Tuesday, 28 April 2026
Home Blog Page 8784

Disuruh Cabut Laporan, Begini Respon Novel Bamukmin

BOGOR DAILY- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin meminta umat Islam memaafkan Sukmawati Soekarnoputri soal puisi ‘Ibu Indonesia’. Lalu apa tanggapan Novel Bamukmin selaku Humas Perdaudaraan Aksi (PA) 212?

“Saya menghargai Ketua MUI, namun Ketua MUI harus adil juga dong membela mereka yang dikriminalisasi yaitu ulama dan aktivis yang membela agamanya,” ujar Novel dalam keterangannya, Jumat (6/4/2018).

Novel meminta agar Ma’ruf Amin juga menghimbau pihak-pihak untuk mencabut laporan polisi terhadap para ulama. “(Meminta) Ketua MUI (agar) menghimbau tarik laporan yang mengkriminalisasi ulama dan aktivis dan segera membebaskan mereka dari penjara,” ungkapnya.

Novel berharap ada upaya dari Ma’ruf Amin agar ada win-win solution sehingga ada keadilan bagi umat islam yang merasa dilecehkan. “Minimal Ketua MUI untuk membantu mediasi agar bisa barter agar posisinya kosong-kosong kembali, nah itu baru adil,” imbuh Novel.

Meski sudah ada imbauan dari Ma’ruf Amin, namun Novel menegaskan laporan pihaknya terhadap Sukmawati tidak akan dicabut. Permintaan maaf Sukmawati dinilainya todak bisa menggugurkan sebuah pidana.

“Saya Humas Persaudaraan alumni 212 , Wakil Ketua ACTA, Humas IKAMI, Wakil Ketua TPUA , Sekjen KORLABI, Anggota LDF DPP FPI, Sekjen TAM mewakili semuanya itu tidak akan menarik laporan itu karena itu haknya Allah yang agamanya dihina dan tindak pidana tidak bisa dihapus oleh maaf,” tegas Novel.

Novel juga memastikan aksi protes atas puisi Sukmawati itu tetap akan digelar. Dia pun membagikan agenda aksi itu dengan tajuk “Panggilan Jihad Kembali Datang”.

Anak Pengidap Kanker Main Sulap Bareng Jokowi di Istana

BOGOR DAILY-Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan anak-anak pengidap kanker pagi ini. Jokowi mengajak anak-anak tersebut bermain di halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Pertemuan berlangsung di halaman belakang Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (6/4/2018). Jokowi ditemani oleh Ibu Negara Iriana Jokowi.

Ada puluhan anak yang berkumpupul di halaman yang dilapisi karpet tersebut. Mereka adalah para anak pengidap kanker yang tergabung dalam Yayasan Kanker Indonesia.

Jokowi yang mengenakan kemeja batik lengan panjang itu duduk di bangku bersebelahan dengan Iriana yang mengenakan pakaian batik juga. Ada juga Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise.

Jokowi sempat berdialog dengan anak-anak. Jokowi sempat menanyakan soal matematika ke anak-anak. “Mau berhitung? Atau mau bernyanyi,” kata Jokowi melihat anak-anak yang berdiri menghampiri Jokowi.

Setiap anak yang maju diajak bermain hitung-hitungan dam bernyanyi oleh Jokowi. Anak yang berhasil menjawab diberi hadiah sepeda dari Jokowi. “Nanti dapat sepeda yah. Sebentar nanti 10 menit lagi sepedanya datang,” ujar Jokowi.

Selain bermain hitunh-hitungan, Jokowi ada juga permainan sulap yang dimainkan oleh pesulap muda, Ibnu. Dia memainkan mulai dari trik tisu panjang, hingga bermain bubble. Jokowi dan Iriana tampak tertawa. Bahkan dia sempat menunjuk-nunjuk anak yang membuat dia tertawa.

Jokowi juga sempat dilibatkan bermain bubble. Dia menarik lingkaran yang kemudian membentuk balon besar yang menutup badan pesulap.

Kumpul Bareng Mahasiswa, Ini yang Dilakukan STS…

BOGOR DAILY- Calon Wakil Walikota Bogor Sugeng Teguh Santoso mengumpulkan puluhan mahasiswa di salah satu rumah makan, Jalan Pajajaran, Kota Bogor. Di sana, pria yang akrab disapa STS memanfaatkan waktu untuk menyampaikan visi misi-nya maju di Piilwakot bersama Dadang Iskandar Danubrata.

STS juga mengenalkan program andalannya yang akan dilakukan bila terpilih pada Pilkada, 27 Juni nanti. Salah satunya Program Setara untuk memperkuat sekaligus membangun masyarakat bawah.

“Jadi kita punya konsep membangun masyatakat bawah, APBD pro rakyat, Kita akan memperkuat basis rakyat dengan Pogram Setara. Setara yang dimaksud adalah Setahun 50 Juta Satu RT. Nantinya setiap RT akan diberikan dana untuk membangun wilayahnya sendiri,” tuturnya.

Namun hal itu dilakukan dengan adanya pengawasan dan verifikasi terlebih dahulu.”Setahun satu RT Rp 50 juta, 4000 RT jadi 200 miliar, verifikasi dan ada proposalnya. Sebelumnya, kita latih dulu bimtek, bimbingan teknis. Jadi memberi stimulan, pada komunitas terkecil ada pergerakan ekonomi,” katanya.

Pria yang juga Sekjen DPN Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) ini mengatakan, program pemberdayaan masyarakat itu sudah lama menjadi obsesinya. Bahkan, program itu telah dipikirkannya sejak masih duduk di bangku kuliah.

“Karena itu, perjalanan saya di Pilwakot Bogor ini membawa niat ingin memberdayakan masyarakat kecil. Melalui apa? Dengan Program Setara itu,” ujarnya di depan puluhan mahasiswa, Kamis (5/4/2018).

Pria yang khas dengan kopiah hitamnya juga meyakini dengan uang yang diberikan langsung pada pengurus RT, maka program itu bisa meningkatkan ekonomi masyarakat

“Ya intinya mengentaskan kemiskinan satu diantara program utama kita, jadi dana itu bisa dipakai bangun mck, fasilitas umum, sanitasi, RTLH dan lainnya,” tuntasnya, didampingi tim pemenangannya, Shane Hasibuan dan Novi

 

Bapakku

PENAMPILAN bapakku, selalu seperti itu, tubuhnya gemuk kencang, diselimuti oleh kulit sawo matang

Pakaian yang paling sering digunakan adalah kemeja kotak kotak atau kemeja biru polos dan celana pendek, ya, motif yang dipakainya selalu statis, tak banyak berubah seperti matahari yang senantiasa terbit di Timur.

Bila menatap wajah bapak, akan terlihat kumisnya yang cukup tebal, menghiasi senumnya yang hangat, dengan giginya yang putih (Walaupun pasta giginya bukan Close Up). Di atas hidungnya yang pendek, dapat dilihat dua pasang mata yang tajam mencerminkan ketegasannya, dibingkai oleh kacamata hitam, yang modelnya juga tidak pernah berubah. Dan dia atas kepalanya, ada rambut yang warnanya merupakan gradasi antara hitam dan putih. (Yeah…. Black And White seperti lagunya Michael Jackson).

Orang yang selalu membesarkanku ini merupakan orang yang jujur dan pekerja keras. Ia bagaikan burung kecil yang sedang belajar untuk terbang, yang senantiasa mencoba dan mencoba terus.

Bapak bukanlah orang yang pantang menyerah. Ia juga seorang yang sederhana, ia tak malu untuk makan di kaki lima, atau membeli baju yang murah, selama bahannya masih enak di pakai, ia juga selalu menyempatan diri untuk mengangkat pakaian kotor dari kamar mandi ke belakang.

Aku merasa beruntung karena mempunyai seorang bapak yang kaya pengalaman. Aku tumbuh dengan segudang kisah kisahnya, saran-sarannya, dan segala didikannya. Kadang ia menceritakan tentang kebandelannya, tentang kesusahan dan kegagalan yang pernah ditempuhnya, tentang teman-temannya yang banyak mendukung dan membantunya, tentang masa sekolahnya, dan banyak lagi.

Bapakku memang pandai bercerita. Ia juga pandai mendongeng. Dulu ia mendongeng untukku dan untuk Dipo, kini ia suka mendongeng untuk adikku Daisy. Pendengar akan tertawa terpingkal-pingkal melihat mimiknya yang lucu dan aksennya dalam bercerita.

Bapakku juga banyak membaca. Bukunya banyak dan inilah satu hal yang membuatnya menjadi seseorang yang cerdas. Tangannya juga gesit dan cekatan dalam melakukan segala hal, bila di pegang akan terasa kuat dan kencang.

Bapak bagaikan musik Wagner yang menggambarkan kekuatan dan semangat, sesungguhnya di balik kehidupan bapak, ada sebuah meodi yang indah. Seperti kata Sherina. “Lihatlah lebih dekat dan kau akan mengerti.

*Ditulis oleh Dhitta Puti Sarasvati ketika masih SMA sebagai hadiah ulang tahun untuk Rizal Ramli

Aturan Baru KPU soal Logo Parpol Baru

BOGOR DAILY –  Rancangan Peraturan KPPU (PKPU) menyebut logo partai baru peserta pemilu tidak akan dicantumkan dalam Surat Suara Pilpres 2019. Hanura Kebiasaan di atas partai dan partai lama.

“Saya lebih setuju nggak ada hal-hal biar adil. Ada konfirmasi juga yaitu bahan-bahan kilat baku,” kata Ketua Fraksi Hanura Inas Nasrullah kepada wartawan, Rabu (4/4/2018).

Penghematan bahan baku yang dimaksud Inas ialah soal penggunaan kertas surat suara yang selama ini dinilai tak ramah lingkungan. Menurutnya, penambahan logo-logo parpol di surat suara Pilpres 2019 itu juga tak esensial.

“Buang-buang kertas. Kan kita menuju green election. Makin bisa berhemat kertas. Jadi foto presiden dan wakilnya aja,” ucapnya.

“Kalau semua partai itu kan makin besar nanti kertasnya. Itu menambah setiap sentimeter logo itu kan menambah berapa meter juga,” imbuh Inas.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan terdapat perbedaan bagi partai pengusung dan partai pendukung dalam surat suara pilpres. Nantinya hanya logo partai pengusung yang dapat dimasukkan dalam surat suara.

Hal ini tertuang dalam rancangan PKPU tahun 2018 pasal 12 tentang norma, standar prosedur, kebutuhan pengadaan, dan pendistribusian perlengkapan penyelenggara pemilu yang saat ini sedang tahap uji publik.

PKPU itu mengatur muatan informasi dalam surat suara untuk masing-masing jenis pemilu, yaitu:
1. Surat suara untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat 2 huruf a memuat:

a. Foto pasangan calon
b. Nama pasangan calon
c. Nomor urut pasangan calon dan
d. Tanda gambar partai politik dan/atau tanda gambar gabungan partai politik pengusung partai

2. Surat suara untuk pemilu anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 ayat 2 huruf b, huruf d dan huruf e memuat:

a. Tanda gambar partai politik
b. Nomor urut partai politik, dan
c. Nomor urut dan nama calon anggota DPR,DPRD Provinsi atau DPRD kabupaten/kota.

Pinjam Stadion Pakansari, The Jakmania Dekati Bobotoh

BOGOR DAILY-Ketua umum The Jakmania Ferry Indrasjarief, menyebutkan pihaknya bakal melukan pertemuan dengan suporter Persib Bandung, Bobotoh, yang berada di wilayah Bogor. Langkah ini dilakukan agar Macan Kemayoran dapat menggunakan Stadion Pakansari, Cibinong, sebagai markas di musim ini.

Sebelumnya, Persija telah mendapatkan lampu hijau dari Kepolisian Bogor, untuk melangsungkan berkandang di Stadion Pakansari. Akan tetapi, para The Jakmania diminta bersikap kondusif setiap kali pertandingan digelar.

Maka dari itu, Ferry menuturkan bakal bertemu dengan para Bobotoh. Mengingat, kedua kelompok suporter tersebut memiliki hubungan yang tidak harmonis dan sering kali bentrok ketika bertemu.

 

Sadis! Gadis 11 Tahun Ini Bunuh Dua Temannya

BOGOR DAILY– Kasus pembunuhan memang selalu memilukan dan membuat takut masyarakat. Biasanya tindakan keji tersebut lebih sering dilakukan oleh orang-orang dewasa dengan segala intrik mereka.

Namun, tak sedikit juga kasus pembunuhan yang melibatkan pelaku di kalangan remaja dan anak-anak. Salah satu kasus tersadis yang pernah dilaporkan yakni pembunuhan yang dilakukan oleh bocah 11 tahun asal Inggris.

Mary Flora Bell, terbukti telah membunuh dua anak kecil di tahun yang sama pada 1968. Sebelum usianya mencapai 11 tahun, Marry Bell kala itu bertanggung jawab atas pembunuhan Martin Brown di sebuah rumah kosong di Scotwood.

Penemuan balita itu sempat diusut oleh polisi. Sayangnya, pihak kepolisian saat itu tak menemukan banyak bukti serta kekerasan yang menimpa Brown. Hingga akhirnya kematian bocah itu ditetapkan sebagai kecelakaan.

Dua bulan kemudian pada di akhir Juli 1968, Mary yang sudah masuk sekolah sempat melakukan aksi keji lainnya bersama satu temannya yang lain, yakni Norma Bell. Meskipun keduanya tidak sehubungan darah, tapi kedua gadis itu punya kecenderungan untuk melukai anak-anak kecil sampai membunuh balita dengan tragis.

Baik Mary dan Bell, keduanya melakukan pembunuhan keji secara bersama-sama terhadap Brian Howe. Balita malang tersebut ditemukan dalam keadaan tubuh terpotong dengan gunting.

Parahnya, Mary dan Bell juga mengukir huruf ‘M’ di bagian dada bocah cilik itu. Tak hanya itu mereka juga memotong penis Howe. Sebelum tindakan keji itu dilakukan, bocah malang itu diketahui tewas akibat dicekik terlabih dahulu.

Polisi tentunya tak langsung tahu siapa pembunuh keji yang melakukan tindakan setega itu pada balita tersebut. Namun, mereka mulai menyadari ada yang tidak beres dengan perilaku Mary saat pemakaman Howe.

Menunjukan perilaku aneh

Ketika pemakaman akan berlangsung, ia justru bersembunyi di luar rumah Howe sambil tertawa dan menggosok tangannya ketika melihat peti matinya.

Meskipun tindakan bocah 11 tahun itu tampak mencurigakan, polisi tak bisa langsung menarik kesimpulan dari tindakan tersebut. Kasus pembunuhan ini terbongkar setelah Norma Bell mulai mengakui perbuatannya kepada polisi. Kepolosan bocah itu mengakui perbuatannya juga melibatkan nama Mary.

Setelah disalahkan Norma, Mary kemudian berdalih bahwa ia hanya hadir dalam pembunuhan tersebut dan menyalahkan seluruh rencana pembunuhan itu pada Norma. Alhasil polisi langsung menahan dan mendakwa kedua gadis tersebut hingga tanggal persidangan ditetapkan.

Ketika persidangan berlangsung, Mary mengakui tindakan pembunuhan tersebut semata-mata dilakukan untuk mendapatkan kesenangan dan rasa mendebarkan.

Sebelumnya ia juga pernah menuliskan pengakuan terhadap aksi pembunuhan Martin Brown dalam buku catatannya. Sayangnya, pada saat itu, Mary dianggap masih sangat muda dan menjadikannya sebagai tersangka bukanlah ide yang dianggap masuk akal.

Meskipun begitu polisi sempat menaruh dugaan bahwa gadis itu sempat terlibat namun mereka justru memilih untuk tidak menghiraukannya.

Aksi pembunuhannya terhadap dua balita sekaligus membuat kasus Mary Bell mencuat ke publik Inggris. Hal ini sempat ramai dibahas di media dan tak jarang mengganti nama Mary dengan “Terlahir sebagai penjahat”.

DIberikan kehidupan baru

Akhirnya juri menjatuhkan vonis bersalah terhadap gadis kecil tersebut. Meski begitu keputusan ini sempat menjadi rancu karena Mary menunjukan gejala-gejala klasik psikopati.

Meski begitu keputusan hakim sudah bulat karena Mary dianggap sebagai anak yang berbahaya dan bisa menjadi ancaman yang serius bagi anak-anak lain.

Pihak pengadilan menggunakan istilah ‘at Her majesty’s Pleasure‘ pada kasus Mery Bell, sebagai istilah hukum di Inggris yang mempunyai kekuatan tertentu untuk tidak memberikan tergugat dapat lolos dari kasusnya. Ia dihukum selama 12 tahun di penjara, meski begitu Mary juga mendapat perawatan dan rehabilitasi di penjara.

Gadis itu kemudian mendapat kemajuan yang lebih baik dalam hidupnya hingga akhirnya dikeluarkan di tahun 1980. Walaupun ia sudah keluar dari jeruji besi penjara, namun Mary tak bisa mendapatkan kebebasannya kembali dengan mudah.

Ia boleh kembali ke masyarakat namun dengan banyak peraturan ketat yang mengekangnya dibandingkan hidup di penjara. Mary Bell dikeluarkan pada usia 23 tahun dan mendapat kesempatan untuk memperoleh kehidupan baru. Nama barunya mampu melindungi gadis itu dari pemberitaan di media. Sayangnya, ia harus hidup berpindah-pindah untuk menghindari kejaran pers yang selalu mencarinya.

Di antara naik turunnya kehidupan barunya, Mary berhasil menikah dan melahirkan anak perempuan di tahun 1984. Selama 14 tahun lamanya, putrinya tak pernah tahu kejahatan apa yang telah dilakukan oleh ibu kandungnya. Sampai akhirnya koran lokal berhasil menemukan nama suami Mary dan berhasil melacaknya.

Penemuan itu, membuat hidup Marry menjadi lebih buruk. Para wartawan mengepung dan berkemah di sekitar rumahnya. Pihak keluarga sampai harus melarikan diri dengan menyembunyikan wajah mereka menggunakan sprei.

Kewenangan yang diberikan pengadilan dan pemerintah Inggris selalu membantu dan melindungi Bell dari tindakan publikasi. Setelah namanya sempat mencuat ke publik, kini ia berlindung di balik alamat rahasia sehingga tak diketahui oleh banyak orang.

Meski begitu, warga Inggris tidak setuju dengan kebijakan pemerintah dan pengadilan yang terus membantunya untuk menyembunyikan diri. Banyak orang merasa bahwa Mary tidak layak untuk mendapat perlindungan. June Richardson juga menyesali keputusan tersebut karena mereka sebagai pihak korban, justru tidak diberikan hak yang sama seperti dengan pembunuh.

Ahok dan Istrinya Resmi Bercerai

BOGOR DAILY-Basuki Tjahja Purnama alias Ahok resmi bercerai dengan istrinya, Veronica Tan. Putusan ini diketok majelis hakim berdasarkan dasar gugatan soal perselingkuhan Veronica.

“Menyatakan perkawinan antara penggugat dan tergugat berdasarkan kutipan akta perkawinan tertanggal 17 September 1997 putus karena perceraian dengan segala akibat hukumnya,” kata hakim Sutadji membaca putusan cerai Ahok di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jl Gajah Mada, Jakpus, Rabu (4/4/2018).

Selain itu, majelis hakim menyatakan Ahok sebagai penggugat memiliki hak asuh untuk memelihara serta mendidik anak yang di bawah umur, yaitu Nathania Berniece Zhong dan Daud Albeenner Purnama.

“Memerintahkan panitera menyerahkan salinan putusan kepada kantor Dinas Pendudukan dan Catatan sipil dan memberikan akta perceraian,” kata Sutaji.

Ahok melalui pengacaranya mengajukan gugatan cerai terhadap Veronica Tan pada Jumat (5/1) di PN Jakarta Utara. Dalam tiap persidangan, Vero tidak pernah hadir. Sementara itu, salah satu alasan Ahok menggugat cerai Vero adalah rumah tangga yang tidak lagi harmonis dan kehadiran orang ketiga bernama Julianto Tio.

Dari pernikahan selama 20 tahun, Ahok dan Vero memiliki tiga anak, yaitu Nicholas Sean Purnama, Nathania Purnama, dan Daud Albeenner Purnama. Ahok pun meminta hak asuh atas anak kedua dan ketiganya.

Dulu Pembobol ATM, Kini Jadi Pengusaha WO

BOGOR DAILY-Punya masa lalu yang kelam dan pernah masuk penjara tak menghalangi seorang bekas napi menata hidup menjadi lebih baik. Ari Harmoko alias Joko ini sudah membuktikannya.

Menyandang status mantan narapidana, Joko tak menyerah dengan status tersebut. Keinginan untuk mengubah nasib dilakukan dengan menggali potensi diri. Usahanya berhasil.

Joko sukses merintis bisnis jasa wedding organizer (WO). Perlahan-lahan dia juga mulai melatih diri dengan mendesain baju.

Dilansir dari Merdeka.com, Rabu 4 April 208, Joko menjalani kehidupan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bogor, Jawa Barat setelah terciduk dalam aksinya bersama komplotan pembobol ATM. Palu hakim menjatuhkan vonis kurungan penjara 2,5 tahun. Hukuman itu bekurang menjadi 14 bulan karena Joko berkelakuan baik selama masa tahanan.

Niat Joko hijrah dari Aceh ke  Jakarta awalnya ingin mengubah nasib dengan modal kemampuan menari. Namun dia terjerumus dalam lubang kejahatan.

Selama di penjara, Joko mendapatkan pembinaan pelatihan menari dan desain baju. Pengurus Lapas mendorongnya untuk belajar menari. Mereka sengaja mendatangkan pelatih tari dari luar. Joko dan Napi lainnya belajar menari di Lapas.

“ Saya kan, ditanya sama Bu Kabag Pembinaan Lapas. Saya bilang suka menari, lalu dilatih saat aku di dalam lapas,” kata dia di Jakarta.

Selepas dari lapas, Joko kerap diminta untuk melatih tari di lapas di seluruh Indonesia. Pria ini juga mengisi acara di berbagai instansi pemerintahan.

” Setelah keluar saya pergi ke Pontianak, Kalimantan Barat. Di sana saya membuat sanggar tari dan wedding organizer,” kata dia.

Suatu hari, Joko mendapatkan pesanan membuat kostum untuk Pemilihan Putra Putri Wisata Kalimantan Barat. Dia membuatkan kostum Dayak Kubu yang tinggal di pesisir. Tak disangka, kostum yang dibuatnya ini menjadi baju Dayak terbaik se-Kalimantan Barat. Pria asal Aceh ini mendapatkan penghargaan dari gubernur Kalimantan Barat. Dari situlah, karier Joko di dunia seni dan desain semakin moncer.

Setelah sukses di dunia tari dan desain baju, Joko memberanikan diri membuka bisnis WO bersama teman-temannya, khususnya untuk penyewaan baju pengantin, baju adat, dan tatarias. Banyak orang tertarik dan menyewa baju hasil karya Joko.

“ Jadi, setiap ada yang menyewa baju Rp150 ribu, uang Rp50 ribu untuk yang kerja dan Rp100 ribu untuk sanggar,” kata dia.

Setelah sukses di Pontianak, pria ini melebarkan sayap ke Indonesia bagian timur. Joko merantau ke Nusa Tenggara Timur dan membuka sanggar di Kupang dan Maumere. Sanggar di Pontianak, dikelola oleh teman-teman Joko.

“ Itu sanggar punya saya. Lalu, ada mamanya murid, ikut membantu. Support,” kata dia.

Joko mengaku dalam setahun, dia bisa mendapatkan 20 kali event. Setiap event, dia dibayar hingga Rp23 juta. Sekarang dia memiliki beberapa sanggar tari dan dia mengembangkannya di Jakarta.

Dua Calon TKW Disekap di Sukasari Bogor

BOGOR DAILY-Kepolisian Resor Bogor Kota membebaskan dua calon tenaga kerja wanita (TKW) yang disekap di sebuah penampungan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) Jalan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Selasa kemarin.

Kedua calon TKW yang berasal dari Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Indramayu ini berinisial AS dan ES.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Didik Purwanto, pembebasan kedua orang tersebut menyusul adanya laporan dari warga yang merupakan keluarga dari seorang calon TKW asal Cianjur.

“Kepada keluarganya, calon TKW ini mengatakan bahwa dia disekap di Kota Bogor,” kata Didik, Rabu (4/4/2018).

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi kemudian melakukan penelusuran dan menemukan keberadaan PJTKI tempat penampungan korban. “Di lokasi tersebut kami menemukan ada dua orang calon TKW dan membebaskan mereka,” jelas Didik.

Pemilik agen penyalur TKI juga ikut digelandang ke Mapolresta Bogor Kota untuk dimintai keterangan terkait penyekapan tersebut. “Korban maupun pemilik perusahaan sudah kita amankan,” terang Didi.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pemilik PJTKI tersebut memaksa AS dan ES untuk membayar uang sebesar Rp 20 juta per orang. Uang tersebut sebagai tebusan sekaligus uang pengganti operasional keduanya saat menjadi TKW. “Kita akan terus melakukan pemeriksaan dan mengembangkan kasus ini,” kata dia.

Sementara itu, kedua korban rencananya akan menjalani pemulihan trauma sebelum dipulangkan ke pihak keluarganya masing-masing. Polisi juga masih memeriksa secara intensif seorang pengelola perusahaan TKI tersebut, sekaligus menggali adanya indikasi tindak pidana lain dalam kasus dugaan penyekapan TKW tersebut.

SUMBER: Liputan6.com