Sunday, 26 April 2026
Home Blog Page 8754

Remaja Pembunuh Grace Bebas Penjara di Usia 25 Tahun

BOGOR DAILY-Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cibinong memvonis RI (15) 10 tahun penjara untuk kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang bocah yang dibungkus dalam karung, Grace Gabriela Bimusu (6), di Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Bogor. Artinya, RI akan bebas saat usianya menginjak 25 tahun.

Sidang putusan atau vonis digelar pada Jumat (8/6/2018) sekitar pukul 10.00 WIB. Ketua Majelis Hakim Tirta Tirona SH menilai, remaja tersebut telah memenuhi unsur pembunuhan berencana sebagaimana yang dituntut jaksa penuntut umum selama persidangan sebelumnya, sesuai dengan Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan Berencana.

“Ketua Majelis Hakim memvonis 10 tahun penjara dan tiga bulan masa kerja di Lembaga Sosial sesuai tuntutan Jaksa Penuntut Umum,” kata Humas PN Cibinong Bambang Setiawan.

Selain dikenakan Pasal 340, terdakwa yang juga tetangga korban juga terbukti melanggar Pasal 76 d jo Pasal 81 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan Pasal 76 c jo Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Terhadap putusan tersebut, pihak keluarga korban belum mau mengajukan banding atau tidak. “Belum mengajukan banding. Ada waktu 15 hari untuk mengajukan banding atas vonis tersebut,” kata dia.

Sidang yang dilakukan secara terbuka berlangsung kurang lebih 45 menit berjalan kondusif. RI yang mengenakan penutup wajah dan baju koko warna merah muda dengan bawahan celana jeans, nampak tertunduk lesu.

Usai vonis tersebut, RI akan langsung dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak Tangerang. RI diketahui membunuh tetangganya Grace Gabriela Bimusu, bocah perempuan berusia 6 tahun.

Amien Rais Pesan Seribu Kaos “Insyaallah Ganti Presiden”, Buat Apa?

BOGOR DAILY-Amien Rais kembali bicara soal ganti presiden. Amien mengaku sudah memesan seribu kaos “Insyaallah Ganti Presiden”.  “Saya sudah pesan seribu kaos pakai insyaallah, supaya kita lebih tawaduk karena semua kepada Allah,” ujar Amien dalam buka puasa bersama di kediaman Ketum PAN Zulkifli Hasan di Jl Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu (9/6/2018).

Kaos ini menjadi penanda keseriusan keinginan ganti presiden lewat Pilpres 2019. Keinginan ganti presiden menurutnya muncul karena kondisi negara yang menurutnya memprihatinkan.

“Jadi kalau negeri ini mulai oleng, utangnya terlalu gede, infrastruktur sudah diberikan ke semua aseng, reklamasi pulau Jakarta lebih mangkrak lagi, kemudian segala macam itu, siapa yg salah? Ya kepalanya, lurah Indonesia itu makanya perlu ganti presiden,” sambungnya.

Amien juga bicara saat dirinya mengisi ‘Tausyiah Kerakyatan 2019 Indonesia Pasca Jokowi’ di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. Dia meminta warga untuk berdoa.

“Saya menggembirakan penduduk yang digusur oleh Pak Joko (Jokowi) dan Ahok itu, supaya jangan lemah, bangkit, Anda sudah zalimi. Kata nabi doa orang yang dizalimi itu lebih cespleng. Jadi saya suruh Anda berdoa sungguh-sungguh supaya ada pergantian presiden,” sambungnya.

Selain itu, Amien menceritakan pertemuannya dengan Habib Rizieq Syihab di Mekah seusai umrah. Amien menyebut dibutuhkan koalisi keummatan. “Jadi andai kata nanti ada presiden gantinya yang sekarang ini. Pertama-tama pasti menggunakan politik merangkul semua, bukan kemudian yang koalisi itu saja, kemudian (yang lain) disisihkan seperti yang sekarang ini. Itu harus diakhiri. Pada akhirnya kekuasaan tentu hanya Allah yang punya,” tutur Amien.

Rombongan Mudik Gratis BUMN Tabrakan Beruntun di Tol Cipali

BOGOR DAILY-Tabrakan beruntun terjadi di Kilometer 181+600 Tol Cikopo-Palimanan atau Cipali, Jawa Barat.  Kecelakaan ini melibatkan rombongab mudik gratis BUMN, Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Budi Rahardjo menjelaskan kronologi kejadian tabrakan beruntun yang menimpa rombongan mudik bersama BUMN.

Peristiwa nahas tersebut terjadi di kilometer 181 Tol Cipali arah Palimanan, Sabtu (9/6/2018) sekitar pukul 14.30 WIB. Budi mengatakan, tabrakan tersebut terjadi karena salah satu bus pemudik BUMN tertabrak dari belakang oleh bus di luar rombongan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

“Bus pemudik BUMN tertabrak dari belakang oleh bus reguler, dalam kejadian ini tidak ada korban luka dari pihak pemudik,” kata Budi, Sabtu (9/6/2018).

Usai kejadian tersebut pemudik lantas melanjutkan perjalanan setelah mendapatkan bus pengganti. Asisten Manajer Traffic Control System, Kevin Widyandra menambahkan, kejadian tersebut melibatkan 6 kendaraan. Terdapat korban 4 orang dengan luka ringan dan kini telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

“Tiga mobil kecil, tiga bus penumpang. Korban empat jiwa luka ringan di evakuasi ke RS Mitra Prapatan Majalengka,” ujar Kevin di Posko Mudik Nasional Kementerian Perhubungan.

Ia menambahkan, akibat kejadian itu masih ada kepadatan akan tetapi tidak terlalu panjang. “Kondisi kendaraan sudah dipinggirkan. Masih ada kepadatan sekitar 1,5 kilometer,” kata Kevin.

Tragis! Tolak Ajakan Mabok, Prajurit TNI Tewas Ditikam

BOGOR DAILY-Sosok Serda Darma Aji di mata keluarga dan kerabatnya selama ini dikenal sebagai orang yang humoris dan penyayang. Serda Darma Aji adalah prajurit TNI anggota anggota Yonif Mekanik 203/AK Kodam Jaya tewas, diduga dipukuli dan ditusuk oknum brimob bersama rekannya, Serda Nikolas Kegomoi.

Kejadian itu terjadi di tempat Billiard Al Diablo di Jalan Raya Bogor KM 30 atau di samping PT Meiwa, Cimanggis, Kota Depok, Kamis (7/6/2018) sekira pukul 04.00.

Akibat kejadian tersebut, Serda Darma Aji meninggal dunia saat dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (8/6/218) siang sekitar pukul 13.15.

Sementara seorang lainnya yakni Serda Nikolas Kegomoi, anggota Yonkav 7/Sersus Kodam Jaya masih dirawat intensif di RSPAD Gatot Subroto. Karo Penmas Mabes Polri Brigjen M Iqbal mengatakan, ada delapan oknum brimob yang diamankan pihak kepolisian atas dugaan penganiayaan tersebut.

Kasus ini juga telah menyebar di media sosial, berikut motif pelaku melakukan hal tersebut kepada korban. Berdasarkan keterangan dari berbagai sumber, perkelahian antara keduanya berlangsung karena pelaku tersinggung ajakan untuk minum miras ditolak oleh korban.

Sehingga terjadilah adu mulut dan pengeroyokan hingga penusukan terhadap prajurit TNI hingga tewas.

“Turut berduka cita atas meninggalnya Serda Darma Aji putera dari Serka Samsudin dari Rindam Hasanudin. Semoga amal dan ibadahnya diterima oleh Allah SWT.

Alm. Serda Darma merupakan salah satu korban pengeroyokan sekaligus penusukan di daerah Cimanggis yang menurut saksi mata pelakunya diduga oknum kepolisian dari korps brimob.

Saat dimintai keterangan, saksi mata bernama Devi mengaku mengenal korban dan pelaku, kemudian Devi menunjukkan wajah pelaku melalui foto yang tersimpan pada selulernya

Dari hasil pengembangan tersebut pelaku berhasil diamankan.

Motif sementara penusukan dikarenakan pelaku tersinggung dengan korban saat ditawari minuman keras, oleh korban tawaran tersebut ditolak. Sehingga pelaku bersama 10 orang temannya mengeroyok korban beserta satu teman seangkatannya dengan cara dipukul kemudian ditusuk pada bagian perut.

Saat korban An. Serda Darma dan Serda Nicholas dilarikan ke RSPAD, namun naas untuk Serda Darma nyawanya tak tertolong sedangkan Serda Nicholas yang juga mendapat tusukan diperut berhasil diselamatkan dan menjalani perawatan intensif,” tulis akun @infokomando.

Menurut keluarga korban, Serda Darma Aji semasa hidup dikenal sebagai sosok yang baik, humoris dan penyayang.

“Sedih bercampur kaget ketika d beri kabar kepergianya. Secepat itukah…

bgitulah ajal tdk ada yg tau kecuali Rabb yang maha mengatur segalanya. tak bisa berkata apa2.

Seorang yang humoris, baik hati dan penyayang telah pergi meninggalkan para sahabat, keluarga dan orang2 dekatnya.

 

Tol Cikampek Macet 5 Km di Cikarang

BOGOR DAILY- Arus kendaraan dari Jakarta menuju Cikampek mulai meningkat secara signifikan. Kepadatan kendaraan terjadi sepanjang 5 kilometer (km) di daerah Cikarang. “Untuk informasinya ada kepadatan dari simpang Cikunir sampai Bekasi Barat. Ada lagi kepadatan di KM 33 atau Cibatu sampai Cikarang Timur di KM 38,” kata petugas call center NTMC Polri, Dian, saat dihubungi, Sabtu (9/6/2018).

Selain itu kepadatan kendaraan juga terjadi di Karawang Barat yang ada di KM 49 hingga Karawang Timur di KM 55. Dian mengatakan kepadatan ini disebabkan peningkatan volume kendaraan, tak ada kecelakaan. “Selepasnya kondisi lalu lintas terpantau lancar,” ujarnya

Dia mengatakan peningkatan arus mudik mulai terpantau sejak pukul 19.00 WIB. Mulai banyak kendaraan dari Jakarta menuju Cikampek.

sumber:  detik.com

Kebakaran di Kampung Lebak Kantin, 2 Rumah Gosong

BOGOR DAILY-Kobaran api menghanguskan dua rumah di kawasan Kampung Lebak Kantin , Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Kebakaran terjadi pada pukul 14.00 WIB, Sabtu (09/05/2018) dan api baru dapat dipadamkan satu jam kemudian setelah diterjukan lima unit Damkar Kota Bogor dan satu Damkar Kabupaten Bogor.

Penuturan warga setempat, Harun (40), dugaan sementara kebakaran akibat arus pendek listrik. “Tiba-tiba api berkobar dan membumbung tinggi dari rumah yang dihuni 6 jiwa yang di isi oleh kakek, nenek, anak dua serta cucu dua,” tukasnya.

Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di Jalan Sudirman sempat dipadati kendaraan. Kondisi itu dikarenakan banyaknya mobil pemadam kebakaran yang diparkir di sisi jalan.

Kapolsek Bogor Tengah Kompol Syaifudin Gayo mengatakan, hal itu dikarenakan kawasan tersebut merupakan pemukiman padat penduduk. “Iya karena tidak bisa masuk mobil, kondisinya juga masuk ke bawah kepemukiman padat penduduk,” katanya

Akibatnya antrean kendaraan pun tak terhindar. Untuk memantau arus lalu lintas, ia pun ikut mengatur arus lalu lintas.”Iya kita pantau dan terus kita arus agar tidak padat,” ucapnya

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka saat peristiwa kebakaran tersebut.

Segel Satpol PP Sudah Tidak Utuh di Lokasi Transmart Tajur

BOGOR DAILY – Sejak Selasa (5/6/2018), lokasi pembangunan ilegal Transmart Tajur, telah resmi di segel oleh Satpol PP Kota Bogor. Segel yang di pasang diantaranya, gembok pada pintu utama menuju lokasi proyek, dua pemberitahuan segel yang ditempel di pintu gerbang, dan garis pol PP yang membentang pada pintu utama.
Namun apa yang terjadi, baru tiga hari berjalan, Jumat (8/6/2018) pagi, tiba tiba garis pol PP yang merupakan indetitas segel Satpol PP hilang, dan gerbang yang semula disegel menggunakan gembok, seketika terbuka karena sebuah truk bermuatan tanah keluar dari lokasi proyek.
Peristiwa diduga telah terjadi kerusakan pada segel Satpol PP tersebut diketahui sekitar pukul 09.00 WIB. Tampak terlihat tanah tanah berserakan disekitar lokasi pintu keluar proyek Transmart Tajur. Dilokasi juga, hanya terlihat lilitan bekas garis pol PP yang telah hilang entah kemana.
Ketika di konfirmasi, penyidik PPNS Satpol PP Kota Bogor, Saryana mengaku bahwa Kasi Penindakan sudah mendatangi lokasi Transmart Tajur. “Silahkan konfirmasi langsung ke Kasi Penindakan, karena tadi yang ke lokasi Transmart Tajur mereka,” ucapnya.
Namun ketika di hubungi, Kasi Penindakan Satpol PP Kota Bogor, Firmansyah, tidak memberikan jawaban dan mengabaikan pertanyaan yang ditanyakan awak media via WhatsApp ataupun Shot Masage Service (SMS).
Berdasarkan keterangan Kabid Gakperda Satpol PP Dani Suhendar saat melakukan penyegelan, Selasa (5/8) lalu, bahwa apabila segel Satpol PP rusak atau hilang, maka tindakan tersebut merupakan bentuk tindakan pidana melawan hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Polisi Tangkap Calo Mahasiswa UIN

BOGOR DAILY-Polisi menangkap Syafullah alias Arif yang diduga menipu dengan menawarkan jasa memasukkan orang menjadi mahasiswa UIN Jakarta. Pria yang juga residivis polisi itu dibekuk petugas Polres Tangerang. Tersangka ditahan karena menipu dua korban dengan janji memasukkan anak mereka ke Fakultas Kedokteran.

Saat itu, korban Rosa dihubungi temannya dan diinformasikan bahwa ada jalur khusus masuk Fakultas Kedokteran UIN Jakarta untuk anaknya.

“Selanjutnya dua korban, yaitu Rosa dan Tine menghubungi dan bertemu dengan tersangka. Masing-masing lalu menyerahkan uang Rp 150 juta ke tersangka,” terang Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, Alexander Yurikho, Sabtu (9/6/2019).

Kepada Rosa dan Tine, tersangka mengaku akan memberikan uang tersebut ke Dekan Fakultas UIN Jakarta. Belakangan diketahui bahwa Syafullah bukanlah karyawan UIN Jakarta. Rosa dan Tine pun segera melapor ke Polres Tangsel. Setelah diselidiki polisi lalu meringkus Syafullah di rumah istri keduanya di Bogor pada hari Jumat (8/6/2018).

Menurut informasi, Syafullah sebelumnya pernah dijatuhi hukuman 1 tahun penjara karena melakukan kejahatan dengan modus yang sama pada tahun 2016.

Ratusan Relawan PMI Siaga Selama Mudik

BOGOR DAILY-Sedikitnya, sebanyak 105 orang Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor dengan spesialisasi pertolongan pertama dan ambulans diterjunkan selama arus mudik Lebaran 2018.

Kepala Markas PMI Kabupaten Bogor, Abidin, mengatakan bahwa petugas PMI ditempatkan di 10 pos pelayanan selama 24 jam terhitung 8 – 22 Juni 2018 sesuai dengan kesepakatan bersama Polres Bogor dalam Rakor Persiapan Operasi Ketupat Lodaya 2018.

“Di samping anggota KSR yang disiagakan, PMI juga menyiagakan empat unit ambulans roda empat dan satu unit motor ambulans untuk digunakan evakuasi bagi masyarakat yang mengalami musibah. Peralatan pertolongan pertama juga disiapkan berupa tandu, spalek, obat-obatan, kantong mayat serta peralatan lainnya,” kata Abidin belum lama ini.

Abidin menambahkan, kesiapsiagaan dilaksanakan tidak hanya pada arus mudik saja, PMI Kabupaten Bogor juga menyiagakan personel dan sumber daya untuk tanggap darurat bencana selama masa Hari Raya Idul Fitri 2018.

“Semoga seluruh masyarakat yang melaksanakan mudik dan wisata, selalu tetap menjaga keselamatan dan kemananan dalan perjalanan. Kemudian senantiasa mengurangi risiko yang terjadi akibat bencana dan kecelakaan,” tutup Abidin.

Jalur Puncak Disesaki Pengendara Mulai 17-23 Juni

BOGOR DAILY-Kepadatan arus kendaraan di Jalur Puncak diprediksi terjadi pada Minggu (17/6/2018) hingga Sabtu (23/6/2018). Hal ini dikatakan oleh kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor AKP Hasby Ristama.

“Itu biasa terjadi pada saat setelah bersilahturahmi dengan kerabat maupun sanak saudara,” katanya di Cibinong, Sabtu (9/6/2018).

Pada tanggal tersebut, menurut Hasby, arus di Jalur Puncak diperkirakan padat sebab masyarakat Jawa Barat mengajak keluarganya berwisata.

Selain itu, daerah yang menjadi tujuan favorit berada di jalur tersebut, yakni taman “Little Venice” (miniatur kota eropa), taman bunga sakura (Kebun Raya Cibodas), penangkaran Rusa Giri Jaya, dan masih banyak lagi.

Terkait persoalan keamanan, akan ada penjagaan dari petugas kepolisian, TNI, pramuka, Dinas Kesehatan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.

Satlantas Polres Bogor telah menyiapkan kebijakan “one way” (jalan satu arah) bila kepadatan akan terus meningkat hingga Selasa (19/6/2018). Kendati demikian, pemberlakuan ini masih perlu adanya pembuktian apakah terjadi kemacetan panjang atau bersifat tentatif. Bila terjadi, kebijakan tersebut bakal diberlakukan mulai pukul 07:30 WIB.

Hasby juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kendaraan mereka saat wisata. Hal tersebut dikarenakan pada tahun sebelumnya banyak terjadi kecelakaan lalu lintas akibat kurang kepedulian pengemudi untuk memperhatikan kondisi kendaraan.

“Itu memang sepele, tapi bila terjadi sesuatu di luar kehendak maka akan merugikan pengguna jalan yang lain,” katanya.

Selain itu, Hasby meminta agar masyarakat yang hendak ke Cianjur untuk menggunakan jalur alternatif via Jonggol, sebab bila menggunakan jalur tol maka akan terjadi kemacetan panjang hingga larut malam