Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 8488

Ningsih Tinampi Blak-blakan soal Ilmunya ‘Ngobrol dengan Demit’ di Kantor Kejaksaan

0

BOGOR DAILY- Ningsih Tinampi mengaku tidak bisa melihat sosok makhluk gaib. Pengakuan itu diungkap Ningsih saat dipanggil Tim Badan Koordinasi Penganut Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan, Senin (10/2/2020).

Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan, Erfan Efendi YA, mengatakan bahwa dalam pertemuan tertutup tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) selaku Ketua Bakorpakem Kabupaten Pasuruan, mempertanyakan seluk beluk pengobatan alternatif Ningsih Tinampi.

“Pertemuan itu untuk klarifikasi secara personal terkait pernyataan Bu Ningsih yang sempat viral, terkait dapat mengundang rasul dan malaikat. Serta pola pengobatannya beserta turunannya,” jelas Erfan.

Tak hanya itu, Erfan menyebut jika Ketua MUI Kabupaten Pasuruan, KH. Nurul Huda, juga mempertanyakan kemampuan Bu Ningsih yang bisa melihat sosok gaib seperti jin.

“Saat ditanyai hal itu, Bu Ningsih menyampaikan sendiri jika dirinya tidak bisa melihat sosok mahluk gaib, jin, dan setan,” ungkap Erfan.

Meski tidak bisa melihat, lanjut Erfan, Ningsih Tinampi mengaku bisa berkomunikasi alias ngobrol dengan makhluk gaib. “Perwujudannya (makhluk gaib) ya dari yang kesurupan. Jadi, interaksinya ya sama pasiennya yang kesurupan,” bebernya.

Terkait pernyataan kontroversial Ningsih Tinampi yang viral lantaran bisa mengundang nabi, rasul, dan Malaikat. Ningsih pun mengaku keseleo lidah akibat rasa capeknya mengobati ratusan pasien.

“Menurut Bu Ningsih, dia itu merasa dilindungi oleh malaikat, rasul, dan Allah SWT saat mengobati pasiennya,” sambung Erfan.

Adapun hasil dari pertemuan tersebut, Tim Bakorpakem akan melakukan pembinaan terhadap Ningsih Tinampi selama membuka praktik pengobatan alternatif.”Dulu kan kita hanya pantau dari luar. Saat ini kita langsung on the spot, kalau ngomong ngawur, langsung kita selesaikan di sana,” tegasnya.

Selain Kejaksaan dan MUI, dalam pertemuan itu juga dihadiri Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), BAMAG, Bakesbangpol, Dinkes, Satpol PP, seluruh anggota PAKEM dari TNI-Polri, Satpol PP dan Pemerintah Desa Karangjati.

sumber: Kumparan.com

Mendagri Tegaskan soal Status Ibukota DKI, Begini Katanya

BOGORDAILY- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan tidak benar bahwa Juni 2020 status DKI Jakarta sudah tidak lagi menjadi ibu kota negara. Dia mengatakan ibu kota negara akan resmi pindah saat Kalimantan Timur sudah siap secara fisik.

“Jadi penegasannya tidak benar kalau seandainya dikatakan ibu kota negara Juni sudah pindah ke yang baru dan DKI bukan ibu kota negara,” kata Tito di Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2020).

Tito menjelaskan ibu kota negara akan pindah saat sudah siap, baik secara fisik maupun administrasi. Menurutnya, sebelum ibu kota negara pindah, DKI Jakarta akan tetap menjadi ibu kota RI.

“Ibu kota negara bakal resmi pindah kalau sudah siap fisik dan regulasi ditambah hal-hal lain yang banyak. Saya kira kesiapan manajemen administrasi dan lain-lain itu sudah siap, baru DKI berubah jadi yang lain. Itu pun kita masukan regulasi Prolegnas 2020-2024,” ujar Tito.

Tito juga mengatakan tidak mungkin Indonesia memiliki dua ibu kota. Saat ibu kota pindah, DKI Jakarta harus berubah menyandang status lain, seperti menjadi Pusat Ekonomi Bisnis atau Otonomi Khusus.

“Prinsipnya tidak mungkin ada IKN dua. Itu tidak mungkin,” kata Tito.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik mengatakan Undang-Undang Ibu Kota Negara akan keluar pada Juni 2020. Menurutnya, undang-undang itu akan mengakhiri status Jakarta sebagai ibu kota negara.

“Insyaallah bulan Juni, Jakarta tamat sebagai ibu kota negara. Undang-undang (ibu kota baru) akan keluar bulan Juni,” kata Taufik saat sambutan Rapat Kerja Daerah Partai Gerindra DKI Jakarta, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Minggu (26/1)

Suami Jual Istri Rp50 Ribu, Ada yang Digratiskan buat Bayar Utang

0

BOGORDAILY- Moch Sabik Salim Setiyawan (28), warga Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, menjual istri dan merekam perbuatan mesum tersebut membenarkan jika dirinya mengancam F jika korban tidak menuruti permintaannya.

“Saya tidak mukul. Tapi mengancam pisah ranjang,” kata pelaku di Mapolres Pasuruan Kota, Senin (10/2/2020).

Namun keterangan korban (istrinya) kepada polisi, ancaman dan pemukulan pun kerap dialami olehnya jika tidak menuruti perintah suaminya tersebut. “Itu kan alibinya. Istri korban mengaku jika ia dipukul jika tidak menuruti perintahnya,” kata Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Dony Alexander.

Selain mengancam, pelaku telah menjual istrinya sejak Februari 2019.”Tidak setiap hari. Totalnya lebih dari 10 kali saya jual istri,” ujar Sabik.

Setiap kali istrinya dijual, pelaku pun memungut tarif Rp 50 ribu kepada rekannya. Namun, ada juga yang digratiskannya sebagai pengganti untuk membayar utang.

“Saya melakukan ini agar istri saya puas. Selama ini istri mengaku tidak puas dengan saya. Sedangkan untuk video, saya ingin tau seberapa lama teman-teman melakukan hubungan badan,” dalihnya.

Perbuatan itu dilakukan lantaran dirinya mendapat lontaran jika tidak lama berhubungan badan dengan istrinya.
“Saya itu kan sering diguyoni. Gak sue kon iku (tidak lama kamu itu), gak kuat ta koen iku (apa kamu sudah tidak kuat). Terus begitu. Terus istri saya diguyoni begitu juga,” ceritanya.

Sabik dengan istrinya yang berinisial F telah merajut rumah tangga sejak tahun 2016 silam dan telah dikaruniai 1 anak yang masih balita. “Saya menyesal. Saya salah,” pungkasnya.

Selain menangkap suami korban, Polres Pasuruan Kota juga menangkap 4 rekan pelaku yang menyetubuhi F. Keempatnya adalah H (36) dan R (34), warga Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Juga ada B (22), warga Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan dan SR (28), asal Desa Kedawang, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Pelaku dijerat pasal berlapis, diantaranya UU KDRT, UU TPPO, dan UU Pornografi.

sumber: Kumparan.com

Sempat Dilarang, Formula E akhirnya Boleh Digelar di Monas. Ini Syaratnya

0

BOGORDAILY- Formula E akhirnya bisa digelar di Monas. Kementerian Pemuda dan Olahraga meminta penyelenggara lebih rajin koordinasi seperti PSSI di Piala Dunia U-20 2021.

Sekretariat Negara sempat melarang perhelatan balap mobil listrik Formula E digelar di Monas. Alasannya, kawasan tersebut masuk dalam cagar budaya. Pihak panitia menerima keputusan itu dan mengaku sudah mendapatkan lokasi pengganti kendati belum diumumkan secara resmi.

Tapi belakangan larangan itu dicabut. Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyatakan menyetujui penyelenggaraan Formula E 2020 di kawasan Medan Merdeka dalam surat Komisi Pengarah tanggal 7 Februari.

Dalam surat itu berisi hal-hal yang harus dipatuhi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta termasuk dalam perencanaan konstruksi lintasan tribune yang harus menyesuaikan dengan peraturan perundang-undangan antara lain UU Nomor 11 tahun Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.

Merespons keputusan itu, Kemenpora menghormati apa yang menjadi keputusan Setneg. Tapi dia juga berharap agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Panitia Pelaksana tak ragu berkomunikasi dengan leading sectornya supaya hal-hal sulit bisa teratasi.

“Poinnya kami minta pada Pemprov DKI dan panpel jangan ragu untuk berkomunikasi dengan leading sectornya. Leading sector-nya adalah Kemenpora, yang mengeluarkan rekomendasi Kemenpora,” kata Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, di media center Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Senin (10/2/2020).

“Ya, kita belajar dari PSSI yang rajin banget komunikasi soal piala dunia U-20, kemudian Piala Dunia FIBA 2023. Kami sangat terbuka jika diajak komunikasi. Ini bapak Menteri sama sekali belum diajak bicara, atau kalau perlu kami datangi panpelnya dengan senang hati,” ujar dia.

Ada-ada saja. Gara-gara Ditilang, Pengendara Rampas HP Polisi

0

BOGORDAILY- Polisi menangkap pria bernama Abdulah Riansyah (26) yang merampas ponsel seorang polisi di traffic light Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pelaku tidak terima ditilang petugas karena mengendarai kendaraanya di busway.

Pelaku mengendarai mobil warna hitam B-1461-KZG dari arah tol menuju u-turn traffic light Relasi, Senin (10/2/2020) pukul 16.20 WIB. Kemudian pelaku masuk ke busway.

Saat itu petugas kepolisian atas nama Suhartono (50) yang sedang berjaga di lokasi memberhentikan kendaraan korban. Petugas menanyakan kelengkapan surat-surat. Suhartono memberikan surat bukti tilang dengan nomor F1731865 dan meminta pelaku memberikan SIM A untuk disita.

“Pelanggar tidak terima ditilang selanjutnya merampas HP milik korban yang sedang dipegang. Selanjutnya pelanggar melarikan diri dengan kendaraannya menuju Tol Kebon Jeruk,” ujar Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing dalam keteranganya, Selasa (11/2/2020).

“Kerugian materi Rp. 3.000.000,” lanjutnya.

Korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Kebon Jeruk yang teregister dengan nomor LP/27/K/II/2020/PMJ/RESTRO JAKBAR/SEKTOR KEBON JERUK tertanggal 10 Februari 2020. Setelah melakukan penyelidikan, polisi menangkap pelaku Senin (10/2) malam di Bekasi, Jawa Barat.

“Polisi melakukan penangkapan terhadap Abdulah Riansyah diduga pelaku,” kata Erna.

Barang bukti yang diamankan yakni satu lembar surat tilang dan satu buah SIM A milik pelaku. Pelaku dijerat pasal 365 KUHP.

Pembacok Remaja di Bogor sudah Terlacak, Polisi: Masih Orang Bogor

0

BOGORDAILY- Polisi sudah mengidentifikasi orang yang diduga pelaku pembacokan hingga menewaskan MZ (16) di Jalan Pandu Raya, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, yang terjadi pada Minggu (9/2).

“Pelaku sudah teridentifikasi yang diduga jadi eksekutor. Cuma masih pendalaman. Yang jelas masih warga Bogor dan barang bukti yang sudah diamankan satu unit angkot,” ujar Kapolsek Bogor Utara Resor Bogor Kota, AKP Ilot Juanda, Senin (10/2).

Sedikitnya enam orang telah diperiksa polisi. Dari teman, keluarga korban, maupun orang-orang yang diduga terlibat dalam pembacokan tersebut.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Bogor Utara AKP Yuddi menjelaskan, pelaku memang kerap berseliweran di jalan dan kemudian memancing keributan.

“Mereka senang nongkrong. Yang ribut kemarin inisialnya LS dan BL. Jadi ingin eksis di wilayahnya jadi bikin ulah supaya mereka dianggap eksis,” kata dia.

Diketahui, MZ meninggal dunia akibat luka bacok pada kepala dan leher, saat korban dan kakaknya R (17) mengendarai sepeda motor kemudian dicegat dan diserang oleh sekelompok remaja yang menaiki sepeda motor dan angkot, Minggu (9/2) sekitar pukul 04.00 WIB.

SUMBER: Merdeka.com

Ngeri, Melihat Desa Pedofilia yang Seluruh Penduduknya Para Predator Seks

0

BOGORDAILY – Barangkali ini adalah satu-satunya desa yang paling mengerikan. Seluruh penduduknya adalah fedofil alias para penjahat kelamin, alias para predator seks.

Mendengar pelaku kejahatan asusila tentu akan membuat merasa risih mendengarnya.

Namun, jauh di belahan dunia ini ternyata ada sebuah desa misterius yang berisi penjahat asusila atu penjahat kelamin.

Mengutip Eva.vn desa ini disebut desa Miracle yang terletak di Florida Selatan, AS.

Di samping desa ini sebagian besar adalah desa-desa normal, namun kenyataan lain berada di desa ini karena berisi ratusan kriminal seksual dan mantan tahanan kriminal seks.

Tahun 2009 desa ini didirikan oleh seorang pendeta bernama Dick Witherow.

Tujuannya mendirikan Miracle Village ini adalah diperuntukkan sebagai surga bagi para pelanggar seks.

Namun, mereka yang berada di desa ini adalah orang-orang yang baru dibebaskan dari penjara karena kejahatan asusila dan belum menemukan tempat berlindung.

Kebanyakan orang yang tinggal di sana pernah memiliki perilaku yang berhubungan dengan pelanggaran seks, seperti pemerkosaan, pedofilia dll.

Di Amerika Serikat, pedofilia merupakan salah satu kejahatan paling dikutuk, bahkan dianggap lebih serius dari pembunuhan.

Karena itu, mereka yang melakukan kejahatan ini sulit untuk dimaafkan.

Hal itu berujung pada dikucilkan dari masyarakat hingga sulit berintegrasi dengan masyarakat umum.

Mereka juga kesulitan menemukan pekerjaan, tempar tinggal, dan dikecam banyak orang jika kembali.

Maka, satu-satunya tempat untuk menampung mereka adalah desa Miracle.

Desa ini terisolasi dari daerah padat penduduk, di tengah ladang yang luas.

Saat ini desa tersebut dihuni oleh lebih dari 100 orang dan mereka memiliki banyak batasan dalam kehidupan.

Orang yang tinggal di desa ini harus mematuhi jam malam.

Selain itu mereka juga harus terpisah setidaknya 800 meter dari pusat fasilitas umum seperti gereja, pusat perawatan kesehatan, taman, taman bermain atau dimanapun tempat anak berkumpul.

Mereka juga tidak memiliki akses ke internet, beberapa juga tidak memiliki ponsel.

Beberapa penduduk ini ditanamkan pita GPS, jika meninggalkan desa semua akan ketahuan.

Semua aturan ketat ini diberlakukan untuk untuk mencegah mereka melakukan kejahatan asusila kembali.

Seorang penduduk bernama Chris Dawson misalnya membuat pengakuan, “Saya berhubungan badan dengan pacar saya saat dia berusia 14 tahun, akibatnya saya dihukum karena berhubungan dengan anak di bawah umur.”

Selain itu, orang-orang yang tinggal di Miracle Village juga mengambil kelas Alkitab untuk bertobat dari dosa-dosa mereka.

Fotografer Sofia Valiente, penulis buku “Miracle Village”, menghabiskan tiga bulan di sini untuk menggambarkan kehidupan penduduk desa khusus.

Dia berkata, “Saya mencoba untuk tidak menyebutkan yang benar dan salah tetapi fokus pada bagaimana mereka menghadapi prasangka sosial. Dalam masyarakat, mereka adalah orang-orang yang terasing, tetapi tidak di sini.”

Sekarang, berkat keterbukaan masyarakat, orang-orang yang tinggal di Desa Miracle dengan semangat memperbaiki diri dan berharap dapat menemukan pekerjaan di beberapa kota terdekat.

Banyak orang berharap bahwa, suatu hari, mereka dapat bergabung kembali ke komunitas normal dan membuat hidupnya kembali, seperti nama “Miracle” yang dinamai desa itu. (*)

Heboh Jual Kokain, Foto-foto Hot Nanie Darham Beredar. Ada yang Lagi Lepas Celana Dalam dan Tanpa BH

0

BOGORDAILY – Artis hot yang doyan pakai bikini ini apes. Dia ditangkap polisi karena jualan narkoba jenis kokain.

Artis itu adalah Nanie Darham. Dia menambah deretan nama artis yang terseret kasus narkoba.

Dia adalah model sekaligus aktris. Foto hotnya pun beredar luas di dunia Maya.

Nanie Darham diamankan Subdit 2 Ditnarkoba Polda Metro Jaya di kediamannya di sebuah apartemen di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Dalam konferensi pers terkait penangkapan Nanie Darham itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan bahwa Nanie Darham merupakan seorang pengedar.

Nanie Darham mendapat barang haram tersebut dari bandar yang saat ini tidak berada di Indonesia.

“NAD ini pengedar, tapi bandar besarnya di luar negeri,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus kepada wartawan, pada Senin (10/2/2020).

Ditangkapnya Nanie Darham ini merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya. Pengembangan tersebut kemudian mengarah ke satu nama yaitu Nanie Darham sebagai pengedar.

“Pada 2 Februari berhasil diamankan dua pelaku di lobi Apartemen Mega Kuningan, Setia Budi, Jakarta Selatan. Berhasil diamankan dua orang inisial JA dan WED, ini dua-duanya laki-laki. Ditemukan 14,86 gram kokain. Kedua orang ini memesan kokain kepada NAD,” lanjutnya.

Saat ini, Nanie Darham dan kedua tersangka lainnya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Karena kasus ini, Nanie Darham terancam hukuman 20 tahun penjara seperti yang diatur dalam Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 junto Pasal 132 ayat 1 UU 35/2009 tentang Narkotika.

Mirip Skandal “Vina Garut”, Demi Sensasi Seks, Istri Diobral Rp50 Ribu Sekali Pakai

0

BOGORDAILY – Kasus sek menyimpang terjadi lagi. Kasusnya mirip skandal ‘Bina Garut” yang video seks viral.

Kali ini suami jual istri demi sensasi seks, agar sang istri terpuaskan.

Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Dony Alexander mengaku prihatin. Sebab, AKBP Dony Alexander menuturkan, pelaku nekat menjual istrinya karena masalah sepele.

AKBP Dony Alexander menyebut, pelaku Moch Sabik Setiyawan (28) menjual istrinya karena faktor ekonomi.

Tidak hanya itu, pelaku juga mengaku ingin mencari sensasi seksual sehingga menjual istrinya.

“Pertama alasannya ekonomi,” kata AKBP Dony Alexander, Senin (10/2/2020).

“Jadi, setiap korban melayani teman tersangka akan mendapatkan imbalan,” sambung dia.

“Nominalnya tidak besar. Paling besar Rp 50.000,” lanjutnya.

AKBP Dony Alexandermenerangkan, dari pemeriksaan sementara, ada empat teman tersangka yang sudah berhubungan badan dengan korban.

Masing-masing teman tersangka, kata AKBP Dony Alexander, bisa berhubungan sampai lima kali.

“Kami sudah mintai keterangan keempat teman tersangka ini,” ujar AKBP Dony Alexander.

Polres Pasuruan Kota saat rilis kasus suami jual istri di Kabupaten Pasuruan, Senin (10/2/2020).

“Sudah kami periksa juga, dan mereka mengakui memang sudah berhubungan badan dengan korban lebih dari satu kali,” jelas dia.

Alasan kedua, kata AKBP Dony Alexander, tersangka mengaku ingin memberikan sensasi seksual untuk istrinya.

Jadi, selama ini istrinya merasa tidak puas ketika berhubungan dengan tersangka.

“Nah, dengan berhubungan badan bersama teman tersangka, korban diharapkan bisa merasakan perbedaan,” kata dia.

“Dan bisa membandingkan saat berhubungan badan dengannya,” tambah dia.

AKBP Dony Alexander mengaku masih mendalami dan akan memeriksa lebih lanjut tersangka.

Pihaknya menduga masih ada kemungkinan, korban ini dijual oleh tersangka lebih dari empat orang temannya. (*)

Jessica Iskandar Mengenang Sosok Mendiang Olga Syahputra yang Humoris

0

BOGORDAILY – Hubungan Jessica Iskandar dan mendiang Olga Syahputra melebihi sahabat. Keduanya akrab dan saling mendukung satu sama lain, tak hanya di dunia entertainment.

Sepeninggal Olga, perempuan yang akrab disapa Jedar masih mengingat sosok Olga yang dianggap kakaknya sebagai orang humoris.

“Yang paling inget banget, almarhum tuh lucu banget. Almarhum kan suka suka nanyain aku bahasa Inggris jadi almarhum tuh suka bilang ‘jes, jes ini artinya apa jes. Jes kalau aku mau kirim text ke teman aku, aku mau ngomongnya ini bahasa Inggris-nya apa Jes. Ketikin dong, Jes,” tutur Jedar saat ditemui di kawasan Senopati, Jakarta Selatan.

Terkadang Olga juga kerap menjaga Jedar melebihi seorang teman. Jedar mencontohkan misalnya saja ketika ia membawa pacar sampai mantan pacar ke lokasi syuting.

“Trus udah gitu Kak Olga bercanda-bercandain aku, trus nanya-nanyain dia gitu. Kayak punya kakak sendiri. Kisah sayangnya gemesin,” tukasnya.

Sampai sekarang Jedar pun kerap menyambangi makam Olga dan berkumpul bersama fans-nya untuk mengobrol. Olga Syahputra meninggal pada 27 Maret 2015 di Singapura, setelah setahun dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth.