Tuesday, 7 April 2026
Home Blog Page 8602

Vonis Ringan untuk Kriss Hatta

0

BOGORDAILY – Artis yang belakangan kerap jadi pembuat masalah ketimbang prestasi, Kriss Hatta akhirnya divonis atas kasus penganiayaan yang melibatkan Antony Hilenaar.

Oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan 5 bulan penjara. Dipotong masa tahanan, tinggal 10 hari lagi dirinya akan bebas.

Mantan kekasih Hilda Vitria itu mengaku sudah memiliki rencana terkait kebebasannya. Kriss Hatta akan fokus untuk membesarkan bisnisnya.

“Semuanya, mau ngembangin usaha, YouTube channel dikembangkan, syuting TV dibanyakin,” ujar Kriss Hatta usai sidang di PN Jaksel, Selasa (10/12/2019).

Kriss Hatta mengklaim progam televisi yang pernah dijalaninya dulu sudah siap menunggunya balik. Ia mengaku tak sabar kembali ke dunia entertainment.

“Yang jelas ‘Uang Kaget’ siap nunggu saya,” tukas Kriss Hatta.

Dalam sidang, konyolnya Barbie Kumalasari malah terlihat datang untuk Kriss yang sempat diisukan punya skandal.

Kumalasari malah tak terlihat ketika sidang perdana Galih Ginanjar Cs atas kasus ‘Ikan Asin’ kemarin. Kumalasari dan Galih masih terikat dalam status pernikahan siri.

1,5 Bulan Pacaran Pamela Bowie Langsung Dilamar

0

BOGORDAILY – Pamela Bowie akhirnya menemukan tambatan hati yang bisa memberikan kepastian untuknya. Tak butuh waktu bertahun-tahun, Pamela Bowie dilamar kekasih yang baru 1,5 bulan dipacari.

Kekasih Pamela diketahui bernama Robertto Eko Pranata. Robertto melamar Pamela saat tengah berada di Singapura.

Masih belom move on dari momen pas dilamar sama pacar kemarin, eh calon suamik deng HAHA. Pacaran bisa dibilang cuma 1,5 bulan but it feels like i know him forever,” ungkap Pamela Bowie dilihat dalam Instagramnya, Rabu (11/12/2019).

Robertto diungkapkan Pamela Bowie adalah satu-satunya pria yang bisa menaklukan hati sang bunda. Pamela pun bahagia bisa melewati masa-masa sulit bersama Robertto.

Heran nya juga dia laki-laki pertama yg bisa naklukin hati nyokap, harus ngelaluin proses yang lumayan panjang dari hal seneng sampe yang pedihhhh bangettt,” tulisnya.

But i’m grateful. Thank you for choosing me to be your ‘forever and always’. Cant wait to marry you,” ungkap Pamela yang tak sabar dinikahi oleh Robertto.

Sebelumnya, Pamela sempat berpacaran dengan Joshua Suherman. Selain itu, ia juga pernah menjalin hubungan dengan fotografer Rubby Danny dan Rinov Georgio Widiarto yang merupakan seorang gaming video creator.

Dua Harimau Sumatera Betina Menjadi Korban Tiga Pemburu di Riau

BOGORDAILY – Dua harimau sumatera betina menjadi korban tiga pemburu dan penjual organ satwa liar di Kabupaten Pelalawan, Riau. Salah satunya harimau betina dewasa yang tengah mengandung empat janin.

Sengatan jerat tersangka inisial Y membuat harimau sumatera itu tumbang seketika. Dia pun dengan cepat mengeksekusi satwa dilindungi negara itu untuk dikuliti dan diambil tulangnya.

Empat janin yang sedianya menjadi penambah populasi satwa terancam punah itu otomatis menjadi korban keganasan tersangka. Empat janin itu dimasukkan ke dalam wadah agar tidak rusak.

Menurut Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera Eduard Hutapea, perburuan induk harimau ini dilakukan tersangka pada Mei lalu. Lokasinya di sebuah hutan di Pelalawan yang masih didiami harimau.

“Harinya dia sudah lupa, kulit induk harimau ini sudah dijual tapi akhirnya bermasalah dengan pembeli. Uangnya belum diterima,” terang pria disapa Edo ini, Selasa (10/12).

Awalnya, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) mengira kulit yang disita tersangka Y merupakan induk dari empat janin yang disimpan. Ternyata itu harimau lain hasil jeratan Y beberapa bulan berikutnya.

Menurut Edo, harimau sumatera ini berjenis kelamin betina juga. Diperkirakan korban tersangka ini masih muda melihat dari ukuran kulit yang disita petugas.

“Ini belum terjual masih dicari pembelinya oleh tersangka SS. Sedangkan TS itu perannya memberi uang atau modal ke Y,” terang Edo.

Pengakuan tersangka, empat janin harimau sumatera disimpan murni untuk tujuan ekonomis dengan harapan suatu hari ada yang minat membeli.

“Tidak ada tujuan lain katanya, dia berpikir nanti ada yang minat setelah pelaku lain mencari pembeli,” ungkap Edo.

Bermalam di Hutan

Dalam kasus ini, tersangka Y mengetahui seluk-beluk hutan tempat berburu dan mengetahui lokasi serta waktu harimau sumatera melintas. Tak jarang, Y sampai bermalam di hutan mencari buruan.

Berangkat dari rumahnya yang tak jauh dari hutan, Y membawa perangkat jerat seperti kawat baja, genset dan travo. Rangkaian jerat tadi lalu dialiri listrik dan Y memantau dari jarak dekat.

“Jadi jerat ini bertegangan tinggi karena dikasih travo juga, dia jaga gensetnya,” kata Edo.

Lokasi perburuan Y juga berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Dia mengintai jam-jam harimau keluar mencari makan antara pukul 17.00 hingga pukul 20.00 WIB.

“Namun tidak setiap hari dilakukannya karena dia tahu kapan harimau melintas,” sebut Edo.

Pengakuan Y dan dua rekannya, perburuan baru dilakukan pada tahun ini. Dia memanfaatkan konflik harimau sumatera dengan manusia di daerahnya dan mengamati jalur perlintasannya.

“Katanya baru dua kali berhasil menjerat harimau tapi ini masih didalami, bisa saja lebih,” Edo menegaskan.

Aurel Diet karena Disakitin Cowok dan Mengaku Dulu Gendut Seperti Hamil

0

BOGORDAILY – Aurel mengungkapkan transformasi dirinya yang dulu dengan yang sekarang. Hal itu diungkapkan Aurel lewat channel YouTube miliknya.

Putri sulung Anang Hermansyah dan Krisdayanti itu mengungkapkan salah satu titik balik dirinya mengubah penampilan yakni karena ia pernah patah hati.

Hal itu dialami Aurel kala dirinya masih duduk di bangku SMA.

“Waktu dulu aku SMA, jelek banget ya Allah. Hidung aku nggak ada, dagu aku juga nggak ada. Terus satu layar itu pipi semua,” ungkap Aurel seraya menampilkan foto dirinya yang dulu.

“Waktu itu aku punya pacar, sampai akhirnya aku disakitin terus (akhirnya) aku diet,” ungkap Aurel.

Perubahan penampilan juga dilakukan Aurel karena dirinya melihat teman-teman sekolahnya dulu.

“Aku sempet pindah sekolah ke Bakti Mulya, di situ aku lihat juga temen-temenku pada cantik,” kisahnya.

Aurel mengaku dirinya tak percaya diri dengan penampilannya yang dulu. Ia mengatakan pernah gendut seperti layaknya wanita yang sedang mengandung. “

Dulu aku badannya kayak orang hamil, bener,” tukas Aurel.

Kecantikan Dian Sastro Tak Luntur Saat Foto Bareng Yoona ‘SNSD’

0

BOGORDAILY – Dian Sastroposting foto bareng dengan Yoona ‘SNSD’. Hal tersebut diketahui lewat Instagram miliknya.

“With @yoona__lim,” tulis Dian Sastro dalam Instagram miliknya.

Seketika hal tersebut membuat netter heboh. Banyak yang mengatakan Dian Sastro tidak kalah cantik dengan Yoona.

“Tetep cantikan Dian sastro,” urai akun kur***.

“Masih cantikan dian sastro lah,” lanjut akun wiz***.

“Wawww kecantikan endonesah,” jelas akun fris***.

Hingga saat ini postingan tersebut sudah disukai 69,563 netter.

Menjadi Terkenal Tak Bikin Andmesh Bahagia Seutuhnya

0

BOGORDAILY – Kini siapa yang nggak kenal dengan penyanyi Andmesh? ‘Cinta Luar Biasa’ menjadi pembuka namanya di dunia tarik suara. Ternyata, menjadi terkenal dan banyak digemari orang tak seutuhnya membuat Andmesh bahagia. Lo kenapa?

Andmesh ternyata kini menjadi yatim piatu. Hal tersebut dikatakannya dalam acara ‘Nebeng Boy’.

“Iya ibu aku akhir 2018 dan kakak itu awal 2018 pergi selamanya. Rasanya gimana gitu,” jelas Andmesh.

Iya merasa apa yang dirasakan sekarang tidak bisa dirasakan kedua orang tuanya.

“Kalau bapak sudah pergi lebih dulu ya. Kayaknya, kalau dulu cuma makan singkong doang tapi ada mereka beda dengan sekarang yang mau makan di mana ajah tapi mereka nggak ada itu beda,” bebernya lagi.

“Ya kalau boleh pilih makan singkong aja tapi ada mereka,” sambungnya lagi.

Kini, Andmesh tinggal bersama kakak dan adiknya. Ia pun menjadi tulang punggung bagi kakak dan adiknya itu.

“Aku sekarang bisa merasakan jadi orang tua itu gimana,” bebernya.

Ternyata Ada 274 Terpidana Belum Dieksekusi, Jokowi Bicara Soal Hukuman Mati

0

BOGORDAILY – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan hukuman mati bisa diterapkan kepada pelaku kasus korupsi asal dikehendaki masyarakat. Di sisi lain, 274 terpidana yang telah dijatuhi hukuman mati tapi belum dieksekusi Jokowi.

“Kalau masyarakat berkehendak seperti itu dalam rancangan UU Pidana Tipikor (hukuman mati) itu dimasukkan. Tapi sekali lagi juga termasuk yang ada di legislatif,” kata Jokowi di SMKN 57, Jakarta, pada Senin 9 Desember 2019.

Ujung hukuman mati adalah eksekusi mati. Di mana saat ini terdapat 274 terpidana yang mengantongi hukuman mati tapi belum dieksekusi.

“Kita mempunyai sebanyak 274 terpidana mati di seluruh Indonesia,” kata Kasubdit Pembinaan Kepribadian Ditjen PAS, Zainal Arifin pada Oktober 2019 lalu.

274 Orang itu divonis pidana mati berbagai kasus, yakni 68 pembunuhan, 90 narkotika, 8 perampokan, 1 terorisme, 1 pencurian, 1 kesusilaan, dan 105 pidana lainnya.

Dari 274 orang itu, 26 di antaranya menghuni LP di Jakarta. Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM DKI Jakarta Andika Dwi Prasetya mengatakan dari jumlah itu, mayoritas kasus narkoba.

“Di Jakarta saudara yang dihukum mati ada 26 orang. 23 Orang ada di LP Cipinang dan 3 orang ada di LP Khusus Narkotika Cipinang,” kata Andika.

Hukuman mati terakhir dilakukan kepada 4 terpidana mati pada Jumat 29 Juli 2016 dini hari. Mereka adalah Freddy Budiman, Michael Titus Igweh (Nigeria), Humprey Ejike (Nigeria), dan Gajetan Acena Seck Osmane (Afrika Selatan). 10 Terpidana yang sudah dibawa ke ruang isolasi, tiba-tiba urung dieksekusi mati.

Di tahun yang sama, Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengeksekusi mati 20 terpidana dari berbagai kasus kejahatan di sepanjang 2016. Terakhir, eksekusi mati dilaksanakan kepada Ronald Smith yang melakukan pembunuhan 2004.

PASI Puas dengan Perolehan Medali Atletik di Ajang SEA Games 2019

0

BOGORDAILY – Pengurus Besar Persatuan Atletik Indonesia (PB PASI) mengapresiasi hasil lima medali emas di SEA Games 2019. PASI puas karena target awal berhasil dipenuhi.

Sebanyak 35 atlet putra dan putri Indonesia diberangkatkan ke Filipina. Meski tak ada nama Lalu Muhammad Zohri, atletik Indonesia percaya diri bisa meraih medali emas.

Benar saja, sampai hari terakhir perlombaan digelar Selasa (10/12/2019), atletik masih menyumbangkan sejumlah medali. Di antaranya dari Eki Febri Ekawati yang meraih perak di tolak peluru dan Atjong Dwi Purwanto di nomor 3.000 meter halang rintang putra yang meraih medali perunggu.

Sebelumnya, atletik sudah lebih dulu mengemas lima medali emas dari nomor lompat jauh putra dan putri yakni Sapwaturrahman serta Maria Natalia Londa, lari gawang 100 meter putri Emilia Nova, Agus Prayogo di nomor maraton, dan Hendro Yap di nomor jalan cepat 20 kilometer. Total perolehan medali skuat Merah Putih di cabang atletika lima emas, enam perak, dan lima perunggu.

Jika dibandingkan dengan hasil dua tahun lalu, jumlah medali emas yang ditorehkan sama yakni lima emas. Hanya komposisi atletnya yang berubah. Dua peluang emas yang harusnya bisa dipertahankan Eki dan Atjong gagal dieksekusi dengan baik.

Di sisi lain, Emilia dan Sapwaturrahman menunjukkan taringnya di level Asia Tenggara setelah edisi SEA Games Malaysia 2017 hanya mampu meraih medali emas.

“Kalau dalam arti sesuai dengan kekuatan kita saya puas, tapi dibandingkan dengan negara lain, ya kami belum puas. Begitu pun soal target sudah pas, enggak lebih dan tak kurang,” kata Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor Tanjung ketika ditemui di Stadion Atleltik, New Clark City, Clark, Selasa (10/12/2019).

Indonesia sejatinya masih bisa menambah pundi emasnya lewat juara bertahan Atjong dan Eki di hari terakhir pelaksanaan event. Namun, Atjong melakoni perlombaan dalam kondisi tidak sip karena cedera kaki kiri. Sementara, Eki disebut-sebut terkejut karena lawan dalam kondisi top perfoma.

“Ya, memang kadang-kadang hal yang tak terduga bisa terjadi. Atletik kan cabang olahraga terukur. Atjong Tio misalnya, sekalipun dia juara bertahan tapi dalam kondisi tak prima enggak akan juara,” dia menjelaskan.

“Waktu Kejuaraan Asia di Doha tak bisa bertanding karena cedera. Ya, cedera itu bagian dari game yang harus dihindari. Tapi jika tak bisa perlu dirawat secara serius dan ini perlu kerja sama dari atletnya juga,” katanya.

“Begitu pun Eki Febri. Thailand yang menjadi lawanya ini sebenarnya masih lebih baik Eki personal bestnya. Cuma dua tahun lalu dia juga tak top perfoma, sementara Eki bisa mencuri di tolakan awal dan tinggi lemparannya. Sekarang, Thailand ini top perfoma.”

“Jadi evaluasi hasil akhir ini ya kami mesti banyak melakukan strategi-strategi baru. Sebenarnya distribusi medali sudah merata dan tak lagi didominasi Thailand seperti dulu, tapi Vietnam dan Filipina juga sudah mulai baik, menyamai Thailand. Justru kita dengan Malaysia yang agak tertinggal, enggak sampai dua digit medali emasnya tapi memang perlu diperbaiki,” lanjut dia.

KPK Mengusulkan Presiden Jokowi dan DPR Buat UU Larangan Eks Koruptor Maju Pilkada

BOGORDAILY – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo dan DPR RI untuk membuat undang-undang terkait polemik tidak dimasukkannya aturan larangan mantan terpidana perkara korupsi maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada).

“Mestinya Presiden bersama DPR serius melihat ini. Jadi, kalau memang serius membatasi terpidana kasus korupsi menjadi calon kepala daerah maka mestinya Presiden dan DPR yang harus membuat undang-undangnya membatasi tersebut,” ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Selasa.

Ia menyatakan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui paraturan KPU sebenarnya sudah berupaya untuk membatasi hak mantan terpidana korupsi itu menjadi kepala daerah.

“Tetapi kemudian dibatalkan di Mahkamah Agung dan salah satu pertimbangan saya kira pada saat itu adalah karena soal pembatasan terkait dengan Hak Asasi Manusia,” ujar Febri.

Oleh karena itu, kata dia, jika ingin menciptakan Pilkada yang lebih berintegritas maka “bola”-nya saat ini ada di tangan Presiden dan DPR RI apakah dapat membatasi mantan terpidana korupsi maju Pilkada.

“Jadi, bisa dikatakan “bola”-nya ada di tangan Presiden dan DPR sebenarnya kalau kita bicara soal bagaimana merumuskan Pilkada yang lebih berintegritas dengan misalnya membatasi calon terkait narapaidana kasus korupsi,” ujar dia.

Di sisi lain, kata Febri, KPK juga semaksimal mungkin berupaya menjalankan kewenangan sebagai lembaga penegak hukum untuk menuntut pencabutan hak politik kepada setiap kepala daerah yang terlibat korupsi.

“Kalau ada kepala daerah yang terlibat dalam kasus korupsi maka kami juga menuntut pencabutan hak poltik misalnya lima tahun setelah putusannya selesai dilaksanakan sehingga harapannya publik bisa lebih “terbebaskan” untuk beban memilih para terpidana kasus korupsi selama jangka waktu tertentu tetapi domain kewenagan penindakan KPK tentu hanya sebatas itu,” tuturnya.

Sebelumnya, KPU membuat PKPU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas PKPU No. 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

KPU hanya mengatur larangan bagi dua mantan terpidana ikut dalam pilkada, yaitu bukan mantan terpidana bandar narkoba dan bukan mantan terpidana kejahatan seksual terhadap anak, yang tertuang dalam pasal 4 ayat H.

KPU menambahkan satu pasal dalam PKPU yang mengimbau partai politik untuk mengutamakan bukan mantan terpidana korupsi, dan aturan ini dituangkan dalam pasal 3A ayat 3 dan 4.

Pasal 3A ayat 3 disebutkan bahwa “Dalam seleksi bakal calon gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan/atau wali kota dan wakil wali kota secara demokratis dan terbuka sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mengutamakan bukan mantan terpidana korupsi.

Lalu dalam pasal 3A ayat 4 disebutkan bahwa bakal calon perseorangan yang dapat mendaftar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan/atau wali kota dan wakil wali kota diutamakan bukan mantan terpidana korupsi.

Ini 7 Fakta Kekalahan Timnas di Final SEA Games 2019

0

BOGORDAILY – Timnas Indonesia U-22 takluk dari Vietnam di laga final sepakbola putra SEA Games 2019 di Filipina. Berikut data dan fakta pertandingannya.

Laga final antara Indonesia vs Vietnam digelar di Stadion Rizal Memorial, Manila, Selasa (10/12/2019). Garuda Muda tertinggal dulu di babak pertama lewat sundulan Doan Van Hau.

Setelah turun minum, Egy Maulana Vikri dkk justru kebobolan dua gol lewat sepakan Do Hung Dung dan gol kedua Doan Van Hau. Laga tuntas dengan kemenangan Vietnam 3-0.

Baca juga: Digasak Vietnam, Indonesia Perpanjang Puasa Emas SEA Games

Kekalahan tersebut membuat asa Indonesia untuk menyudahi gelar medali emas SEA Games sejak 1991 harus pupus. Garuda Muda harus puas membawa pulang medali perak ke Tanah Air.

Berikut data dan fakta kekalahan timnas di final SEA Games 2019:

– Indonesia melepaskan enam kali percobaan tendangan dengan lima di antaranya tepat ke arah gawang. Meski demikian, tidak ada gol yang diciptakan.

– Vietnam melakukan lima kali percobaan tendangan dengan empat di antaranya tepat sasaran, serta membuahkan tiga gol.

– Untuk pertama kalinya sepanjang SEA Games 2019, Indonesia gagal mencetak gol.

– Ini menjadi kekalahan terbesar Indonesia pada final SEA Games sepanjang sejarah.

– Vietnam menjadi satu-satunya tim yang gagal ditaklukkan Indonesia selama SEA Games 2019, dua kali pertemuan Garuda Muda selalu kalah.

– Indonesia adalah satu-satunya negara yang dibobol gawangnya oleh Doan Van Hau di SEA Games 2019. Ia bahkan langsung mencetak dua gol pada babak final.

– Raihan medali emas ini menjadi yang pertama buat Vietnam sejak negeri sosialis itu bersatu. Sebelumnya, mereka pernah meraih juara pada 1959 dengan nama Vietnam Selatan.