Wednesday, 29 April 2026
Home Blog Page 8802

45 Vila Ilegal di Puncak Siap siap Dibongkar

BOGOR DAILY- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan menertibkan 45 bangunan dan vila di kawasan Puncak Jawa Barat. Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Indra Eksploitasia menyebut 45 vila dan bangunan liar itu berada dalam kawasan hutan.

Untuk mengembalikan hutan sebagai kawasan konservasi air dan tanah, maka puluhan bangunan ilegal tersebut dalam waktu dekat akan ditertibkan. “Penertiban dilakukan bertahap. Nanti setelah ada hasil keputusan dari pengadilan,” ucap Indra.

Berdasarkan Keppres No 114 Tahun 1999 Tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur (Bopunjur), bahwa kawasan Bopunjur ditetapkan sebagai kawasan konservasi air dan tanah.

Penertiban vila di Puncak itu bertujuan untuk menjamin tetap berlangsungnya keberadaan air, perlindungan terhadap kesuburan tanah, pencegahan erosi dan banjir bagi kawasan Bopunjur dan daerah hilir, termasuk Provinsi DKI Jakarta.

“Untuk mendukung tujuan Kepres, kawasan hutan di Bopunjur yang luasnya 9.200 hektare harus berada dalam kondisi berhutan, terbebas dari gangguan perambahan hutan termasuk bangunan-bangunan dan villa illegal,” pungkas Indra.

Sebelumnya, KLHK telah menyegel lahan hutan lindung seluas 362 hektare yang sempat dikuasai beberapa orang di Kecamatan Megamendung dan Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat, Kamis (1/3/2018).

“Total lahan yang kuasai seluas 362 hektare. Kawasan hutan itu dikuasai oleh pihak yang tidak berhak dan akibatnya mengubah fungsi kawasan hutan,” kata Dirjen Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani.

Selain melakukan penyegelan, KLHK juga akan membongkar 15 bangunan dan vila ilegal Puncak yang berdiri di atas lahan tersebut.

 

Aksi Hujan Duit Bikin Macet, Polisi Cabut Izin Keramaian

BOGOR DAILY-Hujan duit di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (29/2) kemarin bikin heboh. Polisi menarik izin keramaian untuk acara itu karena menimbulkan kemacetan.

“Itu memang awalnya ada izin, cuma rundownnya tidak ada. Sama kita, apa yang kita tanyakan, (katanya) iklan biasa-biasa saja. Ternyata kegiatannya begitu,” ujar Kapolsek Setiabudi AKBP Irwan Zaini Adib dalam perbincangan, Kamis (1/9/2018).

Irwan mengatakan acara tersebut merupakan promosi aplikasi kuis di internet.

Penarikan izin itu dilakukan karena acara tersebut berlangsung begitu heboh, tidak seperti yang disampaikan dalam proposal pengajuan izin. Acara tersebut menganggu lalu lintas di Jl Rasuna Said.

“Kita tarik izin keramainnya. Karena dasar kita menggangu Lantas sama Kamtibmas. Di luar prediksi apa yang disampaikan,” ujar Irwan.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi di acara kemarin, salah seorang yang membagikan uang mengatakan acara akan berlangsung selama 3 hari. Namun seperti disampaikan di atas, polisi menarik izin acara ini.

 

Serang Rombongan Jakmania, Tiga ABG Ditahan

BOGOR DAILY –Aksi kekerasan yang dilakukan oknum suporter sepak bola masih saja terjadi di wilayah Bogor.

Baru baru ini penyerangan terhadap rombongan Jakmania terjadi di Desa Kampung Sawah, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Kejadian tersebut terjadi pasca pertandingan final Piala Presiden pada Minggu (18/2/2018) sekira pukul 02.46 WIB.

Kapolsek Cileungsi Kompol Mulyadi Asep Fajar mengatakan, pada awalnya ada delapan rombongan bus Jakmania yang melintas melewati kawasan Cileungsi dikawal oleh Anggotanya.

Namun, kata dia, tiga diantaranya melaju dengan kencang sehingga lepas dari kawalannya.

“Akhirnya bus tersebut distop oknum suporter, ada 20 orang dan kemudian ada dua orang turun dari bus itu,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (1/3/2018).

Ketika itu, lanjutnya, beberapa oknum suporter itu secara spontan menyerang dua orang jakmania dengan senjata tajam. Setelahnya, 20 oknum suporter tersebut melarikan diri.

“Saat dua jakmania terjatuh, oknum suporter yang menghadang kemudian melampari bus dengan batu dan langsung bubar,” jelasnya.

Saat ini, polisi berhasil mengamankan tiga oknum suporter yang disinyalir melakukan tindak kekerasan kepada dua suporter persija.

Tiga pelaku yang diamankan tersebut diantaranya berinisial AW (18), MR (16), dan NI (16).

Adapun barang bukti yang turut diamankan diantaranya empat buah celurit, dua bilah Pisau, satu pecahan botol bekas, sembilan buah batu dan satu buah kayu.

“Kalau korban mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya, ada tiga orang, sekarang kondisinya membaik,” katanya.

Dia menambahkan bahwa pelaku dikenakan Pasal 170 Junyo 351 KUHP UU Darurat No 12 tahun 1951.

“Ancamannya maksimal 12 tahun penjara, untuk modusnya sendiri mereka mengaku tidak merasa senang kalau rombongan Jakmania lewat Cileungsi,” pungkasnya.

Kecewa, Perindo Cabut Dukungan ke Ade Wardhana

BOGOR DAILY- Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Perindo Kabupaten Bogor resmi mencabut dukungan terhadap pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bogor Ade Wardhana Adinata dan Asep Ruhiyat. Keputusan ini telah disepakati oleh seluruh pengurus dari tingkat DPD, DPC, DPRt hingga sayap Perindo.

“Secara pribadi dan partai, kami menyatakan sikap mencabut dukungan kepada calon Bupati/Wakil Bupati Bogor Ade Wardhana dan Asep Ruhiyat,” kata Ketua DPD Perindo Kabupaten Bogor Yudia Irawan dalam keterangan persnya di Bogor, Rabu (28/2/2018).

Yudia menjelaskan, pernyataan sikap tersebut menyusul pengunduran diri Ade Wardhana sebagai Ketua DPW Perindo Jawa Barat sekaligus kader Perindo. Keputusan itu juga telah disepakati oleh seluruh pengurus DPD Perindo Kabupaten Bogor.

Yudia dan pengurus partai lainnya pun mengaku kecewa dengan putusan yang dibuat oleh Ade Wardhana. Karena menurutnya, Partai Perindo berperan besar mengantarkan Ade Wardhana maju dalam kontestasi calon Bupati Bogor 2018.

“Kami kecewa dengan keputusan beliau, karena menurut kami dan pengurus lainnya ditinggal begitu saja setelah berjuang meloloskannya jadi calon Bupati Bogor bersama Asep Ruhiyat,” ungkapnya.

Meski demikian, Yudia menjamin bahwa DPD Partai Perindo tetap solid tanpa kehadiran Ade Wardhana di tubuh Partai Perindo. Nantinya pernyataan sikap ini akan diserahkan ke Kantor KPUD Kabupaten Bogor.

“Akan kami serahkan ke KPUD untuk mencabut dukungan kami kepada Ade Wardhana,” kata dia.

Dalam pernyataan sikap ini turut hadir Sekretaris DPD Perindo Kabupaten Bogor Tumpal Butar Butar, Bendahara DPD Perindo Kabupaten Bogor Herni Dwiyanti dan pengurus lainnya dari tingakat DPC, DPRt dan Sayap Perindo.

Tumpal Butar Butar juga mengaku kecewa dengan keputusan Ade Wardhana mundur sebagai kader maupun ketua partai.

“Sebab sudah banyak yang dilakukan pengurus partai baik DPD, DPC, maupun DPRt untuk membantu kepengurusannya, baik sebagai Ketua DPD maupun DPW selama 3,5 tahun. Terlebih dalam proses pengumpulan 350.000 e-KTP sebagai syarat maju menjadi Calon Bupati Bogor melalui jalur independen,” katanya.

Sempur Bakal Disulap Jadi Pusat Kuliner

BOGOR DAILY- Calon Walikota Bogor nomor urut 3, Bima Arya Sugiarto, menghadiri undangan perayaan HUT Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan Sempur (GMPLS) ke-3 di kawasan Sempur, Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (28/02/18).

Dihadapan ratusan warga, Bima Arya menyatakan bahwa ke depan pembangunan kawasan Sempur akan terus dilakukan agar lebih tertata, nyaman dan bersih.

“Saya mengucapkan selamat ulang tahun yang ketiga untuk GMPLS. Tiga ini angka cantik, angka ganjil, Insya Allah di tahun ketiga ini GMPLS kegiatannya semakin positif dan produktif. Saya percaya GMPLS bisa menjadi pelopor bagi titik kebanggaan di Kota Bogor ini, yakni kawasan Sempur yang tertata, bersih dan nyaman bagi semua warga,” ungkap Bima Arya.

Lebih lanjut Bima mengungkapkan, kawasan Sempur ini merupakan suatu lokasi di Kota Bogor yang banyak diimpikan warga di kota lain.

“Setiap saya ajak tamu-tamu dari luar bogor ke Sempur, mereka pasti kaget karena semua lengkap jadi satu hanya di Sempur, ada lapangannya, ada tamannya, ada skate park, ada rock climbing, ada lapangan basket, dan yang tak kalah penting ada kulinernya,” jelas dia.

Pria kelahiran Bogor, 17 Desember 1972 itu menambahkan, penataan kawasan Sempur menjadi contoh kolaborasi dan sinergi antara pemerintah kota, pengusaha dengan warga.

“Sesuai dengan tema HUT GMPLS hari ini, yakni bersinergi secara positif, menguntungkan seluruh warga dalam membangun kawasan Sempur ini,” katanya.

Bima Arya ingat betul ketika itu, penataan Sempur dimulai di skate park, lalu lapangan utama hingga penataan PKL.

“Insya Allah ke depannya ini tidak berhenti di sini, tahap berikutnya kita akan bangun, akan perbaiki fasilitas kuliner kebanggaan Bogor di Sempur ini. Jangan khawatir, saya sering mendapatkan curhat juga dari pedagang nanti kalau ini direnovasi kita akan ke mana?Saya katakan jangan khawatir, pedagang yang sudah lama pasti diprioritaskan untuk mendapatkan tempat di sentra kuliner nanti,” beber dia.

Terakhir, Bima Arya menitipkan kawasan Sempur kepada GMPLS agar dijaga kebersihannya agar semua warga dan tamu dari luar Bogor bisa menikmati fasilitas public ini dengan nyaman.

Meburutnya, ada ratusan warga yang hidup di sini, mudah-mudahan titik ini menjadi pusat keberkahan bagi semuanya. PR-nya hanya satu, yang paling sulit itu bukan membangun, tapi setelah membangun yaitu merawatnya.

“Jadi mudah-mudahan di tempat yang terus berkembang ini sama-sama kita rawat. Parkirnya kita tata, sampahnya kita atur, semuanya kita atur sehingga menjadi nyaman untuk semua,” pungkasnya.

Sementara itu, Pembina GMPLS Muhammad Nuryadi alias Om Black, mengungkapkan terimakasihnya atas perhatian Bima Arya Sugiarto karena memberikan wadah bagi warga sekitar Sempur untuk bisa berkontribusi bagi perkembangan Kota Bogor.

“Kami selalu mendukung kebijakan-kebijakan Bima Arya selama itu bermanfaat untuk warga. Kita lihat saja ke depannya, diharapkan lebih maksimal. Sejauh ini Alhamdulillah penataan baik dan tertata,” ujar Black.

Black menambahkan, saat ini terdapat sekitar 90 pedagang dan 68 juru parker yang ada di Sempur.

“Yang pedagang dibagia dua, ada yang jualan siang dan malam. Yang juru parkir dibagi menjadi tiga shift, pagi, siang dan sore. Semoga dihari jadi ke-3 ini kami semakin solid dan kompak untuk kebaikan kita semua,” tutupnya

 

Ternyata Abdee Slank Sudah Hamili Vokalis Band

BOGOR DAILY- Cukup lama jalani rumah tangga terpisah jarak, tiba-tiba saja akhir tahun 2017 Abdee mengaku sudah menghamili vokalis band Painkiller, Feydy Lyvyr, dan akan menikahinya. Betapa hancur hati Anita Farida Desy, saat tahu suaminya berselingkuh dengan musisi muda itu.

“Waktu pulang dari Singapura tahun 2017, dia datang ke rumah, dia bilang kalau mau nikah, perempuan itu sudah hamil. Awal mereka kenal, si perempuan itu anak orang kaya dan minta dibikinin album sama Mas Abdee tahun 2009,” ujar istri Abdee dalam wawancara khusus,“Waktu pulang dari Singapura tahun 2017, dia datang ke rumah, dia bilang kalau mau nikah, perempuan itu sudah hamil. Awal mereka kenal, si perempuan itu anak orang kaya dan minta dibikinin album sama Mas Abdee tahun 2009,” ujar istri Abdee dalam wawancara khusus yang dilansir cumi-cumi.com, Selasa (27/2). Selasa (27/2).

Mengetahui suaminya sudah menikahi gadis lain, Anita yang sakit hati masih bisa memaafkan. Ia izinkan Abdee nikah lagi dan melahirkan anaknya diam-diam. Tapi sayang, sang istri malah diceraikan karena permintaan pacar simpanan Abdee.

“Dia datang sama saya mengatakan, bilang mau nikah dan melahirkan anak di Amerika. Saya bilang sebagai wanita muslimah, silakan dia menikah lagi. Sudah pergi jauh ke Amerika, supaya orang nggak tahu. Ternyata perempuan itu maunya Abdee ceraikan saya, itu masalahnya,” pungkas Anita Desy Farida.

 

Begini Sosok Dosen yang Terlibat Penyebaran Hoax

BOGOR DAILY- Nama dosen tidak tetap UII Yogyakarta, Tara Arsih Wijayanti, mencuat, setelah polisi mengungkap kasus ujaran kebencian oleh kelompok Muslim Cyber Army atau MCA. Wanita itu diduga berperan sebagai admin penyebar hoax dalam kelompok tersebut.

Perempuan 40 tahun tersebut tinggal di wilayah Sleman, Yogyakarta. Di mata para tetangganya, dia dikenal sebagai orang yang tertutup. “Ibu Tara itu janda dan bercerai lima tahun yang lalu,” kata Kepala Dukuh Krajan, Arifin Nur Hamzah, Rabu, 28 Februari 2018.

Usai bercerai pun, dia jarang berkumpul dengan warga. “Orangnya memang jarang berkumpul dengan tetangga,” katanya.

Arifin mengaku belum menerima informasi jika Tara ditangkap aparat Polda Jawa Barat. Di rumahnya, Tara yang berasal dari Jakarta itu hanya tinggal bersama dua anaknya.

“Memiliki empat anak, yang dua sudah kerja, yang dua lagi kuliah dan SMA. Aslinya dari Jakarta, keluarganya di sana. Di sini tidak memiliki saudara,” ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan Surono (50 tahun), tetangga dekat Tara. Menurut Surono, Tara adalah orang yang jarang keluar rumah ataupun berkumpul dengan warga setempat. “Tetangganya meninggal saja tidak datang,” katanya.

Surono mengungkapkan, jam kerja Tara tak tentu karena kadang berangkat pagi dan pulang sore atau malam.  “Setahu saya dia ngajar les Bahasa Inggris,” ujarnya.

Surono pun tak tahu jika Tara ditangkap polisi. Dia terakhir kali melihat Tara beraktivitas di rumahnya sekitar empat hari lalu. Setelah itu, dia tak tahu lagi keberadaan Tara.

Sebelumnya, polisi membongkar sindikat penyebar isu-isu provokatif di media sosial. Para pelaku tergabung dalam Muslim Cyber Army (MCA). Setidaknya ada enam orang anggota inti grup yang ditangkap.

Tim tersebut terdiri dari Muhammad Luth (40), Rizki Surya Dharma (35), Ramdani Saputra (39), Yuspiadin (24), Ronny Sutrisno (40), Tara Arsih Wijayani (40).

Menurut Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Fadil Imran, dalam kelompok yang selalu mengatasnamakan agama Islam itu, Tara berperan sebagai admin grup MCA. “Dosen di UII Yogyakarta, (dosen) Bahasa Inggris. Dia juga merupakan admin di grup MCA,” kata Fadil  di Kantor Dittipid Siber Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu 28 Februari 2018

Ternyata Begini Kedekatan Nael dan Ahok

BOGOR DAILY – Seorang lelaki dengan mengenakan kemeja batik lengan pendek berwarna merah dikejar-kejar awak media di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (28/2/2018).

Pria ini dihadirkan kubu Basuki Tjahaja Purnama menjadi salah seorang saksi dalam sidang perceraian Ahok dengan istrinya Vernica Tan.

“Saya ditanya tadi apakah kenal dengan Pak Ahok, ya saya kenal. Saya stafnya,” ujar Natanael Ompusunggu seperti yang dilansir dari Kompas.com.

Siapa sebenarnya Natanael?

Nael begitu akrab disapa.Pria ini selalu dekat dan menempel saat Ahok bekerja menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Apalagi saat Ahok selalu menerima puluhan warga yang mengadukan berbagai masalah, sebelum ia masuk ke kantornya, setiap hari.

Nael diketahui sudah mendampingi Ahok sudah sekitar 20 tahun lalu.

Saat itu Ahok menjabat sebagai Bupati Belitung Timur.

Bahkan hingga mendekam di penjara Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Nael masih setia kepada Ahok.

Misalnya, saat seorang siswi yang baru saja lulus dari salah satu SMA di Lamongan, Jawa Timur, mengirimkan surat untuk mantan Ahok yang ditahan di Mako Brimob, Depok.

Siswi tersebut bercerita soal ijazahnya yang tertahan karena dia belum melunasi tunggakan-tunggakan uang sekolah.

Ahok itu menanggapi surat itu dengan berjanji memberikan bantuan melalui staf pribadinya, Natanael Ompusunggu.

Dampingi Sumarsono Saat Ahok Cuti Kampanye Pilkada

Natanael Oppusunggu juga diminta untuk mendampingi Sumarsono yang menjabat sebagai Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, menggantikan Ahok yang cuti menjalani masa kampanye.

“Saya sudah janji sama Pak Ahok untuk menemani pelaksana tugas gubernur. Kasihan kan beliau masih baru,” kata Natanael di Balai Kota, Jumat, 28 Oktober 2016. 

Mendampingi Ahok Sebelum Divonis 2 Tahun Penjara

Senin (8/5/2017), satu hari sebelum Ahok divonis 2 tahun penjara dan ditahan, Nael juga mendampingi Ahok

Nael mengaku tak pernah menduga Ahok bakal divonis 2 tahun.

Hal ini terlihat dari cara mereka berdua berpisah.

“Biasanya Pak Ahok selalu meninggalkan pesan-pesan kalau ada sesuatu, misalnya kayak waktu itu mau non-aktif sebagai gubernur,” ujar Nael di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (10/5/2017).

Nael mengatakan, Ahok selalu penuh persiapan. Saat akan non-aktif sebagai gubernur dulu, Ahok langsung meminta Nael menyiapkan segala sesuatu.

Misalnya seperti membereskan operasional sehari-hari. Namun, kemarin tidak ada pesan apapun yang disampaikan Ahok.

“Kalau dia tahu (akan dipenjara), pasti dia akan kasih pesan. Nael tolong urus ini, urus itu, tapi ini enggak ada,” ujar Nael.

Pengecor Mayat di Bak Mandi Diteror Arwah PL

BOGOR DAILY-

LINEDapatkan berita terbaru di LINE!

Warga memotret lokasi penemuan jasad yang dicor di desa puguh, Boja.

TRIBUNNEWS.COM, KENDAL – Kisah seram dialami oleh tersangka pembunuhan Fitri Anggraeni, Didik Ponco (28).

Pria yang secara sadis membunuh dan mengecor jasad Fitri Anggraeni bak mandi Fitri itu mengaku bahwa dirinya dihantui oleh arwah Fitri.

Ia mengaku setelah melakukan tindakan sadis itu ia sering menjumpai sosok Fitri menampakan diri padanya.

“Setiap hari saya selalu terbayang-bayang sosok Fitri. Ia selalu mengejar saya. Bahkan semalam saat di dalam sel, dirinya menampakkan diri kepada saya,” ujarnya, Rabu (28/2).

Hal itu yang membuat ia mengaku kepada kepolisian saat diperiksa mengenai perkara begal yang ia lakukan pada Jumat lalu.

Kepada polisi ia mengaku selain membegal ia juga telah membunuh seorang pemandu karaoke dan mayatnya dicor dalam bak mandi.

“Dirinya (Fitri) selalu datang dan mencekik-cekik saya.” ujarnya.

Ia pun mengaku menyesal telah membunuh Fitri. Ia tidak mengira bahwa arwah Fitri akan melakukan hal yang sama kepadanya.

Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan pengawasan kepada tersangka.

Tujuannya agar tidak melakukan tindakan yang tidak diinginkan di dalam sel tahanan.

“Saya juga meminta kepada tersangka agar memperbanyak ibadah dan mendoakan arwah korban agar tenang di alam kubur sana,” ujarnya.

Sebelumnya, Polres Kendal berhasil menguak kronologi tewasnya Fitria Anggraeni (24), warga Desa Margosari, Limbangan, Kabupaten Kendal.

Fitri ditemukan tak bernyawa dalam bak mandi yang telah dicor semen di sebuah rumah daerah Desa Puguh, Boja, Kendal, Jawa Tengah, Jumat (23/2/2018).

Dari proses penyelidikan, didapatkan dugaan bahwa Fitri sudah meninggal enam hari sebelum disembunyikan di sana.

Pelaku tak lain adalah pemilik rumah tersebut, Didik (28).

Kasatreskrim Polres Kendal AKP Aris Munandar menambahkan bahwa tersangka menjemput korban pada Jumat (16/2/2018) kemarin.

Kala itu, pelaku mengajak korban untuk menjenguk istrinya yang sedang sakit.

Diketahui Didik dan Fitri memang memiliki hubungan terlarang.

Terlebih lagi, pelaku berselingkuh dengan teman dekat istrinya sendiri.

“Istri tersangka merupakan teman dekat korban.

Hal itu dimanfaatkan untuk menjalin hubungan terlarang itu,” ujarnya dilansir dari Tribun Jateng, Senin (26/2/ 2018).

Setelah menjenguk istri korban, mereka menuju ke rumah pelaku yang berada di Desa Puguh.

Sebelum insiden mengerikan itu terjadi, keduanya masih sempat melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri di rumah pelaku.

“Setelah itu, si korban ke belakang rumah guna mencuci baju. Saat itu lah tersangka menghampiri korban untuk menagih hutang,” jelasnya.

Kesal karena hutangnya ditagih, Fitri pun marah dan mengeluarkan sumpah serapah pada pelaku.

Tak terima, Didik langsung tersulut emosi.

Dirinya pun mendorong korban hingga terjatuh.

Bukannya merasa bersalah, kelakuan Didik malah semakin membati buta.

Pelaku terus mencekik Fitri seakan tidak ada seorang pun yang menghalangi aksi kejinya.

Akhirnya, Fitri kehabisan nafas dan tewas di tangan selingkuhannya sendiri.

“Merasa Panik melihat korban tak bernyawa dan sekujur tubuhnya membiru, tersangka langsung mengangkat dan memasukkan tubuh korban kedalam bak mandi,” ujarnya.

Untuk menyembunyikan jasad korban, Didik kemudian pergi membeli semen satu sak.

Dirinya berniat untuk mengecor jasad Fitri yang berada di dalam bak mandi.

Sebelum dicor, tubuh korban ditimbun pasir terlebih dahulu.

“Tersangka melakukan pengecoran dua kali, setelah itu tersangka menjemput pulang istrinya yang sedang sakit kembali ke rumah,” ujarnya.

Didik pun langsung bersikap seperti biasa seolah tak terjadi apa-apa dihadapan istrinya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, penemuan mayat ini berawal saat polisi menangkap pelaku karena aksi begalnya di Desa Tampingan, Jumat (23/2/2018) pagi.

Kepada polisi, pembegal itu mengaku menyembunyikan jenazah seorang wanita di rumahnya.

“Selanjutnya kami melakukan pemeriksaan lebih lanjut yang akhirnya tersangka juga mengaku telah melakukan pembunuhan terhadap seorang wanita dan dikubur di dalam bak kemudian dicor dengan semen,” ujar Kasatreskrim Polres Kendal AKP Aris Munanadar.

Usai Digigit Emak emak,Polisi Ini Dapat Penghargaan

BOGOR DAILY– Masih ingat dengan video viral seorang ibu pelanggar lalu lintas menggigit polisi? Aksi itu menimpa polisi dari Satlantas Polres Kudus, bernama Briptu Erlangga Hananda Seto.

Berkat ketenangannya saat menghadapi ibu-ibu yang reaktif, Erlangga mendapat penghargaan.

Briptu Erlangga menerima penghargaan yang diberikan Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning, di mapolres setempat, Kamis (1/3/2018).

Agusman mengatakan, pihaknya mengapresiasi kinerja anggota yang digigit seorang perempuan di bagian tangan.

“Kita berikan penghargaan dan apresiasi kepada anggota Briptu Erlangga, yang videonya viral. Karena menindak ibu-ibu yang melanggar lalu lintas. Kita apresiasi atas dedikasinya ketika melakukan tindakan pengguna jalan kedapatan melanggar,” tambahnya.

Dia menjelaskan apresiasi ini diberikan bukan karena video itu menjadi viral.

Yang diapresiasi adalah sikap tenang, pengendalian diri yang bersangkutan ketika menghadapi pelanggar yang sangat reaktif yang dilakukan ibu. Jadi bukan videonya ,tapi karena penguasaan diri dan pengendalian diri, ketika hadapi pelanggar seperti itu,” katanya.

Dia menuturkan penghargaannya berupa piagam penghargaan dan kenang-kenangan dari Polres Kudus. Disinggung soal proses hukumnya, lanjut dia, saat ini penanganan dalam proses menunggu observasi dari dokter jiwa RS Loekmono Hadi.

Kasus ini, lanjutnya, juga menjadi pembelajaran bahwa siapa pun sama di muka hukum. Ketika orang melakukan pelanggaran.

“Kami yang dari awal tahu dengan kondisi yang bersangkutan. Bukan tujuannya untuk balas dendam memidanakan yang bersangkutan, Tapi yang jelas, akhir dari kasus ini adalah putusan hakim yang memutus bahwa yang bersangkutan tidak cakap mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sehingga dia direhabilitasi untuk menyembuhkan penyakitnya,” urainya.

 

Sumber: detik.com