Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 8638

Kang Romy: Saya Ingin Berkhidmat Kepada Para Kiai…

BOGORDAILY- Romy Prasetya, mencalonkan sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Bogor periode 2019-2024. Romy siap bertarung memperebutkan jabatan kursi ketua umum di Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Kota Bogor ke 8 di Pondok Pesantren Al-Ghazali, Kota Bogor, Minggu (17/11/2019).

“Saya ingin berkhidmat kepada para kiai dalam melayani umat,” kata Kang Romy—sapaan akrabnya– saat ditemui bogordaily.net.

Romy mengakui, dirinya masih tergolong muda untuk menjabat sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PCNU Kota Bogor. Namun di usianya yang ke 41 tahun ini, ia mengaku sudah memiliki bekal dan pengalaman yang cukup untuk memajukan dan membesarkan PCNU Kota Bogor. Karena pria lulusan Universitas Djuanda ini, sudah malang melintang memimpin organisasi yang ada di naungan NU Kota Bogor.

Seperti sempat menjabat Sekretaris dan Ketua GP Ansor Kota Bogor 2009-2019. Menjabat Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bogor 1997-2007 dan Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Cabang Bogor 1995.

“Saya mau menjabat Ketua Tanfidziyah PCNU, karena jabatan itu lebih menitik beratkan pada manajemen organisasi. Sedangkan,  kebijakan, pembinaan dan pengawasan, dititik beratkan pada Ketua Dewan Syuro PCNU Kota Bogor,” tutur Romy.

Untuk bisa menjabat ketua Tanfidziyah PCNU Kota Bogor, dia harus memperebutkan 7 suara. Yaitu 6 suara dari Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) tingkat kecamatan.  Satu suara lagi dari ketua Demisioner PCNU. Sedangkan sejumlah ketua organisasi Banom NU yang hadir dalam acara Konfercab, tidak mempunyai hak pilih. “Para ketua Banom NU yang hadir dalam Konfercab, hanya jadi peninjau saja.  Mereka hanya punya hak suara,” kata Romy.

Lalu bagaimana bila dipercaya menjabat Ketua Umum PCNU Kota Bogor? Menurut Romy,  dia akan mensinergiskan program kerjanya dengan kebutuhan para ketua MWC NU dan organisasi yang menjadi Banom NU.

“Dalam menjalankan program kerja,  kami harus melibatkan pengurus MWC NU yang ada di setiap kecamatan. Karena MWC NU menjadi ujung tombak dalam menjalankan program, karena bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, untuk membawa NU berkomunikasi dan bergandengan dengan organisasi keagamaan di Kota Bogor yang heterogen, lanjut Romy, NU sudah berhubungan cukup baik dan berlangsung lama.

“Komunikasi dengan yang lintas agama tinggal dijaga dan dirawat saja,” pungkas Romy. (nanang hidayat)

Mengenal Lebih Dekat Mas Pono, Anggota DPRD Jabar Dapil Kabupaten Bogor

0

Dunia politik adalah jalur yang diambil H. Supono, dalam meniti kariernya. Mas Pono—begitu ia disapa— meyakini dunia politik sebagai alat untuk berbuat kebaikan, demi kemaslahatan umat.

Melalui perjuangan di parleman, tentu banyak hal yang bisa dilakukan Mas Pono untuk masyarakat di Kabupaten Bogor. “Politik itu mulia jika diniatkan untuk memperjuangkan perbaikan kehidupan masyarakat,” ujar pria kelahiran Kebumen 18 November 1964 ini.

Mas Pono merupakan satu di antara sebelas wakil rakyat yang berhasil melenggang ke DPRD Provinsi Jawa Barat. Kini ia duduk di Komisi 4 yang membidangi pembangunan. Kesempatan ini akan digunakan untuk membantu program pembangunan yang diinginkan masyarakat Kabupaten Bogor. “Mudah-mudahan bermanfaat,” imbuh Mas Pono ketika ditemui di kediamannya di Puri Nirwana I Blok A 19, Pabuaran, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Bukan perkara mudah bagi politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menjadi wakil rakyat periode 2019-2024. Banyak asam garam yang sudah ia rasakan selama terjun sebagai anggota DPRD.

Sebelum naik tingkat ke Provinsi Jawa Barat, ia pernah diberi amanah sebagai wakil rakyat untuk DPRD Kabupaten Bogor selama dua periode. Dan karena sosoknya yang ramah serta peduli dengan masyarakat, ia tetap dicintai. Karena itu ia kembali mendapat tiket dari partai dan konstituennya untuk melenggang ke DPRD Jawa Barat. “Rumusnya sederhana kok. Sebagai wakil rakyat kita harus amanah, sabar mendengar, dan menjalankan apa yang jadi kebutuhan masyarakat,” kata Mas Pono kepada bogordaily.net.

Lebih lanjut Mas Pono menegaskan, sebagai wakil rakyat yang berangkat dari Kabupaten Bogor, tentu harus banyak mengenal wilayah yang butuh perhatian. Termasuk mengenal karakter dan potensi yang dimiliki masyarakat sekitar. Selain harus juga mengetahui secara utuh problem sosial kemasyarakatan.

Seperti di daerah yang jauh: Rumpin, Parung Panjang, Jonggol, Cariu, Sukamakmur dan wilayah lainnya. ” Saya komitmen. Kehadiran saya di parlemen harus memberi arti bagi masyarakat. Yang tentunya melalui kebijakan yang sesuai tupoksi saya,” pungkasnya. (Gib)

Delapan Ranting Ormas Pemuda Pancasila Dikukuhkan

BOGOR- Sebanyak delapan pengurus ranting Pemuda Pancasila (PP) yang tersebar di Kecamatan Cibungbulang dikukuhkan, Minggu (10/11/2019) hari ini, di Kampung Wangun Jaya, Desa Ciaruten Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Pengukuhan dan deklarasi delapan ranting tersebut berlangsung meriah karena dihadiri ratusan kader Pemuda Pancasila, Pengurus Anak Cabang (PAC) Cibungbulang dan Majelis Pembina Cabang (MPC) Kabupaten Bogor.

“Setelah dikukuhkan dan dideklarasikan, kami akan bekerja secara maksimal untuk membesarkan Pemuda Pancasila,” kata Ketua Ranting PP Desa Ciaruteun Ilir, Edi Kolor kepada Bogordaily, di lokasi acara.

Edi mengatakan, dalam upaya membesarkan Pemuda Pancasila di Kecamatan Cibungbulang khususnya di Desa Ciaruten Ilir, pihaknya akan selalu berpatokan kepada AD/ART organisasi.

Setelah ada pengukuhan dan dideklarasi, banyak masyarakat yang siap bergabung dengan Pemuda Pancasila. “Yang jelas dalam menjalankan roda organisasi, kami tidak akan melenceng dari aturan organisasi,” tegas Edi. (nanang hidayat)

 

Petani Cibungbulang Diminta Kosongkan Lahan Pemkot Bogor

BOGOR- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor meminta sejumlah petani dari Desa Galuga, Desa Cijujung dan Desa Dukuh Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor untuk segera mengosongkan lahan tersebut. DLH mengaku akan segera melakukan penataan aset Pemerintah Kota Bogor yang ada di Sekitar TPA Galuga.

“Kami mengimbau kepada para kepala desa  untuk bisa membantu memberitahukan kepada warganya  yang biasa menggarap lahan tersebut,” Kata Kepala DLH Kota Bogor Elia Buntang yang disampaikan melalui surat kepada Kepala Desa Galuga, Kepala Desa Cijujung dan Kepala Desa Dukuh, belum lama ini.

Menurut Buntang, lahan tersebut, rencananya akan dijadikan tempat persampahan milik Pemerintah Kota Bogor. “Sebelum kami bangun, petani harus sudah mengosongkan lahan itu,” tegas Buntang.

Sementara itu, PJ Kepala Desa Cijujung Ahmad Baejuri menyatakan, pihaknya sudah menerima surat pemberitahuan dari DLH Kota Bogor, terkait permohonan pengosongan lahan Pemkot Bogor tersebut. Pihaknya juga sudah melayangkan surat kepada para penggarap yang ada di Desa Cijujung melalui para Ketua RT untuk tidak lagi menggarap lahan milik Kota Bogor.

“Soal kapan mulai di bangun Pemkot Bogor, saya tidak tahu pasti. Yang jelas saya sudah memberi tahu kepada warga,” tegas Ahmad Baejuri. (nanang hidayat)

Lewat RSUD Cileungsi, Pemkab Bogor Kembali Diganjar Penghargaan

BOGORDAILY – Mewakili Bupati Bogor, Asisten Administrasi Kabupaten Bogor Yous Sudrajat dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cileungsi Wiwik Wahyuningsih menerima penghargaan untuk RSUD Cileungsi setelah dinyatakan sebagai Role Model Penyelenggaraan Pelayanan Publik Kategori “Sangat Baik” Tahun 2019 dari KemenPAN-RB. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menpan-RB, Tjahjo Kumolo, di Ballroom Hotel Aston Batam, Kamis (7/11/2019).

Ditemui seusai acara, Yous Sudrajat mengatakan kedepan pelayanan di Kabupaten Bogor harus ditingkatkan di semua sektor. “Kita ingin pelayanan di Kabupaten Bogor terus ditingkatkan, sekarang alhamdulillah baru satu penghargaan yang kita terima, tapi saya ingin beberapa dinas pelayanan seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dusdukcapil), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan dinas pelayanan yang lainnya bisa seperti RSUD cileungsi atau bahkan harus lebih baik,” kata Yous.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum (RSUD) Cileungsi, Wiwik Wahyuningsih mengucapkan syukur atas penghargaan yang diberikan kepada RSUD Cileungsi. “Syukur alhamdulillah bahwa salah satu institusi layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bogor berkesempatan mendapatakan penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI untuk layanan publik dengan kategori sangat memuaskan, ini salah satu bukti nyata bahwa upaya dalam memberikan pelayanan kepada publik tidak semata-mata hanya memberikan pelayanan saja tetapi paling tidak apakah pelayanan kita ini sudah sesuai kehendak dari publik, saya juga berterima kasi kepada KemenPAN-RB yang sudah memberikan pembinaan serta evaluasi, dan penghargaan ini membuktikan juga bahwa kita selama ini telah berupaya dengan baik memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Wiwik.

Ia pun menambhakn, ada beberapa hal yang harus diperhatin guna memberikan pelayan maksimal kepada publik. “Ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam pelayanan publik terbaik, pertama kejelasan antara pelayanan, alur pelayanan, kepastiana pelayanan, dan jaminan terhadap kualitas pelayanan yang sesuai dengan standar,” tambahnya.

Wiwik pun berharap, dukungan tidak hanya dari pemerintah daerah, tapi dari semua elemen. “Kami berharap dukungan bukan hanya dari pemerintah daerah, pemerintah pusat tapi kita perlu dukungan dari masyarakat untuk dapat memberikan apresiasi juga memberikan masukan seperti apa layanan-layanan kedepan yang diharapkan oleh masyarakat, oleh karena itu evaluasi kepuasan pelanggan menjadi salah satu dasar untuk meningkatkan pelayanan secara berkesinambungan,” harapnya. (Derima / Diskominfo)

334 BUMDes dari 416 Desa di Kabupaten Bogor Sudah Terbentuk

BOGORDAILY – Bupati Bogor, Ade Yasin menjadi Narasumber Pada acara Parade Riset Akutansi (PRA) 4 yang diadakan oleh IAI Wilayah Jawa Barat yang bekerjasama dengan IAI-KAPd (Ikatan Akuntan Indonesia – Kompartemen Akuntan Pendidikan) serta Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan. Pada kesempatan ini, Ade Yasin memaparkan tentang Kemitraan Pemerintah Kabupaten Bogor dan Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Daerah serta menjelaskan potensi BUMDes yang ada di Kabupaten Bogor.

“Berbicara tentang pembangunan daerah, hal yang mendasar utamanya melalui desa, potensi di desa itu sangat banyak dan bervariasi, berbicara desa erat kaitannya dengan BUM Des, di Kabupaten Bogor sendiri sudah terbentuk 334 BUM Des dari 416 desa, BUM Des sendiri mempunyai  4 Kategori diantaranya 322 BUM Des Dasar, 11 BUM Des Berkembang, 2 BUM Des Maju dan 0 BUM Des Mandiri,” ujar Ade Yasin saat menjadi narasumber Parade Riset Akutandi (PRA) di Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan Bogor, Kamis (31/10/19).

Ia pun menambahkan, ada beberapa BUM Des di Kabupaten Bogor yang menjadi percontohan. “Dari sekian banyak BUM Des yang ada di Kabupaten Bogor, ada 2 BUM Des yang maju dan menjadi percontohan di kementerian, yang pertama BUM Des Bojong Kulur dan Kedua BUM Des Sukamanah, tentunya ini sangat membanggakan bagi Kabupaten Bogor dan kedepannya peran dari BUM Des harus lebih meningkat,” tambahnya.

Ade pun mejelaskan, permasalahan utama BUMDes adalah faktor SDM yang masih kurang mumpuni. “Saya ingin disetiap desa itu kan ada BUM Des, tapi perlu kita pahami dalam membentuk BUM Des masih banyak persoalan yang kita hadapi mulai dari sumber daya manusia (SDM), besaran anggaran yang dialokasikan yang kurang maksimal, penentuan jenis usaha yang tanpa melalui uji kelayakan usaha, belum lagi ketika BUM Des sudah terbentuk dan ada pergantian kepala desa, terkadang susunan keanggotaan BUM Des itu juga berganti dan harus kembali lagi dari awal,” jelas Ade Yasin.

Disisi lain, BUM Des yang sudah terbentuk sudah mempunyai Mitra usaha. “Mitra usaha BUM Des kita selain Unpak ada IAIN La Roiba Leuwiliang, Bank BNI, Bank BRI, Bank BJB, Bank Arta Graha, PT. LEU Mart, PT. Astra Tbk, PT. Indofood dan PT. Indocement Tbk,” pungkasnya. (Derima / Parman / Diskominfo)

 

Perhitungan NJOP Rugikan Pengembang, Bupati Perlu Evaluasi Dedi Bachtiar

BOGORDAILY- Banyak pengusaha yang mempersoalkan tingginya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Bogor akibat penetapan NJOP yang tidak proporsional.

Mereka minta agar Bupati Ade Yasin segera mengevaluasi kinerja Kepala Bappenda Dedi Bachtiar berikut timnya agar kekacauan di Bappenda tidak berkepanjangan.

‘’Sistem penetapan NJOP yang dilakukan Badan Pengelolan Pendapatan Daerah (Bappenda) cenderung tidak objektif dan merugikan pengembang,’’ kata Head Corporat Communication & Goverment Relation PT Sentul City Tbk Alfian Mujani di Cibinong kepada media, Rabu (30/10).

Menurut Alfian, sudah lama masalah sistem perhitungan NJOP dipersoalkan oleh hampir semua pengembang. Tetapi tidak ada yang berani angkat bicara.

‘’Karena itu, Saya berharap ibu Bupati Bogor mencermati masalah ini. Apa yang dilakukan Bappenda ini bertentangan dengan semangat Bupati untuk menggelar karpet merah kepada para investor. Sebab, yang dilakukan Bappenda ini justru menggelar krikil tajam bagi dunia usaha,’’ kata Alfian.

Alfian menjelaskan, masalah pokok yang menjadi sandungan utama adalah parameter kenaikan NJOP. Bappenda Kabupaten Bogor selalu mensandarkan pada harga tanah komersial tahun terkini. Alias harga pasar yang sangat spekulatif. Jika parameter ini dipakai untuk menetapkan NJOP tanah yang belum didevelop, padahal, maka bisa dipastikan para pengembang akan gulung tikar semua.

“Bagaimana rasionalitasnya tanah belum didevelop kita bandingkan dengan tanah yang sudah didevelop. Gak ada titik temunya. Lantas di mana karpet merahnya untuk investor?,” tanya Alfian.

Alfian merujuk sistem perhitungan NJOP yang berbeda di wilayah lain. Dia mencontohkan di Kota Tangerang Selatan.

“Di Tangsel itu NJOP-nya bisa rasional. Kenapa di Kabupaten Bogor tidak ya? Kan sama-sama Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemkot Tangsel saya lihat benar-benar memberikan proteksi kepada investor, maka wilayah di sana majunya pesat,” ujarnya.

Menurut Alfian, lantaran Bappenda “keras kepala” menganut sistem perhitungan NJOP sendiri pada akhirnya banyak perusahaan yang tidak sanggup membayar PBB.

Kelihatannya omset Bappenda besar, tetapi di atas kertas saja alias menumpuk jadi piutang. Tingkat kolektabilitasnya rendah. Inilah yang kelak akan jadi bom waktu bagi Bupati karena ini akan menjadi temuan BPK.

“PBB adalah salah satu penerimaan daerah. Kalau nunggak-nunggak gini kan juga berpengaruh pada penerimaan pajak daerah. Kita bukan mau nunggak tapi kalau ditetapkan segitu ya sulit bayarnya. Semua juga tahu ekonomi kita sedang melambat. Dunia usaha lagi lesu butuh proteksi pemerintah  bukan malah ditarget PBB tinggi,” ujarnya.

Kata Alfian, salah satu program Bupati Bogor Ade Yasin adalah memberikan karpet merah kepada investor. Investor dapat masuk menanamkan modal dengan kemudahan perizinanan dan keringan pajak.

“Kalau sistem perhitungan NJOP sekarang ini gak diubah, siapa investor yang mau masuk ke Kabupaten Bogor? Mending ke Tangsel. Kami yang sudah lama berinvestasi di sini saja seperti membentur tembok. Harusnya visi bupati dan SKPD sejalan ya. Ini Bupatinya bilang karpet merah, Bappenda menabur kritik tajam,” ujarnya.

Karena itu, Alfian minta agar Bupati Ade Yasin mengevaluasi kinerja Dedi Bachtiar. Selain karena bertentangan dengan visi Bupati, yang bersangkutan juga sudah terlalu lama jadi Kepala Bappenda.

‘’Beliau sudah lima tahun lebih menduduki pos ini, perlu penyegaran agar tidak menjadi fitnah,’’ katanya. (sol/*)

Menteri Koperasi dan UKM Langsung Tancap Gas

0

BOGORDAILY- Pasca dilantik sebagai Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengaku akan segera merancang program yang signifikan dan terukur. Program itu tentunya demi membangkitkan UMKM dan koperasi sebagai instrumen meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Harus diakui kementerian ini kurang mendapatkan perhatian. Jadi ini tugas saya. Tantangan saya. Adalah bagaimana menggerakkan UMKM ini agar tumbuh dan kuat, sehingga jadi penopang perekonomian nasional,” ungkap Teten saat dihubungi usai rapat perdana bersama Presiden Jokowi, Kamis (24/10/2019).

Bagi mantan pegiat ICW itu, menjadi Menteri Koperasi dan UKM merupakan tantangan tersendiri.  Pasalnya, sektor koperasi dan UKM ini merupakan hajat hidup orang banyak. “Ini wadah perjuangan saya untuk fokus kesejahteraan rakyat, menumbuhkan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja,” katanya.

Persoalan yang menurut dia mendesak untuk diselesaikan adalah terkait pembiayaan, teknologi tepat guna untuk menunjang UKM ekspor, bantuan akses pemasaran, dan perizinan. Selain itu juga terkait proteksi produk lokal dari serbuan impor. (Gib)

 

Berikut profil lengkap Teten Masduki:

Nama: Teten Masduki

Tempat/Tanggal Lahir: Garut, 6 Maret 1963

Pasangan: Suzana Ramadhani (istri)

Pendidikan:

  • SMA 1 Garut (1984)
  • IKIP Bandung (1987)
  • Kursus kepemimpinan LSM di Eltaller, Tunisa (1989)

Karier:

  • Kepala Staf Kepresidenan (2 september 2015 hingga 17 januari 2018)
  • Staf peneliti pada Institut Studi dan Informasi Hak Asasi Manusia (1978-1989)
  • Ketua Indonesia Corruption Watch (ICW) (1998–2008)

HIPKI Siap Kawal SDM Unggul Indonesia Maju

BOGORDAILY- Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (HIPKI) memberikan selamat dan dukungan atas pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-KH Ma’aruf Amin pada Minggu (20/10/2019).

HIPKI pun berkomitmen untuk mengawal program Jokowi – Ma’ruf sesuai dengan janji kampanye khususnya program kursus, DUDI dan Kartu Pra Kerja. Harapannya, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan sumber daya manusia (SDM) Unggul Indonesia Maju.

“Perjuangan HIPKI dalam membina masyarakat di pendidikan nonformal ini adalah sebagai bentuk kewajiban dan rasa syukur kami yang mendalam bisa ikut serta dalam membangun bangsa ini. Apa yang telah kami perjuangankan selama ini,” kata Ketua Umum DPP HIPKI Drs. H Asep Syaripudin, M.Si, Senin (21/20/2019).

HIPKI pun telah menyiapkan apliakasi HIPKI 4.0 sebagai bentuk perjuangan mengawal program pemerintah periode 2019 – 2024. Hal ini sejatinya telah dimulai sejak HIPKI berdiri pada 1977 silam.

Menurut Asep Syaripudin, dunia pelatihan dan kursus harus menjadi garda terdepan dalam mengawal program-program yang diusung oleh Jokowi – Ma’ruf.

“Dengan demikian, akan menjadi lebih tepat sasaran dan sesuai dengan yang dibutuhkan, dalam mengurangi Pengangguran. Kami, HIPKI siap untuk mengawal program-program presiden dan wakil presiden ke depannya,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Asep, HIPKI siap bekerjasama dengan beberapa Kementerian, BUMN, pengusaha di skala nasional dan lembaga kajian. Sekira ribuan anggota lembaga kursus dan pelatihan di bawah HIPKI disebut siap bekerja baik di seluruh provinsi dan kabupaten/kota.

“Ini penting dilakukan karena HIPKI sudah menyiapkan perangkatnya yaitu PT, koperasi, yayasan, LSP dan training centre Dalam wadah Organisai HIPKI. Pada tanggal 23 Oktober 2019 di Bandung kami para decision maker HIPKI akan membuat blue print pembangunan SDM sebagai peran aktif dunia pelatihan dan kursus ke depan yang profesional sesusi aturan yg berlaku,” ujar Asep.

Pada kesempatan yang sama, Dr KH. Abun Bunyamin, MA. selaku Ketua Dewan Penasehat DPP HIPKI mengatakan, saat ini pemerintah sangat serius untuk melaksanakan program pembangunan SDM. Hal ini terlihat dengan besarnya anggaran untuk mewujudkan SDM Unggul Indonesia Maju.

“Saya berharap kepada pelaku pelatihan dan kursus harus segera menata diri lembaganya terakreditasi dan produknya diminati oleh dunia usaha dan dunia industri supaya mempercepat turunnya angka pengangguran,” kata KH Abun.

KH Abun juga berharap agar janji kampanye atau program-program yang selama ini diusung oleh Jokowi-Ma’aruf Amin dapat menyentuh masyarakat yang perlu segera mendapat perhatian.

Dengan demikian, dapat membantu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat luas. Sehingga tepat sasaran dan berdampak positif, terutama dalam pembangunan SDM untuk Indonesia Maju.

“Bahwa sangat penting peran semua elemen untuk bersama-bersama mengawal program Jokowi-Ma’aruf Amin, sehingga SDM Unggul Indonesia Maju segera terwujud,” tuntas KH. Abun. (*/dik)

Istri Mantan Anggota DPRD Ramaikan Bursa Pilkades Mekarsari

BOGORDAILY– Ini dia calon Kepala Desa Mekarsari, Kecamatan Rumpin yang memiliki jargon Bersih, Independen, Sederhana dan Amanah (BISA). Namanya Siti Jubaedah. Siti merupakan istri mantan anggota DPRD Kabupaten Bogor, Jurjani. Dia bertekad membawa desanya bersih dan maju.

Siti Jubaedah mengatakan, ikut pemilihan kepala desa 2019 ini tak lain adanya dorongan dari keluarga besar dan suami. Bahkan selama melaksanakan kegiatan sosialisasi di masyarakat, Siti selalu dibantu sang suami.

“Saya selalu meminta pendapat suami. Beliau kan sudah pengalaman. Menjabat kepala desa dua periode. Juga mantan anggota DPRD. Saya akan selalu belajar sama beliau,” ungkapnya, saat ditemui Selasa (08/10/2019).

Dia menuturkan tengah belajar berpolitik. Apalagi, jabatan kepala desa sama saja seperti kepala daerah yang dipilih rakyat.

“Sama suami saya selalu bertanya, kan beliau panutan saya. Saya juga sudah terbiasa dekat dengan rakyat. Karena saya aktif di PKK dan pengajian, “tuturnya.

Terkait Pilkades 2019, Siti berharap berjalan tertib dan damai. Dia juga mengajak kepada seluruh masyarakat Desa Mekarsari untuk ikut mensukseskan Pilkades ini. “Jangan lupa ya untuk memilih saya. Coblos Nomor 3 Siti Jubaedah,” pungkasnya. (sal)