Tuesday, 21 April 2026
Home Blog Page 8715

Serikat Karyawan Pertamina Gelar Demo

Bogor Daily – Serikat pekerja PT Pertamina (Persero) berencana melakukan aksi demo, Jumat (20/7/2018). Beragam tuntutan bakal diajukan oleh para serikat pekerja.

Bidang Hubungan Kelembagaan, Media dan Komunikasi FSPPB, Hendra Tria Putra Nasution membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan demo akan dilakukan sekitar 06.30 WIB.

“(Iya, besok) ada aksi lah.. (Salah satu lokasinya) di kantor pusat Pertamina,” katanya.

Sayangnya dia tidak mau berbicara lebih banyak. Terkait motif aksi demo, dan jumlah massa pun dia enggan mengatakan.

“Nanti saja saya nggak tahu juga. Mungkin besok saja dilihat,” tambahnya.

Namun, berdasarkan informasi beredar yang diterima , sedikitnya ada 9 hal yang menjadi sorotan, yakni sebagai berikut:

1. Naiknya Harga Crude Melebihi Pagu APBN:
– Nilai investasi RDMP jadinya tidak menguntungkan.

2. Turunnya nilai rupiah terhadap us dolar:
– Kewajiban bayar hutang meningkat.
– Nilai import crude dan product meningkat.

3. Kebijakan BBM satu harga:
– Dengan hilangnya subsidi BBM penugasan (RON 88) dari APBN maka seluruh beban disparitas harga menjadi beban Pertamina sekarang melalui permen ESDM ini beban itu ditambah lagi, dimana seluruh konsekuensi biaya BBM satu harga mulai dari transportasi sampai margin fee penyaluran bagi penyalur dilokasi sepenuhnya ditanggung Pertamina tanpa dibantu sedikitpun dari APBN (Pencitraan Politik).

4. Revisi Perpres 191/2014 (Penyaluran premium di Jawa, Madura, Bali):
Penambahan kuota premium (non subsidi) 5 juta kl menjadi 12,5 juta kl sehingga kerugian Pertamina makin membesar.

5. Permen ESDM No 21/2018 (Harga bahan bakar khusus di atur pemerintah):
Produk BBM (Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex) Pertamina diatur sepenuhnya oleh pemerintah tanpa melihat kemampuan keuangan Pertamina sehingga menambahkan beban keuangan Pertamina semakin membesar.

6. SK Menteri BUMN No 039/2018 (perubahan nomenklatur direksi Pertamina: hilangnya direktorat gas dan pemekaran direktorat pemasaran yang kontraproduktif bagi bisnis Pertamina):
Internal: pengembangan organisasi/inflasi jabatan, tingginya biaya overhead organisasi.
Eksternal: membuka peluang lebih mudah untuk pihak tertentu mengambil keuntungan terhadap direktorat strategis yang dimekarkan.

7. Permen ESDM No. 23/2018 (pengelolaan wilayah kerja migas yang akan berakhir kontrak kerja samanya akan di prioritaskan kepada operator EXISTING):
Blok Rokan Riau (Chevron) berakhir 2021 (kapasitas 220.000 BOPD).

8. PP 06/2018:
Pengalihan saham milik pemerintah di PGN ke pada Pertamina merupakan penyertaan modal negara ke dalam modal saham perusahaan perseroan (persero) yang dalam hal ini adalah PT Pertamina (Persero), semestinya penyertaan modal dimaksud haruslah melalui persetujuan DPR sesuai UU No 17 Tahun 2003 Pasal 24 yaitu penyertaan modal tersebut harus terlebih dahulu di tetapkan dalam APBN/APBD, artinya ini harus di bahas dahulu di DPR untuk mendapat persetujuan, namun faktanya hal ini tidak dilakukan oleh pemerintah sehingga seharusnya PP 06/2018 ini di nyatakan batal demi hukum.

9. Integrasi pertagas ke PGN (saham Pertagas di akuisisi PGN:
Menyebabkan laba pertagas yang 100% milik Pertamina (negara) akan terkonsolidasi dengan laba PGN yang 43% sahamnya milik publik. Sehingga keuntungan Pertagas sebagian akan jatuh ke tangan publik (bukan negara). Ini dilakukan pemerintah melalui direksi Pertamina tanpa kajian yang prudent dan cenderung memperkaya oknum pemburu rente yang bersembunyi dibalik saham kepemilikan publik di PGN.
Perlu diketahui bahwa 60% dari 43% saham publik di PGN adalah milik asing.

Kapal Orange Tenggelam di Lebak, IPB: Peneliti dan Tamu Selamat

Bogor Daily – Kapal Orange yang membawa rombongan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) tenggelam di perairan Binangeun, Lebak, Banten. Pihak IPB menyebut, seluruh peserta field course dan staf PSSP selamat dan saat ini dalam upaya perawatan di Puskesmas yang berada di sekitar lokasi.
“Kejadian tersebut memang benar terjadi. Pada sore hari ini kami mendapat musibah kecelakaan kapal perahu yg membawa peserta field course pulau Tinjil, saat akan memasuki kawasan pantai Muara Binuangeun,” kata Kepala Biro Hukum, Promosi, dan Humas IPB, Yatri Indah Kusuma Astuti saat dikonfirmasi, Kamis (18/7/2018) petang.
“Alhamdulillah semua tim IPB termasuk tamu selamat. Seluruh peserta field course dan staf PSSP saat ini dalam upaya perawatan di puskesmas/rs terdekat,” imbuh Yatri melalui pesan singkat. Di dalam kapal tersebut, kata Yatri, ada 7 peneliti asal Amerika dan Thailand ya g ikut dalam rombongan dan akan melakukan penelitian bersama peneliti IPB.
Yatri menyebut, saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dan pengumpulan informasi terkait kejadian ini. Seluruh rombongan kata Yatri merupakan rombongan yang akan melakukan penelitian satwa  di Pulau Tinjil. Namun sebelum tiba di lokasi tujuan, kapal yang ditumpangi peneliti IPB tenggelam. “Alhamdulillah semua tim IPB termasuk tamu selamat,” imbuh Yatri.

Rombongan Kapal IPB Tenggelam, Ini Respon Kampus

BOGOR DAILY- Kapal Orange yang membawa rombongan dari IPB tenggelam di perairan Lebak, Banten. Pihak IPB menyebut, seluruh peserta field course selamat dan saat ini dalam upaya perawatan.

“Alhamdulillah semua tim IPB termasuk tamu selamat. Seluruh peserta field course dan staf PSSP saat ini dalam upaya perawatan di Puskesmas di RS terdekat,” kata Kepala Biro Hukum, Promosi, dan Humas IPB, Yatri Indah Kusuma Astuti saat dikonfirmasi, Kamis (18/7/2018) petang.

Yatri menyebut, saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dan pengumpulan informasi terkait kejadian ini. Seluruh rombongan kata Yatri merupakan rombongan yang akan melakukan penelitian satwa di Pulau Tinjil. Namun sebelum tiba di lokasi tujuan, kapal yang ditumpangi peneliti IPB tenggelam.

“Alhamdulillah semua tim IPB termasuk tamu selamat,” imbuh Yatri.

Berikut identitas korban selamat dan tewas akibat tenggelamnya kapal tersebut.

Korban selamat:

1. Madeline Monic (21) WN AS
2. Vanseska Samanta (22) WN AS
3. Lily Preya (2) WN AS
4. Mathew Stuart (47) WN AS
5. Randall C Kyes (59) WN AS
6. Kimberly Ann.ph (50) WN AS
7. Pensi Kyes (32) WN Thailand
8. Entang Iskandar (51)
9. Rifqi Hendrik (26)
10. Bangkit Dika (20)
11. Amalia Rizki (19)
12. Sofian Soleh (22)
13. Aulia Fakhrurozi (26)
14. Muhammad Annas (22)
15. Falen Sakti (23)
16. Salmah Widiastuti (22)
17. Desi Kurniasih (21)
18. Aisyah Putri Muhtadin (20)
19. Abdulatif (20)
20. Agung Satria Aji (21)
21. Suhenda (43) Nakhoda kapal
22. Yadi (30) ABK

Korban meninggal:

1. Atiah (50)
2. Emah (55)

Maling di Pamijahan Tercebur dalam Septic Tank

BOGOR DAILY Seorang pencuri mengalami nasib apes usai melancarkan aksinya di Kampung Cimayang 3 RT 13/RW 05, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ya, ia terperosok ke dalam kubangan pembuangan tinja alias septic tank berukuran 2×3 meter saat hendak kabur dari kejaran warga.

Pada foto-foto yang dibagikan oleh pengguna akun facebook Siti Wulan Dari, Rabu 18 Juli 2018, tampak pria itu tak berkutik setelah terjebak di kubangan tinja. Ia tertunduk lesu di hadapan warga Kampung Cimayang yang sudah mengepungnya.

“Berniat melarikan diri, apes kecebur ke dalam sepiteng. Malingnya apes, kecemplung sepiteng (tempat berkumpulnya anu). Bisa bayangkan aroma bapak pencuri ini? Semerbak pasti ya?? Lokasi Cimayang, Bogor,” tulis Siti mengawali postingannya.

Beruntung, pelaku tidak menjadi bulan-bulanan massa yang jijik mendekatinya akibat bau yang sangat menyengat.

“Hingga aparat pun enggan menyentuh tubuhnya yang berbau sangat menyengat,” timpal Siti.

Menurut informasi, pelaku terciduk setelah ditemukan seorang ibu-ibu sekira pukul 05.00 WIB. Warga desa yang mengetahui informasi itu langsung berbondong-bondong menuju lokasi. Alhasil, pelaku kemudian dibawa ke Mapolsek Cibungbulang untuk diperiksa lebih lanjut.

sumber : Tempo.com

Incar Wanita, 2 Jambret Berpistol Diringkus

BOGOR DAILY-Seorang wanita menjadi korban penjambretan di Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Kamis (19/7/2018) dini hari

Dari informasi yang dihimpun, wanita tersebut merupakan pegawai JCO di Lipo Plaza Eka Lokasari.

Beruntung saat kejadian korban berhasil diselamatkan.

Sementara itu penjambret yang menggunakan pistol tersebut berhasil diamankan oleh petugas kepolisian.

Namun belum diketahui jenis pistol yang digunakan pelaku tersebut.

Saat dikonfirmasi Kapolsek Bogor Timur, Kompol Marshudi Widodo  membenarkan adanya penangkapan terasebut.

“Siap, betul Polsek Bogor Timur tadi malam atau dini hari telah mengamankan 2 orang pelaku curas (pencurian dengan kekerasan),” katanya Kamis (19/7/2018).

Namun pihak kepolisian belum bisa menjelaskan lebih lanjut karena masih dalam pemeriksaan.

 

Siap-siap, Terminal Baranangsiang Dipindah ke Bubulak

BOGOR DAILY Tahun ini, Terminal Baranangsiang bakal disulap jadi kawasan terintegrasi. Mau tak mau, keberadaan terminal yang saat ini diisi puluhan Perusahaan Otobus (PO) bakal dipindah ke Terminal Bubulak.

Sejak Februari, pengelolaan aset Terminal Baranangsiang yang digolongkan sebagai terminal tipe A, diserahkan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Karena itu, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) pun kini bertanggung jawab sebagai pengelola terminal yang sudah ada sejak 1970-an itu.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengaku pihaknya segera membangun Transit Oriented Development (TOD) atau Kawasan Berorientasi Transit di lokasi dengan luas tanah 21.415 meter persegi itu.

“Bukan dipindah tapi akan dibangun TOD. Rencana pembangunan terminal modern dan tidak kumuh seperti sekarang, terintegrasi juga. Nah, selama pembangunan, operasional akan dipindahkan untuk sementara,” kata Bambang, kemarin (17/7).

Meski begitu, ia masih enggan membeberkan ke mana terminal sementara yang akan digunakan para PO yang beroperasi di Terminal Baranangsiang saat terminal itu direvitalisasi. “Belum ditentukan, masih berproses. Mereka juga dipindahkan untuk sementara, semua pindah sementara selama proses pembangunan. Nanti setelah jadi, baru kembali lagi,” imbuhnya.

Bambang mengaku pihaknya masih dalam tahap pembicaraan dengan Pemkot Bogor soal target kapan bisa memulai pembangunan. Secara ideal, pembangunan TOD Baranangsiang bisa mulai dikerjakan di tahun ini. “Target kapan mulai, masih dibicarakan dengan wali kota. Targetnya tahun ini sudah mulai bisa dimulai pembangunannya. Pengerjaannya sendiri diprediksi makan waktu kurang lebih dua tahun ya. Bukan seperti rencana lama, konsep TOD ini kan baru. Jadi desain belum ada,” ujarnya.

Ia juga mengaku BPTJ pun sudah berkali-kali melakukan sosialisasi terhadap para ‘penghuni’ terminal, seperti PO-PO atau pedagang yang beraktivitas di Terminal Baranangsiang. Secara prinsip, jika nanti terminal lebih baik, tentu penghidupan warga terminal pun juga meningkat nantinya.

“Sudah disampaikan ke depannya seperti apa. Tanggapannya? Ya tujuan TOD ini kan untuk membuat warga terminal nyaman dan happy. Tentunya (terminal, red) harus bagus dan tertib dulu, tidak kumuh seperti sekarang,” paparnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, konsep pembangunan terminal sejak awal memang terintegrasi dengan berbagai elemen, tidak hanya transportasi, baik itu hunian, perdagangan ataupun hotel. Konsep TOD dirasa tidak punya banyak perbedaan dengan rencana awal.

“Termasuk jika kemungkinan LRT nanti di situ. Tapi tidak mengurangi jumlah luasan, tetap dua tingkat, dari awal seperti itu. Ini yang harus dipahami, wilayah akan berubah tapi dalam kerangka pembangunan lebih baik,” ucapnya.

Meski bukan lagi wewenang pemkot, Ade tidak menampik rencana pembangunan terminal bakal merepotkan Pemkot Bogor. Di antaranya soal pemilihan operasional terminal sementara untuk bus-bus saat pekerjaan dilakukan. “Alternatif itu ya Terminal Bubulak. Sementara dipindah ke sana aktivitasnya. Namun ada juga beberapa bus yang bakal memanfaatkan badan jalan di sekitaran Jalan Pajajaran,” terangnya.

Hal itu berdasarkan pada sosialisasi yang dilakukan BPTJ bersama pemkot kepada para warga terminal dalam beberapa kali kesempatan. Apalagi kini pemkot hanya bertugas mendampingi Kemenhub dalam perencanaan ini. “Bukan lagi tugas kami. Memang ada konsep ingin memindahkan kepadatan di tengah kota. Nah, banyak pertanyaan kenapa TOD ada di tengah, bukan di Tanahbaru seperti penetapan lokasi izin dari gubernur yang sampai hari ini belum dicabut. Perkembangannya akan seiring waktu,” tuntasnya.

Gara-gara Jambret, Balita di Citeureup Kritis

BOGOR DAILY Seorang balita berusia 2 tahun kritis setelah terjatuh dari sepeda motor yang dikendarai ibunya saat mengejar pelaku penjambretan di Jalan Pahlawan, Desa Sanja, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Balita bernama Abyzar itu mengalami luka yang cukup serius di bagian kepala.

Menurut ibu korban, Teti Budiarti (42), kejadian itu saat dirinya tengah mengendarai sepeda motor bersama dua anaknya, yakni Abyzar (2) dan Alika (9), pulang dari rumah temannya sekitar pukul 15.00 WIB.

Setibanya di lokasi, Teti dipepet seorang pria yang mengendarai sepeda motor. Kemudian, pria berjaket cokelat itu langsung mengambil dompet serta handphone yang disimpan di dashboard motornya.

“Itu baru keluar jalan dari rumah teman di daerah Sanja. Saya langsung dipepet, dia ngambil handphone sama dompet yang saya taruh di dashboard motor,” kata Teti seperti dilansir Okezone, Rabu 18 Juli 2018.

Menyadari barangnya dirampas, Teti pun spontan mengejar pelaku dengan motornya. Saat melintasi jalan menikung, Teti tidak bisa mengendalikan motornya hingga terjatuh ke saluran air di lokasi.

“Pokoknya saya kejar orang itu sambil teriak-teriak. Pas sampe di tikungan deket klenteng, ada belokan saya panik enggak belok malah lurus terus sampai jatuh got (saluran air) besar. Anak saya Abyzar yang berdiri di depan sama Alika di belakang jatuh juga,” jelasnya.

Akibatnya, Abyzar mengalami luka parah di kepala karena menghantam aspal hingga tidak sadarkan diri. Sedangkan Teti dan Alika mengalami luka-luka dan mereka dilarikan ke RS Sentra Medika Citeureup.

“Yang parah itu Abyzar belum sadar sampai sekarang karena dia posisinya di motor dia berdiri di depan. Kalau saya sama Alika enggak parah,” ungkap Teti.

Sementara itu, Kapolsek Citeureup Kompol Darwan membenarkan adanya peristiwa penjambretan tersebut. Pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa saksi-saksi.

“Iya benar, anak korban yang masih berumur 2 tahun terpental dari motor kepalanya membentur aspal dan harus dirawat di rumah sakit. Sekarang masih dalam penyelidikan, menurut korban pelaku satu orang pakai motor Satria FU,” singkat Darwan, saat dikonfirmasi.

Jambret Berpistol Pakai Seragam Ojek Online, Ini Kata Korban

BOGOR DAILY  Aksi kejahatan jalanan makin beragam. Kali ini modusnya menggunakan atribut ojek online. Seperti yang menimpa pegawai J.CO Lippo Ekalokasari Plaza, Leli Fitrialoka (23).

Dilansir Radar Bogor , dia menjadi korban jambret berpistol tadi malam (18/7). Peristiwa tersebut terjadi ketika warga Sukabumi Jawa Barat itu pulang dari kerja sekitar pukul 23.00 WIB.

Ketika menunggu jemputan di tepian Jalan Raya Pajajaran Kecamatan Bogor Timur, Leli dihampiri dua orang menggunakan motor Byson beratribut ojek online. Seketika, dua pelaku itu merampas handphone milik Leli.

“Dia coba ngambil HP saya. Tapi masih saya pegang, sampe nyeret-nyeret saya,” ujarnya sambil terisak  di lokasi.

Ketika Leli mempertahankan barang miliknya, pelaku yang dibonceng menodongkan pistol. Kemudian pelaku yang membawa motor menunjukkan sebilah pisau di dalam jaketnya.

Tak lama berselang, Leli diselamatkan oleh pengendara mobil kijang yang kemudian menyerempet motor jambret berplat nomor F 5152 DN. Saat itu pula, pelaku dikepung oleh warga.

Pelaku sempat menjadi bulan-bulanan warga. Tapi beberapa saat kemudian diamankan oleh anggota polisi. Proses pengamanan pun berlaku alot, warga sempat menggedor jendela mobil yang lantas bergegas.

Sementara itu, motor pelaku yang tergeletak di pinggir jalan menjadi bulan-bulanan warga. Setelah dilempari batu, sepeda motor berwarna hitam itu lantas digulingkan beberapa meter ke arah Lippo Plaza Ekalokasari hingga akhirnya rangsek tak berbentuk.

Kenakan Totopong Sunda PKB Daftarkan 55 Caleg ke KPU

BOGOR DAILY –DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bogor menyerahkan berkas 55 Caleg yang akan bertarung pada Pemilu 2019, dengan cara unik, yakni mengenakan totopong alias iket kepala khas Sunda Pakuan Pajajaran Bogor.

Penyerahan berkas 55 Caleg PKB diterima oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bogor Haryanto dan seluruh komisioner, Selasa malam (17/7) pukul 23.00 WIB.

Pendaftaran 55 Caleg dipimpin oleh Ketua DPC PKB Edwin Sumarga, didampingi oleh Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) Kharom, Wakil Ketua DPC Ahmad Fahir, Sekretaris LPP Rifqi Abdillah, Kepala Sekretariat DPC Tb Saiful Rizal, dan puluhan Caleg, dengan mengenakan jaket khas PKB warna hijau.

Ketua DPC PKB Kabupaten Bogor Edwin Sumarga mengatakan, pihaknya mengenakan totopong saat pendaftatan Caleg sebagai wujud komitmen keberpihakan pada budaya Sunda.

“Bogor adalah ibu kandung peradaban Sunda. Kami ingin mengusung spirit Prabu Siliwangi dalam mengangkat marwah kearifan lokal dalam membangun Bogor ke depan,” ujar Edwin.

Bagi Edwin, komitmen pemajuan budaya Sunda senapas dengan ajaran ahlussunnah wal jamaah an-Nahdliyah yang menjadi roh gerakan PKB.

“PKB memiliki motto juang sebagai gerakan tradisi, dengan menjaga budaya yang diwariskan para leluhur,” ujar Edwin.

Wakil Ketua DPC PKB Kabupaten Bogor, Ahmad Fahir, mengatakan, apa yang dilakukan oleh PKB sebagai salah satu ikhtiar dalam memajukan budaya Sunda di tanah kelahirannya.

“Sebagai urang Sunda Pakuan Pajajaran, PKB Kabupaten Bogor memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berjuang bersama para budayawan dan sepuh Sunda dalam melestarikan warisan budaya peninggalan leluhur Siliwangi,” ujar Fahir.

Ketua Bidang Humas Kesatuan Pemangku Adat Sunda Langgeng Wisesa (SLW) ini berharap, apa yang dilakukan PKB dapat menularkan semangat bagi warga Bogor untuk lebih peduli budaya.

“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan merawat budaya Sunda. Kalau bukan sekarang kapan lagi,” ujar Fahir yang juga Caleg Dapil 6 Kabupaten Bogor.

Sementara itu, Ketua LPP DPC PKB Kabupaten Bogor, Kharom, menyampaikan, 55 caleg yang didaftarkan adalah hasil seleksi ketat lebih dari 100 pendaftar baik dari kader internal maupun tokoh masyarakat.

“Kami menyeleksi ketat banyaknya usulan dan aspirasi pengusungan caleg yang disampaikan masyarakat ke LPP DPC hingga diciutkan menjadi 55 orang,” terang Kharom.

Dikatakannya, berkas 55 Caleg yang didaftarkan ke KPU sudah lengkap semua. Mereka akan bertarung di 6 Dapil se-Kabupaten Bogor. “Kami menargetkan minimal meraih 9 dari 55 kursi DPRD yang diperebutkan. Syukur bila bisa meraih 11 kursi atau 20% yang ditargetkan secara nasional,” demikian Ketua LPP PKB Kabupaten Bogor Kharom.

 

Idrus Marham dan Bos PLN akan Diperiksa KPK

BOGOR DAILY – Menteri Sosial Idrus Marham menyatakan akan menghadiri panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai  sebagai saksi dalam kasus suap PLTU Riau-1 dengan tersangka politikus Golkar Eni Maulani Saragih.

Idrus mengatakan akan tetap datang, meski pada saat yang bersamaan ada rapat di DPR. Selain Idrus, Direktur PT PLN Sofyan Basir juga rencananya akan ikut diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap PLTU Riau-1 dengan tersangka Eni Maulani Saragih.

Idrus Marham akan diperiksa pada Kamis (19/7/2018) dan Sofyan Basir pada Jumat (20/7/2018). “Saya datanglah. Ada rapat itu di DPR. Tapi saya tetap akan datang,” katanya, di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (18/7/2018).

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan membutuhkan pengetahuan para saksi terkait kasus dengan tersangka Eni Maulani Saragih itu. “Para saksi ini diperlukan keterangannya tentang apa yang mereka ketahui terkait dengan perkara yang sedang kami proses ini,” ujar Febri.

Terkait pemanggilan tersebut, Idrus menampik jika konstruksi perkara ini merugikan dirinya. Menurutnya, biar KPK yang memberikan penilaian. “Masak saya mengatakan seperti itu. Biarlah KPK yang memberikan penilaian,” katanya.