Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 8639

Sssst…Pak Sekdes Dramaga Mengundurkan Diri

BOGORDAILY- Perhelatan pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, mulai memanas. Guna menjaga kondusifitas pelaksanaan Pilkades, H Solahudin memilih mundur dari Jabatannya sebagai Sekretaris Desa (Sekdes).

Mantan Sekdes Dramaga, H Solahudin mengaku, pengunduran dirinya sebagai sekdes sudah sejak jauh hari. Namun baru sekarang ini dilakukan. Tujuannya tak lain, ingin menjaga kondusifitas pilkades, dan lebih ingin fokus di dunia pendidikan.

“Intinya, pengunduran diri saya menjadi sekdes atas dasar ingin menjaga kondusifitas di susasana Pilkades Desa Dramaga, bukan karena adanya pemecatan atau tekanan,” ujarnya.

Menurutnya, tidak adanya sekdes, tentunya tidak berpengaruh banyak karena masih ada staf yang lain yang masih bisa mengisi kekosongan tugas sekdes.

“Di Pilkades Dramaga, saya berharap bisa melahirkan pemimpin yang bisa memajukan Desa Dramaga,” harapnya.

Sementara itu, Pjs Kades Dramaga, Agus Kasianto membenarkan H Solahudin mengundurkan diri sebagai Sekdes Dramaga. Surat pengunduruan diri diserahkan ke Pemdes Dramaga, pada Senin (7/10) dan saksikan Plt Camat Dramaga dan BPD.

Adanya isu bahwa Pjs Kades Dramaga memecat sekdes, itu tidak benar. Karena beliau, mundur sebagai sekdes berdasarkan keinginan pribadi tanpa ada tekanan.

“Surat pengunduran diri sebagai sekdes Dramaga sudah di terima, dan resmi mengundurkan diri sejak Senin (7/10),” katanya.

Agus menegaskan kekosongan jabatan sekdes, tentunya tidak mengangu pelayanan publik. Untuk sementara, pekerjaan sekdes di back up oleh Pjs bersama Kasi. Ia berharap di perhelatan Pilkades Dramaga bisa berjalan lancar dan aman. “Untuk sementara, Jabatan sekdes kita kosongkan dulu dan diback-up oleh saya dan staf desa,”tukasnya. (pay)

Ada Apa Perdana Menteri Belanda ke Ciawi Bogor? 

BOGOR- Perdana Menteri Belanda Mark Rutte meninjau program pendidikan dan pelatihan kemaritiman yang dilaksanakan PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI), di Ciawi, Bogor. Program vokasi tersebut merupakan pengembangan dari kerja sama antara PT PMLI dan dengan STC International yang berpusat di Belanda.

“Saya kagum terhadap fasilitas yang ada di PMLI. Untuk itu saya mendukung keberlanjutan kerjasama pengembangan SDM kepelabuhanan dan maritim,” ujar Mark Rutte, di kampus PMLI, Bogor, Senin (7/10/2019).

Berdasarkan MoU antara kedua belah pihak, melalui kerjasama ini, STC International menyediakan akreditasi khusus yang akan diselenggarakan oleh PT PMLI dengan pemberi materi atau Trainer dari STC International yang sudah disertifikasi. Selain itu juga STC International melakukan pengembangan terhadap program pelatihan yang sudah memenuhi kriteria atau standar yang dibutuhkan.

Sementara itu, menurut Direktur Utama PT PMLI Amri Yusuf, sampai saat ini, program pelatihan yang sudah dilaksanakan oleh kedua belah pihak meliputi program pengembangan SDM untuk operasional di pelabuhan. Program tersebut meliputi penyusunan kurikulum pelatihan bagi Trainer operator peralatan berat di pelabuhan, penyusunan kurikulum Trainer operator peralatan berat untuk penanganan logistik dan pergudangan, serta hal lain yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas SDM kepelabuhanan dan maritim.

“PMLI berterima kasih dan mengapresiasi kerjasama ini, ke depan program kerjasama ini akan terus dilaksanakan dan usulan ini pun sudah dudukung Mr. Mark,” ujarnya, yang didampingi Direktur STC International, Albert Bos.

Dalam kunjungan tersebut, Mark mencoba Crane Simulator dan Ship Simulator yang dimiliki PT PMLI. Dalam kesempatan itu, Amri  memperkenalkan empat peserta yang tengah mengikuti pelatihan, sementara itu enam peserta lainnya sedang mengikuti Reach Stacker Training di Tanjung Priok.

Seperti diketahui, sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte di Istana Kepresidenan, Bogor. Dalam pertemuan ini, Jokowi dan Mark membahas berbagai kerjasama bilateral mulai dari sektor perdagangan kelapa sawit, investasi, hingga pariwisata.(*/gib)

Jalani Program Bupati Sepenuh Hati

Right man on right place (pria tepat di tempat yang tepat). Pribahasa itu rasanya sangat pas disematkan kepada Dr. Drs. Kardenal, M.Si. Ya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor ini dikenal ramah dan smart di kalangan jurnalis.

Guna menunjang dan mengakselerasi berbagai program Bupati Bogor Ade Yasin, Kardenal selalu melakukannya dengan baik dan sepenuh hati. Menurut Kardenal, membuat bupati senang sama dengan membuat masyarakat senang.

“Ibu Bupati memiliki banyak program yang mulia untuk kemajuan masyarakat. Karena itu, kami ingin program Bupati untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat tersampaikan secara utuh,” jelas pria Kelahiran Kutacane Sumatra Barat ini.

Sebagai lembaga yang memiliki peran sebagai corong Bupati Ade Yasin, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), akan fokus satu kata agar program pelayanan benar-benar dirasakan masyarakat.

“Saat ini jika ada pemimpin yang visioner. Seluruh jajaran SKPD harus mampu mengaplikasikan dalam program yang nyata. Jangan sampai program pemimpin yang visioner tidak berjalan,” papar Kardenal yang menyelesaikan S3 nya di Universitas Padjajaran Bandung.

Kardenal menambahkan, Pemkab Bogor akan segera membangun rumah besar aplikasi yang terdiri dari rumah aplikasi layanan publik dan aplikasi yang berkaitan dengan pemerintah daerah.

“Saat ini sedang kami susun, tentunya dengan dukungan yang diberikan Pemprov Jabar. Kami berharap kita bisa mendorong terwujudnya Kabupaten Bogor sebagai Digital Profil. Juga mampu menjadi pelayan informasi terbaik sesuai yang diharapkan masyarakat,” pungkasnya. (sol)

Mocca Cafe Hadirkan Kopi Terbaik Indonesia

BOGORDAILY– Grand Opening Mocca Cafe di Jalan Sindangbarang Bendungan, Kota Bogor berlangsung meriah, Jumat (04/10/2019) malam ini. Ratusan tamu undangan dari Bogor, Bandung,  Jakarta, Medan, Surabaya bahkan dari China, terlihat ikut menghadiri acara tersebut.

Pembina Mocca Cafe Lukmanul Hakim mengatakan, selain mengundang warga sekitar dan aparat setempat, dia juga mengundang rekan-rekan bisnis untuk menghadiri pembukaan Mocca Cafe yang dikelola anaknya ini. “Dengan membaca Bismillah semoga Mocca Cafe lancar dan maju,” harap Lukman dalam sambutannya.

Mocca Cafe selanjutnya akan fokus pada penyajian berbagai jenis kopi produk Indonesia. Sekaligus untuk melakukan branding positif tentang cafe yang kadang berkonotasi negatif.

“Di Mocca Cafe ini kopi Indonesia harus jadi tuan rumah di negeri sendiri,” ungkap pria yang hobi bermain bulu tangkis itu.

Di tempat yang sama, Owner Mocca Cafe Ahmad Waliyuddin mengungkapkan, kehadiran Mocca Cafe mengandung nilai filosofis. Mocca Cafe akan selalu menghadirkan kesan manis dan nyaman.

“Kenyamanan adalah layanan utama yang akan kami hadirkan,” pungkas Wali—sapaan akbarnya. (Sol)

Hakim Nyatakan Perempuan Pembawa Anjing ke Masjid Sehat Wal Afiat

BOGORDAILY- Sidang kedua kasus penistaan agama perempuan berinisial SM (52), yang diketahui membawa anjing saat masuk ke dalam masjid di kawasan Sentul City, kembali digelar.

Kali ini, Pengadilan Negeri (PN) Cibinong kelas 1A mengagendakan mendengar keterangan tim kesehatan yang pernah memeriksa terdakwa. Hal itu seperti disampaikan Wakil Ketua PN Cibinong Kelas 1A, Darius Naftali.

“Sidang kedua yang kami gelar ini terkait kasus dugaan penistaan agama terdakwa SM. masih hanya beragendakan mendengar keterangan dokter apakah terdakwa bisa mengikuti persidangan atau tidak,” katanya kepada wartawan, Kamis (03/10/2019).

Dia menjelaskan, agenda sidang mendengar keterangan dokter yang pernah menangani terdakwa. Ini mengingat majelis hakim harus memastikan bahwa yang bersangkutan apakah bisa mengikuti proses persidangan selama digelar.

Menurutnya, kenapa hal ini perlu ditanyakan lebih dulu karena di dalam visumnya sendiri sudah dijelaskan kondisi kejiwaan dari terdakwa. Bahwa setelah mendengar keterangan dari tim kesehatan yakni Dr. Yongki dari Kemenkes Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan RS Marzoeki Mahdi, terdakwa dianggap bisa mengikuti.

“Tim kesehatan menerangkan yang bersangkutan masih bisa untuk mengikuti persidangan secara normal dan sidang kedua ini baru sampai tahap itu,”tegasnya.

Oleh karena itu, majelis hakim melanjutkan sidang dengan membacakan surat dakwaan. Selanjutnya, ditanyakan kepada penasihat hukum dari terdakwa apakah akan mengajukan keberatan terkait dengan hukum acaranya.

“Ternyata dari penasihat hukum terdakwa tidak mengajukan keberatan terhadap surat dakwaan dari penuntut umum, sehingga bisa dilanjutkan dengan pembuktian. Tetapi, hari ini penuntut umum belum siap, maka sidang akan dilanjutkan pekan depan,” paparnya. (Endy)

Siap-siap! Di Tanggal Ini Uji Coba Jalur 2-1 di Puncak Bogor

BOGOR- Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan melakukan persiapan kanalisasi jalur 2-1 dari mulai Gadog Ciawi sampai Taman Safari Puncak Bogor. Kanalisasi ini dibangun untuk mengurangi kesemrawutan arus lalu lintas di kawasan wisata tersebut.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengungkapkan, rencananya BPTJ dengan Pemerintah Kabupaten Bogor akan melakukan uji coba skema optimalisasi lajur 2-1 di Jalur Puncak. Dari mulai Gadog Ciawi sampai Taman Safari Puncak Bogor.

“Pemerintah Kabupaten Bogor akan membuat rest area. Nantinya wisatawan itu berhenti di rest area. Dan kalau nanti mau berwisata ke Puncak menggunakan kendaraan Bus yang disediakan BPTJ,” katanya dalam rapat pembahasan perencanaan skema optimalisasi lajur 2-1 di Jalur Puncak di aula Bappeda Litbang, Kamis (3/10/2019).

Ia menjelaskan, pihak BPTJ akan segera memasang Traffic Lalu Lintas sebanyak 1.000, dan itu tujuannya untuk uji coba apakah efektif atau sebaliknya.

“Kita juga belum mempersiapkan semuanya karena memang banyak, tapi pasti dipersiapkan nanti,” jelasnya.

Terkait uji coba tersebut, untuk skema optimalisasi lajur 2-1 di Jalur Puncak dari Gadog Ciawi sampai Taman Safari, akan di uji pada 27 Oktober dan 3 November 2019.  “Nanti Senin kita akan bahas lagi. Dan untuk ujicoba kedua, jikalau ujicoba pertama selesai, maka akan dilaksanakan pada 3 November,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kasat Lantas Polres Bogor AKP M. Fadli Amir mengatakan, skema optimalisasi lajur 2-1 di Jalur Puncak ini harus banyak disosialisasikan kepada masyarakat.

“Kita juga butuh kajian nanti, apakah traffic Kons nya harus lebih banyak apa seperti bagaimana nantinya. Yang jelas ini bukan hal yang mudah. Kalau di lapangan kan harus uji coba kelayakan dulu,” jelas pria yang mengenakan kacamata ini.

Ia mencontohkan, skema optimalisasi lajur 2-1 di Jalur Puncak ini, jikalau pagi biasanya macet ke atas maka skemanya dari bawah ke atas dua jalur, dan dari atas ke bawah satu jalur.

“Nah jika siang biasanya kan ke bawah macetnya, kebalikannya, dua jalur ke bawah satu jalur ke atas,” jelasnya lagi.

Ia menambahkan, prediksinya untuk penguraiannya mungkin akan lebih panjang. Karena biasanya one way menghabiskan waktu selama 3 jam. Maka dengan adanya skema optimalisasi lajur 2-1 di jalur Puncak ini akan menambah jam. “Biasanya tiga jam, mungkin nanti bisa lebih 4 sampai 6 jam,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Bogor Sarifah Sofiah mengatakan, pemerintah daerah nanti akan membuat rest area, dan BPTJ nantinya akan menyediakan bus untuk para wisatawan.

“Di rest area itu nantinya juga akan diisi oleh UKM-UKM. Idealnya sebenarnya ke sana. Contohnya jikalau diterapkan 10 mobil wisatawan bisa di ganti dengan satu mobil untuk mengangkut mereka menuju wisata-wisata disana seperti Taman Safari, Taman Matahari dan yang lainnya juga,”pungkas Sarifah. (endy)

Horeee….Tiga Poktan Wakili Bogor di HPS ke-39 Tingkat Jawa Barat

BOGORDAILY- Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor berhasil membina kelompok tani (Poktan). Sedikitnya ada tiga Poktan yang berhasil menjuarai lomba pada Hari Pangan Sedunia (HPS) Ke 39 tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Kepala Bidang (Kabid) Distribusi Dan Cadangan Pangan Pada Dinas Ketahanan Pangan Jona Sijabat mengatakan, ketiga Poktan asal Kabupaten Bogor berhasil menyabet tiga juara dalam tiga kategori. Yakni kategori pemangku, kategori Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) dan Lembaga Usaha Pangan Maayarakat (LUPM).

Adapun Poktan yang sukses meraih juara di antaranya, Mamur Komara warga Desa Tajurhalang, Kecamatan Cijeruk (Juara 1),  Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) kelompok tani Bagjasari, Desa Cikutamahi Kecamatan Cariu (Juara 2), dan Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM) juga kelompok tani Tanjungrasa Sejahtera, Desa Tanjungrasa, Kecamatan Tanjungsari (Juara 3).

“Dari ketiga kategori tersebut yang berhasil diraih oleh Poktan, harus bersaing dengan kabupaten dan kota se Jabar dan dihadiri secara langsung  Wakil Gubernur (Wagub) Uu Ruzhanul Ulum,” ujarnya saat ditemui  kantornya Kamis (3/10/19).

Jona menambahkan, lomba HPS ke 39  tingkat Jabar berlangsung selama tiga hari, sejak 2 Oktober di Indramayu.

” Acaranya sampai 4 Oktober dengan tema yang diangkat Industrialisasi Pangan Lokal Menuju Ketahanan Jabar Juara 2023,”kata Jona.

Ia pun memastikan kalau dinasnya akan ikut pastisipasi guna membawa nama baik Pemkab Bogor. Menurutnya, giat ini juga sekaligus mendukung program Pancakarsa untuk kemajuan Bumi Tegar Beriman di bidang pangan.

“Kami harap apa yang sudah didapat oleh para Poktan itu, bisa memacu mereka untuk lebih giat lagi dalam meningkatkan hasil taninya ke depan,” tambahnya. (Endy)

 

 

Musim Pancaroba, Dinkes Minta Masyarakat Hati-hati di Wilayah Ini…..

BOGORDAILY- Musim pancaroba atau peralihan musim dari kemarau ke musim hujan bukan hanya identik dengan angin kencang disertai hujan dan petir. Tapi musim pancaroba bisa berdampak pada kesehatan, salah satunya Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, sudah mewanti-wanti musim pancaroba pada awal Oktober 2019. Karena pada saat peralihan musim, selain ISPA banyak ditemukan penyakit asma akibat cuaca yang tidak menentu.

“Selain Ispa, musim Pancaroba banyak ditemukan penderita asma. Itu karena perubahan cuaca cukup mendadak,”kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Dinkes Kabupaten Bogor, Intan Widayati, Rabu (02/10/2019).

Intan menambahkan, ISPA yang menyerang itu, kebanyakan pada anak-anak kisaran usia dari 10-12 tahun. Karena anak-anak tersebut, belum bisa menjaga kondisi tubuh saat peralihan musim pancaroba.

“Faktornya daya tahan tubuh, karena saat musim hujan biasanya anak-anak itu seneng main hujan-hujanan. Disitulah kondisi tubuh anak langsung lemah,”tutur Intan.

Menurut Intan, pada saat musim pancaroba yang paling tinggi kena ISPA akibat cuaca tidak menentu di kawasan puncak, seperti Megamendung, Cisarua dan Ciawi. Selain itu, untuk DBD saat peralihan musim, Intan juga meminta masyarakat waspada dan melakukan gerakan bersih-bersih.

“Karena telur nyamuk yang mengering terkena genangan air akan menetas jadi jentik nyamuk. Nah disitulah DBD mulai datang, saya berharap masyarakat untuk bersih-bersih sekitar lingkungan,” imbau Intan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat  Dinkes Kabupaten Bogor, Dede Agung menambahkan, musim pancaroba saat ini sama persis seperti yang disampikan BMKG Stasiun Citeko Bogor. Karena musim Pancaroba bisa, menimbulkan batuk pileks, ispa dan reaksi alergi.

“Saya berharap agar masyarakat bisa menjaga kondisi tubuh dengan asupan makanan gizi seimbang, olahraga, kebersihan lingkungan dan kebersihan pribadi,” sambung Agung. (cr1)

Warga Bukit Cimanggu City Diberondong Teror GPS

1

BOGORDAILY – Selama tiga bulan terakhir, berulangkali  warga RT 10/14 Perumahan Bukit Cimanggu City, Kecamatan Tanahsareal merasa resah. Warga diperumahan itu didatangi orang tak dikenal. Mereka mencari alamat berdasarkan GPS, yang menunjukan titik pada lingkungan perumahan tersebut. Padahal, alamat dan nama yang dituju, tidak ada di lingkungan RT 10/14 Perumahan Bukit Cimanggu City.

Ketua RT 10/14 Agung menceritakan, keresahan bermula dari seringnya warga kedatangan tamu yang mencari orang dengan alamat yang mengacu pada titik GPS. Padahal, pada tiitk itu, tidak ada orang yang dimaksud. Yang bikin geger, sambung dia, orang yang sering datang berperawakan layaknya aparat, seolah-oleh tengah mencari orang yang terlibat beragam kasus.

Ini spanduk yang dipasang warga di lingkungan 10/14 Perumahan Bukit Cimanggu City, Kecamatan Tanahsareal.

“Ada yang mencari orang, katanya terlibat kasus penipuan ratusan juta. Lalu datang lagi orang yang berbeda katanya nyari orang yang tersangkut kasus otomotif, katanya penjahat seksual lah sampai katanya terlibat korupsi. Bahkan ada lagi yang datang mencari orang hilang. Orang-orang yang nyari itu juga jauh-jauh, katanya ada yang dari wilayah Jakarta, sampai ada yang dari Sulawesi,” kata Agus, Rabu (25/9/19).

Hal itu membuat warga bingung. Sebab, kedatangan orang asing yang selalu berbeda-beda, dengan kepentingan yang berbeda pula. Anehnya, nama dan alamat yang dituju tidak ada di lingkungan itu, sedangkan titik GPS yang ditunjukan memang mengarah ke lokasi tersebut. Keanehan makin mejadi saat warga yang pernah meminta identitas orang ‘salah alamat’, mereka enggan menunjukan jatidirnya.

Bukit Cimanggu City
Warga tengah berkumpul menunggu kedatangan petugas Bhabinkamtibmas.

‘Korban’ salah alamat itu pun tidak cuma satu, hampir empat sampai lima rumah yang paling sering didatangi. Bahkan jika dirunut setahun kebelakang, tak kurang dari 30-an orang datang dengan berbagai kepentingan, namun salah orang dan alamat, membawa patokan titik GPS yang sama.

“Mereka selalu bilang patokannya GPS ini. Yang datang seperti aparat perawakannya, yang sedang cari penjahat lah. Tapi kok salah terus gitu. Nama alamat nggak sama, hanya GPS saja. Ada beberapa kali seperti orang bisnis, cari orang, tapi selalu didampingi yang punya perawakan aparat. Akhirnya warga yang sering ditanya juga bingung, ini yang salah GPS-nya atau apa?” tukasnya.

Agung menambahkan, warga tidak merasa cemas bila itu memang kesalahan dari GPS. Namun yang ia dan warga lainnya takutkan, hal itu jadi modus kejahatan baru dengan target RT 10/14 Perumahan BCC itu. Warga akhirnya memutuskan membuat laporan ke polisi. Warga khawatir hal itu menjadi modus kejahatan baru. Menyikapi hal itu warga memasang spanduk agas siapun yang mencari seseorang seperti yang tertera dalam GPS, supaya langsung lapor ke Ketua RT atau ke Mapolsek Tanahsareal.

“Kalau salah GPS-nya mah nggak apa-apa sih. Tapi kan kita takut, kok banyak banget yang seperti itu. Nunjukin GPS yang sama, tapi salah alamat dan orang. Takutnya malah jadi korban pencurian, hipnotis atau apalah. Kalau terus dibiarkan. Rencananya sore ini (kemarin, red) kami akan lapor polisi,” paparnya.

Menanggapi hal itu, Kapolsek Tanahsareal AKP Sarip Samsu mengatakan, pihaknya baru mengetahui informasi tentang adanya ‘teror’ yang meresahkan warganya itu. Ia mengaku akan mengecek dan berkoordinasi bersama jajaran ke objek tersebut.

“Koordinasi ke pak RT dan RW, atau pihak sekuriti dengan Bhabinkamtibmas kami,” pungkas mantan Wakasat Sabhara Polresta Bogor Kota tersebut. (bdn)

 

 

P2TP2A Ajak Tekan Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Kabupaten Bogor

BOGORDAILY – Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Anak dan Perempuan (P2TP2A) Kabupaten Bogor, ajak puluhan pengurus dan relawan perlindungan anak dan perempuan lakukan pelatihan di Hotel Gumilang, Cipayung, kamis (19/9/19). Hal itu dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan keterampilan, dalam menangani dan mengurangi kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Bogor.

Ketua P2TP2A Wanoja Mitandang Kabupaten Bogor, Euis K Hidayat mengatakan, kegiatan pelatihan dilakukan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) P2TP2A baik pengurus dan relawan. Serta meningkatkan wawasan dan pengetahuan dalam mengangani kasus yang dihadapi.

“Kami berharap pelatihan ini bisa memperluas jejaring. Semakin banyak jejaring ini akan mempermudah kita mengurangi kekerasan yang terjadi terhadap anak dan perempuan. Jejaring kita alhamdulilah sudah bertambah, di Cileungsi, Cibungbulang, Ciawi, dan Bojonggede,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris DP3AP2KB Kabupaten Bogor, Chaerudin Felani menjelaskan, perempuan dan anak di Indonesia termasuk Kabupaten Bogor masih rawan menjadi korban kekerasan. Tahun 2019 ini pihaknya bekerja sama dengan P2TP2A telah menangani kasus kekerasan terhadap perempuan sebanyak 43 kasus, dan kekerasan terhadap anak sebanyak 73 kasus.

“Salah satu  solusi pencegahan kasus ini, dengan meningkatkan kesadaran perempuan akan hak dan kewajibannya didalam hukum melalui pelatihan dan penyuluhan. Selain itu, gerakan global “He For She” yang melibatkan kaum laki-laki dalam penyelesaian persoalan tidak kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ungkap pria yang akrab disapa felani.

Menurutnya, pelibatan kaum laki-laki diharapkan dapat memperkuat daya tahan ekonomi sosial perempuan dan anak melalui ketahanan dalam berkeluarga. Oleh karena itu dibutuhkan sinergi semua pihak untuk bertindak menghentikan praktek kekerasan.

“Melalui pelatihan ini diharapkan dapat memberikan peningkatan, pengetahuan, wawasan dan keterampilan. Serta dapat meningkatkan kerjasama sehingga kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat diminimalisir dan diakhiri,” tukasnya.

Dalam kegiatan ini juga beberapa narasumber hadir memberikan pelatihan yakni, dari Komnas Perempuan RI, Kejari Cibinong, Polres Bogor, dan LBH Apik Jakarta. (Dewi/Diko/Diskominfo Kabupaten Bogor)