Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8938

Keluarga Curiga Pembunuhan PNS Cantik Direncanakan

BOGOR DAILYKeluarga Indria Kameswari mengungkapkan kecurigaan mereka kepada Muhammad Akbar, pria sekaligus suami yang menjadi pelaku pembunuhan Indria. Mereka juga mencurigai adanya ancaman dan tekanan kepada Indria. Sementara Muti, putri Indria dengan Akbar, baru berusia 3 tahun.

Kecurigaan pihak keluarga ini disampaikan perwakilan keluarga Indria Kameswari. Perwakilan keluarga yang enggan disebutkan namanya ini mengatakan mereka menaruh curiga karena keanehan yang terjadi sebelum Akbar menghabisi nyawa Indria, Jumat (9/1).

“Malam takbir Idul Adha, Bibran (anak pertama Indria dari perkawinan pertama-red) disuruh ke rumah kami di Bekasi, sementara dia (Akbar) ke Bogor menemui Indria dan Muti (anak kedua dari perkawinan Indria dengan Akbar-red). Dari situ kami yakin Akbar sudah berencana menghabisi Indria,” ujar perwakilan keluarga.

Dia menilai, jika Bibran menginap bersama ibunya di rumah mereka di Cijeruk, Bogor, bisa jadi ceritanya bisa berbeda. Bibran yang sudah SMP dan berpostur tinggi-tegap tentunya bisa menolong ibunya.

Kecurigaan keluarga ini rupanya senyampang seirama dengan hasil penyelidikan polisi. Polisi menyebut bahwa Akbar telah merencanakan pembunuhan terhadap istrinya. Karena itu polisi menjerat Akbar dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Bunyi Pasal 340 KUHP adalah “Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.

“Telah terjadi tindak pidana pembunuhan berencana terhadap korban Indria Kameswari, di mana korban meninggal dunia dengan luka tembak pada bagian punggung bagian kanan,” ujar Dirkrimum Polda Jawa Barat Kombes Pol Umar Fana dalam keterangannya, Senin (4/9).

Indria merupakan pegawai Diklat BNN Lido tewas di tangan pelaku pembunuhanan bernama Muhammad Akbar, suami dari pernikahan kedua Indria.

Ia ditemukan tewas oleh para tetangga yang mendapat laporan dari anak Indria (3), yang mengatakan ibunya ditembak.Warga pun bergegas menuju rumah Indria dan menemukan Indria dalam posisi tengkurap dengan luka tembak di bagian punggung.

Akhir Tahun, Jokowi Bangun Bandara di Sukabumi

0

BOGOR DAILY-Presiden Joko Widodo berencana membangun bandar udara (bandara) di Sukabumi, Jawa Barat. Pembangunan bandara tersebut direncanakan akan dilakukan pada akhir 2018.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memperkirakan pembangunan bandara tersebut akan menghabiskan dana sebanyak Rp 250 miliar. Bandara tersebut, nantinya akan menggunakan runway sepanjang 1.600 meter.

“Kemarin Dirjen bilang dengan panjang runway 1.600 meter kira-kira Rp 250 miliar. Kita kerjakan akhir 2018,” ujar Menhub Budi saat ditemui di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (4/9).

Menhub Budi menambahkan, alokasi dana sebesar Rp 250 miliar tersebut nantinya sudah termasuk dengan pembangunan terminal. Pesawat yang diperbolehkan menggunakan bandara tersebut nantinya hanya pesawat penumpang regional jarak pendek jenis ATR.

“Ya (Sudah termasuk terminal), kan dengan lapangan perintis. ATR dulu pertama kali,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan pembangunan Bandara Sukabumi dimulai pada 2019 mendatang. Meski begitu, pihaknya belum menentukan lokasi pembangunan bandara tersebut.

“Kita sudah sepakat (dengan Pemkot dan Pemkab Sukabumi) akan merencanakan pembangunan bandara di Sukabumi. Namun tempatnya akan kita kaji lagi. Semula tempatnya jauh dari kota Sukabumi,” kata Budi melalui keterangan resminya, Kamis (31/8).

Dia menambahkan bahwa Kementerian Perhubungan memiliki pilihan untuk menentukan lokasi bandara Sukabumi lebih dekat ke kota.

“Bagaimana pun itu penduduk Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi ini kurang lebih hampir 3 juta orang. Salah satu kelayakan pembangunan bandara itu adalah dekat dengan masyarakat. Hal lain yang dipertimbangkan adalah kecepatan angin dan kondisi lingkungan sekitarnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Menhub menjelaskan, Kementerian Perhubungan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat supaya pembebasan tanahnya diselesaikan.

“Pemerintah Pusat akan menyediakan dana-dana kontribusi. Target paling tidak tahun 2018 akan menyelesaikan pembebasan tanah dan diharapkan tahun 2019 akan mulai dibangun dan paling lambat awal tahun 2020 bisa beroperasi,” jelas Budi.

Budi berharap pembangunan bandara Sukabumi dapat meningkatkan roda perekonomian masyarakat, khususnya yang ada di Kabupaten dan Kota Sukabumi serta masyarakat sekitarnya.

Karyawan Pasar Bogor Diminta Awasi Makanan Berbahaya

0

BOGOR DAILY-Bahan makanan yang dijual di Pasar Bogor, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bogor belum aman dari bahan kimia. Pedagang bandel yang memanfaatkan bahan-bahan berbahaya untuk mengambil keuntungan berlimpah masih belum bisa dicegah.

 Kepala Unit Pasar Bogor, Arief Budiman bertutur hingga kini pihaknya masih terus menggodok karyawan untuk mengetahui perbedaan, dagangan yang dicampur bahan berbahaya dan yang tidak. “Pertama karyawan pasar harus sudah paham dulu soal bahan berbahaya, kemudian kami juga akan melakukan identifikasi pedagang, dicari yang rawan menjual bahan pangan dengan kandungan bahan berbahaya,” jelasnya, Senin (4/9/2017).

Setelahnya, pihaknya akan melakukan uji sampel terhadap beberapa pedagang untuk memastikan bahan pangan yang dijualnya bebas dari bahan berbahaya. “Kalau memang ditemukan tentu akan ditindak lanjuti, akan dimintai keterangan terlebih dahulu baik dari pedagangnya maupun suppliernya, tentu nanti akan bekerjasama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” jelas Iwan.

Lebih lanjut Iwan menjelaskan bahwa, bahan-bahan yang biasa dicampur dengan bahan pangan diantaranya ialah boraks, formalin, rhodamin b, dan methanil yellow.

“Boraks itu biasanya dicampur dengan mie, bakso, otak-otak, kalau formalin ikan, tahu, sementara rhodamin b dan methanil yellow biasanya efek warna,” urainya.

Dia pun menyebut bahwa keempat bahan berbahaya tersebut bisa menimbulkan banyak penyakit.

“Oleh karena itu kami mencoba untuk melindungi konsumen dari bahan-bahan pangan tidak sehat, kita tahu kalau formalin itu untuk bahan pengawet mayat, kalau boraks itu bahan kimia yang biasa digunakan untuk pengawet kayu dan lain-lain,” tandasnya

Pelaku Pembunuhan PNS Cantik Ditangkap, Ini Kata Polisi

BOGOR DAILY-Polres Bogor menyebut pihaknya belum menerima laporan resmi terkait penangkapan suami atau terduga pelaku pembunuhan pegawai BNN, Indria Kameswari (38 tahun). Kasus pembunuhan tersebut pun hingga kini masih dalam proses penyidikan.

“Saya belum dapat informasi resmi dari anggota di lapangan kalau ada penangkapan suami atau terduga pelaku,” jelas Kapolres Bogor AKBP Andi Moch. Dicky di Mapolres Bogor, Jalan Tegar Beriman, Senin (4/9).

Terkait penetapan tersangka, terang Dicky, pihaknya belum dapat memastikan karena masih banyak kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Hingga kini, Polres Bogor masih mengumpulkan data dan alat-alat bukti untuk penetapan tersangka pembunuhan pegawai BNN tersebut.

“Penetapan tersangka itu kan perlu ada alat buktinya, kami masih melakukan penyidikan ya,” kata dia.

Adapun kabar penangkapan suami atau terduga pelaku pembunuhan Indria Kameswari dibenarkan oleh Kabag Humas BNN, Kombes Sulistiandriyatmoko. Dia mengatakan, penangkapan dilakukan oleh Tim gabungan Polres Kabupaten Bogor, Direktorat Penindakan dan Pengejaran Deputi Bidang Pemberantasan BNN serta Polda Kepri pada Ahad (3/5) malam.

“Pelaku pembunuhan pegawai diklat BNN itu tadi malam,” kata Kombes Sulistiandriyatmoko, Senin (4/9).

Sebelumnya, perempuan dengan alamat KTP Jalan Warakas, Jakarta Utara, ditemukan tewas di rumah kontrakannya di Perumahan River Valley RT 01/ RW 08, Desa Palasari, Kecamatan  Cijeruk, Kabupaten Bogor, pada Jumat, (1/9).

“Ya, benar ada penemuan mayat di sana,” ungkap Kapolsek Cijeruk Kompol Safiudin saat dikonfirmasi, Jumat (1/9).

Safiudin mengatakan, suami korban yang berprofesi sebagai karyawan swasta diduga sebagai pelaku pembunuhan karena dirinya hingga kini menghilang. Pihak kepolisian, lanjut Safiudin, masih terus mengembangkan kejadian dan melakukan pemeriksaan.

Farhat Abbas Selfie Bareng Patrialis di Ruang Sidang

0

BOGOR DAILY- Pengacara Farhat Abbas tampak hadir di ruangan sidang Patrialis Akbar di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Tak hanya itu, Farhat tampak mengajak Patrialis berbincang dan foto selfie.

Farhat tampak mengenakan pakaian batik hitam corak kuning. Ia tampak di ruang sidang Patrialis saat sidang belum mulai. Farhat dan Patrialis berbincang sambil berdiri di deretan depan kursi pengunjung. Agenda sidang Patrialis hari ini adalah pembacaan putusan.

“Saya sama dia memang kawan lama. Saya kenal keluarganya juga. Jadi tadi ngobrol-ngobrol sebentar,” ujar Farhat di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (5/9/2017).

Farhat mengatakan, ia juga sempat menyampaikan doa kepada Patrialis agar sidangnya berjalan lancar dan diberi putusan yang seadil-adilnya. “Pokoknya jangan takut banding kalau memang putusannya dirasa tidak adil. Kan sekarang suka pada takut untuk banding. Takut jadi lebih berat,” tutur Farhat.

Farhat mengatakan, kedatangannya ke Pengadilan Tipikor untuk menjadi saksi Miryam Haryani di kasus dugaan keterangan palsu terkait e-KTP. Patrialis dituntut 12,5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta di kasus dugaan korupsi USD 10 ribu. Patrialis juga dituntut membayar ganti rugi USD 10 juta dan Rp 4,04 juta

Ada Mobil Terbakar di Tol Jagorawi, 1 Orang Terluka

0

BOGOR DAILY- Petugas berhasil melakukan pemadaman terhadap mobil mini bus yang terbakar di Tol Jagorawi, Jakarta Timur. Seorang pengemudi mengalami luka-luka akibat kejadian ini.

“Padam sekitar pukul 09.35 WIB. Sebanyak 2 unit pemadam dikerahkan ke lokasi. Ada seorang pengemudi yang terluka,” ujar Kasi Pengawas dan Pengendali Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Gatot Sulaiman, Senin (4/9/2017).

Gatot mengatakan, sebelum terbakar mobil Toyota Rush bernopol B 1713 SZO mengalami kecelakaan setelah menabrak pembatas jalan hingga terguling di KM 06.600 Tol Jagorawi arah Bogor tepatnya tak jauh dari gebang tol Dukuh 2. Diduga kecelakaan tersebut akibat sopir mengantuk.

“Pengemudinya belum ada data lengkapnya hanya saja korban langsung dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka. Mobil terbakar setelah kecelakaan, diduga karena mengantuk,” kata Gatot.

Sebelumnya petugas menerima laporan ada sebuah mobil yang terbakar di Tol Jagorawi arah Cibubur, Jakarta Timur. Mobil tersebut terbakar di sekitar Gerbang Tol Dukuh 2 atau di Km 06 Tol Jagorawi arah Cawang sekitar pukul 09.08 WIB. Sebanyak 2 unit Damkar dikerahkan untuk melakukan pemadaman.

FPI Daerah Jaring Relawan Rohingya, Syaratnya Bikin Merinding

0

BOGOR DAILY-Front Pembela Islam di daerah membuka pendaftaran calon relawan yang akan dikirimkan untuk membantu etnis Rohingya yang sedang dilanda krisis. Salah satu persyaratannya adalah siap mati syahid.

“Yang terpenting siap mati syahid di sana, itu yang terpenting. Kalau nggak siap mati syahid, jangan berangkat ke Rohingya,” ujar jubir FPI Slamet Maarif.

Slamet mengatakan setiap daerah memiliki persyaratan masing-masing. Namun, secara garis besar, Slamet mengatakan, syarat pendaftaran adalah pria berusia 17-20 tahun, mendapatkan surat izin orang tua, dan menyerahkan fotokopi KTP.

“Kalau itu kan tiap daerah punya persyaratan masing-masing, nanti tinggal pusat yang menyeleksi. Yang jelas, pusat seleksi data di daerah. Pertama harus dapat izin dari orang tua, harus punya kemampuan bela diri, jangan nekat, nggak punya apa-apa mau ke sana?” tutur Slamet.

FPI di pusat nantinya akan menerima rekapitulasi pendaftar dari daerah. Slamet menjelaskan DPP FPI akan menyeleksi serta menginformasikan teknis keberangkatan relawan. “Sekarang yang di daerah sedang buka pendaftaran. Nanti pas Rabu insyaallah sudah ada kepastian,” tutupnya.

Istri Novel Baswedan Buka Suara Soal Laporan Aris Budiman

0

BOGOR DAILY– Direktur penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigjen Pol Aris Budiman melaporkan Novel Baswedan atas dugaan pencemaran nama baik lewat e-mail atau surat elektronik. Polda Metro Jaya telah menaikkan status perkara ini ke penyidikan, dengan mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Istri Novel Baswedan, Rini Emilda atau disapa Emil, mengatakan keluarga sudah mengetahui soal laporan tersebut. Novel pun mendapat informasi yang sama. Menurut dia, Novel tidak ambil pusing soal laporan pimpinannya di KPK itu. Saat ini, Novel lebih fokus pada proses penyembuhan matanya.

“Tanggapan NB (Novel Baswedan) saat ini fokus kepada pengobatan aja, Mas,” kata Emil, Jakarta Utara, Senin (4/9/2017).

Emil melanjutkan, sampai sejauh ini Novel juga belum bersedia berbicara lebih jauh terkait laporan Aris. Begitu pun pihak keluarga yang masih fokus dan berharap kesembuhan Novel. “Fokus pengobatan, ” ujar dia.

Aris yang menjabat Direktur Penyidik KPK sejak 2015 mengatakan, Novel menyebutnya sebagai tidak berintegritas dan direktur terburuk sepanjang masa. Kata-kata di e-mail ini yang mendorong Aris melaporkan Novel ke kepolisian.

Sementara, KPK berharap perseteruan antara Novel Baswedan dan Aris Budiman bisa diselesaikan secara baik-baik dan internal, karena ini merupakan gesekan biasa yang terjadi di setiap organisasi.

Kabur ke Riau, Suami PNS Cantik Akhirnya Ditangkap

BOGOR DAILY– Petugas gabungan Polres Bogor, Polda Kepri dan Direktorat Penindakan dan Pengejaran Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap terduga pelaku pembunuhan Indria Kameswari (38), PNS cantik yang tewas di rumah kontrakannya di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jumat (1/9/2017) lalu.

Pelaku berinisial AM (39) yang tidak lain adalah suami korban.

Informasi yang diterima TribunnewsBogor.com, AM ditangkap petugas gabungan, Minggu (3/9/2017) pukul 23.00 di wilayah Kepulauan Riau.

Polisi masih menyelidiki motif pembunuhan yang dilakukan pelaku terhadap istrinya. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait penangkapan tersebut.

jenazah PNS cantik yang ditemukan tewas di rumah kontrakan Perumahan River Valley, RT 01/RW 08, Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor pada Jumat (1/9/2017) pertama kali dikabarkan oleh seorang anak kecil.

Indria Kameswari (38) yang bekerja di bagian rehabilitasi narkoba Badan Narkotika Nasional, Lido itu dikabarkan meninggal oleh putrinya sendiri yang masih berusia empat tahun.

“Si anak itu minta tolong ke yang warung, Pak Hengky itu, datanglah beliau, kebetulan beliau kasih tahu juga ke Pak Tri, kan perum lagi sepi karena pada shalat Idul Adha, kebetulan mereka non-muslim,” ujar Maulana, komandan security

Mobil Rombongan Peziarah Terbalik, 2 Tewas

BOGOR DAILY– Dua orang rombongan peziarah asal Bogor meninggal dunia setelah mobil pikap F 8136 GH yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di Jalan Raya Cariu-Tanjungsari, Kabupaten Bogor.

Kedua korban adalah Ujang (20), dan Fikri (14).Hingga kini polisi masih mencari keterangan saksi mata atas insiden kecelakaan  yang mengangkut rombongan peziarah dari Bogor menuju Cikundul, Cianjur, itu.
Kanit Laka Lantas Polres Bogor, Iptu Asep Saepudin, mengatakan, insiden kecelakaan itu bermula ketika mobil pikap yang dikemudikan Muhyi Albarokah (23) bergerak dari arah Cariu menuju Cianjur, Sabtu (2/9/2017) tengah malam.

Setibanya di Kampung Dukuh RT 01/01 Desa Sirnarasa, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor sekitar pukul 23.00 WIB, mobil pikap menemui jalan tikungan dan didahului sebuah kendaraan sepeda motor dari arah belakang.

Disaat bersamaan datang dari arah berlawanan kendaraan minibus yang belum diketahui identitasnya saat motor berusaha menyalip picap. “Pengendara motor menghindar ke kiri dan menyenggol bagian depan kanan pikap sehingga membuat sopir kaget dan langsung membanting stir ke kiri,” tuturnya, Minggu (3/9/2017)

Mobil bak terbuka yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi itu kemudian terguling ke sisi kiri karena sang sopir sudah tidak mampu lagi mengendalikan kendaraannya. “Sopir sempat berusaha banting ke kanan serta dibelokkan ke kiri sampai terakhir keluar aspal karena oleng hingga terguling ke kiri,” katanya.

Unit Laka lantas Polres Bogor masih mencari tahu pengendara motor yang menyalip dan langsung melarikan diri itu. “Kami masih memeriksa saksi-saksi kecelakaan ini. Barang bukti kendaraan sudah diamankan di subnitlaka Cileungsi,” tukasnya.

Menurut Iptu Asep, total korban berjumlah 12 orang dalam insiden kecelakaan itu. “Sembilan orang sudah diperbolehkan pulang dari puskesmas karena hanya luka ringan, satu korban luka masih dirawat di rumah sakit,” pungkasnya.