Tuesday, 28 April 2026
Home Blog Page 8783

Ebuset…Emak-emak Ini Tampar Pegawai SPBU Tiga Kali

BOGOR DAILY- Video viral yang menampilkan seorang ibu yang menampar petugas SPBU di Bekasi, menyita perhatian netizen. Kejadian itu diketahui terjadi di SPBU Jalan Boulevard Raya, Blok SN 6, Harapan Indah, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Selasa (3/4/2018).

Muhammad Iqbal Maulana (19), salah satu petugas SPBU saat dijumpai TribunJakarta.com, Jumat (6/4/2018) menceritakan awal mula peristiwa pemukulan tersebut. Saat itu, Iqbal tengah bertugas di mesin pom nomor dua atau mesin yang khusus melayani pengisian bahan bakar jenis Pertamax. “Waktu itu konsumen lagi ramai, antrean cukup panjang karena sore hari biasakan jam sibuk,” kata Iqbal.

Sekitar pukul 17.28 WIB, sepeda motor Honda Revo yang dikendarai seorang laki-laki muda berbaju kuning berboncengan dengan seorang Ibu-ibu memakai baju biru, menyalip masuk ke pom pengisian bahan bakar yang tengah dijaga Iqbal. Motor tersebut masuk disisi jalur pengisian bahan bakar khusus mobil, diduga kendaraan itu malas melihat antrian yang cukup panjang.

“Kebetulan saya jaga sendiri, mereka tiba-tiba masuk di jalur mobil enggak masuk antrean motor,” jelas Iqbal.

Lalu Iqbal mencoba mengarahkan kendaraan tersebut agar masuk ke jalur antrean motor seperti konsum lainnya. Bukannya sabar, ibu yang dibonceng itu malah meminta agar Iqbal melayani dirinya terlebih dahulu.

“Saya coba bilangin enggak mau, yaudah saya coba mau isiin, tapi konsumen yang sudah antre komplain ke saya, mas saya dulu dong, saya kan udah antre,” kata Iqbal.

Karena harus melayani konsumen yang datang lebih dulu, Iqbal malah mendapatkan makian dari ibu tersebut.”Dia ngomel-ngomel ke saya kata saya harusnya layanin dia dulu sebentar, tapi saya kan enggak bisa, saya juga harus hormati konsumen saya yang udah antri,” kata Iqbal.

Sambil terus melayani konsumen, Iqbal terus dihujani perkataan yang menyakitkan hati. Hingga akhirnya teman Iqbal yang juga sesama petugas SPBU, melayani ibu yang tengah emosi. “Akhirnya temen saya yang melayanin, dia ngisi Rp 10 ribu Petamax,” kata Iqbal.

Bukannya puas telah dilayani, rupaya ibu yang kepalang emosi itu semakin menjadi-jadi. Dirinya menunjuk-nunjuk Iqbal. “Terus ngomel-ngomel ke saya, saya dibilang tibang petugas pom bensin aja belagu, gitu,” kata Iqbal.

Setelah selesai mengisi bahan bakar, ibu itu pergi meninggalkan SPBU. Namun selang 30 menit kemudian, ibu itu kembali lagi ke SPBU. “Dia balik lagi ngomel-ngomel ke saya, kata saya harus minta maaf ke dia, terus dia mau minta ketemu sama atasan saya,” ujar Iqbal.

Seorang petugas keamanan SPBU sempat menenangkan ibu yang diperkirakan berusia 45 tahunan itu.Karena aksinya dianggap telah menganggu konsumen lain dan menganggu Iqbal yang tengah bekerja. “Udah tuh dia coba mau aduin saya ke manager, tapi karena waktu itu enggak ada,” kata Iqbal.

Tidak lama berselang, emosi ibu itu semakin memuncak, bahkan menurut Iqbal, ia sempat diancam. “Jangan senyum-senyum lu, gua gampar mulut lu entar,” kata ibu itu.

Mendengar ancaman itu, Iqbal menanggapi “Bu kalau mau tampar saya, tampar aja bu,” kata Iqbal.

Iqbal mencoba tetap tenang sambil melayani pengisian bahan bakar konsumen lain. Namun tidak lama kemudian ibu itu mendekat dan langsung menampar pipi kirinya sebanyak empat kali.

“Di depan konsumen, diliat banyak orang saya malu tapi mau gimana saya posisi lagi kerja ngelayanin konsumen,” kata Iqbal.

Aksi brutal Ibu-ibu itu akhirnya diredam pihak sekuriti SPBU.  Ibu-ibu yang datang bersama lelaki muda yang diduga anaknya sempat marah kepasa sekuriti, namun keadaan bisa dikendalikan.

Ibu-ibu itu mengaku keesokan harinya akan kembali datang ke SPBU untuk menemui atasan Iqbal, namun setelah tiga hari berselang, Ibu-ibu itu tidak kunjung datang.

Kompol Fahrizal Dengar Bisikan Gaib Sebelum Bunuh Iparnya

BOGOR DAILY-Kompol Fahrizal (41), pelaku penembakan terhadap adik iparnya bernama Jumingan alias Jun (33) hingga tewas, terancam pemecatan dengan tidak hormat dari Korps Kepolisian. Namun, hal itu harus melalui proses sidang kode etik Polri terlebih dulu.

Untuk saat ini, Wakapolres Lombok Tengah ini harus menjalani proses hukum secara pidana umum. Setelah status hukum pidananya dinyatakan memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah,selanjutnya proses kode etik dilaksanakan.

“Putusan sidang kode etiklah yang akan menentukan apakah yang bersangkutan itu masih layak menjadi anggota Polri atau diberhentikan. Itu butuh proses yang panjang,” ungkap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Rina Sari Ginting kepada wartawan di Mapolda Sumut, Jumat petang, 6 April 2018.

Rina mengungkapkan, Kompol Fahrizal sudah bisa menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Polda Sumut, yang sebelumnya kejiwaan perwira polisi ini masih dalam kondisi linglung.

“Kompol F (Fahrizal) mengaku mendengar bisikan untuk melakukan penembakan. Bisikan itu menyatakan korban merupakan orang jahat yang melakukan pembunuhan,” ucap Rina.

Untuk saat ini, Rina belum bisa memberikan keterangan secara apa motif pembunuhan tersebut. “Syukur hari ini tadi yang bersangkutan sudah bisa diambil keterangannya sudah mulai kooperatif, tenang. Karena dari kemarin kita belum bisa ambil keterangannya karena masih labil,” tutur Rina.

Dari autopsi yang dilakukan, ada 6 peluru bersarang ke tubuh korban. Dari fakta tersebut pun bisa diketahui dugaan awal penyebab kejadian ini terjadi.

“Dilihat dari cara penembakan dengan 6 peluru, dengan rincian 3 butir bersarang di bagian perut dan 3 butir di kepala, patut diduga ada kemarahan yang besar atau itu masalah di internal keluarga,” jelas Rina.

Menurut Rina, penyidik masih mengalih informasi dan mencari keterangan dari pihak lain, termasuk dari tetangga rumah ibu pelaku, yang merupakan lokasi kejadian penembakan tersebut.

“Tetapi kan itu (pengakuan Kompol F) secara hukum tidak dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu tim dari Polda Sumatra Utara mencari saksi-saksi ke lapangan, dan sampai dengan saat ini masih bekerja,” tuturnya.

Kisah Tragis Anak dan Ibunya Tewas Diseruduk Mobil

BOGOR DAILY-Warga Kampung Tangkil RT 3/14 berduka atas kepergian Ernawati (39) dan Aliwa (4) pejalan kaki yang menjadi korban kecelakaan tunggal di Jalan Pajajaran seberang Kantor Bea cukai Bogor, Jumat (6/4/2018).

Ketua RT setempat Wardi menuturkan bahwa Ia mendapat infomasi dari grup WhatsApp.Ketika itu Ia mendapat informasi adanya sebuah kecelakaan di Jalan Pajajaran.

Saya dapatnya gitu aja ada kecelakaan, pas dilihat ternyata kampung tangkil dan RT nya saya, terus saya cek ke BMC enggak ada ternyata di RS Salak, saya kesana ternyata sudah meninggal,” katanya.

Wardi pun menceritakan bahwa hampir satu kampung mengalami kesedihan. Karena menurutnya warga di Kampung Tangkil sudah sangat erat kekerabatannya. “Saya yang ngangkat jenazahnya dari ambulan itu sama warga, pas diturunin itu warga pada nangis, saya juga ga kuat,” ujarnya.

Menurut Wardi, Ernawati sehari-hari bekerja sebagai ibu rumah tangga. Biasanya Ia pun mengasuh anaknya yang masih berusia empat tahun. Menurutnya Ernawati merupakan warga yang baik dan ramah pada warga lainnya.

“Iya orang pagi masih ketemu, makanya kita kaget dan enggak percaya awalnya, makanya sedih gitu,” ujarnya.

Saat ini jenazah Ernawati dan anaknya itu pun sudah dimakamkan. “Tadi saya lihat keluarganya juga Insya Allah sudah ikhlas hanya masih kaget aja, dimakamkan keduanya tadi srtelah shalat Jumat,” ucapnya.

Dispora Tahan Izin Persija Bermarkas di Stadion Pakansari

BOGOR DAILYRencana Persija Jakarta menggunakan Stadion Pakansari di Kabupaten Bogor menemui jalan terjal. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora Bogor) enggan memberikan izin dengan berbagai alasan.

Persija sudah tiga kali mengirimkan surat ke Dispora Bogor. Dua pengajuan pertama dari tim Ibu Kota sudah ditolak oleh Dispora Bogor.

Saat ini,  Dispora Bogor sedang berkoordinasi dengan Kementrian PU PR soal pengajuan ketiga yang diajukan Persija. “Untuk Persija sudah dua kali berkirim surat. Pertama Januari 2018, kami tolak ya,” kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabidsarpras) Dispora Kabupaten Bogor, Rudy Achadiat.

“Kemudian di Februari mengajukan lagi, kami tolak lagi. Nah, sekarang sudah yang ketiga kalinya mengajukan lagi,” ujarnya.

Rudy Achadiat mengaku harus mempertimbangkan banyak aspek soal perizinan Persija bermain di Bogor, terutama konflik suporter. “Kami sudah berkirim surat ke Kementerian PU PR. Menunggu jawaban dari mereka, diizinkan atau tidak,” tutur Rudy Achdiat. “Satu poin lagi, rawan terjadinya kerusuhan. Kami menunggu dari Kementerian PU dan Inasgoc,” katanya.

Astaga! Pengendara Ertiga Ludahi dan Gilas Kaki Polisi

BOGOR DAILY- Seorang pengendara mobil Suzuki Ertiga, Watoni tidak terima ketika hendak ditilang polisi di flyover Kuningan, Jakarta Selatan. Pelaku yang emosi sempat memaki dan melindas kaki polisi itu.

Peristiwa terjadi pada Kamis (5/4/2018) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu korban Brigadir Hermansyah sedang bertugas melakukan penjagaan dan pengaturan di lokasi. Saat itu, pelaku datang mengendarai mobil berpelat nomor B 2016 KKE. Pelaku disetop karena memasuki kawasan ganjil-genap.

“Dikarenakan pelaku menyalahi aturan, kemudian korban melakukan tindakan penilangan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, dalam keterangannya, Jumat (6/4/2018)

Hermansyah pun kemudian menilangnya. Dengan emosi, pelaku kembali ke mobil dan memundurkan mobilnya hingga menggilas kaki Hermansya.”Akibatnya, kaki korban mengalami memar. Pelaku pun meludahi korban sebelum pergi,” ucap Argo.

Selanjutnya pelaku melarikan diri. Brigadir Hermansyah pun kemudian mengadukan kejadian itu ke polisi.

Sempur Ditutup Untuk Masyarakat Umum

Bogor Daily – Sejak Senin (2/4) lalu, lapangan rumput Taman Sempur ditutup untuk masyarakat umum. Pemberitahuan tertuang dalam spanduk disejumlah titik seputar lapangan sempur, yang memberitahukan bahwa lapangan rumput sempur, ditutup selama dua minggu karena sedang dilakukan perawatan.

 

Kepala Bidang Pertamanan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Agus Gunawan mengatakan, saat ini kondisi rumput di lapangan sempur kondisinya rusak parah. Permukaan lapangan terlihat-botak-botak akibat rumput yang mati. “Ini sebenarnya masuk pemeliharaan saja. Namun harus total selama dua minggu. Sebab sudah rusak parah, kalau dibiarkan bisa lebih parah. Rumput ini kan jenisnya berbeda, rumput asli jenis bermuda yang memang perlu penanganan khusus,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

 

Rumput tersebut, sambung Agus, salah satu rumput dengan tekstur baik dengan media tanam bagian atas pasir laut, dengan ketebalan kurang lebih 10 sentimeter. Rumput layaknya makhluk hidup, perlu ditanam dan dirawat.

 

Agus menambahkan, ada beberapa penyebab rusaknya rumput pada lapangan sempur, diantaranya rumput  sering dibuka dan digunakan untuk umum sehingga terijak-injak. Diakuinya, sejak kebijakan lapangan rumput Sempur di buka pada Kamis hingga Minggu, rumput jadi lebih cepat rusak. Sedangkan, masa perawatan supaya rumput kembali normal cukup  memakan waktu. Kata Agus, dana yang digunakan masuk di pos pemeliharaan yang jumlahnya Rp200 juta untuk tahun ini.

 

“Waktu dibuka tiga hari, masa pemulihan dari Senin hingga Kamis masih belum memadai. Sejak dibuka dari kamis ke Minggu, rumput makin cepat rusak, padahal waktu recovery lebih sedikit. Ini salah satu dampak dari lebih sering dibuka. Kami pun mengambil langkah harus tutup total selama dua minggu, ya masa recovery rumput itu,” tandasnya.

 

Setelah dua minggu, lanjut dia, rumput lapangan Sempur akan kembali bisa dinikmati warga Bogor untuk berolahraga atau menghabiskan waktu bersama keluarga. “targetnya dua minggu sudah hijau lagi, sudah tebal lagi, sudah pulih lagi. Bisa dibuka seperti biasa, dari Kamis hingga Minggu,” pungkasnya.

 

Terpisah Asep Rohmat (25) warga Sukasari menuturkan, dirinya agak kecewa dengan penutupan tersebut karena untuk sementara ia bersama keluarga tidak bisa menghabiskan waktu bersama di lapangan Sempur. “Ya akhir pekan nanti tidak bisa main di Sempur. Agak kecewa sih,” ucapnya. (ryn/dik/c)

6.500 Personel Diturunkan di Demo Sukmawati

BOGOR DAILY-Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, 6.500 pasukan keamanan diterjunkan untuk amankan aksi unjuk rasa Sukmawati Soekarnoputri. “Personel ada 6.500 yang merupakan gabungan TNI dan Polri,” ujar Argo, Jumat (6/4/2018).

Ia mengatakan, pengamanan akan dimulai di Masjid Istiqlal sebagai titik kumpul massa “Peserta demo diperkirakan ada 1.000 peserta, untuk pengaturan lalu lintas nanti situasional,” katanya.

Informasi aksi unjuk rasa untuk menuntut Sukmawati Soekarnoputri atas pembacaan puisi yang dinilai sebagai bentuk penistaan agama beredar di media sosial.

Dalam informasi tersebut, aksi akan digelar Persaudaraan Alumni 212, FPI, GNPF-U, dan berbagai ormas lain.

Aksi akan digelar pada Jumat (6/4/2018) pukul 13.30 bertempat di kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat.

Sukmawati dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri atas tuduhan penistaan agama. Di Polda Metro Jaya Laporan itu dilakukan dua pihak sekaligus, yakni seorang pengacara bernama Denny AK dan Ketua DPP Partai Hanura Amron Asyhari.

Sementara di Bareskrim Polri, Sukmawati dilaporkan Persaudaraan Alumni 212, Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia (GMII), Forum Anti Penodaan Agama (FAPA), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Street Lawyer dan Kebangkitan Jawara, serta Pengacara Indonesia (Bang Japar Indonesia).

 

Minta Duit Rp4 Rib Berunjung Suami Tikam Istri

BOGOR DAILY-Seorang suami di Deli Serdang, Sumatera Utara, Subandi, tega menikam istrinya dengan pisau dapur hanya gara-gara sepele. Subandi menyerahkan diri dan kini mendekam di Tahanan Polsek Batang Kuis, Polres Deli Serdang.

“Pelaku sudah menyerahkan diri tadi malam ke Polsek Batang Kuis.” kata Kasat Reskrim Polres Deli Serdang, AKP Ruzi Gusman, Jumat (6/4/2018).

Tersangka masih menjalani pemeriksaan penyidik Polsek Batang Kuis terkait penikaman yang dilakukannya terhadap istrinya Mawarti Lubis (48) . “Hari ini tersangka masih diperiksa penyidik. Diduga penikam dipicu masalah keluarga,” tambahnya

Peristiwa yang nyaris merengut nyawa korban terjadi di rumah mereka di Dusun II Desa Bintang Meriah, Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang, Kamis (5/4) sore.

Sebelum ditikam, tersangka dan istrinya ini sempat terlibat cek cok mulut. Hingga akhirnya, tersangka hilang kendali dan menikam istrinya dengan pisau dapur.

Korban mengalami luka tikaman di bagian perut dan dada hingga mengeluarkan banyak darah. Korban yang mengalami luka tusukan langsung dilarikan ke rumah sakit umum Deli Serdang, untuk mendapatkan perawatan.

Motif penganiyaan yang dilakukan tersangka yang berprofesi sebagai tukang becak dayung ini diduga kesal dengan istrinya yang meminta uang Rp 4 ribu untuk membayar air mineral isi ulang.

Disuruh Cabut Laporan, Begini Respon Novel Bamukmin

BOGOR DAILY- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin meminta umat Islam memaafkan Sukmawati Soekarnoputri soal puisi ‘Ibu Indonesia’. Lalu apa tanggapan Novel Bamukmin selaku Humas Perdaudaraan Aksi (PA) 212?

“Saya menghargai Ketua MUI, namun Ketua MUI harus adil juga dong membela mereka yang dikriminalisasi yaitu ulama dan aktivis yang membela agamanya,” ujar Novel dalam keterangannya, Jumat (6/4/2018).

Novel meminta agar Ma’ruf Amin juga menghimbau pihak-pihak untuk mencabut laporan polisi terhadap para ulama. “(Meminta) Ketua MUI (agar) menghimbau tarik laporan yang mengkriminalisasi ulama dan aktivis dan segera membebaskan mereka dari penjara,” ungkapnya.

Novel berharap ada upaya dari Ma’ruf Amin agar ada win-win solution sehingga ada keadilan bagi umat islam yang merasa dilecehkan. “Minimal Ketua MUI untuk membantu mediasi agar bisa barter agar posisinya kosong-kosong kembali, nah itu baru adil,” imbuh Novel.

Meski sudah ada imbauan dari Ma’ruf Amin, namun Novel menegaskan laporan pihaknya terhadap Sukmawati tidak akan dicabut. Permintaan maaf Sukmawati dinilainya todak bisa menggugurkan sebuah pidana.

“Saya Humas Persaudaraan alumni 212 , Wakil Ketua ACTA, Humas IKAMI, Wakil Ketua TPUA , Sekjen KORLABI, Anggota LDF DPP FPI, Sekjen TAM mewakili semuanya itu tidak akan menarik laporan itu karena itu haknya Allah yang agamanya dihina dan tindak pidana tidak bisa dihapus oleh maaf,” tegas Novel.

Novel juga memastikan aksi protes atas puisi Sukmawati itu tetap akan digelar. Dia pun membagikan agenda aksi itu dengan tajuk “Panggilan Jihad Kembali Datang”.

Anak Pengidap Kanker Main Sulap Bareng Jokowi di Istana

BOGOR DAILY-Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan anak-anak pengidap kanker pagi ini. Jokowi mengajak anak-anak tersebut bermain di halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Pertemuan berlangsung di halaman belakang Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (6/4/2018). Jokowi ditemani oleh Ibu Negara Iriana Jokowi.

Ada puluhan anak yang berkumpupul di halaman yang dilapisi karpet tersebut. Mereka adalah para anak pengidap kanker yang tergabung dalam Yayasan Kanker Indonesia.

Jokowi yang mengenakan kemeja batik lengan panjang itu duduk di bangku bersebelahan dengan Iriana yang mengenakan pakaian batik juga. Ada juga Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise.

Jokowi sempat berdialog dengan anak-anak. Jokowi sempat menanyakan soal matematika ke anak-anak. “Mau berhitung? Atau mau bernyanyi,” kata Jokowi melihat anak-anak yang berdiri menghampiri Jokowi.

Setiap anak yang maju diajak bermain hitung-hitungan dam bernyanyi oleh Jokowi. Anak yang berhasil menjawab diberi hadiah sepeda dari Jokowi. “Nanti dapat sepeda yah. Sebentar nanti 10 menit lagi sepedanya datang,” ujar Jokowi.

Selain bermain hitunh-hitungan, Jokowi ada juga permainan sulap yang dimainkan oleh pesulap muda, Ibnu. Dia memainkan mulai dari trik tisu panjang, hingga bermain bubble. Jokowi dan Iriana tampak tertawa. Bahkan dia sempat menunjuk-nunjuk anak yang membuat dia tertawa.

Jokowi juga sempat dilibatkan bermain bubble. Dia menarik lingkaran yang kemudian membentuk balon besar yang menutup badan pesulap.