Tuesday, 28 April 2026
Home Blog Page 8781

PN Jaksel Suruh KPK Tetapkan Boediono Jadi Tersangka Century

BOGOR DAILY-Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) memerintahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menetapkan mantan Wakil Presiden Boediono sebagai tersangka dalam kasus korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan PT Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Perintah tersebut menjadi salah satu keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan saat mengabulkan gugatan praperadilan nomor 24/Pid.Prap/2018/Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang diajukan oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Senin (9/4).

Selain nama Boediono, PN Jaksel juga memerintahkan KPK untuk menetapkan empat nama lainnya sebagai tersangka, yakni Muliaman Darmansyah Hadad, Hartadi, Miranda Swaray Gutom, dan Raden Pardede.

“Memerintahkan termohon untuk melakukan proses hukum selanjutnya sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku atas dugaan tindak pidana korupsi Bank Century dalam bentuk melakukan penyidikan dan menetapkan tersangka terhadap Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede, dan kawan-kawan,” kata hakim Effendi Mukhtar dalam putusan praperadilan, sebagaimana rekaman yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (10/4).

Dia pun berkata, KPK dapat memilih langkah untuk melimpahkan perkara korupsi Bank Century kepada kepolisian atau kejaksaan untuk dilanjutkan dengan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan pengabulan gugatan praperadilan ini membuat KPK tidak memiliki alasan lagi untuk tidak menuntaskan perkara korupsi Bank Century yang telah berjalan sejak 2013.

Dia juga berkata pihaknya akan segera meminta salinan resmi putusan untuk kemudian diserahkan kepada KPK agar menjadi dasar penetapan tersangka baru.

“Kami juga akan serahkan ke DPR untuk mengawasi pelaksanaannya oleh KPK,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada CNNIndonesia.com, Selasa (10/2).

MAKI mengajukan gugatan praperadilan kasus Bank Century Nomor 24/ Pid.Prap/2018 /Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

MAKI menilai KPK berlarut-larut menangani kasus Century karena tidak segera menetapkan tersangka baru setelah vonis Budi Mulya. KPK dianggap telah menghentikan penyidikan kasus Century secara tidak sah.

Kasus Bank Century terakhir kali menyeret mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya yang divonis 15 tahun oleh Mahkamah Agung (MA) di tingkat kasasi pada April 2015.

Budi terbukti bersalah melakukan korupsi terkait pengucuran dana Rp600 miliar untuk FPJP bagi PT Bank Century saat itu, sebelum pengucuran dana talangan negara.

sumber: cnnindonesia.com

Basist Kerispatih Meninggal Dunia

0

BOGOR DAILY-Kabar duka kembali menerpa dunia musik Indonesia. Basist Kerispatih, Andhika Putrasahadewa atau Dika, dikabarkan meninggal dunia. Mantan vokalis Kerispatih, Sammy Simorangkir mengabarkan berita duka ini di akun Instagram miliknya pada Selasa (10/4/2018).

Mengunggah foto hitam, Sammy menyampaikan rasa duka citanya. Ia pun memberikan doa terbaik untuk sang sahabat. “Turut berduka … atas kepergian … sahabat kami … dika bassis kerispatih ….” tulis Sammy. “Doa terbaik untukmu dika …. @dikabassman.

Senada dengan Sammy, kepergian Dika juga dikabarkan kerabatnya melalui akun instagram Fandy Santoso, @fandie_santoso.

Fandy pun mengambarkan bahwa Dika kini sudah tutup usia. Berat harus melepas kepergian sahabat… Orangnya ceplas ceplos tapi but He is very generous.. Orang yg sangat baik hatinya… Selalu ceria… So long friend… Turut berduka utk keluarga yg ditinggalkan.. Kuat dan tabah @nickysantoso

Rekan Dika yang lainnya juga menuliskan hal serupa. “So longggg…my brother…,” tulis mantan keyboard Kerispatih, Doadibadai Hollo alias Badai di Instagram pada akun badaithepianoman.

Buat Badai, Dika Kerispatih adalah teman yang paling kritis tentang apa pun. “Temen gw yang paling kritis tentang apapun, sekaligus orang yang paling banyol tapi setia kawan..???? Selalu jadi salah satu orang yg selalu menjadi barometer opini karya gw di Kerispatih,” kata Badai.

Badai dan Dika adalah dua dari empat orang yang membentuk Kerispatih pada 2003. “Dik, sudah berakhir ya!! Gak ada lagi penderitaan, gak ada lagi susah. Semua akan digantikan berkat dan sukacita. I believe it, You’ll saved in God’s Hand,” sebut Badai.

Hingga kini belum ada informasi penyebab meninggalnya Dika. “Gw kehilangan.. Sangat!! Tapi rencana Tuhan lebih indah.. Selamat Jalan broo,” tutur Badai.

 

Antarkan Penumpang ke Parungpanjang, Sopir Taksi Online Dibunuh

BOGOR DAILY–Mayat pria yang ditemukan terikat tangan dan kaki serta mulutnya dilakban di Sungai Cibatu, Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/4/2018) mulai terungkap identitasnya.

Identitas korban diperoleh dari keluarga korban. Mereka mengetahui informasi penemuan mayat dari informasi yang tersebar di jejaring sosial Facebook

“Mengetahui ada penemuan mayat, kami bersama rekan kerjanya melapor ke Polsek Cikembar dan ke rumah sakit untuk melihat jenazah. Ternyata ini memang saudara saya,” ungkap salah seorang anggota keluarga, Suryadi (32) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi, Cibadak, Senin (9/4/2018) malam.

Jasad itu bernama Sahroni (29) warga Kampung Pasirluhur Desa Cempaka, Kecamatan Cidenten, Kabupaten Lebak, Banten.

Sehari-hari korban bekerja sebagai sopir moda transportasi atau taksi online GoCar di Jakarta. Dia menuturkan, keluarga dengan korban kehilangan kontak pada Minggu sekitar pukul 01:00 Wib.

Saat itu korban mengantar penumpang dari Blok M, Jakarta ke Parung Panjang, Bogor dengan memakai mobil Daihatsu Terios B 1933 KKF. “Karena sulit dihubungi dan ada postingan penemuan mayat di Sukabumi, akhirnya kami dari Lebak memutuskan ke Sukabumi untuk mengecek informasi tersebut,” tuturnya.

Perkara penemuan mayat pria tanpa identitas dengan tangan dan kaki terikat serta mulut ditempeli lakban di Sungai Cibatu, Cikembar tersebut masih dalam penyelidikan Polsek Cikembar, Polres Sukabumi. Diduga sopir taksi online itu jadi korban pembunuhan.

Mau Nginap di Hotel Luar Angkasa? Cek Budgetnya Disini

0

BOGOR DAILY-Pernah bermimpi untuk menjadi astronot dan pergi keluar angkasa, tetapi akhirnya memilih jalan hidup yang lain? Kalau punya uang berlebih, tidak ada salahnya untuk menanti-nanti datangnya Tahun 2021.

Sebuah perusahaan start-up asal California, Amerika Serikat, Orion Span, berencana meluncurkan hotel mewah pertama di luar angkasa bernama Aurora Station. Hotel ini akan mengorbit pada ketinggian 320 kilometer, 80 kilometer lebih rendah daripada stasiun luar angkasa internasional (ISS).

Berukuran empat kali sepuluh meter, Aurora Station disebut bisa menampung enam pengunjung dan dua kru sekaligus dalam satu kali perjalanan yang rencananya berdurasi 12 hari tersebut.

Pendiri dan CEO Orion Span, Frank Bunger, menyebut dalam Space 2.0 Summit di California bahwa hotel mewah ini akan terjangkau. Namun, arti kata “terjangkau” di sini relatif.

Pasalnya, Anda perlu mengeluarkan uang Rp 130 miliar, atau sekitar Rp 11 miliar per malam, untuk menginap di Aurora Station. Biaya itu belum termasuk deposit Rp 1,1 miliar yang baru akan dikembalikan saat Anda kembali ke bumi.

Angka itu memang terlihat fantastis, tetapi jauh lebih sedikit dari yang dibayarkan turis orbit sebelumnya. Antara 2001 hingga 2009, sebanyak sembilan orang telah melakukan delapan perjalanan ke ISS. Kisaran biaya yang mereka keluarkan antara Rp 275 miliar hingga Rp 550 miliar.

Bunger berkata bahwa dia berani memangkas harga liburan ke Aurora Space karena telah memprediksikan biaya peluncuran wahana antariksa di masa depan.

“Semua orang telah memprediksikan bahwa (biaya peluncuran) akan jatuh. Hampir tiap minggu ada perusahan peluncuran roket yang menemukan cara baru yang lebih cepat, lebih murah, dan lebih baik untuk mencapai orbit,” ujar Bunger seperti dikutip oleh Bloomberg.

Selain menyiapkan biaya di atas, Anda yang ingin mengunjungi Aurora Station juga perlu menjalani pelatihan selama tiga bulan, termasuk pelajaran online mengenai dasar-dasar penerbangan  luar angaksa, mekanika orbit, dan lingkungan bertekanan tinggi.

“Orion Span telah memangkas latihan 24 bulan yang mempersiapkan pengunjung ke stasiun luar angkasa menjadi tiga bulan, dengan biaya yang lebih murah. Tujuan kita adalah membuat  luar angkasa bisa diakses siapa pun,” kata perwakilan perusahaan tersebut, seperti dilansir dari Washington Post, Jumat (6/4/2018).

Komplotan Rampok Berpistol Bikin Onar, Dua Brankas Dibobol

BOGOR DAILY-Dua kasus pencurian berangkas terjadi di Kota Bogor dalam waktu seminggu. Perampokan tersebut terjadi di wilayah Bogor Selatan dan Bogor Utara. Peristiwa pertama terjadi di mini market 24 jam di Jalan Pahlawan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor pada Kamis (5/4/2018).

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Didik Purwanto mengatakan bahwa kejadian perampokan mini market tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 WIB dini hari. Dalam kejadian tersebut perampok berhasil membawa uang dari dalam brankas sebesar Rp 23 juta.

“Nah pelaku todong golok minta uang, terus enggak mau dikasih tapi akhirnya dikasih cuma Ada dua ratus ribuan, kemudian minta dibawa ke lantai dua Ke brankas, pas dibawa ke brankas itu bawa uang Rp 23 juta sekian,” ujarnya.

Setelah kejadian tersebut Didik menjelaskan bahwa ada kejadian serupa di sebuah Koperasi kawasan Bogor Utara sebrang Mal Jambu Dua, pada Sabtu (7/4/2018).

Kali ini kawanan perampok tersebut membawa lari satu buah brankas berisi uang Rp 15 juta dan Empat BPKB. “Dari kejadian di Selatan sudah kita kembangan dengan kejadian di utara, jadi setelah di Selatan itu dikejadian yang hampir sama ada pembobolan Koperasi pada hari Sabtu, sama juga sasarannya berankas, tapi itu brankasnya dibawa,” katanya.

Kompol Didik menjelaskan bahwa dugaan sementara diperkirakan dua kejadian tersebut dilakukan oleh pelaku yang sama. “Dan ini kita perkirakan pelakunya sama dengan yang di Selatan, sekaranf sedang kita cari, pengejaran,” ucapnya.

Ke depan pihaknya pun akan memperketat pengamanan di wilayah yang jauh dari keramaian. “Sepertinya ini spesialis berankas, nah ini baru muncul lagi berankas ini, Kita antisispasinya kita evaluasi agar polsek jajaran agar pukul 01.00 WIB Sampai pagi kita coba untuk kontrol, operasi, patroli di beberapa bank, Atm, koprasi, bbm dan atm-atm yang agak jauh dan di luar pusat keramaianan,” ujarnya

sumber: Tribunnews Bogor.com

 

Ratusan Dus Sarden Bercacing Disita Disperindag Bogor

BOGOR DAILY- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor menyita sebanyak 100 dus berisi ikan makarel yang mengandung cacing dari sejumalah toko dan pasar di Kota Bogor.

Kepala Bidang Sarana dan Komoditi perdagangan Disperindag Kota Bogor Tedy Sutiadi mengatakan, penyitaan tersebut untuk menindaklanjuti surat edaran dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat yang mensinyalir beredar ikan makarel kaleng mengandung parasit cacing di pasaran.

“Tadi kita melakukan inspeksi mendadak (sidak) dibantu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, kepolisian, dan lainnya. Hasilnya, tim menyita 100 dus ikan makarel dari toko grosir makanan dan 100 kaleng dari warung kecil,” katanya, Senin 9 April 2018.

Tedy menambahkan, sidak ini menyasar sejumlah pasar modern, seperti supermarket, minimarket, hingga warung-warung kecil di Kota Bogor. Hal tersebut bertujuan melindungi konsumen dari bahan pangan yang tidak higeinis atau yang telah terbukti berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.

“Yang 100 dus itu ditemukan di gudang makanan grosir di Jalan Soleh Iskandar dan langsung kami segel. Sudah jelas dalam temuan tersebut dilarang untuk dijual sesuai dengan kode BPOM yang telah diedarkan dengan merk Botan Makarel Saus Tomat (Kode BPOM : MD 543913001464),” tambahnya.

Tedy menjelaskan, barang bukti ikan makarel berbahaya tersebut masih berada toko karena pihaknya kesulitan membawanya. Pihaknya pun akan berkoordinasi dengan BPOM Provinsi Jawa barat.

“Sementara ini yang 100 dus (36 dus kecil dan 64 dus besar) tadi sudah disegel tidak boleh dijual,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga menyita 100 kaleng ikan makarel yang masih dijual di warung-warung kecil di wilayah Kecamatan Tanah Sareal, Kecamatan Bogor Barat dan Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

“Masyarakat diimbau lebih cermat dan hati-hati dalam membeli produk pangan. Untuk sementara ada 27 merek yang mengandung parasit cacing berdasarkan BPOM. Saat ini 16 merek produk impor ikan makarel dilarang masuk ke Indonesia dan 11 merek produk dalam negeri dihentikan sementara sampai audit komprehensif dilakukan,” tandasnya.

 

Sumber: okezone.com

Razia Miras Oplosan, Warung warung Digeledah

BOGOR DAILY-Maraknya peredaran miras oplosan yang memakan korban jiwa di sejumlah kota membuat polisi di Bogor ikut bergerak. Di Kota Bogor, polisi menggeledah warung-warung di sepanjang Jalan Raya Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara. Sebanyak 259 botol minuman keras dari berbagai merk dan empat jeriken ciu disita polisi.

Kapolsek Bogor Utara Kompol Ahmad Sofwan mengatakan, minuman itu sengaja dijual karena banyak diminati remaja. “Minuman yang kami sita terdiri dari berbagai jenis, mulai dari vodka, wiski, anggur merah, bir hingga arak,” kata Sofwan.

Menurutnya, banyak tindakan kriminal yang terjadi di malam hari yang dipicu karena miras dan penggunaan narkoba. “Apalagi malam Minggu, banyak anak-anak muda kumpul, trek-trekan. Nah, kalau sambil mabuk pasti dekat dengan tindakan kriminal. Selain miras botol, kami juga amankan ciu sampai empat jeriken. Semua barang bukti dibawa ke kantor Satpol PP untuk kemudian dimusnahkan,” ujarnya.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Penegak Perda (Gakperda) Satpol PP Kota Bogor Dani Suhendar mengatakan, seluruh barang bukti pun sudah diamankan di Mako Satpol PP untuk segera dimusnahkan pada Senin (9/4).

Ratusan botol miras itu, jelas Dani, didapat dari empat titik lokasi berbeda hasil razia dari beberapa warung di Kecamatan Bogor Utara dari informasi warga sekitar. “Sebab itu termasuk pemicu gangguan kamtibmas. Kami pun razia dan lakukan penyitaan botol-botol tersebut. Sedangkan para pedagang kami beri peringatan keras agar tidak menjual miras lagi. Akan kami musnahkan, rencananya besok (hari ini, red) pagi,” terangnya.

Sementara di Kabupaten Bogor, Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky sudah menyiapkan rencana aksi arzia besar-besaran. Termasuk membongkar tempat produksi miras oplosan yang belakangan merenggut korban di wilayah Jakarta, Depok, Bekasi dan terakhir Bandung. “Setiap hari kita lakukan operasi, bahkan kita saat ini sedang mencari tempat produksi miras oplosan,” ujarnya.

Sebelumnya, Polres Bogor menggelar razia gabungan dan mendapati sepuluh dus berbagai miras ditemukan di semak-semak penjual kopi kaki lima. Kabag Ops Polres Bogor Kompol A Faisal Pasaribu menjelaskan, patroli kali ini merupakan gabungan dengan melibatkan lebih dari 200 personel, terdiri dari kepolisian Unit Sabhara, Sat Lantas, Sat Reskrim, Intel, Narkoba, Binmas hingga staf beserta Sub Den Pom (PM TNI) dan Satpol PP. ”Tujuannya adalah melaksanakan razia membubarkan anak-anak yang nongkrong, termasuk merazia miras,” urai Faisal.

Saat patroli, pihaknya menemukan warung di sekitar Pakansari yang menjual miras dalam jumlah cukup banyak. Pihaknya pun segera menyita, kemudian pemilik warungnya digiring ke polres. Dalam kegiatan tersebut, pihaknya membubarkan para pemuda yang berkumpul tak jelas untuk pulang ke rumah masing-masing.

”Miras sebanyak sepuluh dus ditemukan di semak-semak penjual kopi kaki lima, jumlahnya seratus botol dan tidak memiliki izin penjualan miras. Selanjutnya pedagang tersebut diminta keterangan oleh Sat Narkoba Polres Bogor,” pungkasnya.

Satpol PP Gerebek Dosen dan Mahasiswianya di Hotel

BOGOR DAILY-Satpol PP Padang bersama SK 4 Pemko Padang merazia penginapan dan tempat hiburan malam yang tidak memiliki izin dari hasil razia tersebut mendapatkan satu pasang dosen dan mahasiswa dalam kamar hotel di Bungus Teluk Kabung, mereka diduga melakukan hal tak senonoh.

Operasi ini dipimpin langsung oleh Kasat Pol PP Padang Yadrison di dampingi oleh Syafnion Kepala Operasi (Kasiop) serta perwira Piket Syamsul Ridwan Satpol PP Padang kemarin malam.

Menurut Kasat Pol PP Padang Yadrizon, petugas gabungan mendatangi sejumlah penginapan yang ada di Kota padang. Dari beberapa tempat penginapan yang diperiksa petugas hanya mendapatkan satu Pasang.

“Pasangan yang tidak memiliki surat nikah yakni di kamar hotel ‘C’ di Bungus, Teluk Kabung, Padang. Pasangan yang berinisial SS (32) diketahui dosen salah satu kampus swasta di Kota Padang, sedangkan FW (26) masih berstatus mahasiswi. Hal ini di ketahui petugas setelah dilakukan pendataan,” ujarnya, Minggu (8/4/2018).

Selanjutnya pada razia dilanjutkan sekira pukul 00.30 WIB atau Minggu dini hari tadi, petugas begeser ke kawasan Anak Air Kecamatan Koto tangah, satu tempat karaoke yang tidak memiliki izin kembali di geledah. Tempat karaokean ini telah diberikan peringatan tegas oleh Satpol PP namun mereka masih tetap beraktifitas.

Di dalam tempat karaokean ini petugas awalnya tidak menemukan wanita-wanita yang biasa menemani para lelaki sambil karaokean. Sehingga Petugas melakukan pengeledahan di sekitar lokasi, ternyata benar sebelum petugas datang mereka telah sempat kabur, dan bersembunyi di sebuah got di belakang kafe tersebut.

“Anggota kita mengetahui keberadaan mereka. Di kafe ini petugas juga menyita beberapa botol minuman keras,” ujarnya.

Untuk proses lebih lanjut kata Yadrizon empat orang wanita dan satu laki-laki serta botol yang berisi minuman keras tersebut dibawa ke mako satpol PP Jalan Tan Malaka Padang sedangkan wanita-wanita ini diproses sesuai ketentuan berlaku. “Diharapkan mereka tidak mengulangi perbuatan mereka”, ungkap Syafnion, Kasi operasi Satpol PP Padang.

Syafnion menambahkan kekgiatan ini rutin dilakukan Satpol PP dalam rangka menjaga Kota Padang dari permasalahan ketertiban dan ketentraman masyarakat. “Sehingga dengan selalu rutinnya petugas melakukan pengawasan dapat meningkatkan terlaksananya stuasi yang tentram aman di Kota Padang,” pungkasnya.

Ada Suara Ledakan di Gerbong KRL Bogor-Angke

BOGOR DAILY-Perjalanan KRL Jabodetabek relasi Bogor-Angke mengalami gangguan di Stasiun Sudirman. Sempat terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari korsleting listrik dari salah satu gerbong KRL.

Seorang penumpang KRL, Bonita mengatakan, saat naik kereta dari Stasiun Manggarai dengan tujuan turun di Tanah Abang, dirinya sejak awal sudah merasakan keanehan pada kondisi gerbong KRL.

“Gerbong yang saya naik itu memang sudah agak aneh. Sebelum kereta berhenti di Sudirman, saya merasakan ada getaran di bagian bawah kereta, kayak motor lagi mau mogok,” kata Bonita seperti dilansir Okezone, Senin (9/4/2018).

Lanjut Bonita, KRL kemudian berhenti di Stasiun Sudirman. Waktu KRL akan berangkat, tiba-tiba ada petugas yang berteriak agar seluruh penumpang keluar kereta.

Lalu sekira Pukul 07.35 WIB, sempat terdengar suara ledakan di gerbong di depannya. “Kenceng banget ledakannya. Tapi untungnya gak ngeluarin api atau apapun, cuma mengeluarkan asap yang bau besi gitu
fan saya sudah melihat seluruh kaca kereta sudah dibuka sama petugas sebelum kereta itu mengeluarkan suara ledakan,” ujarnya.

Petugas KRL yang ditanyainya mengatakan bahwa suara ledakan karena aliran listrik di bawah kereta korsleting dan akhirnya meledak

Tiga Bulan Lagi, Tol Ciawi-Cigombong Dibuka

BOGOR DAILY-Presiden Joko Widodo berharap proyek jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) untuk ruas Jalan Tol Ciawi – Sukabumi Seksi 1 dengan ruas Ciawi – Cigombong sepanjang 15,35 kilometer dapat beroperasi pada Juli tahun ini. Hal tersebut diungkapkan Presiden ketika meninjau langsung proyek tol Bocimi, Minggu, 8 April 2018.

“Kita harapkan nanti bulan Juli ini dari Ciawi sampai Cigombong kita buka. Kemudian sampai ke Cibadak kira-kira 2019 akan selesai. Sampai Sukabumi Timur 2020 selesai,” ujar Presiden.

Peninjauan tol Bocimi oleh Presiden ini dilakukan dalam perjalanan kembali ke Bogor dari Stasiun Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada pukul 16.05 WIB, setelah melakukan kunjungan kerja ke Sukabumi. Presiden meninjau lokasi proyek yang terletak antara Stasiun Cicurug dan Stasiun Cigombong.

Presiden mengatakan titik utama kemacetan berada di sekitar Cibadak. Oleh karena itu, jika tol Bocimi ini sudah rampung, maka akan bisa mengurai kemacetan dengan cukup signifikan.

“Kalau dari Ciawi ke Cigombong itu sudah buka itu akan mengurai kemacetan yang lumayan besar. Apalagi kalau sudah sampai Cibadak karena sekarang ini paling ruwetnya ada di Cibadak. Jadi kalau sudah sampai ke sana 2019 akan mengurai kemacetan yang sangat banyak,” lanjutnya.

Sementara itu terkait masalah pembebasan lahan, Presiden mengatakan bahwa dirinya tidak menerima laporan mengenai hal itu. Pembangunan tol Bocimi secara keseluruhan menurutnya sudah berjalan dengan baik.

“Tidak ada masalah, progresnya baik. Biasanya dalam pembebasan ada satu atau dua (masalah). Ini tidak ada laporan ke saya dari PU maupun dari BUMN yang mengerjakan. Semuanya progresnya baik tinggal nunggu nanti bulan Juli insyaallah sudah bisa kita operasikan yang Ciawi-Cigombong,” katanya.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam peninjauan ini, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Setelah meninjau proyek tol Bocimi, Kereta Api Luar Biasa RI-1 melanjutkan perjalanan dan di Stasiun Maseng, Kabupaten Bogor saat kereta berhenti, Presiden sempat menyapa masyarakat dan membagi-bagikan kaos serta buku tulis.

Dari Stasiun Maseng, Kereta Api Luar Biasa RI-1 melanjutkan perjalanan dan tiba di Stasiun Bogor pada pukul 17.45 WIB