Saturday, 25 April 2026
Home Blog Page 8747

Heboh, Kali di Bekasi Berwarna Merah Darah

BOGOR DAILY- Di media sosial viral foto Kali Sadang di Desa Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berwarna merah darah. Kali tersebut diduga tercemar limbah.

Foto ini diunggah lewat Facebook oleh Ahmad Juheri. Dia kaget saat melintas di Jembatan Pasar Rengas, Cibitung, pada Kamis (20/6). Dia melihat aliran Kali Sadang berwarna merah darah.

“Pagi ini saya melintas di jembatan Pasar Rengas Cibitung, ada pemandangan ‘mengerikan’ aliran Kali Sadang yang berwarna merah darah mengalir cukup deras di antara tumpukan sampah,” tulis Ahmad seperti dilansir detikcom hari ini, Jumat (21/6/2018).

Postingan Ahmad itu pun viral di Facebook dan sudah dishare atau dibagikan netizen hingga lebih dari 2.000 kali. Banyak netizen yang prihatin dan geram karena kali itu tercemar limbah.

Ahmad sendiri mengaku prihatin dengan kondisi kali tersebut. Dia menduga air Kali Sadang berubah jadi merah karena ada yang membuang limbah industri ke sungai. Menurutnya kali tersebut sudah lama tercemar.

“Ini sudah lama kali ini sering dijadikan pembuangan limbah pabrik warna airnya pun bisa berubah-ubah kadang biru, ungu, atau gelap pekat, baru tadi pagi airnya berwarna merah,” katanya merespons pertanyaan netizen.

Salah seorang warga di sekitar lokasi bernama Dani membenarkan kali ini sempat berwarna merah darah. Limbah berwarna merah tersebut menurutnya beberapa kali muncul, kemudian hilang terbawa air.

“Sering (air kali berubah warna merah-red), tapi nggak tiap hari sih, pokoknya sering. Itu (limbah) dari pabrik, saya nggak tahu itu pabrik apaan,” kata Dani yang merupakan penjual gorengan ini.

Menurut Dani, belum ada petugas yang datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan atau penanganan soal limbah ini. Kali ini juga berbau tiap kali turun hujan deras.

Pedagang sayur di sekitar Kali Sadang bernama Rohmat juga membenarkan kali ini tercemar limbah. Kali ini menurutnya berubah warna menjadi merah pada Kamis (20/6) kemarin.

“Iya, dari kemarin-kemarin kayak gitu. Karena (limbah) pabrik, jadinya merah. Bau. pokoknya bau lah. Saya juga nggak tahu bau apaan. Campur-campur. kadang warna biru, kuning,” katanya.

Sekretaris Kecamatan Amir mengaku sudah tahu soal Kali Sadang tercemar. Menurutnya masalah ini sudah lama terjadi. “Itu biasanya limbah-limbah dari perusahaan. Kalau kita bicara mengenai itu, itu ada hulu dan hilir, kita bagian hilir. Saya juga nggak tahu dari mana, sudah lama masalah merah itu,” kata Amir saat ditemui di Kantor Kecamatan Cibitung, Jalan Selang Nangka No. 35, Wanasari, Cibitung, Bekasi.

Amir mengaku sudah mengecek ke lokasi tadi pagi dan melihat Kali Sadang sudah tidak lagi berwarna merah. Dia mengaku tidak tahu dari mana limbah ini. Menurutnya limbah itu berasal dari wilayah lain.

“Kalau (warna air kali) sudah hilang, kan susah juga (dicek) sumbernya dari mana. Kita cek di pinggir kali Cibitung, tidak ada perusahaan yang buang limbah ke sana,” ujarnya.

“Seandainya dari perusahaan, kita cek di (wilayah Cibitung) kita nggak ada perusahaan yang berkaitan dengan itu (limbah). Kemungkinan wilayah lain,” sambung Amir.

Perhimpunan Petani se-Kabupaten Bogor Dukung Hadist

Jakarta – Dukungan dari berbagai kalangan semakin mengalir untuk pasangan Ade Yasin dan Iwan Setiawan (Hadist) di Pemilihan Bupati Bogor. Setelah sebelumnya 10 Federasi Serikat Buruh se-Kabupaten Bogor mendeklarasikan dukungan, kini giliran dukungan datang dari para petani.

Dukungan diberikan saat Ade Yasin mengundang para petani ke kediamannya dalam acara halal bihalal. Mereka sengaja diundang untuk bisa langsung bertemu menyampaikan aspirasi. Di saat yang sama mereka pun mendeklarasikan dukungan untuk Hadist.

Adang Wahidin, Ketua Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kabupaten Bogor yang juga hadir dalam acara itu bersama-sama menyatakan sikap siap untuk mendukung Hadist.

“Kami mewakili para petani se Kabupaten Bogor siap untuk bekerjasama memenangkan Hadist,” tegas Adang, Kamis (21/6).

Lebih lanjut Adang menjelaskan alasan mengapa mendukung pasangan Hadist.”Program Kartu Tani yang digagas oleh pasangan Hadist sangat relevan dan bisa membantu meningkatkan kesejahteraan para petani. Sehingga kami optimis mendukung Hadist,” ujar Adang.

Selain itu, Perda Lahan untuk pertanian abadi yang digagas oleh pasangan Hadist, dapat menjadi solusi agar para Petani bisa menggarap lahannya tanpa ada hambatan.

Ulama Asal Bogor Barat Dukung Paslon Ade Yasin-Iwan Setiawan

BOGOR DAILY – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bogor nomor urut 2 Hj. Ade Yasin – H. Iwan Setiawan yang disingkat HADIST, mendapatkan motivasi dan dukungan penuh dari ulama. Salah satunya ulama sepuh di Kabupaten Bogor, khususnya di wilayah Bogor Barat, K.H. Makmur Zawawi.

Kiai Makmur, sapaan akrabnya secara terang-terangan mendukung Hj. Ade Yasin – H. Iwan Setiawan untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bogor periode 2018-2023. Hal ini diungkapkan beliau di kediamannya, Selasa (19/6/2018) kemarin.

Dalam kesempatan itu, Kiai Makmur menyampaikan alasan untuk mendukung pasangan HADIST. “Kami memilih Hj. Ade Yasin – H. Iwan Setiawan karena pasangan inilah yang kami anggap memiliki integritas,” Ujar Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Wildan ini.

Selain itu, Kiai Makmur juga mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Bogor untuk memilih pasangan nomor urut 2 tersebut.

“Jangan lupa tanggal 27 Juni, bareng-bareng datang ke TPS untuk memilih Hj. Ade Yasin – H. Iwan Setiawan dengan mencoblos nomor urut 2,” kata Kiai Makmur.

Sumber : JPNN

Lapas Gunung Sindur Diperketat

BOGOR DAILY-Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur ditingkatkan selama musim libur Lebaran 2018. Pengamanan menjadi ekstra karena keberadaan terpidana terorisme Abu Bakar Baasyir sejak dua tahun lalu dan kehadiran 56 tahanan terorisme limpahan Mako Brimob Depok, di Rumah Tahanan Gunung Sindur, tetangga lapas.

“Kami di-back up anggota Brimob Polda Jawa Barat, Polres Bogor, Polsek Gunung Sindur, Koramil Gunung Sindur, dan Densus 88 Wilayah Bogor,” kata Kepala Lapas Gunung Sindur David Gultom.

Pada libur Lebaran 2018, Lapas Gunung Sindur membuka layanan kunjungan selama tiga hari, mulai Jumat 15 Juni hingga Minggu 17 Juni 2018. Sepanjang tiga hari itu jumlah pengunjung mencapai 1.904 orang dari 344 penghuni yang dijenguk. Adapun total penghuni sebanyak 1.260 narapidana.

“Hari biasa yang dibesuk tidak lebih dari 20 warga binaan, jumlah pengunjung juga tidak pernah lebih dari 100 orang per hari,” ujar David.

Wah, Anggota DPR Herman Hery Dilaporkan ke Polisi

BOGOR DAILY-Anggota DPR-RI Komisi III Herman Heri dilaporkan oleh warga bernama Ronny Yuniarto Kosasih ke Polres Metro Jakarta Selatan atas tuduhan pengeroyokan. Kasus tersebut dipicu masalah lalu lintas.

Febby Sagita selaku kuasa hukum Ronny menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan pada Minggu, 10 Juni 2018 lalu. Saat itu mobil yang dikendarai Ronny berisikan istri dan anak-anaknya masuk busway hingga akhirnya ditilang polisi.

“Jadi memang terjadi pengeroyokan awalnya korban itu ada di dalam (jalur) busway kemudian ditilang. Di belakang mobil korban itu adalah mobil terduga pelaku Pak Herman Heri ya dengan mobil Rolls Royce Phantom B 88 NTT,” jelas Febby  seperti dilansir detik.com, Kamis (21/6/2018)

Ronny kemudian turun dari mobilnya dan dia menanyakan ke polisi mengapa mobil di belakangnya tidak ikut ditilang. “Terus polisi bilang ‘teman saya sudah tilang’. Lalu korban bilang ‘dari tadi saya di sini tidak ada satupun polisi yang nyamperin mobil itu’, karena sementara yang polisi yang bertugas cuma ada dua orang,” terang dia.

Saat terjadi perdebatan dengan polisi, Herman dan ajudannya keluar dari dalam mobil. Herman, kata Febby, langsung mendekati kliennya dan diduga melakukan penganiayaan. “Tidak lama dari mobil keluar Pak Herman Heri dan ajudannya dan kemudian dengan arogan dan sombong bilang ‘mau apa kamu’, langsung pakai tangan ke muka korban,” katanya.

Mendapat serangan itu, Ronny refleks membalas. Namun rupanya, lanjut Febby, ajudan Herman Heri juga ikut menyerang Ronny hingga korban terjatuh di jalur busway tersebut.  “Kemudian istri korban lihat, turun dari mobil buat melerai, ternyata juga ikut dipukul. Di dalam mobil (korban) ada suster satu, lalu anak korban. Nah korban ini baru pulang dari ada tarawehan di mana gitu,” papar Febby.

Ia menambahkan, dua anak korban histeris melihat orang tuanya dianiaya. “Kedua anak korban menangis di dalam mobil melihat kedua orang tuanya dianiaya oleh Anggota DPR-RI tersebut,” tambah Febby. Menurutnya, polisi yang saat itu menilangnya juga tidak mencoba melerai perkelahian tersebut. “Ya, sebenarnya kita tidak mau fokus ke situ, tapi memang fakta yang terjadi demikian. Yang melerai malah warga yang ada di sekitar,” sambungnya.

Setelah kejadian itu, Ronny melapor ke Polres Metro Jakarta Selatan. Laporan Ronny tertuang dalam tanda bukti lapor bernomor LP/1076/VI/2018/RJS tanggal 11 Juni 2018. Herman Hery belum bisa dimintai konfirmasi mengenai laporan ini. Telepon dan pesan singkat yang dikirimkan melalui nomer seluler miliknya, belum direspons.

Jelang Pencoblosan, Tim Hadist Tempuh Jalur Hukum

BOGOR DAILY-Tensi politik di minggu terakhir jelang pencoblosan kian memanas. Tiba-tiba saja muncul pemberitaan miring serta cenderung menyudutkan para pasangan calon. Ketidaknyamanan akibat pemberitaan yang dilansir sejumlah media online dialami pasangan nomor urut dua Hj Ade Yasin-Iwan Setiawan (Hadist). Menyikapi kabar bohong itu, tim pasangan Hadist berencana menempuh jalur hukum.

Wakil Direktur Tim Pemenangan Hadist David Rizar Nugroho mengatakan, sejauh ini sudah ada tiga media online yang ditengarai menyebarkan berita fitnah terhadap pasangan Hadist. Berita tersebut diduga sengaja diproduksi dan disebarkan jelang pemilihan untuk mempengaruhi masyarakat Kabupaten Bogor.

“Sebelumnya sudah ada beberapa media online yang kami laporkan ke Dewan Pers terkait pemberitaan yang tendensius dan tidak berimbang. Saat ini kami mencatat setidaknya ada tiga media online yaitu inilahnews.com, bharatanews.com dan sentananews.com yang ketiganya memuat konten berita dengan sangat tendensius dan tidak berimbang,” kata David.

Menurutnya, jumlah media yang akan dipidanakan bisa saja bertambah. Saat ini tim pasangan Hadist tengah melakukan monitoring. Meski demikian, David mengaku terlebih dulu akan melaporkan situs berita yang diduga memfitnah tersebut ke Dewan Pers sebelum dipidanakan. Langkah yang diambil David bukan tanpa alasan. Ia menilai sejumlah berita memberi judul provokatif dan isinya lebih banyak opini. Kondisi ini diperparah dengan isi berita yang tidak cover both side atau tidak berimbang.

“Setahu saya semua produk berita harus tunduk dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Di Pasal 1 KEJ bahwa wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang dan tidak beritikad buruk. Di Pasal 3 dijelaskan bahwa wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi serta menerapkan asas praduga tak bersalah. Sedangkan Pasal 4 menyebutkan wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis dan cabul,” beber David.

David meminta Dewan Pers menguji tiga pasal tersebut terhadap berita-berita yang diduga menebar fitnah. Jika rekomendasi Dewan Pers bisa ditempuh jalur pidana, dirinya pun akan menempuh jalur hukum.

“Kami telah menelusuri ketiga situs online. Ternyata selain pengelolanya tidak jelas, badan hukumnya juga tidak ada. Di Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 kan jelas institusi pers harus berbadan hukum. Dugaan kami, situs berita ini dibuat sengaja oleh kelompok-kelompok tertentu dengan tujuan menghasut publik dengan menyebarkan kabar hoaks. Tapi semua kami serahkan ke Dewan Pers untuk melakukan klarifikasi,” ungkap David.

David melanjutkan, langkah ini diambil bukan tidak menghormati kebebasan pers. Dirinya ingin kebebasan pers digunakan untuk menghasilkan produk berita yang kredibel dan akurat. Langkah hukum yang diambil pun sebagai bentuk penghormatan kepada media-media yang telah membuat konten berita yang sesuai KEJ.

“Untuk persoalan ini, pasangan Hadist menunjuk Usep Supratman sebagai penasihat hukum yang diberikan kuasa untuk melaporkan tiga media online tersebut ke Dewan Pers sekaligus membuat laporan pidana jika ada rekomendasi dari Dewan Pers,” jelasnya.

Selain itu, David menilai munculnya berita-berita bernada fitnah ini merupakan bentuk kepanikan luar biasa dari pihak lawan. Serangan-serangan melalui kabar hoaks yang dialamatkan ke pasangan Hadist bertujuan menggerus elektabilitas dengan membangun opini publik melalui kabar hoaks. Parahnya lagi, kabar hoaks ini tidak hanya disebar melalui media online tapi juga melalui media sosial.

“Ini menandakan kepanikan luar biasa dari lawan politik. Mereka sudah kehilangan akal sehat sehingga segala cara dihalalkan. Kenapa? Karena hasil survei semua lembaga survei yang kredibel dan bereputasi nasional, elektabilitas Hadist tak tergoyangkan di nomor satu,” pungkasnya

Warga Gunungputri Jadi Korban Jip Maut di Wisata Merapi

BOGOR DAILY-Niat berlibur usai Lebaran malah berujung petaka. Jeep wisata Lava Tour di sekitar Gunung Merapi jadi wisata ‘maut’ bagi Enny Fatmawati (42) warga Gunungputri, Kabupaten Bogor. Keinginannya merasakan sensasi offroad sambil menikmati pemandangan pegunungan justru berakhir tragis. Ini setelah Jeep Willys yang ditumpanginya terperosok ke jurang.

JEEP Willys bernomor polisi H 8010 AB yang dikemudikan Teguh Nugraha (43) hilang ken­dali saat melintasi trek menurun. Sedikitnya ada lima penumpang yang jadi korban jip maut di sekitar Gunung Merapi. Satu di antaranya meninggal dunia yakni Enny warga Perum Bumi Mutiara, RT 07/33, Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, Kabu­paten Bogor.

Tubuhnya tak tertolong lagi pasca kecelakaan tragis di Dusun Tangkisan, Umbulharjo, Cang­kringan, Sleman, Selasa (19/6/2018). Sedangkan empat korban lainnya yakni Sandhy Mas Nugroho (14) warga Cokro Tulung Klaten, Ngatmadi (54) warga Cokro Tulung Klaten, Atik Rah­mawati (40) alamat Cokro Tulung Klaten dan Sriyatun (52) alamat Cokro Tulung.

Kapolsek Cangkringan AKP Sutarman mengatakan, peris­tiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14:45 WIB. Saat di lokasi kejadian, setir kendaraan terse­but tidak bisa dikendalikan. ”Ja­lannya agak menurun, sopir tidak bisa mengendalikannya, akhir­nya terjungkal,” katanya.

Akibatnya, kendaraan tersebut bersama sopir dan penumpang­nya jatuh ke jurang berkedalaman sekitar 4 meter. Kondisi yang paling parah dialami Enny. ”Kor­ban yang meninggal dan luka langsung dibawa ke Rumah Sakit Panti Nugroho, Pakem,” ujarnya.

Ia menambahkan, Teguh Nugroho, sopir Jeep wisata yang mengalami kecelakaan itu juga langsung dimintai keterangan­nya. Atas kejadian itu, Sutarman juga memberi peringatan ke­pada pelaku wisata agar memas­tikan terlebih dahulu kendaraan tersebut aman untuk mengang­kut wisatawan.

Sementara dari penelusuran Metropolitan, sudah berulang kali imbauan disampaikan ke­pada komunitas pegiat Jeep guna mengurangi kecelakaan. Sebab, insiden kecelakaan Jeep Lava Tour bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya kejadian serupa juga pernah terjadi hing­ga merenggut korban jiwa. Ja­nuari silam, sopir Jeep Lava Tour, WJS (18), ditetapkan sebagai tersangka karena membuat satu penumpangnya, Fatun Hikmah (50), meninggal dunia.

Kemudian pada April lalu, seorang wisatawan, Anton Kur­niawan (30) warga Kemetiran, Pringgokusuman, Gedongtengen, Yogya, juga mengalami luka di kening kiri dan patah tulang tangan kanan. Kecelakaan ini terjadi tepatnya di selatan kawa­san Bungker Kaliadem, Sabtu (7/4/2018) sekitar pukul 10:00 WIB.

Atas rentetan kejadian wisata ‘maut’ tersebut, Sutarman menga­kui bahwa kecelakaan itu sering terjadi. Pihak kepolisian juga telah memberi peringatan ke­pada pengurus dan komunitas Jeep wisata agar selalu memper­hatikan dan mengecek kendar­aan sebelum digunakan mem­bawa penumpang.

”Kondisi mobil harus bagus, termasuk setir, rem dan kelaya­kan lainnya wajib diperiksa. Terlebih hal ini menyangkut keamanan dan kenyamanan berkendara di kawasan wisata. Kami harap kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Pari­wisata Kabupaten Sleman Sudar­ningsih mengatakan, kendaraan bermasalah itu merupakan ke­wenangan Dinas Perhubungan. ”Dinas Pariwisata sebatas me­nyiapkan sumber daya manusia­nya untuk usaha jasa pariwisata. Kalau kendaraan dan operasional yang jalan di jalan, kewenangan Dinas Perhubungan dan satlantas,” ucapnya

Begini Aksi Polisi Berburu Sopir Ojol yang Parkir Sembarangan

BOGOR DAILY- Penertiban lalu lintas di Kota Bogor terus digencarkan. Termasuk aksi polisi yang belakangan ini memburu sopir ojek online alias Ojol yang kerap parkir sembarangan. Kasat Lantas Polresta Bogor Kota Kompol Bramastyo Priadji ingatkan masyarakat dan pengemudi Ojek Online (Ojol) agar tidak parkir disembarang tempat.

Hal itu dikarenakan bisa mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi.  Seperti diantaranya di Jalan Raden Shaleh sampin mall BTM. Untuk menertibkan maraknya parkir liar pihaknya juga memberikan peringatan dan menerapkan sanksi tilang.

“Iya kami imbau kepada para driver ojek jangan menunggu penumpang di sembarang tempat apalagi sampai parkir di sembarang tempat, jadi bukan karena kendaraannya hanya roda dua, terus jadi mangkal atau menunggu penumpang di sembarang tempat,” katanya.

Bram pun mengatakan bahwa bukan hanya driver ojol pengemudi angkutan kota di lokasi sekitar yang melanggar pun kerap dikenakan sanksi. Terlebih dikawasan BTm sudah ada rambu dilarang parkir. “Disitu kan ada rambunya, apalagi sudah ada pagar BRC yang dipasang oleh BTM, Angkot yang melanggar kita tilang disitu,” katanya.

Hal itu dikarenakan banyaknya kendaraan yang parkir membuat jalan yang sempit semakin menyempit. Ia pun berharap agar masyarakat dan pengemudi transportasi umum bisa mematuhi rambu-rambu lalu lintas

sumber: TribunnewsBogor.com

Baru Lebaran, Anak di Parungpanjang Aniaya Ibunya

BOGOR DAILY-Diduga depresi karena tak miliki pekerjaan, seorang pemuda di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, tega menganiaya ibunya dengan menusuk pisau ke perut sang ibu.  Korban Iroh (41) warga Kampung Rabak RT 03/02, Desa Cikuda, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, mengalami luka robek di bagian perutnya.

Pelaku adalah Andri (22). Petistiwa itu terjadi di depan ruko tak jauh dari rumahnya pada Selasa 19 Juni sekitar pukul 13.30 WIB. Tanpa basa basi, pelaku datang sambil membawa pisau dan menusuk perut ibunya yang sedang memberi makan anak bungsunya. Setelah melukai ibunya, pelaku langsung melarikan diri ke arah persawahan.

Korban dibawa ke Rumah Sakit Selaras Tangerang Selatan, Banten oleh warga dan anak perempuannya setelah mengetahui ibu rumah tangga itu berteriak minta tolong. Petugas kepolisian yang mendapat laporan warga segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

“Pelaku kabur dan masih kita cari keberadaannya,” kata Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Benny Cahyadi, Rabu (20/6/2018).

Setelah dilakukan pemeriksaan pada saksi-saksi, dikatakan pelaku diduga depresi. Selama ini pelaku juga diketahui kerap memaksa meminta uang pada korban. “Depresi mungkin karena belum juga bekerja,” jelas Benny.

Sementara itu, kondisi korban masih mendapat penanganan medis di RS Selaras Tangerang Selatan, karena mengalami luka yang cukup serius di bagian perutnya

Debat terakhir

BOGOR DAILY – Debat kedua kandidat calon walikota dan wakil walikota Bogor siap dilaksanakan pada Kamis (21/6) lusa. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor memilih Jak TV untuk menyiarkan secara langsung jalannya debat di Gedung Braja Mustika Bogor Barat. Acara yang bertajuk Keserasian Program Pembangunan Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah serta Peningkatan Pelayanan Publik itu dibagi enam segmen yang dilangsungkan sejak pukul 20:00 WIB hingga 22:00 WIB.

Komisioner KPU Kota Bogor Bambang Wahyu mengatakan, mekanisme debat kedua tak jauh berbeda dengan debat pertama. Namun kali ini akan ada segmen dimana masing-masing paslon bisa melemparkan pertanyaan baik dari calon walikota ke calon wakil walikota ataupun sebaliknya. “Kali ini tidak dipisahkan antara walikota dan wakil walikota, mereka bertanya atas nama paslon,” ujarnya. di kantor KPUD Kota Bogor, Jl. Loader, Bogor Timur, Selasa, 19 Juni 2018.

KPU, kata Bambang, telah menyiapkan empat panelis dari akademisi Kota Bogor. Namun saat ini masih dirahasiakan. Pertanyaan dari panelis akan ditanyakan oleh moderator pada segmen dua setelah masing-masing paslon memaparkan visi misinya terkait tema di segmen satu. Terkait pertanyaan, KPU memiliki prinsip yakni kesetaraan dalam pertanyaan yang diberikan panelis. Sehingga masing-masing paslon tidak merasa bahwa pertanyaan yang diterimanya terasa memberatkan. “Jangan sampai paslon merasa diberatkan atas pertanyaan,” tuturnya.

Dirinya telah menghimbau masing-masing paslon agar tidak melanggar aturan main yang telah ditetapkan. Apalagi membicarakan pileg dan pilpres 2019 yang jelas-jelas diluar konteks Pilkada Kota Bogor. Harapannya dengan dua kali debat yang diselenggarakan ini, masyarakat Kota Bogor bisa menentukan calon pemimpinnya mendatang. “Diharapkan masyarakat bisa menilai dari masing-masing paslon mana yang terbaik menjadi kepala daerah lima tahun mendatang,” pungkasnya.

Sementara itu, keamanan berlangsungnya acara debat dan juga keamanan para paslon, akan lebih ditingkatkan serta melibatkan TNI, Polri, Pol-PP dan juga unsur muspida lainnya. Menurut Bambang, peningkatan penjagaan dan keamanan itu hanya untuk meminimallisir hal-hal yang tidak di inginkan diluar dugaan penyelenggaraan. “Maklum, itu kan di hari akhir kampanye, sejauh ini masih tetap aman dan kondusif. Namun, untuk antisipasi sah-sah aja. (rik)