Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8939

IMB Dibekukan, Masjid Imam Ahmad bin Hanbal Tetap Berkurban

0

BOGOR DAILY- Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Masjid Imam Ahmad bin Hanbal memang sudah dibekukan sejak beberapa hari lalu.

Namun, hal tersebut bukan berarti menghalangi jamaahnya beribadah di lokasi pembangunan yang bertempat di Kelurahan Tanah baru Kecamatan Bogor Utara, Minggu (3/9/2017). Seperti yang diungkapkan oleh panitia kurban Arif Cahyo Utomo, ia membenarkan bahwa walikota Bogor Bima Arya telah membekukan Izin masjid dengan nomor IMB 645.8.1014 -BPPTPM-IX/2016.

Tapi, dalam intruksi yang diterimanya tidak ada larangan untuk jamaah melakukan aktivitas ibadah di lokasi. “Yang saya tangkap dari instruksi Walikota kemarin itu tidak melarang aktivitas ibadah di sini,” ujarnya kepada awak media.

Pihak masjid diketahui menyembelih 8 sapi dan 7 kambing serta mendistribusikannya ke setiap warga  sekitar. Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor Herry Karnadi saat menyabangi lokasi memberitahu arahan walikota bima arya kepada jamaah. Menurutnya, aktivitas pembangunan harus dihentikan pasca dibekukannya IMB masjid tersebut.

Herry mengatakan, bentuk larangan tersebut berlaku semata-mata untuk aktivitas pembangunan. Sehingga, jamaah tetap diperbolehkan untuk melasanakn ibdah dan aktivitas lain selain proyek pembangunan. “Kita datang ke sini untuk menbertahukan hal itu, hanya aktivitas pembangunan yang dilarang dalam pembekuan IMB,” kata Herry.

Pemuda Bogor Dibacok Sampai Tewas

0

BOGOR DAILY-Seorang remaja bernama Rahmat Hidayat (19) warga Kampung Sela Awi, Kota Bogor, meninggal dunia akibat luka di punggungnya. Rahmat dibacok sekelompok orang saat melintas di Jalan Pahlawan dean Boscinco pada Minggu (3/9) sekitar 05.00 WIB.

Kasubbag Humas Polresta Bogor, Akp Syarif Hidayat menyebutkan, setelah Rahmat terluka, penghadang itu melarikan diri. “Korban dibawa oleh temen-temannya ke klinik 24 jam guna mendapatkan pertolongan pertama. Namun di saat merima perawatan di RS Azra nyawa korban tidak tertolong.” kata Syarif.
Polisi yang mendapatkan informasi adanya pembacokan langsung memburu pelaku. Masih di hari yang sama tiga pelaku bisa ditangkap. Celurit yang digunakan untuk menghabisi nyawa Rahmat pun disita.
Pelaku yang ditangkap berinisial S (18), F (20) dan W (18). Seorang di antaranya yang berinisial S, mengaku sebagai pembacok. “Meski S sudah mengaku sebagai pelaku pembacokan, kasus ini terus didalami dan masih dalam tahapan penyelidikan lebih lanjut.” jelas Syarif.
Para pelaku terancam dikenakan Pasal 170 KUHP subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman lebih dari 7 tahun.

 

Besok Digusur, Lahan Relokasi PKL Puncak Belum Siap

BOGOR DAILYRencana pembongkaran kios pedagang Puncak tinggal menghitung hari. Selasa (5/8), kios-kios milik Pedagang Kaki Lima (PKL) bakal diratakan. Namun lahan relokasi yang dijanjikan pemerintah daerah (pemda) justru tidak ada sampai H-2 penggusuran.

Mulanya pemerintah menjanjikan tiga alternatif tempat relokasi untuk menampung PKL Puncak. Di antaranya tersebar di Taman Wisata Matahari (TWM), The Ranch dan seluruh hotel yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Namun sampai mendekati hari penggusuran, seluruh lahan yang dijanjikan belum siap dihuni pedagang.

Pantauan Metropolitan, dari ketiga lokasi belum terlihat adanya bangunan khusus yang dibuat untuk menampung PKL. Hanya lahan kosong yang dimanfaatkan sebagai tempat parkir di lokasi The Ranch dan TWM. “Masih disiapkan dulu,” kata Tim Koordinator PKL Puncak Bayu Rahmawanto.

Menurut Camat Cisarua ini, terdekat para PKL akan dimasukkan terlebih dahulu ke hotel-hotel yang tergabung dalam PHRI. Namun, itu pun sedang dilakukan penghitungan kapasitas bagi para PKL. Sebab, PHRI hanya menampung PKL komoditas oleh-oleh, buah-buahan dan suvenir. “PHRI juga ada satgasnya kan. Senin (hari ini, red) ada rapat lagi, keputusan akhirnya bagaimana,” ujarnya.

Sementara dua hari jelang pembongkaran, para pedagang oleh-oleh dan buah di wilayah Cibeureum dan Cisarua juga masih bertahan dengan bangunannya. Mereka masih berderet di jalur yang akan dilebarkan bulan ini.

Belum adanya kepastian berapa meter pembangunan jalan akan dilebarkan menyebabkan PKL enggan membongkar lapaknya. Ada juga yang merasa masih ingin mencari penghasilan sehingga memaksa tetap berjualan. “Kita belum mau bongkar, sekarang (kemarin, red) kan weekend, sayang kalau tidak berjualan. Nanti saja pas hari H,” kata seorang pedagang di Cisarua, Dedi.

Namun hal berbeda disampaikan PKL Gadog, Samsul. Menurutnya, ia masih bingung dengan rencana pelebaran jalan yang dilakukan pemerintah. Sebab, dirinya masih beranggapan bahwa lapaknya masih bisa dimanfaatkan untuk berjualan tanpa harus dibongkar secara keseluruhan. “Kalau dilebarin 2 meter, dari jalan yang ada sekarang ditambah trotoar berarti tempat saya masih bisa buka dong. Cuma kena terpalnya saja dan bisa dimundurin. Paling tadinya panjang 2×3 meter jadi 1×3 meter. Di belakang trotoar juga kan berdirinya nanti,” kata dia.

Menurut lelaki yang mengaku sudah berjualan kelontong selama 20 tahun ini, ia pun tak keberatan jika lapaknya harus menjadi kecil. Terpenting, ia dapat berjualan di tempat yang sama atau dekat dengan rumahnya. “Kalau tidak bertahan mau gimana, makan sama apa. Makanya mau tidak mau harus diterusin apapun itu resikonya, ya bagaimana lagi. Lagian lapak saya bukan di Damija,” ucapnya.

Walaupun begitu dirinya tetap membongkar sendiri lapak yang berada di lahan milik SDN Gadog. Alasannya, agar persoalan ini tak membuat ia pusing di kemudian hari. “Dari pada ribet, kita ga mau risi. Sudah dua kali surat masuk ke kita, dari awal Agustus,” tutupnya.

Hal serupa terjadi di lahan relokasi sementara yang berada persis di depan Venue Paralayang. Hingga saat ini, lahan yang masih diisi 51 bangunan liar (bangli) belum dikosongkan oleh warga. Satpol PP Kabupaten Bogor pun baru melayangkan surat peringatan (SP) pertama kepada bangli tersebut. “Pembongkarannya baru rumahnya aja, kalau warung mah belum. Soalnya disinikan banyaknya rumah,” kata Sri, warga yang ditemui di lokasi.

Di lokasi sendiri, aktifitas warga masih berjalan seperti biasa. Belum ada bangunan yang terlihat sudah dibongkar oleh yang menempatinya. Hanya, beberapa warung yang berada persis di pinggir jalan sudah diberi tanda dengan nomor berwarna merah. “Kalau ngebongkar belum ada. Kan nanti disini mah, yang mau dibongkar mah dibawah dulu,” ucap perempuan yang mengaku asli Cisarua ini.

Menurutnya, dari informasi yang didapatnya ada beberapa penghuni rumah yang sudah merelakan bangunannya. Namun, mereka pun masih menunggu sebelum pembongkaran akan dilakukan. “Nanti setelah mau dibongkar saja (keluarnya). Kalau yang masih pengen bertahan kurang tau juga ya, mungkin ada, karena belum ada tempat baru,” ujarnya.

Nunggu Rekom dari PDI-P, STS Jalin Komunikasi dengan PKB

0

BOGORDAILY- Setelah Ketua dpc Demokrat Kota Bogor yang juga Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman berkunjung kekantor DPC PKB, Sabtu malam giliran Sugeng Teguh Santoso yang bersilaturahmi menemui Kang Heri Firdaus sebagai Ketua DPC PKB Kota Bogor. “Sambil menanti rekom dari PDI Perjuangan, pastinya saya harus menjalin komunikasi dengan Partai lainnya termasuk PKB,” kata Sugeng, Sabtu (2/09).

Menurut STS, PDI Perjuangan hari ini memiliki 8 (delapan) kursi di DPRD dan hanya butuh 1(satu) kursi lagi untuk mendapatkan tiket Pilwalkot 2018 nanti. “PKB kan partai pendukung Pemerintah, wajar dong kalo saya menjalin silaturahmi. Siapa tau PKB bisa ikut berjuang bersama PDI-P nanti,” ujarnya.

Ditambahkan Sugeng, dirinya sudah berkomunikasi dengan beberapa Ketua Partai lainnya termasuk dengan PPP, Hanura dan Golkar. Ditanya siapa yang cocok untuk mendampingi dirinya jika rekom PDI-P jatuh ditangannya, Sugeng menjawab santai. “Buat saya berdampingan dengan siapapun siap, yang penting punya harapan yang sama untuk menjadikan Kota Bogor lebih baik,” pungkasnya.

Sementara Ketua PKB kota Bogor Heri Firdaus mengatakan, PKB saat ini membuka pintu bagi siapa saja yang serius untuk berjuang bersama PKB dalam gelaran Pilwalkot 2018 nanti, dan hari ini baru Usmar Hariman dan STS yang ambil formulir untuk mendaftar menjadi Calon Walikota Bogor melalui PKB.

“Meskipun hanya satu kursi diparlemen, PKB Kota Bogor siap berjuang untuk mengantarkan Calonnya menjadi Walikota Bogor, tapi yang serius dan memenuhi syarat yang ditentukan,” ungkap pria yang akrab disapa Kang Heri ini.

Selain Ketua, kedatangan STS kekantor DPC PKB ini didampingi Pengurus dan PAC PKB Kota Bogor yang diakhiri dengan ngupi dan bernyanyi karaoke bersama. (*/boy)

Raisa dan Hamish Sah!

0

BOGOR DAILY-Raisa dan Hamish Daud resmi menjadi pasangan suami istri usai melaksanakan akad nikah di Ayana Midplaza, Jakarta, Minggu (3/9/2018). Raisa cantik mengenakan kebaya putih dengan mahkota kecil di atas kepalanya.

Netizen memuji kecantikan Raisa. Mereka juga mendoakan agar pernikahan Raisa yang berlangsung dengan menggunakan adat Sunda itu berjalan langgeng.

“Potek hati mantan ini pasti. Selaamat menempuh hidup baru ya kk yaya, favoritnya mantan aku ❤❤❤❤,” jelas akun @galihkenangaa.

“Subhanallah cantiknya kak Yaya😘😘😘,” jelas akun @tranggrahita.

Akad nikah Raisa dan Hamis Daud berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam pernikahan tersebut, Hamish memberikan 500 gram logam mulia sebagai mas kawin kepada Raisa.

Kedubes Myanmar Dilempari Molotov

0

BOGOR DAILY– Kedutaan Besar (Kedubes) Myanmar di Menteng, Jakarta Pusat, dilempar molotov oleh orang tak dikenal. Polisi masih menyelidiki kejadian ini.

“Memang ada informasi seperti itu, tapi dari pihak kedutaan sendiri belum membuat laporan, jadi masih dalam penyelidikan, itu saja,” kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Suyudi AS di Johar Baru, Jakpus, Minggu (3/9/2017).

Kedubes Myamnar dilempar molotov dini hari tadi. Belum ada laporan soal korban akibat molotov itu. “Belum termonitor ada korban,” ujarnya. Menurut Suyudi, tidak ada saksi yang melihat langsung pelemparan itu. Polisi akan berupaya mengambil CCTV untuk mengungkap kasus ini.

“Kita cek dulu, bisa keambil nggak CCTV-nya,” ucapnya. Lebih jauh, Suyudi belum bisa memastikan motif penyerangan itu termasuk kemungkinan teror

Rombongan Peziarah Klapanunggal Bergeletakan Pasca Tabrakan

BOGOR DAILYRombongan peziarah dari kampung Lulut Kecamatan Klapa Nunggal mengalami kecelakaan tunggal, Minggu (3/9/2017).

Kejadian berawal saat rombongan peziarah dengan tujuan Cikundul menabrak pagar Masjid sekira pukul 00.10 WIB Minggu dini hari.

Peristiwa nahas  terjadi di daerah Kampung Dukuh desa Sirnasari Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor. Dikatakan Kasat Lantas Polres AKP Hasby Ristama Polisi sudah melakukan proses evakuasi ke rumah sakit dan membawa barang bukti kendaraan.

“Semalam polisi yang evakuasi dan yang pasti polisi membantu proses evakuasi, ke rumah sakit dan mengamankan barang bukti kendaraan,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada perkembangan lanjut dari kepolisian. “Kita bantu mereka untuk segera mendapatkan (asuransi) Jasaraharja-nya dan segala hak-haknya,” ujarnya

Ini Dia Perampok Bengis yang Tega Perkosa Karyawati BUMN

0

BOGOR DAILY-Polisi akhirnya berhasil menangkap Baihazi Sakom alias Boy. Pria bertubuh tegap itu adalah perampok sadis yang memerkosa korbabnya. Pelaku terpaksa ditembak polisi karena melawan.

Pelaku tampak tertatih-tahin kesakitan saat jalan memasuki Mapolresta Depok, Rabu (30/8). Dibalut perban putih dengan bercak merah, tanda Boy dilemahkan didor saat ditangkap di kampung Cilebut Kaum RT1/3 Cilebut.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis menjelaskan, pelaku pemerkosaan dan perampokan terhadap DPR (27), berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya di Kampung Cilebut Kaum RT01/03 Cilebut.

Penangkapan tersebut, merupakan hasil perkembangan keterangan korban yang bekerja di salah satu BUMN dan sejumlah barang bukti yang dikumpulkan. “Atas kerja tim dan arahan dari Kapolres kami berhasil menangkap pelaku,” ujar Putu.

Putu menjelaskan, petugas terpaksa melepaskan timah panas ke kaki sebelah kiri. Pelaku berusaha melarikan diri saat akan ditangkap. Dari hasil penggeledahan, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti tindakan kejahatan. Diantaranya, satu unit ponsel merek Samsung Galaxy Grand Prime, satu buah jam tangan merek Casio LTP 2083 warna silver.

Selain itu, sambung Putu telah menyita sejumlah barang bukti pendukung dalam memuluskan aksi Boy melakukan pemerkosaan dan perampokan. Satu obeng minus warna hitam, pisau dapur warna gagang hitam dan kain sprei yang ada bercak atau noda sperma.

“Pelaku akan dikenakan pasal berlapis,” tegas Putu.

Putu menuturkan, pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP Jo Pasal 285 KUHP yaitu pencurian dengan kekerasan dan pemerkosaan. Saat ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap Boy, guna mendapatkan keterangan lebih dalam.

Ditemui saat digelandang ke Mapolresta Depok siang kemarin. Boy mengaku, awalnya saat masuk hanya ingin mencuri. Boy mengira rumah dalam kondisi kosong, tanpa penghuni. “Pas masuk ke dalam, ada orangnya. Dia telanjang enggak pakai baju,” kata Boy sambil tertunduk.

Boy masuk ke rumah dengan mencongkel jendela. Setelah masuk ke rumah, Boy langsung masuk ke kamar DPR dan mengancam DPR untuk tidak teriak. DPR diperkosa dalam posisi tangan terikat.

Setelah memperkosa, Boy mengambil sejumlah barang, antara lain dua ponsel merek Samsung dan uang Rp 1.000.000 serta sebuah jam tangan. Boy kemudian melarikan diri lewat jendela yang dicongkelnya.

Boy mengaku terpaksa mencuri untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Cari uang buat makan,” tandas dia sambil masuk kedalam ruangan Unit Buser Polresta Depok.

Buaya Raksasa Nongol di Bengkel Bikin Kaget, Nih Fotonya

0

BOGOR DAILY-Seekor buaya raksasa ditemukan ‘nyasar’ di bengkel ban di Limbang, Malaysia. Petugas pemadam kebakaran setempat kemudian berusaha menangkap reptil sepanjang 5 meter tersebut.

Dilansir The Star, Minggu (3/9/2017), peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.15 waktu setempat. Pemadam kebakaran Limbang mendapat laporan dari masyarakat yang melihat buaya tersebut di lokasi.

Ketika berhasil diamankan buaya itu langsung ditimbang. Berat buaya raksasa itu hampir satu ton.  Buaya raksasa itu kemudian diikat dan diangkut menggunakan truk menggunakan derek.

Organisasi Kehutanan Sarawak berencana menyerahkan buaya itu ke otoritas satwa liar.

Gowes Pesona Nusantara Ikut Promosikan Wisata di Bogor

0

BOGOR DAILY– Gowes Pesona Nusantara (GPN) di kota Bogor akan diikuti oleh sekitar 1.500 peserta pada Minggu (3/9/2017). GPN di Bogor tidak hanya untuk berolahraga semata, tapi peserta juga akan mengenalkan banyak lokasi wisata di kota Bogor.

Rencananya Gowes Pesona Nusantara Bogor yang bertajuk Etape Kujang akan menempuh jarak sekitar 20 Km, start akan dibuka oleh Walikota Bogor, Bima Arya dari depan Stadion Padjajaran, Bogor.

“Selain melintasi Kebun Raya Bogor, para peserta juga akan kita sajikan pemandangan indah yang ada di sekitar Bogor seperti Tugu Kujang, Taman Grafiti, Lembah Hijau, dan berbagai tempat wisata lainnya,” ujar Kadispora Kota Bogor, Eko Prabowo.

Usai bergowes ria, para penggowes juga akan beradu untung mendapatkan door prize, di antaranya mesin cuci, kipas angin, sepeda, peralatan elektronik, dll.

“Mereka juga akan dihibur oleh berbagai pertunjukkan seperti permainan angklung dari 150 orang pelajar cilik, selain mendapatkan door prize,” ucapnya, menambahkan.

Pelaksanaan GPN di kota Bogor diawali dengan proses pengambilan tanah dan air di bawah kerindangan pohon-pohon besar di Kebun Raya Bogor, Sabtu (2/9/2017).

Kesakralan amat kental terlihat dalam prosesi itu yang diambil dari Petilasan Tirta Kahuripan. Kasi Pengembangan Seni Film dan Kelembagaan Disparbud Kota Bogor, Sanusi turut hadir dalam acara tersebut.

Menurut Uci, sapaan Sanusi, dipilihnya petilasan Tirta Kahuripan dikarenakan pada masa kejayaaan Prabu Siliwangi, petilasan ini merupakan satu-satunya petilasan yang ada di lingkungan Istana Kerajaan Pasundan dan berada dekat Pintu III Kebon Raya Bogor.

“Di sini dulunya merupakan daerah pertahanan air di kerajaan. Kemudian sempat dijebol musuh. Tapi hingga saat ini, air di petilasan ini tidak pernah kering. Sampai sekarang, petilasan ini selalu didatangi orang untuk meminta berkah dengan mengambil airnya tanpa dipungut bayaran,” kata Uci.