Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 8910

Jejak Kaki Raksasa Bikin Heboh Warga Sekampung, Nih Fotonya

0

BOGOR DAILY- Surawan (50) terkejut bukan kepalang mendapati pot-pot bunga di teras rumahnya bergelimpangan, Rabu (27/9/2017) dini hari.

Lebih mengejutkan, ada dua bekas mirip jejak kaki berukuran besar membekas di tanah pekarangan.

Warga Dusun Barepan RT 01/RW 05 Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, atau sekitar 1 kilometer dari Candi Borobudur itu kemudian memberi tahu keluarga dan tetangganya atas temuan tersebut.

“Saya baru pulang sekitar pukul 24.00 WIB, ketika mau masuk rumah kok pot-pot berantakan? Lalu saya periksa pakai senter, dan menemukan ada bekas mirip jejak kaki tapi besar,” ujar Surawan, Kamis sore.

Dia perhatikan lagi, jejak tersebut memang mirip dengan kaki manusia, namun ukurannya lebih besar dari kaki orang dewasa. Ukuran panjang sekitar 30 sentimeter, lebar 13 sentimeter dan kedalaman sekitar 4 sentimeter.

“Ada dua bekas, mirip kaki kanan dan kaki kiri. Jarak keduanya sekitar 1 meter. Kaki kanan membekas di tanah pekarangan sedangkan kaki kiri di lantai teras, yang bentuknya sudah sedikit berantakan,” ujar Surawan yang bekerja sebagai petugas keamanan di Taman Wisata Candi Borobudur (TWC) Magelang itu.

Kabar tersebut dengan cepat menyebar ke telinga masyarakat, dan media sosial. Sejak penemuan itu, puluhan warga berdatangan ke rumah Surawan ingin menyaksikan jejak kaki tersebut.

Surawan sendiri tidak mengetahui apakah benar itu adalah jejak kaki manusia atau bukan. Namun ada beberapa cerita, bahwa telapak kaki itu milik makhluk astral yang konon menghuni pohon Mojo di pekarangan depan rumahnya, Pekarangan itu milik tetangganya bernama Zaenal.

Akan tetapi, lanjut Surawan, pohon tersebut ditebang oleh pemiliknya dengan alasan pohon sudah cukup tua dan tidak rapi lapi. Pemilik juga beralasan, di lokasi tersebut kerap terjadi kecelakaan lalu lintas.

“Tetangga sudah mengingatkan tapi tidak diindahkan, jadi katanya pemilik jejak itu adalah makhluk penguhi pohon Mojo tersebut,” ujarnya.

Yehana, tetangga Serawan, menambahkan jejak kaki tersebut kemungkinan bukan milik manusia normal mengingat ukuran yang tidak sewajarnya. Dia menduga jejak kaki itu milik makhluk raksasa dengan tinggi sekitar 2,3 meter hingga 2,5 meter dan berat mencapai 150 – 200 kilogram.

“Saya termasuk orang yang tidak percaya hal-hal aneh semacam ini. Tapi ada faktanya, berupa bekas telapak kaki raksasa. Kemungkinan makhluk ini ingin menunjukkan eksistensinya setelah “rumahnya” dirusak,” ujar Yehana.

Hamil Lagi, Artis Zaskia Mecca Muntah Darah

0

BOGOR DAILY-Kemarin, aktris Zaskia Adya Mecca sempat mengalami muntah darah. Diketahui istri Hanung Bramantyo tersebut kini tengah hamil. Lalu, seperti apa kondisinya sekarang?

Diungkapkan Haykal Kamil, yang juga adik Zaskia Mecca, kondisi kakaknya sudah mulai membaik. Zaskia disebut hanya perlu istirahat lagi untuk menyembuhkan penyakit tersebut.

“Kak Zaskia nggak dirawat, hanya rawat jalan saja. Sudah enakan sih, tapi belum benar-benar fit, masih perlu istirahat,” ujar Haykal Kamil, kepada wartawan, Jumat (29/9/2017).

Haykal juga mengungkapkan alasan mengapa Zaskia Adya Mecca bisa mengalami muntah darah. Ia menyebut, istri Hanung Bramantyo itu kelelahan akibat mengurus anaknya yang sedang sakit.

“Iya kayaknya kecapekan yah dan mungkin lagi banyak yang dipikirin. Anaknya kan juga Kaba, yang paling kecil juga lagi sakit dari kemarin tuh sesak napas. Dan Mas Hanung juga lagi syuting kan, jadi mungkin jarang di rumah,” pungkas Haykal Kamil.

Massa Aksi 299 dari Bogor Kekeuh Berangkat ke Jakarta

BOGOR DAILY-Para ulama di Kabupaten Bogor sepakat tidak mengikuti aksi 299 di Ja­karta, Jumat (29/9). Kesepakatan tersebut dica­pai dalam pertemuan Forum Komunikasi Pim­pinan Daerah setempat bersama perwakilan Ormas Islam se-Kabupaten Bogor di Markas Polisi Resor Bogor, Kamis (28/9). Meski begitu, sejumlah massa aksi dari Bogor keukeuh be­rangkat hingga ramai dikabarkan adanya penghadangan dari petugas. ­

Jajaran kepolisian bersama ulama telah berkonsolidasi satu suara menolak aksi 299, Kamis (28/9). Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ka­bupaten Bogor KH Mukri Aji mewakili organisasi Islam menyatakan sepakat tidak be­rangkat ke Jakarta. ”Saya imbau masyarakat tidak terpancing kabar yang provokatif, seperti aksi 299 ini. Mending di masjid saja, hidupkan masjid terdekat. Tidak perlu ke Jakarta (ikut aksi, red),” kata Mukri Aji. Ada­pun ormas Islam yang hadir dan menyepakati, dikatakan Mukri, terdiri dari NU, Muham­madiyah, PUI serta organisasi Islam lainnya.

Menurut Mukri, para pimpi­nan ormas dan ulama yang hadir pada kesempatan itu juga meyakini permasalahan yang melatarbelakangi aksi 299 telah selesai. Karena itu, me­reka menganggap umat mus­lim tidak perlu melakukan aksi unjuk rasa dan menyera­hkan penanganan masalah ormas dan kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada pemerintah.

Meski beberapa Ormas Islam di Kabupaten Bogor sepakat tidak berangkat, sebagian lain­nya keukeuh melakukan aksi jalan kaki menuju Jakarta. Salah satunya dari Front Pem­bela Islam (FPI) Bogor Raya.

Ketua Badan Antiteror Front FPI Bogor Raya Habib Iye Al Jufri menyatakan, sebagian massa telah berangkat ke Ja­karta, baik anggota maupun simpatisan. Kebanyakan dari mereka berangkat langsung dari kecamatan masing-masing. “Sebagian sudah berangkat dan tadi pagi memang betul ada sebagian peserta yang dihadang, tapi peserta aksi tetap melanjutkan aksi jalan kaki ke Jakarta,” kata Iye.

Ia pun mengaku heran dengan munculnya penghadangan pe­serta yang ingin berangkat. “He­ran juga, masyarakat mau meny­ampaikan pendapat di muka umum kok dihadang,” kata Iye.

Informasi yang beredar, pen­ghadangan massa aksi terjadi di Masjid Raya Agung saat peserta aksi 299 hendak be­rangkat. Seorang warga Bogor yang ikut dalam aksi tersebut, Ustadz Dhani menuturkan bahwa massa sempat dibu­barkan oleh Polresta Bogor Kota agar mengurungkan niat­nya bertolak ke Jakarta. “Ya sampai mobil komando tidak bisa berangkat dari Masjid Raya kemarin,” ujarnya saat dikon­firmasi via telepon seluler, malam kemarin.

Padahal, aksi itu bertujuan agar adanya perhatian pemerin­tah pusat maupun pemerintah daerah terkait suara yang akan digelorakan untuk membuka sejarah yang sebenarnya di Indonesia. “Ya sejarah harus dibuka. Seperti kekejaman PKI pada saat itu, agar pula tidak terjadi pada masa ini dan ke depannya,” lanjutnya.

Sementara Kasubag Humas Polresta Bogor Kota AKP Sya­rif Hidayat membantah atas pencegalan yang dilakukan pihak kepolisian terkait aksi 299 mendatang. “Kami tidak melakukan pembubaran. Dan pada saat aksi nanti kami hanya melakukan pengamanan di titik-titik lokasi kemacetan lalu lintas dan mereka (para aksi massa, red) akan mela­njutkan perjalanan dengan keamanan dari wilayah Ja­karta,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Ma­ryoto mengapresiasi kesepa­katan para ulama dan Ormas Islam se-Kabupaten Bogor yang menolak aksi 299. Agung me­nyatakan, jumlah massa yang berangkat dari seluruh wi­layah Jawa Barat diperkirakan tak lebih dari 200 orang. ”Saya sudah keliling Jawa Barat, yang berencana berangkat sangat kecil jumlahnya,” kata Agung saat ditemui usai silaturahmi di Mapolres Bogor, Jalan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Kamis (28/9).

Innalillahi, Dua Siswi SMP Citeureup Tewas Tergilas Kontainer

BOGOR DAILY- Jalan Raya Gunungput­ri-Citeureup berubah mencekam. Darah segar mengalir dari dua tubuh siswi SMP yang hancur tergilas tronton lantaran gagal meny­alip. Keduanya seketika tergeletak tak ber­nyawa begitu ban belakang truk besar itu menggilas tubuh korban. Kamis sore, warga langsung berkerumun menyaksikan peris­tiwa tragis yang merenggut nyawa keduanya.

Dua pengendara motor Honda Vario berno­pol F 2896 IT tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Kampung Gunungputri Selatan, RT 01/04, Kecamatan Gunungputri, Bogor.

Dua siswi itu Mustika Ayu (15) dan Winda Rahmawati (15) pelajar SMP Negeri 1 Citeureup terbujur kaku di jalanan. Ayu yang merupakan warga Kampung Muara, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, ini langsung tewas seketika usai terlibat kecelakaan dengan truk tron­ton bernopol F 9212 FE yang dikemudikan Samsul Hilal (27). Sementara Winda sempat ber­napas saat dilarikan ke RS Sentra Medika. Namun, nyawanya tak tertolong lantaran menga­lami pendarahan di kepala.

Kejadian tragis ini berawal saat Ayu mengendarai motor me­laju dari arah Citeureup menu­ju Gunungputri. Saat berada di lokasi kejadian, Ayu berniat menyalip truk dari jalur kiri.

Nahas, motor itu menyerem­pet pembatas jalan hingga motor yang dikendarainya oleng dan kedua pengendara terjatuh ke bagian kanan jalan. Seke­tika itu bagian kepala dan ba­dan kedua siswi itu tergilas tronton.

Kepala Unit (Kanit) Laka Lantas Polres Bogor Iptu Asep Saefudin menuturkan, siswi bernama Mustika Ayu mening­gal di Tempat Kejadian Perka­ra (TKP), sedangkan Winda Rahmawati meninggal dunia pukul 18:00 WIB kemarin se­telah mendapat perawatan di RS Sentra Medika Cibinong.

“Dari kejadian ini, yang salah tetap pengendara motor ka­rena mereka menyalip dari sebelah kiri. Mereka juga belum mengantongi Surat Izin Menge­mudi (SIM). Kedua orang tua mereka akan kami panggil untuk informasi lebih lanjut, Jumat (29/9) hari ini,” ujar Asep saat dikonfirmasi melalui tel­epon seluler, malam kemarin.

Asep mengatakan, untuk pengendara truk Hino Trailer tidak bisa disebut sebagai ter­sangka pada kejadian ini. Sebab, mobil melaju di jalur yang benar. “Kerugian dalam keja­dian ini sebesar Rp200 ribu dan kami sudah mengaman­kan barang bukti di TKP untuk tindak lebih lanjut,” tandasnya.

Artis Ratu Azalia Dicolek Hantu Bogor, Ini Kisah Horornya…

0

BOGOR DAILY- Artis muda Ratu Azalia berbagi cerita horor bahwa dia sempat diganggu mahluk halus saat menjalani syuting film “Ruqyah The Exorcism”, di kawasan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

Saat itu, beberapa kali Ratu melihat dengan mata telanjang sosok diduga mahluk halus saat berada di balkon lantai dua rumah tua.

“Rumah benar-benar tua. Pas azan magrib suasananya hujan yang gua ke balkon lantai dua, main handphone karena susah siyal tiba-tiba ada yang lewat berulang kali. Tapi karena posisinya hujan ada angin, jadi mikirnya itu angin doang,” kata Ratu saat berkunjung ke kantor Suara.com, Jalan Sisingamangaraja No. 21, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (28/9/2017).

Lulusan kampus Universitas Indonesia ini tetap berpikir positif saat itu karena pada dasarnya tak begitu percaya dengan hal-hal mistis.

Ratu berpikir hanya hembusan angin dingin disertai hujan. Namun, dia mulai merasakan ada yang ganjil saat ada yang mencolek.

“Itu wujudnya nggak kelihatan, putih lewat lewat sekelebat. Main handphone lagi tapi tiba-tiba ada yang nyolek. Otomatis nengok dong, pas nengok kok nggak ada orang,” terangnya.

Artis 22 tahun ini pun langsung masuk ke ruangan lain dan bertanya kepada tim make up dan teman-temannya yang ada di dalam.

“Karena kepo, gua masuk ke dalam ke ruang artisnya, tanyain sama orang di dalam tapi merela bilang nggak ada yang merasa nyolek,” kata lawan main Evan Sanders dan Celine Evangelista ini.

Tidak berhenti sampai di situ, Ratu juga sempat diganggu ketika sedang ganti baju di kamar mandi.

“Ganti baju di toilet, kamar mandinya ada hanger di belakang pintu. Dari sebelah kiri gua gantungin hanger, nunduk ganti baju kok pas lihat lagi pindah ke kanan,” kenang dia.

Sore Ini Pukul 16:00 wib Nasib Novanto Diputuskan

0

BOGOR DAILY-Ketua DPR Setya Novanto akan menjalani sidang putusan praperadilan atas kasus korupsi e-KTP yang ditangani KPK hari ini. Novanto akan menjalani sidang di PN Jaksel.

Dalam sidang praperadilan yang digelar kemarin di PN Jaksel, Jl Ampera, Kamis (28/9/2017), majelis hakim melanjutkan sidang digelar pukul 16.00 WIB.

“Sidang dilanjutkan besok ya, agenda putusan pukul 16.00 WIB,” ujar ketua majelis hakim, Cepi Iskandar.

Dalam persidangan kemarin, KPK yakin dapat memenangkan sidang praperadilan tersebut. Mereka menegaskan, penetapan status tersangka terhadap Novanto didasarkan alat bukti yang kuat.

KPK optimistis bisa memenangi sidang praperadilan yang diajukan tersangka Novanto, meskipun rekaman percakapan ditolak diputar oleh hakim tunggal Cepi Iskandar. KPK yakin penetapan tersangka kepada Novanto sesuai prosedur.

“Meskipun nggak diperdengarkan kemarin, kami tetap optimis (menang). Bahwa kami yakin apa yang sudah dilakukan oleh penyidik KPK adalah sudah memenuhi unsur untuk menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka,” ujar Kabiro Hukum KPK Setiadi.

Bila praperadilan ditolak, maka status tersangka Novanto tetap dan Novanto diproses lebih lanjut oleh KPK. Pun bila diterima dan status tersangkanya gugur, maka KPK tetap bisa menetapkan tersangka baru. Sebab berdasarkan putusan MK, putusan praperadilan bukan merupakan putusan pokok perkara sehingga tidak nebis in idem.

Lalu bagaimana nasib Novanto?

Duh…Maling Santroni Belasan Rumah di Taman Dramaga Permai

BOGOR DAILY-Penghuni Perumahan Taman Dramaga Permai (TDP) VI, Desa Cikeas Udik, Kecamatan Ciampea was-was. Musababnya, sepekan terakhir ini sudah sebelas rumah disatroni maling.

Aksi maling pun tidak hanya dilakukan pada malam hari. Saat pagi dan siang pun,  nekat menyatroni rumah warga. Seperti yang menimpa Iin (30) penghuni Blok D17 Nomor 3. Rumahnya didatangi orang tak dikenal sekitar pukul 08.00 WIB, belum lama ini. Sejumlah barang elektronik raib yakni televisi, laptop dan kamera.

Hal ini terjadi karena banyak akses jalan untuk berlalu lalang bagi warga luar perumahan. Sehingga tak ada portal untuk menjaga keamanan. “Satpam pun gak ada untuk mengawasi orang tak dikenal berlalu lalang di sini,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut,  Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Ciampea Cecep Iman menegaskan, pengelola perumahan wajib bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Dalam hal ini harus menyiapkan satpam dan portal. “Bagi warga yang kehilangan, agar melapor kepada ketua RT dan RW serta ke bhabinkamtibnas untuk ditindaklanjuti,” ucapnya.

Terpisah, Kapolsek Ciampea Kompol Nyoman Yudhana menambahkan, untuk saat ini belum ada laporan dari warga. Meski demikian, ia akan meningkatkan patroli  untuk menekan angka kriminalitas. “Kami tindak lanjuti dengan intensifkan patroli ke TDP VI,”tukasnya.

Massa Aksi 299 dari Segala Arah, Cek Rute-rutenya

0

BOGOR DAILY-Sejumlah massa akan menggelar aksi 299 di depan Gedung DPR. Polisi juga sudah mempersiapkan pengawalan untuk massa aksi dari segala arah. Ini rute-rutenya.

Massa diimbau untuk tidak melakukan aksi longmarch. Massa yang hendak menuju ke gedung DPR berkonvoi ke Istiqlal menggunakan kendaraan masing-masing, melalui rute yang telah ditentukan.

Nah, Polisi juga sudah mengantisipasi apabila ada massa yang menunaikan salat Jumat di Masjid Istiqlal dan melanjutkan perjalanan ke DPR. Polisi menyiapkan pengawalan. “Kami akan kawal massa dari Istiqlal ke DPR agar tertib dan berjalan lancar,” ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, Jumat (29/9/2017).

Berikut rute massa dari Istiqlal ke Gedung DPR:

Massa yang dari Istiqlal diarahkan lewat Jl Medan Merdeka Timur – Jl Ridwan Rais – Tugu Tani – Jl Samratulangi – Jl Cokroaminoto – Jl Rasuna Said – Jl Gatot Subroto – DPR.

Polisi juga akan mengawal massa yang datang dari arah utara, timur, selatan dan barat Jakarta yang akan menuju ke Istiqlal. Berikut rutenya:

1. Dari arah timur:
– Massa dimasukkan ke Tol Dalam Kota-keluar Pintu Cempaka Putih-Jl Letjen Suprapto-Senen-Pejambon-Istiqlal

2. Dari arah barat:
– Massa diarahkan ke Tol Tomang dikeluarkan di Caringin-Jl Biak-Jl Suryo Pranoto-Harmoni-Jl Ir H Juanda-Istiqlal

3. Dari arah utara:
– Massa dari arah tol dikeluarkan di Jl Yos Sudarso-dibelokkan ke kanan ke Jl Perintis Kemerdekaan-putar balik ke arah Jl Letjen Suprapto-Senen-Pejambon-Istiqlal

4. Dari arah selatan
– Massa dari Tol Jagorawi diluruskan keluar Tol Senayan.

Tamu Inul Vista Bogor Ditusuk, Ini Kronologinya

0

BOGOR DAILY-Warga Gang Masjid, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara terlibat bentrok dengan tukang parkir tempat karaoke Inul Vista Jalan Raya Pajajaran, Kamis (28/9/2017).

Bentrok terjadi pukul 22:00 WIB. Satu orang kritis. Hasan (33) saksi mata menuturkan kejadian berawal saat dirinya hendak pulang. Ketika  Di areal parkir Inul Vista terjadi aksi baku hantam antara tamu dan tukang parkir.

“Tadi selesai karaoke saya lihat teman saya sedang dipukuli. Saya langsung menbantu teman saya. Saya sempat dipukul pakai balok. Namun tidak lama teman saya yang bernama Syahputra (33) ditusuk pakai pisau,” katanya.

Korban pun langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. “Teman saya langsung dibawa ke RS Salak karena lukanya dalam,”tambahnya.

Sementara itu, penjual asongan Dadang (32) mengungkapkan tak lama berselang, sejumlah pemuda dari Gang Masjid tempat tinggal korban, kembali mendatangi lokasi parkir Inul vista.

Mencari orang yang menusuk korban. Melihat massa, tempat karaoke pun langsung ditutup.

“Iya tadi ada rame-rame. Langsung pada tutup semua,”tutur dadang (32) Penjual Asongan yang tengah berada di lokasi saat kejadian.

Tak lama berselang, tujuh unit mobil patroli Polres Bogor tiba di lokasi dan memasang garis polisi.

Pencuri Spesialis Mobil Bak Ditangkap di Bubulak Bogor

BOGOR DAILY-Kurang dalam waktu 1×24 jam,anggota buser Polsek Pancoran Mas berhasil menangkap dua pelaku spesialis pencuri mobil bak (pick up)  di kawasan Bogor,  Kamis (28/9/2017) sore.

Kedua pelaku Ukan,43, dan Kisan,44, tidak  bisa berkutik saat ditangkap anggota buser dipimpin Kanit Reskrim Polsek Pancoran Mas AKP Eman Suleman di tempat persembunyianya daerah Bubulak, Bogor.

Pada saat penyergapan pelaku Ukan mencoba melarikan diri melalui pintu belakang ruman namun berhasil dicegah petugas yang sudah mengepung dengan persenjataan lengkap di lokasi.

“Kedua pelaku sudah kita amankan kini masih diperiksa anggota penyidik Reskrim,”ujar Kapolsek Pancoran Mas Kompol Roni Wowor kepada Poskota saat disambanginya di ruang kerjanya, Jumat (29/9) pagi.

Menurut Kompol Roni Wowor,  petugas cepat melakukan penangkapan terhadap pelaku hanya dalam beberapa jam saja.

Bermula dari laporan korban Andri,41, pemilik perusahaan Komputer Legend Indonesia, mobil baknya hilang saat  diparkir di luar kantor di Jalan Pramuka Raya No.5, RT.02/6, Mampang, Pancoran Mas Kota Depok, Kamis (28/9) pukul 3:30 WIB.

“Sewaktu kejadian para pelaku terekam oleh CCTV yang terpasang di kantor korban. Pencurian ini langsung dilaporkan ke Polsek sekitar pukul 08:00, sejam kemudian petugas menangkap otak intelektualnya Ukan dan beberapa jam setelahnya  Kisan, penadah diamankan di daerah kawasan Jogya, Bogor,”katanya.

Petugas menyita satu karung mesin sisa belahan mobil hasil curian dan mobil Mitsubishi L-300 pick up hitam B 9557 ZHC milik korban.

Residivis

Berdasarkan pengakuan pelaku Ukan, dirinya sudah 3 kali melakukan pencurian mobil pick up yang sedang diparkir di pinggir jalan. Setelah berhasil di curi mobil sama pelaku langsung dipotong-potong dan dijual kepada penadah.

“Kita menduga Ukan ini merupakan pemain spesialis pencuri mobil pick up. Sebelumnya pelaku juga pernah mendekam di sel tahanan Polres Bogor,”papar Kapolsek.

Selain itu pelaku dalam melakukan aksinya tidak butuh waktu lama hanya lima menit sudah dapat membawa kabur mobil  yang dicurinya.

“Modua pelaku dengan cara merusak kunci master mobil dengan mempreteli satu persatu sampai akhirnya mobil hidup tanpa harus menggunakan kontak,”tuturnya.

Kapolsek menghimbau agar setiap kendaraan dapat menggunakan kunci ganda sebagai pengamanan ekstra.”Paling tidak jika menggunakan kunci ganda maling akan berpikir dua kali karena banyak memakan waktu,”tutupnya. “Pelaku dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan dengan pidana diatas 5 tahun penjara.”

Sementara itu korban Andri, merasa sangat berterima kasih atas kinerja kepolisian khususnya anggota Reskrim Polsek Pancoran Mas yang telah cepat mengungkap pelaku.

“Saya merasa senang dan mengucapkan terima kasih lantaran mobil operasional saya berhasil diketemukan,”paparnya