Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8480

Dua Motor Hilang Saat Ditinggal Shalat Maghrib di Masjid Al-Ikhlas Bojonggede

BOGORDAILY – Warga Perumahan Villa Asia, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, dihebohkan aksi maling yang langsung menggondol dua unit motor terparkir di Masjid Al-Ikhlas.

Hal itupun diungkapkan oleh salah seorang saksi mata dilokasi kejadian, Indra Permana (18). Menurutnya, peristiwa dua motor yang terparkir di Masjid Al-Ikhlas itu terjadi pada pukul 18:45 WIB bada Shalat Maghrib.

“Ketika itu terdengar suara motor datang saat jemaah memasuki rakaat ketiga. tapi gak ada orang yang masuk,” katanya kepada Bogordaily.net, Rabu (12/2/2020).

Tidak lama berselang, terdengar suara gaduh dari arah parkiran yang disusul dengan motor yang melaju dengan kecepatan tinggi ke arah perkampungan.

“Denger juga tuh suara rogoh-rogoh kontak motor tapi ya enggak ngeh. Pas solat mau beres, langsung ada motor ngebut dari depan musola,” jelasnya.

Usai shalat, dua warga atas nama Rahmat dan Yoga pun terkejut melihat motonya sudah tidak ada di parkiran. Warga sekitar langsung berupaya mencari hingga ke wilayah Tajur halang.

“Dua motor yang diambil sempet coba dikejar sampe ke Tajur Halang tapi gak ketemu,” tukasnya.

Menurut pengakuan warga sekitar, pencurian di wilayah itu bukan pertama kalinya terjadi. Warga pun berharap agar aparat kepolisian untuk segera menindaklanjuti kasus pencurian yang sangat meresahkan ini. (Andi)

Gadis Cantik 18 Tahun Asal Sukajaya Hilang, Berikut Ciri-cirinya

BOGORDAILY – Mamay Mayasari perempuan cantik yang berusia 18 tahun warga Kampung Mangga Dua, RT 04/02, Desa Sipayung, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, dilaporkan hilang ke Polsek Cigudeg.

Hal itupun diungkapkan oleh Kapolsek Cigudeg, Kompol Bektiyana, saat dihubungi Bogordaily.net. menurutnya, Mamay yang merupakan gadis cantik itu meninggalkan rumahnya sejak 23 Januari 2020 lalu.

“Iah dikabarkan hilang, keluarganya yang lapor itu ke Polsek,” katanya.

Menurut keterangan keluarga lanjut Bektiyana, Mamay terakhir terlihat memakai pakaian kaos putih dan celana jeans biru serta tas hitam memakai selop.

“Dia memiliki ciri-ciri tinggi badan 160 cm, rambut panjang lurus, kulit putih, mata hitam dan berbicara Bahasa Sunda atau Indonesia,” ucapnya.

Dirinyapun menghimbau, jika ada masyarakat yang menemukan sesuai ciri-ciri tersebut, bisa langsung menghubungi ke nomor telpon 085782205192 atau nomor Polsek Cigudeg 0251-8681110. (Andi)

Devie P Sultani Minta Walikota Bogor Cermati Kasus Mak Syamsidar

0

BOGORDAILY – Annggota Komisi IV Fraksi Nasdem DPRD Kota Bogor Devie P Sutani SE., menyesalkan kejadian yang menimpa Syamsidar (84), pasien BPJS. Mak Syamsidar, begitu ia biasa dipanggil, terpaksa terkatung-katung sewaktu berupaya mendapat penanganan medis. Ia ditolak oleh lima rumah sakit berbeda. Kejadian itu harus menjadi perhatian dari pihak berwenang termasuk Walikota Bogor.

Menurut Devie, sebagian besar peseta BPJS merupakan masyarakat golongan ekonomi kurang mampu. Mereka harus mendapatkan penjelasan gamblang tentang fungsi layanan rumah sakit yang melayani pasien BPJS.

“Kegagalan wali kota dalam memberikan penjelasan baik secara langsung, maupun melalui perangkatnya dapat menimbulkan kebingungan dan kepanikan para pasien peserta BPJS. Seperti halnya yang dialami Mak Syamsidar,” kata Devie.

Devie menuturkan sebelum mendapatkan penanganan medis dari rumah sakit Medika Dramaga, keluarga Mak Syamsidar, harus menandatangani foam yang berisi kewajiban menyetor uang sebesar Rp 5 juta. “Jadi bisa ditangani asalkan bukan sebagai pasien BPJS, melainkan Pasien Umum,” ucap kata Devie, Rabu (12/2/20).

Kalaupun, lanjut Devi, berubah menjadi pasien peserta BPJS, Mak Syamsidar harus keluar dulu satu hari, baru masuk lagi. “Bagai mana mau keluar, pasien di ruang ICU, kondisinya koma,” terang Devie.

Devi meminta supaya ada standar penjelasan yang diberikan secara sempurna, kepada seluruh pasien peserta BPJS, terkait administrasi rumah sakit untuk peserta BPJS.

“Pemerintah Kota Bogor, terkesan abai dalam menetapkan kewajiban penanganan pasien peserta BPJS, kepada pengelola rumah sakit. Baik rumah sakit daerah maupun swasta yang beroperasi di wilayah pemerintah Kota Bogor,” ungkap Devie.

Devie meminta supaya kedepan walikota serius memperhatikan kondisi nyata dilapangan yang dialami pasien BPJS.

“Ada kesan rumah sakit, enggan menerima pasien BPJS,” kata Devie.

Walikota, kata Devie, harus punya keberanian memberi peringatan hingga melakukan tindakan tegas kepada pengelola rumah sakit yang masih mencoba ‘bermain2’ dengan ke awaman masyarakat kecil, peserta BPJS.

“Kejadian yang menimpa mak Syamsidar, merupakan sebuah puncak gunung es,” cetus Devie. (bdn)

Gawat, Gugat Suami Lagi Nge-hits di Bogor, 1.354 Istri Minta Cerai

0

BOGORDAILY – Istri gugat cerai suami sedang hits di Kota Bogor. Tercatat ada lebih dari seribu berkas perceraian diajukan di Pengadilan Agama Bogor.

Jumlahnya mencapai 1.746 pengajuan sepanjang 2019. Pengadilan Agama Bogor Kelas 1A mencatat sebanyak 1.354 istri menggugat cerai suami atau cerai gugat di Kota Bogor. Sedangkan sebanyak 392 suami menggugat cerai istri atau cerai talak.

“Itu baru diterima oleh kita. Tidak semua yang diterima langsung dikabulkan atau tidak,” kata Panitera Muda Hukum, Agus Yuspiain, saat ditemui Rabu (12/2).

Agus menjelaskan dari jumlah tersebut tidak semuanya diputuskan bercerai. Menurutnya pada tahun 2019 hanya 1.173 pengajuan yang diputuskan bercerai.

Dia memaparkan, pengajuan perceraian melalui proses yang cukup panjang. Sesuai standar operasional prosedur (SOP), pihaknya masih melakukan beberapa tahap sebelum menghasilkan keputusan.

Pertama, menerima perkara yang diajukan oleh pemohon. Kemudian, pemangilan terhadap pemohon untuk melakukan sidang pertama. Setelah itu, pihaknya masih mengupayakan untuk melakukan mediasi agar pasangan dapat berdamai.

“Kalau mediasi berhasil, ada win-win solution, bisa dicabut langsung. Kalau tidak selesai, balik lagi ke persidangan, ada pembuktian, diputus dalam sidang itu. Kalau ada yang tidak puas ada upaya hukum,” ucap dia.

Agus menjelaskan mayoritas yang mengajukan perceraian didominasi permasalahan ekonomi yang mencapai 60 persen. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebagian besar akibat dampak dari faktor ekonomi. “Orang selingkuh bisa saja, suami kelebihan uang lantas tergoda,” kata dia.

Selain itu, dia mengungkapkan dari ribuan pengajuan gugatan cerai tersebut terdapat kasus yang tidak lumrah yakni Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Dia mengatakan terdapat 10 perkara yang terungkap karena faktor LGBT. “LGBT itu kebanyakan yang masuk pengadilan itu perempuan. Yang selingkuh itu, perempuan,” kata dia. (*)

Lucinta Luna Mengkonsumsi Narkoba untuk Atasi Depresi

0

BOGORDAILY – Polisi mengungkap alasan Lucinta Luna yang positif menggunakan obat-obatan psikotropika. Positif mengonsumsi psikotropika benzo, Lucinta mengaku depresi.

“Dari pengakuannya, tersangka mengonsumsi karena depresi,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, di Polres Jakarta Barat, Rabu (12/2/2020).

Yusri Yunus menambahkan, psikotropika benzo itu terkandung dalam obat tidur Triklona yang ditemukan di apartemen Lucinta Luna.

Lucinta positif mengonsumsi obat-obatan yang mengandung zat tersebut diketahui lewat tes urin yang telah dilakukan pihak kepolisian.

“Itu jenis obat tidur tapi masuk dalam golongan psikotropika,” tutur Yusri.

Usai Didemo, Ratusan Karyawan LIPI Cibinong Kembali Bisa Bekerja

BOGORDAILY – Setelah didemo ratusan karyawan honorer yang bekerja di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Cibinong, Kabupaten Bogor, akibat diberhentikan secara sepihak, Rabu (12/2/2020) pagi tadi membuahkan hasil.

Akhirnya, ratusan karyawan yang tadinya dikeluarkan secara sepihak itu kembali bisa bekerja. Hal itupun diungkapkan oleh Kabag Humas Rumah Tangga Biro Umum LIPI Cibinong, Heru.

“Udah, udah beres kan mas masalahnya udah iah udah beres masalahnya,” katanya kepada Bogordaily.net, ketika dihubungi.

Mediasi dengan ratusan karyawan honorer dan pihak LIPI Cibinong itupun lanjutnya, dilaksanakan di Koramil Cibinong pada pukul 14:30 WIB siang tadi.

“Sudah selesai iah mas, kita semua lagi meredam mereka untuk bisa bekerja kembali,” tukasnya.

Sebelumnya, ratusan karyawan honorer yang bekerja di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Cibinong, melakukan aksi demonstrasi, Rabu (12/2/2020) pagi tadi.

Hal itupun dikarenakan, adanya kebijakan sepihak pemberhentian terhadap karyawan yang terdiri dari Security, bagian kebersihan kawasan dan Klining Servis oleh pihak LIPI Cibinong.

Salah seorang karyawan honorer LIPI yang enggan disebutkan namanya mengatakan, aksi yang dilakukan oleh ratusan karyawan honorer itu menginginkan agar menghapus Vendor, dan tidak adanya seleksi karyawan baru.

“Kami meminta hapus Vendor, tidak ada seleksi, semuanya harus bekerja kembali seperti biasa dan tidak ada pengurangan karyawan,” katanya. (Andi)

Geger, Pak Ustaz Cabuli Santriwatinya

0

BOGORDAILY – Dugaan praktik asusila yang dilakukan di sebuah pondok pesantren bikin geger.

Polda Jatim mengimbau warga Pondok Pesantren Majmaal Bahrain Hubbul Waton Minal Iman Shiddiqiyyah di Desa Losari, Kecamatan Ploso Jombang untuk tidak menghalangi proses penjemputan paksa MSA, tersangka pencabulan terhadap NA, santriwatinya.

“Kita mengimbau (jangan menghalangi) supaya tidak berbenturan dalam proses penegakkan hukum. Jadikan hukum sebagai panglimanya,” tegas Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, di Balai Wartawan Polda Jatim, Selasa (11/2/2020).

Imbauan itu disampaikan seiring akan digelarnya upaya paksa, terhadap MSA yang tak kunjung memenuhi panggilan penyidik.

Truno menjelaskan, pihaknya selama ini telah berupaya memanggil tersangka sesuai mekanisme penyidikan. Mulai dari panggilan pertama hingga ketiga. Kemudian juga telah memberi tenggat waktu kepada MSA selama sepekan, agar tersangka mendatangi Mapolda Jatim.

Namun, langkah yang disebut Truno bagian dari upaya persuasif kepolisian ini, tak jua dipenuhi oleh tersangka, “Kita sudah melakukan upaya persuasif tinggal upaya paksa,” tandasnya.

Oleh karena itu pihaknya mengancam akan segera menjemput paksa MSA, dalam waktu dekat.

Lalu, kapan upaya paksa terhadap MSA dilakukan? Seperti sebelumnya, perwira dengan tiga melati di pundak ini tak menyebut secara spesifik. Kendati demikian, Truno, menyampaikan upaya paksa akan dilakukan secepatnya.

“Tunggu saja hasilnya nanti seperti apa, pastinya nanti akan kita sampaikan. Kalau minggu ini, ya akan kita sampaikan minggu ini,” tutupnya.(*)

Prilly Merasa Resah, 6 Bulan Jomblo

0

BOGORDAILY – Prilly Latuconsina sudah enam bulan menjomblo usai putus dari Maxime Bouttier. Mengisi waktu yang kosong, rupaya Prilly mengalihkan dengan berkarya, memang tak dipungkiri ia sangat resah.

“Musik bisa jadi tempat kekosongan hati ini. Saya single loh 6 bulan ini, dan kayak 6 bulan nggak ada yang dekat nggak ada tanda-tanda bakal pacaran lagi, nggak ada,” kata Prilly di kawasan Gambir Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020).

Masih single, Prilly juga mengakui mulai merasa ngenes dengan dirinya. Meski bintang film Danur itu berusaha santai.

“Jadi kayak ya Allah, jadi aku kalau punya pacar kayak ya sudahlah kasihan juga nggak ada waktunya. Beneran nggak ada yang deketin juga, santai aja. Kita bikin lagu aja yuk tentang hati kosong,” bebernya.

Apalagi Prilly tak memungkiri jika dirinya kerap kali ditanya soal kapan menikah. Hal itu jadi materi dalam karyanya meski sangat resah.

“Dialognya gini, kayak apa harus married, harus married. Teman-temanku udah pada nikah loh, aku capek juga ditanya gitu. Emangnya married itu gampang apa, emang kalau nikah itu kayak cap cip cup, jadi emang benar-benar susah ya,” bebernya.

Baginya cari suami itu sulit, sehingga Prilly belum terbesit untuk menikah. “Cari-pacar aja susah, apa lagi cari suami, jadi belum kepikiran sih untuk menikah,” lanjutnya.

Sementara itu, Prilly akui kedua orang tuanya juga sudah bertanya soal pacar kepadanya terutama di malam minggu. Tapi, ia mengalihkan nonton drama Korea.

“Mereka kayak, ‘Kamu nggak yang apelin nih?’ suka ngeledekin itu aja sih. Karena adik aku sekrang lagi pacaran terus. Biasalah anak 18 tahun lagi pacaran. Terus gua kalah gitu dia malam minggu, aku nonton Korea di rumah. ‘Kok elu nggak keluar sih. Ya udah enakan nonton Korea aja ngayal, dari pada pacaran beneran banyak drama,” pungkasnya.

Arema FC Masih Terlalu Sering Kehilangan Bola

0

BOGORDAILY – Arema FC meraih kemenangan 2-0 atas Sabah FA di Piala Gubernur Jatim. Namun ada aspek yang kurang memuaskan Roberto Mario Carlos Gomez.

Arema FC menang 2-0 atas Sabah FA di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (11/2/2020) malam WIB. Gol didapatkan dari eksekusi penalti Oh In Kyun dan gol bunuh diri Randy Baruh Samson.

Jika ada pekerjaan rumah lanjutan untuk Singo Edan, itu adalah terkait penguasaan bola. Pelatih Arema FC Roberto Mario Carlos Gomez menyebut para pemainnya masih sering kehilangan bola.

“Meski sudah melakukan pressing dan mencuri bola, tetapi pemain kami sering sekali kehilangan bola juga,” kata Gomez kepada wartawan usai pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Selasa (11/2/2020).

“Karena itu kerja keras harus terus jalan dan selalu mencoba menang,” tegas pelatih asal Argentina ini.

Dalam laga ini Arema FC sekaligus menjajal komposisi pemain. Jonathan Baumana dan Elias Alderte mulai disiapkan secara fisik, agar sudah siap tempur saat Liga 1 2020 bergulir.

“Kami ingin mencoba seluruh pemain untuk bermain. Tadi Jonathan Baumann dan Elias Alderte dimasukkan di babak kedua. Mereka memang belum bisa bermain penuh, karena baru datang beberapa minggu,” tutur pelatih berusia 62 tahun ini.

Air Bersih Mulai Langka, Penyakit Ini Mulai Mewabah di Pengungsian Sukajaya

0

BOGORDAILY – Penyakit Sindrom Stevens Johnson dan nekrolisis epidermal toksik mulai mewabah di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Hal itu dikarenakan pasokan air bersih atau sanitasi dipengungsian mulai menipis.

Informasi yang didapat Bogordaily.net dari Puskesmas Jasinga, yang mulai terjangkit penyakit kulit itu anak-anak yang berusia 11-12 tahun.

Relawan paramedis, Beni Malik, menjelaskan, penyakit yang paling banyak diderita pengungsi yakni Sindrom Stevens Johnson dan nekrolisis epidermal toksik, yakni semacam gangguan kulit dan selaput lendir langka dan serius.

“Ada yang mulai terjangkit anak-anak di Kampung Cihaur, Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, penyakit ini menyerang anak-anak berusia 10-12 tahun yang tinggal di pengungsian tersebut,” katanya kepada Bogordaily.net, Rabu (12/2/2020).

Pria yang disebut Malik ini mengungkapkan, ada 8 kasus Dermatitis telah ditemukan di Cihaur. Sementara untuk penyakit Sindrom Stevens Johnson dan nekrolisis epidermal toksik baru menyerang satu anak berusia 2 tahun.

“Karena minim air bersih. Lokasi pengungsian juga kotor,” ungkapnya.

Menurutnya, pengungsi yang menderita Dermatitis harus dikarantina agar penyakit tidak menyebar ke pengungsi lain. Karena Dermatitis cenderung mudah menular.

“Ya harus dipisah supaya tidak menular” jelasnya.

Saat ini ada sekitar 9.000 jiwa mengungsi di Kecamatan Sukajaya. Di mana 5.000 jiwa di antara berasal dari Desa Cileuksa yang tinggal di tenda pengungasian.

Menurutnya, Sindrom Stevens Johnson menyebabkan kulit orang terjangkit seperti terbakar dan mengelupas di sekujur badan disertai deman.

“Makanya kita evakuasi ke rumah sakit supaya mendapat penanganan medis intensif,” tukasnya. (Andi)