Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 8637

Calon Bos BUMD Pertambangan Besok Ikuti Tes. Ini Dia Kandidatnya….

BOGORDAILY- Sejumlah nama calon direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE) sudah mulai bermunculan.  Seperti diketahui, perusahaan pelat merah milik Pemerintah Kabupaten Bogor itu saat ini tengah menjaring calon direksi pasca dipecatnya direksi lama oleh Bupati Bogor Ade Yasin.

Ketua Serikat Pekerja Karyawan PT. PPE Hidayatul Mustafid membeberkan, ada tiga nama yang sudah menyerahkan berkas pendaftaran ke Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Bogor. Ketiga nama tesebut adalah Ahmad Madroji, Amrullah Zaili dan Didi Furqon.

“Menurut informasi, besok Kamis 27 November tiga nama itu akan mengikuti tes,” katanya kepada bogordaily.net, Rabu (26/11/2019).

Menurut Mustafid, pihaknya mendukung langkah Pelaksana Tugas (PLT) Direktur PT. PPE, Azzahir,  yang telah membentuk panitia seleksi (Pansel) calon direksi PT PPE. Sehingga diharapkan direksi yang terpilih bisa segera menjabat di perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan energi ini.

“Kami para karyawan memberi dukungan moril kepada Plt direktur yang telah membentuk Pansel direksi,” kata Hidayatul Mustafid.

Mustafid berharap, direksi PT. PPE yang akan terpilih harus segera melakukan berbagai perubahan dan terobosan. Yaitu harus segera mengevaluasi segala bentuk perjanjian kerjasama yang dibuat oleh direktur lama. Selain itu, permasalahan penggajian karyawan PT. PPE yang belum tuntas harus menjadi skala prioritas untuk direksi baru.

“Karena saat ini, seluruh karyawan PT. PPE yang berjumlah sekitar 156 orang itu diliburkan dan sudah beberapa bulan belum mendapat upah dari perusahaan,” ungkap Mustafid.

Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini menambahkan, tak kalah pentingnya yang harus dilakukan direksi yang baru adalah segera membuat tim kajian untuk menyehatkan kembali PT PPE. Selain itu, direksi baru juga harus mencari investor.  “Direksi terpilih harus mencari investor yang mau bekerjasama dengan PT. PPE,” tuturnya.

Mustafid optimis apabila manajemen PT. PPE dikelola dengan baik dan benar, maka perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Bogor ini akan tumbuh dan berkembang. “Prospek PT. PPE akan bagus bila ada komunikasi yang baik antara karyawan, pemegang saham, eksekutif maupun legislatif,” pungkasnya. (Nanang Hidayat)

Sejak 1700-an Bahasa Indonesia sudah Masuk ke Benua Australia

0

BOGORDAILY – Meski Australia tidak memiliki bahasa resmi nasional, tapi Bahasa Inggris menjadi bahasa yang digunakan sejak kedatangan penjelajah asal Eropa. Padahal bahasa Melayu asal Indonesia justru tercatat sebagai bahasa asing pertama yang masuk dan dipelajari di benua Australia.

Bahasa ini pertama kali diperkenalkan kepada suku asli yang tinggal di Australia Utara pada tahun 1700-an, saat nelayan dari Makassar datang untuk menjalin hubungan dagang.

“Suku Yolngu adalah orang pertama di benua Australia yang menggunakan bahasa asing dengan belajar bahasa Makassar dan bahasa Melayu dari Indonesia,” ujar Dr Paul Thomas peneliti dari Monash University di Melbourne.

Awal November lalu, PM Scott Morrison telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Bangkok, Thailand dan Presiden Jokowi telah berjanji segera meratifikasi perjanjian perdagangan bebas kedua negara.

Menurut Dr Paul jika nantinya perdagangan bebas ini diterapkan maka akan membantu bagi minat belajar bahasa Indonesia di Australia.

“Tapi jika warga Australia masih tidak berminat dengan budayanya, maka masa depan [bahasa Indonesia di Australia] tidak begitu bagus.”

Buku tersebut juga ditulis oleh beberapa peneliti lainnya yang membahas aspek-aspek terkait pengajaran dan penggunaan bahasa Indonesia di Australia, termasuk pengalaman sejumlah guru bahasa Indonesia. Diantara penulis adalah Charles A. Coppel, Julia Read, David Reeve, David T. Hill, Jan Lingard, Stuart Robson, Ron Witton, Lesley Harbon, Keith Foulcher, Barbara Hetley, Lindy Norris. Penulis asal Indonesia seperti Dwi Noverini Djenar, Hendrarto Darudoyo, dan Firdaus juga ikut menyumbangkan pemikirannya.

Mengutup dari laman wikipedia, Istilah bahasa Melayu (Jawi: بهاس ملايو) mencakup sejumlah bahasa yang saling bermiripan yang dituturkan di wilayah Nusantara dan di Semenanjung Melayu. Sebagai bahasa yang luas pemakaiannya, bahasa ini menjadi bahasa resmi di Brunei, Indonesia (sebagai bahasa Indonesia), dan Malaysia (juga dikenal sebagai bahasa Malaysia); bahasa nasional Singapura; dan menjadi bahasa kerja di Timor Leste (sebagai bahasa Indonesia). Bahasa Melayu merupakan lingua franca dalam kegiatan perdagangan dan keagamaan di Nusantara sejak abad ke-7.[1] Migrasi kemudian juga turut memperluas pemakaiannya. Selain di negara yang disebut sebelumnya, bahasa Melayu dituturkan pula di Afrika Selatan, Sri Lanka, Thailand Selatan, Filipina selatan, Myanmar selatan, sebagian kecil Kamboja, hingga Papua Nugini. Bahasa ini juga dituturkan oleh penduduk Pulau Natal dan Kepulauan Cocos, yang menjadi bagian Australia.

SUMBER: Detik.com

Wow….PDIP Bolehkan LGBT Jadi CPNS

BOGORDAILY- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto turut merespons pihak Kejaksaan Agung yang tengah menjaring Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Salah satu syarat yang ditetapkan Kejagung adalah tidak ada kelainan orientasi seks dan kelainan perilaku (transgender) atau LGBT.

“Konstitusi kita mengatur setiap warga negara sehingga tidak ada pembedaan dari setiap warna negara itu. Karena konstitusi telah merumuskan hal-hal yang fundamental dan kita punya Pancasila,” kata Hasto di Purwakarta, Jawa Barat, seperti dilansir merdeka.com, Sabtu (23/11).

Dia menuturkan, sila ketiga Pancasila yakni persatuan Indonesia mengandung elemen pokok kebangsaan. Dalam kebangsaan Indonesia itu bermakna setiap warga negara Indonesia memiliki kedudukan dan tanggung jawab sama dalam menjalankan kedudukan tersebut.

“Maka mari kita tidak boleh mengkotak-kotakan atas berdasarkan berbagai pembeda dan hal yang menciptakan diskriminasi,” ucap Hasto.

Hasto menegaskan, ukuran masuk menjadi pegawai negeri sipil adalah profesionalitas, kompetensi, komitmen, integritas serta bagaimana komitmen teguh menjalankan Pancasila tersebut.

“Konstitusi telah mengatur dan kita punya MK yang menegaskan bahwa penjabaran dari sila ketiga Pancasila itu bersifat wajib, tidak boleh ada perbedaan WN atas dasar suku, agama, status sosial, jenis kelamin dan sebagainya,” tandasnya.

Kejaksaan Agung tengah menjaring Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang ingin berkarier menjadi penegak hukum. Dikutip dari laman rekrutmen.kejaksaan.go.id, tertulis pelamar tidak buta warna, baik parsial maupun total; tidak cacat fisik; dan tidak cacat mental, termasuk kelainan orientasi seks dan kelainan perilaku (transgender) atau LGBT. (bdn)

Lagi, Anya Geraldine Posting Foto Aduhay, Netizen Gaduh…

0

BOGORDAILY- Artis Anya Geraldine kembali pamer body aduhay-nya. Seolah dia mengajak fantasi para pengikutnya di instagram miliknya @anyageraldine. Dia mengajak para followersnya untuk ikut memikirkan jika ia sedang dilanda rindu.

@anyageraldine: Apa yang kamu lakuin kalo kamu lagi rindu?

Tak lupa Anya pun memposting beberapa foto dirinya yang menggoda. Salah satunya terfokus pada belahan dada dan jari yang menempel di bibir.

Tak pelak, mendapat pertanyaan itu netizen pun dibuat gaduh.

@adhitsixx: Anyaa, aku pengen ngerebut kamu dari pacarmu, tapi aku cuman punya honda supra125

@ziggys_store: Otw krmh km nih

@acutttttttttt: Baru juga mau ke masjid:”( astagfirullah🙈

@farhannfl_: Aku biasanya ke kamar mandi

@robbyradisa: Kenapa masih rindu?bukan nya kita tiap hari ketemu sayang?

Berikut beberapa foto yang baru saja di posting Anya Geraldine:

(ay)

 

Gerakan Nikah

0

Setelah menikah Khasbi Fakih langsung mendirikan Nikah Institute. Bersama istrinya: Nurul Hidayati.

Caranya pun sangat sederhana –untuk ukuran era digital. Hanya dengan senjata WhatsApp (WA). Itulah bisnis pengantin baru asal Pekalongan itu. Sampai sekarang.

Umur perkawinan mereka baru dua tahun. Segitu juga umur Nikah Institute. Alumninya sudah 1.300 orang.

Begitu banyak orang ingin menikah. Mereka itulah konsumen Nikah Institute. Mereka bisa mendapat bekal ilmu untuk menikah di situ. Mereka juga bisa bertanya apa saja mengenai pernikahan.

Nikah Institute lantas membuka kelas: di WA pula. Bentuknya WA Group. Biayanya Rp 275.000. Bisa dibayar dua kali.

Pertama dibuka peserta didiknya 98 orang. Mayoritas wanita. Sekitar 70 persen.

Meski di WA yang maya kelasnya dipisah. Wanita di kelas tersendiri. Laki-laki terpisah.

Nikah Institute punya lima orang guru. Mata pelajarannya fikih nikah, fikih ibadah, datang bulan, nikah-cerai-iddah, tata ara mencari istri/suami, finansial, smart preneur, dan kamasutra.

Ada pelajaran kamasutra?

“Benar,” ujar Khasbi, yang kini berumur 27 tahun. “Bahan-bahannya dari kitab pondok yang muktabaroh,” tambah Khasbi.

Di pondok pesantren memang dipelajari juga ilmu kamasutra. Sebagai bagian pelajaran di sekitar pernikahan. Untuk level santri yang sudah tinggi.

Kitab-kitab gundul di bidang itu misalnya Fathul Izar dan Qurotul Uyun.

Kurikulum di Nikah Institute juga sederhana. Pada hari pertama sang guru memberikan pelajaran. Dalam bentuk ceramah di voice note. Suara sang guru bisa diklik di WA Group. Selama satu jam.

Hari kedua adalah tanya jawab. Dibatasi 30 pertanyaan.

Sebelum jam 12 siang kuota itu biasanya sudah penuh. Saatnya guru memberikan jawaban. Lewat teks. Bukan suara. Seperti membalas WA.

Seluruh kelas di grup itu bisa membaca pertanyaan siapa pun. Juga bisa membaca jawaban dari guru.

Hari ketiga ceramah lagi. Dari guru lain. Untuk mata pelajaran lain. Hari berikutnya tanya jawab lagi. Selang-seling hari. Ceramah dan tanya jawab.

Begitulah seterusnya. Selama satu bulan.

Habis itu Anda pun sudah siap menikah.

Bunyi pertanyaan umumnya yang praktis-praktis seperti ini: bolehkah pihak wanita mengajukan permintaan atas nilai dan jenis mahar (mas kawin).

Jawab sang guru tidak sekedar boleh atau tidak. “Permintaan seperti itu tidak lazim. Juga kurang baik. Bisa menimbulkan kesan kok belum-belum sudah mata duitan,” jawab sang guru. “Tapi, itu boleh saja,” jawab sang guru.

Ada juga pertanyaan unik: janda kawin dengan duda. Masing-masing membawa anak. Anak mereka saling jatuh cinta. Bolehkah mereka kawin?

Jawabnya: boleh. Anak-anak itu tidak memiliki hubungan darah. Bukan muhrim. Tidak saling membatalkan.

Khasbi lulusan pondok pesantren Ploso, Kediri. Ia lahir di Lebak Siu dekat Slawi, selatan Tegal, Jateng. Itulah desa yang terkenal di seluruh Indonesia. Kalau ada orang jual martabak LBS tanyalah dari mana mereka.

Tamat SD Khasbi langsung dikirim ke Ploso –mengikuti jejak anak-anak lain di desa itu.

Sampai umur 20 tahun Khasbi belum punya ponsel. Di pondok Ploso santri tidak boleh memegang ponsel.

Ia bisa mematikan keinginannya memiliki ponsel. Seperti juga mematikan keinginan mencintai sepak bola.

Awalnya ia ingin sekali nonton Liga Italia. Yang lagi top kala itu. “Saya harus mematikan keinginan nonton bola itu,” katanya.

Pun Khasbi bisa mematikan keinginan untuk pacaran.

Dengan istrinya ini pun Khasbi tidak melewati masa pacaran. Bisa dibilang ketemu langsung kawin.

Pertemuan itu terjadi di Seoul, Korea Selatan. Nurul Hidayati lagi kuliah di sana. Tingkat S3. Calon doktor. Bidang nanotechnology.

Nurul memang sarjana biologi. Dari Unair. Lalu meraih master bidang microbiology. Lantas kerja di STIKES Malang.

STIKES-lah yang mengirimnyi ke Korea.

Di Seoul Nurul menjadi Ketua Fatayat NU (organisasi pemudi Nahdlatul Ulama) cabang Korea Selatan.

Khasbi adalah Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (PP Lakpesdam NU)

Fatayat Korea mengundang Lakpesdam. Untuk acara keagamaan di Korsel. Yang ditugaskan ke sana adalah Khasbi.

Di Seoul itu pula mereka memutuskan: kawin.

Saat Khasbi pulang, Nurul langsung menyusul pulang. Kuliah S3-nyi diistirahatkan dulu.

Sampai sekarang Nurul belum balik ke Korea. Terlibat usaha Nikah Institute suaminya.

Mereka juga berencana meningkatkan usaha itu. Lagi berpikir untuk tidak hanya menggunakan voice note di WA.

Dari mana Khasbi mendapat ide bisnisnya itu?

“Dari instagram,” katanya.

Tahun itu Khasbi menemukan instagram yang menggelisahkan hatinya. Yakni adanya kampanye besar “Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran”.

“Follower instagram itu lebih dari satu juta anak muda,” ujar Khasbi.

Gerakan itu tidak sebatas di instagram. Juga dilanjutkan dengan pembentukan komunitas “Langsung Kawin”. Di seluruh Indonesia.

Khasbi khawatir para remaja itu akan kekurangan bekal dalam menikah. Gerakan itu sekaligus membuat kecenderungan menikah muda.

Khasbi pun ingin membekali mereka dengan ilmu nikah. Termasuk ilmu mencari istri yang benar. Yang sesuai dengan kaidah agama.

Maka jadilah Nikah Institute.

Jadilah bisnis itu. (Dahlan Iskan)

Awas, Jangan Percaya dengan Kotak Amal ‘ Manusia Silver’

BOGORDAILY – Banyak cara yang dilakukan oleh segelintir orang untuk mendapatkan perhatian dan uang dengan cara singkat di jalan. Salah satu caranya yakni melumuri sekujur tubuh dengan cat berwarna silver atau yang lebih dikenal disebut manusia silver.

Mungkin bagi pengguna jalan khususnya di Kota Bogor sesekali melihat manusia itu di persimpangan jalan. Mereka kerap terlihat meminta belas kasih pengendara sambil membawa kotak kardus yang bertuliskan sumbangan untuk anak yatim.

Namun nyatanya, sumbangan untuk anak yatim yang tertulis di kardus manusia silver itu adalah bohong. Hal itu hanya dimanfaatkan mereka untuk mencari perhatian dan uang secara singkat di jalanan.

“Bohong itu. Udah pernah saya amankan,” Kepala Bidang Trantibum Linmas Satpol PP Kota Bogor Sahib Khan, saat dihubungi Okezone, Jumat (22/11/2019).

Dengan berkedok sumbangan anak yatim, lanjut Sahib, manusia silver di jalan bisa mendapatkan uang minimal Rp 300 ribu perharinya. Modal uang yang dikeluarkan mereka untuk mengecat sekujur tubuh juga cukup besar sekitar Rp 150 ribu sekali beraksi.

“Mereka itu untuk ngecat silver-silver badannya modal cat dan sebagainya bisa sekitar Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu itu, gede juga modalnya sekali pakai. Yang kita pernah tanya mereka rata-rata kalau ramai dapat sehari sekitar Rp 300 ribu,” beber Sahib.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah manusia silver di Kota Bogor. Namun, Sahib memastikan saat ini jumlah mereka terus berkurang.

“Kalau jumlah ya tidak tahu pasti ada berapa. Tapi setahu saya mereka sudah jarang, biasanya kan suka ada tuh di depan Terminal Baranangsiang, sekarang sudah tidak ada gak tahu kemana,” ungkapnya.

Okezone.com

H Supono: Stop Kirim TKI/TKW tanpa Keahlian

BOGORDAILY – Anggota Bapemperda DPRD Prov Jawa Barat H Supono dalam rapat bersama OPD yang mengusulkan Raperda untuk Properda 2020 pada Jumat ( 22/11/ 2019 ) di ruang Pansus dengan Dinas Tenaga Kerja Probinsi Jawa Barat, mendorong agar segera diwujudkan Perda yang melindungi Tenaga Migran alias TKI dan TKW yg mau dikirim ke luar negeri.

Supono menegaskan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

“Pertama, lembaga pengirim tenaga kerja perlu adanya legalisasi yang terstandarisasi dan memudahkan adanya pengawasan,” ujarnya.

Baca Juga :

Kedua, jangan mengirim tenaga kerja yang unskilll tapi harus punya skilll khusus dan Dinas Tenaga Keeja melalui BLK yang melakukan pelatihan terhadap calon TKI yang akan dikirim dan diberikan Sertifikasi Kopentensi sesui dengan keahlian yang dibutuhkan.

“Ketiga dalam kontrak kerja harus jelas standar gaji, asuransi, akomodasi dan yang lainnya berkaitan dengan keamanan dan kepastian hukum dan perlindungan yang optimal,” tegasnya. (bdn)

Supono Apresiasi Terpilihnya Waketum DPP PAN sebagai Anggota PEFC

0

BOGORDAILY- Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN, yang juga ekonom senior Dradjad Wibowo  terpilih secara aklamasi menjadi anggota Dewan atau Board dari Programme for the Endorsement of Forest Certification (PEFC).

Dradjad terpilih dalam pemilihan yang diselenggarakan di  Benteng Marienberg, Würzburg, Jerman, Rabu pagi (13/11/2019). Menyikapi prestasi tersebut, anggota DPRD Jabar H Supono sangat memberikan apresiasi.

“Yang saya pahami PEFC adalah badan yang memberikan sertifikasi hutan dan produk kehutanan. Maka saudaraku Drajat Wibowo adalah orang yang tepat karena pemahamannya yang luas tentang ekonomi,” ungkap politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu saat dihubungi.

Supono melanjutkan, bahwa hutan yang ada di Indonesia bisa dioptimalisasi dengan nilai tambah ekonomi. Namun tetap harus mempertahankan kelestarian dan menghentikan pengrusakan hutan.

Lebih jauh anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat ini menegaskan, sertifikasi hutan oleh PEFC itu nantinya alkan dapat dijadikan standar oleh legislatif di pusat maupun daerah.

“Di sini kita akan nilai pemangku kepentingan. Bahwa hutan dijaga kelestariannya atau tidak. Dapat merevitalisasi hutan-hutan yang rusak atau tidak dan tentunya apakah dapat mengembalikan fungsi-fungsi dasar dari hutan sebagai amanah dan anugerah dali Allah SWT,” pungkasnya.

Sementara itu ekonom senior Dradjad Wibowo usai terpilih menjadi anggota dewan PEFC menegaskan, ia bersedia dipilih karena untuk memperkuat posisi lobi Indonesia di dalam organisasi yang beranggotakan 52 negara tersebut.

Menurut Dradjad yang kini menjabat sebagai Ketua Umum IFCC (Indonesian Forestry Certification Cooperation), anggota organisasi itu terdiri dari  puluhan perusahaan serta organisasi dunia, dan IFCC merupakan wakil Indonesia untuk PEFC.

Dradjad menjelaskan, sertifikat IFCC/PEFC terbukti sangat membantu pelaku hutan tanaman industri (HTI) dan olahannya, terutama kertas dan bubur kertas.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan, bahwa sekarang organisasi dunia tersebut telah mengakui kalau HTI Indonesia dikelola secara lestari.

“Apalagi, saat puncak kebakaran hutan pada 2019. Dari konsesi HTI seluas empat juta hektare yang bersertifikat, hanya 2-3 persen saja yang terbakar.  Itu pun sebagian adalah areal yang dipakai pihak lain,” katanya dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (14/11/2019).

Sekedar informasi, PEFC merupakan skema sertifikasi hutan terbesar di dunia. Per Maret 2019 terdapat 311 juta hektare hutan yang bersertifikat PEFC dan melibatkan lebih dari 750 ribu pemilik hutan. Sedangkan, di sektor hilirnya, terdapat lebih dari 11500 perusahaan yang memakai sertifikat PEFC termasuk raksasa dunia seperti Walmart, Tesco, Zara dan sebagainya.

Kertas dan bubur kertas Indonesia sempat diboikot pembeli dunia sejak 2008/2009. Akan tetapi setelah bersertifikat, nilai ekspornya naik US$1 miliar lebih pada tahun 2017.

“Hutan lestari itu perlu komitmen dan kerja yang luar biasa dari pelaku kehutanan Indonesia. Kita sempat dicap ‘penyakitan’ dan ‘harus dijauhi”. Tapi, sekarang pelaku hutan lestari dunia mengakui kita,” kata Dradjad.

Dradjad berharap lebih banyak lagi pelaku sektor hilir Indonesia yang terlibat dalam hutan lestari. Baik dari industri, jasa, perbankan, ritel hingga disainer fesyen dan konsumen.

“Saat ini banyak pihak yang belum terlibat dalam hutan lestari. Padahal, hutan lestari bermanfaat bukan hanya bagi ekspor atau lapangan kerja saja. Tapi juga bagi nama baik Indonesia, dan masa depan anak-cucu. Itu salah satu alasan saya menjadi Dewan PEFC,” kata Dradjad. (gib)

Publikasi Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor

1

PROFIL

Mengusung visi misi meningkatkan kualitas Sum­ber Daya Mansuia (SDM) daerah, dengan me­lalui pengembangan akademik dan program akselerasi layanan pendidikan. Dinas Pendidikan Kabupaten Bo­gor menghadirkan serangkaian program pembinaan yang terdiri dari penguatan tenaga pendidik dan kependidikan, kelembagaan, sarana dan prasarana, hingga kompetensi output pelajar.

Hal tersebut didiukung dengan adanya program Bupati Bogor yakni, lima Pancakarsa yang terdiri dari Bogor Cerdas, Bogor Maju, Bogor Sehat, Bogor Membangun, dan Bogor Berkeadaban. Dengan adan­ya program tersebut, di tahun 2019 Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor sudah melakuan berbagai kegiatan yang berkaitan pada Program Pancakarsa.

Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor memiliki tugas pokok membantu Bupati dalam melaksanakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan dan tugas pemban­tuan, hal itu tertuang dalam Peraturan Bupati Bogor Nomor 45 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Pendidikan. Adapun fungsi Dinas Pendidikan seb­agaimana perbub tersebut yakni :

1.perumusan kebijakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan;

2.pelaksanaan kebijakan urusan pemerintahan di bi­dang pendidikan;

3.pelaksanaan evaluasi dan pelaporan urusan pemerin­tahan di bidang pendidikan

  1. pelaksanaan administrasi dinas;

5.pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati sesuai bidang tugasnya.

Dalam perbup di atas, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor di pimpin oleh seorang kepala dinas dengan di bantu oleh 5 (lima) orang pejabat eselon 3, yaitu:

  1. a) satu orang sekretaris, dibantu oleh tiga orang kepala sub bagian.
  2. b) empat orang kepala bidang, masing-masing kepala bidang di bantu oleh tiga orang kepala seksi.

Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 4 Ta­hun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 5 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Adapun rumu­san visi dalam perda tersebut adalah Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten Termaju di Indonesia. Untuk men­capai visi tersebut, maka pemerintah Kabupaten Bogor menetapkan lima Pancakarsa, dan tiga satu dari lima misi tersebut yakni, Bogor Cerdas, Bogor Berkeadaban, dan Bogor Membangun. Dimana program tersebut dijalank­an Dinas Pendidikan sebagai penguatan layanan edukasi yang menyeluruh, efektif, dan berkualitas bagi masyara­kat daerah.

PROGRAM

Sebagai bentuk optimalisasi dan mendukung program Bupati Kabupaten Bogor dalam menerapkan Panca­karsa. Dinas Pendidikan melakukan serangkaian kegiatan dalam bentuk program baik yang meliputi lima Pancakara­sa. Dengan tujuan meningkatkan kualitas layanan, serta kompetensi edukasi bagi masyarakat daerah. Adapun pro­gram yang dilakukan mulai dari pembangunan fasilitas vi­tal penunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah. Tidak sebatas pada fisik, Dinas Pendidikan juga melakukan aksel­erasi dalam penguatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) peserta didik, tenaga pendidik dan kependidikan

Dalam mendukung program Pancakarsa Bogor Membangun. Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, melakukan pengem­bangan sarana fisik untuk jenjang Seko­lah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun 2019 yang meliputi 24 je­nis kegiatan dengan total anggaran Rp. 344.907.476.588

Selain pengembangan dalam bentuk pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana. Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor juga melakukan penguatan bagi program pendidikan secara menyeluruh yang bersifat kelembagaan, akademik dan non akademik .

JUMLAH LEMBAGA

Adapun jumlah lembaga yang tercatat saat ini di Di­nas Pendidikan meliputi, jenjang Pendidikan Non Formal, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama

Dalam penerapan program Pancakarsa Bogor Berkeadaban. Dinas Pendidikan melakukan penggalakan beberapa kegiatan pembinaan yang meliputi pengembangan berkonsepkan pembiasaan kara­kter budi pekerti serta benuansa kebudayaan. Hal terebut dilaku­kan agar para peserta didik, bisa memahami nilai-nilai sosial.

Pengembangan dalam bidang kesehatan juga dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Dimana tujuannya teronsep pada penerapan Pancakarsa Bogor Sehat. Hal ini dilakukan un­tuk meningkatkan kesehatan baik bagi diri pelajar, lingkungan, hingga membenahi kesadaran akan kebersihan lingkungan.

Pemercepatan aneka inovasi dalam dunia pendidikan juga terus dilakukan Dinas Pendidikan, selain untuk mendu­kung program Pancakarsa Bogor Maju. Rangkaian program trobosan juga di­lakukan untuk peningkatakan akselerasi kualitas pen­didikan dengan harapan tercapainya visi misi Kabu­paten Bogor menjadi wilayah termaju se-Indonesia.

PRESTASI

Sebagai hasil pembinaan baik dalam bidang akademik dan non akademik. Terdapat output prestasi yang diraih para peserta didik, ataupun lem­baga . Dimana beberapa prestasi tersebut yakni :

  1. Juara I Kepala TK Berprestasi Tingkat Nasional yang diraih, Kepala TK Penabur Gunungputri, Sri Lestari.
  2. Juara I Tingkat Nasional Hantaran Pengantin yang diraih, LKP Viderista , Kecamatan Cisarua, atas nama Vivi Elviana.
  3. SMP Al-Azhar Syifa Budi Cibubur, Kecamatan Cileungsi. Memenangkan tiga katagori dalam kejuaraan Science adn Engineering Fair yang diadakan di Korea.
  4. Juara I MHQ SD tinggat Nasional, yang diraih Arifatul Ulfiyyah Alhajqiyyah murid SDN Balekambang, Kecamatan Jonggol.
  5. Dua Siswa dari SD Taruna Bangsa, Kecamatan Ba­bakan Madang dan Al Azhar 27 Cibinong, mewakili Indoensia dalam ajang Olimpiade Sains Internasional di Hanoi, Vietnam yang diraih atas nama, Muham­mad Zayyan Fairuz dan Rakha Aziztama Adinindya.

 

Manjakan Pengunjung, Mocca Cafe Promo Diskon 25 Persen

BOGORDAILY- Mocca Cafe kembali hadir dengan konsep terbarunya. Kali ini, kafe yang berlokasi di Jalan Sindangbarang Bendungan, Kota Bogor ini melakukan promo dengan menawarkan paket diskon sebesar 25 hingga 50 persen. Konsep ini diusung untuk lebih memanjakan para pengunjung setianya. Promo berlaku hingga akhir Desember 2019.

Owner Mocca Cafe Ahmad Waliyuddin mengatakan, dua bulan pasca launching pada Oktober 2019, keberadaan kafenya mulai tumbuh pesat. Mocca cafe mulai tampil sebagai kafe yang punya segmen dari berbagai kalangan. Itu dibuktikan dari antusias pengunjung yang rela waiting list demi mendapat tempat.

“Kalau weekend kita sampai kewalahan. Alhamdulillah. Pengunjung membludak dan hingga harus waiting list,” ungkap Ahmad Waliyuddin, saat ditemui baru-baru ini.

Tren perkembangan pengunjung yang terus meningkat signifikan, membuat manajemen melakukan berbagai terobosan. Ini dilakukan agar pengunjung semakin betah berlama-lama di Mocca Cafe.

“Paket diskon 25 hingga 50 persen ini akan kita terapkan hingga akhir Desember. Ini sebagai ungkapan terima kasih bagi para pengunjung setia Mocca Cafe,” ujar pria jebolan IPB University ini.

Mia Ratu Azka, salah seorang pengunjung Mocca Cafe mengatakan, selain ada menu andalan yang lumayan nyaman di lidah untuk jenis makanan, berbagai soft drink nya juga punya cita rasa tersendiri. “Saya paling suka menu Mie Sambal Matah. Untuk minumnya Signature kopi pakai es,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Selain menu makanan dan minuman, Mia juga mengapresiasi spot Mocca Cafe yang nyaman untuk kongkow dan hang out. “Pokoknya dua jempol deh buat Mocca Cafe,” pungkasnya. (Gib)