Tabung Gas Melon Bocor, Dua Balita Mengalami Luka Bakar Serius
Gila!!! Besi Penahan Tebing Reservoir PDAM Dicuri
Keterlaluan! Duit Operasional Panwascam Digasak di Jalan Raya
BOGOR DAILY-Nasib sial menimpa bendahara Kecamatan Jasinga yang merangkap Bendahara Panwascam Jasinga Sulistiadi. Bersama rekannya Wida Widiarti, kedunya menjadi korban pencurian dengan modus pecah kaca mobil. Akibatnya, uang Rp100 juta yang akan digunakan untuk gaji Panwascam, honorer sekuriti dan uang kegiatan Kecamatan Jasinga raib digondol maling.
Informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat keduanya melakukan pencairan dana sebesar Rp100 juta di Bank Jabar di Jalan Tegar Beriman, Pemda, Cibinong, Kamis (3/5). Setelah itu, keduanya bermaksud pulang ke Jasinga dengan terlebih dulu mampir di Rumah Makan Hasanah Jalan Raya Karadenan RT 04/10, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong sekitar pukul 12:30 WIB untuk makan siang.
Saat di rumah makan, uang yang telah dicairkan ditinggal di dalam mobil yang dikendarai korban di dalam tas warna hitam. Namun saat sedang asyik makan, korban melihat ada yang memecah kaca mobilnya di bagian sebelah kanan. Korban pun berlari untuk mengejar pelaku. Sayangnya, pelaku sudah lebih dulu mengambil tas yang berisi uang.
Pelaku langsung lari ke arah temannya yang sudah menunggu di pinggir jalan dengan sepeda motornya. Kedua pelaku yang diketahui menggunakan kendaraan roda dua jenis Suzuki Satria FU warna hitam putih langsung tancap gas ke arah Bogor meninggalkan korban.
Informasi tersebut dibenarkan Komisioner Panwas Kabupaten Bogor Irvan Firmansyah. Dari laporan yang diterimanya, uang Rp100 juta yang hilang juga ada alokasi untuk operasional kegiatan Panwascam Jasinga. Saat ini, Polres Bogor sedang menangani kasus tersebut. “Informasinya ada uang untuk gaji Panwascam, uang honorer untuk banpol dan security dan uang untuk kegiatan Kecamatan Jasinga. Perkembangan selanjutnya kami masih menunggu penyelidikan kepolisian,” katanya.
Catat! Ini Waktu Penertiban PKL Dewi Sartika Bogor
BOGOR DAILY-Pemerintah Kota Bogor bakal menertibkan pedagang kaki lima alias PKL yang berada di Jalan Dewi Sartika setelah lebaran nanti.
“(Penertiban PKL) Dewi Sartika terakhir keputusan dari Pemkot itu menunggu Idulfitri,” ujar Kasat Pol PP Kota Bogor, Herry Karnadi.Herry mengatakan, keputusan ini muncul setelah mempertimbangkan adanya penyelenggaraan Pilkada yang tengah berlangsung di Kota Hujan.
“Kami tidak ingin nanti mengganggu agenda besar itu, tetap kami dahulukan agenda Pilkada. Itu sifatnya nasional, jadi penertiban itu memperhatikan agenda Pilkada,” kata Herry.
Sat Pol PP sendiri, dikatakan Herry, saat ini tengah menyusun jadwal penertiban di mana jadwal tersebut dibuat dengan mempertimbangkan berbagai kondisi Kota Bogor agar saat penertiban bisa berlangsung dengan lancar dan kondusif.
“Kami sedang susun schedule-nya, kami lihat juga dengan berbagai macam kondisi kota terutama terkait adanya agenda Pilkada. Setelah itu baru kami atur kapan realisasinya, kapan digiring atau diatur masuknya (relokasi),” kata Herry.
sumber: Ayobogor.com
Angkut Terigu, Truk Ini Malah Terbalik di Tol Jagorawi
BOGOR DAILYSebuah truk Fuso yang bermuatan ratusan karung tepung terguling di Tol Jagorawi KM 23.800 Jalur A tepatnya di Kampung Kranggan, Desa Kranggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu (5/5/2018).
Kanit Laka Lantas Polres Bogor, Iptu Asep Saepudin mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi ketika truk Fuso bernopol T 9006 A tersebut mengalami patah kopel ketika melaju dari arah Jakarta menuju arah Bogor.
Kemudian lanjut dia, dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB itu, datang kendaraan lain dari belakang yakni Toyota Fortuner bernopol F 1157 PD yang dikemudikan oleh pengemudi asal Bogor, Danang Wahyudi (45).
“Dari arah belakang datang kendaraan Toyota Fortuner menabrak bagian belakang kanan kendaraan truk Mitsubishi Fuso tronton sehingga kendaraan truk terbalik miring ke kiri,” ujar Asep, Sabtu (5/5/2018).
Sedangkan untuk mobil Fortuner, menurut Asep, setelah menabrak, berhenti dengan normal di lajur I.
Beruntung, lanjut Asep, akibat kecelakaan tersebut tidak ditemukan adanya korban jiwa termasuk pengemudi truk, Wawan Sugianto (38) asal Karawang.
Namun, sang kernet truk, Amir (23) mengalami luka ringan di tangan. “Kernet Kendaraan truk Mitsubishi Fuso atas nama Amir, 23 tahun, asal Kampung Cikung, Desa Cibarusah, Kecamatan Karang Mukti, Kabupaten Bekasi mengalami bengkak di tangan kanan,” ungkap Asep.
Sumber: Tribunnews Bogor
Terpental, Tukang Becak Tewas Ditabrak KRL
BOGOR DAILY-Seorang tukang becak tewas tertabrak kereta api di perlintasan rel kereta Pondok Rumput, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (5/5/2018).
Ryan Fauzyan, seorang petugas jaga palang pintu kereta menjelaskan saat itu tukang becak berperawakan agak gempal melintas dari arah Air Mancur menuju arah Jalan Merdeka.
Namun saat itu sopir becak tersebut nekat menerobos palang pintu yang sudah ditutup. “Sudah ditutup, diteriakin sama itu bapak-bapak yang parkirin di tengah, sama saya juga sudah tiup pluit tapi ayo aja jalan,”
Beruntung, penumpang becak selamat setelah melompat dari atas becak. “Penumpangnya selamat, loncat dia, karena dia juga melihat sudah ada kereta,” katanya.
Namun naas pengemudi becak tertabrak hingga terpental beberapa meter dari lokasi kejadian. Becaknya pun mengalami rusak parah. “Meninggal di tempat sopirnya, becaknya juga ancur itu, enggak tahu saya juga sudah di peringatkan tapi masih jalan terus,” ujarnya.
3 Terduga Jaringan Teroris Ngontrak di Ciawi
BOGOR DAILYDetasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror mengamankan tiga orang di salah satu rumah kontrakan di Desa Pandansari, Kampung Gadog, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jumat (4/5/2018) malam.
Mereka diduga terlibat jaringan teroris. Tim Densus juga turut mengamankan sejumlah dokumen dari lokasi itu. Setelah dilakukan interogasi, anggota kemudian melakukan pengembangan dengan menggeledah dua rumah kontrakan lainnya di Kampung Neglasari, Kecamatan Megamendung, serta di Kampung Jero Rante, Kecamatan Ciawi.
Warga Kampung Gadog, Yohana (63), mengaku kaget atas peristiwa penangkapan tadi malam. Ia mengatakan, selama ini warga sekitar tidak tahu jika di dalam kontrakan itu ada penghuninya. “Kita di sini justru enggak tahu kalau rumah itu dikontrakkan, karena pemiliknya sudah lama pindah. Orang depan aja juga enggak tahu. Tahu-tahu ada orang aja ditangkap di situ,” kata Yohana, saat ditemui di lokasi, Sabtu (5/5/2018). Ia bersama warga lainnya hanya mengetahui jika kontrakan berbentuk ruko itu dijaga oleh seorang laki-laki.
Dalam kesehariannya, sambung Yohana, lelaki itu tidak pernah bersosialisasi dan jarang keluar. “Ada tiga orang yang ditangkap, termasuk orang yang jaga kontrakan itu. Saya liatnya pas udah di luar, sempat ngelawan juga. Ada panci yang diamanin anggota,” sebutnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi, di lokasi Kampung Neglasari, tim Densus 88 juga menginterogasi seorang wanita yang tinggal di salah satu rumah kontrakan. Dari lokasi itu, anggota mengamankan sejumlah buku-buku yang disimpan di dalam tas. Penggeledahan ini merupakan hasil pengembangan dari lokasi ditangkapnya tiga orang di Kampung Gadog.
Pemilik kontrakan, Budi menyebut, wanita yang menghuni tempatnya itu dikenal tertutup. Warga hanya mengetahui, wanita tersebut membuka usaha jual peyek melalui online. “Namanya saya enggak tahu. Udah tinggal di sini sekitar 3 bulan. Tinggal sama anaknya berdua,” tuturnya.
Ia melanjutkan, saat dilakukan penggeledahan, tim Densus hanya mengamankan sejumlah buku-buku. Sementara, wanita penghuni kontrakan tersebut tidak ikut diamankan. “Semalem enggak dibawa. Cuman tadi pagi, dia sama anaknya udah pergi dari kontrakan. Udah kosong sekarang di kontrakan itu,” ucapnya. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penangkapan terhadap terduga jaringan teroris ini.
Layani Masyarakat dengan Maksimal, Aliran Air PDAM Harus Konsisten
Bogor Daily – Dalam melayani masyarakat dengan maksimal, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menginginkan aliran atau pasokan air PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terus mengalir 24 jam. Begitu pula dengan debitnya yang harus konsisten tidak terlampau besar maupun sebaliknya.
Jadi upaya untuk meningkatkan pelayanan terus dilakukan demi kepuasan seluruh pelanggan.
Harapan itu disampaikan Plt Wali Kota Bogor Usmar Hariman saat menghadiri undangan dalam acara temu pelanggan dalam HUT ke-41 PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor di Resto Gumati, Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. “Dengan tertib tepat waktunya para pelanggan dalam membayar tagihan rekening airnya juga menjadi salah satu akumulasi peningkatan dan perbaikan pelayanan PDAM Tirta Pakuan. Dengan demikian, pemeliharaan jaringan dan infrastruktur lainnya dapat terus dilakukan, selain dengan sumber pendanaan yang lainnya,” papar Usmar.
Namun demikian, tambahnya, tidak menutup kemungkinan jika sumber pendanaan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ke depannya akan ditutupi pemerintah dengan melibatkan masyarakat. Saat ini regulasi tersebut tengah disiapkan. “Pelibatan masyarakat ini nantinya bisa berupa diterbitkannya obligasi, saham dan sejenisnya. Karena ini dimungkinkan jika PDAM berubah menjadi perusahaan publik,” katanya. Selain ratusan pelanggan dan sejumlah perwakilan unsur Muspida Kota Bogor, pada kesempatan itu hadir pula Dirut PDAM Tirta Pakuan Deni Surya Sanjaya. (adv)
Wakapolresta Bogor Berbagi Tips Olahraga di Bulan Puasa
Bogordaily – Wakapolresta Bogor Kota AKBP Rantau Isnur Eka memiliki tips khusus berolahraga di bulan puasa nanti.
Menurut Rantau meski berpuasa, olahraga mesti tetap berjalan untuk menjaga daya tahan tubuh. Meski menurutnya, pola olahraga yang diterapkan memang harus diubah.
“Jadi kalau saat puasa itu pola jam olahraga nya yang diubah, ini berdasarkan beberapa atlet dan olahragaawan yang saya terapkan,” katanya.
AKBP Rantau menjelaskan saat pagi hari di bulan puasa aktifitas yang bisa dilakukan adalah olahraga ringan.
“Nah sekitar pukul 16.00 hingga menjelang magrib bisa olahraga berat seperti lari dan sebagainya,” ujarnya. Selain itu untuk menjaga stamina tubuh tetap terjaga saat sahur kurangi makanan berminyak dan pedas.
Sedangkan saat buka puasa sebaiknya tidak makan makanan yang berat terlebih dahulu. “Pas saat buka hindari dulu makanan berat, kita bisa makan kurma, sesudah itu makan buah dan sayur,” katanya. (adv)
2,5 Jam di Pelaminan Sendiri, Briptu Andik Diledek Sunatan Lagi
BOGOR DAILY- Demi mengejar mimpi untuk menjadi polisi PBB, Briptu Nova Chairul Jannah hanya bisa menyaksikan proses pernikahannya lewat video call. Pasalnya, seleksi menjadi polisi PBB di Cikeas, Jawa Barat, bertepatan dengan rencana pernikahan yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Dia hanya bisa menangis terharu melihat proses pernikahannya di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (28/4/2018).
Saat sang suami, Briptu Andik Trianto, mengucapkan ijab kabul pun, Briptu Nova tak bisa menyaksikannya karena giliran namanya dipanggil untuk mengikuti tes mengemudi. Briptu Andik Trianto pun tak menyangka, hari bahagianya itu menjadi sangat berkesan. Dia mengaku merasa sangat terharu saat naik di pelaminan.
Pasalnya, dia naik sendirian. Sang mempelai wanita tidak berada di sampingnya karena sedang mengikuti seleksi menjadi polisi PBB di Cikeas, Jawa Barat. Briptu Andik juga merasa geli duduk sendirian di pelaminan, apalagi saat digoda oleh para tamu undangan. Dia merasa terhibur dengan candaan itu.
“Ada undangan yang tanya, ini acara nikahan atau sunatan, kok tidak ada pasangannya,” kata Andik sembari tertawa.
Resepsi yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB itu dijalani Andik seorang diri hingga pukul 17.30 WIB. Nova dijadwalkan menyusul sesaat setelah mengikuti seleksi di Cikeas. “Sekitar setengah enam dia (Nova) datang, lumayan lama. Saya hampir tiga jam berdiri sendiri di pelaminan menyaksikan tamu undangan yang hadir,” katanya.
“Ya Alhamdulillah semua berjalan lancar dan tidak kurang satu apa pun,” tambahnya.
Tuntutan profesi
Usai melangsungkan pernikahan dan mengikuti resepsi, Nova pun harus kembali ke Jakarta pada Minggu pagi. Dia harus mengikuti tes menembak. Apabila lulus, dia akan mengikuti program penempatan di luar negeri sebagai polisi PBB.
Sang suami pun mendukung cita-cita sang istri yang sudah sejak tahun 2015 yang silam diidamkannya untuk menjadi Polisi PBB.
“Sebenarnya itu sudah kami antisipasi dari awal karena memang cita-citanya ingin berangkat. Kalau dia berangkat selama beberapa tahun dan terpisah, itu sudah menjadi lebih komitmen kami. Bisa kami siasati dengan komunikasi yang baik,” ungkap Andik.
“Mohon doa restunya dan semoga diberi kelancaran,” tambahnya.
Proses seleksi itu sendiri tidak bisa diperkirakan waktunya karena tim seleksi langsung dari PBB, sedangkan rencana pernikahan juga sudah dipersiapkan jauh-jauh hari.
“Jadi tidak bisa ditebak kapan seleksinya dan ternyata memang rezeki saya proses seleksinya bertepatan dengan akad nikah dan itu menjadi kado terindah di hari pernikahan saya,” tutup Nova.
Sah
Sementara itu, penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pontianak Tenggara, Khairi mengatakan, sehari sebelum pelaksanaan ijab kabul tersebut, Nova sempat menghubunginya dan berkonsultasi terkait rencana pernikahannya tersebut.
“Waktu itu hari Jumat, sehari sebelum proses ijab kabul. Setelah shalat Jumat, Nova telepon saya, kasih tau kalau dia tidak bisa hadir,” kata Khairi.
Khairi menambahkan, ijab kabul yang dilakukan tersebut tetap sah menurut agama Islam. Karena yang menjadi syarat dalam ijab kabul adalah kehadiran mempelai pria, orangtua pihak perempuan dan dua saksi.
“Walaupun tanpa dihadiri calon istrinya atau si perempuan, itu tetap sah akad nikahnya. Kecuali yang laki-laki tidak ada di tempat, itu yang tidak sah, berarti di luar majelis,” ujar Khairi.
Soal video call pun, Khairi menilai tidak ada masalah karena video call hanya dilakukan sang mempelai perempuan untuk melihat proses yang bersejarah dalam hidupnya tersebut.
“Kalau itu tidak masalah, yang penting ada walinya, yaitu bapak kandungnya. Kemudian pengantin laki-lakinya ada dan dua orang saksi ada. Jadi, melalui video call itu hanya menyaksikan saja,” ungkapnya.
