Tuesday, 28 April 2026
Home Blog Page 8782

Banjir Bandang, Jembatan Sukamakmur-Cipanas Putus, 1 Tewas

BOGOR DAILY-Banjir bandang disertai lumpur, batu, dan limbah kayu terjadi di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Sabtu (7/4/2018).

Akibat dari insiden tersebut, sejumlah bangunan rumah dan warung pun hancur tergerus derasnya aliran air yang disebabkan hujan yang cukup deras. Beberapa kendaraan mobil dan motor pun ikut terbawa arus. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bogor, ada sebanyak empat unit mobil yang hanyut. Dua diantaranya sudah ditemukan

Kemudian untuk kendaraan motor dikabarkan ada sebanyak delapan unit yang hanyut, lima diantaranya telah berhasil dievakuasi. Tak hanya itu, dalam insiden yang terjadi sekira pukul 18.20 WIB itu pun mengakibatkan satu orang dikabarkan meninggal dunia karena terbawa hanyut.Korban beridentitas Mari (68) warga Kampung Cibitung, RT 1/ 6, Desa Wargajaya.

Banjir bandang tersebut pun juga dikabarkan mengakibatkan jalan yang menghubungkan Sukamakmur-Cipanas terputus. “Jadi ada enam bangunan yang hancur, empat mobil dan delapan motor hanyut, satu orang meninggal, dan untuk kerusakan lainnya sawah serta kebun,” ujar Sekretaris BPBD Kabupaten Bogor, Budi Pranowo.

Dikatakannya bahwa hingga saat ini pihaknya maish melakukan evakusi membantu warga ke rumah sanak saudaranya serta mengamankan warga lain yang ada di lokasi. “Ya sekarang masih berlangsung assesment dam evakuasi,” tandasnya.

 

Subhanallah, Bayi Ini Punya Lafal Allah di Kening

BOGOR DAILY-Bayi yang lahir di RSUD Pembalah Batung, Kalimantan Selatan menyita perhatian karena memiliki lafal Allah di kepalanya.

Anak itu lahir pada 3 April 2018. Dia merupakan anak dari pasangan yang bekerja sebagai nelayan. Orang tuanya bernama Dewi Agustina dan Saiful.

Kabar kelahiran bayi yang memiliki lafal Allah di dahinya ini disebarluaskan oleh pengguna Facebook, Yuni Rusmini. Dalam postingan tanggal 7 April 2018, Yuni Rusmini mengabarkan bahwa ada bayi lahir di kepala sebelah kanan bertuliskan lafadz Allah.

Yuni Rusmini juga menjelaskan kalau orang tua bayi ini tidak mampu. Meskipun begitu mereka adalah orang yang sabar, sebagaimana dijelaskan oleh Yuni Rusmini berikut ini.

Subhanallah……

Semua hanya rahasia Allah…

Ada bayi lahir di kepala sebelah kanan bertuliskan lafadz ALLAH. Bayi ini Lahir operasi, pada Hari selasa 3 April 2018, sekitar jam 13:30 wita ( etelah dzuhur) di RSUD PEMBALAH BATUNG, AMUNTAI, KAL-SEL.

Asal Ibu Bayi ini dari desa ambahai, kec PAMINGGIR, kab Hulu sungai utara (HSU), kalimantan selatan (kalsel).

Orangtua dari bayi yang lahir dengan tanda lahir berlafaz Allah ini merupakan seorang nelayan yaitu Dewi Agustina dan Saiful. Meskipun dalam kehamilannya baru diketahui pada usia lima bulan namun lahir dengan kondisi sehat.

Kepala Desa Ambahai, Udin mengatakan meskipun tergolong warga kurang mampu namun orangtua dari bayi ini memang dikenal sebagai orang yang sabar.” “Dewi Agustina itu dulu murid saya saat saya masih menjadi guru, dan dia memang orangnya diam dan sabar meskipun ada beberapa orang yang kadang mengganggunya,” ungkapnya.

Dan kesabaran itu tetap dijaganya hingga saat ini, orangtua bayi juga menjadi masyarakat yang baik dengan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan dan tidak pernah membuat masalah.

#semoga sang bayi Dan ortunya sll Sehat walafiat….Amin yarroball alamin

#yunirusmini fb

Protes Pembangunan Resort di Telaga Warna Mencuat

BOGOR DAILY-Petisi penolakan pembangunan di Wisata Telaga Warna di kawasan Puncak Bogor hingga kemarin sudah hampir menembus angka 10 ribu orang dukungan. Petisi tersebut dilakukan di sebuah situs khusus petisi yang cukup populer yakni Change.org.

Di sana tertulis bahwa petisi tersebut dibuat oleh Pak Entis (nama akun, Sutisna Rey) yang mengeluhkan hutan di kawasan Hulu Sungai Ciliwung yang kian menipis. Petisi tersebut tampak ditujukan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar dan fokus pada penolakan Pembangunan Resort di Telaga Warna Puncak Bogor, tepatnya di kawasan Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Dimana dalam situs itu juga dilkampirkan foto bukti bahwa di kawasan Wisata Telaga Warna tersebut telah berdiri sejumlah bangunan. Pengkampanye Forest Watch Indonesia (FWI), Anggi Putra Prayoga, mengatakan bahwa Telaga Warna termasuk kawasan konservasi hutan lindung namun ada klaim bahwa pemerintah boleh membangun di kawasan konservasi.

Lanjut dia, pihaknya menyayangkan bahwa pembangunan tersebut dilakukan tanpa melihat dulu fungsi dari suatu kawasan tersebut. “Kita melihatnya walau pun ada klaim dari pemerintah sendiri bahwa boleh membangun di kawasan konservasi tapi sayangnya tidak melihat fungsi dari sebuah kawasan bahwa presiden menetapkab kawasan itu kawasan fungsi lindung,” ujar Anggi.

Dia menjelaskan, seharusnya izin pembangunan tersebut ditinjau kembali karena menurutnya ada Perpres yang menetapkan itu sebagai kawasan lindung. Lanjut dia, pemerintah dalam hal ini mengambil langkah kurang tepat karena dalam pembangunan berpacu pada satu kebijakan sementara ada kebijakan lain yang mengatur.

Jokowi Beberkan Rincian Utang RI Rp4.000 Triliun

BOGOR DAILY-Presiden Jokowi menilai ada provokasi dalam rumor yang merebak mengenai jumlahutang RI.Jokowi mencatat, beberapa pihak menuliskan utang Indonesia kini mencapai Rp4 ribu triliun tanpa rincian yang memadai dan menciptakan kesan pemerintahannya gemar berutang kepada asing.

Menurut Jokowi, Indonesia telah memiliki utang Rp2.700 triliun saat dia dilantik. Bunga utang itu Rp250 triliun per tahun. Sehingga, dalam empat tahun, bunga utang bertambah Rp1000 triliun. “Mengerti enggak ini? Supaya mengerti, jangan dipikir saya utang sebesar itu,” kata Jokowi saat berpidato dalam acara Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018, di Bogor, Sabtu, 7 April 2018 seperti tertulis dalam rilis Biro Pers Sekretaris Presiden.

Presiden menyayangkan sejumlah pandangan negatif yang dituduhkan kepadanya belakangan ini, mulai dari hal sifatnya pribadi hingga program pemerintah di bawah kepemimpinannya.

Jokowi menyatakan semua tudingan itu sama sekali tak berdasar. Menurut Presiden, banyak yang ingin melemahkan RI dengan cara-cara yang tidak beradab. “Ngomongin isu antek asing, tuding-tuding ke saya. Jokowi itu antek asing.”

Meski begitu, Jokowi mengaku tak ambil pusing dengan aneka tudingan kepadanya. Menurut dia, masyarakat saat ini sudah semakin dewasa memilih kabar. “Sekarang ini masyarakat juga makin matang, makin dewasa.” Masyarakat semakin mengerti soal isu, fitnah, hoaks, kabar bohong. “Sudah mengerti semuanya.”

Rumah rumah Warga di Kebonpedes Bogor Kebanjiran

BOGOR DAILY-Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya sejak sore tadi membuat puluhan rumah warga di Kelurahan Kebon Pedes, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat terendam banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Ganjar Gunawan mengatakan banjir tersebut mulai menggenangi permukiman warga Kebon Pedes sekira pukul 18.30 WIB petang tadi.

“Intensitas hujan yang memang cukup besar melanda wilayah Kota Bogor sejak sore tadi membuat kali Cibalok meluap dan air naik ke pemukiman warga sekitar,” kata Ganjar, Sabtu (7/4/2018).

Berdasarkan data sementara, ada puluhan rumah di 4 RW di Kelurahan Kebon Pedes yang terendam banjir mencapai ketinggan paha orang dewasa. Beruntung banjir lintasan itu tidak menimbulkan korban jiwa.

“Ada empat RW yang terendam banjir lintasan yaitu RW 03, RW 04, RW 07 dan RW 12. Sekarang air sudah menurun dan warga masih membersihkan sekitaran rumah mereka dari banjir lintasan ini,” jelasnya.

Tidak hanya banjir, hujan deras juga menyebabkan tebingan di jalan setapat waga di Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah longsor. Longsor tersebut tidak sampai merusak bangunan rumah warga.

“Longsornya sudah kami pasangi terpal. Tidak merusak hanya berdampak material longsor masuk ke daerah rumah warga. Kami sudah terjunkan angota untuk membantu di dua lokasi itu,” tandasnya.

 

Pasangan Selingkuh Bakar Diri di Kamar Indekos

BOGOR DAILY-Robi (34) dan Eni Sri Lestari (40) dua sejoli yang masing-masing sudah memunyai istri dan suami, mencoba membunuh diri mereka sendiri di kamar indekos, Jalan Babatan Gang 1 Nomor 15, Kecamatan Wiyung, Surabaya, Jawa Timur.

Robi dan Eni nekat membakar diri mereka sendiri, namun gagal, Kamis (5/4) malam.

Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Wiyung Ipda Sumarno, mengungkap Robi tercatat sebagai warga Dukuh Karangan, Babatan, Wiyung. Sementara Eni warga Jalan Srigading, Desa Oro-oro Ombo, Kartoharjo, Madiun. “Sepertinya ini pasangan selingkuh karena di kartu identitas KTP, keduanya sama-sama berstatus menikah,” ujarnya, Jumat (6/4/2018).

Polisi baru memastikan dari pihak korban lelaki telah memiliki istri dan tiga orang anak di rumah, Dukuh Karangan, Wiyung, Surabaya. “Anaknya masing-masing berusia 10, 7 dan 1 tahun,” katanya.

Sedangkan dari pihak korban perempuan, polisi masih belum mendapatkan data pasti. “Kedua korban dilarikan ke Rumah Sakit Wiyung Sejahtera Surabaya. Oleh pihak dokter kami belum diperbolehkan masuk untuk menggali keterangan dari masing-masing korban,” ucapnya.

Informasi lainnya yang dihimpun polisi, rumah indekos di tempat kejadian perkara terdaftar atas nama korban perempuan sejak sekitar lima bulan yang lalu.

Sesekali korban lelaki datang mengunjunginya. “Menurut pemilik kos, setiap korban lelaki ini datang, kedua orang ini selalu bertengkar di dalam kamarnya,” katanya.

Namun, polisi masih belum mengetahui apakah Kamis (5/4) malam tadi, pasangan ini bertengkar terlebih dahulu sebelum ditemukan terbakar atau tidak.

“Dodi Suprayogi, pemilik kos, mendapati kamar yang ditempati kedua orang ini tiba-tiba terbakar pada sekitar pukul 23.45 WIB tadi malam,” ujar Sumarno.

Dugaan sementara, yang menyulut api adalah korban perempuan, dengan terlebih dahulu mendekap pasangannya. Api yang membesar kemudian berhasil dipadamkan oleh warga setempat.

“Ini dugaan saya, korban perempuan menyalakan api di kasur yang terbuat dari kapuk, dengan terlebih dahulu mendekap korban lelaki agar tidak bisa lari, sehingga keduanya sama-sama terbakar,” katanya.

Kondisi korban lelaki diinformasikan terbakar 80 persen.

“Saya belum mengetahui kondisi korban perempuan karena sampai sekarang belum diperbolehkan masuk oleh pihak Rumah Sakit Wiyung Sejahtera,” ucap Sumarno

Ebuset…Emak-emak Ini Tampar Pegawai SPBU Tiga Kali

BOGOR DAILY- Video viral yang menampilkan seorang ibu yang menampar petugas SPBU di Bekasi, menyita perhatian netizen. Kejadian itu diketahui terjadi di SPBU Jalan Boulevard Raya, Blok SN 6, Harapan Indah, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Selasa (3/4/2018).

Muhammad Iqbal Maulana (19), salah satu petugas SPBU saat dijumpai TribunJakarta.com, Jumat (6/4/2018) menceritakan awal mula peristiwa pemukulan tersebut. Saat itu, Iqbal tengah bertugas di mesin pom nomor dua atau mesin yang khusus melayani pengisian bahan bakar jenis Pertamax. “Waktu itu konsumen lagi ramai, antrean cukup panjang karena sore hari biasakan jam sibuk,” kata Iqbal.

Sekitar pukul 17.28 WIB, sepeda motor Honda Revo yang dikendarai seorang laki-laki muda berbaju kuning berboncengan dengan seorang Ibu-ibu memakai baju biru, menyalip masuk ke pom pengisian bahan bakar yang tengah dijaga Iqbal. Motor tersebut masuk disisi jalur pengisian bahan bakar khusus mobil, diduga kendaraan itu malas melihat antrian yang cukup panjang.

“Kebetulan saya jaga sendiri, mereka tiba-tiba masuk di jalur mobil enggak masuk antrean motor,” jelas Iqbal.

Lalu Iqbal mencoba mengarahkan kendaraan tersebut agar masuk ke jalur antrean motor seperti konsum lainnya. Bukannya sabar, ibu yang dibonceng itu malah meminta agar Iqbal melayani dirinya terlebih dahulu.

“Saya coba bilangin enggak mau, yaudah saya coba mau isiin, tapi konsumen yang sudah antre komplain ke saya, mas saya dulu dong, saya kan udah antre,” kata Iqbal.

Karena harus melayani konsumen yang datang lebih dulu, Iqbal malah mendapatkan makian dari ibu tersebut.”Dia ngomel-ngomel ke saya kata saya harusnya layanin dia dulu sebentar, tapi saya kan enggak bisa, saya juga harus hormati konsumen saya yang udah antri,” kata Iqbal.

Sambil terus melayani konsumen, Iqbal terus dihujani perkataan yang menyakitkan hati. Hingga akhirnya teman Iqbal yang juga sesama petugas SPBU, melayani ibu yang tengah emosi. “Akhirnya temen saya yang melayanin, dia ngisi Rp 10 ribu Petamax,” kata Iqbal.

Bukannya puas telah dilayani, rupaya ibu yang kepalang emosi itu semakin menjadi-jadi. Dirinya menunjuk-nunjuk Iqbal. “Terus ngomel-ngomel ke saya, saya dibilang tibang petugas pom bensin aja belagu, gitu,” kata Iqbal.

Setelah selesai mengisi bahan bakar, ibu itu pergi meninggalkan SPBU. Namun selang 30 menit kemudian, ibu itu kembali lagi ke SPBU. “Dia balik lagi ngomel-ngomel ke saya, kata saya harus minta maaf ke dia, terus dia mau minta ketemu sama atasan saya,” ujar Iqbal.

Seorang petugas keamanan SPBU sempat menenangkan ibu yang diperkirakan berusia 45 tahunan itu.Karena aksinya dianggap telah menganggu konsumen lain dan menganggu Iqbal yang tengah bekerja. “Udah tuh dia coba mau aduin saya ke manager, tapi karena waktu itu enggak ada,” kata Iqbal.

Tidak lama berselang, emosi ibu itu semakin memuncak, bahkan menurut Iqbal, ia sempat diancam. “Jangan senyum-senyum lu, gua gampar mulut lu entar,” kata ibu itu.

Mendengar ancaman itu, Iqbal menanggapi “Bu kalau mau tampar saya, tampar aja bu,” kata Iqbal.

Iqbal mencoba tetap tenang sambil melayani pengisian bahan bakar konsumen lain. Namun tidak lama kemudian ibu itu mendekat dan langsung menampar pipi kirinya sebanyak empat kali.

“Di depan konsumen, diliat banyak orang saya malu tapi mau gimana saya posisi lagi kerja ngelayanin konsumen,” kata Iqbal.

Aksi brutal Ibu-ibu itu akhirnya diredam pihak sekuriti SPBU.  Ibu-ibu yang datang bersama lelaki muda yang diduga anaknya sempat marah kepasa sekuriti, namun keadaan bisa dikendalikan.

Ibu-ibu itu mengaku keesokan harinya akan kembali datang ke SPBU untuk menemui atasan Iqbal, namun setelah tiga hari berselang, Ibu-ibu itu tidak kunjung datang.

Kompol Fahrizal Dengar Bisikan Gaib Sebelum Bunuh Iparnya

BOGOR DAILY-Kompol Fahrizal (41), pelaku penembakan terhadap adik iparnya bernama Jumingan alias Jun (33) hingga tewas, terancam pemecatan dengan tidak hormat dari Korps Kepolisian. Namun, hal itu harus melalui proses sidang kode etik Polri terlebih dulu.

Untuk saat ini, Wakapolres Lombok Tengah ini harus menjalani proses hukum secara pidana umum. Setelah status hukum pidananya dinyatakan memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah,selanjutnya proses kode etik dilaksanakan.

“Putusan sidang kode etiklah yang akan menentukan apakah yang bersangkutan itu masih layak menjadi anggota Polri atau diberhentikan. Itu butuh proses yang panjang,” ungkap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Rina Sari Ginting kepada wartawan di Mapolda Sumut, Jumat petang, 6 April 2018.

Rina mengungkapkan, Kompol Fahrizal sudah bisa menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Polda Sumut, yang sebelumnya kejiwaan perwira polisi ini masih dalam kondisi linglung.

“Kompol F (Fahrizal) mengaku mendengar bisikan untuk melakukan penembakan. Bisikan itu menyatakan korban merupakan orang jahat yang melakukan pembunuhan,” ucap Rina.

Untuk saat ini, Rina belum bisa memberikan keterangan secara apa motif pembunuhan tersebut. “Syukur hari ini tadi yang bersangkutan sudah bisa diambil keterangannya sudah mulai kooperatif, tenang. Karena dari kemarin kita belum bisa ambil keterangannya karena masih labil,” tutur Rina.

Dari autopsi yang dilakukan, ada 6 peluru bersarang ke tubuh korban. Dari fakta tersebut pun bisa diketahui dugaan awal penyebab kejadian ini terjadi.

“Dilihat dari cara penembakan dengan 6 peluru, dengan rincian 3 butir bersarang di bagian perut dan 3 butir di kepala, patut diduga ada kemarahan yang besar atau itu masalah di internal keluarga,” jelas Rina.

Menurut Rina, penyidik masih mengalih informasi dan mencari keterangan dari pihak lain, termasuk dari tetangga rumah ibu pelaku, yang merupakan lokasi kejadian penembakan tersebut.

“Tetapi kan itu (pengakuan Kompol F) secara hukum tidak dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu tim dari Polda Sumatra Utara mencari saksi-saksi ke lapangan, dan sampai dengan saat ini masih bekerja,” tuturnya.

Kisah Tragis Anak dan Ibunya Tewas Diseruduk Mobil

BOGOR DAILY-Warga Kampung Tangkil RT 3/14 berduka atas kepergian Ernawati (39) dan Aliwa (4) pejalan kaki yang menjadi korban kecelakaan tunggal di Jalan Pajajaran seberang Kantor Bea cukai Bogor, Jumat (6/4/2018).

Ketua RT setempat Wardi menuturkan bahwa Ia mendapat infomasi dari grup WhatsApp.Ketika itu Ia mendapat informasi adanya sebuah kecelakaan di Jalan Pajajaran.

Saya dapatnya gitu aja ada kecelakaan, pas dilihat ternyata kampung tangkil dan RT nya saya, terus saya cek ke BMC enggak ada ternyata di RS Salak, saya kesana ternyata sudah meninggal,” katanya.

Wardi pun menceritakan bahwa hampir satu kampung mengalami kesedihan. Karena menurutnya warga di Kampung Tangkil sudah sangat erat kekerabatannya. “Saya yang ngangkat jenazahnya dari ambulan itu sama warga, pas diturunin itu warga pada nangis, saya juga ga kuat,” ujarnya.

Menurut Wardi, Ernawati sehari-hari bekerja sebagai ibu rumah tangga. Biasanya Ia pun mengasuh anaknya yang masih berusia empat tahun. Menurutnya Ernawati merupakan warga yang baik dan ramah pada warga lainnya.

“Iya orang pagi masih ketemu, makanya kita kaget dan enggak percaya awalnya, makanya sedih gitu,” ujarnya.

Saat ini jenazah Ernawati dan anaknya itu pun sudah dimakamkan. “Tadi saya lihat keluarganya juga Insya Allah sudah ikhlas hanya masih kaget aja, dimakamkan keduanya tadi srtelah shalat Jumat,” ucapnya.

Dispora Tahan Izin Persija Bermarkas di Stadion Pakansari

BOGOR DAILYRencana Persija Jakarta menggunakan Stadion Pakansari di Kabupaten Bogor menemui jalan terjal. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora Bogor) enggan memberikan izin dengan berbagai alasan.

Persija sudah tiga kali mengirimkan surat ke Dispora Bogor. Dua pengajuan pertama dari tim Ibu Kota sudah ditolak oleh Dispora Bogor.

Saat ini,  Dispora Bogor sedang berkoordinasi dengan Kementrian PU PR soal pengajuan ketiga yang diajukan Persija. “Untuk Persija sudah dua kali berkirim surat. Pertama Januari 2018, kami tolak ya,” kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabidsarpras) Dispora Kabupaten Bogor, Rudy Achadiat.

“Kemudian di Februari mengajukan lagi, kami tolak lagi. Nah, sekarang sudah yang ketiga kalinya mengajukan lagi,” ujarnya.

Rudy Achadiat mengaku harus mempertimbangkan banyak aspek soal perizinan Persija bermain di Bogor, terutama konflik suporter. “Kami sudah berkirim surat ke Kementerian PU PR. Menunggu jawaban dari mereka, diizinkan atau tidak,” tutur Rudy Achdiat. “Satu poin lagi, rawan terjadinya kerusuhan. Kami menunggu dari Kementerian PU dan Inasgoc,” katanya.