan Politisi PPP itu saat menyambangi kediaman Yusif Azhar (21) warga Perumahan Griya Cimanggu, Jalas Asmawi, Desa Gunung Sindur, Kecamatan Gunung Sindur, Minggu (16/2/2020).

“Mahasiswa yang dibawa dari Wuhan ke Indonesia itu dalam kondisi sehat. 14 hari selama di sana itu hanya menempuh prosedur saja,” katanya kepada Bogordaily.net.

Ia meminta, agar masyarakat Kabupaten Bogor juga harus yakin dan jangan ada ketakutan, bahwa yang pulang dari China itu membawa Virus Korona.

“Ilmu kesehatan sudah membuktikan, bahwa kondisinya sehat walafiat. Kita waspada perlu, untuk semua wilayah, karena penyakit itu tidak hanya korona, banyak yang bisa saja menjadi endemik,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Bogor pun sudah menyiapkan rumah sakit. Baik itu dokter dan alat kesehatan serta yang lainnya.

“Saya mendapatkan info langsung dari dinas kesehatan. Pertama saya dapat kabar ada tiga warga Bogor, saya pantau, kebetulan yang masih menetap di Kabupaten Bogor itu hanya Yusuf. Sudah ada yang pindah ke Cianjur dan Palembang,” ucapnya.

Ia juga melarang, keberadaan makanan ekstream seperti Daging Kelelawar, Buaya dan sejenis lainnya yang dinilai tidak baik.

“Kita juga akan tegur, bila perlu tutup yang menyediakan kelelawar-kelelawar seperti itu,” tegasnya.

Sementara itu, Yusuf Azhar sangat berterimakasih atas kehadiran bupati Bogor. Dirinya berharap, warga tidak perlu khawatir datangnya mahasiswa-mahasiswa yang dari Wuhan China.

“Saya berharap teman teman saya juga tidak ada masalah. Besok sudah mulai kelas online jam 7 pagi. Ketika China pulih kembali, saya siap berangkat ke China untuk melanjutkan studi saya,” singkatnya. (Andi).

Akibat Virus Korona Tantangan Mahasiswa Indonesia Semakin Berat

BOGOR DAILY – Virus Korona masih menjadi tantangan untuk aktivitas mahasiswa Indonesia, yang menempuh pendidikan di Negari Tirai Bambu (China) tersebut.

Salah satu yang dialami saat ini oleh Yusif Azhar (21) warga Perumahan Griya Cimanggu, Jalas Asmawi, Desa Gunung Sindur, Kecamatan Gunung Sindur, yang sudah di pulangkan dari Kota Wuhan, China.

“Mewabahnya virus tersebut berdampak terhadap sejumlah aktivis mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Wuhan. Dan harus melakukan pendidikan kuliah jarak jauh selama satu semester akan menampung pendidikan secara daring,” katanya kepada Bogordaily.net ketika ditemui dikediamannya, Minggu (16/2/2020).

Ia mengatakan, tanggal 17 Februari 2020 besok, dirinyapun mulai masuk kuliah. Hal itupun setelah adanya pemberitahuan edaran dari kampus Tranding International Center China Normal Universitas, Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

“Materi dari dosen, kita diberi akses dengan login di menggunakan aplikasi Wase, di situ dosen akan memberikan modul dan bahan perkuliahan,” katanya.

Mahasiswa jurusan bahasa itu mengungkapkan, baru pertama kali melakukan metode pembelajaran secara online. Ia menilai, tidak akan menemui kendala berarti dalam melakukan aktivitas perkuliahan secara online.

“Saya rasa tak ada yang berbeda langsung atau online. Kendala mungkin pada proses saat konsultasi penyusunan pembelajaran, yang membutuhkan komunikasi panjang lebar,” kata pria kelahiran 1999.

Yusuf pulang ke Indonesia dari China sejak 2 Februari 2020. Saat itu, pemerintah Indonesia melakukan penjemputan kepada mahasiswa yang terjebak di Wuhan.

“Kita saat sampai di Indonesia dan dikarantina di Natuna selama 14 hari, pasilitas yang diberikan pemerintah Indonesia sangat baik, kita disediakan kebutuhan sehari hari, dan olahraga serta karaoke juga untuk menghilangkan penat,” akunya.

Dia berharap pemerintah China dapat segera mengatasi virus Corona. Sehingga, aktivitas dapat berjalan seperti sediakala.

“Semoga virus Corona dapat segera menemukan penyelesaian,” harapnya. (Andi).

Cerita Yusuf Saat Melakukan Pendidikan di Wuhan Ditengah Mewabahnya Virus Korona

BOGOR DAILY – Yusif Azhar (21) warga Perumahan Griya Cimanggu, Jalas Asmawi, Desa Gunung Sindur, Kecamatan Gunung Sindur, menceritakan keberadaan dirinya bersama mahasiswa lainnya saat berada di Wuhan, China.

Yusuf mengatakan, dirinya baru tinggal enam bulan untuk melakukan pendidikan di Tranding International Center China Normal Universitas, Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

“Saya dapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan program Bahasa itu sampai satu tahun di Tranding International Center China Normal Universitas Wuhan,” katanya kepada Bogordaily.net, Minggu (16/2/2020).

Dirinya menjelaskan, kondisi Wuhan yang beredar di media sosial itu karena faktor Imlek dan memperingati tahun baru. Akan tetapi, banyak di media sosial Indonesia memberitakan tidak benar.

“Sebenarnya pas sepi itu bukan karena faktor Virus Korona, akan tetapi saat libur dan tahun baru Imlek,” jelasnya.

Adanya pemberitahuan semakin mewabahnya Virus Korona di Wuhan lanjutnya, barulah ada peringatan di setiap kampus dan sekolah-sekolah bahaya Virus Korona.

“Dari disitu pemerintah China itu memberikan fokus kepada pemerintah Wuhan, dan setiap hari di kampus selalu tersedia masker. Bahwa Virus Korona semakin mewabah,” ucapnya.

Pria yang kelahiran pada tahuh 1999 itu mengungkapkan, dirinyapun bersama mahasiswa lainnya setiap beraktifitas selalu menggunakan masker. Bahkan, sehari bisa berganti masker bisa tiga sampai empat kali.

“Kita pakai masker pas bangun tidur dan setelah mandi kita harus pakai masker dan makan kita ganti masker lagi. Sehari bisa banyak ganti masker lima paling banyak,” kata Yusuf.

Ia mengaku, pertama mendapatkan informasi bahwa Virus Korona di Wuhan mewabah dari media Indonesia. Akan tetapi media sosialnya memberitakan terlalu berlebihan.

“Menurut saya itu suatu hal yang diberlebihkan. Karena, ketika itu yang buat video dan rekaman itu, saya sendiri. Dan ketika balik ke Indonesia di Indonesia sendiri itu Hoax, seperti orang berjatuhan dan yang lainnya,” akunya.

Untuk di Asrama sendiri lanjut Yusuf, banyak juga warga China yang tinggal. Akan tetapi mahasiswa yang asli orang China itu langsung pulang seketika Virus Korona diwaspadakan.

“Makan di sana kita lancar, banyak makanan di Indonesia juga. Pada saat itu juga kami khawatir dan ingin pulang, ketika Wuhan di lopdon saat di isolasi, pada saat itu saya sendiri memesan tiket ke bezing untuk rekreasi ketika hari min satu, eh ketika itu pas ke bezing Wuhan di lopdon dan uang tiket di batalkan dan kita gak bisa ke mana-mana semuanya di kembalikan lagi,” akunya lagi.

Ia menambahkan, untuk saat ini dirinya melakukan pembelajaran melalui media online.

“Ada aplikasinya namanya Wase khusus metode pembelajaraj di Univeraitas saya, paling besok saya mulai belajar lagi via online,” tukasnya. (Andi).

Ambulance PKS Siap Gempur Setiap Dapil

BOGORDAILY – DPD PKS Kabupaten Bogor meluncurkan ambulance di kantornya, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Ahad 16 Februari 2020 bersama 250 kader PKS Cibinong dan jajaran elit partai.

Peluncuran ambulance dilepas oleh ketua Cabang Dakwah (Cada) wilayah 1, Suprapto didampingi Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor yang juga wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Agus Salim.

Dalam kesempatan itu Suprapto yang memimpin gerakan di Kecamatan Cibinong Citeureup, Klapanunggal, Sukaraja dan Babakan Madang ini mengatakan bahwa ambulance ini menandai gerakan dakwah untuk lebih berkhidmat untuk rakyat.

“Ambulance ini bentuk konkrit khidmat PKS kepada ummat. Kami juga berterimakasih bahwa PKS telah dipercaya menjadi pemenang urut kedua di Kabupaten Bogor dalam pemilu 2019 lalu,” ujar Suprapto kepada wartawan di sela peluncuran ambulance itu.

Suprapto menambahkan pengurus di wilayah lain nantinya juga akan mendapatkan mobil ambulance agar makin meningkatkan khidmat kepada ummat. “Nantinya setiap wilayah dakwah juga akan mendapat mobil ambulance seperti ini,” tandasnya.(Andi)

Orang Tua Yusuf Azhar Mahasiswa dari Wuhan Berterimakasih Kepada Pemerintah

BOGOR DAILY – Yusuf Azhar (21) warga Perumahan Griya Cimanggir, Jalan Asmawi, Desa Gunung Sindur, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, merupakan salah satu mahasiswa yang dipulangkan dari Wuhan China ke Indonesia.

Kedatangan pria kelahiran 19 Januari 1999 itupun disambut dengan nuansa hangat oleh keluarga dan masyarakat Gunung Sindur.

Ibunda Yusuf sapaan akrabnya yaitu Aprilia (50) sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat. Yang berhasil memulangkan anak kedua dari empat bersaudara itu pada Sabtu (15/2/2020) kemarin.

“Saya berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan khusus anak saya, dan dari Wuhan dan teman yang lainnya,” katanya kepada Bogordaily.net, Ketika ditemui di kediamannya, Minggu (16/2/2020).

Dirinyapun sangat senang sekali, atas kepulangan anaknya itu yang sedang melakukan pendidikan di China. Ia menceritakan, dirinya dan anaknya sempat terputus komunikasi ketika kepulangan anaknya dari China ke tempat karantina di Natuna.

“Alhamdulillah senang sekali, selama proses pemulangan ini komunikasi sama pemerintah tidak ada, saya selalu sama anak langsung tapi setiap saat perlu dan komunikasi sama saya langsung tidak ada halangan apapun, termasuk observasi di Natuna hanya yang tidak ada komunikasi, itu ketika dari Wuhan pemberangkatan ke Natuna sehari semalam,” jelasnya.

Menurutnya, anaknya bercerita bahwa setelah mendapatkan kartu dari Pemerintah Indonesia baru bisa berkomunikasi dengan dirinya.

“Setelah mendapat kartu dari pemerintah pusat baru lah, anak saya menghubungi ketika sudah sampai di Natuna,” ucapnya.

Ibu yang mempunyai empat anak itupun mengucapkan terimakasih juga, kepada pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bogor. Karena, telah banyak membantu memulangkan mahasiswa dari Wuhan.

“Saya mengucapkan kepada pemerintah pusat dan yang ada di provinsi Jabar ini, khususnya banyak berterima kasih, banyak mahasiswa dari Wuhan yang dipulangkan ke kami kembali, bagi orang tua nya saya bersyukur dan terimakasih,” akunya.

Apalagi, pasilitas yang diberikan pemerintah pusat ketika masa observasi di Natuna selama 14 hari cukup baik dan memuaskan.

Dirinyapun mengizinkan anaknya untuk melakukan pendidikan kembali ke China, jika kondisi mengenai Virus korona sudah selesai diatasi.

“Anak saya masih semangat kalau ke China lagi, pemerintah pun mengizinkan jika menyatakan pulih dan bisa ke China lagi ketika sudah stabil,” tukasnya. (Andi)

Mayat Pembawa Tasbih Bikin Geger Kampung Kukupu Tansel

0

BOGOR DAILY – Lagi. Warga Bogor digegerkan dengan penemuan mayat dengan keadaan telungkup, di Kampung Kukupu, RT 04/09, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Humas Polresta Bogor Kota, IPDA Desty Irianti, ketika dikonfirmasi Bogordaily.net, mauat tersebut ditemukan pada pukul 07:00 WIB.

“Iah benar, yang meninggal dengan keadaan telungkup di Tanah Sareal,” katanya kepada Bogordaily.net, Minggu (16/2/2020).

Ia mengatakan, sesosok mayat yang ditemukan di pelataran tanah kosong dibawah pohon Jarak dan pohon Bambu itu tidak memiliki identitas.

“Tanpa identitas, usianya sekitar 30 tahun lah,” ucapnya.

Saat ditemukan, mayat tersebut menggunakan kaos warna biru oblong, celana Levis biru dan rambut panjang.

“Dalam sakunya ditemukan Tasbih, Rokok Sampoerna Kretek 10 batang, korek api gas dua buah, suling kecil, sandal plastik ada di samping kaki tergeletak,” jelasnya.

Saat ini lanjutnya, korban ditangani oleh Polsek Tanah Sareal dan jajaran SPKT Unit Reskrim, Unit Intel serta jajaran Patroli QR.

“Di backup oleh unit identifikasi Polresta Bogor Kota, mendatangi TKP dan olah TKP, mendata dan mencari saksi-saksi di lokasi, mengumpulkan barang bukti yang ada pada korban,” tukasnya. (Andi).

Bocah 10 Tahun Tewas di Sungai Cisadane

0

BOGOR DAILY – Warga Kelurahan Batu Tulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, digegerkan dengan penemuan mayat balita yang hanyut di kali Cisadane, Minggu (16/2/2020).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kota Bogor, Priyatnasyamsah, mengatakan, pihaknya mendapat laporan pertama dari saksi bernama Rahmad Sadikin.

“Kita mendapatkan laporan pada pukul 10:15 WIB, dari saksi di lokasi yaitu Rahmad Sadikin,” katanya kepada Bogordaily.net ketika dihubungi.

Menurut Priyatna, korban sebelumnya sempat ditegur saksi Rahmad,agar tidak berenang di kali Cisadane itu karena berbahaya.

“Diduga korban berkebutuhan khusus karena kondisi mental, korban meloncat nekat naik batu, di kali Cisadane dan akhirnya tenggelam,” jelasnya.

Diketahui, korban yang tenggelam meninggal di Kali Cisadane itu berinisial MZ (10) yang beralamat di RT 04/06, No 22, Kelurahan Batu Tulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

“Korban merupakan anak dari Bapak Suminta dan Ibu Dede Yulianti. Ciri-ciri korban saat itu memakai baju warna hitam dan memakai celana warna kuning, korban langsung dibawa ke rumah duka,” tukasnya. (Andi).

Tira Persikabo Ganti Nama Lagi Jadi Persikabo 1973. Begini Ceritanya..

0

BOGORDAILY – Klub sepakbola kebanggaan warga Kabupaten Bogor ganti nama. Tira Persikabo kembali mengganti nama di tahun ini. Laskar Padjajaran kini berubah menjadi Persikabo 1973.

Perubahan nama itu tertuang dalam Kongres PSSI 2020 Asosiasi Provinsi Jawa Barat, Sabtu (15/2/2020) dan sudah disepakati oleh sekitar 77 voter. Terdiri dari 27 Askab dan Askot, satu futsal, dan klub.

Perubahan nama ini menjadi kali kedua yang klub asal Bogor ini lakukan. Sebelumnya, Persikabo menggunakan nama Tira Persikabo, setelah merger dengan PS Tira.

“Iya, kemarin jadi Persikabo 1973 karena mereka yang mengusulkan ganti nama dan Persikabo 1973 belum ada namanya. Kalau Persikabo saja tidak kami izinkan, sebelum mereka membubarkan diri, walaupun pemiliknya itu bekerja jadi staf di Tira Persikabo, sampai pak Rudi bule juga, kami tidak izinkan,” kata Ketua Asosiasi Provinsi Jawa Barat, Tommy Apriantono, kepada wartawan, Minggu (16/2/2020).

Selama proses perubahan ini, Tommy bilang, jika pihaknya telah berkoordinasi dengan PSSI.

“Sebetulnya Asprov tak punya ekspetasi (perubahan nama klub) karena setiap klub itu punya hak mengubah selama mereka sudah ada rapat. Nah, Persikabo ini sudah menjalani RUPS dan ada bukti tanda tangannya, serta telah mengajukan nama. Namanya pun belum dimiliki dengan yang lain,” dia menjelaskan.

Setelah perubahan nama tersebut, Persikabo 1973 akan disahkan oleh PSSI pada kongres yang akan datang. Termasuk adanya beberapa klub yang sudah tiga tahun tak berkompetisi dibubarkan.

“Jadi nanti kami kirim surat laporan ke PSSI kemudian disahkan oleh PSSI di kongres tahun depan. Nantinya, tidak hanya yang berubah nama, tapi klub yang sudah tiga tahun tidak berkompetisi di usia paling tinggi, Liga 3, akan kami bubarkan. Tapi klubnya juga kami undang untuk pembelaan. Jadi kemarin ada 13 klub yang tidak aktif kami undang semuanya,” ujar dia.(*)

Ini Pesan Jokowi di Sensus Penduduk 2020

BOGORDAILY- Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara mengenai pelaksanaan Sensus Penduduk 2020. Dia mengajak masyarakat agar berpartisipasi aktif menyukseskan gelaran tersebut.

“Data hasil Sensus Penduduk ini sangat penting. Informasi yang kita isi akan menentukan kebijakan pembangunan ke depannya,” kata Jokowi melalui akun instagramnya, Sabtu (15/2/20).

https://www.instagram.com/p/B8lQ1iNBFMx/

Jokowi menggarisbawahi, hasil sensus akan jadi pertimbangan bagi pemerintah. “Sehingga tahu daerah mana yang membutuhkan fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi dan semuanya,” bebernya.

Karena itu, dia menyampaikan pesan kepada masyarakat agar memberikan informasi secara akurat. Jangan sampai ada kebohongan atau informasi tidak benar yang diberikan.

“Sensus penduduk 2020 harus sukses. Yang pertama, terima kedatangan petugas sensus di rumah bapak ibu dan saudara saudara semuanya. Berikan informasi sejujurnya karena informasi yang bapak ibu berikan akan sangat menentukan kebijakan pembangunan pemerintah ke depannya,” beber Jokowi. (cnbc)