Monday, 27 April 2026
Home Blog Page 8768

Ada Kampanye Hitam di Pilwakot Bogor, Ini Korbannya

BOGOR DAILY- Satu bulan jelang hari pencoblosan Pilwalkot Bogor 2018, mulai dihiasi selebaran kampanye hitam untuk menjatuhkan salah satu pasangan calon. Salah satunya temuan selebaran yang beredar di sejumlah sudut Kota Bogor dan tersebar di media sosial.

Dalam selembaran yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Bogor (AMB) itu tertulis hal-hal yang mendeskreditkan calon wali kota petahana Bima Arya Sugiarto dan diduga hasil perbuatan oknum yang ingin memperkeruh suasana Pilkada Damai Kota Bogor.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bogor, Yustinus Eliyas Mau, mengaku sudah mendengar kabar itu namun pihaknya belum menerima laporan dari pihak paslon yang disebut dalam selebaran itu. “Harus hati-hati jangan terjebak dengan adu domba,” ungkapnya, Jumat (12/5).

Meski demikian, kata dia, Panwaslu sedang berkoordinasi dengan Kepolisian kaitan dengan surat kaleng kampanye hitam tersebut. “ Jika nanti terbukti, ini merupakan pelanggaran pidana. Kami terus telusuri,” tegasnya.

Senada, Ketua Panwascam Tanah Sareal, Supriantona Siburian juga membenarkan adanya surat kaleng dan gambar-gambar yang menjatuhkan salah satu pasangan calon.

“Ini merupakan perbuatan yang dilarang oleh Undang-Undang 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah dan PKPU 4 Tahun 2017 tentang kampanye karena itu bisa diduga black campaign,” jelas Anto.

Menyikapi hal, Panwaslu Kecamatan Tanah Sareal akan memberlakukan patroli malam untuk menghindari kegiatan-kegiatan yang dilanggar oleh Undang Undang. Kegiatan Patroli atau keliling di malam hari ini bertujuan agar Pemilukada 2018 di Kota Bogor khususnya di Tanah Sareal menjadi kondusif dan minimnya tingkat pelanggaran pada masa kampanye.

Sementara, Calon Wali kota Bogor Bima Arya di setiap beberapa kesempatan kerap menyampaikan dalam kontestasi pemilu diharapkan terjadi adu gagasan, adu program untuk memenangkan pilkada.

“Jadikan pilkada sebagai pembelajaran atau contoh yang baik generasi muda. Selalu mengedepankan program dan jadikan sebagai ajang bertarung gagasan membangun kota bukan black campaign,” kata Bima beberapa waktu lalu.

Polisi: Lion Air Terbanyak Dipakai Selundupkan Narkoba

BOGOR DAILY-Satuan Reserse Narkoba pada Kepolisian Resor Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, menyebutkan pada tahun ini, maskapai Lion Air tercatat menjadi salah satu maskapai tertinggi sebagai transportasi penyelundupan narkotika jalur udara.

Dari data yang diperoleh, penyelundupan narkotika periode Januari hingga April 2018, untuk maskapai Lion Air sebanyak enam kasus, Air Asia tiga kasus, dan Garuda Indonesia dua kasus.

Pihak Lion Air tak memungkiri maskapainya menjadi pilihan penyelundupan. Kasat Narkoba Polres Bandara Soekarno Hatta, Kompol Raja Martua TL Silitonga menyebutkan, seringnya maskapai tertentu dipilih untuk menyelundupkan narkotika, lantaran memiliki harga yang ekonomis.

“Para pengedar internasional ini, tentunya memikirkan nilai ekonomis mereka, karenanya lebih baik melalui maskapai dengan harga murah, serta maskapai yang sering flight pada jam-jam menjelang pagi daripada harus yang mahal,” katanya, Juma, 11 Mei 2018.

Menanggapi hal tersebut, Managing Director Lion Air Group, Daniel Putut menegaskan, melihat angka tersebut pihaknya akan melakukan pemecatan pada kru atau kabin yang membiarkan peredaran narkotika terjadi di lingkungan Lion Air.

“Kita akan tindak tegas, jangan sampai para kurir dibiarkan, karena ada titipan tertentu pada kru di dalam kabin. Hal ini tidak boleh terjadi. Saat ini, kita harus berbenah. Meskipun sulit, tapi harus kita lakukan, demi menjaga kualitas dari Lion Air,” ungkapnya.

Ia menegaskan, para kru dapat berkoordinasi dengan para pimpinan bila nantinya ditemukan, atau didapati kru yang menggunakan atau menyebarkan narkotika. “Jangan sungkan melapor, bahkan kalau kalian tahu dan tidak melapor akan kami sanksi juga,” ujar Daniel. (asp)

Pisau Beracun Penusuk Bripka Frence Diteliti Puslabfor

BOGOR DAILY-Tim Puslabfor masih memeriksa pisau yang digunakan Tendi Sumarno (23) saat menikam Bripka Marhum Frence. Pisau itu diduga beracun.

“Sejauh ini kami menduga kuat bahwa itu beracun karena hanya luka sayatan. Tapi ini masih diteliti oleh tim forensik sampai sekarang dan belum ada kepastian,” kata Karo Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal kepada detikcom, Sabtu (12/5/2018).

Bripka Frence disabet senjata tajam setelah mengamankan pelaku saat mengamati penjagaan di Mako Brimob. Bripka Frence pada Jumat (11/5) dini hari meminta bantuan Briptu Gustriuce dan Bripka Rahmad Muin untuk menemui pelaku.

Saat diamankan pelaku mengeluarkan pisau dan menyabet Bripka Frence. Bripka Frence langsung dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sempat memberikan penghormatan terakhir untuk Frence yang dimakamkan di Mako Brimob. Kapolri menyampaikan duka cita dan mendoakan Almarhum.

Diman ‘Cangkul’ Bantai Ibu dan Istrinya, 1 Tewas

BOGOR DAILY-Diman  Jurianto (29) nekat membantai ibu kandungnya Enung Juhariyah (60) dan istrinya Hera (30), menggunakan cangkul dan sabit. Insiden berdarah tersebut mengakibatkan nyawa Enung melayang, sedang istrinya hingga kini masih kritis.

Yaya Rohaya, Ketua RT 05 Kampung Talun RW 08, Desa Batukarut, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung mengatakan insiden berdarah yang menimpa Enung dan Hera terjadi pada Senin (7/5) lalu, sekitar Pukul 19.00 WIB.

“Korban sudah terkapar dan bersimbah darah sekitar jam 7 malam, keduanya dianiaya Diman menggunakan cangkul dan sabit,” kata Yaya saat ditemui di rumahnya, Rabu (9/5/2018).

Yaya mengungkapkan, dia tidak mengetahui persis penyebab keributan yang menimpa Enung yang masih ada ikatan saudara jauhnya. Dari informasi ia ketahui jika Diman sempat cekcok di dalam rumah.

“Tidak tahu kenapa awalnya. Waktu itu setelah selesai shalat magrib ketiduran sebentar, tiba-tiba ada yang menjerit dan meminta bantuan warga dan keluarganya histeris. Menjerit, pas ke bawah sudah banyak warga yang berkumpul,” ungkapnya.

Saat datang ke rumah Enung, Yaya melihat Enung dan Hera sudah terkapar di teras depan rumahnya dengan luka yang cukup parah akibat pukulan cangkul dan sabetan sabit.

“Saya datang ke lokasi korban sudah dianiaya. Pada malam itu tidak ada yang berani menghampiri untuk melerai Diman. Cangkul dan sabit masih dipegang di tangannya,” jelasnya Yaya.

Meski sudah dikepung oleh Polisi dari anggota Polsek Pamengpeuk, Polres Bandung dan ratusan warga,  Diman ‘cangkul’ itu tetap tidak takut. Sebaliknya, warga pun takut melerai Diman karena dia membawa senjata, di tangan kanan Diman pegang pacul dan tangan kiri sabit.

“Takutnya pas di sergap malah menyerang warga. Diman tetap bereaksi keras, sudah ada polisi dari polsek, dari polres, banyak Intel juga, bahkan sudah diberikan peringatan dua kali tebakan, tetap cuek,” ujarnya.

Menurutnya, Diman dan istrinya menumpang tinggal, di rumah milik Enung. Rumah itu hanya dihuni bertiga oleh Enung, Diman dan istrinya. Diman dan istrinya baru menikah dua tahun dan belum dikaruniai anak. Diman bekerja di Cimahi. Sebelum menumpang tinggal Diman dan istrinya pernah mengontrak di Cimahi. Bahkan kejadian itu terjadi usai Diman pulang bekerja.

Korban baru berhasil dievakuasi ke rumah sakit Pukul 22.00 WIB. Yaya pun ikut mengantarkan korban ke rumah sakit, dengan kondisi Enung mengalami banyak luka di bagian kepala, begitu pun istri Diman.

“Saat dilarikan ke rumah sakit kondisi Enung sudah lemas, masih sadar tapi matanya sudah tidak bisa dibuka. Sementara untuk istri Diman meski darah banyak keluar dari kepala belakangnya masih sadar dan bisa baca istighfar,” ujarnya.

Diman akhirnya dapat dikumpulkan setelah disemprot menggunakan APAR yang dibawa oleh polisi. “Setelah disemprot, dia langsung lari, tapi karena sudah terkepung langsung disergap,” katanya.

Yaya menambahkan jasad Enung sudah dimakamkan, Selasa (8/5) kemarin sekitar Pukul 16.00 WIB di pemakaman yang berada di Kecamatan Arjasari. “Sudah dimakamkan kaemarin sore, sementara untuk kondisi istri Diman sekarang sudah sadar,” pungkasnya.

sumber: detik.com

Mulai H–3 Puasa, Pemkot Bogor Tutup Paksa THM

BOGOR DAILY-Terhitung mulai H-3 menjelang bulan suci Ramadan sampai H+3 Lebaran, seluruh tempat hiburan malam atau THM yang ada di Kota Bogor akan ditutup sementara.

Rapat pengarahan teknis penutupan THM sementara pun sudah dilakukan pada Jumat (11/05/2018) di Paseban Sri Baduga, Balaikota Bogor.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kesbangpol Kota Bogor, Fordinan, dengan mengundang sekitar 30 lebih pengusaha THM berserta aparat kelurahan, Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) dari kelurahan dan kecamatan, perwakilan Kapolresta Bogor Kota, perwakilan Komandan Kodim 0606 Suryakencana.

“Jadi seluruh THM di Kota Bogor dihentikan sementara terhitung mulai H-3 puasa sampai  H+3 Lebaran sesuai dengan SK Wali Kota,” ujar Fordinan, Jumat (11/5/2018)

Fordinan menambahkan, THM dihentikan sementara karena sudah menjadi kebiasaan tahunan saat menghadapi bulan Ramadan seluruh THM harus menghentikan sementara aktivitas usahanya. Apalagi di Ramadan tahun ini berbarengan dengan Pilkada sehingga akan lebih krusial mengingat kerap terjadi pelanggaran-pelanggaran klasik di THM.

“Jika ada yang menantang dengan masih membuka di H-3 dan H+3 maka akan diberikan sanksi sesuai dengan aturan,” tegas Fordinan.

Fordinan mengingatkan, jajaran Muspida akan melakukan tinjauan langsung ke lapangan secara mendadak. Dia sangat berharap jangan sampai ada yang melanggar hingga harus dibuat surat teguran. Sebab, dengan teguran seperti itu akan berpengaruh pula pada usahanya.

Fordinan mengatakan, satu bulan bisa dikatakan waktu yang tidak sebentar, tetapi menurutnya, ada waktu 11 bulan yang bisa dimanfaatkan pengusaha untuk menjalankan usahanya.

“Selama sebulan, kan, bisa juga dimanfaatkan untuk perbaikan di internalnya atau renovasi tempat,” kata Fordinan

Guru di Cileungsi Ditembak Rampok Berpistol

BOGORDAILY-Warga Perumahan Metland, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat dikagetkan dengan aksi pencurian sepeda motor disertai letusan senjata api di siang bolong. Peristiwa yang terjadi, Kamis 10 Mei 2018 sekitar pukul 11.00 WIB siang, bermula dua orang pelaku dengan menggunakan satu sepeda motor berhenti di depan rumah milik Alim Mustafa.

Kemudian satu orang turun dari motor berniat mencuri sepeda motor yang sedang terparkir di garasi rumah di Blok GD 2 No 6.

Dalam waktu bersamaan, sang pemilik rumah melihat orang tersebut dari kamera CCTV. Saat itu, Alim mengira kedua orang tersebut hendak bertamu.

“Karena awalnya mengira tamu, dia keluar rumah,” kata Kapolsek Cileungsi Kompol M Asep Fajar.

Saat Alim membuka pintu, salah satu pelaku yang sudah berdiri di depan pintu dan menodongkan senjata api ke arah pemilik rumah. “Korban tidak berkutik waktu ditodong senjata api,” ujar Asep.

Pelaku kemudian menggiring pemilik untuk kembali masuk ke dalam rumah. Selepas itu, pemilik rumah diminta menyerahkan kunci motor dan kunci pintu rumah.

“Pelaku lalu mengunci pintu dari luar dan membawa motor korban yang parkir di garasi,” kata dia.

Ketika hendak memboyong motor keluar garasi, aksinya dipergoki oleh Rizky Munggaran, yang kebetulan tengah melintas. Pria yang berprofesi sebagai guru SMP ini lantas berteriak sekeras-kerasnya.

“Waktu dia teriak-teriak maling, salah satu pelaku langsung mengeluarkan pistol dan menembakan ke arah korban,” terang Asep.

Usai menembak korban, keduanya langsung kabur dan berhasil menggasak sepeda motor Yamaha R5 B 3768 FUG milik Alim.

Warga yang mendengar suara letupan tersebut langsung berhamburan keluar dan mendapati korban luka di pelipis kiri. Oleh warga, korban langsung dibawa RS Hermina Mekarsari.

 “Tembakan pelaku hanya mengenai pelipis kiri korban. Lukanya seperti terserempet peluru,” kata dia.

Polisi yang menerima informasi tersebut langsung meluncur ke lokasi dan melakukan olah TKP serta meminta keterangan sejumlah saksi. Polisi juga telah membawa hasil rekaman CCTV yang berada di depan rumah Alim.

Dari hasil rekaman CCTV, saat beraksi kedua pelaku menggunakan helm dan baju warna hitam.

“Sedang kita selidiki. Mudah-mudahan pelakunya cepat teridentifikasi,” terang Asep

Begini Jasad Napi Teroris yang Tewas di Mako Brimob

BOGOR DAILY-Satu narapidana teroris meninggal pascakerusuhan di Rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Jenazah narapidana teroris atas nama Abu Ibrahim alias Beny Syamsu tersebut masih ada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Belum. Keluarganya belum ke sini. Masih nunggu keluarganya,” kata Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kombes Edi Purnomo saat dikonfirmasi, Kamis (10/5).

Edi mengaku belum tahu apakah keluarga Ibrahim sudah mengetahui keadaannya atau belum. Dia mengatakan pengabaran dilakukan dari pihak pihak Brimob.

“Yang tahu orang Brimob keluarganya di mana. Kami tidak tahu keluarganya siapa,” terang dia.

Hingga saat ini, RS Polri, kata dia masih menunggu kedatangan keluaga dari jenazah. Polisi akan melakukan tes DNA setelah keluarga tiba di Rumah Sakit.

“Kita masih menunggu keluarganya. Kalau orang ini ada keluarganya baru kita crosscheck DNA-nya, cocok tidak. Kalau cocok ok. Namanya baru tahu siapa,” tegas dia.

Kerusuhan berujung penyanderaan di Mako Brimob mengakibatkan enam orang tewas, lima dari anggota polisi, dan satu narapidana kasus terorisme. Beny adalah tahanan yang terlibat perencanaan aksi teror dengan target kantor polisi di Pekanbaru.

Beny diduga melakukan perlawanan dan merebut senjata dari aparat. Selain Beny, satu orang narapidana teroris atas nama Abu Afif alias Wawan Kurniawan menjalani perawatan di RS Polri.

Kerusuhan dan penyanderaan di Mako Brimob telah berakhir sekitar pukul 07.15 WIB Kamis (10/5). Wakapolri Komjen Syarifudin mengatakan operasi berjalan selama 36 Jam sejak Selasa (8/5) malam dan sebanyak 156 tahanan disebut terlibat dalam penyanderaan tersebut.

Kini 145 narapidana kasus terorisme telah dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. 10 tahanan lainnya masih ditahan di Mako Brimob.

 

Ada Bayi Terjebak di Kerusuhan Mako Brimob

BOGOR DAILY– Kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok membawa banyak cerita miris. Kejadian tersebut berlangsung pada Selasa (8/5/2018) malam hingga Rabu (9/5/2018) dini hari.

Kerusuhan terjadi antara tahanan dengan petugas dari personel Brimob Polri. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) M Iqbal mengungkapkan bahwa insiden di Markas Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, pada Selasa (8/5/2018) malam, berawal dari keributan antara tahanan dan petugas kepolisian karena masalah makanan.

Ada pihak keluarga narapidana terorisme yang sedang berkunjung menolak pemeriksaan atas makanan yang dibawanya. Akibat hal ini, cekcok pun terjadi antar narapidana dan petugas.

Suasana makin panas ketika tiga dari enam blok tahan berhasil dikuasai oleh narapidana.

Selain narapidana dewasa, rupanya ada seorang bayi yang juga ikut terjebak dalam kerusuhan di rutan Mako Brimob.

Bayi tersebut diketahui baru berusia 4 hari. Hal itu disampaikan langsung oleh Kadiv Humas Polri Irjen Setyo di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (9/5/2018) tengah malam kepada wartawan.

Menurut Setyo, bayi tersebut terjebak bersama sang ibu yang merupakan tahanan titipan di Mako Brimob.

Bayi tersebut awalnya di lahirkan di rumah sakit.Namun, kemudian di rawat di rumah tahanan karena ibunya adalah seorang tahanan.

Sebetulnya polisi sudah berusaha mengeluarkan ibu dan bayinya dari dalam rutan, tapi sang ibu tak mau. “Tim negosiator nanti yang bekerja.”

“Ini kan secara kemanusiaan, harusnya perempuan kita minta keluar.”

“Tapi kalau mereka nggak mau, maksa di dalam, ya, untuk apa?” kata Setyo.

Melansir hukumonline.com, narapidana perempuan yang hamil atau memiliki anak saat masih dalam masa tahanan memang mempunyai hak-hak khusus.

Perempuan diberikan hak istimewa seperti kebutuhan untuk menstruasi, hamil, dan melahirkan di penjara. Sementara, untuk ibu hamil dan menyusui, terdapat aturan khusus di dalam bui, yaitu kebutuhan makanan tambahan.

Hal ini telah diatur dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 32 Tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 58 tahun 1999.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus memantau kondisi rutan dan berusaha membawa sang ibu dan bayinya ke tempat yang lebih aman.

Ini 7 Kebijakan Baru Khusus PNS

BOGOR DAILY-Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun ini nampaknya banjir kabar gembira dari kebijakan pemerintah. Setelah gaji dan THR akan naik, pemerintah juga akan memperbolehkan PNS menggunakan kendaraan dinas untuk mudik Lebaran tahun ini.

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur. Namun, ujar Asman, aparat yang menggunakan mobil dinas harus menanggung sendiri biaya bensin dan perawatan mobil selama digunakan mudik.

“Selama ini kan mobil dinas tidak di perbolehkan. Tapi tahun ini saya bilang sepanjang itu digunakan tidak memakai biaya kantor, silakan,” ujar Asman di sela-sela pembukaan acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2018 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019 di Jakarta, kemarin.

Selain itu, ada beberapa kebijakan baru bagi PNS seperti dirangkum:

 1. Istri Melahirkan, PNS Pria Dapat Cuti Maksimal 1 Bulan

Mulai Desember 2017, cuti untuk mendampingi istri menjalani persalinan bagi PNS pria masuk kategori cuti karena alasan penting. PNS tetap menerima penghasilan (gaji pokok, tunjangan keluarga, dll)

 2. Kenaikan Gaji

Pemerintah berencana menaikkan gaji PNS pada 2019. Pada 2015, PNS naik gaji 6%.

3. Kenaikan THR

THR PNS mulai tahun ini akan lebih tinggi dengan formula gaji pokok+tunjangan kinerja. Sebelumnya hanya 1x gaji pokok

 4. Rumah DP 0%

PNS bisa mendapatkan KPR tanpa uang mua dengan jangka waktu cicilan 30 tahun

5. Cuti Lebaran

Tahun ini PNS boleh mengambil cuti Lebaran di luar cuti bersama yang telah ditetapkan pemerintah

 6. Pensiunan PNS Dapat THR

RPP tentang gaji, tunjangan sedang disiapkan pemerintah antara lain mengatur pemberian THR bagi pensiunan PNS selain menerima uang pensiun ke-13

 7. Mobil Dinas untuk Mudik

Menteri PAN-RB segera merevisi aturan yang melarang PNS memakai mobil dinas untuk pulang kampung saat Lebaran. Bensin dan perawatan/perbaikan ditanggung PNS bersangkutan

Saat ini, jumlah PNS 2017 sebanyak 4,5 juta atau setara 1,7% penduduk Indonesia dengan sebaran PNS Pusat 20,94% dan PNS Daerah 79,06%

Ini 5 Polisi yang Tewas di Mako Brimob

BOGOR DAILY-Total ada enam orang yang tewas akibat kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Lima orang di antaranya adalah polisi.

“Kami sampaikan bahwa insiden ini memakan korban jiwa, ada lima rekan kami gugur,” kata Karo Penmas Polri Brigjen M Iqbal kepada wartawan di depan Mako Brimob, Rabu (9/5/2018).

Satu orang lain yang tewas merupakan napi teroris. Polisi menembak mati teroris tersebut karena merebut senjata polisi.

Berikut ini identitas lima polisi yang gugur dan satu tahanan yang tewas berdasarkan data yang diterima detikcom:

Polisi 

1. Bripda Syukron Fadhli
2. Ipda Yudi Rospuji
3. Briptu Fandy
4. Bripka Denny
5. Bripda Wahyu Catur Pamungkas

Tahanan

Abu Ibrahim alias Beny Syamsu, napi teroris Pekanbaru