Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 8519

Komisi 8 DPR RI Serahkan Bantuan Bencana Rp4,4 Miliar

0

BOGOR DAILY – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi 8, menyerahkan bantuan untuk korban bencana Sukajaya.

Bantuan senilai Rp4,4 miliar itu diserahkan  langsung kepada Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, usai rapat pasca bencana di Kantor Bupati Bogor, Jumat (31/1/2020).

Wakil Ketua Komisi 8 DPR RI, Ikhsan Yunus, mengatakan, bantuan tersebut juga bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial RI.

“Kami sebelumnya sudah berkoordinasi dengan pak wabup, dan juga alhamdulillah tadi di sini ada beberapa bantuan untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Kabupaten Bogor,” katanya, kepada Bogordaily.net, ketika ditemui di Kantor Bupati Bogor, Jumat (31/1/2020).

Mengenai langkah yang akan dilakukan anggota DPR RI dari Komisi 8 sendiri yaitu, segera mengatasi korban terlebih dahulu dengan penanganan pasca bencana ini. Karena, memang semuanya harus dikerjakan oleh bersama-sama tidak hanya Pemkab Bogor saja.

“Jadi memang yang pertama kita harus segera atasi adalah korbanny dulu. Tadi pak wabup dan temen-teman BNPB, Kemwnsos, juga sudah sangat luar biasa saya lihat. Walaupun memang tidak mungkin semuanya kita recovery secara cepat. Karena dana memang terbatas,” ucapnya.

Ia juga menyinggung soal pembangunan Hunian Sementara (Huntara),  agar secepatnya dilaksanakan. Karena masyarakat sangat kebingungan soal tempat tinggal.

“Tadi saya lihat tadi sudah maksimal, tadi pembangunan rumah juga akan segera dibangun (huntara) yang rusak berat. Ada sekitar 4 ribuan rumah, dana juga bantuan-bantuan terus mengalir dan juga tidak kalah penting adalah bagaimana kita menyikapi bencana alam ini sendiri dalam waktu jangka panjang,” jelasnya.

Dirinya juga mengaku, untuk bantuan kepada korban bencana sendiri sudah dilakukan sebelumnya.

“Bukan hari ini saja, bantuan ini sudah disalurkan sebelumnya. Bukan hanya pasca bencana, tapi pada saat bencana sudah disalurkan dan koordinasi antara pemimpin Kabupaten Bogor, Komisi 8, Kemensos dan juga BNPB,” tukasnya. (Andi).

20.920 Jiwa Masih Mengungsi, Pemkab Tetapkan Darurat Transisi Pemulihan sampai 30 April

BOGOR DAILY – Masa tanggap darurat pasca bencana di Kabupaten sudah selesai. Namun, masih banyak warga yang statusnya mengungsi.  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Yani Hasan, mengatakan, ada 20.920 jiwa yang tercatat di pengungsian.

“Untuk pengungsi saat ini sebanyak 20.920 jiwa, artinya itu keluar rumah yah baik di tenda atau di tempat sodaranya masing-masing. Bahkan ada juga yang mengontrak,” katanya kepada Bogordaily.net, ketika ditemui saat acara di Pendopo Bupati Bogor, Jumat (31/1/2020).

Menurutnya, jumlah itu adalah keseluruhan dari lokasi bencana yang ada di 26 kecamatan dan 67 desa yang terdampak bencana (1/1/2020).

Berdasarkan laporan, tercatat jumlah kerusakan sebanyak 3.723 rumah. Ini mencakup, 410 unit terancam, 257 unit rusak berat.

Data itu lanjutnya, hampir mayoritas di Kecamatan Sukajaya saja.

“Sementara Infrastruktur pasilitas umum jalan yang rusak itu 16 kilometer, jembatan 17 dan pengairannya ada dua, sarana sosial dua sarana ekonomi pasar ini di Kabupaten Bogor. Kalau kebanyakan yang tadi pengungsi ada di Sukajaya,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk saat ini pemerintah Kabupaten Bogor menetapkan Darurat Transisi Pemulihan terhitung dari hari ini sampai 30 April 2020 mendatang.

“Tanggap bencana sudah selesai, selanjutnya Pemkab Bogor menetapka Darurat Transisi kepemulihan sampai 30 April terhitung tanggal sekarang,” tukasnya. (Andi).

Heboh Soal Ekspor Ganja, Berikut ini 5 Produk Unik Indonesia Laku Keras di Dunia

BOGORDAILY – Kemarin, Indonesia diramaikan oleh wacana ekspor ganja oleh anggota parlemen Senayan. Ganja merupakan komoditas potensial untuk mendatangkan cadangan devisa besar.

Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi PKS, Rafli, mengusulkan ganja menjadi komoditas ekspor Indonesia. Menurutnya, stigma ganja berbahaya hanyalah konspirasi global.

Dia mengatakan ganja dapat memenuhi kebutuhan farmasi. Apalagi ganja ini tumbuhan yang mudah ditanam dan tumbuh di Aceh.

“Jadi ganja ini ini adalah konspirasi global dibuat ganja nomor satu bahayanya. Narkotika yang lain dibuat nomor sekian-sekian padahal yang yang paling sewot dan gila sekarang masuk penjara itu bukan orang ganja. Orang yang pakai sabu bunuh neneknya pakai ekstasi segala macam,” kata Rafli.

Namun, Rafli mengakui wacana ini terbentur masalah regulasi. Ganja merupakan narkotika golongan satu yang jual belinya dilarang. “Jadi pak ganja ini bagaimana kita jadikan komoditas yang ekspor yang bagus. Jadi kita buat lokasinya. Saya bisa kasih nanti daerahnya di mana,” kata Rafli.

Ternyata, selain ganja, Indonesia telah menjual banyak produk tak biasa ke luar negeri. Bahkan, laku keras. Berikut sejumlah produk tersebut.

1. Kulit Reptil

Industri fesyen luar negeri menilai kulit reptil, seperti buaya, memiliki kualitas mumpuni sebagai bahan tas atau jaket. Karena itulah ada saja pengusaha dalam negeri yang menggeluti usaha ekspor seperti ini.

Sama seperti rambut, karena mengikuti tren fesyen, maka permintaan ekspor kulit reptil sangat tergantung suasana hati para penggila busana.

Ada bulan di mana eksportir kulit reptil menangguk ratusan ribu Dolar, tapi banyak juga bulan-bulan sepi sama sekali tidak ada order. Tapi jangan remehkan untungnya. Menurut BPS, ekspor kulit buaya dan ular bernilai USD 3,6 juta alias Rp 35 miliar.

2. Air Laut

Tidak, Anda tidak salah baca. Inilah salah satu komoditas ekspor yang sulit dibayangkan bisa laku, apalagi karena negara kita dikaruniai 70 persen wilayah berupa laut.

Banyak negara yang tidak seberuntung Indonesia dengan cadangan air asin besar. Pengusaha pun memanfaatkan peluang itu buat memasok kebutuhan bahan baku obat alternatif sampai penggemar ikan hias yang ingin memelihara hewan laut di aquarium.

Setiap bulan, permintaan air laut selalu ada, meski volumenya naik turun. Tapi jumlahnya tidak main-main, sebab nilai ekspor komoditas ini sepanjang 2012 mencapai USD 763.000 alias Rp 73 miliar.

3. Kaki Kodok

Pada 1989 ada film komedi arahan Norman Benny berjudul “Makelar Kodok”, dibintangi pelawak Kadir dan Doyok. Dalam film itu digambarkan Doyok kaya raya mendadak karena mengekspor kodok, yang notabene hewan tidak berharga seperti sapi, ke negara-negara maju.

Kini dagelan itu sudah tidak relevan lagi. Terbukti ekspor kodok menyumbang devisa cukup besar. Berdasarkan data BPS, permintaan kodok, lebih tepatnya kaki kodok, dari luar negeri seperti China cenderung meningkat setiap bulan.

Permintaan bahan masakan swikee itu hanya turun di bulan Juni dan Juli saja. Secara total, sampai tiga bulan lalu, nilai ekspor kaki kodok mencapai USD 15,7 juta setara Rp 150 miliar.

4. Jengkol

Siapa sangka, jengkol ternyata bisa diolah menjadi rendang, bahkan proses pembuatan dan pengolahannya pun menggunakan cara yang lebih modern serta dikemas dalam bentuk makanan instan siap saji.

Adalah kakak beradik, Kingkin, Nova Aditya dan Bimbi berhasil bereksperimen dengan jengkol dan bahkan kini hasil olahan mereka bisa dinikmati masyarakat luar negeri melalui usaha mereka yang bernama Mangano.

Kini, selain di dalam negeri produk buatan mereka sudah menjangkau mancanegara seperti Jepang, Korea, Australia san Jerman. “Yang beli biasanya buat oleh-oleh,” kata Kingkin.

Melalui usahanya tersebut, kini Kingkin dan keluarganya bisa mengantongi untung minimal Rp. 15 juta per bulannya. Selain rendang jengkol, mereka juga menjual semur daging, opor ayam, kari ayam dan rendang sapi.

5. Mahkota Raja

Kerajinan ekonomi kreatif berupa mahkota raja atau ‘kuluk manten’ yang diproduksi pengrajin Desa Sambon, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mampu menembus konsumen mancanegara.

Seorang perajin ‘kuluk manten’, Heri Sanjoyo (55) mengatakan, usaha kerajinan yang ditekuni sejak 1974 kini mampu menembus konsumen luar negeri antara lain Thailand, Suriname, dan Belanda, Dia mengatakan, ‘kuluk manten’ yang berbentuk bundar tersebut kombinasi antara bahan baku kertas karton dengan kain katun serta aksesoris lainnya mulai diminati konsumen luar negeri.

Menurut dia, omzet kotor ‘kuluk manten’ atau mahkota raja tersebut antara Rp 5 juta hingga Rp 6,5 juta per bulan.

Geoffrey Castillion Akan Curi Hati Persib Bandung Saat Lawan Melaka United

0

BOGORDAILY – Geoffrey Castillion sedang dijajal Persib Bandung. Dia ingin mencuri hati Robert Rene Alberts saat uji coba dengan Melaka United.

Persib Bandung vs Melaka United digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung pada Sabtu (1/2/2020).

“Sabtu saya akan bermain. Jumat, saya dan tim akan berlatih bersama. Mungkin di sana (pelatih) bisa menentukan saya mendapatkan kontrak atau tidak,” ujar Geoffrey di Parongpong, Kamis (30/1/2020).

Digadang-gadang menjadi suksesor dari Ezechiel N’Douassel, yang kini berseragam Bhayangkara FC, jebolan Ajax itu hanya akan berusaha yang terbaik untuk menjawab kepercayaan yang diberikan.

“Saya datang ke sini untuk melakukan yang terbaik, karena soal kontrak pun masih belum pasti. Yang jelas, bila pelatih mempercayai saya, saya akan melakukan yang terbaik,” katanya.

Sebelumnya, Geoffrey didaratkan di Jakarta pada Selasa (28/1) malam, sebagai tandem bagi Wander Luiz. Ia datang, setelah manajemen Persib mencoret striker trial asal Brasil Joel Vinicius yang akan digaet klub Vietnam.

Dari laman Transfmrkt, Castillion memiliki nilai pasar hingga Rp 3,7 miliar (250 ribu Euro) per 16 Oktober 2019.

Ditahan Polisi, Raden Rangga cs Tetap Kekeuh Bisa Kendalikan Dunia

BOGORDAILY – Polisi telah menetapkan tiga petinggi Sunda Empire termasuk Raden Rangga sebagai tersangka. Mereka ditahan di Mapolda Jabar. Dalam pemeriksaan sebagai tersangka, Rangga cs masih bersikukuh dengan pemikiran bisa kendalikan dunia.

“Untuk pemeriksaan masih berlanjut,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso kepada detikcom, Jumat (31/1/2020).

Dalam kasus ini, polisi menetapkan tiga petinggi Sunda Empire sebagai tersangka. Tiga orang yang kini ditahan itu ialah Nasri Banks selaku Perdana Menteri atau Grand Prime Minister, Rd Ratna Ningrum selaku kaisar atau ibunda ratu agung dan Raden Rangga alias HRH Rangga sebagai Sekretaris Jenderal.

Erlangga mengatakan dalam statusnya sebagai tersangka, Rangga cs masih diperlukan keterangannya. Selama menjalani pemeriksaan, menurut Erlangga, Raden Rangga termasuk Nasri Banks tetap kekeuh soal Sunda Empire bisa kendalikan dunia.

“Sekarang kondisinya masih mengakui kebenaran Sunda Empire,” tutur Erlangga.

Meski masih bersikukuh dengan pola pikirnya itu, sambung Erlangga, penyidik tak memperdulikan. Sebab, penyidik tidak membutuhkan pengakuan dari tersangka.

“Penyidik tidak membutuhkan pengakuan, dalam mengungkap satu perkara pidana apapun terkadang orang berspekulasi dalam penyidikan orang dapat pukulan, penyidik enggak perlu pengakuan. Yang penting bisa membuktikan,” kata Erlangga.

Erlangga menyatakan penyidik sudah memiliki bukti yang kuat untuk menjerat ketiganya sebagai tersangka. Salah satunya keterangan dari sejumlah ahli baik sejarawan hingga budayawan yang diperiksa berkaitan sejumlah klaim yang diucapkan Sunda Empire.

“Iya dari saksi ahli, dari fakta-faktanya dan di dalam unsur pidananya. Kalau semua terpenuhi tidak perlu pengakuan,” ujarnya.

Penetapan tersangka ini berdasarkan serangkaian penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar. Polisi menetapkan dengan Pasal 14 dan 15 Undang-undang nomor 1 tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong yang menimbulkan keonaran.

Begini Kondisi Terkini Pemuda Bogor yang Sempat Jalani Perawatan di Ruang Isolasi Deteksi Korona

0

BOGOR DAILY – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor membeberkan kondisi pemuda Bogor berinisial JS (19) yang sempat menjalani perawatan di ruang isolasi RS Eka Hospital Nagrak.

Pemuda yang ikut dalam rombongan pertukaran pelajar di China itu sempat diduga terkena virus Korona, lantaran sepulangnya dari negeri tirai bambu mengalami demam.

Kabid Pencegahan Penyakit Dinkes Kabupaten Bogor, Dedi Syarif, mengatakan, setelah diisolasi di Rumah Sakit Eka Hospital, Nagrak, Kecamatan Gunungputri, rupanya JS hanya mengalami gejala demam biasa.

“Dia merupakan satu dari rombongan 20 orang yang belum lama pulang dari China. Rupanya hanya gejala demam , bukan mengarah ke gejala virus korona,” jelasnya kepada Bogordaily.net, Kamis (30/1/2020) malam.

Menurut dokter, JS menhalami gejala campak.

“JS kini dirujuk ke salah satu rumah sakit di Jakarta saat ini,” tukasnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor menetapkan status waspada virus korona yang kini mewabah di sejumlah negara.

Penetapan status waspada ini juga disertai surat edaran yang disebarkan ke rumah sakit yang ada di wilayah Kabupaten Bogor.

“Kita membuat surat edaran juga ke rumah sakit di Kabupaten Bogor terkait status waspada ini,” ucapnya. (Andi).

Marak Tawuran, Kerja Satgas Pelajar Dikritik Wandik

BOGOR DAILY – Maraknya kasus tawuran di Kota Bogor menjadi perhatian Dewan Pendidikan (Wandik). Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor, Deddy Djumiawan Karyadi pun mengkritik kerja yang selama ini dilakukan Satgas Pelajar dalam menekan kasus tawuran.

“Sekarang kan di bawah Disdik jabar, ini gimana? Tindakan mereka ini tanggung jawab mereka. Satgasnya sudah ada atau tidak? Bagaimana pembiayaanya,” katanya kepada Bogordaily.net.

Deddy sapaan akrabnya mengungkapkan, perlu ada sanksi tegas bagi sekolah yang pelajarnya kerap mengikuti tawuran sebagai bentuk tanggung jawab mereka. Dirinya juga mendukung sekolah yang siswanya  terlibat tawuran tidak diperbolehkan menerima siswa baru.

“Saya mendukung, jika ada sekolah yang ketahuan siswanya tiga tahun terbukti tawuran maka tidak diperbolehkan menerima siswa baru lagi,” tegasnya.

Selain itu dirinya menambahkan, Pemkot Bogor atau Pemprov Jabar bisa mencabut bantuan operasional sekolah (BOS).

“Harus ada penegakan hukum yang tegas, sekolah enggak bisa cuci tangan di luar jam pelajaran, karena pembentukan karakter dan mental tanggung jawab mereka,” tukas Deddy.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Provinsi Jawa Barat wilayah II Kota Bogor, Aang Karyana, menyatakan siswa yang terlibat tawuran tidak hanya tanggung jawab sekolah akan tetapi semuanya terlibat.

“Intinya tawuran dilakukan jam pulang sekolah. Kita akan koordinasi di sekolah,
Intinya tanggung jawab bersama peran pengawasan kembali dari orang tua dan kepolisian,” jelasnya.

Terkait penutupan penerimaan siswa dan pengurangan BOS, lanjutnya, masih memerlukan pembahasan.  Sebab,penutupan penerimaan siswa dan pengurangan BOS akan berdampak pada sekolah dan masyarakat.

“Yang melakukan kan pelajar, dampaknya kan di sekolah dan masyarakat bukan pelajar. Jadi kita perlu membahas bersama-sama dulu,” ucapnya.

Yang terpenting menurutnya, semua pihak harus terlibat untuk mengantisipasi tawuran. Jangan sampai beban pengawasan hanya diberikan kepada Dinas Pendidikan Jawa Barat.

“Yang jelas kan pengawasan semua, jangan dibebankan sekolah, jadi pengawasan orang tua dan bersama-sama lah,” tukasnya.(andi).

Pemkot Bogor Dapat Tambahan Bantuan 2.100 Unit RTLH dari Kemen PUPR

0

BOGORDAILY – Melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian PUPR, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperoleh tambahan bantuan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), sebanyak 2.100 unit rumah.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan, Pemkot Bogor hingga saat ini terus memaksimalkan penanganan program bantuan RTLH di wilayah. Dengan adanya program BSPS dari Kementerian PUPR ini pihaknya berterimakasih karena program tersebut sejalan dengan penanganan RTLH di Kota Bogor.

“Di tahun 2020 ini, ada sebanyak 4.432 unit penerima bantuan RTLH yang didanai oleh APBD dengan nilai total keseluruhan Rp 39.129.073.000 dan kemudian ditambah bantuan untuk 2.100 unit di Kota Bogor dari program BSPS Kementerian PUPR,” ujar Dedie usai melakukan pertemuan bersama tim dari PPK Disperumkim Provinsi Jabar dan Tim Tenaga Ahli BSPS Kementerian PUPR di Paseban Narayana, Balai Kota Bogor, Kamis (30/1/20) sore.

Dedie melanjutkan, jumlah penerima bantuan hibah dan bantuan sosial untuk perbaikan RTLH di Kota Bogor hingga kini terus mengalami peningkatan.

Sejak tahun 2018, Pemkot Bogor mencatat, program RTLH yang terealisasi sebanyak 3.018 unit rumah. Sedangkan tahun 2019 ada sebanyak 4.648 unit RTLH yang didanai APBD dengan nilai kurang lebih Rp 36 Miliar.

“Pembangunan dari program BSPS sendiri akan dilaksanakan di tahun ini (2020). Total nilai bantuan dari program BSPS secara keseluruhan mencapai Rp. 36.760.000.000,” katanya.

Dedie melanjutkan, di tahun 2019, program BSPS ditargetkan dapat menjangkau sebanyak 206.500 unit rumah tidak layak huni melalui dua kegiatan, yakni peningkatan kualitas rumah sebanyak 198.500 unit dan pembangunan baru 8.000 unit. Total anggaran program rumah swadaya dalam APBN 2019 sebesar Rp 4,28 Triliun.

Sekedar informasi, penerima bantuan BSPS  terbagi menjadi dua kategori, yakni Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya (PKRS) dan Pembangunan Rumah Baru Swadaya (PBRS). Untuk PKRS sendiri mendapat jatah bantuan senilai Rp 17,5 juta yang terdiri dari komponen bahan bangunan Rp 15 juta dan upah kerja Rp 2,5 juta.

Sementara untuk PBRS mendapat jatah bantuan senilai Rp 35 juta yang terdiri dari komponen bahan bangunan Rp 30 juta dan upah kerja Rp 5 juta.

Adapun sejumlah kriteria prasyarat penerima BSPS adalah Warga Negara Indonesia yang sudah berkeluarga, memiliki atau menguasai tanah dengan alas hak yang sah, belum memiliki rumah atau memiliki dan menempati satu-satunya rumah tidak layak huni, belum pernah memperoleh dana BSPS atau bantuan pemerintah untuk program perumahan lainnya, penghasilan kurang atau sama dengan upah minimal provinsi dan bersedia berswadaya membentuk kelompok dengan pernyataan tanggung renteng.

Dalam pertemuan yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim ini pun turut hadir mendampingi dari Sekdis Perumahan dan Permukiman (Perumkim), Lorina Damastuti dan jajarannya, Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Kesejahteraan Masyarakat Setda Kota Bogor, Iman. (prokompim :ryan/teddy-sz/bdn)

Hari Ini Jokowi akan Meresmikan Underpass Terpanjang di Indonesia

BOGORDAILY – Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke wilayah DIY, Jumat (31/1). Salah satu agenda yang akan dilakukan Jokowi adalah meresmikan underpass terpanjang di Indonesia.

Underpass yang berada di area Yogyakarta International Area (YIA) ini baru saja rampung dikerjakan. Underpass YIA ini memiliki panjang 1,3 kilometer dan menjadi underpass terpanjang di Indonesia.

Kepala BBPJN VII, Akhmad Cahyadi mengatakan, underpass YIA terdiri dari konstruksi terowongan (slab tertutup) sepanjang 1.095 meter. Selain itu memiliki jalan pendekat arah timur dan barat masing-masing sepanjang 110 meter dan 100 meter.

Akhmad menerangkan underpass YIA memiliki lebar 7,85 meter, clearance atas 5,2 meter dan samping 18,4 meter. Underpass ini juga akan dilengkapi sistem audio untuk menyampaikan pesan-pesan pentingnya keselamatan berkendara selama berada di dalam underpass.

Dia menambahkan, pembangunan underpass ini bertujuan agar akses Jalan Nasional Pantai Selatan (Pansela) Jawa yang menghubungkan Purwokerto dan Yogyakarta tetap terbuka. Karena, pembangunan Bandara Kulonprogo memotong jalan Pansela yang lama.

Akhmad merinci Pembangunan underpass YIA dimulai pada November 2018 dengan biaya Rp 293 miliar bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)/Sukuk Negara Tahun Anggaran 2018-2019. Underpass ini dikerjakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya MCM KSO.

“Untuk mengantisipasi terjadinya genangan air saat turun hujan, konstruksi underpass ini dilengkapi dengan rumah pompa dan dilapisi waterstop yang terbuat dari karet untuk beton dinding dan lantainya. Di samping itu, untuk menambah nilai estetika pada konstruksi terowongan dihiasi ornamen khas Yogyakarta seperti Tari Jathilan, Tari Angguk Putri, Kalamakara dan Setilir Gebleg Renteng,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/1).

Akhmad menambahkan selain menghubungkan Purwokerto dengan Yogyakarta melalui Pansela, diharapkan underpass YIA ini dapat memperlancar arus lalu lintas warga Kulon Progo dan sekitarnya sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kulon Progo.

Bima Arya Ultimatun Pelajar Tawuran, Dibina atau Dipenjarakan

0

BOGORDAILY – Wali Kota Bogor Bima Arya memimpin apel pencegahan tawuran di Kota Bogor, Kamis (30/1/20). Dalam kesempatan tersebut, ia mengumpulkan seluruh aparatur wilayah mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan bersama jajaran TNI/Polri untuk membubarkan titik-titik kerumunan dari kelompok pelajar yang terindikasi akan tawuran.

Tampak dalam kegiatan tersebut Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser, Komandan Kodim 0606/Kota Bogor Kolonel Arm Teguh Cahyadi, Komandan Denpom III/1 Bogor Letkol CPM Sugiarto.

Tidak hanya tempat nongkrong, petugas gabungan juga menyisir titik-titik vandalisme, warung miras yang sering menjual kepada pelajar dan menjadi salah satu pemicu terjadinya tawuran. Titik pertama yang dituju adalah kawasan Suryakencana. Warga mengeluhkan sering adanya kelompok pelajar yang nongkrong hingga vandalisme.

Petugas gabungan pun membersihkan coretan tersebut agar tidak ada lagi simbol-simbol gank pelajar. Kegiatan serupa juga dilakukan di Jalan Pajajaran, Terminal Baranangsiang dan kawasan Tanah Baru.

Untuk di Baranangsiang, petugas mendapatkan informasi dari warga bahwa sebelum tawuran para pelajar kerap membeli minuman keras jenis ciu di sebuah warung di dekat terminal. Benar saja, puluhan botol miras diamankan dari sebuah warung dan penjual dimintai keterangan oleh petugas.

“Kami ingin bersihkan tempat yang terindikasi menjadi tempat nongkrong gank tawuran. Jadi, atribut, lambang, simbol-simbol, kita bersihkan bersama-sama Pak Kapolres, Pak Dandim, Pak Dandenpom. Tadi juga beberapa lokasi menjadi tempat nongkrong anak-anak sebelum tawuran, meminum miras, itu kita amankan juga,” ungkap Bima.

Di kawasan Tanah Baru, petugas gabungan juga menangkap empat pelajar lari saat petugas datang. Bahkan, dari salah satunya, didapati obat-obatan terlarang. Petugas juga memeriksa obrolan di media sosial mereka untuk membongkar motif tawuran.

“Ada juga beberapa anak yang nongkrong dan tertangkap basah sedang menggunakan obat-obatan jadi kita amankan dan nanti oleh pak Kapolres dan jajaran dalami dan diproses. Kegiatan ini akan rutin dilakukan secara berkala. Ini harus terus, tidak bisa sekali atau dua kali. Harus rutin. Sampaikan ke anak-anak, pilihannya hanya dua, dibina atau dipenjara. Itu saja. Mumpung masih ada waktu, kembali ke jalan yang benar. Kalau tidak mau, ya kami bina atau kami penjarakan,” tandasnya.

Bima menyebut ada belasan sekolah yang langganan tawuran di Kota Bogor. “Ini jadi atensi khusus. Kita sudah punya maping titik-titik tempat nongkrong, gank tawurannya apa saja, sosial medianya, semua kita dalami,” terangnya.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser menyatakan dukungannya kepada Pemkot Bogor dalam memberantas tawuran pelajar. “Pelaku-pelaku sebelumnya yang diamankan akan diproses secara tegas oleh kami. Untuk yang hari ini tertangkap dengan barang bukti obat-obatan terlarang kita dalami, karena nanti dari keterangan ini kan kita tahu dari mana sumbernya. Nanti satuan narkoba yang akan tindak lanjuti. Makanya kami bawa ke Polres untuk dimintai keterangan, kita cek urine, dapat obat dari mana nanti kita telusuri. Nanti kita putus rantainya,” pungkasnya. (prokompim/bdn)